PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEMA MAKANANKU SEHAT DAN BERGIZI MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS IVA SD NEGERI 2 LABUHAN RATU TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Gratis

3
18
62
3 years ago
Preview
Full text
PENINGKATAN HASIL BELAJARTEMA MAKANANKU SEHAT DAN BERGIZI MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS IVA SD NEGERI 2 LABUHAN RATU TAHUN PELAJARAN 2013/2014 (Skripsi) Oleh: Indah Suriyana PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG 2014 ABSTRAK PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEMA MAKANANKU SEHAT DAN BERGIZI MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS IVA SD NEGERI 2 LABUHAN RATU TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Oleh INDAH SURIYANA Permasalahan penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar pada siswa kelas IVA SD Negeri 2 Labuhan Ratu. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dibahas tentang cara meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran tema makananku sehat dan bergizi menggunakan model Problem Based Learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tindakan penelitian ini terdiri dari tiga siklus dan masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan yang dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu perencanaan,pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.Teknik analisis pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan data yang diperoleh melalui lembar observasi dan tes hasil belajar siswa. Subjek pada penelitian berjumlah 33 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan digunakannya model pembelajaran Problem Based Learning pada tema “Makananku Sehat dan Bergizi” dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan tersebut dibuktikan dengan hasil belajar pada siklus I diperoleh persentase nilai rata-rata sebesar 62,14% dan meningkatan pada siklus II menjadi71,69%. Pada siklus III presentase nilai rata-rata ketuntasan hasil belajar siswa mengalami kenaikan menjadi 76,73% dengan kategori “baik”. Penilaian kinerja guru mengalami peningkatan pada siklus I diperoleh persentase nilai sebesar 63,33 meningkat pada siklus II menjadi 73,33. Pada siklus III meningkat sebesar 83,33 dengan kategori “sangat baik”. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa dengan menggunakan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa tema makananku sehat dan bergizi pada siswa kelas IVA SD Negeri 2 Labuhan Ratu Tahun Pelajaran 2013/2014. Kata kunci: Hasil belajar, model Problem Based Learning MOTO JanganLihatKepadaMereka Yang SuksesSaatIni, LihatlahBagaimanaPerjuanganDibalikKesuksesanMereka (Ust. Yusuf Mansur) viii RIWAYAT HIDUP Penulis bernama Indah Suriyana lahir di Bandar Lampung pada tanggal 2 April 1993, sebagai anak keempat dari lima bersaudara dari pasangan Bapak Iwan Satria dan Ibu Mailastri. Pendidikan formal yang pernah ditempuh adalah: 1. Pendidikan Sekolah Dasar (SD) diselesaikan di SD Negeri 1 Kampung Baru pada tahun 2004. 2. Sekolah Menengah Pertama (SMP) diselesaikan di SMP Muhammadiyah 3 Bandar Lampung pada tahun 2007. 3. Sekolah Menengah Atas (SMA) diselesaikan di SMA Negeri 3 Bandar Lampung pada tahun 2010. Pada tahun 2010, penulis terdaftar sebagai mahasiswa program studi S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. vii PERSEMBAHAN Segala puji hanya milik Allah SWT, untuk segala nikmat dan karunia-Nya yang tak terhingga kebesaran-Nya. Selawat serta salam selalu tercurah kepada Rasulullah SAW, sang teladan yang telah membawa dunia dari kegelapan ke zaman yang penuh ilmu dan kebajikan. Kupersembahkan karya sederhana ini, sebagai bentuk bakti dan kasihku kepada: Papah dan Mamahku tersayang, Bpk Iwan Satria dan Ibu Mailastri yang telah memberikan nasihat, bimbingan, serta dukungan dengan penuh kasih sayang, kesabaran, dan keikhlasan yang sangat luar biasa. Seluruh Guruku, Dosen, dan Pembimbing yang telah membekali ilmu dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Kakak-kakakku dan adikku, Arvan Utama, Syahrizal, Tommi Irawan, dan Anggia Lestari yang selalu mendoakan dan memberikan motivasi untuk keberhasilanku. Kekasih hatiku M. Wahyu Pratama harapan masa depan yang selalu mendoakan dan memberikan dukungan untuk keberhasilanku. Sahabat-sahabatku terutama PGSD 2010, tim KKN-KT/PPL SD Negeri 1 Padang Cahya untuk semua kebersamaan baik senang maupun duka yang telah kita lalui bersama. Serta almamater tercinta, Universitas Lampung. ix SANWACANA Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga skripsi dengan judul “Peningkatan Hasil Belajar Tema Makananku Sehat dan Bergizi Menggunakan Model Problem Based Learning Pada Siswa Kelas IVA SD Negeri 2 Labuhan Ratu Tahun Pelajaran 2013/2014” telah diselesaikan dengan baik. Dalam penyusunan skripsi ini, penulis banyak sekali mendapatkan bantuan, bimbingan, motivasi, doa dan saran-saran yang membangun dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Dr. Bujang Rahman, M.Si., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung, yang telah memberikan kemudahan dan dukungan terhadap perkembangan program studi PGSD. 2. Bapak Drs. Baharuddin Risyak, M.Pd., selaku Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung, yang telah memberikan sumbangsih untuk kemajuan program studi PGSD. 3. Bapak Dr. Darsono, M.Pd., selaku Ketua Program Studi PGSD Universitas Lampung, yang telah banyak membantu mengembangkan program studi PGSD. 4. Bapak Drs. Syaifuddin Latif, M.Pd., selaku pembimbing I dan dosen Pembimbing Akademik, yang telah banyak membantu, membimbing dan x memberikan saran serta motivasi dengan penuh kesabaran sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. 5. Bapak Drs. Sugiman, M.Pd., selaku pembimbing II, yang telah banyak membantu, membimbing dan memberikan saran serta motivasi kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. 6. Ibu Dr. Lilik Sabdaningtyas, M.Pd., selaku pembahas, yang telah banyak memberikan arahan, saran dan masukan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini dengan baik. 7. Ibu Suriana, S.Pd., selaku Kepala SD Negeri 2 Labuhan Ratu, yang telah bersedia memberi izin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian di sekolah tersebut. 8. Ibu Mardiana, S.Pd., selaku guru kelas IVA SD Negeri 2 Labuhan Ratu, yang telah bersedia menjadi teman sejawat dan membantu penulis selama proses penelitian berlangsung. 