Dampak Komoditi Kopi Gayo Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Petani Di Bener Meriah

Gratis

6
128
119
3 years ago
Preview
Full text

DAMPAK KOMODITI KOPI GAYO TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI PETANI DI BENER MERIAH TESIS Oleh RAHMAYANTI 117024030/SP

  Akibatnya petani selaku produsen mengalami delematis, selainberdampak juga pada penerapan pola olah kopi pasca panen, yang berdampak pada kwalitas dan cita rasa prodak ditambah lagi dengan prilaku eksportir kopikita ada yang bermoral rendah, dimana mereka rata-rata mengambil keuntungan dua kali lipat dari harga dibelinya kepada petani kopi di daerah. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa nasib petani kopi Gayo saat ini masih belum bisa dikatakansejahtra bila dibandingkan dengan nama besar kopi gayo yang mendunia, disamping itu juga masih minimnya peran Pemerintah Daerah dalam menanganipermasalahan kopi, walaupun sejauh ini pemerintah sudah memberikan bantuan bibit, hingga biaya perawatan dan pupuk, tapi setelah panen petani kopi bingungKarena petani belum dapat menentukan harga.

PROGRAM STUDI MAGISTER STUDI PEMBANGUNAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2014

  Akibatnya petani selaku produsen mengalami delematis, selainberdampak juga pada penerapan pola olah kopi pasca panen, yang berdampak pada kwalitas dan cita rasa prodak ditambah lagi dengan prilaku eksportir kopikita ada yang bermoral rendah, dimana mereka rata-rata mengambil keuntungan dua kali lipat dari harga dibelinya kepada petani kopi di daerah. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa nasib petani kopi Gayo saat ini masih belum bisa dikatakansejahtra bila dibandingkan dengan nama besar kopi gayo yang mendunia, disamping itu juga masih minimnya peran Pemerintah Daerah dalam menanganipermasalahan kopi, walaupun sejauh ini pemerintah sudah memberikan bantuan bibit, hingga biaya perawatan dan pupuk, tapi setelah panen petani kopi bingungKarena petani belum dapat menentukan harga.

KATA PENGANTAR

  Penulis mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah Subhanahu WaTa’ala yang telah memberikan berkah-Nya kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan penulisan tesis ini yang berjudul “DAMPAK KOMODITI KOPIGAYO TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI PETANI DI BENERMERIAH” syarat untuk memperoleh gelar Magister Studi Pembangunan pada sekolah Pascasarjana Universitas Sumater Utara, Medan. Seluruh Staf PUSKUD dan Bapak Tagore Abubakar yang telah banyak membantu Penulis saat melakukan penelitian.tua, dan keluarga besar Penulis yang sudah sangat banyak memberi dukungan baik materi dan spiritual sejak mulai kuliah hingga akhirnya Penulis dapatmenyelesaikan studi ini dengan tepat waktu.

RIWAYAT HIDUP

  Kehidupan Sosial Antara Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan………...…………………………………..... 21 2.3 Sekilas Sejarah Kopi di Gayo…………...….……...................

BAB II I METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian……… …………..……………………………

  Akibatnya petani selaku produsen mengalami delematis, selainberdampak juga pada penerapan pola olah kopi pasca panen, yang berdampak pada kwalitas dan cita rasa prodak ditambah lagi dengan prilaku eksportir kopikita ada yang bermoral rendah, dimana mereka rata-rata mengambil keuntungan dua kali lipat dari harga dibelinya kepada petani kopi di daerah. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa nasib petani kopi Gayo saat ini masih belum bisa dikatakansejahtra bila dibandingkan dengan nama besar kopi gayo yang mendunia, disamping itu juga masih minimnya peran Pemerintah Daerah dalam menanganipermasalahan kopi, walaupun sejauh ini pemerintah sudah memberikan bantuan bibit, hingga biaya perawatan dan pupuk, tapi setelah panen petani kopi bingungKarena petani belum dapat menentukan harga.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Bayangkan saja, andai para orang tua mereka bisa hidup layaknya petani kopi di Brazil yang pergi kekebunnya dengan mobil mewah dan berpakaian rapi, mungkin kebanggaan itu akan pulih dan minat untuk menjadi petani kopi akan lebih besar lagi, agar Kopi arabika dikawasan ini semuanya merupakan perkebunan rakyat dengan jumlah petani sekitar 47.000 K. Ada permasalahan yang terkadang luput dari pembicaraanpara peneliti kehidupan sosial kemasyarakat Gayo, dimana para petani dengan mudahnya menjual hasil panen mereka, mereka tidak perlu mengangkut hasilpanen karena para pembeli sudah langsung mengambil dari kebun, petani yang seharusnya mendapat uang sedikit dari tahapan proses pengolahan kopi kini tidak Sebagai komoditi utama dari Tanah Gayo, upaya pemerintah untuk melestarikan kopi dinilai tidaklah cukup.

