Pengaruh model cooperative learning tipe snowball throwing terhadap hasil belajar matematika siswa

Gratis

0
34
169
2 years ago
Preview
Full text

PENGARUH MODEL

  Subyek penelitian ini adalah 72 siswa yang terdiri dari 36 siswa untuk kelas eksperimen dan 36 siswa untukkelas kontrol yang diperoleh dengan teknik sampel acak kelas pada siswa kelas VII. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa ” Rata-rata hasil a belajar matematika siswa yang diajar dengan model Cooperative Learning tipe Snowball Throwing lebih tinggi dari pada rata-rata hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional”.

KATA PENGANTAR

  Ayah dan ibuku tercinta yang senantiasa memberikan motivasi dan dukungan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Suami dan putriku tersayang yang senatiasa memberiku motivasi, dukungan, semangat dan pengertiannya kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

11. Kakak dan adikku tercinta yang senantiasa memberikan doanya kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini

  Semua pihak yang telah banyak memberikan bantuan, dorongan dan informasi serta pendapat yang sangat bermanfaat bagi penulis dalam menyelesaikan skripsiini. 28 Gambar 2 Grafik Histogram dan Poligon Distribusi Frekuensi hasil Belajar Matematika Kelompok Eksperimen ..............................................

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kegiatan pendidikan merupakan suatu rangkaian peristiwa yang sangat

  Proses pembelajaran dan komponen yang ada didalamnya seperti guru,peserta didik, tujuan pembelajaran, isi pelajaran, metode pembelajaran, dan sarana serta prasarana yang tersedia merupakan hal-hal yang dapat menetukan suatukeberhasilan proses pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang memiliki kedudukan penting dalam pendidikan, karena matematikamerupakan bidang studi yang amat berguna dan banyak memberi bantuan dalam berbagai disiplin ilmu yang lain.

2 Ina V.S. Mullis, dkk, “TIMSS 007 International Mathematics Report”, dari

3 Singapura 124 jam

  Beberapa hal yang menandakan pembelajaran paradigmalama mengalami masa suram, antara lain guru sebagai pengajar bukan pendidik, sekolah terikat dengan jadwal yang ketat, basis belajar hanya berkutat pada fakta,isi pelajaran, dan teori semata, hafalan menjadi agenda utama bagi siswa, komputer lebih dipandang sebagai objek, penggunaan media statis lebih 6 mendominasi, komunikasi terbatas, penilaian lebih bersifat normatif. Pembelajaran Snowball Throwing dinilai cocok diterapkan di SekolahMenengah Pertama khususnya untuk pelajaran matematika, karena sesuai dengan inti dari pembelajaran Snowball Throwing yaitu siswa berkreatifitas dalammembuat soal matermatika dan menjawab pertanyaan yang diberikan temannya dengan sebaik-baiknya.

B. Identifikasi Masalah

  Pembatasan Masalah Penelitian ini dibatasi pada masalah perbandingan hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan model cooperative learning tipe snowball throwing dengan siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional di kelas VII, pada materi bilangan bulat. Bagaimana hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model cooperative learning tipe Snowball Throwing dan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional pada pelajaran matematika?

BAB II PENYUSUNAN KERANGKA TEORETIK DAN PENGAJUAN HIPOTESIS Deskripsi Teoretik A

1. Pembelajaran Matematika

a. Belajar dan Pembelajaran

  2) Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri siswa yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa.3) Faktor pendekatan belajar (approach to learning), yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk4 melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran.5 Agus Suprijono, Cooperative Learning, (Yogyakarta: Pustaka Belajar), h.4. Berdasarkan beberapa definisi yang telah dijelaskan, maka dapat dinyatakan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi antara guru dan siswayang terprogram dalam desain instruksional dengan menggunakan sumber belajar untuk mengembangkan kreatifitas berpikir dan kemampuanmengkonstruksi pengetahuan baru siswa sebagai upaya untuk meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi pelajaran.

b. Hasil Belajar Matematika

  Berdasarkan beberapa pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah hasil akhir setelah siswa mengalami proses belajar,dimana terdapat perubahan dalam tingkah laku maupun pola pikir siswa yang dapat diamati dan diukur karena hasil belajar menentukan tingkatkeberhasilan dalam proses belajar mengajar. Bloom dan Rathwol mengkategorikan jenis perilaku hasil belajar kepada tiga jenis ranah yang melekat pada diri peserta didik, yaitu: ranahkognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotor.