9. Bapak Iwan Satria dan Ibu Mailastri, selaku kedua orang tua, yang telah memberikan doa, motivasi dan dukungan tiada henti kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. 10. Keluarga besar yang selalu memberikan doa serta dukungan moril maupun materil sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Khususnya kakak-kakakku Kanjeng Arvan, Uda Syahrizal, Ebung Tommi, adikku tersayang Anggia Lestari dan sidah haliyana. Serta kakak-kakak iparku dan ponakanku terimakasih banyak atas motivasi dan dukungannya selama ini. xi 11. M. Wahyu Pratama kekasih hatiku yang telah menemani sejak bangku SMA. Terimakasih telah memberikan semangat serta doa untuk kesuksesanku, semoga selalu menjadi yang terbaik. 12. Sahabat luar biasa hebatnya yang selalu menemani dan memberikan motivasi tiada henti Ayu Rizky Susilowati ‘Sulek’, Arifia ‘piyak’, Amelia, Mayang Saputri ‘Menyeng’. Terima kasih atas segalanya. 13. Teman-teman satu angkatan dan satu kelas PGSD UPP Kampus 2010, yang telah menjalin persahabatan yang baik: Lutfi ‘minul’, Sri Mulyani ‘mulbogel’, Suci ‘Ning’, Vina ‘Maksu’, Cica, Amrisa ‘Bibik’, Yosi ‘Ndek’, Yulinda, Dewi, Annisa, Ai, Tanti, Maryeni, Rika, Septi, Devy, Maksum, Winda, Dwi Indah, Lady, Ria, Reni, Marina, Rahmad, Bang Nio, Sainer, Aji Ibnu, Pindo, Imam dan Dedy. Terima kasih atas dukungan, kerjasama, persahabatan dan pengalaman yang telah dilewati bersama. Penulis berharap semoga segala bantuan yang telah diberikan kepada penulis mendapat balasan dari Allah SWT. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua orang. Bandar Lampung, Penulis Indah Suriyana xii Oktober 2014 DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK ................................................................................................... ii HALAMAN JUDUL ....................................................................................... iii HALAMAN PERSETUJUAN......................................................................... iv HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................... v HALAMAN PERNYATAAN ......................................................................... vi RIWAYAT HIDUP.......................................................................................... vii MOTTO ................................................................................................... viii PERSEMBAHAN ............................................................................................ ix SANWACANA................................................................................................ x DAFTAR ISI ................................................................................................... xiii DAFTAR TABEL ........................................................................................... xiv DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ....................................................................................... B. Identifikasi Masalah ................................................................................ C. Rumusan Masalah ................................................................................... D. Tujuan Penelitian..................................................................................... E. Manfaat Penelitian ................................................................................... 1 6 6 7 7 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Makna Belajar dan Pembelajaran............................................................ 1. Pengertian Belajar ............................................................................... 2. Pengertian Pembelajaran ..................................................................... B. Hasil Belajar ............................................................................................ C. Pembelajaran Tematik Terpadu............................................................... 1. Pengertian Pembelajaran Tematik Terpadu ....................................... 2. Penilaian Pada Pembelajaran Tematik Terpadu.................................. 3. Tema Makananku Sehat dan Bergizi .................................................. D. Model Pembelajaran PBL ....................................................................... 1. Pengertian Model Pembelajaran ........................................................ 2. Pengertian PBL ................................................................................... 3. Langkah-langkah PBL ........................................................................ 4. Karakteristik PBL................................................................................ 5. Kelebihan dan Kekurangan PBL......................................................... E. Penelitian Relevan ................................................................................... 9 9 10 11 12 13 14 15 17 17 18 19 20 21 21 xiii F. Kerangka Pikir ......................................................................................... G. Hipotesis Tindakan................................................................................... 23 25 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian........................................................................................ B. Setting Penelitian..................................................................................... 1. Lokasi Penelitian................................................................................. 2. Waktu Penelitian ................................................................................. 3. Subjek Penelitian................................................................................. C. Prosedur Penelitian.................................................................................. D. Langkah-langkah Penelitian Tindakan Kelas.......................................... E. Teknik Pengumpulan Data ...................................................................... F. Alat Pengumpulan Data ........................................................................... G. Teknik Analisis Data................................................................................ 1. Analisis Kualitatif ............................................................................... 2. Analisis Kuantitatif ............................................................................. H. Indikator Keberhasilan ............................................................................. 