1.2 Perumusan Masalah

Dari latar belakang permasalahan yang diuraikan peneliti merumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut:

1. Bagaimana kehidupan sosial ekonomi petani kopi di Kabupaten Bener

  2. Bagaimana peran pemerintah dalam upaya meningkatkan taraf hidup petani kopi yang berada di Bener Meriah?

1.3. Tujuan Penelitian

  Untuk mendeskripsikan kehidupan sosial ekonomi petani kopi di Kabupaten Bener Meriah. Untuk mengetahui sejauh mana peran Pemerintah Kabuten Bener Meriah dalam meningkatkan taraf hidup petani kopi gayo 3.

1.4. Manfaat Penelitian

  Perkembangan pengetahuan dan keilmuan dalam kajian studi pembangunan yang berhubungan dengan pembangunan sectorpertanian. Pemerintah Kabupaten Bener Meriah sebagai motor penggerak pembangunan pada tingkat kabupaten dalam memmecahkan masalah-masalah pertanian kopi.

3. Pemangku kepentingan industri kopi untuk mengembangkan dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kehidupan Sosial Sosial berarti masyarakat. Kehidupan sosial berarti kehidupan masyarakat

  Kehidupan Dikumandangkan Wilayah nusantara mempunyai potensi ekonomi yang tinggi, seperti posisi khatulistiwa, wilayah laut yang luas, hutantropis yang besar, hasil tambang dan minyak yang besar, serta memiliki penduduk dalam jumlah cukup besar. Pendapat diatas didukung oleh Mahbud UI Hag dari Bank Duniabersama dengan James Grant dari Overseas Development Council mengatakan bahwa kehidupan sosial ekonomi di titik beratkan pada pelayanan kesehatan,pendidikan, perumahan dan air yang sehat yang didukung oleh pekerjaan yang layak (Melly Dalam Susanto, 1984).

3. Perilaku yang berorientasi pada tradisi dan status 4

  IndividualismeKehidupan sosial masyarakat perkoataan jauh berkembang dari masyarakat pedesaan, namun, dalam kehidupan bersosialisasi, masyarakatpedesaan lebih mudah bersosialisasi dengan daerah sekitar mereka tinggal, bahkan orang yang hidup di pedesaan mereka tidak hanya mengenal tetangga di desameraka saja bahkan keluar dari desa mereka pun mereka tetap saling mengenal, dibanding masyarakat perkotaan, yang tetangga samping merekapun belum tentumereka kenal. Interaksi sosial merupakan suatu fondasi dari hubungan yang berupa tindakan yang berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan didalam masyarakat .

2.1.2 Kontak Sosial

  Kata “kontak” ( Inggris : “contact") berasal dari bahasa Latin con atau cum yang artinya bersama-sama dan tangere yang artinya menyentuh. Dalam pengertian sosiologi, kontak sosial tidak selalu terjadi melalui interaksi atau hubungan fisik, sebab orang bisa melakukankontak sosial dengan pihak lain tanpa menyentuhnya, misalnya bicara melalui telepon, radio, atau surat elektronik.

2. Kontak sosial dapat bersifat primer atau sekunder. Kontak sosial primer terjadi apabila para peserta interaksi bertemu muka secara langsung

Misalnya, kontak antara guru dan murid di dalam kelas, penjual dan

2.1.3. Komunikasi

  berhubungan yang dapat dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok- kelompok manusia saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentukhubungan tersebut, atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada. Sosial disini yang dimaksudkan adalah segala sesuatu yang dipakai sebagai acuan dalam berinteraksi antar manusia dalam konteks masyarakat ataukomuniti, sebagai acuan berarti sosial bersifat abstrak yang berisi simbol-simbol berkaitan dengan pemahaman terhadap lingkungan, dan berfungsi untuk mengaturtindakan-tindakan yang dimunculkan oleh individu-individu sebagai anggota suatu masyarakat.

2.2. Kehidupan Sosial Ekonomi

  Sosial Ekonomi - Sosial mengandung arti segala sesuatu yang berhubungan dengan masyarakat, sementara itu ekonomi memiliki artian sebagai Jadi bisa dijadikan kesimpulan adalah bahwa sosial ekonomi mengandung pengertian sebagai segala sesuatu hal yang berhubungan dengan tindakanekonomi dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat seperti sandang, pangan dan papan. Akhirnya masyarakat yang berada dalam lingkup seperti ini jadi gampang terpengaruh dan tersulut, tidak memiliki pendirina sendiri dan cenderunggampang sekali terprovokasi baik oleh masa ataupun oleh tokoh yang sekali dengan konflik tidak memikirkan lebih dalam akibat jangka panjangdari konflik tersebut 3.

2.3. Sekilas Sejarah tentang Kopi

  Usaha ini diulangi lagi pada tahun 1699 dan berhasil, selanjutnya dikembangkan perkebunan-perkebunan Perkebunan-perkebunan kopi arabika di Jawa pada saat itu berkembang dengan sangat pesat, karena kopi yang dihasilkan di jawa mempunyai mutu yangsangat baik dan sangat digemari oleh orang-orang Eropa. Varietas-varietas kopi arabika yang ditanam pada saat itu rentan terhadap serangan jamur, sehingga pada waktu yang relatip singkat telah menimbulkankerugian yang besar.

