Konsep asuransi syariah dalam penanggulangan bencana alam

Gratis

3
31
98
2 years ago
Preview
Full text

   

  Halimah, terima kasih atas cinta dan kasih sayangnya yang selama inimengasuh dan membesarkan dengan penuh kasih sayang, serta mendidik penulis dengan segala curahan hati dan doa restu yang diberikannya serta segala upaya danjerih payahnya penulis dapat menyelesaikan berbagai jenjang pendidikan sehingga selesainya skripsi ini. Sinergi Asuransi Syariah dengan Badan dan Lembaga Sosial dalam Penanggulangan Bencana Alam………………………… 79  Peran Zakat dalam Memberikan Jaminan dan Asuransi …… 80 1.

KATA PENGANTAR

  Halimah, terima kasih atas cinta dan kasih sayangnya yang selama inimengasuh dan membesarkan dengan penuh kasih sayang, serta mendidik penulis dengan segala curahan hati dan doa restu yang diberikannya serta segala upaya danjerih payahnya penulis dapat menyelesaikan berbagai jenjang pendidikan sehingga selesainya skripsi ini. Sinergi Asuransi Syariah dengan Badan dan Lembaga Sosial dalam Penanggulangan Bencana Alam………………………… 79  Peran Zakat dalam Memberikan Jaminan dan Asuransi …… 80 1.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Aktivitas ekonomi syariah pada saat ini semakin meningkat, baik dari segi

  Apabila ini dihubungkan dengan asuransi makadapatlah dikatakan bahwa kerugian orang-orang itu tadi dapat diperingan atau dikurangi, bahkan ditanggung oleh orang lain asal untuk itu diperjanjikansebelumnya, diantara orang yang khawatir akan menderita kerugian dengan orang yang mau menanggung kerugian itu diadakanlah perjanjian asuransi. Mulai dari gempa dan tsunamiAceh di akhir tahun 2004, disusul ancaman gunung merapi, disusul lagi gempa dan tsunami di Yogyakarta, meluapnya Lumpur di Sidoarjo dan yang masih hangat yaitu 5 banjir bandang di Wasior Papua, juga sejumlah gempa lainnya diberbagai kawasan.

4 Agus Mustofa, Menuai Bencana, Serial Diskusi Tasawwuf Modern, (Surabaya: Padma

  Pemerintah mengakui bahwa penerapan sistem asuransi penting dalam upaya penanggulangan bencana dan akan mengkaji format asuransi atau sistem jaminansosial yang tepat bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana. Asuransi syariah dengan perjanjian di awalyang jelas dan transparan dengan aqad yang sesuai syariah, dimana dana-dana dan premi asuransi yang terkumpul (disebut juga dana tabarru ’) akan dikelola secara professional oleh perusahaan asuransi syariah melalui investasi syar’i dengan berlandaskan pada prinsip syariah.

B. Pembatasan dan Perumusan Masalah

  Agar permasalahan dalam skripsi ini tidak melenceng jauh dan untuk menghindari kesalahpahaman terhadap persepsi masalah yang hendak ditulis, maka Adapun perumusan masalahnya adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana skema produk asuransi syariah yang tepat dalam melindungi dan menanggulangi risiko akibat bencana alam?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

  Agar dapat mengetahui peluang, tantangan dan solusi dari penerapan konsep asuransi syariah dalam penenggulangan bencana alam. Agar dapat menjelaskan bagaimana skema produk asuransi syariah yang tepat dalam melindungi dan menanggulangi risiko akibat bencana alamAdapun manfaat dari penelitian ini adalah : 1.