26 27 27 27 27 27 28 36 37 38 38 39 40 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Kegiatan.............................................................................. 1. Profil SD N 2 Labuhan Ratu ............................................................... 2. Jadwal Kegiatan .................................................................................. B. Hasil Penelitian........................................................................................ 1. Hasil Penelitian Siklus I ...................................................................... a. Tahap Perencanaan Siklus I ............................................................ b. Tahap Pelaksanaan Siklus I............................................................. c. Hasil Pengamatan Siklus I............................................................... d. Refleksi Siklus I .............................................................................. 2. Hasil Penelitian Siklus II..................................................................... a. Tahap Perencanaan Siklus II ........................................................... b. Tahap Pelaksanaan Siklus II ........................................................... c. Hasil Pengamatan Siklus II ............................................................. d. Refleksi Siklus II............................................................................. 3. Hasil Penelitian Siklus III ................................................................... a. Tahap Perencanaan Siklus III.......................................................... b. Tahap Pelaksanaan Siklus III .......................................................... c. Hasil Pengamatan Siklus III ............................................................ d. Refleksi Siklus III ........................................................................... C. Pembahasan ............................................................................................. 41 41 42 42 42 43 44 50 54 55 55 56 62 65 66 66 67 73 76 77 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ............................................................................................. B. Saran .................................................................................................... 81 82 DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... LAMPIRAN.................................................................................................... 84 86 xiv DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1.1 Presentase Nilai UAS ................................................................................ 2.1 Langkah-langkah PBL .............................................................................. 3.1 Indikator Kinerja Guru .............................................................................. 3.2 Indikator Hasil Belajar Afektif (sikap) Siswa ........................................... 3.3 Indikator Hasil Belajar Psikomotor (keterampilan) siswa ......................... 3.4 Kategori Penilaian Kinerja Guru................................................................ 3.5 Kategori Nilai Sikap Percaya Diri dan Kerjasama siswa........................... 3.6 Kategori Keterampilan siswa ..................................................................... 3.7 Kategori Nilai Ketuntasan Belajar siswa ................................................... 4.1 Jumlah Guru Kelas SD N 2 Labuhan Ratu ............................................... 4.2 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan ................................................................... 4.3 Hasil Belajar Siswa Siklus I ..................................................................... 4.4 Rekapitulasi Kinerja Guru Siklus I .......................................................... 4.5 Hasil Belajar Siswa Siklus II...................................................................... 4.6 Rekapitulasi Kinerja Guru Siklus II ......................................................... 4.7 Hasil Belajar Siswa Siklus III .................................................................... 4.8 Rekapitulasi Kinerja Guru Siklus III ......................................................... 4.9 Rekapitulasi hasil Belajar Siswa per-Siklus............................................... 4.10 Rekapitulasi Persentase Kinerja Guru per-Siklus .................................. x 4 21 157 158 158 39 40 40 41 43 44 54 55 65 66 76 77 79 81 DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 2.1 Bagan Kerangka Pikir ............................................................................... 3.1 Tahapan PTK ............................................................................................ 4.1 Rekapitulasi Nilai Hasil Belajar Siswa ...................................................... 4.2 Rekapitulasi Persentase Kinerja Guru per-Siklus ...................................... xvi 24 28 78 79 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman Surat-surat 1. Surat Penelitian Pendahuluan....................................................................... 2. Surat Izin Penelitian .................................................................................... 3. Surat Keterangan Penelitian dari Sekolah ................................................... 87 88 89 Perangkat Pembelajaran 4. Pemetaan Kompetensi Siklus I .................................................................... 5. Pemetaan Kompetensi Siklus II .................................................................. 6. Pemetaan Kompetensi Siklus III ................................................................. 7. Silabus Siklus I ............................................................................................ 8. Silabus Siklus II .......................................................................................... 9. Silabus Siklus III ......................................................................................... 10. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I ............................................ 11. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II ........................................... 12. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus III ......................................... 