Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral

Gratis

0
27
78
2 years ago
Preview
Full text

DIAJUKAN DAN DIPERTAHANKAN DI DEPAN SIDANG LENGKAP

DEWAN PENILAI DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT DALAM FAKULTAS KEDOKTERAN USU DAN DITERIMA SEBAGAI SALAH SATU SYARAT UNTUK MENDAPATKAN KEAHLIAN DALAM BIDANG ILMU PENYAKIT DALAM PEMBIMBING TESIS(Dr.DHARMA LINDARTO, SpPD-KEMD) DISYAHKAN OLEH KEPALA DEPARTEMEN KETUA PROGRAM STUDI

ILMU PENYAKIT DALAMILMU PENYAKIT DALAM

FAKULTAS KEDOKTERAN USU FAKULTAS KEDOKTERAN USU

DEWAN PENILAI

  Yolizal : Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral, 2007 AbstractCardiac Autonomic Denervation in Type 2 Diabetic Patients : A comparison of patients treated with insulin andoral hypoglycemic agents OK. Yolizal : Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral, 2007 AbstrakDenervasi Otonomik Kardiak pada penderita DM tipe 2 : Perbandingan antara yang mendapat terapi insulindan obat hipoglikemik oral OK.

1. Prof. Dr. Lukman Hakim Zain SpPD-KGEH dan Dr. Salli Roseffi Nasution, SpPD- KGH. Selaku Kepala Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK-USU / RSUP H

  Yolizal : Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral, 2007 Dengan mengucapkan rasa syukur yang tidak terhingga kepada Allah SWT yang telah memberikan kesehatan kepada penulis sekeluarga, tidak mungkin akanterlupakan rasa hormat dan ucapan terima kasih kepada orang-orang yang sangat saya cintai yaitu, Ayahanda Dr. Yolizal : Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral, 2007 OK.

BAB I PENDAHULUAN Angka insiden dan prevalensi diabetes melitus (DM), khususnya DM

  Yolizal : Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral, 2007 7, 8 pembedahan dan iskemi/infark miokardiak yang terselubung. Yolizal : Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral, 2007 Pengenalan DOK sedini mungkin sangat perlu mengingat prognosisnya yang sangat jelek dan dapat terjadi hal yang fatal seperti hentijantung paru terutama sewaktu dilakukan pembiusan saat operasi, sehingga pencegahannya sangat diperlukan agar morbiditas dan mortalitas yang 8,14 disebabkan DOK ini dapat dikurangi.

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN

2.1. ETIOPATOGENESIS

  Yolizal : Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral, 2007 (polyolpathway) yang akan menyebabkan penumpukan sorbitol serta perubahan potensial pada rasio NAD/NADH yang secara langsung akan menyebabkan kerusakan neuronal serta berkurangnya aliran darah ke 20 saraf. Yolizal : Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral, 2007 33,34 pada pasien DM yang lama telah terjadi neuropati simpatik yang berat.

2.2. EPIDEMIOLOGI

  Insidensi DOK diperkirakan 5-10% pasien DM lama dan sebanyak35% pada pasien DM dengan neuropati perifer subklinik, dan didapatkan 35,36 sebanyak 17% pada DM tipe 1 dan 22% pada DM tipe 2. Yolizal : Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral, 2007 46 aritmia jantung serta kematian tiba tiba.

2.4. DIAGNOSIS

  kardiovaskular non invasif/tes DOK non invasif yang telah diaplikasikan dengan sukses, seperti valsava maneuver, respon denyut jantung denganbernafas dalam, respon denyut jantung dengan berdiri, respon tekanan darah dengan berdiri dan respon tekanan darah dengan tegangan handgrip. Yolizal : Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral, 2007 Respon tekanan Tes ini menggunakan alat Handgrip dinamometer dengan membuat darah diastol dengan tegangan sampai 30% dari maksimal selama 5 menit, tekanan darahlatihan isometrik diukur 3 kali yaitu sebelum dan interval 1 menit selama beban handgrip.

