Pengaruh Cara Pengolahan Tepung Ikan Dari Limbah Industri Pengolahan Ikan Nila Terhadap Energi Metabolisme Ayam Kampung

Gratis

0
62
75
2 years ago
Preview
Full text

RIWAYAT HIDUP

  Penulis lulus dari SMAN 3 Gunungsitoli pada tahun 2009 dan pada tahun yang sama masuk ke Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian UniversitasSumatera Utara melalui jalur ujian tertulis Ujian Masuk Bersama (UMB). Selama mengikuti perkuliahan penulis aktif sebagai anggota IkatanMahasiswa Peternakan (IMAPET), anggota Ikatan Mahasiswa Kristen Peternakan(IMAKRIP), dan pernah menjabat sebagai ketua umum periode 2011-2013 dari organisasi Generasi Muda Nias (GEMA NIAS).

KATA PENGANTAR

  Pengolahan LIPIN ditinjau dari energi metabolisme, retensi nitrogen dan konversi energi menyatakan bahwa perlakuan tanpa pres dengan pengeringanoven menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan dipres dengan pengeringan matahari, perlakuan silase fermentasi lebih baikdibandingkan dengan perlakuan secara dipres dan tanpa pres baik pengeringan secara oven maupun matahari, serta kualitas tepung ikan komersial lebih baikdibandingkan tepung ikan dari LIPIN. Berdasarkan uraian diatas, timbul pemikiran untuk melakukan penelitian pemanfaatan tepung ikan dari limbah industri pengolahan ikan nila (LIPIN) Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari perbedaan pengolahan tepung ikan dari limbah industri pengolahan ikan nila(LIPIN) terhadap retensi nitrogen, energi metabolisme dan konversi energi metabolisme dari energi bruto pakan ayam kampung.

TINJAUAN PUSTAKA

  Suatu ransum Ransum dimakan oleh ayam dalam bentuk tepung lengkap, butiran pecah dan dikunyah di dalam tubuhnya dan diubah dengan enzim-enzim pencernaanmenjadi unsur gizi yang dibutuhkannya yaitu protein dan asam-asam amino, energi, vitamin dan mineral. Menurut Nawawi dan Nurromah (1997) ayam kampung umur 0-4 minggu atau fase starter membutuhkan protein sekitar 19-20%, umur 4-8 minggu atau fase grower I membutuhkan protein sekitar 18-19 %, umur 8-12 minggu atau fase grower II membutuhkan protein sekitar 16-18 %,umur 12-18 minggu membutuhkan protein sekitar 16-17 % dan umur 18-24 minggu membutuhkan protein sekitar 16-17 %.

b. Murtidjo (1994)

  Namun ternyata tepung ikan tidak hanya bisa didapat daripabrik, tepung ikan juga dapat diproduksi sendiri yang murni berasal dari limbah- limbah ikan (sempengan) yang tidak dipergunakan oleh manusia lagi dan bahkankandungan proteinnya sendiri masih utuh dibanding tepung ikan produksi parbrik (Sunarya, 1998). Silase Tepung Ikan Silase ikan adalah ikan utuh atau sisa-sisa ikan yang diawetkan dalam kondisi asam dengan penambahan asam (silase kimia) atau dengan fermentasi(silase biologi), silase ikan ini dihasilkan dalam bentuk cair karena protein ikan dan jaringan struktur lainnya didegradasi menjadi unit larutan yang lebih keciloleh enzim yang ada pada ikan (Kompiang, 1990).