14 Knowledge Remembering

  Reys menyatakan bahwa matematika adalah “ telaah tentang pola dan hubungan, suatu jalan atau pola berpikir, suatu seni, suatu bahasa dan 16 suatu alat.”Berdasarkan beberapa definisi matematika yang telah dijelaskan, maka dapat disimpulkan bahwa matematika adalah ilmu tentang logika mengenaikonsep-konsep yang memiliki pola dan hubungan antara satu dengan yang lainnya serta dapat digunakan sebagai alat untuk berpikir. (5) meningkatkan kemampuan berfikir logis dan ketelitian(6) dapat memberikan kepuasan terhadap usaha memecahkan masalah yang menantang Matematika merupakan bahan pelaja ran yang objektif berupa fakta, konse p, operasi, dan prinsip yang semuanya adalah abstrak, maka dapatdikatakan hasil belajar matematika siswa sebagian besar dinilai oleh guru pada ranah kognitifnya, penilaiannya dilakukan dengan tes hasil belajarmatematika.

2. M odel Coopertive Learning Tipe Snowball Throwing

a. Model Cooper ative Learning

  Menurut Joyce model pembelajaran adalah sua tu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakanpem belajaran di kelas atau pembelajaran tutorial dan untuk menentukan 20 perangkat-perangkat pembelajaran. Model pembelajaran merupakan suatu pedoman yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaranuntuk mencapai tujuan belajar.

20 Trianto, Model – Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik, (Jakarta:

  Dalam kegiatan kooperatif, siswa mencari hasil yang menguntungkan bagi seluruh anggota kelompok dengan pemanfaatankelompok kecil untuk memaksimalkan belajar mereka dan belajar anggota lainnya dalam kelompok itu. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan, antara lain kelompok heterogen memberikan kesempatan untuk salingmengajar (peer tutoring) dan saling mendukung, kelompok ini meningkatkan relasi dan interaksi antar ras, agama, etnik, dan gender, dan kelompokheterogen memudahkan pengelolaan kelas karena dengan adanya satu orang yang berkemampuan akademis tinggi, guru mendapatkan satu asisten untuksetiap tiga orang.

28 Pada dasarnya model cooperative learning dikembangkan untuk

  Para pengembangmodel ini telah menunjukkan, model struktur penghargaan koopertif telah dapat meningkatkan nilai siswa pada belajar akademik dan perubahannorma yang berhubungan dengan hasil belajar. Penerimaan terhadap individuModel cooperative learning juga bertujuan agar siswa dapat bergaul secara luas dengan orang-orang yang berbeda ras, budaya, kelas sosial,kemampuan, dan ketidakmampuannya.

28 Anita Lie, Cooperative Learning( mempraktikkan cooperative learning di ruang-ruang kelas) , (Jakarta : PT. Grasindo, 2009), h.43

29 Kelebihan model Cooperative Learning menurut Jarolimek & Parker 30 (1993) adalah sebagai berikut :1) adanya saling ketergantungan yang positif antara siswa2) adanya pengakuan dalam merespon perbedaan individu3) siswa dilibatkan dalam perencanaan dan pengelolaan kelas4) tercipta suasana kelas yang menyenangkan sehinggan membuat siswa merasa rileks5) terjalinnya hubungan yang hangat dan bersahabat antara siswa dengan guru6) siswa memiliki banyak kesempatan untuk mengekspresikan pengalaman emosi yang menyenangkan.

b. Cooperative Learning Tipe Snowball Throwing

  Salah satu tipe yang ada pada cooperative learning adalah Cooperative Learning Tipe Snowball Throwing yang menurut asal katanya berarti ‘bola salju bergulir’ yang dapat diartikan sebagai pembelajaran dengan menggunakan bola pertanyaan dari kertas yang digulung bulat berbentuk bola 31 kemudian dilemparkan secara bergiliran di antara sesama siswa. Setiap siswamempunyai tanggung jawab untuk menjawab pertanyaan yang diperoleh dari siswa lain dan melakukan diskusi dengan kelompoknya untuk membahassetiap pertanyaan dalam satu kelompok.

3. Pembelajaran Konvensional

  Pembelajaran konvensional menyebabkan siswa menjadi pasif dalam proses pembelajaran, karena pembelajaran yang berlangsung lebih berpusatpada guru dan komunikasi yang terjadi adalah komunikasi satu arah. Dalam proses pembelajaran siswa hanyasekali-kali bertanya mengenai hal-hal yang disampaikan oleh guru dan biasanya hal tersebut dilakukan oleh siswa yang sama.