2.3.1. Kopi setelah Masa Kemerdekaan

  Sampai sekarang masyarakat gayo mulai mengandalkan Masyarakat gayo yang semula menjadikan lahan pertanian, persawahan, dan danau sebagai sumber mata pencarian mereka, lambat laun beralih keperkebunan kopi. Peralihan profesi ini lebih disebabkan karena ketika perluasan perkampungan atau migrasi dimana tanah atau lahan baru yang ditempati tidakcocok lagi untuk bersawah dan jauh dari danau laut tawar.

2.3.2. Sejarah Sosial Masyarakat Aceh yang Berada di Dataran Tinggi Gayo

  Suku Gayo adalah salah satu suku terbesar yang mendiami dataran tinggi yang unik, salah satunya adalah adat dalam sistem perkampungan. Meskipun demikian, seiring perkembangan zaman, polaperkampungan itu sudah mulai banyak berubah, begitupun nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

2.3.3. Tentang Suku Gayo

  Kebudayaan itu meliputi aspek kekerabatan, komunitas sosial, pemerintahan, pertanian, kesenian dan lain-lain. Kata Gayosendiri berasal dari kata Pegayon yang artinya tempat mata air yang jernih tempat ikan suci (bersih) dan kepiting.

2.3.4. Pengertian Komoditi Kopi

  Komoditi/komoditas adalah: salah satu istilah yang juga sering digunakan dalam perekonomian. Secara bahasa Komoditas memiliki 2 arti yang mana artinyaadalah sebagai berikut : Sesuatu benda nyata yang relatif mudah diperdagangkan, dapat diserahkan secara fisik, dapat disimpan untuk suatu jangka waktu tertentu dan dapatdipertukarkan dengan produk lainnya dengan jenis yang sama, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh investor melalui bursa berjangka.

2. Secara lebih umum, suatu produk yang diperdagangkan, termasuk valuta asing, instrumen keuangan dan indeks

  Seperti yang telah disebutkan bahwa harga komoditas bergantung pada permintaan dan penawaran yang terjadi pada pasarkomoditas. Beberapa kontrak yang terjadikemudian diperdagangkan di Bursa Komoditas atau biasa dinamakan sebagaiBursa Kontrak Pekerjaan orang Gayo sebagai petani kopi pun tidak hanya mendorong mereka untuk memuaskan kehidupan ekonomi secara individual, tetapi lebih jauhdari itu, mata pencaharian tersebut telah mendorong mereka untuk keluar dari kehidupan privat menuju dunia sosial yang lebih luas.

2.3.5. Pengertian dan Ruang Lingkup Tata Niaga

  Dalam pengertian ekonomi; produksi dan distribusi adalah kegiatan yang bertalian dengan penciptaan atau penambahan kegunaan daripada barang danjasa, sedang konsumsi adalah kegiatan yang bertalian dengan penurunan kegunaan daripada barang dan jasa.sehari-hari di negeri kita adalah terjemahan dari perkataan “marketing” atau biasa disebut tataniaga daripada pemasaran. Parapembudidaya, pengolah kerupuk, nugget dan lain-lain, akan menjualnya kepada konsumen (karena dibutuhkan) yang memberikan kepuasan (faedah) atau Berdasarkan uraian di atas, tataniaga dapat didefinisikan sebagai tindakan atau kegiatan yang berhubungan dengan bergerak barang-barang dan jasa dariprodusen sampai pada konsumen.

2.4. Pengertian Produksi Secara Sempit

  Pengertian Produksi Secara Umum Produksi merupakan semua perbuatan atau kegaitan yang tidak hanya mencakup pembuatan barang - barang saja, tetapidapat juga membuat atau menciptakan jasa pelayanan, seperti acara hiburan,Sistem dan Proses Produksi sebagai sistem berarti bahwa terdapat hubungan yang saling memberikan pengaruh dan mempengaruhi antara faktor produksi yang satudan yang lainnya. Saluran Distribusi Menurut Winardi (1989:299) yang dimaksud dengan saluran distribusi adalah sebagai berikut: “ Saluran distribusi merupakan suatu kelompok perantara yang berhubungan Sedangkan Philip Kotler (1997:140) mengemukakan bahwa :“ Saluran distribusi adalah serangkaian organisasi yang saling tergantung dan terlibat dalam proses untuk menjadikan suatu barang atau jasa siap untuk digunakan atau dikonsumsi“.

1) Barang konsumsi adalah barang-barang yang dibeli untuk dikonsumsikan

  Distribusi fisik merupakan aspek penting kedua dalam rangka menjadikan suatu produk tersedia bagi konsumen dalam jumlah, waktu, dan tempat yang tepat. Dalam hubungan itu, Dewan Manajemen Distribusi Fisik Nasional AmerikaSerikat mendefinisikan distribusi fisik sebagai berikut :“ Suatu rangkaian aktivitas yang luas mengenai pemindahan barang jadi secara efisien dari akhirbatas produksi kepara konsumen, serta didalam beberapa hal mencakup pemindahan bahan mentah dari suatu pembekal keawal batas produksi “.