2. Untuk mengetahui sejauh mana asuransi syariah campur tangan dalam melindungi dan menanggulangi risiko akibat dari bencana alam

  Kerangka TeoriAsuransi Syariah adalah perjanjian antara dua belah pihak atau lebih yakni tertanggung dan penanggung, dimana tertanggung berkewajiban membayar premi Resiko yang dihadapi oleh manusia yang paling besar ada dua, yakni hidup yang terlalu lama dan kematian yang terlalu cepat. Cadangan dalam perusahaan asuransi bermacam-macam, yang penting di antaranya ialah:a.cadangan untuk deviden b.cadangan untuk membayar komisi c.cadangan untuk keadaan tidak diduga d.cadangan kerugian dan cadangan biaya kerugian Perusahaan asuransi didirikan dengan tujuan untuk mengganti kerugian- kerugian yang terjadi.

2. Kerangka Konsep

Bagian Pendapatan Operator (Perusahaan) HasilInvestasi Investasi UjrohCadangan Kontribusi Dana Beban Surplus Dana TabarruTabarru Premi Tabarru Tabarru 13

F. Metode Penelitian 1

  Jenis PenelitianDalam skripsi ini, jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif, yaitu jenis pendekatan yang berdasarkan tata cara penelitian yang menghasilkan datadiskriptif, yaitu apa yang dinyatakan oleh narasumber secara lisan. Karena dalam penelitian ini akan menemukan sebuah konsep yaitu bagaimana konseppenanggulangan asuransi syariah terhadap risiko bencana alam di Indonesia.

2. Jenis dan Sumber Data

  Data kualitatif ini didasarkan pada isi atau mutu suatu fakta, seperti data-data yang berdasarkan buku-buku, majalah, koranserta artikel yang yang dikumpulkan penulis yang berhubungan dengan masalah yang terkait pada pembahasan skripsi ini yang kemudian di analisa supaya bisamenjawab permasalahan yang ada. Litelatur yang digunakan untuk kajianpustaka adalah buku, majalah, surat kabar, dan beberapa artikel yang berkaitan dan relevan dengan kajian ini.

5. Teknik Penulisan

Adapun sistem penulisan skripsi ini mengacu kepada ”Pedoman penulisan skripsi, tesis dan disertasi yang diterbitkan oleh FSH UIN Syarif HidayatullahJakarta 2007”

G. Sistematika Penulisan

  Dalam penulisan skripsi yag berjudul ”Konsep Asuransi Syariah DalamPenanggulangan Bencana Alam”, dipergunakan sistematika pembahasan yang terdiri dari lima bab, yang masing-masing tersusun sebagai berikut: Bab I : Pendahuluan Dalam bab ini terdiri dari latar belakang masalah, pembatasan dan perumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan atau manfaat penelitian,kajian pustaka, metodologi penelitian, serta sistematika penulisan. Bab II : Landasan Teori; Asuransi Bencana dan Gambaran Umum Gempa Bumi Dalam bab ini dibahas antara lain: Konsep asuransi bencana, penanganan asuransi untuk bencana, skema asuransi bencana (Maipark),gambaran umum gempa bumi; pengertian, sejarah pemantauan gempa dan ancaman gempa bumi di Indonesia.

1. Konsep Asuransi Bencana

  Dan inilah yang telah dialami beberapa perusahaan asuransi dan reasuransi internasional selama lima tahun terakhir, sehinggadiberitahukan baru-baru ini banyak perusahaan asuransi dan reasuransi yang gulung tikar. Jika asuransi itu terealisasi, gotong-royong yang diharapkan regulator kalau yang tidak terkena musibah membantu yang terkena bencana akan terwujud pula.

2. Penanganan Asuransi untuk Bencana Alam

  Pool reasuransi adalah salah satu alat yang sangat efektif untuk membentuk database yang diperlukan sebagai dasar perhitungan premi risiko yang proper. Skema Asuransi Bencana (Maipark) Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mendirikan perusahaan asuransi Maipark, yang embrionya adalah PT Maskapai Asuransi Indonesia (MAI)dan Perusahaan Asuransi Khusus (PARK).

