Peningkatan keterampilan menyimak melalui penerapan metode bercerita pada siswa kelas II SDN Pamulang Permai Tangerang Selatan Tahun Pelajaran 2013/2014

 20  159  100  2017-02-28 22:45:59 Report infringing document

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK MELALUI PENERAPAN METODE BERCERITA PADA SISWA KELAS II SDN PAMULANG PERMAI TANGERANG SELATAN

  Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai hasil belajar yang menunjukkan 45 siswa yang mengikuti tes siklus I terdapat 42 siswa mencapai nilai KKM dan 3orang siswa belum mencapai nilai KKM dengan rata-rata hasil belajar sebesar81,22. Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat, hidayah dan karunia-Nya sehingga penulis diberi kesempatan dan kemudahan untuk menyelesaikanskripsi dengan judul “Peningkatan Keterampilan Menyimak Melalui Penerapan Metode Bercerita pada Siswa Kelas II SDNPamulang Permai Tangerang Selatan Tahun Pelajaran 2013/2014 ”.

TAHUN PELAJARAN 2013/2014

  Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai hasil belajar yang menunjukkan 45 siswa yang mengikuti tes siklus I terdapat 42 siswa mencapai nilai KKM dan 3orang siswa belum mencapai nilai KKM dengan rata-rata hasil belajar sebesar81,22. Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat, hidayah dan karunia-Nya sehingga penulis diberi kesempatan dan kemudahan untuk menyelesaikanskripsi dengan judul “Peningkatan Keterampilan Menyimak Melalui Penerapan Metode Bercerita pada Siswa Kelas II SDNPamulang Permai Tangerang Selatan Tahun Pelajaran 2013/2014 ”.

DAFTAR ISI ABSTRAK

i ABSTRACT ii iii

DAFTAR ISI

  5 Tujuan dan Kegunaan Hasil Penelitian BAB II KAJIAN TEORETIK DAN PENGAJUAN KONSEPTUAL INTERVENSI TINDAKAN A. 31 Peran dan Posisi Peneliti dalam Penelitian E.

BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan

  45 Tabel 4.3 Hasil Observasi Aktivitas Mengajar Guru Pertemuan Kedua .................................................................. 44 Gambar 4.4 Siswa Antusias dan Fokus Menyimak Guru Bercerita .........................................................................

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keterampilan berbahasa itu meliputi empat aspek, yaitu membaca

  Sementara itu, faktor yang berasal dari siswa antara lain kurangnya minat siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya pada keterampilan Seperti yang diungkapkan sebelumnya untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, dan efektif selalu muncul berbagai masalah dalamprakteknya yang mengharuskan seorang guru menemukan solusinya. “Metode bercerita ini juga bermanfaat dalam hal menarik minat dan 1 bahasa serta dapat meningkatkan penguasaan keterampilan berbahasa murid.”Dengan metode bercerita yang menyenangkan tersebut akan memudahkan siswa dalam menyimak dan menumbuhkan imajinasi yang nantinya berkembangmenjadi ide dan kreativitas.

C. Pembatasan Fokus Penelitian

Berdasarkan identifikasi area dan fokus penelitian tersebut maka penelitian ini difokuskan pada peningkatan keterampilan menyimak siswa dan

1 A. Fachrurazi, Penerapan Metode Bercerita dalam Mengembangkan Kemampuan

  Berbahasa dan Karakter Peserta Didik Usia Dini. (Jurnal pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Suarabaya, 2009), hlm.

D. Perumusan Masalah Penelitian

  Berdasarkan masalah yang dijadikan fokus penelitian, masalah pokok dalam penelitian ini adalah“bagaimana peningkatan keterampilan menyimak melalui penerapan metode bercerita pada siswa kelas IIA SDN Pamulang Permai Tangerang Selatan Tahun Pelajaran 2013/2014?” E. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan menyimak melalui penerapan metode bercerita siswa kelas IIASDN Pamulang Permai Tangerang Selatan Tahun Pelajaran 2013/2014.

2. Kegunaan Penelitian

  Bagi guru, sebagai sumber referensi untuk mengetahui strategi pembelajaran yang tepat dalam upaya memperbaiki dan menentukanmetode pembelajaran yang akan digunakan khususnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Bagi siswa, menjadi lebih aktif dan termotivasi dalam kegiatan pembelajaran, siswa berani dalam mengungkapkan pendapat danmengajukan pertanyaan, serta mudah memahami materi pelajaran khususnya dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.

