Hubungan Antara Tekanan Darah Sistolik, Tekanan Darah Diastolik, Tekanan Nadi Dan Tekanan Arteri Rata-Rata Dengan Fungsi Kognitif Pada Usia Lima Puluh Tahun Ke Atas

Gratis

16
105
140
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  H, MH, dan Krista brParhusip, SmHK, yang telah membesarkan saya dengan penuh kasih sayang, dan senantiasa memberi dukungan moril dan materi, bimbingandan nasehat serta doa yang tulus agar penulis tetap sabar dan tegar dalam mengikuti pendidikan ini sampai selesai. Kepada semua rekan dan sahabat yang tidak mungkin saya sebutkan satu persatu yang telah membantu saya sekecil apapun, saya haturkanterima kasih yang sebesar-besarnya, semoga Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan rahmat dan kasihnya kepada kita semua.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

  Hubungan antara Tekanan Darah Sistolik dengan CDT..................................................................................... Hubungan antara Tekanan Darah Diastolik dengan CDT.....................................................................................

DAFTAR SINGKATAN

DAFTAR LAMBANG

  60Tabel 7 Hubungan Antara Tekanan Nadi dengan MMSE ................. 63Tabel 12 Hubungan dengan Arteri Rata-Rata dengan CDT.................

DAFTAR LAMPIRAN

  Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, tekanan nadi dan tekanan arteri rata-rata dengan fungsi kognitif pada usia lima puluh tahun ke atas. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, tekanan nadi dan tekanan arteri rata-rata dengan fungsi kognitif pada usia lima puluh tahun ke atas.

BAB I PENDAHULUAN I.1.Latar Belakang Penelitian Swan GE, dkk (1998) adalah yang pertama menunjukkan

  (Guo Z. dkk, 1997) Penelitian Yasar S dkk (2011) mengevaluasi efek peningkatan tekanan darah sistolik dan tekanan nadi pada kemampuan kognitif padawanita usia 70-80 tahun, hasil penelitian menunjukkan pada wanita yang berusia 76-80 tahun memiliki fungsi kognitif yang terganggu padapeningkatan tekanan darah sistolik ≥ 160 mmHg dan tekanan nadi ≥ 84 mmHg. (Van Popele NM. dkk, 2001)Pada saat tekanan darah sistolik terus meningkat sementara tekanan darah diastolik menurun, mengakibatkan peningkatan drastispada tekanan nadi dan tekanan nadi yang tinggi dihubungkan dengan peningkatan risiko untuk penyakit Alzheimer dan demensia pada orangdewasa tua, yang terjadi karena arterial stiffness dan atherosclerosis yang luas.

I. 2. Perumusan Masalah

I. 3. Tujuan Penelitian

  Tujuan Umum Untuk mengetahui hubungan antara tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, tekanan nadi dan tekanan arteri rata-rata dengan fungsi kognitif pada usia lima puluh tahun ke atas. Manfaat Penelitian untuk Ilmu Pengetahuan Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi secara keilmuan tentang hubungan antara tekanan darah sistolik,tekanan darah diastolik, tekanan nadi dan tekanan arteri rata-rata dengan fungsi kognitif pada usia lima puluh tahun ke atas dandapat dijadikan dasar bagi penelitian selanjutnya.

1.5.3. Manfaat Penelitian untuk Masyarakat

Dengan mengetahui hubungan antara tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, tekanan nadi dan tekanan arteri rata-ratadengan fungsi kognitif pada usia lima puluh tahun ke atas, maka dapat dilakukan tindakan pencegahan bagi penderita yang memilikifaktor resiko untuk mengalami gangguan fungsi kognitif.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. FUNGSI KOGNITIF II.1.1. Definisi Fungsi kognitif adalah merupakan aktivitas mental secara sadar

seperti berpikir, mengingat, belajar dan menggunakan bahasa. Fungsi kognitif juga merupakan kemampuan atensi, memori, pertimbangan,pemecahan masalah, serta kemampuan eksekutif seperti merencanakan, menilai, mengawasi dan melakukan evaluasi (Strub dkk., 2000)

II. 1.2. Domain Fungsi Kognitif

  Atensi merupakan hasil hubungan antara batang otak, aktivitas limbik dan aktivitas kortekssehingga mampu untuk fokus pada stimulus spesifik dan mengabaikan stimulus lain yang tidak relevan. Kelancaran Kelancaran mengacu pada kemampuan untuk menghasilkan kalimat dengan panjang, ritme dan melodi yang normal.