2.5. PENATALAKSANAAN DAN PENGOBATAN

Penatalaksanaan dan pengobatan DOK dibagi atas hal yang umum dan spesifik (khusus).

2.5.1. Penatalaksanaan umum

  Hal ini dijumpai dari penelitian Larsen dkk selama 18 tahun pada penderita DM tipe-1 dimana didapatkan persentase variabilitasdenyut jantung yang lebih besar pada kelompok dengan HbA 1C rendah 49 dibandingkan yang HbA tinggi. 1C Demikian pula penelitian di Swedia pada penderita DM tipe-2, dimana kadar HbA 1C yang tinggi 5 tahun setelah menderita DM berhubungan dengan 50 timbulnya neuropati parasimpatik.

2.5.1.1. Peran insulin dan OHO sehubungan dengan DOK

  Yolizal : Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat TerapiInsulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral, 2007 17,18 makroangiopati dengan efek antiinflamasi yang dihasilkannya. Lebih lanjut Alvarsson M dan kawan-kawan melakukan penelitian yang membandingkan pemberian insulin dini dengansulfonilurea (glibenklamid) pada pasien DM tipe-2 yang baru terdiagnosis.beta yang nyata dibandingkan dengan pasien-pasien DM tipe-2 yang 18 mendapat glibenklamid.

2.5.2. Penatalaksanaan khusus

  Yolizal : Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral, 2007 Pengobatan untuk hipotensi ortostatik terdiri dari dua, yakni non farmakologis dan farmakologis. Beberapa penelitian mendapatkan bahwa kerusakan saraf pada binatang dan manusia yang menderita DM disebabkan karena berkurangnyakadarnya pada jaringan saraf, tetapi ini belum pernah dicobakan pada 8,20,60 manusia.

2.6. PROGNOSIS

  Yolizal : Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral, 2007 Neuropati otonomik simtomatik mempunyai prognosis angka harapan hidup 10 tahun adalah 27%. Penderita neuropati otonomik simtomatikmempunyai mortalitas lebih tinggi dibandingkan penderita neuropati otonomik 61 asimtomatik disebabkan oleh komplikasi dan penyakit yang lebih lanjut.

BAB II I PENELITIAN SENDIRI

3.1. LATAR BELAKANG PENELITIAN

  Neuropati otonomik kardiovaskular, yang merupakan bagian dari neuropati otonomik diabetik,terjadi akibat kerusakan serabut saraf otonom yang mempersarafi jantung dan pembuluh darah yang berakibat disfungsi kontrol frekuensi denyutjantung dan berbagai faal dinamik vaskular yang mengakibatkan hipotensi postural, intoleransi kerja fisik, kondisi kardiovaskular yang labil pada saat 7,8 pembedahan dan iskemi/infark miokardiak yang terselubung. Yolizal : Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral, 2007 Finlandia dan Inggris mendapatkan adanya hiperinsulinemia pada penderita 56,67,68 DM tipe-2 yang mengalami parasimpatetik neuropati.

3.7.2. Definisi operasional

  Penderita DM tipe-2 yang diterapi OHO : subjek DM tipe-2 yang selama ini diterapi dengan OHO baik sebagai monoterapi maupunkombinasi dan belum pernah mendapat terapi insulin.hanya mendapat terapi insulin minimal sejak 3 bulan terakhir dengan rejim bervariasi (indikasi tergantung KGD) dan terapi insulindiberikan karena tidak menunjukkan respon penurunan KGD 51,56 dengan OHO. 70 2 n 1 = n 2 = (z 2PQ + z P1Q1+ P2Q2)√ β √ 2 (P1-P2) P1 : Proporsi DOK pada DM tipe-2 yang mendapat OHO ( menurut 43 kepustakaan ), didapat angka 30% = 0,3P2 : Proporsi DOK pada DM tipe-2 yang diterapi insulin (menurut pertimbangan klinis penulis), didapat angka 10% = 0,1Q = 1 – PP = ½ (P1 + P2)Z : tingkat kemaknaan = 0,05 ; Z = 1,960  Z : power = 0,8 ; Z = 0,842n 1 = n 2 ; untuk masing-masing kelompok insulin dan OHO≥ 34 orang OK.