13. Lembar Kerja Siswa Siklus I ..................................................................... 14. Lembar Kerja Siswa Siklus II ................................................................... 15. Lembar Kerja Siswa Siklus III .................................................................. 16. Soal Test Kognitif Siklus I ........................................................................ 17. Soal Test Kognitif Siklus II ....................................................................... 18. Soal Test Kognitif Siklus III ..................................................................... 90 91 92 93 96 99 101 111 123 134 139 144 148 151 154 Lembar Observasi 19. Instrumen Indikator Penilaian Kinerja guru, Afektif dan Psikomotor ....... 20. Lembar Observasi Sikap (Afektif) Siswa ................................................. 21. Lembar Observasi Keterampilan (Psikomotor) Siswa............................... 22. Lembar Penilaian Hasil Belajar (Kognitif) Siswa...................................... 23. Lembar Observasi Kinerja Guru ............................................................... 157 159 167 175 179 Dokumentasi Penelitian .................................................................................. 194 xvii 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sebagai negara yang berkembang pendidikan dipandang sebagai suatu kebutuhan penting dan sarana demi memajukan pembangunan negara. Pendidikan menjadi tuntutan wajib bagi setiap negara, pendidikan memegang peranan yang amat penting untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa serta merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumberdaya manusia. Untuk membentuk sumberdaya manusia yang berkualitas tentunya harus diimbangi dengan pendidikan yang berkualitas. Pendidikan harus selalu diperbaiki serta dikembangkan sehingga dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman. Pendidikan yang baik tidak hanya menekankan pada aspek pengetahuan saja, namun harus bersifat holistik atau menyeluruh dan mampu menanamkan nilai-nilai, sikap, dan keterampilan pada diri peserta didik. Menurut undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) pasal 1 yang berbunyi: “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara”. 2 Selain itu pengertian lain tentang Pendidikan dalam Sagala (2010:4), “pendidikan merupakan suatu proses dalam rangka mempengaruhi siswa supaya mampu menyelesaikan diri sebaik mungkin dengan lingkungannya dan yang akan menimbulkan perubahan pada dirinya yang memungkinkan, sehingga berfungsi sesuai kompetensinya dalam kehidupan masyarakat”. Berdasarkan kedua pengertian tersebut, pendidikan menjadi salah satu wadah bagi seseorang untuk belajar, mengembangkan potensi dan pendidikan juga sebagai sarana untuk memberikan suatu pengarahan serta bimbingan yang diberikan kepada peserta didik dalam pertumbuhannya untuk membentuk kepribadian yang berilmu, bertakwa kepada Tuhan, kreatif, mandiri dan membentuk peserta didik dalam menuju kedewasaan. Sesuai dengan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 menegaskan bahwa, “pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Semua tujuan tersebut dirangkum dalam seperangkat kurikulum. Guna mewujudkan pendidikan yang bermutu, saat ini mulai diterapkan Kurikulum 2013 sebagai perbaikan dan penyempurna dari kurikulum yang telah diterapkan sebelumnya yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kurikulum tersebut dijadikan pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran, didalamnya terdapat Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD). Seperti yang dikemukakan oleh Andi Prastowo (2013: 119) bahwa, 3 “Pembelajaran tematik menawarkan model-model pembelajaran yang menjadikan aktivitas pembelajaran itu relevan dan penuh makna, mulai dari pembelajaran inquiry secara aktif sampai dengan penyerapan pengetahuan dan fakta secara pasif, dengan memberdayakan pengetahuan dan pengalaman siswa untuk membantunya mengerti dan memahami dunia kehidupannya”. Dari pengertian dan tujuan pembelajaran tematik tersebut, dapat dilihat bahwa prinsip pembelajaran tematik terpadu pada kurikulum 2013 memiliki potensi untuk dapat lebih memaksimalkan keefektifitasan kegiatan belajar siswa sehingga berdampak pada meningkatnya hasil belajar siswa. Oleh karena itu pembelajaran tematik diharapkan dapat memberi dampak positif pada peningkatan nilai siswa di kelas IVA SD Negeri 2 Labuhan Ratu. Selanjutnya Permendikbud No. 66 Tahun 2013 tentang standar penilaian pendidikan menjelaskan bahwa, “untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik pada kurikulum 2013 menggunakan penilaian autentik (authentic assessment). Penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif dengan ruang lingkup penilaian tidak hanya menilai siswa dari segi pengetahuan yang dimiliki, tetapi sikap (spiritual dan sosial) dan keterampilan siswa juga dinilai dalam proses pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai”. Menurut hasil observasi yang telah dilakukan peneliti, diperoleh data bahwa di kelas IVA SD Negeri 2 Labuhan Ratu pada hasil penilaian sikap siswa masih banyak yang belum menunjukkan prilaku percaya diri dan kerjasama yang baik pada proses pembelajaran maupun pada saat diskusi kelompok. Begitu pula pada hasil penilaian keterampilan, masih banyak siswa yang belum dapat mengungkapkan pendapat dan memecahkan masalah yang baik pada saat proses pembelajaran berlangsung. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemendikbud (2013: 131) memberikan “acauan yang dapat dijadikan standar keberhasilan dalam 4 pembelajaran yaitu apabila siswa sudah mendapat nilai minimal 66 maka pembelajaran dikatakan meningkat”. Selanjutnya dalam Mulyasa (2013: 131) mengatakan bahwa “proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila secara klasikal mencapai 75%”. Dari data yang diperoleh pada semester ganjil diketahui bahwa hasil ujian akhir semester siswa kelas IVA masih rendah, pada aspek kognitif hanya 54% dari 33 siswa atau sebanyak 17 siswa yang berhasil mencapai KKM yaitu ≥ 66. Sebagai ilustrasi disajikan data hasil belajar kognitif ulangan akhir semester kelas IVA pada semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014 didapat data sebagai berikut: Tabel 1.1 Persentase Nilai Ulangan Akhir Semester Ganjil Jml siswa belum No mencapai KKM 1 PKn 5 2 B. Indonesia 26 3 Matematika 20 4 IPA 14 5 IPS 11 Sumber: SDN 2 Labuhan Ratu Mata Pelajaran Presentase Jml Nilai siswa dibawah mencapai KKM KKM 15,1 % 28 78,8 % 7 60,6 % 13 42,4 % 19 33,4 % 22 Presentase Nilai diatas KKM 84,9 % 21,2 % 39,4 % 57,6 % 66,7 % Jumlah Siswa 33 siswa Berdasarkan data hasil ujian akhir semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014 diatas, menunjukkan bahwa hanya pada mata pelajaran B. Indonesia dan Matematika yang masih tergolong sangat rendah. Namun, penelitian yang akan dilaksanakan oleh peneliti mengikuti kurikulum yang sedang berlangsung yakni kurikulum 2013, pola pembelajaran pada Kurikulum 2013 ini menggunakan pembelajaran tematik terpadu sehingga peneliti akan meningkatkan nilai dari ke lima mata pelajaran pokok tersebut dalam tema makananku sehat dan bergizi. 