II. 1.3. Anatomi Fungsi Kognitif

  Girus cinguli, mengatur fungsi otonom seperti denyut jantung, tekanan darah dan kognitif yaitu atensi. Hipothalamus, berfungsi mengatur sistem saraf otonom melalui produksi dan pelepasan hormon, tekanan darah, denyut jantung,lapar, haus, libido, dan siklus tidur/bangun, perubahan memori baru menjadi memori jangka panjang.

II. 1.4. Tes Untuk Menilai Fungsi Kognitif

II. 1.4.1 Mini Mental State Examination (MMSE)

  Sebuah studi yang dilakukan pada 473 orang sehat yang berumur lebih dari 15 tahun dengan latar belakang pekerjaan dan pendidikan yangberagam di Medan didapatkan skor median MMSE berdasarkan usia dan lama pendidikan sebagai berikut:(Sjahrir dkk, 2001) Tabel 1. (Kochhann dkk, 2010)Pada penelitian Crum dkk, 1993 secara luas melakukan penelitian terhadap subjek usia 18 sampai 85 tahun terhadap ± 18.000 masyarakatdari lima wilayah metropolitan: New Haven, Baltimore, Durham, St Louis, dan Los Angeles dan didapatkan nilai yang berbeda untuk masing-masingusia dan pendidikan yang berbeda.

II. 1.4.2. Clock Drawing Test (CDT)

  (Pinto E. dkk, 2009) Berbagai penelitian yang menilai akurasi CDT pada scrining demensia menunjukkan bahwa CDT dapat membedakan secara akuratantara orang normal dengan pasien yang menunjukkan gangguan kognitif ringan. Faktor-faktor yang Menentukan Tekanan Darah Ada lima faktor yang menentukan tingginya tekanan darah, yaitu: curah jantung, tahanan pembuluh darah tepi, volume darah total,viskositas darah, dan kelenturan dinding arteri.

II. 2.3. Jenis- jenis Tekanan Darah

  Tekanan Darah Normal Tekanan darah dikatakan normal apabila tekanan sistoliknya120-140 mmHg manakala tekanan diastoliknya 80-90 mmHg menurut World Health Organization (WHO). Menurut National Heart Lung and Blood Institute (NHLBI) dari National Institute of Health (NIH), mendefinisikan tekanan darah normal adalah tekanan sistolik kurang dari 120 mmHg dan tekanan diastolik kurang dari 80 mmHg.

c. Tekanan Darah Tinggi ( Hipertensi )

  Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI,2010) , hipertensi adalah suatu keadaan apabila tekanan darahnya melebihi normal, yaitu tekanan sistoliknya 140 mmHg atau lebihtinggi manakala tekanan tekanan diastoliknya 90 mmHg atau lebih tinggi. Menurut The Seventh Report Of The Joint National Committee On Prevention, Detection, Evaluation and Treatment Of High Blood Pressure (JNC 7), klasifikasi tekanan darah pada dewasa terbagi menjadi kelompok normal, prehipertensi, hipertensi derajat 1, dan hiperetensi derajat 2.

II. 2.4. Tekanan Darah Sistolik

  Tekanan darah sistolik adalah tekanan tertinggi yang terjadi selama ejeksi jantung dan merupakan denyut nadi Korotkov I yaitusuara denyut nadi mulai terdengar, tapi masih lemah dan akan mengeras setelah tekanan diturunkan 10- 5 mmHg. Ketika tekanan ventrikel kiri melebihi tekanan aorta sebesar sekitar 80 mmHg dan tekanan ventrikel kananmelebihi tekanan arteri pulmonalis sebesar sekitar 8``mmHg, katup aorta dan pulmonalis membuka.