3.7.9. Kerangka Operasional

Dilakukan TestDiabetisi (>34 orang) Denervasidengan terapi insulin Otonomik kardiak≥ 3 bulan Subjek Diabetisi sesuai kriteriapenelitian Diabetisi (>34 orang) Dilakukan Testdengan terapi OHO Denervasi Otonomikkardiak OK. Yolizal : Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral, 2007

3.7.10. Analisa data

  Korelasi antar variabel dengan menggunakan Pearson Correlation untuk data yang terdistribusi normal dan Spearman Correlation untuk data yang tidak terdistribusi normal. Analisa variabel terapi, keterkendalian diabetikdan DOK menggunakan tabel 2x2 dengan menghitung nilai Rasio Odds (Odds Ratio (OR) dan interval kepercayaan 95% (Confidence Interval 95% Chi-square, Fisher’s exact test pada software SPSS 11.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. HASIL PENELITIAN

  Yolizal : Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral, 2007 ฀ ฀ ฀฀r = 0,025 ฀ ฀ ฀ ฀ 500 480Tc ฀Q ฀ ฀ ฀ ฀฀ QTc = 453,73 + 0,15 * usia฀ 460฀ ฀ ฀ ฀ ฀ ฀ ฀ ฀ ฀ ฀ ฀฀ ฀ ฀ ฀ ฀ ฀ ฀ ฀ ฀ ฀ ฀ ฀ ฀440 50 60 70 USIA Gambar 3. Yolizal : Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral, 2007 ฀ ฀ ฀฀r = 0,390 ฀ ฀ ฀ ฀ 500QTc = 453,73 + 0,15 * lama DM 480Tc ฀Q ฀ ฀ ฀ ฀฀ ฀ 460฀ ฀ ฀ ฀ ฀ ฀ ฀ ฀ ฀ ฀ ฀฀ ฀ ฀ ฀ ฀ ฀ ฀฀ ฀ ฀ ฀ ฀ ฀ 440 6 7 8 10 11 12 13 15 16 18 19 20 Lama DM Gambar 4.

8 Insulin

  Yolizal : Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral, 2007 Dari sisi keterkendalian glukosa darah (keterkendalian diabetik), ternyata juga dijumpai adanya perbedaan yang bermakna dalam halterjadinya DOK. Tabel 2x2 Keterkendalian diabetik sehubungan resiko terjadinya DOKTidak Rasio Odds (interval Denervasi P Denervasi keyakinan 95%)Tidak Terkendali baik (HbA > 6,5%)1C 42 12 Terkendali baik (HbA < 6,5%) 8 12 0,002*1C 5,25 (1,75 - 15,77)Jumlah 50 24 Mereka yang diabetes-nya tidak terkendali baik 5 kali lebih beresiko untuk mengalami DOK dibanding yang terkendali baik (Rasio Odds = 5,25)(interval keyakinan 95% 1,75 – 15,77).

4.2. PEMBAHASAN

  Yolizal : Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral, 2007 1C mereka yang tidak mengalami DOK (8,36 ± 2,42% vs 7,01 ± 1,66%, P =0,019) (tabel 3). Yolizal : Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral, 2007 15,17,18,51-54 apa yang diharapkan dari penelitian UKPDS, DCCT dan Steno-2.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  Yolizal : Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral, 2007 5.1. Pada penelitian ini didapatkan sebanyak 67,6% penderita DM tipe-2 yang sudah menderita DM selama 5 tahun atau lebih mengalamidenervasi otonomik kardiak, dimana 55% di antaranya selama ini mendapat terapi insulin dan 79% OHO.

