ANALISIS PUTUSAN PENGADILAN DALAM PERKARA TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN TERHADAP ANAK (Studi Perkara Nomor 1727/PID.B/2009/PN.TK)

Gratis

0
6
77
2 years ago
Preview
Full text

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

  Arti dari anakdalam Penjelasan atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002, tentangPerlindungan Anak yang menyebutkan, bahwa anak adalah amanah sekaligus karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang senantiasa harus kita jaga karena dalamdirinya melekat harkat, martabat, dan hak-hak sebagai manusia yang harus dijunjung tinggi. Di Indonesia secara sosiologis perhatian terhadap anak-anak telah mulai ada sejak adanya berbagai pertemuanilmiah yang diselenggarakan, baik oleh pemerintah maupun badan-badan sosial, seperti Yayasan Pra Yuwana dan Wisma Permadi Siwi yang pada akhirnya telahmendorong pemerintah untuk menerbitkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak yang secara khusus mengatur tentang hak-hak anak.

B. Perumusan Masalah dan Ruang Lingkup

  Apakah yang menjadi dasar pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan terhadap anak?b. Ruang Lingkup Ruang lingkup penelitian skripsi ini terbatas pada kajian bidang hukum pidana anak di Indonesia khususnya hanya terbatas pada masalah dasar pertimbanganhakim dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan terhadap anak (Studi Perkara Nomor 1727/Pid.

C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

  Untuk mengetahui dasar pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan terhadap anak?b. Untuk mengetahui bahwa Hakim tidak menjatuhkan sanksi pidana maksimum terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan terhadap anak?

a. Kegunaan Teoritis

b. Kegunaan Praktis

  Kegunaan penulisan ini secara teoritis adalah memberikan sumbangan terhadap pengembangan ilmu hukum pidana, yaitu hal-hal yang berkaitandengan beberapa permasalahan tentang Putusan Pengadilan dalam PerkaraTindak Pidana Penganiayaan Terhadap Anak (Studi Putusan Pengadilan Negeri Tanjung Karang Nomor 1727/Pid. Hasil penulisan skripsi ini diharapkan dapat berguna bagi masyarakat dan bagi aparatur penegak hukum dalam memperluas serta memperdalam ilmu hukumkhususnya ilmu hukum pidana dan juga dapat bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya dan bagi aparatur penegak hukum pada khususnya untukmenambah wawasan dalam berfikir dan dapat dijadikan sebagai masukan dalam rangka pembaharuan hukum pidana anak Indonesia.

D. Kerangka Teoritis dan Konseptual

1. Kerangka Teoritis

  Karena melihat rasa keadilan tidak tepat apabila terdakwanya semata-mata bukan atas dasar niat jahat dan sudah berusia lanjut,di bawah umur atau karena suatu keadaan tertentu yang sepatutnya tidak Tindak pidana adalah suatu bentuk tingkah laku yang bertentangan dengan moral kemanusiaan, merugikan masyarakat, sosial, melanggar hukum serta undang-undang pidana. Tindak pidana menurut Moeljatno adalah perbuatan-perbuatan yang meskipun tidak ditentukan oleh undang-undang sebagai perbuatan pidana, telah dirasakansebagai Onrecht, sebagai perbuatan yang melanggar dan bertentangan dengan tata hukum, (Moeljatno, 1973: 71).

2. Konseptual

  Konseptual adalah kerangka yang mengambarkan hubungan antara konsep- konsep khusus, yang merupakan kumpulan dalam arti-arti yang berkaitan denganistilah yang ingin tahu akan diteliti (Soerjono Soekanto,1986 : 132). PerkaraPerkara adalah pertikaian, perselisihan sesuatu yang menyebabkan perbedaan pendapat, sebuah konflik hukum yang berkembang atau berubah menjadi disebuah sengketa/kasus apabila pihak yang merasa dirugikan telah menyatakan rasa tidak puas atau keprihatinannya baik secara tidak langsung kepada pihakyang dianggap sebagai penyebab kerugian/penderitaan atau kepada pihak lain (Tolib Setiady, 2010: 24).