II. 2.5. Tekanan Darah Diastolik

  Tekanan darah diastolik adalah tekanan terendah yang terjadi selama ejeksi jantung dan merupakan denyut nadi Korotkof V yaitu titik dimana suara denyut menghilang. Ketika tekanan ventrikel menurun sehingga Kontraksi atrium terjadi selama sepertiga terakhir diastolik dan berkontribusi sekitar 25 persen dari pengisian ventrikel.

II. 2.6. Tekanan Nadi

  (Tekanan nadi merupakan selisih antara tekanan darah sistolik dengan tekanan darah diastolik dimana peningkatan nilaitekanan darah diastolik sampai tekanan darah sistolik ditentukan oleh compliance aorta serta stroke volume ventrikel. Pendekatansecara sederhana dapat digambarkan mengenai compliance aorta yaitu : Compliance aorta = Stroke Volume (SV) / Tekanan nadi(PP). Sehingga dapat disimpulkan:Tingginya compliance aorta (antara lain pada kekakuan aorta yang kurang dan aorta normal) memiliki tekanan nadi Suatu stroke volume yang lebih besar menghasilkan tekanan nadi yang lebih besar pada setiap compliance yangdiberikan.

II. 2.7. Tekanan Arteri Rata-Rata

  Tekanan arteri rata-rata adalah jumlah tekanan rata-rata selama siklus jantung dari seluruh tekanan yang dihitung milidetikdemi milidetik selama periode waktu tertentu. Pertama, tekanan tersebut harus cukup tinggi untuk menghasilkan gaya dorong yang cukup; tanpa tekanan ini,otak dan jaringan lain tidak akan menerima aliran yang adekuat seberapapun penyesuaian lokal mengenai resistensi arteriol keorgan-organ tersebut terlalu tinggi sehingga menimbulkan beban kerja tambahan bagi jantung dan meningkatkan resiko kerusakanpembuluh serta kemungkinan rupturnya pembuluh-pembuluh halus.( Sherwood, 2001 ).

II. 3. Hubungan Tekanan Darah Sistolik Dengan Fungsi Kognitif

  Dalam analisis ulang dari data yang dilaporkanawalnya tidak mendukung hubungan tekanan darah sistolik dengan kognitif, tekanan darah sistolik yang lebih tinggi dan peningkatanhipertensi yang kronis ditemukan berhubungan dengan fungsi kognitif yang lebih rendah diukur 12 sampai 14 tahun kemudian, sehinggadisarankan perlunya pengobatan yang lebih agresif dimulai pada usia pertengahan terhadap tekanan darah sistolik. Karena penurunan fungsi neurobehavior berhubungan dengan penurunan volume otak dan peningkatan volume WMHIs, dan menyimpulkan bahwa dampak jangka panjang dari peningkatan tekanan darah sistolik pada penurunan fungsi neurobehavior pada kehidupan akhir kemungkinan diperantarai melalui peningkatan tekanan darah sistolik yang kronis yang mempunyai efek negatif pada karakteristik struktural otak.

II. 4. Hubungan Tekanan Darah Diastolik Dengan Fungsi Kognitif

  dkk (1998) bahwa tekanan darah diastolik yang tinggi pada pemeriksaan awal di usia 50 tahun adalahberhubungan dengan gangguan fungsi kognitif pada 20 tahun kemudian. Pengukuran cross sectional pada usia 70 tahun menunjukkan bahwa tekanan darah diastolik yang tinggi, resistensi insulin dan diabetessemuanya berhubungan dengan fungsi kognitif yang rendah.