5 Terlihat pula pada pembelajaran yang dilaksanakan, guru belum menerapkan model pembelajaran yang menuntut siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran guru masih menggunakan metode ceramah sehingga menimbulkan kebosanan pada siswa dan menjadikan siswa kurang aktif juga kurang kreatif. Dalam proses pembelajaran belum ada kegiatan yang menuntut siswa untuk aktif didalam pembelajaran, kegiatan yang masih banyak dilakukan oleh siswa yakni mencatat dan mendengarkan penjelasan dari guru. Hal ini menyebabkan pola pembelajaran masih berpusat pada guru (teacher centered). Berdasarkan beberapa masalah tersebut pembelajaran di kelas hendaknya perlu diadakan perbaikan dalam kegiatan pembelajaran agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk meningkatkan hasil belajar dari permasalahan ini, pembelajaran tersebut akan dikemas dalam model pembelajaran kooperatif. Hal ini berdasarkan pada pembelajaran kooperatif yang menganut paham konstruktivisme dalam pembelajaran. Dimana siswa leluasa untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang membantunya dalam membangun pengetahuan sendiri. Salah satu model pembelajaran yang dapat memenuhi tuntutan tersebut adalah pembelajaran berbasis masalah atau Problem Based Learning (PBL). Langkah-langkah dalam PBL seperti mengumpulkan informasi serta menyajikan hasil karya dapat mendorong siswa melakukan penyelidikan dan mengkomunikasikan hasil temuannya. Dengan menggunakan model pembelajaran ini, anak didik dituntut untuk berperan aktif dalam proses 6 belajar mengajar, sehingga nantinya anak didik terbiasa untuk berfikir dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Berdasarkan uraian di atas, maka dalam penelitian tindakan kelas ini peneliti mengangkat judul “Peningkatan Hasil Belajar Tema Makananku Sehat dan Bergizi Menggunakan Model Problem Based Learnng pada Siswa Kelas IVA SD Negeri 2 Labuhan Ratu Tahun Pelajaran 2013/2014”. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang di atas dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut: 1. Hasil belajar siswa kelas IVA SD Negeri 2 Labuhan Ratu masih tergolong rendah dibuktikan hanya 54% siswa yang mencapai KKM yaitu ≥ 66. 2. Guru belum menerapkan model pembelajaran yang inovatif sehingga menimbulkan kebosanan pada siswa. 3. Pola pembelajaran masih terpusat kepada guru (teacher centered). 4. Siswa belum dilibatkan dalam proses pembelajaran. C. Rumusan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: Apakah hasil belajar tema Makananku Sehat dan Bergizi dapat ditingkatkan menggunakan model PBL pada siswa kelas IVA SD Negeri 2 Labuhan Ratu Tahun Pelajaran 2013/2014?. 7 D. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk: 1. Meningkatkan hasil belajar tema Makananku Sehat dan Bergizi menggunakan model PBL pada siswa kelas IVA SD Negeri 2 Labuhan Ratu Tahun Pelajaran 2013/2014. 2. Meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan guru khususnya pada tema Makananku Sehat dan Bergizi menggunakan model PBL pada siswa kelas IVA SD Negeri 2 Labuhan Ratu Tahun Pelajaran 2013/2014. E. Manfaat Penelitian Adapun hasil penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi: 1. Siswa Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada tema Makananku Sehat dan Bergizi melalui model PBL di Kelas IVA SD Negeri 2 Labuhan Ratu. 2. Guru Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperluas wawasan guru mengenai model-model dan metode pembelajaran tematik khususnya model PBL sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan dan mengembangkan profesional guru dalam pembelajaran di kelas sesuai dengan kurikulum 2013. 3. Sekolah menyelenggarakan 8 Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi positif guna meningkatkan mutu pendidikan di SD Negeri 2 Labuhan Ratu. 4. Peneliti Bagi peneliti, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sarana pengembangan wawasan mengenai Kurikulum 2013 serta dapat menambah pengetahuan dan pengalaman melalui penelitian tindakan kelas dengan menerapkan model PBL. 9 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Makna Belajar dan Pembelajaran Setiap manusia dari awal hingga akhir hidupnya selalu mengalami proses perkembangan, perkembangan itu sendiri tidak terlepas dari hasil belajar dan pembelajaran yang bisa terjadi dimana saja dan kapan saja hampir diseluruh aspek. Berbagai macam definisi tentang belajar dan pembelajaran telah banyak dikemukakan oleh para ahli sesuai dengan persepsi masingmasing. 1. Pengertian Belajar Belajar merupakan sebuah proses atau aktivitas yang dilakukan seseorang dalam hidupnya untuk memperoleh perubahan tingkah laku menjadi yang diharapkan. Belajar secara umum menurut Trianto (2010: 16) “belajar diartikan sebagai perubahan pada individu yang terjadi melalui pengalaman, dan bukan karena pertumbuhan atau perkembangan tubuhnya atau karakteristik seseorang sejak lahir”. Belajar merupakan proses yang terjadi didalam setiap individu, belajar menurut Wina Sanjaya dalam Andi Prastowo (2013: 49) “belajar adalah suatu proses mental seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya, sehingga 10 menghasilkan perubahan tingkah laku yang bersifat positif, baik perubahan dalam aspek pengetahuan, afeksi, maupun psikomotorik”. Definisi-definisi tersebut sejalan dengan pendapat Slameto dalam Jihad dan Haris (2012: 2) merumuskan bahwa “belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan perilaku yang dialami oleh individu yang berusaha untuk memperoleh perubahan tingkah laku dan akan berlangsung terus-menerus serta tidak akan pernah berhenti. 