E. Sistematika Penulisan

  HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini merupakan pembahasan tentang berbagai hal yang terkait langsung dengan pokok permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini, yaitu Untukmengetahui dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan terhadap anak (Studi Perkara Nomor1727/Pid. PENUTUP Bab ini berisi tentang hasil akhir dari pokok permasalahan yang diteliti berupa kesimpulan dan saran dari hasil penelitian terhadap permasalahan yang telahdibahas.

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Anak

  Anak dalam pengertian yang umum tidak saja mendapat perhatian dalam bidang ilmu pengetahuan, tetapi dapat juga ditelaah dari sisi pandang sentralis kehidupan. Seperti agama, hukum dan sosiologisnya yang menjadikan pengertian anak semakin rasional dan aktual dalam lingkungan sosial.

1. Pengertian anak menurut hukum pidana

  Pengertian Anak menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Perlindungan anak adalah segala kegiatanuntuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpatisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabatkemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

B. Dasar Hukum Perlindungan Anak

  Antara hak dan kewajiban harus ada keseimbangan dan pengembangan kemanusiaan yang positif dengan demikian maka akan terwujud adanya perlakuanadil terhadap anak, oleh karena itu keadilan adalah suatu kondisi yang memungkinkan setiap orang melaksanakan hak dan kewajibannya secaraseimbang dan manusiawi. Keterlibatan pengadilan dalam kehidupan anak dan keluarga pada suatu saat hanya ditujukan pada upaya penanggulangan keadaan yang buruk sehubungandengan perilaku menyimpang dan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh anak- anak, penelantaran anak dan eksploitasi terhadap anak.

C. Pengertian Tindak Pidana dan Unsur-Unsur Tindak Pidana

  Terdapat pemisahan antara pertanggungajwaban pidana dan tindak pidana, yang dikenal dengan paham dualisme, yangmemisahkan antara unsur yang mengenai perbuatan dengan unsur yang melekat pada diri orangnya tentang tindak pidana. Ketentuan Pasal 55 KUHP di atas mengkategorikan pelaku sebagai orang yang melakukan sendiri suatu tindak pidana dan orang yang turut serta atau bersama-bersama untuk melakukan tindak pidana.

D. Tindak Pidana Penganiayaan

  Pengertian yang dimuat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesiatersebut adalah pengertian dalam arti luas, yakni yang termasuk menyangkut perasaan atau batiniah. Secara umum tindak pidana terhadap tubuh pada KUHP disebut “penganiayaan”, mengenai arti dan makna kata penganiayaan tersebut banyak perbedaan diantarapara ahli hukum dalam memahaminya.

1. Penganiayaan Biasa

  Unsur akibat perbuatan rasa sakit, tidak enak pada tubuh dan luka tubuh, namun dalam Pasal 351 ayat (1) KUHP ini tidak mempersyaratkan adanyaperubahan rupa atau tubuh pada akibat yang ditimbulkan oleh tindak pidana penganiayaan. Penganiayaan Ringan Jenis tindak pidana ini diatur dalam Pasal 352 KUHP, bahwa yang dimaksud dengan penganiayaan adalah penganiayaan yang tidak termasuk dalam :(1) Penganiayaan berencana sebagaimana diatur dalam Pasal 353 KUHP.(2) Penganiayaan terhadap orang yang mempunyai kualifikasi tertentu sebagaimana diatur dalam Pasal 356 KUHP yaitu penganiayaan terhadap :a) Ibu atau bapaknya yang sah, istri atau anaknya.