4. Hasil Penelitian yang Relevan

  Hal ini didukung dengan hasil tes kemampuan komunikasi matematikasiswa yang meningkat dari pre tes dengan persentase 42,71% dalam kategori “Rendah” menjadi 60,73% dalam kategori “Sedang” pada post tes siklus I dan 35 pada post tes siklus II menjadi 65,11% dalam kategori “Tinggi”. Penelitian lain yang menggunakan Model Cooperative Learning Tipe Snowball Throwing adalah Ari Daryani dalam penelitiannya yang berjudul ”Peningkatan Pemahaman Konsep Matematika Melalui Model PembelajaranSnowball Throwing” .

35 Silfia Maulida, Upaya Meningkatkan Kemampuan Komunikasi

  2) hasil belajarmatematika siswa meningkat dengan menggunakan model pembelajaranSnow Ball Throwing, disini dapat dilihat dari hasil belajar siswa dengan nilai≥ 60 sebelum putaran 10% dan diakhir putaran mencapai 70%, hasil belajar dengan nilai < 60 sebelum putaran mencapai 90% dan diakhir putaran 36 mencapai 30%. Melihat dari beberapa penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran dengan model Cooperative Learning tipe Snowball Throwing menggunakan sangat efektif untuk digunakan dalam proses belajar mengajar.

d. Kerangka Berpikir

  Satupekerjaan atau perjuangan yang semata-mata ditujukan untuk memahami materi atau memecahkan masalah yang ditugaskan. Mungkin tidaklahmengejutkan kalau banyak siswa sekolah dan orang dewasa yang takut dengan matematika dan berusaha menghindarinya.

36 Ari Daryani, Peningkatan pemahaman konsep matematika melalui model

  Tipe pembelajaran Snowball Throwing merupakan suatu cara penyajian pelajaran dengan cara siswa berkreatifitas membuat soal matematika dan menyelesaikan soal yang telah dibuat oleh temannya dengansebaik-baiknya. Penerapan tipe Snowball Throwing ini dalam pembelajaran matematika khususnya pokok bahasan bilangan bulat melibatkan siswa untuk dapatberperan aktif dengan bimbingan guru, agar peningkatan kemampuan siswa dalam memahami konsep dapat terarah lebih baik.

e. Pengajuan Hipotesis

Hipotesis dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan model cooperative learning tipe snowball throwing lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian

  Negeri Legok yang beralamat di Jl H Abdurrahman No 85 A Pagedangan, Tangerang. Waktu PenelitianPenelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2010/2011 pada bulan Agustus sampai dengan bulan September 2010.

21 Juli 2010 Permohonan izin penelitian

2 Agustus 2010 – 1 September 2010Penelitian 4 Agustus 2010 Uji validitas instrument 22 September 2010 Pemberian postes

B. Metode dan Desain Penelitian

  Desain penelitian yang digunakan adalah Randomized Subject Posttest Only Control Group Design dengan rincian 1 sebagai berikut : Tabel 3 Desain PenelitianKelas Perlakuan Post Test Eksperimen Kontrol Keterangan :: Perlakuan dengan Model Cooperative Learning Tipe Snowball Throwing : Tes akhir yang sama pada kedua kelas C. Data PenelitianData penelitian diambil dari hasil belajar matematika pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yang diperoleh dari skor tes formatif padapokok bahasan bilangan bulat dimana tes yang dikerjakan oleh kedua kelas tersebut sama, yang dilakukan pada akhir pokok bahasan materi bilanganbulat.

a. Uji Validitas

  t P = Proporsi testee yang menjawab betul terhadap butir item yang sedang diuji validitas itemnya.q = Proporsi testee yang menjawab salah terhadap butir item yang sedang diuji validitas itemnya. Dari hasil ujivaliditas 30 soal yang diujicobakan terdapat 10 soal yang valid (pada lampiran 8) dan 10 soal yang yang telah diperbaiki.

