Feedback

PENGARUH GLOBAL WAR ON TERRORISM TERHADAP KEBIJAKAN INDONESIA DALAM MEMBERANTAS TERORISME

Informasi dokumen
SKRIPSI PENGARUH GLOBAL WAR ON TERRORISM TERHADAP KEBIJAKAN INDONESIA DALAM MEMBERANTAS TERORISME Diajukan kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang Sebagai Persyaratan Mendapatkan Gelar Sarjana (S-I) Oleh : Azzam 201010360311004 JURUSAN HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2013 LEMBAR PENGESAHAN Nama : Azzam NIM : 201010360311004 Jurusan : Hubungan Internasional Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Judul Skripsi : PENGARUH GLOBAL WAR ON TERRORISM TERHADAP KEBIJAKAN INDONESIA DALAM MEMBERANTAS TERORISME Telah dipertahankan di hadapan Dewan Penguji Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan Hubungan Internasional Dan dinyatakan LULUS Padahari : Sabtu Tanggal : 1 November 2014 Tempat : RuangsidangFisip Mengesahkan, Dekan FISIP-UMM Dr. AsepNurjaman, M.Si DewanPenguji: 1.Hafid Adim Pradana, M.A ( ) 2. Peggy Puspa Haffsari, M.Sc ( ) 3. Gonda Yumitro, M.A ( ) 4. M. Syaprin Zahidi, M.A ( ) KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang hanya dengan ridho dan rahmat-Nyalah peneliti dapat menyelesaikan penelitian ini dengan judul Pengaruh Global War On Terrorism terhadap kebijakan Indonesia dalam memberantas terorisme dengan lancar. Dalam Penyusunan Penelitian ini tentunya tidak akan lepas dari segala kekurangan dan kelemahan yang tidak dengan sengaja atau kesadaran. Oleh karenanya dalam perbaikan dan penyempurnaan kedepan, alangkah baiknya saran dan kritik yang membangun dari pihak-pihak yang tertarik terhadap hal ini sangat peneliti nantikan. Dalam kesempatan ini, peneliti ingin mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah memberikan bantuan dan dorongan kepada peneliti, sehingga penelitian ini bisa peneliti selesaikan tepat pada waktunya. 1. Allah S.W.T karena atas perlindungan dan kasih sayang-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan penelitiian ini dengan lancar 2. Kedua Orang tua peneliti yaitu, Yusuf Said Wachdin dan Azizah Baya’sud karena atas segala do’a, motivasi dan kasih sayang mereka sehingga peneliti bisa menyeleseaikan studi atas biaya yang telah mereka upayakan. 3. Nur Basalamah, Heliyah Said, Memet Said, Suraini Said, Suhel Said, Fajriyah Said, Fakhr Ankr, dan Jihad Yusuf selaku Keluarga terdekat yang slalu ada bagi peneliti terutama dalam memberikan kucuran dana segar bagi peneliti. 4. Iklima, Rachel, Sarah terima kasih untuk doanya dan jangan lupa selalu belajar, baik dari kuliah dan kehidupan. Jangan lupa untuk selalu bersyukur atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya serta jadilah orang yang berguna bagi keluarga. 5. Izzat Zakia Ridwan selaku seseorang yang spesial bagi penulis yang selalu menemani dan memberikan motivasi kepada penulis untuk segera menyelesaikan penelitian ini 6. Abdurrahman Ali selaku komedian dan pemberi asupan gizi bagi anakanak kecil sekaligus sahabat karib penulis yang selalu membuat peneliti tertawa disaat peneliti mengalami kejenuhan 7. Gonda Yumitro, M.A, selaku Ketua Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang. Sekaligus Dosen Pembimbing pertama yang banyak memberikan masukan dan kritikan terhadap peneliti terkait penelitian ini. 8. M. Syaprin Zahidi, M.A selaku Dosen Pembimbing kedua yang mengajarkan banyak hal kepada peneliti tentang penulisan penelitian ini, serta support kepada peneliti untuk segera menselesaikan skripsi ini. 9. Hafid Adim Pradana, M.A dan Peggy Puspa Haffsari, M.Sc selaku Dosen Penguji yang telah memberi kritik dan saran pada peneliti . 