1. Penentuan lokasi persediaan dan sistem penyimpanannya a

  Sistem penyimpanan persediaanPenyimpanan erat kaitannya dengan pergudangan, biasanya perusahaan yang tidak mempunyai fasilitas penyimpan sendiri umumnya menyewakepada lembaga atau perusahaan lain atau disebut gudang umum. Besarnya sewa yang harus dibayar ditentukan menurut besarnya ruangan yang digunakan.

2. Sistem penanganan barang

  b)Pengemasan Barang-barang yang ditangani ditempatkan dalam suatu kemasan atau peti kemas baik dari logam, kayu, ataupun bahan yang lain. Adapun tujuan dari pengawasan persediaan adalah meminimumkan jumlah persediaan yang diperlukan, dan meminimumkan fluktuasi dalam persediaansambil melayani pesanan dari pembeli.

4. Prosedur memproses pesanan

  Kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk memproses pesanan antara lain menyelenggarakan kegiatan kantor secara teratur, membuat barang denganbaik, serta menyampaikannya kepada pembeli. Dalam hal ini, rute dan rit pengangkutan merupakan faktor yang penting, dan mempunyai hubungan yang erat dengan pasar atau daerah penjualan, sertalokasi persediaannya.

2.4.2 Penanganan Pasca Panen Hasil Pertanian

  Dalam bidang pertanian istilah pasca panen diartikan sebagai berbagai tindakan atau perlakuan yang diberikan pada hasil pertanian setelah panen sampaidisebut Pasca produksi (Postproduction) yang dapat dibagi dalam dua bagian atau tahapan, yaitu pasca panen (postharvest) dan pengolahan (processing). Pengolahan (secondary processing) merupakan tindakan yang mengubah hasil tanaman ke kondisi lain atau bentuk lain dengan tujuan dapat tahan lebih lama(pengawetan), mencegah perubahan yang tidak dikehendaki atau untuk penggunaan lain.

BAB II I METODE PENELITIAN

  Penelitian ini bertujuan menggambarkan dan mempelajari masalah- masalah dalam masryarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat sertasituasi tertentu, termasuk tentang hubungan kegiatan yang ada, sikap dan pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dari suatu fenomenasosial. Studi dokumentasi dan literatur yang terdapat dalam fenomena yang diteliti merupakan basis data yang dapat dijadikan sebagai informasipenting, seperti majalah, jurnal-jurnal ilmiah, data media massa dari Koran, internet dan data pendukung lainya.

1. Pengamatan terlibat/ berperan serta (participant observation)

  Wawancara dengan responden dan informan, partisipasi dan observasi langsung danintrospeksi, sehingga peneliti memperoleh gambaran yang nyata dan aktual. Bagaimana peran pemerintah dalam upaya meningkatkan taraf hidup petani kopi yang berada di Bener Meriah?c.

1. Wawancara Mendalam

  Wawancara mendalam merupakan suatu cara yang dilakukan untuk jawab langsung dengan responden sesuai dengan tujuan penelitian. Wawancara akan dilakukan pada orang – orang yang memiliki pengetahuan atau kapasitas terhadap permasalahan dalam penalitian ini untuk melihatsejauh mana peran pemerintah dalam upaya menolong para petani kopi dikabupaten Bener Meriah.

3.4. Informan Penelitian

  Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar belakang penelitian (Lexy 1998;80). Untukmemperoleh informasi yang lebih jelas mengenai masalah dalam penelitian ini ada dua informan yaitu: Informan kunci (key binforman) yaitu orang yang mengetahui dan memiliki berbagai informasi pokok yang diperlukan dalam penelitian tersebut,dan informan biasa (informan tambahan) adalah mereka yang dapat memberikan informasi walaupun tidak terlibat langsung dalam interaksi sosial yang diteliti.

1. Kecamatan Timang Gajah

  PetaniDari 7 kecamatan yang mayoritas petaninya menanam kopi gayo maka peneliti mengambil 4 kecamatan yang mewakili kecamatan yang lainseperti kecamatan bukit, kecamatan timang gajah kecamatan Bandar dan kecamatan permata peneliti telah mewawancarai sebanyak 40 orang petanikopi murni yang memiliki lahan pertanian minimal 1 hektar di masing- masing kecamatan dan yang mewakili kecamatanya:Kecamatan Bukit diwakili oleh: 1)Muhammad Yusuf 2)M. Bener Meriah untuk mencari kopi-kopipetani dan membelinya dengan harga yang rendah, bigitu juga dengan petani kopi akan berganti-ganti menjual kopi mereka tidak pada satu agensaja petani mencari agen yang mau membeli kopi mereka dengan harga yang agak tinggi.