II. 5. Hubungan Tekanan Nadi Dengan Fungsi Kognitif

  Pertama,peningkatan pulsasi berhubungan dengan arterial stiffness dapat menempatkan pembuluh darah di distal otak beresiko langsung untuk Peningkatan tekanan nadi pada orang tua, yang merupakan hasil dari peningkatan tekanan sistolik dan penurunan tekanan diastolik,diyakini terutama menyebabkan meningkatnya arterial stiffness atau atherosclerosis yang luas. Perfusi otak yangmenurun berhubungan dengan penurunan tekanan nadi dapat menjelaskan hubungan antara tekanan nadi yang lebih rendah denganpeningkatan risiko terjadinya demensia ( Qiu C dkk, 2003 ) Tekanan nadi yang tinggi adalah penanda dari arterial stiffness dan arthrosclerosis yang luas.

II. 6. Hubungan Tekanan Arteri Rata-Rata Dengan Fungsi Kognitif

  Menurut penelitian Taylor C dkk (2013) dari 484 peserta yang di follow-up, gangguan kognitif menunjukkan hubungan yang U-shape signifikan pada tekanan arteri rata rata; terutama bagi mereka yang berusia ≥ 50 tahun, tetapi tidak ditemukan hubungan dengan tekanandarah sistolik atau tekanan nadi. Mereka menyimpulkan bahwa pada tekanan darah diastolik dan tekanan arteri rata-rata yang rendah dantinggi dihubungkan dengan gangguan kognitif pada 20 tahun kemudian.

II. 7. Kerangka Teori

  (Swan GE dkk,1998) Pe↑TDS  berisiko terhadap terjadinya penyakit Alzheimerdan terjadinya gangguan fungs kognitif tetapi tidakpada tekanan darah diastolik.(Kivipelto dkk.2001) Wanita yang berusia 76-80tahun mengalami pe↓ fgskognitif pada peningkatan TDS ≥ 160 mmHg ( YasarS.dkk, 2011 ) Tek Nadi yg me↑ dan me↓ dihubungkan dgn pe↑ an risikountuk penyakit Alzheimer dan demensia pada orang dewasatua (Qiu C. Sebaliknya, tekanan nadi yg me↓ ejeksi darah & tekananperfusi otak yg lebih rendah hubungan U-shape antaratekanan nadi & fungsi kognitif.(ObesianTO dkk,2008) Pe↑ Tekanan nadi  penanda dari keutuhan pembuluh darahyang berhubungan dengan kerusakan mikrovaskuler otakdan pe↓ kognitif dan sebagai faktor risiko penurunan kognitifglobal dan pe↓ tertentu dalamkemampuan bahasa.

FUNGSI KOGNITIF

II. 8. Kerangka Konsep

USIA ≥ 50 TahunFUNGSI KOGNITIF TEKANAN DARAH SISTOLIK TEKANAN DARAH DIASTOLIK TEKANAN NADI TEKANAN ARTERIRATA-RATA

BAB II I METODE PENELITIAN III.1. TEMPAT DAN WAKTU Penelitian dilakukan di Poli Umum Neurologi RSHAM dan di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Karya Kasih Medan dari tanggal 10 Maret 2014 s/d 30 Agustus 2014. III.2. SUBJEK PENELITIAN Subjek penelitian diambil dari populasi usia lima puluh tahun ke

  Populasi terjangkau Semua usia≥ 50 tahun yang memenuhi kriteria inklusi di Poli Umum Neurologi RSHAM dan di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Karya Kasih Medan. Besar sampel Dihitung dengan rumus : n = Besar sampel= Standard deviasi dari skor CDT ( dari survei awal ) = 0,8 σZα = Deviat baku alpha, untuk α = 0,05  Zα = 1,96Zβ = Deviat baku betha, untuk β = 0,10  Zβ= 1,282μ = Rata-rata skor CDT = 3,7 ( Giaorano N dkk, 2012 ) = Rata-Rata skor CDT ( dari survei awal ) = 3,4μ a Maka :Maka dibutuhkan sampel minimal 75 orang III.2.4.

III. 3. BATASAN OPERASIONAL

1. Tekanan darah sistolik

  adalah tekanan tertinggi yang terjadi selama ejeksi jantung dan merupakan denyut nadi Korotkov I yaitu suaradenyut nadi mulai terdengar, tapi masih lemah dan akan mengeras setelah tekanan diturunkan 10-15 mmHg. Tekanan darah diastolik adalah tekanan terendah yang terjadi selama ejeksi jantung dan merupakan denyut nadi Korotkof V yaitu titikdimana suara denyut menghilang.