2 Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 005)

  Pengujianreliabilitas untuk tes berbentuk pilihan ganda dalam penelitian ini 3 menggunakan rumus KR-20, yaitu:2 ⎛ ⎞ ⎛ ⎞n S − ∑ pq 11 ⎜⎜ ⎟⎟ =2 ⎜⎜ ⎟⎟r ( n − 1 ) S ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ Keterangan: r = Koefisien reliabilitas tes.11 n = Banyaknya butir item. 1 = Bilangan konstan.2 s = Varian total.tp i = Proporsi testee yang menjawab dengan betul butir item yang bersangkutan.q i = Proporsi testee yang jawabannya salah, atau q i = 1 - p i .p q ∑ = Jumlah dari hasil perkalian antara p i dengan q i .

c. Uji Taraf Kesukaran (Difficulty Index)

  Hasil hitungnya merupakan proporsi atau perbandingan antara siswa yang menjawab benar dengan keseluruhan siswa yang mengikutites. Rumusnya adalah sebagai 5 berikut: : P = Keterangan:P = Indeks kesukaranB = Jumlah seluruh siswa yang menjawab soal benar5 JS = Jumlah seluruh siswa peserta tes.

d. Daya Pembeda

  Indeks diskriminan ini dikenak dengan tanda negative yang berarti bahwa suatu soal itu terbalikdalam mengukur kemampuan siswa. R umus yang digunakan untuk 6 m enemukan indeks diskriminan adalah: Keterangan:D = daya pembedaP A = proporsi kelas atas yang menjawab benarP B = proporsi kelas bawah yang menjawab benarBA = banyak golongan atas yang menjawab benar untuk setiap butir soal.

7 Klasifikasi daya pembeda:

DP = 0, 00 = sanga t jelek0,00 < DP 0,20 = jelek0,20 < DP 0,40 = cukup0,40 < DP 0,70 = baik0,70 < DP 1,00 = sangat baik

E. Tek nik Analisis Data

  Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data pada dua kelompok sampel yang diteliti berasal dari populasi yang berdistribusinormal atau tidak. Menentukan hipotesis H : Data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normalH 1 : Data sampel beras al dari populasi yang tidak berdistribusi normal b.

2. Uji Homogenitas an uji Fisher (F)

  Tentukan kriteria pengujian H , yaitu:Jika F , maka H diterima hitung tabel ≤ FJika F hitung > F tabel , maka H ditolakAdapun pasangan hipotesis yang akan diuji adalah sebagai berik ut: H : Kedua kelompok sampel mempunyai varians yang sama. H 1 : Kedua kelom pok sampel mempunyai varians yang berbeda.

3. Pen gujian Hipotesis

  Adapun langkah-langkah dalam tes UMann-Whitney adalah sebagai berikut: 12 )( 1 n n ) n ( ) (n 2 = jumlah peringkat kelas kontrolR 1 = jumlah rangking pada sampel kelas eksperimen R 2 = jumlah rangking pada sampel kelas kontrol d. n 1 untuk jumlah siswa yang lebih sedikit, dan n 2 untuk jumlah siswa yang lebih banyak.

B. Hipotesis Statistik

Perumusan hipotesis statistik dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:Ho : μ ≤ μ12 Ha : μ > μ12 Keterangan : Ho = Hipotesis nolHa = Hipotesis alternatif μ nilai rata-rata hasil belajar matematika siswa kelas eksperimen =1= μ2 nilai rata-rata hasil belajar mastematika siswa kelas kontrol

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Penelitian ini dilakukan di MTs. Negeri Legok pada kelas VII dengan

  Untuk mengetahui hasil belajar kedua kelompok, setelah diberikan perlakuan yang berbeda antara kelompok eksperimen dankelompok kontrol lalu kedua kelompok tersebut diberikan tes berupa post test yang sudah diujicoba terlebih dahulu Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar matematika yang terdiri dari 20 butir soal berbentuk pilihanganda. 10 dari instrumen tersebut merupakan hasil ujicoba yang telah dianalisis karakteristiknya, meliputi validitas, reliabilitas, taraf kesukaranbutir soal, dan daya pembeda butir soal dan 10 instrumen lainnya merupakan hasil perbaikan yang dilakukan penulis atas bimbingan dari para dosenpembimbing.

1. Hasil Belajar Matematika Siswa Kelompok Eksperimen

  Hasil tes yang diberikan kepada kelompok eksperimen yang dalam pembelajarannya menggunakan Model Cooperative Learning tipe Snowball Throwing, diperoleh nilai terendah adalah 20 dan nilai tertinggi adalah 70. Sedangkan, siswa yang mendapat nilai di bawah rata-rata sebanyak41,67%, yaitu siswa yang mendapatkan nilai 20-50.