2. Pengertian Pembelajaran Pembelajaran merupakan suatu proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik yang bertujuan agar siswa dapat belajar dalam rangka perubahan sikap lebih baik. Menurut Rusman (2012: 134) menjelaskan bahwa “pembelajaran pada hakikatnya merupakan suatu proses interaksi antara guru dengan siswa, baik interaksi secara langsung seperti kegiatan tatap muka maupun secara tidak langsung, yaitu dengan menggunakan berbagai media pembelajaran”. Proses pembelajaran terjadi dikarenakan adanya interaksi belajar dan mengajar dalam suatu kondisi tertentu. Menurut Andi Prastowo (2013:57) “pembelajaran merupakan suatu proses atau upaya menciptakan kondisi 11 belajar dalam mengembangkan kemampuan minat dan bakat siswa secara optimal sehingga kompetensi dan tujuan pembelajaran dapat tercapai”. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah kegiatan belajar siswa yang dirancang oleh guru yang merupakan gabungan dari berbagai unsur agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. B. Hasil Belajar Setelah melalui proses belajar, anak diharapkan dapat mencapai tujuan belajar yang disebut sebagai hasil belajar. Hasil belajar sangat erat kaitannnya dengan belajar atau proses belajar. Dalam melaksanakan evaluasi hasil belajar dituntut untuk mengevaluasi secara menyeluruh terhadap peserta didik, baik dari segi pemahamannya terhadap materi atau bahan pembelajaran yang telah diberikan (aspek kognitif), maupun dari segi penghayatan (aspek afektif), dan pengamalannya (aspek psikomotor). Menurut Bloom dalam Jihad dan Haris (2012: 14) bahwa “didalam hasil belajar terdapat tiga ranah (domain) yaitu kognitif, afektif, dan pskimotor”. Adapun Indikator untuk masing-masing aspek tersebut adalah: 1. Aspek Kognitif Dimensi Kognitif adalah kemampuan yang berhubungan dengan berpikir, mengetahui, dan memecahkan masalah, seperti pengetahuan komprehensif, aplikatif, sintesis, analisis dan pengetahuan evaluatif. Kawasan kognitif adalah kawasan yang membahas tujuan pembelajaran berkenaan dengan proses mental yang berawal dari tingkat pengetahuan 12 sampai ke tingkat yang lebih tinggi, yakni evaluasi. Pada penelitian ini peneliti hanya membatasi sampai aspek yang rendah dikarenakan pada sabyek yang diteliti merupakan kelas rendah. 2. Aspek Afektif Dimensi afektif adalah kemampuan yang berhubungan dengan sikap, nilai, minat, dan apresiasi. Menurut Uno dalam Suprihatiningrum (2013: 41), “ada lima tingkat afeksi dari yang paling sederhana ke yang kompleks, yaitu kemauan menerima, kemauan menanggapi,berkeyakinan, penerapan karya, serta ketekunan dan ketelitian”. Selain dari aspek kognitif dan psikomotor, dalam kurikulum 2013 lebih menyoroti pada aspek Afektif (sikap). Pada penelitian ini peneliti lebih memfokuskan pada sikap percaya diri dan kerjasama, hal tersebut berdasarkan hasil observasi yang menunjukkan kurangnya prilaku yang mencerminkan sikap percaya diri dan kerjasama dalam proses pembelajaran. 3. Aspek Psikomotorik Menurut klasifikasi dari Simpon dalam Suprihatiningrum (2013: 46) ranah psikomotorik mencakup tujuan yang berkaitan dengan keterampilan (skill) bersifat manual atau motorik. Aspek Psikomotor (keterampilan), keterampilan tersebut bisa berupa keterampilan berpikir seperti merancang solusi pemecahan masalah dan keterampilan motorik seperti mengumpulkan tugas, memecahkan masalah, dan mengemukakan pendapat sesuai dengan petunjuk. Keberhasilan pengajaran dapat dilihat dari segi hasil yang di dapatkan siswa dalam pembelajaran. Hasil belajar menurut Juliah dalam Jihad dan 13 Haris (2012: 15) adalah “segala sesuatu yang menjadi milik siswa sebagai akibat dari kegiatan belajar yang dilakukannya”. Berdasarkan beberapa pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah hasil yang diperoleh oleh siswa melalui kegiatan belajar yang menghasilkan perubahan pada aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Pada aspek kognitif meliputi pengetahuan, pemahaman, penerapan, dan analisis. Sedangkan pada aspek afektif meliputi sikap percaya diri dan kerjasama serta aspek psikomotor meliputi pemecahan masalah dan mengemukakan pendapat. C. Pembelajaran Tematik Terpadu Kurikulum 2013 yang diimplementasikan, mengamanatkan bahwa pembelajaran harus dilaksanakan dengan menerapkan pendekatan scientific atau pendekatan ilmiah. Pendekatan scientific memiliki langkah-langkah yaitu mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta. Pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah itu dianggap lebih efektif hasilnya dibandingkan dengan pembelajaran tradisional. 1. Pengertian Pembelajaran Tematik Terpadu Pembelajaran tematik terpadu diharapkan agar siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dalam proses pembelajaran, menurut Andi Prastowo (2013: 122) berpendapat bahwa “istilah “tematik” dan “terpadu”, meskipun tampak berbeda, tetapi mengandung inti yang sama, yaitu sama-sama berorientasi pada proses penyatuan”. Pembelajaran tematik terpadu dilaksanakan dengan cara mengaitkan beberapa pelajaran, Kemendikbud 14 (2013) mengemukakan bahwa “pembelajaran tematik terpadu merupakan pembelajaran terpadu yang dalam pelaksanaannya pelajaran yang disampaikan diintegrasikan melalui tema untuk memberikan pengalaman bermakna kepada siswa secara utuh”. Pembelajaran tematik terpadu mengajak siswa untuk dapat berperan aktif didalam proses pembelajaran, menurut Raka Jono dalam Trianto (2010: 81) bahwa “pembelajaran terpadu merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa secara individual maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep secara bermakna”. Bardasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tematik tepadu merupakan pembelajaran yang menggabungkan atau memadukan beberapa topik atau mata pelajaran ke dalam satu pembelajaran dan mengaitkannya dengan tema yang sesuai untuk memberikan pembelajaran yang bermakna bagi siswa dan pembelajaran tematik terpadu diharapkan dapat menjadikan proses pembelajaran lebih efektif dan menarik. 