5. Fungsi kognitif

6. Mini Mental State Examination adalah suatu pengukuran kognitif

  adalah merupakan aktivitas mental secara sadar seperti berpikir, mengingat, belajar, dan menggunakan bahasa. Clock Drawing Test (CDT) adalah suatu test neuropsikologi yang dapat dipergunakan untuk menilai beberapa fungsi neuropsikiatrik dan memberikan penilaian fungsi eksekutif dan visuospasial yang lebihbaik.

8. Penderita dengan gangguan kesadaran

  Penderita Demensia Alzheimer adalah penderita dengan sindroma demensia dengan awitan tidak jelas, dan perburukan lambat, tidakditemukan bukti / kelainan klinis dan laboratoris dari penyakit sistemik atau penyakit di otak yang dapat menyebabkan demensia, tidakditemukan riwayat awitan gejala neurologi yang mendadak petanda gangguan fokal (Asosiasi Alzheimer Indonesia, 2003) 11. Studi korelasi dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, tekanan nadi dan tekanan arterirata-rata dengan nilai MMSE dan CDT III.5.

III. 5.2. Pengambilan Sampel

  Semua populasi di Poli Umum Neurologi RSHAM dan di PantiSosial Tresna Werdha (PSTW) Karya Kasih Medan yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi, mengisi kuisoner,dilakukan pengukuran tekanan darah, pemeriksaan MMSE dan CDT, kemudian menandatangani surat persetujuan ikut penelitian. Variabel yang diamati Variabel bebas : Tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, tekanan nadi dan tekanan arteri rata-rata.

III. 5.5. Analisa statistik

  Untuk mengetahui hubungan antara tekanan darah sistolik dengan nilai MMSE menggunakan uji korelasi Spearman 2. Untuk mengetahui perbedaan rerata nilai CDT berdasarkan jenis kelamin, dan tekanan arteri rata-rata, digunakan uji Mann Whitney,sedangkan berdasarkan kelompok usia, suku, pekerjaan, pendidikan, tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik dan tekanan nadidigunakan uji Kruskal Wallis 11.

III. 5.6. Jadwal penelitian

Penelitian akan dilakukan mulai tanggal 10 Maret 2014 sampai 30 Agustus 2014 atau sampai jumlah sampel sudah mencapai besar sampel dan bila jumlah sampel belum terpenuhi dalam rentang waktutersebut penelitian dilanjutkan sampai terpenuhi jumlah sampel sesuai dengan rumus sampel. Persiapan : 1 Februari 2014 s/d 3 Maret 2014Pengumpulan Data : 10 Maret 2014 s/d 30 Agustus 2014Analisa Data : 1 September 2014 s/d 30 September 2014Penyusunan Laporan : 1 Oktober 2014 s/d 30 Oktober 2014Penyajian Laporan : 11 November 2014

III. 5.6. Biaya penelitian

  1.000.000 Biaya pencetakan lembaran pengumpulan data : Rp. 400.000Biaya penulisan laporan penelitian : Rp.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN IV.1. HASIL PENELITIAN IV.1.1. Karakteristik Subjek Penelitian Pada pasien berusia 50 tahun ke atas yang berobat jalan di Poli Umum Neurologi RSUP H.Adam Malik Medan pada periode Maret 2014

  Hubungan Antara Tekanan Darah Diastolik denganMMSE Hasil analisa statistik menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan yang tidak signifikan antara tekanan darahdiastolik dengan skor MMSE (p= 0,677) dan terdapat korelasi yang positif antara tekanan darah diastolik dengan skor MMSE, dengan kekuatankorelasi yang sangat lemah (r= 0,037). Hubungan Antara Tekanan Nadi denganMMSE Hasil analisa statistik menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan yang signifikan antara tekanan nadi dan skor MMSE (p=0,015) dan terdapat korelasi yang negatif antara tekanan nadi dengan skor MMSE, dengan kekuatan korelasi yang lemah (r= -0,212) Tabel 7.