BAB II KAJIAN TEORETIK DAN PENGAJUAN KONSEPTUAL INTERVENSI TINDAKAN A. Kajian Teoretik 1. Hakikat Keterampilan Menyimak Menurut Rober dalam Muhibin Syah “keterampilan adalah

  besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa“keterampilan berasal dari kata terampil yang berarti kecakapan, cekatan maksudnya adalah kecakapan 2 untuk menyelesaikan tugas Jadi, dapat disimpulkan keterampilan adalah ”.kemampuan anak dalam melakukan berbagai aktivitas dalam usahanya untuk menyelesaikan tugas. Keterampilan perlu dilatihkan kepada anaksejak dini supaya di masa yang akan datang anak akan tumbuh menjadi orang yang terampil dan cekatan dalam melakukan segala aktivitas.

5 Senada dengan pendapat tersebut Jauharoti Alfin bahasa tersebut”

menjelaskan bahwa“Menyimak merupakan proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian dan pemahaman untukmemperoleh informasi yang disampaikan secara lisan dan dapat memahami makna komunikasi yang disampaikan oleh pembicara melalui ujaran atau 3 Henry Guntur Tarigan, Menyimak Sebagai suatu Keterampilan Berbahasa, (Bandung: Angkasa, 1986), hlm. 28.4 Djago Tarigan, Materi Pokok Pendidikan Keterampilan Berbahasa 1-12, (Jakarta:

6 Sedangkan, Clark & Clark dan Richards

  mengartikan“menyimak sebagai pemrosesan informasi yang didapat oleh pendengar melalui pandangan dan pendengaran yang mencakup perintahuntuk menyatakan apa yang akan dituju dan diekspresikan oleh pembicara”. 7 Berdasarkan beberapa pendapat yang telah dijelaskan di atas maka menyimak disebut suatu kegiatan mendengarkan dengan teliti dan hati-hati bunyi bahasa yang disampaikan pembicara, kegiatan menyimak jugamenuntuk penyimak untuk aktif memahami pesan atau bunyi bahasa yang disampaikan oleh pembicara agar memahami apa makna yang di tuju olehpembicara tersebut.

8 Menurut Henry Guntur Tarigan

  11 Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat diambil suatu pemahaman bahwasanya yang disebut menyimak adalah suatu kegiatan mendengarkan lambang-lambang, bunyi-bunyi, suara, informasi atau pesandengan seksama dan penuh penafsiran agar mampu memahami, menilai dan memperoleh makna dari informasi yang disampaikan. 3)Tahap menginterpretasi, penyimak yang baik, yang cermat, dan teliti, belum puas kalau hanya mendengar atau memahami isiujaran sang pembicara, dia ingin menafsirkan isi, butir-butir pendapat yang terdapat dan tersirat dalam ujaran itu, dengandemikian maka sang penyimak telah tiba pada tahap interpreting.

13 Berdasarkan pendapat mengenai tahapan-tahapan menyimak yang

  telah dipaparkan tersebut dapat dikatakan bahwa menyimak merupakan suatu proses. Seseorang dikatakan telah memiliki kemampuan menyimakyang baik apabila dalam kegiatan meyimaknya telah melakukan lima tahapan yang dimulai dengan mendengarkan informasi yang merekasimak, memahami apa yang disampaikan, menafsirkan atau memaknai informasi tersebut, memberikan penilaian terhadap informasi yangdisampaikan, dan terakhir mampu memberikan menanggapi dan menyerap informasi yang mereka simak.

a. Ragam Menyimak

  1)Menyimak Ekstensif Menyimak ekstensif (extensive listening) adala h “sejeniskegiatan menyimak yang mengenai hal-hal yang lebih umum dan lebih bebas terhadap suatu ujaran, tidak perlu di bawah 14 Menyimak jenis ini bimbingan langsung dari seorang guru”. d)Menyimak pasif, adalah penyerapan suatu ujaran tanpa upaya sadar yang biasanya menandai adanya upaya kitapada saaat belajar dengan kurang teliti, tergesa-gesa dan 15 menguasai suatu bahasa.