2. Penilaian pada pembelajaran Tematik Terpadu Pada pembelajaran tematik terpadu menggunakan penilaian yang sebenarnya atau penilaian autentik (Authentic Assesment). Dalam Permendikbud No.66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan dijelaskan “penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran”. Penilaian ini perlu dilakukan agar guru dapat menggambarkan perkembangan hasil belajar siswa baik dalam rangka 15 mengobservasi, menalar, mencoba, mengkomunikasikan, dan membuat jejaring. Hal tersebut sejalan dengan pendapat dari Kunandar (2013: 35) yang mengatakan bahwa, “penilaian autentik adalah kegiatan menilai peserta didik yang menekankan pada apa yang seharusnya dinilai, baik proses maupun hasil dengan berbagai instrumen penilaian yang disesuaikan dengan tuntutan kompetensi yang ada di Standar Kompetensi (SK) atau Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)”. Sedangkan menurut Komalasari (2010: 148) “penilaian autentik adalah suatu penilaian belajar yang memonitor dan mengukur kemampuan siswa serta semua aspek hasil belajar (yang tercakup dalam domain kognitif, afektif, dan psikomotor) yang merujuk pada situasi atau konteks dunia nyata”. Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa penilaian autentik adalah penilaian yang mengukur pengetahuan serta keterampilan peserta didik secara keseluruhan. Teknik dan instrumen yang digunakan untuk penilaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan berdasarkan Permendikbud No.66 tahun 2013 adalah penilaian kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. a. Penilaian kompetensi sikap Instrumen yang digunakan untuk observasi, penilaian diri, dan penilaian antar siswa adalah daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik, sedangkan pada jurnal berupa catatan pendidik. b. Penilaian Kompetensi Pengetahuan 16 Pendidik menilai kompetensi pengetahuan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan. c. Penilaian Kompetensi Keterampilan Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut siswa mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian portofolio. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik. 3. Tema Makananku Sehat dan Bergizi Pembelajaran tematik terpadu untuk siswa kelas IV SD/MI pada kurikulum 2013 terdapat sembilan tema. Sebelumnya peneliti memilih tema kedelapan yaitu tema Tempat Tinggalku sebagai bahan ajar dalam penelitian, tetapi tema tersebut sudah terlewatkan maka peneliti mengganti pada Tema Makananku Sehat dan Bergizi yang dijadikan sebagai bahan ajar dalam penelitian. Tema Makananku Sehat dan Bergizi merupakan tema terakhir dalam pembelajaran Kurikulum 2013 dan dilaksanakan pada pembelajaran di semester genap. Pada tema Makananku Sehat dan Bergizi ini, memiliki tiga buah subtema yaitu (1) Makananku sehat dan bergizi, (2) Manfaat makanan sehat dan bergizi, (3) Kebiasaan makanku dan masing-masing subtema memiliki 6 pembelajaran. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan subtema yang ke satu yaitu subtema makananku sehat dan bergizi. Pada subtema satu yang berjudul tentang makananku sehat dan bergizi ini, berisi 6 pembelajaran pula 17 yang masing-masing pembelajarannya memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa. Pada pembelajaran 1, berisi kegiatan membaca teks, siswa bekerja dalam kelompok, siswa berlatih mengumpulkan dan mengolah data, dan membuat laporan. Pada Pembelajaran 2, berisi tentang kegiatan siswa mengenal pengelompokan makanan, mengenal asal daerah makanan tertentu, menghubungkan antara sumber daya alam lingkungan dan masyarakat, berdiskusi tentang salah satu pengolahan makanan dan membuat laporan. Pada pembelajaran 3, berisi kegiatan bereksplorasi dengan grafik batang, bereksplorasi dengan data, melakukan pembulatan, dan berkreasi dengan bijibijian. Pada pembelajaran 4, berisi kegiatan mengenal pentingnya tinggi dan berat badan ideal, berlatih menghitung berat badan ideal, membuat grafik batang ganda, berlatih olahraga untuk meningkatkan kebugaran tubuh. Pada pembelajaran 5, berisi kegiatan menyanyikan lagu tentang buah, berkreasi membuat minuman dari buah, menulis resep makanan atau minuman, mengenal jeruk, dan membuat laporan pemanfaatan sumber daya alam. Pada pembelajaran 6, berisi kegiatan mengenal sumber daya alam hewan yang bermanfaat dan melakukan presentasi. D. Model Pembelajaran PBL 1. Pengertian Model Pembelajaran Salah satu upaya agar tercipta pembelajaran yang berkualitas yaitu dengan menerapkan model-model pembelajaran. Model pembelajaran perlu 18 dipahami oleh guru agar dapat melaksanakan pembelajaran secara efektif dalam meningkatkan hasil pembelajaran. Model pembelajaran menurut Joice dan Weil dalam Isjoni (2013: 50) adalah “suatu pola atau rencana yang sudah direncanakan sedemikian rupa dan digunakan untuk menyusun kurikulum, mengatur materi pelajaran, dan memberi petunjuk kepada pengajar dikelasnya”. Memilih suatu model pembelajaran, harus sesuai dengan realitas yang ada dan situasi kelas yang ada. Menurut Andi Prastowo (2013: 68) “model pembelajaran memiliki cirri-ciri memiliki prosedur yang sistematis, hasil belajar diterapkan secara khusus, penetapan lingkungan secara khusus, memiliki ukuran keberhasilan tertentu, dan suatu model belajar menetapkan cara yang memungkinkan siswa melakukan interaksi dan bereaksi dengan lingkungan”. Berdasarkan beberapa pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran adalah cara yang digunakan sebagai acuan atau pedoman dalam kegiatan pembelajaran agar dapat menjadikan pembelajaran efektif demi mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. 2. Pengertian PBL Model pembelajaran PBL dikenal dengan pembelajaran berbasis masalah. Masalah-masalah yang diberikan harus dapat merangsang dan memicu pembelajaran menjadi lebih baik, pada pembelajaran berbasis masalah ini siswa dituntut untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Langkah-langkah yang akan dilalui siswa dalam proses pembelajaran berbasis masalah ini adalah menemukan masalah, mendefinisikan masalah, mengumpulkan fakta, dan memberikan solusi. Menurut Moffit dalam Andi 19 Prastowo (2013: 79) mengatakan bahwa, “pembelajaran berbasis masalah adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah”. Hal tersebut sejalan menurut Tan dalam Rusman (2012: 229) yang mengatakan bahwa, “pembelajaran berbasis masalah merupakan inovasi dalam pembelajaran karena dalam pembelajaran tersebut kemampuan berfikir siswa betul-betul dioptimalisasikan melalui proses kerja kelompok sehingga siswa dapat memberdayakan, mengasah, menguji dan mengembangkan kemampuan berfikirnya secara berkesinambungan”. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PBL merupakan model pembelajaran yang dapat merangsang pembelajar untuk dapat memiliki tingkat kemampuan yang tinggi dalam memecahkan masalah. 