10. Dyah Estu Kurniawati, M.Si, Ruli Inayah Ramadhoan, M.Sc, Havid Ageng P, M.A selaku Dosen Hubungan Internasional yang telah banyak membantu pada peneliti dalam memberi masukan-masukan terkait penelitian ini terutama pada kajian teori 11. Teman-teman peneliti di jurusan Ilmu Hubungan Internasional angkatan 2010. Fafa, Mimi, Maya, Syarif serta Untuk teman-teman kontrakan di Perum MSI B 17, Muslim, Asep, Delfian, Rifky, Ndut, Noe, Faisal agar slalu semangat mengerjakan skripsi  Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan seluruh pihak-pihak yang telah memberikan bantuan dan dorongan kepada peneliti, sehingga penelitian ini dapat terselesaikan. Akhirnya, peneliti berharap penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi siapapun yang membacanya khususnya bagi mahasiswa ilmu hubungan internasional dan kalangan yang tertarik dengan kajian Ilmu Hubungan Internasional, khususnya yang berkaitan dengan masalah terorisme. Wassalamu’alaikum, Wr. Wb Malang, 15 November 2014 Peneliti DAFTAR ISI Lembar Pengesahan Abstraksi Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang .1 1.2. Rumusan Masalah .3 1.3. Tujuan Penelitian .4 1.4. Manfaat Penelitian .4 1.4.1. Manfaat Teoritis .4 1.4.2. Manfaat Praktis .4 1.5. Penelitian Terdahulu .5 1.6. Landasan Konsep.12 1.6.1. Terorisme .12 1.6.2. Global War On Terrorism .14 1.6.3. Norms as Policy Influences .16 1.7. Metodologi Penelitian .21 1.7.1. Tekhnik Pengumpulan Data .21 1.7.2. Analisis Data.21 1.8. Ruang Lingkup Penelitian.22 1.8.1. Batas Materi .22 1.8.2. Batas Waktu .22 1.9. Argumen Dasar.22 1.10. Sistematika Penulisan .23 BAB II Global War On Terrorism 2.1. Peristiwa Serangan 11 September 2001.25 2.2. Global War On Terrorism dan Pre-Emptive Strike .28 2.3. Strategi dalam Global War on Terrorism .32 2.4. Respon Terhadap Global War On Terrorism .36 2.5 Implementasi Global War On Terrorism.42 BAB III PROSES INTERNALISASI GLOBAL WAR ON TERRORISM DI INDONESIA 3.1. Proses Internalisasi Global War On Terrorism di Indonesia .49 3.1.1. Dilema Indonesia dalam menerima norma Global War On Terrorism.55 3.2. Langkah-langkah dalam internalisasi Norma Global war on Terrorism .59 3.3. Peristiwa Bom Bali di tengah internalisasi Norma Global War on Terrorism .62 3.3.1. Dampak Peristiwa Bom Bali Bagi Indonesia .64 BAB IV IMPLEMENTASI GLOBAL WAR ON TERRORISM OLEH INDONESIA 4.1. Kebijakan pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri. .68 4.1.1 Undang-Undang Anti-Teror .71 4.1.2 Desk Koordinasi Pemberantasan Terrorisme (DKPT) .73 4.1.3 Pasukan khusus Anti-terror .75 4.1.4 Meningkatkan kinerja Intelijen .77 4.2. Kebijakan pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono .79 4.2.1 Menetapkan Undang-Undang dan Meratifikasi Konvensi internasional mengenai pemberantasan terorisme 80 4.2.2. Memperluas Kerjasama Regional dan Internasional dalam pemberantasan terorisme . 84 4.2.3. Pembentukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.87 4.3. Analisa Implementasi .89 4.3.1. Analaisa Kebijakan pada masa Pemerintahan Megawati .89 4.3.1.1 Analisa Undang0undang anti terror .91 4.3.1.2 Analisa Desk Koordinasi Pemberantasan Terorisme dan Pasukan anti-teror 91 4.3.1.3 Analisa peningkatan kinerja Intelijen .92 4.3.2 Analisa Kebijakan pada masa Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono 93 4.3.2.1 Analisa dalam Menetapkan Undang-Undang dan meratifikasi konvensi tentang pemberantasan terorisme . 94 4.3.2.2 Analisa kebijakan Pemerintahan SBY Memperluas Kerjasama Regional dan Internasional dalam pemberantasan terorisme .94 4.3.2.3 Analisa mengenai pembentukan Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT) .95 . BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan .96 5.2. Saran .99 Daftar Pustaka.101 DAFTAR LAMPIRAN 1. Resolution 1373 2. Indonesia report of Resolution 1373 3. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang no 1 tahun 2002 4. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang no 2 tahun 2002 5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 6. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2003 7. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2013 DAFTAR PUSTAKA BUKU Banyu.P, DR.Anak.A & Yani ,DR Yanyan.M. 2006. pengantar Ilmu Hubungan Internasiona.,Bandung. Rosda Basya, Hilaly.M & Alka, David.K. 2004. Amerika perangi teroris bukan Islam, Jakarta. CMM Brindell F, Dennis. 2010. Turning point in U.S history : September 11, 2001. New York. Marshal Cavendish Benchmark. Carlisle Ph.D, Rodney P. 2007. One Day In History : September 11, 2001. New York. HarperCollin’s e-books. Chossudovsky,Michael. 2005. America’s “War On Terrorism”,Canada, Global Research Collins, Joseph J. .2011. Understanding war in Afghanistan. washinghton D.C. NDU Press Dibb, Paul. 2002. the future of international coalition: how useful/ how mangeable?. New York. CSIS&MIT. Fawn, Rick & Buckle, Marry. 2003. Global responses to terrorism : 9/11 the war in afghanisthan and beyond. New York. Rouletdge Goldstein, Joshua.S &. Pevehouse,Jon.C 2014, International Relation ten edition 2013-2014 Update.U.S.A.Pearson Hakim, Luqman, 2004. Terorisme di Indonesia. forum studi islam. Surakarta, Forum studi Islam Kahfi, Syahdatul. 2006. Terorisme Di tengah Arus Global Demokrasi . Jakarta.Spectrum Lowther, Adam B. 2007. American and asymmetric conflict Lebanon,Somalia and Afghanisthan. London. PSI Marsh, Carole. 2011. The Day That was Different : September 11, 2001. Peachtree City. Gllopade International Morghentau, Hans J. 2010. politk antar Bangsa. Jakarta. Y.O.I Schmidt, Donald E. 2005. The folly war; American foreign policy 18982005.New York. Algora publishing. Rushman, J.D, Paul. 2005. Point-counterpoint the War on terror,., New York. Chelse House. Sulistyo, Dr Hermawan. 2002. Bom Bali”buku putih tidak resmi investigasi Terror Bom Bali. ,Jakarta. Pensil-324 Waluyo, Sapto.2009. KONTRA-TERORISME: Dilemma Indonesia di era transisi.Jakarta. NF Media Center Wendt, Alexander. 1999. Social Theory of international Politics. new York. Cambridge University Press SKRIPSI Andriansyah,Agus. 2013. Aktor yang mempengaruhi kebijakan standard ganda Amerika serikat dalam Global War on Terrorism di Timur Tengah pada masa pemerintahan George W. Bush. Malang. skripsi tidak diterbitkan. Sukarno, Budi, 2009, Kebijakan larangan bepergian ( Travel warning) Australia terhadap Indonesia pasca Bom Bali 2002. Skripsi tidak diterbitkan Suko,Danag W, 2010, Pengaruh 11 september 2001 terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat ke Indonesia dalam War on terrorism. Malang. Skripsi tidak di terbitkan JURNAL Abuza, Zachary. Terorism :the war on terrorism in Southeast Asia ,The National Beauru of asian Research , strategic Asia 2003-2004, U.S.A Bassil, Youssef . 2012. The 2003 Iraq war: operation, causes and consequenes , dalam jurnal IOSR Journal Of Humanities And Social Science (JHSS) ISSN: 2279-0837, ISBN: 22790845. Volume 4, Issue 5 (Nov. - Dec. 2012), PP 29-47,www.Iosrjournals.Org Ghul khan, Dr. Imtiyaz . 2012. Afghanistan: U.S policy and post 9/11 Afghan war scenario, Center of central Asian studies, university of Kashmir, India dalam International Journal of Scientific and Research Publications, Volume 2, Issue 4, April 2012 Martha Finnemore , Martha & Sikkink, Kathryn. 