2. Hasil Belajar Matematika Siswa Kelompok Kontrol

    Distribusi frekuensi hasil tes kelompok kontrol tersebut dapat ditunjukkan dalam grafik histogram dan poligon berikut:Frekuensi 1 5 2 3 4 7 8 Gambar 3 Grafik Histogram dan Poligon Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Siswa Kelompok Kontrol Berdasarkan uraian mengenai hasil belajar matematika siswa kelompok eksperimen dan hasil belajar matematika siswa kelompokkontrol, terlihat adanya perbedaan. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakahdata sampel berasal dari populasi berdistribusi normal atau tidak, dengan ketentuan bahwa data berasal dari populasi yang berdistribusi normal jika 2 2 memenuhi kriteria χ hitung < χ tabel diukur pada taraf signifikansi dan tingkat kepercayaan tertentu.

2 Kelompok Dk χ hitung Kesimpulan

  Karena F ≤ Fhitung tabel ( ) 1 , 4 ≤ 1 , 96 maka H diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok sampel mempunyai varians yang sama atau homogen. Tabel 11 Hasil Uji Homogenitas VariansKeterangan TarafF F hitung tabel kelas kelasSignifikan Eksperimen KontrolKedua sampel 205,2 287,71 0,05 1,4 1, 96 mempunyai varians yang samaKarena F F maka H diterima, artinya kedua kelompok sampel hitung tabel mempunyai varians yang sama atau homogen.

C. Pengujian Hipotesis dan Pembahasan 1. Pengujian Hipotesis

  Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah rata-rata hasil belajar matematika siswa pada kelompokeksperimen yang dalam pembelajarannya menggunakan Model Cooperative Learning tipe Snowball Throwing lebih tinggi dibandingkan   dengan rata-rata hasil belajar matematika siswa pada kelompok kontrol yang dalam pembelajarannya menggunakan pembelajaran konvensional. Dengan demikian, H ditolak dan H a diterima, atau dengan kata lain rata-rata hasil belajar matematika siswa pada kelompok eksperimenlebih tinggi dari rata-rata hasil belajar matematika siswa pada kelompok kontrol.

2. Pembahasan Hasil Penelitian

  Antaralain, siswa lebih siap dalam proses pembelajaran karena telah membaca buku sebelum masuk materi baru, siswa lebih bertanggung jawab secaraindividual saat membuat dan menjawab pertanyaan, siswa lebih tekun dalam belajar agar dapat menjawab pertanyaan dengan sebaik-baiknya,serta siswa lebih bertanggung jawab terhadap hasil diskusi kelompoknya. Selain itu, siswa lebih terbiasa mengerjakan variasi soal yang berkaitan dengan bilangan bulat, sehingga mampu meningkatkan hasil belajar   matematika siswa dan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan mutu pembelajaran yang mungkin dapat dilaksanakandikelas.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

  Hasil belajar matematika siswa yang diajarkan dengan menggunakan model Cooperative Learning tipe Snowball Throwing (kelompokeksperimen) lebih baik daripada siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional (kelompok kontrol). Model Cooperative Learning tipe Snowball Throwing ini dapat dijadikan salah satu alternatif variasi dalam memilih metodepembelajaran, karena dapat menjadikan siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran dan sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan hasilbelajar terutama dalam pelajaran matematika.

DAFTAR PUSTAKA

  Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran. Trianto, Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstrukvistik (Konsep, Landasan Teoritis-Praktis dan Implementasinya).

KISI-KISI INSTRUMEN TES HASIL BELAJAR

  Misalnya saja, untuk pelajaran bangun datar biasanya guru menggunakan metodedemonstrasi karena siswa akan merasa lebih jelas, dan untuk materi yang lain guru biasanya menggunakan metode ceramah dan ekspositori. Untuk siswa yang pandai pun diakurang memiliki kemampuan untuk menjelaskan kepada temannya yang belum mengerti materi yang dipelajari.

UJI COBA INSTRUMEN TES

  Nama : Kelas : Petunjuk: ƒ Berdoalah terlebih dahulu sebelum mengerjakan!ƒ Bacalah soal dengan teliti dan kerjakan terlebih dahulu soal yang kamu anggap mudah!ƒ Periksalah kembali hasil kerjamu sebelum dikumpulkan!ƒ Alokasi waktu: 80 menit 1. Diantara bilangan dibawah ini, manakah yang merupakan bilangan bulat positif dan negatif?

1 B

  Dalam suatu tes, jawaban yang benar d iberi nilai 4, yang salah diberi nilai -2, dan untuk soal tidak dijawab diberi nilai 0. Jika dari 25 soal, Andi menjawabdengan benar 18 soal dan 5 soal salah serta sisanya tidak dijawab, maka nilai yang diperoleh Andi adalah ….