17 Indonesia

  Saat ini sudahbanyak perusahaan asuransi yang menetapkan premi layak untuk jaminan gempa, dan justru memberikan jaminan gratis untuk perlindungan lainnya. Hal lain juga menunjukkan bahwa lokasi merupakan faktor terpenting Peta risiko bencana alam biasanya dapat diperoleh dari perusahaan asuransi profesional dan berpengalaman atau dari lembaga yang terkait dengan masalahgempa bumi.

a. Commercial and Industrial : obyek selain okupasi dwelling house (kode okupasi

selain 2976)1) Steel Frame : struktur bangunan yang menggunakan baja sebagai rangkanya2) Wood : struktur bangunan yang menggunakan kayu sebagai rangkanya3) RC : struktur bangunan yang menggunakan beton sebagai rangkanya4) Others : struktur bangunan selain konstruksi baja, beton atau rangka kayu; termasuk bangunan yang terbuat dari susunan batu tanpa rangka

b. Dwelling House : obyek dengan kode okupasi 2976

  1)Stell, wood n RC : struktur bangunan rumag tinggal dengan kontruksi baja, beton atau rangka kayu 5)Others : struktur bangunan selain konstruksi baja, beton atau rangka kayu; termasuk bangunan yang terbuat dari susunan batutanpa rangka Terlihat peningkatan yang signifikan premi asuransi gempa bumi secara nasional setiap tahun. Hal ini tergambar pada pendapatan premi Maipark, karenasemua perusahaan asuransi umum di Indonesia mensesikan (cession) seluruh asuransi gempa yang di covernya ke Asuransi Maipark.

1. Pengertian Gempa Bumi Gempa bumi adalah gerakan tiba-tiba dikerak mantel bumi bagian atas

  Selama proses relaksasi inilah energi akan disebar dalam bentuk gelombang yang merambat ke sejumlah penjuru dan dirasakan sebagaigempa. Setidaknya ada 3 penyebab gempa, yakni oleh sebab tumbukan benda raksasa dari ruang angkasa, pergeseran dan pergesekan lempeng dikerak bumi(biasa disebut gempa tektonik), dan bisa juga oleh aktifitas gunung api (biasa disebut gempa vulkanik).

19 Winardi A, Gempa Jogja, Indonesia dan Dunia (Jakarta: PT Gremedia Majalah, sebagai

2. Sejarah Pemantauan Gempa di Indonesia

  Salah satu perkembangan yang cukup menarikterjadi pada tahun 1974, yakni ketika UNDP-UNESCO turut serta dalam pengembangan seismologi. Ke dua puluh delapan ini selanjutnyadikelompokkan ke dalam lima wilayah, yang masing-masing memilki pusat gempa real time yang dipusatkan di Jakarta sebagai pusat gempa bumi nasional (national seismological center).

3. Ancaman Gempa Bumi

  Penunjaman lempeng Indo-Australia yang bergerak ke utara dengan lempeng Euro-Asia yang bergerak ke selatan menimbulkan jalur gempa bumi danrangkaian gunung api aktif sepanjang pulau Sumatera, Jawa, Bali dan NusaTenggara, belok ke utara ke Maluku dan Sulawesi Utara, sejajar dengan jalur penunjaman kedua lempeng. Maka dari itu sebuah kewajaran jika umat Islam menyusun sebuah format asuransi yang betul-betul digarap atas ajaran Asuransi sebagai lembaga keuangan modern yang bergerak dalam bidang pertanggungan, merupakan hasil temuan dari dunia barat yang ditransformasikankedalam dunia timur (Islam) dalam suasana kehidupan ekonomi.

20 AM Hasan Ali, Asuransi Dalam Perspektif Hukum Islam; Suatu Tinjauan Analisis

A. Pengertian Asuransi Syariah

  Sedangkan asuransi dalam bahasa Arab disebut at-Ta’min yang berasal dari kata “amana” yang berarti memberikan perlindungan, ketenangan, rasa aman serta bebas dari rasa takut. Seperti dikutip Muhammad Syakir Sula dari buku Hukmu asy- Syari’ah al-Islamiyyah Fii „Uquudi at-Ta’miin karya Husain Hamid Hisan yang mengatakan bahwa “asuransi adalah sikap ta’awun (tolong-menolong) yang telah diatur dengan sistem yang rapi, antara sejumlah besar manusia.