3.6. Definisi Konsep

  Interaksi sosialmerupakan suatu fondasi dari hubungan yang berupa tindakan yang berdasarkan .norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan di dalam masyarakat kontak ( Inggris : “contact") berasal dari bahasa Latin con atau cum yang artinya bersama- sama dan tangere yang artinya menyentuhKehidupan sosial adalah kehidupan yang di dalamnya terdapat unsur-unsur sosial/kemasyarakatan. komunikasi yaitu adanya kegiatan saling menafsirkanperilaku (pembicaraan, gerakan-gerakan fisik, atau sikap) dan perasaan-perasaan yang disampaikan, kondisi Sosial ekononomi adalah suatu keadaan ataukedudukan yang diatur secara sosial dan menetapkan seseorang dalam posisi tertentu dalam struktur masyarakat.

3.7 Jadwal Penelitian

Penelitian ini dijadwalkan selama 6 (enam) bulan. Sejak bulan Mei dan selesai pada bulan November 2013

BAB 1V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Kopi Di Indonesia

  Komposisi kepemilikan perkebunan kopi di Indonesia didominasi olehPerkebunan Rakyat (PR) dengan porsi 96 % dari total areal di Indonesia, dan yang 2 % sisanya merupakan Perkebunan Besar Negara (PBN) serta 2 % merupakanPerkebunan Besar Swasta (PBS). Karena kopi Liberika memiliki daya adaptasi yang luas, kopi jenis ini juga ditanam secara sporadis padatanah mineral dan ketinggian yang berbeda-beda di beberapa daerah sepertiSumatra Utara (Kabupaten Tapanuli Selatan), Jawa Timur (Kabupaten Malang dan Blitar), dan Lampung (Kabupaten Tanggamus).

4.2. Profil Singkat Bener Meriah

  Kondisi umum Kabupaten Bener Meriah digambarkan dalam beberapa aspek, yaitu aspek geografi dan demografi, aspek kesejahteraansosial, aspek pelayanan umum, dan aspek daya saing daerah. Kabupaten Bener Meriah, sebagai kabupaten pemekaran baru, yang diformalkan sejak tahun 2004, telah mencatatkan beberapa pemimpin kepaladaerah antara lain: 1.

4. Ir. Ruslan Abdul Gani, Dipl, SE (2012-2017)

  Karakteristik Lokasi dan WilayahLuas dan Batas Wilayah Administrasi Bener Meriah memiliki posisi strategis berada di tengah-tengah Provinsi o o Aceh dengan Ibukota Redelong. Peta Administratif Bener Meriah Topografi Bener Meriah memiliki klasifikasi kelerengan yang terbagi atas kelas kelerengan yaitu: 0-8%, 8-15%, 15-25%, 25-40% dan >40%.

4.3. Potensi Pengembangan Wilayah

  Jumlah penduduk, aksesibilitas dan fasilitas pelayanan yang ada dan pengembangannya. Kelengkapan dalam penyediaan prasarana dan sarana baik sosial maupun ekonomi pada dasarnya bergantung pada hirarki kota yang bersangkutan.

2. Fungsi pusat komunikasi dan hubungan dilihat dari keberadaan transportasi utama dan akses ke jaringan transportasi utama

  Pusat Kegiatan Lokal Promosi (PKLp) Melihat perkembangan yang ada saat ini, ada beberapa Kecamatan yang dipromosikan untuk dikemudian hari dapat ditetapkan menjadi PKLp karenamemiliki sarana dan prasarana yang memungkinkan fungsi dan pelayanannya sebagai PKLp seperti tersedianya RSUD tipe C, terminal, fasilitas perkantoran,fasilitas perumahan, fasilitas pendidikan, fasilitas olah raga dan rekreasi serta fasilitas perdagangan dan jasa. Di Kabupaten Bener Meriah terdapat 455 pencari kerja yang terdaftar pada dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi terdiri dari 185 laki-laki dan 270perempuan dan sebagian besar dari pencari kerja tersebut berpendidikan SMU dan Diploma I/II.

4.4 Kehidupan Sosial Ekonomi Petani Kopi Gayo dengan mudah dapat menerima dengan baik suku lain yang datang kedaerahnya

  Hal tersebut menunjukkan kalau masyarakat gayo adalah masyarakat yang egaliter, terbuka bagi setiap suku lain yangh dating ke daerahnya untuk mencarikehidupan yang lebih baik secara ekonomis, yaitu dengan memberikan peluang membuka perkebunan kopi secara bersama-sama dengan masyarakat petani gayoitu sendiri. Buah kopi yang akan dijadikan sebagai benihsebaiknya dipanen pada saat matang fisikologis (masak sempurna) karena pada saat ini kadar air benih, berat benih, cadangan makanan yang tersediapada benih dan daya tumbuh benih semua kondisi dalam keadaan optimal dengan kata lain mutu biji tertinggi dicapai pada saat matang fisikologis.

2. Perbanyakan kopi secara generative

Perbanyakan kopi secara generative adalah perbanyakan tanaman yang dilakukan dengan menggunakan benih.