16 Kebalikan dari menyimak ekstensif pada lebih umum”

14 Henry Guntur Tarigan, op. cit., h.38

  Menyimak interpersonal listening terjadi pada saat seseorang mendengarkan dan memperhatikan suara-suara yang berasal dari dalam 19 Ragam diri sendiri, misalnya merenung dan menyesali nasib”.17 menyimak lain yang berdasarkan sumber suara adalah menyimak Ibid., h. Dari berbagai definisi mengenai ragam menyimak yang telah dipaparkan diatas mulai dari menyimak ekstensif sampai ragammenyimak intensif dan lainnya, maka peneliti menyimpulkan ragam menyimak yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah ragammenyimak ekstensif yakni jenis menyimak estetik atau menyimak secara apresiatif seperti menyimak puisi, drama, dan cerita.

b. Penilaian dan Umpan Balik Pembelajaran Menyimak

  Pertama, penilaian keterampilan menyimakditujukan kepada aktivitas belajar siswa, maksudnya adalah pembelajaran keterampilan menyimak dikatakan berhasil apabila aktivitas belajar siswadalam kelas sesuai dengan metode yang digunakan dalam pembelajaran keterampilan menyimak. Kedua, kegiatan pembelajaran yang dilakukansesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai yang sudah tercantum dalam Rencana Kegiatan Pembelajaran (RPP) pada setiap24 pertemuan.

c. Tujuan Menyimak

  Aneka tujuan menyimak tersebut diantaranya: menyimak untuk belajar; menyimak untuk menikmati; menyimak untuk mengevaluasi;menyimak untuk mengapresiasi; menyimak untuk mengkomunikasikan ide-ide; menyimak untuk membedakan bunyi-bunyi; menyimak untukmemecahkan masalah; dan menyimak untuk berlatih memusatkan pikiran. 28 Telah dijelaskan sebelumnya bahwasanya hakikat menyimak yang baik adalah penyimak mampu memberikan responsi yang tepat berdasarkan informasi yang di dapat.

27 Kundharu Saddhono dan St. Y Slamet, Meningkatkan keterampilan Berbahasa Indonesia

d. Faktor-faktor Penentu Keberhasilan Menyimak

  Kegiatan menyimak merupakan suatu proses yang sangat kompleks yang melibatkan berbagai unsur dasar yang mendukung.“Unsur-unsur dasar menyimak ialah pembicara, penyimak, bahan 30 simakan dan bahasa lisan yang digunakan”. Isah Cahyani dan Hodijah, Kemampuan Berbahasa Indonesia di SD, (Bandung: UPI 32 Sedangkan menurut Bustanul Arifin “ada tiga hal yang menjadi kebiasaan jelek dalam menyimak dan harus dihindari, tiga hal tersebut adalah menyimak lompat tiga atau menyimak dengan konsentrasi yangtidak penuh, menyimak fakta, dan menyimak dan merekam atau membuat catatan sebanyak mungkin”.

3. Metode Pembelajaran Menyimak

  ada bermacam-macam metode pembelajaran menyimak yaitu “metode simak-ulang ucap, metode simak- kerjakan, metode simak-terka, metode simak-tulis, metode memperluaskalimat, identifikasi kata kunci, identifikasi kalimat topik, metode menjawab pertanyaan, metode menyelesaikan cerita, metode merangkum 42 dan metode parafrase”. Berdasarkan beberapa pendapat di atas maka untuk menerapkan metode pembelajaran keterampilan menyimak gunakanlah modelpembelajaran yang dapat meningkatkan daya simak, selain itu pembelajar perlu memperhatikan faktor-faktor penentu keberhasilan menyimak, danhal-hal yang dapat meningkatkan keterampilan menyimak yang telah dijelaskan sebelumnya.