K2 K3 K4 K5 K6 K1

R21 R4 1 R1 1 R5 1 R0 1 R3 1 K7 K8 K9 K10 K11 K12 R4 2 R5 2 R1 2 R2 2 R3 2 R0 2 K13 K14 K15 K16 K17 K18 R3 R4 R5 R0 R2 R1 3 3 3 3 3 3 K19 K20 K21 K22 K23 K24 R5 4 R3 4 R4 4 R2 4 R04 R1 4 Keterangan :K = Kandang biologis R = PerlakuanJumlah ayam = 1 ekor/kandangAnalisis Data Data yang diperoleh selama penelitian dari setiap perlakuan dianalisis dengan setiap pembandingan linier ortogonal kontras sehingga diperolehinformasi perlakuan yang terbaik. Dari 6 perlakuan dapat disusun 5 pembandingan linier ortogonal kontras sebagai berikut : Perlakuan KeteranganR VS R Tepung ikan komersial dibandingkan dengan tepung 12345 ikan dari limbah pengolahan ikan nila dengan berbagai metode pengolahan dan silase fermentasiR 34 Tepung ikan dari limbah ikan nila dengan metode 12 VS R pengepresan kering oven dan kering matahari dibandingkan dengan tepung ikan dari limbah ikannila metode tanpa pres kering oven dan kering matahari R 24 Tepung ikan dari limbah ikan nila dengan metode 13 VS R kering oven dipres maupun tanpa pres dibandingkan dengan tepung ikan dari limbah ikan nila metodekering matahari dengan pres dan tanpa pres R 1234 VS R

5 Tepung ikan dari limbah ikan nila dengan metode

oven pres, matahari pres, oven tanpa pres dan matahari tanpa pres dibandingkan dengan tepungikan dengan perlakuan silase fermentasi R VS R

5 Tepung Ikan komersial dibandingkan dengan tepung

1. Jumlah koefisien pembanding sama dengan nol (�k

  ikan dengan perlakuan silase fermentasi 1 JK2 JK2 JK 2/ G R13 VS R24 �� � � ��� 1 JKG T-P/rt-t - Galat 1 JK1 JK1 JK 1/ G R12 VS R34 Perlakuan t-1 JK perl JKP/db KTP/KTG R0 VS R12345 i = Kuadrat koefisien pembanding (Sastrosupadi, 2000)Sidik Ragam SV DB JK KT Fhit Ftabel 0,05 0,01 Q i = Jumlah perkalian koefisien pembanding dengan total tiap perlakuan r = Ulangan�k i = 0) 3. Jumlah kuadrat 1 JK4 JK4 JK 4 /G R1234 VS R5 k i 0) 2.

18 JKT - -

  KN – (EN - ENN) RN (%) = x 100%KN Keterangan : KN : Konsumsi nitrogen (g/ekor)EN : Ekskresi nitrogen (g/ekor) ENN : Endogenous nitrogen (g/ekor)Energi Metabolisme (kkal/kg) Energi metabolisme adalah selisih antara kandungan energi bruto tepung ikan dengan energi bruto yang hilang melalui ekskreta. Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan mencuci ikan yang digunakan sebagai bahan baku, dengan tujuan untuk membersihkan ikandari kotoran dan benda keras yang mungkin terdapat pada ikan terutama karena bahan baku ikan didapatkan dari limbah, kemudian ikan dicincang 2.

HASIL DAN PEMBAHASAN

  Hal ini disebabkan karena kandungan protein dari tepung ikan komersial lebih tinggi darilimbah pengolahan ikan nila dibuktikan dengan analisis kimia laboratorium dan juga komponen penyusun perlakuan R berupa daging dengan kandungan proteintinggi, sedangkan perlakuan R 1 , R 2 , R 3 , R 4 dan R 5 dari tulang dan hanya sedikit daging. Hal ini disebabkan karena tepung ikan yang dipres menurunkan kadar air menjadi 50% dan kadar minyak 4-5% sedangkan perlakuan dengan tanpa pres menyebabkan kadar minyak tinggi dan airnya juga tinggi sehinggamudah diserang serangga dan jamur dan mempengaruhi kandungan protein didalam tepung ikan tersebut.