29. Bila a = 2, b = 3, dan c = 4, maka nilai dari adalah…

  Harga satu lusin buku Rp. Jika Anton membeli 2 buku dan membayar dengan satu lembar uang lima ribuan, maka uang kembalian yangditerima Anton adalah… A.

INSTRUMEN TES

  50 meter dan -15 meter ƒ Berdoalah terlebih dahulu sebelum mengerjakan!ƒ Bacalah soal dengan teliti dan kerjakan terlebih dahulu soal yang kamu anggap mudah!ƒ Periksalah kembali hasil kerjamu sebelum dikumpulkan!ƒ Alokasi waktu: 80 menit Nama : Kelas : Petunjuk : A. Dalam suatu tes, jawaban yang benar d iberi nilai 4, yang salah diberi nilai -2, dan untuk soal tidak dijawab diberi nilai 0.

A. Kelompok Eksperimen No Nama Siswa Nilai

26 Z 30 1 A 50 27 AA 55 2 B 55 28 BB 50 3 C 60 29 CC 30 4 D 70 30 DD 70 5 E 45 31 EE 50 6 F 55 32 FF 60 7 G 50 33 GG 45 8 H 25 34 HH 70 9 I 60 35 II 55 10 J 70 36 JJ 65 11 K 35 12 L 60 13 M 60 14 N 70 15 O 60 16 P 65 17 Q 40 18 R 40 19 S 55 20 T 20 21 U 70 22 V 45 23 W 40 24 X 70   19 S 35 B. Kelompok Kontrol No Nama Siswa Nilai 20 T 60 1 A 50 21 U 45 2 B 60 22 V 50 3 C 40 23 W 35 4 D 45 24 X 45 5 E 30 25 Y 55 6 F 20 26 Z 55 7 G 40 27 AA 30 8 H 20 28 BB 65 9 I 50 29 CC 40 10 J 30 30 DD 60 11 K 65 31 EE 50 12 L 45 32 FF 35 13 M 60 33 GG 45 14 N 75 34 HH 40 15 O 55 35 II 65 16 P 10 36 JJ 70 17 Q 20 18 R 25  Lampiran 15 PERHITUNGAN DAFTAR DISTRIBUSI FREKUENSI, MEAN, MEDIAN, MODUS, VARIANS, SIMPANGAN BAKU, KEMIRINGAN DAN

KURTOSIS KELOMPOK EKSPERIMEN

R = X maks - X min = 70 - 20= 50 3. Perhitungan Banyak KelasK = 1 + 3,3 log (n) = 1 + 3,3 log 36 = 1 + 3,3 (1,56) = 1 + 5, 14= 6,14 ≈ 7 R P =K 50 P =   7 P = 7 , 14 P ≈ 8  Tabel Distribusi Frekuensi Nilai tes Eksperimeninterval   Bb  Ba   fi  Fk  Xi   xi^2   fixi   fixi^2   xi ‐x  (xi ‐x)^4  f(xi ‐x)^4  20 ‐27  19.5  27.5 2  2  23.5 552.25   47   1104.5   ‐30.2  831816.96   1663633.92 28 ‐35  27.5  35.5 3  5  31.5 992.25  94.5   2976.75   ‐22.2  242891.27   728673.80 36 ‐43  35.5  43.5 3  8  39.5 1560.25   118.5 4680.75   ‐14.2  40658.69   121976.07 44 ‐51  43.5  51.5 7  15  47.5 2256.25   332.5 15793.75 ‐6.2  1477.63   10343.44 52 3080.25 333 18481.5 1.8 10.50 62.99 ‐59  51.5  59.5 6  21  55.5          60 ‐67  59.5  67.5 8  29  63.5 4032.25   508   32258   9.8   9223.68   73789.45 68 ‐75  67.5  75.5 7  36  71.5 5112.25   500.5 35785.75 17.8   100387.586  702713.10 17585.75 1934 111081 3301192.76      Jumlah                       f x i i∑x = fi ∑1934 = 36 =53 ,

7 C. Perhitungan Median

1 ⎛ ⎞n − F ⎜ ⎟ 2 ⎜ ⎟e = + M b Pf ⎜ ⎟ ⎜ ⎟⎝ ⎠ 18 − 15 ⎛ ⎞51 , 5 + = 8 ⎜ ⎟6 ⎝ ⎠ = 55 , 5 D. Perihtungan Modus ⎛ ⎞b1 = ⎜⎜ ⎟⎟o +b b12 ⎝ ⎠ 2 ⎛ ⎞  = + 59 , 5 8 ⎜ ⎟ 1 ⎝ ⎠= + 59 , 5 5 , 3 =64 , 8  

E. Perhitungan Varians

222 n f x − f x i i ( i i )∑ ∑s =n ( n − 1 )2 36 ( 111081 ) ( − 1934 ) = 36 (36 − 1 ) 3998916 − 3740356 = 1260258560 = 1260 = 205 ,

2 F

Perhitungan simpangan bakus = 205 , 2 =14 .