2005, International Norm Dynamics and Political change (International Organization, Volume 52, Issue 04, Autumn 1998, pp 887-917). New York. Cambridge University Press M.Muttaqien. Indonesia’s Responses to the “War on Terror”: Several Controversial Issues in the Transition to Democracy, Indonesian Journal of Social SciencesVolume 4, nomer 1,http://journal.unair.ac.id/filerPDF/2012Muttaqien_Article%20edit%20de ssy%20mda.pdf ONHCR. 2008. Human Rights,Terrorism and Counter-Terrorism, United Nations-Geneva, Fact Sheet No.32. Realuyo,Celina and stapleton, Scott. 2004. Response to Bali: an International Sucsses Story, (e-jurnal USAceconomic perspectives U.S Departement of States/September 2004/volume 9/number3),Washinghton D.C Waluyo, Sapto. 2007. Indonesia’s Predicament on counterterrorism policy in the era of democratic transition, UNISCI discussion paper no.15, hal. 112 INTERNET 56 general Assembly plenary 1 st meeting opening its fifthy-sixth session,general assembly condemns heinous acts of terrorism preparated in host city and Washington, http://www.un.org/News/Press/docs/2001/ga9903.doc.htm 2002 Bali Terrorist BomBing, http://www.multiculturalaustralia.edu.au/doc/balibombing_wikipedia.pdf Amirullah, Densus 88 dilatih FBI dan CIA http://www.tempo.co/read/news/2013/03/08/063465848/Densus-88Dilatih-CIA-dan-FBI 1 Asean declaration on join action to counter terrorisme http://www.asean.org/news/item/2001-asean-declaration-on-joint-actionto-counterterrorism A.S minta Indonesia mendukung memburu terorishttp://news.liputan6.com/read/20311/asmeminta-indonesiamendukung-memburu-teroris Bali Post, Wisman Ke Bali Turun 59,60 Persen *2,4 milyar dollar A.S hilang http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2003/1/3/pariwisata.html Breckon, lyal U.S Shoutheast Asia relations : Solid in support of the U.S.So far, http://csis.org/files/media/csis/pubs/0103qus_seasia.pdf David L. Phillips, 2002, Indonesia: the next stage in the war on terror, http://www.nytimes.com/2002/03/23/opinion/23iht-edphilip_ed3__0.html General Assembly, condemnation of terrorist attack in the states of America, http://www.un.org/documents/ga/docs/56/agresolution.htm, George W.Bush , Transcript of President Bush’s Adress to a join Sesion of Congress on Thursday night, September20,2001, http://edition.cnn.com/2001/US/09/20/gen.bush.transcript/ George W.Bush, President Bush Delivers Graduation Speech at WestPoint, http://georgewbushwhitehouse.archives.gov/news/releases/2002/06/print/2 0020601-3.html Hasan, Rofiqi, “Amrozi: Jadi Apa Bali 15 Tahun Lagi, Kalau Tidak Saya Bom” http://tempo.co.id/hg/nasional/2003/06/12/brk,2003061222,id.html http://members.pcug.org.au/~wildwood/01septapol.htm http://kbbi.web.id/internalisasi http://www.bnpt.go.id/sejarah.php http://www.setneg.go.id/components/com_perundangan/docviewer.php?id=1548 &filename=PP_Pengganti_UU_No_1_th_2002.pdf http://www.tempo.co/read/news/2013/03/08/063465820/Begini-DetasemenKhusus-88-Antiteror-Dibentuk http://www.un.org/en/strengtheningtheun/ Iags, how much did September 11 terrorist attack cost America?http://www.iags.org/costof911.html Imam samudera pelaku pengeboman Kedubes Filipina, dalam http://www.suaramerdeka.com/harian/0303/12/nas15.htm Kimura, Ehito. Indonesia and Islam before and after 9/11, http://www.peaceworkmagazine.org/pwork/0112/011216.htm liputan 6 SCTV, hasil kunjungan presiden disambut optimis, http://news.liputan6.com/read/21000/hasil-kunjungan-presiden-disambutoptimisme McDonald,Hamish. fighting terrorism with smart weaponery, http://www.smh.com.au/news/world/fighting-terrorism-with-smartweaponry/2008/05/30/1211654312137. Mokken,J & Stokmann,F.N Power and Influence as political phenomena, http://www.stokman.org/artikel/76Mokk.Pow&Influence.PPT.pdf 2 Munarman