4. Metode Cerita a. Pengertian Metode Cerita

  Berdasarkan beberapa pendapat di atas metode bercerita adalah metode yang digunakan guru atau fasilitator dalam menyampaikanmateri pelajaran secara lisan, biasanya yang disampaikan berupa hal-hal yang menarik seperti cerita atau kisah, dongeng, dan sejarah. Fachrurazi, Penerapan Metode Bercerita dalam Mengembangkan Kemampuan pribadi dan moral anak, menyalurkan kebutuhan imajinasi dan fantasi, memacu kemampuan verbal anak, merangsang minat menulis dan minat 49 baca anak, dan membuka cakrawala anak”.

b. Langkah-langkah Metode Bercerita

  Hal yang dapatdijadikan acuan dalam memilih cerita adalah situasi dan kondisi murid.2) Persiapan sebelum masuk kelas, sebelum bercerita dikelas guru seyogyanya memikirkan, merancang gambaran alur cerita secarajelas, dan menyampaikan kalimat-kalimat yang akan disampaikannya.3) Perhatikan posisi duduk murid, posisi duduk yang baik bagi para murid dalam mendengarkan cerita adalah berkumpulmengelilingi guru dengan posisi setengah lingkaran atau 51 mendekati lingkaran. Apabila keempat hal tersebut diperhatikan dalam menerapkan metode bercerita, maka bercerita yang diterapkan guru tersebut mampumenarik perhatian siswa dan memberikan kesan menyenangkan, sehingga tujuan pembelajaran menyimak tercapai.

B. Hasil Penelitian yang Relevan

  Ada beberapa perbedaan penelitian yang dilakukan Abdullah dengan peneliti, yaitu dalam lokasi penelitian dan metode yang digunakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah action research atau Ada beberapa perbedaan penelitian yang dilakukan Hartono dengan peneliti, yaitu dalam lokasi penelitian.

C. Kerangka Berpikir

  Dalam pembelajaran keterampilan menyimak yang banyak ditemukan di tingkat sekolah dasar masih banyak siswa mengalami kesulitan, disebabkanmetode pengajaran guru hanya sebatas menyampaikan materi dan siswa menyimak tanpa mampu memahami materi yang mereka simak. Metode bercerita dirasa sebagai strategi yang tepat dalam mengatasi permasalahan pembelajaranmenyimak, karena metode tersebut mampu menumbuhkan keaktifan siswa, imajinasi siswa dan menumbuhkan ide baru dari proses menyimak sehinggameningkatkan kemampuan siswa dalam memahami apa yang disampaikan guru, menafsirkan apa yang disampaikan guru.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Pamulang Permai dengan alamat Komplek Pamulang Permai 1 Blok A 43 Pamulang Permai Tangerang Selatan Banten. Waktu yang digunakan dalam penelitian ini adalah pada semester genap tahun pelajaran 2013/2014. B. Metode Penelitian dan Rancangan Siklus Penelitian Metode penelitian ini menggunakan metode Classroom Action Research

  yang sering disebut dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini lebih menekankan kepada proses atau tindakan penelitian, oleh karena itu berhasil atautidaknya penelitian dapat dilihat dari proses tindakan penelitian.

1 Sedangkan kerangka dari setiap tahapan yang akan menjadi gambaran refleksi”

  Subjek Penelitian Dalam penelitian ini, yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas IIA SDN Pamulang Permai semester 2 tahun ajaran 2013/2014 yang terdiri dari 45 siswa dengan komposisi 25 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Apabila sudah diketahui letakkeberhasilan dan hambatan dari tindakan yang dilaksanakan pada siklus pertama tersebut, guru (bersama peneliti, apabila PTK nya tidak dilakukan sendirioleh 3 guru)Peneliti merancang penelitian menentukan rancangan untuk siklus kedua”.ini dilakukan dalam 2 siklus, yang terdiri dari 3 pertemuan untuk setiap siklusnya.

1. Kegiatan Pra penelitian, yaitu:

  Mengamati dan mencatat proses yang terjadi selama pembelajaran siklus I berlangsung, pengamatan dilakukan oleh peneliti dandibantu oleh (observer). Mendokumentasikan kegiatan pembelajaran dan aktivitas belajar siswa di kelas Tahap Refleksi a.

3. Penelitian Siklus II, dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  Merencanakan pembelajaran dengan membuat RPP menggunakan metode bercerita yang telah diperbaiki berdasarkan hasil evaluasipada siklus I b. Mengamati dan mencatat proses yang terjadi selama pembelajaran siklus II berlangsung, pengamatan dilakukan oleh peneliti dandibantu oleh observer.