IV. 1.6. Hubungan Antara Tekanan Darah Sistolik dengan

  Hubungan Antara Tekanan Darah Diastolik denganCDT Hasil analisa statistik menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan yang tidak signifikan antara tekanan darahdiastolik dengan skor CDT (p= 0,663) dan terdapat korelasi yang positif antara tekanan darah diastolik dengan skor CDT, dengan kekuatankorelasi yang sangat lemah (r= 0,039) Tabel 10. Hubungan Antara Tekanan Nadi denganCDT Hasil analisa statistik menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan yang signifikan antara tekanan nadi dengan skor CDT (p=0,004) dan terdapat korelasi yang negatif antara tekanan nadi dengan skor CDT, dengan kekuatan korelasi yang lemah (r= -0,250) Tabel 11.

IV. 1.9. Hubungan Antara Tekanan Arteri Rata-rata dengan

  Berdasarkan kelompok tekanan darah sistolik, nilai rerata MMSE yang tertinggi dijumpai pada kelompok tekanan darah sistolik < 120mmHg, yaitu 26,97 ± 2,63 dan terendah pada kelompok tekanan darah sistolik 140-159 mmHg, yaitu 25,36 ± 1,81. Berdasarkan kelompok tekanan darah diastolik, nilai rerata MMSE yang tertinggi dijumpai pada kelompok tekanan darah diastolik ≥ 100 mmHg, yaitu 26,57 ± 1,39 dan terendah pada kelompok tekanan darah diastolik 90-99 mmHg, yaitu 25,14 ± 2,28.

IV. 1.12. Distribusi Rerata Nilai

  Berdasarkan kelompok tekanan darah sistolik, nilai rerata CDT yang tertinggi dijumpai pada kelompok tekanan darah sistolik < 120mmHg, yaitu 3,55 ± 0,67 dan terendah pada kelompok tekanan darah sistolik 140-159 mmHg, yaitu 3,00 ± 0,75. Berdasarkan kelompok tekanan darah diastolik, nilai rerata CDT yang tertinggi dijumpai pada kelompok teka nan darah diastolik ≥ 100 mmHg, yaitu 3,43 ± 0,53 dan terendah pada kelompok tekanan darahdiastolik 90-99 mmHg, yaitu 3,14 ± 0,66.

IV. 1.13. Distribusi Nilai

  Hasil analisa statistik denganmenggunakan uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan terdapat perbedaan Berdasarkan kelompok tekanan darah sistolik, distribusi nilai MMSE yang paling banyak terganggu dijumpai pada kelompok tekanan darah sistolik ≥ 160 mmHg sebanyak 38 orang (29,2%), dan paling sedikit dijumpai pada kelompok tekanan darah sistolik 120-139 mmHg yaitusebanyak 6 orang (4,6%). Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov Berdasarkan kelompok tekanan nadi, distribusi nilai MMSE yang paling banyak terganggu dijumpai pada kelompok tekanan nadi 60-90mmHg, sebanyak 43 orang (33,0%) dan paling sedikit dijumpai pada kelompok tekanan nadi 100-110 mmHg, yaitu sebanyak 9 orang ( 6,9%).

IV. 1.14. Distribusi Nilai

  Hasil analisa statistik denganmenggunakan uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan terdapat perbedaan Berdasarkan kelompok tekanan darah sistolik, distribusi nilai CDT yang paling banyak terganggu dijumpai pada kelompok tekanan darahsistolik ≥ 160 mmHg sebanyak 34 orang (26,1%), dan paling sedikit dijumpai pada kelompok tekanan darah sistolik <120 mmHg yaitusebanyak 7 orang (5,3%). PEMBAHASAN Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan tujuan untuk melihat hubungan antara tekanan darah sistolik, tekanan darahdiastolik, tekanan nadi dan tekanan arteri rata-rata dengan fungsi kognitif pada usia lima puluh tahun ke atas yang diukur dengan MMSE dan CDT.