32 G. Perhitungan Kemiringan

x − M o S =k s 53 , 7 − 64 , 8= 14 , 32− 11 , 1= 14 , 32= − , 77 Karena kemiringan negatif maka modelnya miring ke kiri. 4 1 f x − x( i ) ∑n =α44 s 1 ( 3301192 , 76 ) 36=4 14 , 32 ( ) 91699 , 8= 42050 , 6 2 , 18=   Karena nilai kurtosisnya kurang dari 3, maka distribusinya adalah distribusiplatikurtik atau bentuk kurvanya mendatar.   Lampiran 16 PERHITUNGAN DAFTAR DISTRIBUSI FREKUENSI, MEAN, MEDIAN, MODUS, VARIANS, SIMPANGAN BAKU, KEMIRINGAN DAN

KURTOSIS KELOMPOK KONTROL

R = X maks - X min = 75-10= 65 3. Perhitungan Banyak KelasK = 1 + 3,3 log (n) = 1 + 3,3 log 36 = 1 + 3,3 (1, 56) = 1 + 5,14= 6,14 ≈ 6 11 8 , 10 6 65≈=== P P P K R P 1 = + =⎟ ⎠⎞ ⎜ 1618 82790       6002993   ⎞ ⎜⎜ ⎜⎜ ⎝⎛ −  Tabel Distribusi Frekuensi Nilai Tes Kelas kontrol =∑ ∑i i if x fx 36 1618= = 44 94 , 273551.6  65 ‐75  64,5   75,5  5 36 70 4900 350   24500 25.06   394388.5 1971943   Jumlah                     2 413   2436714.06   39078.81 54 ‐64 53,5   64,5  7 31 59 3481 3214158  21 ‐31  20,5   31,5  4 8   26 676   104   2704   ‐18.94  128682.6 514730.5   32 ‐42  31,5   42,5  7 15 37 1369 259   9583   ‐7.94  3974.496 27821.47  43 ‐53  42,5   53,5  9 24 48 2304 432   20736 3.06   87.677   789.093   60  900   ‐29.94  803539.4 4   15225   1  0‐20 9,5   20,5  4 Interval   Bb  Ba   fi Fk  xi  xi^2  fixi   fixi^2   xi ‐x  (xi ‐x)^4  f(xi ‐x)^4 

B. Perhitungan Median

  Perhitungan simpangan baku96 , 16 287 71 ,= =s 18 , 96 ,16 06 , 36 1618 82790 3 96 , 16 48 94 , 44− = −= −= −= 36 36   11 5 , C. Perhitungan Varians( ) ( ) ( ) ( )( ) 287 71 , 1260362516 1260 2617924 2980440 s M xS o k   Karena kemiringan negatif dan dekat kepada nol maka modelnya sedikit miring kekiri.

UJI NORMALITAS KELAS EKSPERIMEN DAN KELAS KONTROL

A. Kelas Eksperimen Nilai Z

    Diketahui batas bawah kelas adalah 19,5, maka mencari Z batas BK − x kelas dengan cara: S 19 , 5 − 53 , 7 27 , 5 − 53 , 7 Jadi, Z batas kelas = = -2,39 dan = -1,83 14 ,32 14 , 32 Begitu seterusnya hingga batas bawah terakhir. Langkah 3 : Mencari luas Z tabel = Z – Z Luas Z tabel = 0,0068 - 0,0259 = 0,0191Langkah 4 : Mencari frekuensi ekspektasi (Ei) = n x luas Z tabel Ei = 36 x 0,0191= 0,68762 ( Oi − Ei )Langkah 5 : Mencari = Ei22( 2 − , 6876 ) ( 1 , 3124 ) 1 , 722= = = 2,50 , 6876 , 6876 , 6876 Langkah 6 : Dengan Derajat kebebasan (dk) = Banyak kelas – 3, jadi dk = 6 – 3 = 3 dan taraf signifikansi ( α )=0,052 tabel (2 1 α )( dk ) ( ,2 95 )( 6 ) X = X − = X = 7 .