F. Hasil Intervensi Tindakan yang Diharapkan

  Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini adalah dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan menyimak siswa melalui penerapan metode bercerita. Aktivitas pembelajaran oleh guru dan siswa sudah sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran metode bercerita pada kategori baik.

G. Data dan Sumber Data

  Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Sumber data penelitian ini diperoleh dari peneliti, siswa kelas IIA, dan teman sejawat yang sekaligus bertindak sebagai observer.

H. Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Lembar Observasi

  Lembar observasi yang digunakan untuk melihat aktivitas mengajar guru dan melihat aktivitas belajar siswa sehingga dapat diketahuigambaran pembelajaran yang terjadi. Contoh lembar observasi aktivitas mengajar guru dan aktivitas belajar siswa adalah sebagai berikut: Tabel 3.1 Contoh Lembar Observasi Aktivitas Mengajar Guru No Aspek yang dinilai Penilaian SB B C K SK 1 Mengatur posisi duduk siswa 2 Penggunaan bahasa dalam bercerita 3 Penggunaan media pembelajaran 4 Menerapkan ilmu peran dalam bercerita 5 Penyampaian alur cerita 6 Pemunculan tokoh-tokoh yang ada dalam cerita.

I. Teknik Pengumpulan Data

  Tanpamengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data 4 Teknik pengumpulan data yang yang memenuhi standar data yang ditetapkan”. Lembar ObservasiObservasi yang dilakukan terhadap guru dan siswa dalam proses pembelajaran selama penelitian berlangsung.

2. Tes Hasil Belajar

  Analisis Data dan Interpretasi Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mulai dari data yang ada di berbagai sumber, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Penelitian ini berakhir, apabila langkah-langkah pembelajaran keterampilan menyimak telah mencapai kategori baik dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran menyimak sudah mencapai nilai KKM 70melalui penerapan metode bercerita.

BAB IV DESKRIPSI DATA, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data 1. Tindakan Pembelajaran Siklus I Tindakan pembelajaran siklus I merupakan tindakan awal yang sangat

  Perangkat lainnya yang disiapkan adalah media pembelajaran yang berkaitan judul cerita yangdisajikan, beberapa cerit a anak diantaranya: “Harimau dengan Bayang-Bayangnya”, “Semut yang Pemberani”, dan “Kura-Kura Diterbangkan Burung”, yang dijadikan bahan untuk peneliti di SDN Pamulang Permai. 7 Intonasi guru dalam bercerita√ 8 Melibatkan siswa selama bercerita√ 9 Penguasaan terhadap siswa yang√ gaduh Berdasarkan tabel observasi aktivitas mengajar guru di atas, dapat dilihat bahwa aktivitas mengajar guru pada beberapa aspek sudahmenunjukkan kategori baik, tetapi untuk aspek intonasi guru dalam bercerita dan penguasaan guru terhadap siswa yang gaduh perluditingkatkan lagi.

2) Penilaian Pembelajaran Siklus I

  Penilaian pembelajaran siklus I dilaksanakan untuk mengukur keterampilan menyimak siswa setelah diberikan perlakuan denganmetode bercerita. Berdasarkan temuan kegiatan pembelajaran pada siklus I, maka peneliti berencana melakukan perbaikan-perbaikan pada kegiatanpembelajaran siklus II.

1) Memaksimalkan penggunaan media pembelajaran

  Target yang ingin dicapai pada siklus II ini adalah siswa semakin baik dalam menceritakan kembali isi dongeng yang didengar,menjelaskan amanah yang ada dalam dongeng dan mengidentifikasi sikap baik dan buruk berdasarkan dongeng yang didengar. Kemudian di akhir kegiatan pembelajaran untuk mengukur keterampilan menyimak siswa pada pertemuanini, peneliti memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan memerintahkan siswa untuk menjawab pertanyaan yang ada pada Lembar Kerja Siswa (LKS)tersebut.2) Pertemuan Kelima Pertemuan kelima ini dilaksanakan pada hari Senin, 12 Mei 2014.