22 Man Suparman Sastrawidjaja, Aspek-aspek Hukum Asuransi dan Surat Berharga

  asuransi syariah sebagai usaha saling melindungi dan tolong-menolong diantara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk asset atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah. Oleh sebab itu, premi pada asuransi syariah adalah sejumlah dana yang dibayarkan oleh peserta yang terdiri dari Dana Tabungan dan Tabarru’.

B. Jaminan Keamanan Dalam Perspektif Al- Qur’an Dan Sunah

  Konsep dasar asuransi adalah untuk memberikan ketenangan pada seseorang dari bahaya yang mungkin terjadi dan menyebabkan kerugian materiil maupunimmaterial. Dalam hal ini, islam telah meletakkan sebuah pendekatan untuk mencapai tujuan tersebut yang diaktualisasikan dalambentuk ketakwaan kepada Allah, penerapan sistem zakat mal (zakat kekayaan), sistem solidaritas sosial, dan perilaku yang baik dan terpuji, sekaligus dorongan untuk25 Oleh karena itu, bahwa asuransi dari ketakutan dan marabahaya pada dasarnya adalah gagasan yang acceptable menurut islam.

C. Sistem Operasional Asuransi Syariah 1

  Apabila ada salah satu dari peserta asuransi syariah mendapat musibah, maka peserta lainnya ikut menanggung risiko, dimanaklaimnya dibayarkan dari akumulasi dana tabarru’ yang terkumpul. Perjanjian (Akad)Akad yang mendasari kontrak asuransi syariah (kerugian) adalah akad (kontribusi/premi) tanpa ada keinginan untuk menerima apa pun dari orang yang menerima, kecuali hanya mengharapkan keridhaan Allah.

2. Prinsip Dasar Asuransi Syariah

  Disisi lain, keuntungan (profit) yang dihasilkan oleh perusahaan asuransi dari hasil investasi dana nasabah harus dilakukan bagi hasil antara peserta danpeusahaan asuransi sesuai dengan akad yang disepakati sejak awal. Dalam bisnis asuransi, kerelaan dapat diterapkan pada setiap peserta asuransi agar mempunyai motivasi dari awal untuk merelakan sejumlah dana (premi) yangdisetorkan ke perusahaan asuransi, yang difungsikan sebagai dana sosial ( tabarru’) 30 yang diperuntukkan membantu peserta lain yang mengalami kerugian.

D. Sistem Asuransi Kolektif Islam 1

  Konsep Asuransi Kolektif IslamSistem ini mengacu pada pemikiran kerjasama di antara sekelompok orang yang membentuk satu organisasi massa, atau lembaga, maupun perusahaan,dimana seluruh pihak bersama-sama menanggung beban bencana dan memberikan sumbangan kompensasi bencana dengan cara membagi jumlah kompensasitersebut di antara mereka sehingga mampu meringankan sisa-sisa bencana dan beban-bebannya. Sebab premi asuransi yang dibayar oleh peserta asuransi ini dapat dianggap sebagai sumbangan untuk saudaranya sesama anggota kelompok asuransi yang sedang ditimpakemalangan.

2. Asas Asuransi Kolektif Islam

  Pertama, asas kefikihan sistem asuransi kolektif Islam mencakup sebagai berikut: 1)Asuransi kolektif Islam merupakan akad sumbangan (tabarru’) yang bermisi menjalin solidaritas dan kesetiakawanan dalam membagi (beban) marabahayadan memikul tanggung jawab terjadinya bencana melalui sumbangan dana yang dialokasikan untuk memberikan santunan atau ganti rugi pada anggotayang tertimpa musibah. 4)Dana peserta asuransi kolektif ini diinvestasikan secara Islami dalam perspektif hukum dan prinsip syariat Islam, pada lahan investasi yang halal 35 dan baik, serta jauh dari unsur riba dan kebusukan.