3. Langkah-langkah PBL Langkah-langkah dalam PBL menurut Jihad dan Haris (2012: 37) dapat dilihat pada tabel 2.1 berikut. 20 Tabel 2.1 Langkah-langkah PBL Fase Indikator Aktivitas/Kegiatan Guru ke1 Orientasi siswa kepada Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, masalah menjelaskan logistic yang dihubungkan, memotivasi siswa terlibat pada aktivitas pemecahan masalah yang dipilihnya. 2 Mengorganisasikan Guru membantu siswa mendefinisikan siswa untuk belajar dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut. 3 Membimbing Guru mendorong siswa untuk penyelidikan individual mengumpulkan informasi yang sesuai, maupun kelompok melaksanakan eksperimen, untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. 4 Mengembangkan dan Guru membantu siswa dalam menyajikan hasil merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video dan model yang membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya 5 Menganalisis dan Guru membantu siswa untuk melakukan mengevaluasi proses refleksi atau evaluasi terhadap pemecahan masalah penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. 4. Karakteristik PBL PBL memiliki karakteristik dalam pembelajaran. Adapun menurut Tan dalam Taufiq Amir (2010: 22) merangkum karakteristik yang tercakup dalam proses PBL adalah sebagai berikut: a. Masalah digunakan sebagai awal pembelajaran b. Biasanya, masalah yang digunakan merupakan masalah dunia nyata yang disajikan secara mengambang (ill-structured) c. Masalah biasanya menuntut perspektif majemuk (multiple perspective); d. Masalah membuat pembelajar tertantang untuk mendapatkan pembelajaran diranah pembelajaran yang baru e. Sangat mengutamakan belajar mandiri (self directed learning) f. Memanfaatkan sumber pengetahuan yang bervariasi, tidak dari satu sumber saja 21 g. Pembelajarannya kolaboratif, komunikatif, dan kooperatif. Pembelajar bekerja dalam kelompok, berinteraksi, mengajarkan (peer teaching), dan melakukan presentasi 5. Kelebihan dan Kekurangan PBL Setiap model pembelajaran mempunyai kelebihan dan kekurangannya dalam melaksanakan proses pembelajaran. Kelebihan dan kekurangan model pembelajaran PBL ini menurut Warsono dan Hariyanto (2012: 152) adalah sebagai berikut: Kelebihan: a. Siswa akan terbiasa menghadapi masalah dan merasa tertantang untuk menyelesaikan masalah, tidak hanya terkait dengan pembelajaran dalam kelas, tetapi juga menghadapi masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari (real world). b. Memupuk solidaritas sosial dengan terbiasa berdiskusi dengan teman-teman sekelompok kemudian berdiskusi dengan teman-teman sekelasnya. c. Semakin mengakrabkan guru dengan siswa. d. Karena ada kemungkinan suatu masalah harus diselesaikan siswa melalui eksperimen hal ini juga akan membiasakan siswa dalam menerapkan metode eksperimen. Kekurangan/ kelemahan: a. Tidak banyak guru yang mampu mengantarkan siswa kepada pemecahan masalah; b. Seringkali memerlukan biaya mahal dan waktu yang panjang; c. Aktivitas siswa yang dilaksanakan diluar sekolah sulit dipantau guru. E. Penelitian Relevan Banyak sekali penelitian terutama Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan model pembelajaran tersebut sebagai model yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Berikut ini disajikan data hasil 22 penelitian yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dari berbagai sumber. 1. Penelitian ini disusun oleh Zahrial Yudha Prawira dari Universitas Negeri Lampung jurusan Ilmu Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada tahun 2010/2011 dengan judul “Penerapon Metode Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS kelas VB SDN 01 Metro Timur” dan diperoleh hasil sebagai berikut: Penggunaan metpde PBL dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL HYPNOTEACHING PADA KELAS IVC SD NEGERI 8 METRO TIMUR TAHUN PELAJARAN 2013/2014
1
26
134
PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEMA TEMPAT TINGGALKU MENGGUNAKAN MODEL TEAM GAMES TOURNAMENT DAN MEDIA GRAFIS PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 GUMUKMAS PAGELARAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014
0
6
67
PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEMA CITA-CITAKU MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) KELAS IV SDN 2 LABUHAN RATU TAHUN 2013/2014
5
31
71
PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEMA MAKANANKU SEHAT DAN BERGIZI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE PADA SISWA KELAS IV SDN 2 LABUHAN RATU BANDAR LAMPUNG
3
72
62
PENINGKATAN KETERAMPILAN BELAJAR DAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 SINAR MULYA KECAMATAN BANYUMAS KABUPATEN PRINGSEWU
2
12
60
PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEMA MAKANANKU SEHAT DAN BERGIZI MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS IVA SD NEGERI 2 LABUHAN RATU TAHUN PELAJARAN 2013/2014
3
18
62
UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR TEMATIK TERPADU DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 4 LABUHAN RATU BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2014/2015
0
5
42
HUBUNGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DENGAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD NEGERI 2 LABUHAN RATU KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2013/2014
1
15
52
HUBUNGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DENGAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD NEGERI 2 LABUHAN RATU KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2013/2014
0
15
53
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BAGI SISWA KELAS IV SDN 2 BOGOREJO GEDONGTATAAN PESAWARAN TAHUN AJARAN 2013/2014
0
5
50
PENGARUH BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DAN MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI 2 LABUHAN RATU BANDAR LAMPUNG
2
30
75
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 BANJARREJO BATANGHARI LAMPUNG TIMUR TAHUN PELAJARAN 2014/2015
0
24
52
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING KELAS V SD NEGERI 2 LABUHAN RATU BANDARLAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2014/2015
1
12
60
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL MIND MAPPING PADA TEMA MAKANANKU SEHAT DAN BERGIZI DI KELAS IV SD NEGERI 3 KAMPUNG BARU TAHUN PELAJARAN 2013/2014
0
3
56
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR TEMA 4 MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA SISWA KELAS 5 SD NEGERI SALATIGA 01 Katarina Widyaningsih
0
0
15
Show more