GldocConverterlS7oCo

 0  11  118  2017-04-13 17:39:29 Report infringing document
Informasi dokumen

BAB 1 PENDAHULUAN

  Mengingatmasalah infertilitas merupakan masalah komplek yang memerlukan perhatian khusus, diperlukan penanganan yang menyeluruh dan berkesinambungan sertamemerlukan waktu yang cukup lama, pengalaman panjang, kesabaran, biaya yang besar dan rencana yang relatif tepat (Manuaba, 2009). Keadaan yang telah dipaparkan tersebut menarik perhatian peneliti dan menganggap penting untuk mengeksplor dan mengetahui bagaimana pengalamanpengobatan pasangan suami istri dalam menghadapi permasalahan infertilitas yang dirangkumkan kedalam penelitian yang berjudul “Pengalaman PengobatanPasangan Infertilitas di Klinik Infertilitas RSUD Dr.

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS

  Ketiga, dimana faktor zat-zat kimia berbahaya dan racun dapat menyebabkan ketidaksuburan atau infertilitas misalnya timbal dan pestisida,benzene, zat yang terkandung dalam repelan obat anti nyamuk serta zat berbahaya lain yang tidak hanya mengganggu produksi sperma, tetapi juga dapatmengakibatkan masalah kesehatan yang cukup serius. Selain pengobatan, penanganan medis yang dapat dilakukan pada pasangan infertilitas meliputi:Teknik In Vitro Fertilization (IVF) - Teknik In Vitro Fertilization atau yang lebih dikenal dengan istilah“bayi tabung”, merupakan teknik reproduksi dibantu atau teknik rekayasa reproduksi dengan mempertemukan sel telur (oosit) matang dengan spermatozoadiluar tubuh manusia agar terjadi pembuahan atau fertilisasi.

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

  Jika partisipan menolak untuk diteliti maka peneliti tidak berhak memaksakan, tetapimenghormati hak-hak partisipan karena partisipan tersebut sifatnya sukarela dan mempunyai hak untuk mengundurkan diri akan tetapi dalam penelitian ini tidakada partisipan yang menolak untuk diteliti. Dalam penelitian ini, beberapa catatan yang dapat digunakan untuk menilai kualitas dari proses penelitian adalahdata mentah yang diperoleh melalui pengumpulan transkrip wawancara, hasil analisa data, membuat koding-koding (pengkodean) dan draft hasil laporanpenelitian untuk menunjukkan adanya kesimpulan yang ditarik pada akhir penelitian.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Hasil Penelitian

  Data yang dikumpulkan dalam penelitian tentang pengalaman pengobatan pasangan infertilitas ini berupa jawaban atau ucapan yang tampak sebagaifenomena yang ditemui di lapangan. Data demografi partisipan serta tema dan sub temadapat juga dilihat dari tabel karakteristik partisipan dan tabel tema dan sub tema.

2. Hasil Wawancara

  Pirngadi Medan meliputi (1)pemeriksaan infertilitas yang pernah di jalani, (2) pengobatan yang dilakukan pasangan infertilitas, (3) respon psikis pasangan infertilitas selama menjalanipengobatan, (4) ahambatan dalam menjalani pengobatan, (5) harapan setelah menjalani pengobatan. 2.1 Pemeriksaan infertilitas yang pernah di jalaniDari wawancara yang dilakukan dengan delapan partisipan, peneliti mengidentifikasi bahwa pasangan infertilitas melakukan beberapa pemeriksaanuntuk terhindar dari keterlambatan tata laksana yang dapat memperburuk prognosis dari pasangan tersebut.

3/ Istri/L164)

  b. HSG (Histerosalpingografi)Salah satu partisipan pada penelitian ini dilakukan proses pemeriksaan HSG yaitu salah satu pemeriksaan dari pasangan infertilitas dengan mengaliri cairan kontras yang dimasukkan ke rongga rahim.

2/ Istri/L113)

  AnamnesisBeberapa partisipan mengemukakan bahwa dilakukan pemeriksaan anamnesis yang dilakukan oleh dokter untuk memperoleh data terhadappengobatan yang pernah dijalani, gaya hidup yang dilakukan oleh pasangan suami istri, frekuensi senggama, keluhan nyeri haid, ada atautidaknya penggunaan obat penghilang nyeri, penggunaan KB, riwayat keguguran, penyakit infeksi, faktor genetik dan lama perkawinan. Pengobatan yang pernah dijalani Pengobatan yang pernah dijalani merupakan salah satu pertanyaan dari anamnesis yang dilakukan oleh dokter kepada pasangan untuk mengetahuiriwayat pengobatan.

3/ Suami/L176)

  Hal ini sejalan dengan pernyataan partisipan : “Kalau saya memang dilakukan pemeriksaan, ditanya dulu bagaimana kebiasaan merokok dan sudah berapa lama itu merokok...” (Pasangan4/Suami/L77) “...disitu katanya masalah disuami saya, karena faktor seringmerokok. Frekuensi senggamaPenting juga untuk melakukan anamnesis terkait dengan frekuensi senggama yang dilakukan kedua pasangan.