IV. 2.2. Hubungan Tekanan Darah Sistolik dengan Fungsi Kognitif

  Pada penelitian ini dengan analisa statistik menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan yang signifikan antaratekanan darah sistolik dengan fungsi kognitif dan terdapat korelasi yang negatif antara tekanan darah sistolik dengan fungsi kognitif, dengankekuatan korelasi yang lemah. Pada penelitian Swan GE dkk, 1998 menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tekanan darah sistolik dengan fungsikognitif dan terdapat korelasi yang negatif, yang menunjukkan bahwa tekanan darah sistolik berhubungan dengan perubahan pada 10 tahunkemudian terhadap fungsi kognitifnya.

IV. 2.3. Hubungan Tekanan Darah Diastolik dengan Fungsi Kognitif

  Pada penelitian ini dengan analisa statistik menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan yang tidak signifikan antaratekanan darah diastolik dengan fungsi kognitif dan terdapat korelasi yang positif antara tekanan darah diastolik dengan fungsi kognitif, dengankekuatan korelasi yang sangat lemah. Pengukuran cross sectional pada usia 70 tahun menunjukkan bahwa tekanan darah diastolik yang tinggi, resistensi insulin dan diabetes semuanya berhubungan dengan fungsi kognitif yang rendah.

IV. 2.4. Hubungan Tekanan Nadi dengan Fungsi Kognitif

  Pada penelitian ini dengan analisa statistik menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan yang signifikan antaratekanan nadi dengan fungsi kognitif dan terdapat korelasi yang negatif antara tekanan nadi dengan fungsi kognitif, dengan kekuatan korelasiyang lemah. Penelitian yang berbeda pada studi klinis Taylor C dkk, 2013 dari 484 peserta yang di follow-up, gangguan kognitif menunjukkan hubunganyang U-shape signifikan pada tekanan darah diastolik dan tekanan arteri rata rata ; terutama bagi mereka yang berusia ≥ 50 tahun, tetapi tidakditemukan hubungan dengan tekanan darah sistolik atau tekanan nadi.

IV. 2.7. Distribusi Rerata Nilai

  Berdasarkan lama pendidikan, nilai rerata MMSE yang tertinggi dijumpai pada kelompok lama pendidikan > 12 tahun, yaitu 27,08 ± 2,22dan dengan menggunakan uji Kruskal Wallis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan rerata MMSE berdasarkan kelompok lamapendidikan dengan nilai MMSE yang paling banyak terganggu adalah pada lama pendidikan 9-12 tahun sebanyak 40 orang ( 30,7%). Pada penelitian ini dengan menggunakan analisa statistik Berdasarkan kelompok tekanan nadi, rerata nilai MMSE yang tertinggi dijumpai pada kelompok tekanan nadi 40-50 mmHg, yaitu 26,83 ±2,24, dengan nilai MMSE yang paling banyak terganggu adalah pada kelompok tekanan nadi 60 – 90 mmHg yaitu sebanyak 43 orang (33,0%).

IV. 2.8. Distribusi Rerata Nilai

  Berdasarkan suku dan pekerjaan nilai rerata CDT dengan menggunakan uji Kruskal Wallis juga menunjukkan tidak terdapatperbedaan yang signifikan, dengan nilai CDT yang paling banyak terganggu pada penelitian ini adalah adalah suku Batak sebanyak 25orang (19,2%) dan pekerjaan yang paling banyak terganggu adalah pada kelompok pensiunan sebanyak 29 orang ( 22,3%). Berdasarkan kelompok tekanan darah sistolik, rerata nilai CDT yang tertinggi dijumpai pada kelompok tekanan darah sistolik < 120mmHg, yaitu 3,55 ± 0,67, dengan nilai CDT yang paling banyak terganggu pada penelitian ini adalah adalah pada kelompok tekanan darah sistolik ≥160 mmHg yaitu sebanyak 34 orang (26,1%).