c. Tahap Pengamatan 1) Observasi Aktivitas Pembelajaran

  7 Intonasi guru dalam bercerita√ 8 Melibatkan siswa selama bercerita√ 9 Penguasaan terhadap siswa yang√ gaduh Berdasarkan tabel observasi aktivitas mengajar guru di atas, dapat dilihat bahwa aktivitas mengajar guru pada pertemuan keempat dalamsiklus II ini semua aspek yang diamati sudah menunjukkan kategori baik. 7 Intonasi guru dalam bercerita√ 8 Melibatkan siswa selama bercerita√ 9 Penguasaan terhadap siswa yang√ gaduh Berdasarkan tabel observasi aktivitas mengajar guru di atas, dapat dilihat bahwa aktivitas mengajar guru pada pertemuan ini sudahmenunjukkan kategori baik, terutama pada aspek penggunaan bahasa dalam bercerita, penggunaan media pembelajaran, intonasi guru dalambercerita, dan melibatkan siswa selama bercerita.

2) Penilaian Pembelajaran Siklus II

  Selanjutnya akan dijelaskan pada grafik perolehan nilai siswa berikut ini: Grafik 4.2 Perolehan Nilai Siswa Berdasarkan grafik perolehan nilai siswa di atas dapat dilihat bahwa dari 45 siswa yang mengikuti tes akhir siklus II ada 2 orang siswamendapat nilai 70, 1 orang siswa mendapat nilai 80, 4 orang siswa mendapat nilai 85, 11 orang siswa mendapat nilai 90, 5 orang siswamendapat nilai 95, dan 22 orang siswa mendapat nilai 100. Berdasarkan data yang diperoleh melalui lembar observasi guru dan siswa pada siklus II, maka dapat dijelaskan bahwa proses pembelajaranselama siklus II ini sudah berjalan dengan baik, penerapan metode bercerita pada semua tahapan dan langkah-langkah pembelajarannya sudahdilaksanakan dengan baik.

B. Analisis Data

  Indikator ketercapaian keterampilan menyimak siswa dalam penelitian ini adalah apabila lembar observasi aktivitas mengajar guru dan aktivitasbelajar siswa selama dua siklus telah menunjukkan kategori baik pada setiap aspek yang diamati. Dilihat dari tabel di atas bahwa rata-rata nilai tes akhir pada siklus I sebsar 81.22 dan rata-rata nilai tes akhir padasiklus II sebsar 93.89 hal tersebut berarti keterampilan menyimak siswa selama dua siklus ini mengalami peningkatan sebesar 12.67.

C. Pembahasan

  Pada pertemuan kedua aspek aktivitas mengajar guru yang belum mencapai kategori baik adalah aspek penggunaanmedia pembelajaran dan pemunculan tokoh dalam cerita, sedangkan aktivitas belajar siswa pada pertemuan kedua ini aspek yang belum menunjukkankategori baik adalah aspek kedisiplinan siswa agar tidak gaduh dan Pada akhir siklus I dilakukan tes untuk mengukur keterampilan menyimak siswa setelah diberi perlakuan dengan menggunakan metodebercerita. Dari 45 siswa yang mengikuti tes akhir siklus II seluruh diperoleh rata-rata nilai keterampilan menyimak siswa pada siklus II adalah 93.89, jika dibandingkan dengan rata-rata nilai keterampilan menyimak siswa pada siklus I sebesar 81.22 maka pada siklus II mengalamipeningkatan sebesar 12.67.

BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil tindakan sikuls I dan siklus II, disimpulkan bahwa

B. Saran

  Hal ini dibuktikan dengan perolehan data dari hasil observasi pembelajaran guru dan siswa yang sudah sesuai dengan langkah-langkahmetode bercerita dan pada semua aspek pengamatan menunjukkan kategori baik. Bagi guru, metode bercerita sebagai sumber referensi dalam upaya memperbaiki dan menentukan metode pembelajaran yang akandigunakan khususnya dalam pembelajaran keterampilan menyimak pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.

3. Bagi siswa, dengan metode bercerita ini siswa menjadi lebih aktif dan

termotivasi dalam kegiatan pembelajaran, siswa berani dalam mengungkapkan pendapat dan mengajukan pertanyaan, serta mudahmemahami materi pelajaran khususnya dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

  Resmini, Novi dan Dadan Juanda, Pendidikan Bahasa dan Sastra di Kelas Tinggi. Belajar dan Pembelajaran Teori dan Konsep Dasar.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Peningkatan keterampilan menyimak melalui pen..

Gratis

Feedback