4. Penganiayaan Berat

  Teori ratio decidendi Teori ini didasarkan pada landasan filsafat yang mendasar, yang mempertimbangkan segala aspek yang berkaitan dengan pokok perkara yangdisengketakan, kemudian mencari peraturan perundang-undangan yang relevan dengan pokok perkara yang disengketakan sebagai dasar hukumdalam penjatuhan putusan, serta pertimbangan hakim harus didasarkan pada motivasi yang jelas untuk menegakkan hukum dan memberikan keadilan bagipara pihak yang berperkara. Penjatuhan sanksi pidana oleh hakim mempunyai konsekuensi yang luas, baik yang menyangkut langsung pelaku tindak pidana secara luas karena keputusanpidana yang dianggap tidak tepat akan menimbulkan reaksi yang kontroversial, dalam hal ini disebut dengan disparatis pidana, yaitu penerapan pidana yang tidaksama terhadap tindak pidana yang sama (same offence) atau terhadap tindak pidana yang sifat berbahanya dapat diperbandingkan.

III. METODE PENELITIAN

A. Pendekatan Masalah

  Penelitian hukum merupakan suatu kegiatan ilmiah, yang didasarkan pada metode, sistematika dan pemikiran tertentu yang bertujuan untuk mempelajarisatu atau beberapa gejala hukum tertentu dengan cara menganalisanya (Soerjono Soekanto, 1986: 43). Selain itu juga pendekatan ini dilakukan melalui penelitian kepustakaan dengan caramempelajari terhadap hal-hal yang bersifat teoritis yang menyangkut asas hukum, konsepsi, pandangan, peraturan-peraturan hukum serta hukum yang berkaitandengan permasalahan dalam skripsi ini.

B. Sumber dan Jenis Data

  Data SekunderData sekunder, yaitu data yang diperoleh dari studi kepustakaan dengan cara membaca, mengutip dan menelaah peraturan perundang-undangan, buku-buku, dokumen, kamus, artikel dan literatur hukum lainnya yang berkenaan dengan permasalahan yang akan dibahas, yang terdiri dari :a. Bahan hukum sekunder, yaitu bahan-bahan yang erat hubungannya dengan bahan hukum primer dan dapat membantu dalam menganalisa sertamemahami bahan hukum primer, seperti literatur dan norma-norma hukum yang berhubungan dengan masalah yang di bahas dalam skripsi ini.

C. Penentuan Populasi dan Sampel

  Dalam penelitian ini yang dijadikan populasi adalah pihak-pihak yang berkaitan dengan penegakan hukum pidana terhadap permasalahan yang terkait dengantindak pidana penganiayaan terhadap anak (Studi Putusan Pengadilan NegeriTanjung Karang Nomor 1727/Pid. Sehubungandengan itu, Burhan Ashshofa (1996: 91) memberikan pengertian mengenai prosedur sampling dalam penelitian adalah Purposive Sampling, yaitu suatumetode pengambilan sampling yang dalam penentuan dan pengambilan anggota sampel berdasarkan atas pertimbangan dan tujuan penulis yang telah ditetapkan.

D. Prosedur Pengumpulan dan Pengolahan Data

  Studi Kepustakaan (Library Research) Studi kepustakaan merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan penulis dengan maksud untuk memperoleh data sekunder dengan cara membaca,mencatat dan mengutip dari berbagai literatur, perundang-undangan, buku- buku, media massa dan bahasa tertulis lainnya yang ada hubungannya denganpenelitian yang dilakukan. Studi Lapangan (Field Research)Studi Lapangan merupakan penelitian yang dilakukan dengan cara wawancara (interview) yaitu sebagai usaha mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan secara lisan, maupun dengan menggunakan pedoman pertanyaan secara tertulis.