PERHITUNGAN UJI HOMOGENITAS

  Menentukan F dan Kriteria Pengujian tabel Dari Table F untuk jumlah sampel 36 pada taraf signifikasi ( α ) 5% dan pada taraf signifikansi α = 0,05 untuk dk penyebut (varian terbesar) 35dan dk pembilang (varian terkecil ) 35, diperoleh F = 1,96. Keriteria tabel pengujian untuk uji homogenitas sebagai berikut :Jika F hitung < F tabel , maka H diterima dan H 1 ditolak Jika F , maka H ditolak dan H diterima hitung tabel 1 ≥ F C.

PERHITUNGAN UJI HIPOTESIS STATISTIK

  tabel ( = 1 α ) ( , dk ) −12 2 = 70( ) ( ) 36 + Dengan dk = n n − 36 − 2 = tabel uji normalitas sebagai berikut :Jika t hitung < t tabel , maka H diterima dan H a ditolakJika t hitung tabel , maka H ditolak dan H a diterima ≥ t X X tgab hitung 1 1 7 ,15 94 , 44 7 , 53 1 12121== = = n n S 36 hitung dengan t tabel Dari hasil perhitungan diperoleh, t hitung > t tabel ⇔ 2,37 > 1,66 E. Menentukan t hitung ( ) ( ) ( )( ) ( )( ) 7 , 15 246 5 ,70 17251 85 , 70 7182 10069 85 , 2 36 36 287 71 , 36 205 2 , 37 , 1 36 2 1 121222211=== − +− + − =− + − + −= n n s n s ns gab maka H ditolak dan H a diterima atau dengan kata lain rata-rata hasil belajarmatematika siswa pada kelompok eksperimen lebih tinggi dari rata-rata hasil belajar matematika pada kelompok kontrol.

25 Bentuk sederhana dari = …

  Menentukan KPK 15 FPB dari 21 dan 18 adalah….dan FPB dengan A. Menggunakan 17 Ari, Oji dan Deni melakukan jagaKPK dan FPB (piket) secara berkala, Ari setiap 3 hari untuk sekali, Oji setiap 4 hari sekali, dan Denimenyelesaikan setiap 5 hari sekali.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pengaruh model pembelajaran elaborasi metode PQ4R terhadap hasil belajar matematika siswa
1
9
138
Pengaruh pembelajaran matematika menggunakan media cai (Computer-asssited insruction) dengan tipe tutorial terhadap hasil belajar matematika siswa
0
9
199
Pengaruh strategi resorce base learning terhadap hasil belajar matematika siswa
2
9
137
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe roundtable terhadap hasil belajar Matematika siswa jenjang analisis dan sintesis
3
24
178
Pengaruh model cooperative learning tipe snowball throwing terhadap hasil belajar matematika siswa
0
34
169
Pengaruh model learning cycle 5e terhadap hasil belajar siswa pada konsep sistem ekskresi
11
134
269
pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe rotating exchange (RTE) terhadap minat belajar matematika siswa
3
43
76
Perbandingan peningkatan hasil belajar fisika antara siswa yang menggunakan model pembelajaran problem based learning dengan cooperative learning
1
12
190
Pengaruh model pendidikan montessori terhadap hasil belajar matematika siswa
0
4
155
Pengaruh penerapan model cooperative learning tipe stad terhadap hasil belajar kimia siswa pada konsep sistem koloid (quasi eksperimen di MAN 2 Kota Bogor)
3
31
126
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe rotating trio exchangnge terhadap hasil belajar matematika siswa
0
3
203
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Penerapan model cooperative learning tipe student team achievement division dan tipe snowball throwing terhadap interaksi sosial dan hasil belajar peserta didik pada pokok bahasan getaran dan gelombang Kelas VIII seme
0
0
10
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Penelitian Yang Relevan - Penerapan model cooperative learning tipe student team achievement division dan tipe snowball throwing terhadap interaksi sosial dan hasil belajar peserta didik pada pokok bahasan getaran dan gelom
0
0
35
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Dan Desain Penelitian 1. Jenis Penelitian - Penerapan model cooperative learning tipe student team achievement division dan tipe snowball throwing terhadap interaksi sosial dan hasil belajar peserta didik pada pokok baha
0
0
27
Penerapan model cooperative learning tipe student team achievement division dan tipe snowball throwing terhadap interaksi sosial dan hasil belajar peserta didik pada pokok bahasan getaran dan gelombang Kelas VIII semester II MTsN 2 Palangka Raya Tahun Aja
0
0
36
Show more