S.H proyek densus 88 dibiayai oleh Amerika dan dana Narkoba http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2011/10/10/16313/proyekdensus-dibiayai-amerika-dan-dana-narkoba/#sthash.NhqbWeNG.dpbs National Strategy for Combating terrorism,https://www.cia.gov/newsinformation/cia-the-war-on-terrorism/counter_terrorism_strategy.pdf Peledakan-Bom-BEJ- Terancam-Hukuman-Mati Limongan, Andreas. Motif dibalik peledakan bom dalam http://www.library.ohiou.edu/indopubs/2001/07/15/0020.html Security Council resolution 1438 (2002) on threats to international peace and security caused by terrorist acts http://www.refworld.org/docid/3dda0f0f4.html SBM, Bom di Bali dan scenario ekonomi makro http://www.suaramerdeka.com/harian/0210/19/kha1.htm Simon,W.Sheldon. U.S. - Southeast Asia Relations: Mixed Reactions in Southeast Asia to the U.S. War on Terrorism.http://csis.org/files/media/csis/pubs/0104qus_seasia.pdf Simon,W.Sheldon, U.S. - Southeast Asia Relations: Mixed Reactions in Southeast Asia to the U.S. War on Terrorism, http://csis.org/files/media/csis/pubs/0104qus_seasia.pdf Slavin, Barbara. NATO vows military support, http://usatoday30.usatoday.com/news/world/2001/09/12/retaliate-usat.htm Soeprana, Intan.I,(staf pengajar Hukum Internasional fakultas Hukum Universitas Airlangga) , “Global War On terror”oleh Amerika Serikat kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka Berpikir. 22 2.4 Hipotesis 23 III. METODE PENELITIAN. 24 3.1 Rancangan Penelitian. 24 3.1.1 Jenis Penelitian. 24 3.1.2 Unit Analisis. 24 3.2 Jenis dan sumber Data. 24 3.2.1 Metode Penelitian. 24 3.3 Metode Analisis Data . 25 3.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 25 3.3.2 Uji t . 26 3.3.3 Uji F . 27 3.3.4 Koefisien Determinasi Berganda . 28 3.4 Uji Ekonometrika . . 28 3.4.1 Uji Multikolinearitas . 28 3.4.2 Uji Autokorelasi 29 3.4.3 Uji Heterokedastisitas 29 3.5 Definisi Operasional 30 xii IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 31 4.1 Gambaran Umum Pendapatan Domestik di Indonesia. 31 4.1.1 Investasi . . 33 4.1.1 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia. 40 4.1.2 Kurs Dollar Amerika Serikat . 43 4.2 Analisis Data. . 47 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 47 4.2.2 Uji Statistik. 48 4.2.3 Uji Ekonometrika. 48 4.3 Pembahasan . 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN. 59 5.1 Kesimpulan. 60 5.2 Saran . 60 DAFTAR PUSTAKA. 61 LAMPIRAN. 65 xiii DAFTAR TABEL Halaman 4.1 Perkembangan Investasi di Indonesia. 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas . 50 xiv 34 DAFTAR GAMBAR Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 3 1.2 Total Investasi Indonesia. . 5 2.1 Pengaruh Pendapatan Terhadap Investasi. 12 2.2 Teori Hick Suku Bunga Terhadap Pendapatan. 15 2.3 Hubungan Kurs dengan Produk Domestik Bruto.19 2.4 Kerangka Berfikir . . 22 4.1 Perkembangan Produk Domestik Bruto di Indonesia. 31 4.2 Perkembangan Investasi di Indonesia. 40 4.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia .40 4.4 Perkembangan Nilai Rupiah Terhadap Nilai Dollar Amerika. . 44 4.5 Analisis Data dan Uji Autokorelasi. 51 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Data Variabel Penelitian. 66 2 Logaritma Natural . 68 3 Hasil Regresi Linier Berganda. 72 xvi
PENGARUH GLOBAL WAR ON TERRORISM TERHADAP KEBIJAKAN INDONESIA DALAM MEMBERANTAS TERORISME Argumen dasar Sistematika Penulisan Global War on terrorism Norms as Policy Influences Rumusan Masalah TujuanPenelitian Penelitian Terdahulu
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Tags
Upload teratas

PENGARUH GLOBAL WAR ON TERRORISM TERHADAP KEBIJAKAN INDONESIA DALAM MEMBERANTAS TERORISME

Gratis