B. Penyemaian Benih

Syarat tempat persemaian1) Lokasinya dekat dengan sumber mata air2)

C. Pembuatan tempat persemaian

Setiap hari disirami air bersih dan pembersihan gulma pada saat-saat tertentu setelah kecambah mencapai stadium serdadu dan atau kepalan, bibitsegera dipindahkan kemedia tanah yang sudah dimasukkan kedalam polybag dan bibit dibiarkan sampai berumur 6-8 bulan untuk siap tanam. Penanaman benih dengan meletakkan bagian yang rata dibaeah(telungkup) Penanaman benih dengan jarak 2 cm x 5 cm dengan kedalaman 0.5 cm6) Sebelum benih kopi disemai, media pasir disiram air sampai jenuh5) 0,80 m dan sisi timur lebih tinggi yaitu 1,25 m4) 3)Bedengan diberi atap menghadap ketimur dengan tinggi atap sisi barat 2)Dibuat bedengan yang tepinya diberi penahan dengan ukuran lebar ± 120 cm dan panjang disesuaikan dengan kebutuhan 1)Media semai yang digunakan tanah lapisan atas yang sudah diayak, Sebaiknya dekat dengan lokasi kebun Adanya pelindung dan5) Kondisi lahan datar4) Media semai berdrainase baik3)

7) Bagian atas penyemaian ditutup dengan potongan jerami/alang-alang

D. Pemeliharaan dipersemaian

  Sampai saat ini pemerintah telah melepas tujuh varietas kopi Arabika sebagai varietas anjuran nasional, namun untuk kondisi klimatologi dataran tinggigayo,beberapa varietas yang yang sesuai dikembangkan adalah S795, AndungSari 1 dan Sigarar Utang. Disamping itu, paa saat ini terdapat dua varietas lokal yang banyak dikembangkan didataran tinggi gayo, yaitu Aarabusta Timtim dan Borbor (Mawardi , dkk, 2008)Di Kabupaten Bener Meriah, luas tanaman perkebunan kopi yang menghasilkan seluas 26,963, 51 hektar dengan produksi 18,660,30 ton (BPS Dalam tiga tahun pendataan BPS produksi kopi mengalami peningkatan.

4.6. Panen dan Pasca Panen

1. Kopi Gelondongan

  Menerut penuturan bapak Hendra mengapa pada masa sekarang ini banyak para petani mau menjual buah kopi yang masih gelondongan, disamping tuntutanekonomi juga karena para petani merasa lebih melelahkan lagi bila harus menunnggu menggiling buah kopi tersebut sampaimenjadi labu dan juga harus menunggu waktu beberapa hari lagi sementara kebutuhan ekonomi yang terus mendesak. mungkin bapak hendramasih lebih beruntung di bandingkan rekanannya sesame petani yang lain, karena disamping jadi petani dia juga merangkap bekerja di koperasi unit desa (puskud)walau tidak setiap hari setidaknya dia bisa mendapat tambahan penghasilan sampingan untuk keluarganya, tidak itu saja dia juga mau menolong rekannyasesama petani dengan cara memberitahu bahwa ditempat dia bekerja harga kopi yang dibeli lebih tinggi dibandingkan di luar.

2. Pengupasan Kulit Buah

  Kopi gelondongan yang telah dipetik harus di pulper hari itu juga, jika tidak maka kopi gelondongan akan busuk, pembusukan kulit kopi tersebutberpengaruh pada biji kopi karena sifat biji kopi higroskopis (menyerap dan melepaskan air) termasuk membusuknya kulit kopi akan diserap oleh biji kopi dancita rasa biji kopi tersebut akan busuk/fermented. Tehnik melakukan fermentasi kopi dapat dilakukan dengan:1) Fermentasi dapat dilakukan secara basah dengan merendam biji kopi dalam genangan air, atau fermentasi cara kering dengan caramenyimpan kopi didalam wadah pelastik yang bersih dengan lubang penutup wadah dibagian bawah atau dengan menumpuk biji kopididalam bak semen dan ditutup dengan karung goni.2) Lama fermentasi berpariasi tergantung pada jenis kopi, suhu, dan kelembaban lingkungan serta ketebalan tumpukan kopi didalan bak.

7. Penjemuran kopi labu menjadi kopi asalan/ijo

  Menurut Bapak Ir Tagore AB, pakar kopi sekaligus mantan Bupati Bener Meriah beliau mengatakan bahwa sekarang yang di butuhkan para petani adalah: Bila ditinjau dari sudut pemasaran bahwa jaringan distribusi kopi pada tingkat konsumen relatif sangat panjang, sehingga semakin kecil margin yang diterimapara petani. Pertanyaannya kenapa di negara , atau didaerah kita Aceh dan khususnya Aceh tengah dan Bener Meriah belum menerapkan SRG ini, untuk mensejahterakanmasyarakatnya, ada beberapa hal diantaranya, kurangnya inisiatif pemerintah mendukung tumbuhnya pergudangan swasta, kurangnya kepastian hukum atauperaturan yang mendukung sistim resi gudang, belum dikenal dan juga kurang disosialisasikan oleh pemerintahkepada pelaku usaha, perbankan, ansuransi danlembaga penguji mutu barang.

PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN

  Sumber : Buku panduan upaya peningkatan produksi dan kualitas kopi arabikaGayo yang berkelanjutan Dari hasil penelitian dilapangan maka terlihat bahwa kenyataan di lapangan tidak sesuai dengan bagan alur diatas, kenyataannya adalah, menerutpenuturan salah satu petani kopi bapak Elies menyatakan bahwa didaerah tempat 4.7. Skema Mata Rantai Perdagangan Kopi Mulai Dari Petani Sampai Pada Penikmat KopiDari hasil pengmatan peneliti di lapangan maka didapat skema mata rantai perdagangan kopi gayo mulai dari petani sampai untuk di ekspor .

RORAL/KAPAL API

  Kopi gayo yang diperoleh dari para petani biasanya di panen 2 kali dalam satu bulan, panen puncak tanaman kopi hanya 4 (empat) bulan saja dan tergantungvarietas nya yang di tanam oleh petani. Petani kopi dahulu dan sekarang tetap berada di lingkaran kemiskinan, hanya 20% petani kopi yang hidup layak selebihnya petani kopi tetap dalamkemiskinan, tidak tahu siapa yang harus disalahkan.

4.7.1. Peran Petani, Toke, Koperasi

  Disamping upaya merubah profesi dari seorang petani kepada usaha lain seperti berdagang bagi masyarakat gayo memerlukan waktuyang panjang, hal tersebut berakibat kepada penguasaan pasar oleh mereka yang bukan berasal dari masyarakat gayo, tetapi mereka yang berdagang padaumumnya berasaldari orang-orang pendatang seperti Cina, Aceh pesisir, Padang dan lain-lain. Jauhnya antara petani kopi sebagai produsen dengan penikmat kopi sangatlah merugikan petani itu sendiri, karena biaya yang harus dikeluarkan untuk Tradisi dalam menjual kopi dalam masyarakat gayo telah berubah, pada mulanya meraka tidak menjual gelondongan (buah merah) tetapi menjual buahlabu (yang sudah dibersihkan kulit buahnya), ini terjadi malah ketika kopi belum menjadi komoditi ekspor.

4.7.2. Upaya Pemerintah Dalam Rangka Meningkatkan Tarap Hidup Petani

  Oleh karena itu kebijakan pertanianyang lebih baik adalah yang dapat mencapai tujuan nasional untuk menaikkan produksi secara optimal dengan perlakuan yang adil pada pihak-pihak yangbersangkutan itu. Beberapa kebijakan yang telah dijalankan oleh pemerintah Bener meriah adalah: 1.seperti membuka jalan-jalan dan melebarkan jalan yang telah ada untuk menuju ke kampung-kampung tempat perkebunan kopi rakyat, agarmemudahkan para petai membawa hasil panennya, cara ini juga diharapkan dapat meningkatkan harga kopi karena memudahkan para pedagang membelihasil panen petani .

3. Membagi pupuk-pupuk organik yang diberikan oleh pemerintah kepada petani kopi secara cuma-cuma

  Tapi pengendalian pasca panen dan pengendalian pasar, petani tidak pernah diturut sertakan olehpemerintah. Semestinya keberadaan petani kopi di Bener Meriah, dapat lebih besar untuk menyumbang PAD (Pendapatan Asli Daerah).

4.7.4. Kebijakan Harga

  Peran pemerintah dan pihak-pihak yang ikut mengangani kopi tidak hanya terbatas pada peardagangan, tetapi sebagaimana disebutkan juga pada bagaimanapengolahan lahan sehingga memenuhi kriteria kesesuaian lahan untuk tanaman kopi, pemilihan perkebunan induk untuk menghasilkan benih kopi yangmemenuhi standar, pembibitan yang baik, penanam (transplanting) yang sesuai perawatan kopi agar berproduksi optimal, pemanenan sampai penanganan pascapanen. Pemerintah saat ini telah bekerja sama dengan berbagai pihak yang berkompeten dalam perdagangan kopi.karena yang menjadi masalah bagi petanikopi adalah disektor perdagangan kopi, petani kopi telah mampu menghasilkan kopi yang memenuhi standar baik dari segi kwalitas maupun kwantitas, namundalam sektor perdagangan petani tertumpu pada pemerintah dan pihak lain yang bergerak dibidang perdagangan kopi.