3) Keanggotaan Terbuka; Anggota asuransi ini bisa dianggap sebagai partisipan

Premi yang dibayarkan pun dapat dianggap sebagai sumbangan yang Penginvestasian Premi; Sebagian dana premi diinvestasikan dalam bidang investasi yang diperbolehkan syariat Islam, sehingga bersih dari syubhat riba.

E. Mekanisme Pengelolaan Dana Asuransi Kerugian Syariah

  Perusahaan asuransi kerugian (umum) adalah perusahaan yang memberikan jasa dalam penanggulangan risiko atas kerugian, kehilangan manfaat, dan tanggung 36 jawab hukum kepada pihak ketiga, yang timbul dari peristiwa yang tidak pasti. Lain halnya dengan perusahaan asuransi jiwa yang memang dalam produk asuransinya ada yang mengandung unsur saving dan ada yangtidak.

1. Akad Tabarru’ Pada Asuransi Umum Syariah

  Dalamkonteks akad pada asuransi syariah, tabarru’ bermaksud memberikan dana kebajikan dengan niat ikhlas untuk tujuan saling membantu diantara peserta jika ada yang mendapat musibah, dan dana tersebut ditempatkan secara terpisah padarekening sekaligus pencatatannya dari dana pengelola (perusahaan asuransi 38 syariah). Dana tabarru’ ini dapat diinvestasikan oleh perusahaan sebagai pihak pengelola, dan jika terdapat surplus dari investasi dana tabarru ini akan dimasukkan ke rekening dana tabarru peserta dan pihak pengelolamendapatkan upah/ bagi hasil sesuai dengan akad yang disepakati (wakalah bil 39ujrah, mudharabah, atau mudaharabah musytarakah).

2. Akad Wakalah Bil Ujrah Pada Asuransi Umum Syariah

  Dalam konteks asuransi syariah akad wakalah bil ujrah adalah pemberian kuasa dari peserta kepada perusahaan asuransi untuk mengelola dana peserta danatau melakukan kegiatan lain seperti, administrasi, pengelolaan dana, pembayaran klaim, underwriting pengelolaan portofolio risiko, pemasaran, dan investasi,dimana perusahaan mendapatkan imbalan dalam bentuk ujrah/fee karena jasanya 41 tersebut. Alur dari akad wakalah bil ujrah ini diawali dari kontribusi peserta yang diterima oleh perusahaan asuransi syariah, lalu dipisah menjadi 2, yaitu ke danapeserta ( tabarru’) dan dana pengelola sebagai ujrah.

F. Penilaian Kontribusi Untuk Bencana Alam Pada Asuransi Syariah

  Peta risiko bencana alam biasanya dapat diperoleh dari perusahaan asuransi profesional dan berpengalaman atau dari lembaga yang terkaitdengan masalah gempa bumi. Keikutsertaan dalam asuransi syariah untuk risiko gempa bumi biasanya tidak harus dengan nilai penuh karena mungkin ini juga tidak dibutuhkan, keikutsertaanbisa sampai nilai tertentu yang disebut sebagai kerugian pertama atau first loss.

BAB IV ANALISIS KONSEP ASURANSI SYARIAH DALAM PENANGGULANGAN BENCANA ALAM Keberadaan Asuransi syariah di Indonesia mempunyai market share

  Salah satu sektor yang belum diterapkan oleh asuransi syariah di Indonesia dan sangat membutuhkan perlindungan terhadap risiko-risiko yang sering terjadiadalah sektor bencana alam, terutama dalam menanggulangi dampak dari bencana alam tersebut. Asuransi bencana ini nantinya diharapkan dapat memberikan perlindungan kepada korban bencana alam terhadap kerugian ekonomi dan ataukerusakan atas tempat tinggal mereka yang dipertanggungkan akibat terjadinya resiko Selain mengadopsi sistem asuransi konvensional, skim asuransi syariah juga dapat digunakan dalam penanggulangan risiko kerugian akibat bencana.