4/ Suami/L36)

  Beberapa partisipan dalam penelitian ini menyatakanbahwa tidak ada keluhan nyeri yang berlebihan ketika mengalami menstruasi. Penggunaan KBAnamnesis terkait penggunaan KB perlu dilakukan untuk memastikan bahwa pasangan tidak menggunakan KB yang menjadi salah satu faktorpenghalang kehamilan.

3/ Suami/L25)

2/ Istri/L24)

  Riwayat keguguranRiwayat keguguran juga merupakan salah satu anamnesis yang dilakukan oleh dokter. Hal ini sejalan dengan pernyataan partisipan : “Dokternya bilang juga ini penyebabnya salah satu karena saya keputihan kayak ada infeksi di organ reproduksi”(Partisipan 1/Istri/L250) “Tidak ada, dia bilang ini karena sel telur istri yang kecil dan ada infeksi juga tapi istri saja yang diperiksa”(Partisipan 1/Suami/L128) “Dari keluarga saya sih tidak ada, kalau dari keluarga suami ada itu..

3/ Istri/L181)

  Lama perkawinanAnamnesis yang lain dapat meliputi lama perkawinan pasangan. Lama perkawinan kedelapan partisipan sudah lebih dari 1 tahun dan sudah dapatdikategorikan sebagai pasangan infertilitas.

2/ Suami/L20)

  Tujuannya untuk pengambilan sampel sperma lah kan?” (Partisipan 3/Suami/L181) 2.2 Upaya Penanganan dan Pengobatan yang Dilakukan Pasangan InfertilitasDari wawancara yang dilakukan dengan delapan partisipan, peneliti mengidentifikasi bahwa pasangan infertilitas melakukan upaya-upaya penanganandan pengobatan untuk menyelesaikan permasalahan infertilitas. Pengobatan MedisPengobatan medis yang dilakukan pasangan infertilitas adalah dengan melakukan pemeriksaan ke dokter dan pemberian obat-obatan bagi pasangansuami istri.

3/ Istri/L70)

  Hal ini sesuai dengan pernyataan partisipan : “Misalnya kan nak, orang tua batak itu ada kan pintar-pintarnya, pokoknya yang ada kemampuannya dari orang biasa, kita berobat jugakesana. Kita diberikan obat semacam daun-daun alami yang bisa membantu perbaikan rahim.” (Partisipan 1/Istri/L224)“Yah karena mereka disebut orang pintar gitu kan kita dikasih minum air jamu dari jahe, cengkeh yang bikin hangatlah badan kita” (Partisipan 1/Suami/L140)“Kita juga suka dikusuk sebulan itu mau ada empat kali.

4/ Istri/L175)

  Teknik In Vitro Fertilization (IVF) Teknik In Vitro Fertilization atau dikenal dengan istilah bayi tabung merupakan upaya penanganan medis yang dilakukan pasangan infertilitas untukmendapatkan anak. Sel telur harus saya besarkan kemudian setelah makan obat saya 12 hari dan suntik disini diarea perut dibawah pusar 8kali” (Partisipan 3/Istri/L106)“Jadi setelah sel telur saya diambil dan digabungkan sama sperma diluar, sel telur kita diambil sebanyak mungkin dari perut kemudian kan gaksemua sel telur itu yang bagus, ada yang tidak bagus.

3/ Istri/L129)

  2.3 Respon selama Menjalani PengobatanDari wawancara yang dilakukan dengan delapan partisipan, peneliti mengidentifikasi bahwa pasangan infertilitas memberi respon selama menjalani a. Merasa sedih karena pengobatan belum berhasilMelakukan pengobatan tentunya mengharapkan keberhasilan pengobatan namun beberapa partisipan merasa sedih karena pengobatan yang belum berhasil.

1/ Istri/L100) “Rasanya sedih sekali, sedihlah, negatif kan berarti belum berhasil

  Ini tidak berhasil juga, belum ada anak” (Partisipan1/Suami/L60) “Karena pengobatannya kemudian termakan fikiran juga saya kan jadisuka gampang sedih, sering bertanya-tanya sama Tuhan jadi seolah-olah kita ini menyalahkan Tuhan kenapa bisa terjadi seperti ini dikeluargasaya” (Partisipan 2/Suami/L148) b. Pasrah dan tidak putus asa Partisipan juga merasa pasrah namun tidak putus asa menjalani kehidupan.

2/ Istri/L197)

  2.4 Kendala atau Hambatan dalam Menjalani PengobatanDari wawancara yang dilakukan dengan delapan partisipan, peneliti mengidentifikasi bahwa pasangan infertilitas merasakan kendala atau hambatandalam menjalani pengobatan meliputi (a) biaya pengobatan yang mahal, (b) lokasi yang jauh, (c) merasa bosan dan lelah, (d) faktor usia, (e) tidak adaperubahan, (f) merasa putus asa, (g) pelayanan yang kurang efektif. Kami gak melanjutkan lagikemarin pengobatannya di poli itu kan ..” (Partisipan4/Istri/L97) 2.5 Harapan setelah Menjalani PengobatanDari wawancara yang dilakukan dengan delapan partisipan, peneliti mengidentifikasi bahwa pasangan infertilitas memiliki harapan akan keberhasilandari pengobatan yang telah dilakukan meliputi (a) mendapatkan anak, (b) adopsi anak,(c) melakukan pengobatan yang lebih maksimal.