4.8. Dampak Komoditi Kopi Gayo Terhadap Kehidupan Sosial Petani

  Hal ini disebabkankarena petani sudah menjual kopi gelondongan yang harganya jauh lebih murahMasyarakat petani tidak perlu menjuan hasil panennya ketikan harganya murah karena kopi adalah tanaman yang dapat disimpan dalam waktu yang lama, danitulah tradisi orang tua kita di masyarakat Gayo, dimana mereka selalu Bila dibandingkan kisaran harga penjualan kopi pada bulan desember 2013 gabah 24000-26.000/kg, kopi labu/ijo 47.000-.50.000/kg jadi bisa kita lihatperbandingan harga yang terjadi. Oleh karena itu sebaiknya ada Sebaiknya waktu luang yang tersisa oleh para istri-istri petani kopi dimanfaatkan dengan membuat kerajinan tangan atau keterampilan lain dan bisajuga menanam sayu-mayur (tanaman tumpang sari) maupun menanam tanaman obat-obatan yang bisa panen tidak perlu menunggu waktu yang lama, walaupunsudah banyak dari para petanai yang bertumpang sari di selah-selah kebun kopi hidup mereka sehari-hari saja tidak untuk diperdagangkan.

5.1 Kesimpulan

  Hal ini menjadi tugas semua pelaku kopi termasuk pemerintah daerah yang ada di Kabupaten Bener Meriah Kopi telah lama menjadi komoditi ekspor, namun karena ekspor harus melalui kota Medan maka dampak yang ditimbulkan tidak banyak berpengaruhpada perekonomian masyarakat petani kopi di Gayo, tetapi yang diuntungkan hanyalah pedagang (toke) karena itu masyarakat tidak pernah menganggap bahwakehidupan sebagai petani merupakan profesi yang dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. karena yang menjadi masalah bagi petanikopi adalah disektor perdagangan kopi, petani kopi telah mampu menghasilkan kopi yang memenuhi standar baik dari segi kwalitas maupun kwantitas, namundalam sektor perdagangan petani tertumpu pada pemerintah dan pihak lain yang bergerak dibidang perdagangan kopi 100 Rendahnya mutu kopi bersumber dari kesalahan penanganan sebelum panen maupun penanganan setelah lepas panen.

5.2 Saran 1

  Perdagangan kopi dengan sistem yang baru seperti dengan adanya koperasi-koperasi yang menjebatani antara petani kopi dengan pembeliyang berada di luar diharapkan mampu mempersingkat mata rantai perdagangan kopi dan berujung pada peningkjatan perekonomian di Bener 2. Tradisi pengolahan hasil kopi yang sudah dijalankan sejak lama hendaknya dipertahankan, yaitu tidak menjual kopi dalam bentukgelondongan dan buah labu, tetapi disarankan untuk menjual kopi setelah diolah terlebih dahulu dengan maksud untuk meningkatkan nilai jual kopidikalangan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

  Studi Perbandingan Pendapatan dan Pemasaran Usahatani Kopi Arabika (organik dan anorganik) di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah. Agus Budi Wibowo, dkk, Tradisi makan dan minum pada masyarat petani gayo(Banda Aceh : BPSNT Banda Aceh, 2007)Bener Meriah dalam angka 2011 (Redelong : BPS Kabupaten Bener Meriah,2011)Lifianthi.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Kehidupan Sosial Ekonomi Petani Kopi Di Desa Sidiangkat Kabupaten Dairi (1985-2000)
7
99
115
Analisis Pendapatan Dan Karakteristik Sosial Ekonomi Yang Mempengaruhi Produksi Petani Kopi Arabika Di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah
9
66
96
Peran Pemerintah Daerah Kabupaten Bener Meriah Dalam Pelaksanaan Penataan Ruang
3
67
86
Pengaruh Perilaku Kewirausahaan Terhadap Kinerja Usahatani Kopi Arabika Gayo Di Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh
1
19
96
Perubahan Fungsi Sosial Kopi Gayo (Studi Deskripsi Perubahan Penyajian Gaya Hidup di Desa Blang Tampu Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam )
1
33
143
KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PETANI KOPI DI SUMBUL.
0
2
22
Teknologi Pupuk Organik Pada Budidaya Kopi di Kabupaten Bener Meriah.
0
0
3
Perubahan Fungsi Sosial Kopi Gayo (Studi Deskripsi Perubahan Penyajian Gaya Hidup di Desa Blang Tampu Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam )
0
0
17
Perubahan Fungsi Sosial Kopi Gayo (Studi Deskripsi Perubahan Penyajian Gaya Hidup di Desa Blang Tampu Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam )
0
0
1
Perubahan Fungsi Sosial Kopi Gayo (Studi Deskripsi Perubahan Penyajian Gaya Hidup di Desa Blang Tampu Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam )
0
0
24
Perubahan Fungsi Sosial Kopi Gayo (Studi Deskripsi Perubahan Penyajian Gaya Hidup di Desa Blang Tampu Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam )
0
2
30
Perubahan Fungsi Sosial Kopi Gayo (Studi Deskripsi Perubahan Penyajian Gaya Hidup di Desa Blang Tampu Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam )
0
0
3
Perubahan Fungsi Sosial Kopi Gayo (Studi Deskripsi Perubahan Penyajian Gaya Hidup di Desa Blang Tampu Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam )
0
0
12
Kehidupan Sosial Ekonomi Petani Gambir
1
2
101
KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI PETANI KOPI DI DESA SIDIANGKAT KABUPATEN DAIRI (1985-2000)
0
0
10
Show more