A. Risk and Loss Profile Produk Asuransi Bencana

  Dari jumlah premi yang terkumpul pada tahun 2005 ini dikelola oleh perusahaan asuransi tersebut untuk membayar klaim yang terjadi, dan dalam hal dantahun ini diperlukan biaya sebesar Rp 217.944.362.928. Angka tersebut dihasilkan dari jumlah klaim yang terjadi di provinsi Sumatera Utara sebesar Rp 369.712.000,Sumatera Selatan Rp 28.165.378.132, DKI Jakarta Rp 1.170.925.820, Jawa Barat Rp25.573.384.250, Jawa Tengah Rp 16.384.411.815, Yogyakarta Rp 43.512.014.997,Sulawesi Rp 59.459.000, dan provinsi lainnya sebesar Rp 187.000.000.

B. Simulasi Kinerja Produk Asuransi Bencana (Syariah)

  Dari jumlah produksi atau premi peserta asuransi syariah yang terkumpul tersebut akan dikelola oleh suatu perusahaan asuransi syariah dengan memisahkanjumlah produksi yang terkumpul menjadi 2 bagian, yaitu ke dalam dana pengelola(ujrah) dan dana tabarru’. Dari jumlah produksi atau premi peserta asuransi syariah yang terkumpul tersebut akan dikelola oleh suatu perusahaan asuransi syariah dengan memisahkanjumlah produksi yang terkumpul menjadi 2 bagian, yaitu ke dalam dana pengelola(ujrah) dan dana tabarru’.

C. Solusi Asuransi Syariah Dalam Penanggulangan Bencana Alam

  Keunggulan inilah yang seharusnya dimanfaatkan sehingga oleh pemerintah dengan menggunakan asuransi syariah sebagai alternatif dalam rangka membangunkemampuan finansial dalam menghadapi kerugian yang ditimbulkan dari gempa bumi dan bencana-bencana katastropik lainnya. Berbeda dengan asuransi komersial konvensional yang dilepaskan pada mekanisme pasar, asuransi untuk gempa memerlukan keseriusan dan konsisten dari insurance), misalnya bagi setiap pemilik bangunan tempat tinggal tidak terbatas pada daerah rawan gempa saja akan tetapi pada seluruh wilayah Indonesia.

D. Peluang dan Tantangan

  Sementara tantangan yang dihadapi asuransi syariah dalam penanggulangan bencana alam terletak pada beberapa aspek, yakni: Aspek Regulasi; Siapa pihak pengelola asuransi bencana ini. Sosialisasi; pihak pengelola harus memaksimalkan bentuk sosialisasi tentang pentingnya asuransi bencana ini, sehingga masyarakat merasa program inimenjadi sebuah kebutuhan bukan sekedar kewajiban dan sekaligus kebersamaan untuk membantu pihak yang mengalami musibah bencana alam.

E. Sinergi Asuransi Syariah dengan Badan dan Lembaga Sosial Amil Zakat Dalam Penanggulangan Bencana Alam

  53 52 Peran Zakat Dalam Memberikan Jaminan dan Asuransi Salah satu target zakat adalah mewujudkan jaminan dan asuransi sosial ditengah ancaman marabahaya, musibah dan bencana yang selalu membayangikehidupan manusia dan menyebabkan ketakutan serta kepanikan. Sebagian kalangan ahli fiqh bahkan berpendapat bahwa jaminan dan asuransi sosial masuk dalam lingkup kalangan yang berhak menerima zakat sebagai berikut :fakir miskin, orang-orang yang berutang (pailit), budak, ibnu sabil (musafir yang kehabisan ongkos dan bekal perjalanan), juga para tawanan dan tahanan dijalanAllah.

3) Orang-orang yang tertimpa musibah atau bencana

  4)Orang-orang yang menderita kerugian yang besar akibat kelesuan ekonomi atau kebakaran, banjir bandang, gempa bumi dan sejenisnya. Sudah banyak organisasi dan lembaga pengurusan zakat yang didirikan di berbagai negara Arab dan Islam, seperti Kuwait (Bait az-Zakat), Qatar, Bahraian,Indonesia (BAZIS,LAZIS dan lain-lain) dan masih banyak lagi.