3/ Istri/L244)

  Melakukan pengobatan yang lebih maksimalMeskipun sudah melakukan pengobatan, partisipan akan terus melakukan pengobatan yang lebih maksimal untuk mendapat hasil yang maksimal juga. Berikut pernyataan partisipan : “Karena kita juga ada rencana mau melakukan pengobatan ke tempat RS yang lebih benefit dan terpercayalah khususnya klinik untuk mengobatipenyakit yang tidak bisa punya anak gitulah” (Partisipan 4/Istri/L103)“Untuk adopsi kita belum memikirkan yah dek maunya pengobatan dulu kita lakukan karena saya rasa pengobatan kami belum maksimal.

4/ Suami/L118)

  Pemeriksaan infertilitas - Pemeriksaan ovulasi - Pemeriksaan sel telur yang pernah dijalani - Pemeriksaan pap smearPemeriksaan uterus - USG - Transvagina 2. Pengobatan yang - Pengobatan medis - Pemberian obatdilakukan pasangan kesuburan infertilitas - Pemberian obatuntuk kualitas sperma Alternatif - Mencoba - pengobatantradisional Pengobatandengan kepercayaanadat istiadat 3.

3. Pembahasan

  Masalahinfertilitas tidak berpengaruh besar terhadap aktivitas sehari-hari dan tidak mengancam jiwa, sehingga bagi beberapa pasangan infertilitas yang sudahmelakukan pengobatan dan merasa pengobatan yang mereka nanti tidak menunjukkan hasil dan perubahan yang signifikan maka pengobatan dihentikan(Reswita, 2009). 3.4 Hambatan dalam menjalani pengobatanBerdasarkan hasil analisa data yang dilakukan dalam penelitian ini, peneliti mendapatkan data bahwa hambatan yang dirasakan pasangan dalammenjalani pengobatan infertilitas diantaranya adalah biaya (pengobatan yang dijalani mahal), lokasi (tempat pengobatan yang jauh), faktor diri (usia yangberisiko, pekerjaan yang dijalani pasangan), pelayanan yang kurang efektif (antrian yang panjang).

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

  1. Kesimpulan Dari hasil penelitian yang diperoleh dari keempat pasangan infertilitas mengenai pengalaman pengobatan pasangan infertilitas makapeneliti mengidentifikasi uraian hasil wawancara tersebut dalam lima tema yaitu pemeriksaan infertilitas, pengobatan yang dijalani, respon psikisselama menjalani pengobatan, hambatan ketika menjalani pengobatan serta harapan setelah menjalani pengobatan.

a. Praktek pelayanan keperawatan

Mengingat pasangan infertilitas mempunyai perasaan penolakan, merasa bersalah, merasa dipersalahkan, mengasihani diri sendiri, sedih, iri,terisolasi dan marah terhadap keadaannya maka diperlukan penanganan 85

b. Penelitian keperawatan

c. Pendidikan keperawatan

  Aspek-aspek yang dibahasdalam penelitian ini juga cukup luas sehingga kurang memungkinkan untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam dikarenakan waktu yangkurang mencukupkan. Akan lebih baik apabila pada penelitian selanjutnya penelitian dapat difokuskan dengan kecenderungan pemilihan pengobatanantara pengobatan medis dan tradisional yang dilakukan oleh pasangan infertilitas.

INFORMED CONSENTLEMBAR PENJELASAN PENELITIAN

  Manfaat penelitian untuk dapat memberikan informasi yang berguna tentang pengalaman pengobatan pasanganinfertilitas yang datang berobat ke Klinik Infertilitas yaitu Klinik Ingin Punya Anak (KIPA) RSUD Dr. Pirngadi Medan dan diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat dalam pengembangan pelayananasuhan keperawatan yang efektif dan efisien kepada pasangan infertilitas.

6. Pendidika Terakhir :

  Apakah ada pengobatan lain diluar pengobatan medis misalnya dengan mencoba pengobatan alternatif yang Ibu dan Bapak jalani untuk lebihberupaya mengatasi permasalahan infertilitas ini? 150.000,00 2 Pengumpulan data dan analisa data Izin penelitian dan ethical clearence FakultasKeperawatan USUTransportasiFotokopi KDD dan informed consentCinderamata Rp.

GldocConverterlS7oCo Hasil Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Wawancara HASIL DAN PEMBAHASAN METODOLOGI PENELITIAN GldocConverterlS7oCo Pembahasan HASIL DAN PEMBAHASAN TINJAUAN TEORITIS GldocConverterlS7oCo
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Tags
Upload teratas

GldocConverterlS7oCo

Gratis

Feedback