DAFTAR PUSTAKA

  Yolizal : Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral, 2007 and clinical text. Yolizal : Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral, 2007 OK.

PENJELASAN AKTIFITAS PENELITIAN KEPADA SUBJEK PENELITIAN

  Yolizal : Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral, 2007 Anda melakukan tes denervasi otonomik kardiak ini dengan sukarela. Yolizal : Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral, 2007 Peneliti Utama Peserta Penelitian(dr.

DATA-DATA PASIEN PENELITIAN

  Yolizal : Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral, 2007 Laboratorium :KGD sewaktu:HbA1c :Pemeriksaan EKG : a. Yolizal : Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral, 2007 Selisih = 3.

1. SD Negeri 7 Rantau Prapat : Ijazah tahun 1988

  SMP Negeri 2 Rantau Prapat : Ijazah tahun 1991 3. SMA Negeri 1 Medan : Ijazah tahun 1994 4.

III. PENGALAMAN KERJA

  Yolizal : Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral, 2007 OK. Yolizal : Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral, 2007 OK.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (78 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Perbandingan Kadar Kalium Darah Antara Penderita Preeklampsia Berat/Eklampsia Dengan Kehamilan Normal
0
52
65
Perbandingan Kadar Klorida Antara Penderita Preeklampsia Berat/Eklampsia Dengan Kehamilan Normal
5
89
30
Pengobatan Kandidiasis Oral Dengan Flukonazol Pada Penderita HIV / AIDS Dihubungkan Dengan Spesies Dan Bentuk Klinis Yang Dijumpai
1
72
76
Hubungan Antara Resistensi Insulin Dengan Jumlah Cairan Ketuban Pada Kehamilan 28 – 40 Minggu
4
115
61
Hubungan Kadar Resistin Plasma Dengan Resistensi Insulin Pada Penderita Sirosis Hati
0
53
89
Oral Kandidiasis Pada Penderita HIV/AIDS
1
19
47
Mukotis Oral Pada Penderita Kanker Nasofaring Yang Mendapat Kemoterapi 5-Fluorouracil (Laporan Kasus)
0
28
40
Hubungan Antara Mikroalbuminuria Yang Dinilai Dengan Rasio Albumin Kreatinin Urin Dengan Hipertrofi Ventrikel Kiri Pada Penderita Hipertensi Esensial
2
69
72
Denervasi Otonomik Kardiak Pada Penderita Dm Tipe-2 : Perbandingan Antara Yang Mendapat Terapi Insulin Dengan Obat Hipoglikemik Oral
0
27
78
Perbandingan Kadar Adiponectin Pada Penderita Sindroma Metabolik Dengan Penderita Dm Tipe 2 Baru Penelitian Di Departemen / SMF Ilmu Penyakit Dalam FK Usu / RS H Adam Malik Medan
0
39
77
Konversi BTA Pada Penderita TB Paru Kategori I yang Mendapat Terapi Intensif Dengan Diabetes Mellitus Terkontrol dan Diabetes Mellitus Tidak Terkontrol
1
36
64
Perbandingan Efikasi Terapi Kombinasi Sulfadoksin-Pirimetamin + Artesunat Dengan Sulfadoksin-Pirimetamin + Amodiakuin Pada Penderita Malaria Falciparum Tanpa Komplikasi
1
33
77
Perbandingan Efikasi Terapi Kombinasi Artesunat + Sulfadoksin-Pirimetamin Dengan Artesunat + Doksisiklin Pada Penderita Malaria Falciparum Tanpa Komplikasi
1
34
66
Perbandingan Hasil Uji Toleransi Glukosa Oral Pada Pria Terlatih Dengan Tidak Terlatih
0
36
90
Carbohydrate Counting untuk Penderita Diabetes Mellitus dengan Terapi Insulin Menggunakan Algoritma Koloni Lebah Buatan
0
0
8
Show more