E. Analisis Data

  Data yang diperoleh secara analisis kualitatif yang artinya hasil penelitian ini dideskripsikandalam bentuk penjelasan dan uraian kalimat-kalimat yang mudah dibaca dan dimengerti untuk diinterpretasikan dan ditarik kesimpulan mengenai tindak pidanapenganiayaan terhadap anak (Studi Putusan Pengadilan Negeri Tanjung KarangNomor 1727/Pid. Dari hasil analisis tersebut dapatdilanjutkan dengan menarik kesimpulan secara induktif, yaitu cara berfikir dalam mengambil kesimpulan secara umum yang berdasarkan atas fakta-fakta yangbersifat khusus, dan selanjutnya dari berbagai kesimpulan tersebut dapat diajukan saran.

V. PENUTUP

A. Kesimpulan

  Pasal 28 Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Pokok Kekuasaan 1) Hakim wajib menggali, mengikuti dan memahami nilai-nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat. TK) yakni bahwa dalam menjatuhkan putusan maka hakim akan melihat manakah yang paling dominan, apakah hal-hal yangmemberatkan atau hal-hal yang meringankan.

B. Saran

  Adapun saran yang akan diberikan penulis berkaitan dengan analisis putusan pengadilan dalam perkara tindak pidana penganiayaan terhadap anak (StudiPutusan Pengadilan Negeri Tanjung Karang Nomor 1727/Pid. Hakim harus mempertimbangkan akibat perbuatan yang ditimbulkan oleh terdakwa terhadap korban dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku tindakpidana penganiayaan terhadap anak.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

ANALISIS YURIDIS PUTUSAN BEBAS DALAM TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (PUTUSAN NOMOR :643/Pid.BA/2012/PN.Bwi.)
0
13
50
ANALISIS YURIDIS PUTUSAN BEBAS DALAM TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (PUTUSAN NOMOR 84/PID.B/2011/PN-KBR)
0
3
126
ANALISIS YURIDIS PUTUSAN BEBAS OLEH HAKIM DALAM TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN
0
4
16
ANALISIS YURIDIS TERHADAP PUTUSAN HAKIM DALAM TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN (Putusan MA No. 1179K/Pid/2005)
0
6
83
ANALISIS YURIDIS TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN TERHADAP ANAK
1
11
16
ANALISIS YURIDIS TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN TERHADAP ANAK
0
6
16
ANALISIS PUTUSAN PENGADILAN DALAM PERKARA TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN TERHADAP ANAK (Studi Perkara Nomor 1727/PID.B/2009/PN.TK)
0
6
77
KEKUATAN PEMBUKTIAN KETERANGAN SAKSI YANG BERLAWANAN SEBAGAI DASAR PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MEMUTUS PERKARA TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN (Studi Pada Perkara Nomor 144/Pid/B/2007/PN TK)
2
39
48
ANALISIS PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PUTUSAN TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN (Studi Perkara Nomor 17/Pid.B.(A)/2011/PN.TK)
0
20
70
ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN YANG DILAKUKAN OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA BANDAR LAMPUNG (Studi Perkara Nomor 339/Pid.B/2010/PN.TK)
1
17
47
ANALISIS TERHADAP TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN YANG DILAKUKAN SECARA BERSAMA-SAMA OLEH PELAJAR Di WILAYAH KOTA METRO (Studi Perkara Nomor 29/Pid.An/2009/PN.Metro)
0
25
71
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP ANAK DALAM PERKARA KECELAKAAN LALU LINTAS YANG MENGAKIBATKAN KORBAN MENINGGAL (Studi Perkara Nomor 830/Pid.B(A)/2010/PN.TK)
1
7
41
PERSPEKTIF PUTUSAN PENGADILAN TERHADAP BARANG BUKTI DALAM PERKARA TINDAK PIDANA DI BIDANG KEHUTANAN
3
20
74
ANALISIS YURIDIS PUTUSAN BEBAS PERKARA TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG (HUMAN TRAFFICKING) Studi Perkara Nomor : 489/Pid.Sus/2013/PN.TK.)
0
21
97
ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENCABULAN (Studi Kasus Perkara Nomor 137/Pid.B/2014/PN.BU)
0
3
53
Show more