55 Kalangan ahli fiqih telah membolehkan orang-orang kaya untuk memberikan

  Dengan adanya institusi zakat dan lembaga sosial tersebut, hal ini bisa digunakan untuk mendirikan takaful semacam badan yang membantu masyarakatyang kesulitan dan tidak mampu membayar kontribusi asuransi bencana ini. Oleh karena itu, institusi zakat dan lembaga sosial tersebut akan membayarkan sejumlah premi untuk para mustahik, agar orang-orang tersebut dapatdilindungi secara finansial dari risiko bencana alam yang mungkin akan terjadi.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan analisis yang telah dilakukan penulis berkenaan dengan konsep

  Terdapat beberapa peluang pada asuransi syariah dalam menerapkan konsep penanggulangan bencana alam, dimana Indonesia merupakan termasuk Negarayang rawan dari bencana, sehingga terdapat kebutuhan akan perlindungan terhadap risiko tersebut, serta jumlah pemilik tempat tinggal di Indonesia sangat besar,sehingga ini menjadi potensi bisnis bagi industri perasuransian, mengingat asuransi ini nantinya merupakan asuransi wajib bagi pemilik tempat tinggal. Skema produk yang tepat dalam melindungi dan menanggulangi risiko akibat bencana alam adalah dengan pembentukan suatu perusahaan asuransi syariah yangkhusus menangani risiko gempa bumi, sehingga semua perusahaan asuransi syariah yang mengcover risiko gempa bumi harus mensesikan ke perusahaantersebut (konsorsium).

B. Saran

1. Peran Pemerintah a

  Pemerintah harus mendukung pembentukan perusahaan yang menangani bencana alam khususnya gempa bumi yaitu dengan cara menginvestasikan danakepada perusahaan asuransi tersebut, agar kemampuan dalam mengakseptasi resiko gempa bumi semakin besar dan dapat membeli kapasitas reasuransi keluar negeri, dengan tujuan agar semua resiko gempa bumi nantinya dapat di aksep. Peran pemerintah yang lebih besar adalah dapat membuat lembaga yang dapat menangani catastrophic risk management untuk mengetahui besar kecilnyarisiko suatu daerah terhadap bencana tertentu, sehingga nantinya dapat ditanggulangi dengan memanfaatkan manejemen risiko.

2. Peran Perusahaan Asuransi Syariah 1

  Mensosialisasikan sistem risk sharing kepada masyarakat akan pentingnya berasuransi dan menciptakan kesadaran untuk saling menolong dikalangammasyarakat, agar apabila dari peserta yang ikut dapat tertolong jika terkena musibah, hal ini dapat dipertegas dengan daerah Indonesia saat ini yang rawangempa. Membentuk suatu perusahaan khusus asuransi syariah yang menangani risiko gempa bumi, sehingga semua perusahaan asuransi syariah yang mengcoverrisiko gempa bumi harus mensesikan ke perusahaan tersebut (konsorsium) dan bekerja secara amanah.

3. Perusahaan asuransi syariah khusus risiko gempa bumi dibentuk oleh AASI

(Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia) yang lebih memahami konsep pendiriannya yang mungkin nantinya dengan nama Takaful Catastrophic Pool.

DAFTAR PUSTAKA

  Edi, Media Asuransi, Desember 2009Sastrawidjaja, Man Suparman, Aspek-aspek Hukum Asuransi dan Surat Berharga, Bandung: Penerbit Alumni 1997Sastrawidjaja, Man Supraman dan Endang, Hukum Asuransi Perlindungan Tertanggung Asuransi Deposito UsahaPerasuransian, Bandung: PT Alumni, 2004. Sunarsip dan Iqbal, Muhaimin, Asuransi Dalam Penanggulangan Bencana, Jakarta:Republika, Kamis, 19 April 2007 Soeisno Djojosoedarso, Prinsip-prinsip Manjemen Risiko dan Asuransi, Jakarta: Salemba Empat, 1999.

Dokumen baru