IV. 2.9 Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini hanya melihat hubungan antara tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, tekanan nadi dan tekanan arteri rata-ratadi Poli Umum Departemen Neurologi RSUP Haji Adam Malik Medan danPanti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Karya Kasih Medan dengan satu kali penilaian fungsi kognitifnya dan ada kemungkinan bahwa hipertensi danpenggunaan obat antihipertensi berhubungan terhadap fungsi kognitifnya.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN V.1. KESIMPULAN Berdasarkan analisa data yang diperoleh pada peneltian ini

  Terdapat hubungan yang signifikan antara tekanan nadi dengan MMSE (p=0,015) dan mempunyai korelasi yang negatif dengan kekuatan korelasi yang lemah (r= -0,212) 4. Terdapat perbedaan yang bermakna pada nilai rerata MMSE dan CDT berdasarkan pendidikan, tekanan darah sistolik, tekanan nadi dan tekanan arteri rata-rata (p< 0,05) 10.

V. 2. SARAN

  Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar dan metode penelitian kohort sehingga hasil penelitianlebih representatif. Pasien disarankan agar dapat mengontrol tekanan darahnya agar dapat dilakukan pencegahan terhadap resiko terjadinya gangguanpada fungsi kognitif.

DAFTAR PUSTAKA

  Pengenalan dan Penatalaksanaan Demensia Alzheimer dan Demensia lainnya, 2003. High blood pressure, hypertension, and high pulse pressure are associated with poorer cognitive function in persons aged60 and older: The third National Health and NutritionExamination Survey.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (140 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Hubungan Antara Tekanan Darah Sistolik, Tekanan Darah Diastolik, Tekanan Nadi Dan Tekanan Arteri Rata-Rata Dengan Fungsi Kognitif Pada Usia Lima Puluh Tahun Ke Atas
16
105
140
Hubungan Kreatin Kinase Dengan Kontrol Tekanan Darah Pada Hipertensi
1
70
118
Hubungan Antara Kualitas Tidur Dengan Tekanan Darah Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Tahun Masuk 2009
4
129
69
Hubungan Tekanan Darah Anak Dengan Tekanan Darah Orangtuanya
2
50
70
Hubungan Antara Kualitas Tidur Dengan Tekanan Darah Pada Remaja Usia 15-17 Tahun Di SMA Negeri 1 Tanjung Morawa
16
191
56
Hubungan Kontrol Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Dengan Indeks Massa Tubuh
0
20
64
Hubungan Antara Resistensi Insulin dan Tekanan Darah pada Anak Obese
0
0
5
Hubungan Antara Tekanan Darah Sistolik, Tekanan Darah Diastolik, Tekanan Nadi Dan Tekanan Arteri Rata-Rata Dengan Fungsi Kognitif Pada Usia Lima Puluh Tahun Ke Atas
0
0
13
BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. FUNGSI KOGNITIF II.1.1. Definisi - Hubungan Antara Tekanan Darah Sistolik, Tekanan Darah Diastolik, Tekanan Nadi Dan Tekanan Arteri Rata-Rata Dengan Fungsi Kognitif Pada Usia Lima Puluh Tahun Ke Atas
0
0
36
BAB I PENDAHULUAN I.1.Latar Belakang - Hubungan Antara Tekanan Darah Sistolik, Tekanan Darah Diastolik, Tekanan Nadi Dan Tekanan Arteri Rata-Rata Dengan Fungsi Kognitif Pada Usia Lima Puluh Tahun Ke Atas
0
0
8
Hubungan Kreatin Kinase Dengan Kontrol Tekanan Darah Pada Hipertensi
0
0
57
Hubungan Kreatin Kinase Dengan Kontrol Tekanan Darah Pada Hipertensi
0
0
18
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tekanan Darah 2.1.1. Definisi Tekanan Darah - Gambaran Tekanan Darah pada Penderita Stroke Fase Akut di RSUP H. Adam Malik Medan
0
0
14
Hubungan Antara Kualitas Tidur Dengan Tekanan Darah Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Tahun Masuk 2009
0
0
15
Hubungan Antara Kualitas Tidur Dengan Tekanan Darah Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Tahun Masuk 2009
0
0
13
Show more