24. Hal ini karena pada pengeringan oven dengan suhu 40 C tidak merusak

  Uji pembanding ortogonal kontras energi metabolisme semu dan murni dari perlakuan tepung ikan yang dipres dan tidak dipres baik dari sumberpengeringan oven dan matahari (R ) menunjukan pengaruh yang sangat berbeda 1234 nyata lebih rendah (P<0,01) terhadap perlakuan tepung ikan secara silase fermentasi (R 5 ) . Adapun hal ini sesuai dengan pernyataan dari Kompiang (1980), yang menyatakan bahwa pada pembuatan silase biologi, bakteri akan Hasil uji ortogonal kontras menunjukkan bahwa perlakuan tepung ikan yang dipres dan tidak dipres baik dari sumber pengeringan oven dan matahari(R 1234 ) menunjukan pengaruh yang sangat berbeda nyata lebih rendah (P<0,01) terhadap perlakuan tepung ikan secara silase fermentasi (R 5 ) .

DAFTAR PUSTAKA

  Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Jakarta. Pengaruh Pengepresan, Mutu Bahan Mentah dan Penyimpanan Terhadap Mutu Tepung Ikan.

Dokumen baru

Download (75 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Nilai Kecernaan Tepung Limbah Ikan Gabus Pasir (Butis amboinensis) Dengan Berbagai Teknik Pengolahan Pada Itik Peking Umur 8 Minggu
1
88
52
Pemanfaatan Tepung Ikan Pora-Pora Dan Limbah Industri Pengolahan Ikan Nila Dalam Ransum Terhadap Karkas Ayam Kampung Umur 12 Minggu
3
79
61
Uji Kualitas Imbangan Limbah Industri Ikan Nila dengan Ikan Pora-pora (Mystacoleucus padangensis) Sebagai Pakan Ternak
0
72
64
Pengaruh Cara Pengolahan Tepung Ikan Dari Limbah Industri Pengolahan Ikan Nila Terhadap Energi Metabolisme Ayam Kampung
0
62
75
Pemanfaatan Tepung Ikan Pora-Pora Dan Limbah Industri Pengolahan Ikan Nila Dalam Ransum Terhadap Performans Ayam Kampung Umur 0-12 Minggu
1
47
70
Pembuatan Pakan Ikan Dari Protein Sel Tunggal Bakteri Fotosintetik Anoksigenik Dengan Memanfaatkan Limbah Cair Tepung Tapioka Yang Diuji Pada Ikan Nila (Oreochromis Niloticus)
1
68
56
Perbandingan Konsentrasi Sianida (Cn¬-) Dan Ph Pada Inlet Dan Outlet Dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) Industri Pengolahan Tepung Tapioka
0
45
47
Analisis Usaha Pemanfaatan Tepung Limbah Ikan Gabus Pasir (Butis amboinensis) Sebagai Subtitusi Tepung Ikan Dalam Ransum Terhadap Ayam Broiler di Kotamadya Binjai
0
0
11
Nilai Kecernaan Tepung Limbah Ikan Gabus Pasir (Butis amboinensis) Dengan Berbagai Teknik Pengolahan Pada Itik Peking Umur 8 Minggu
0
0
13
Pemanfaatan Tepung Ikan Pora-Pora Dan Limbah Industri Pengolahan Ikan Nila Dalam Ransum Terhadap Karkas Ayam Kampung Umur 12 Minggu
0
1
14
Uji Kualitas Imbangan Limbah Industri Ikan Nila dengan Ikan Pora-pora (Mystacoleucus padangensis) Sebagai Pakan Ternak
0
0
6
Uji Kualitas Imbangan Limbah Industri Ikan Nila dengan Ikan Pora-pora (Mystacoleucus padangensis) Sebagai Pakan Ternak
0
0
15
Pengaruh Cara Pengolahan Tepung Ikan Dari Limbah Industri Pengolahan Ikan Nila Terhadap Energi Metabolisme Ayam Kampung
0
0
12
Pengaruh Cara Pengolahan Tepung Ikan Dari Limbah Industri Pengolahan Ikan Nila Terhadap Energi Metabolisme Ayam Kampung
0
0
16
Kemunduran Ikan Nila Cara Kematian
0
0
14
Show more