Pengaruh mutu mengajar guru terhadap prestasi belajar siswa bidang ekonomi di SMA Negeri 14 Tangerang

Gratis

15
139
84
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yangtelah membantu dan mendukung penulis baik secara langsung maupun tidak langsung karena skripsi ini yang tidak akan mendekati kesempurnaan tanpabantuan semua. Micang yang selalu semangat mendo’akan tiada henti dan senantiasa memberikan dukungan baik moriilmaupun materiil kepada penulis, kakak-kakakku tersayang Yayah Luthfiah&Suami, Ati Kurniati & Suami, Muthoharoh, Nuril Anwar & Istri, dan adikku M.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Di era globalisasi ini setiap negara di dunia saling berlomba dalam

  Guru yang baik harus memiliki sifat-sifat antusias, stimulatif, mendorong siswa untuk maju, berorientasi pada tugas dan pekerja keras,toleran, sopan, dan bijaksana memiliki pengetahuan yang memadai dalam mata pelajaran yang diampunya, mampu memberikan jaminanbahwa materi yang disampaikannya mencakup semua unit bahasa yang diharapkan siswa secara maksimal. Kegagalan pendidikan untuk membuat dan menciptakan peserta didik yang berkarakter atau berkepribadian tidak lepas dari kelemahan aktor utama dalamproses pendidikan di kelas, yakni kelemahan guru dalam mengemas dan mendesain serta membawakan mata pelajaran ini kepada peserta didik.

C. Pembatasan Masalah

  Sesuai dengan identifikasi masalah yang telah diuraikan di atas, maka untuk lebih memfokuskan penelitian ini. Pengaruh mutu mengajar guru terhadap prestasi belajar siswa bidang studi ekonomi.

D. Perumusan Masalah

  Dari pembatasan masalah di atas, penulis merumuskan masalah sebagai berikut: “Apakah terdapat pengaruh antara mutu mengajar guruterhadap prestasi belajar siswa bidang studi ekonomi di SMA Negeri 14Tangerang? Untuk mengetahui pengaruh mutu mengajar guru terhadap prestasi belajar siswa SMA Negeri 14 Tangerang.

F. Manfaat Penelitian

  Mengenai penjaminan mutu dan tujuannya yang berbunyi : “ Setiap satuan pendidikan pada jalur formal maupun non formal wajib melakukanpenjaminan mutu pendidikan yang bertujuan untuk memenuhi dan melampaui standar nasional yang dilakukan secara bertahap, sistematisdan terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki 5target dan kerangka waktu yang jelas”. kedudukan orang yang mempunyai ilmu pengetahuan (gulu/ulama), penghormatan dan kedudukan yang tinggi ini amat logis diberikankepadanya, karena dilihat dari jasanya yang demikian besar dalam membimbing dan mengarahkan, membentuk akhlak, dan memberikanpengetahuan sehingga anak didik siap menghadapi hari depan dengan penuh rasa percaya diri dan dapat melaksanakan fungsinya sebagaiAbdullah dan Khalifatu Fil Ard.

17 Oemar Hamalik, Pendidikan Guru; Berdasarkan Pendekatan Kompetensi, (Jakarta:

  Guru Sebagai DemonstratorMelalui peranannya sebagai demonstrator, lecturer, atau pengajar, guru hendaknya senantiasa menguasai bahan atau materi pelajaranyang akan diajarkannya serta senantiasa mengembangkannya dalam arti meningkatkan kemampuannya dalam hal ilmu yang dimilikinyakarena hal ini akan sangat menentukan hasil belajar yang dicapai oleh 19 siswa. Kualitas dan kuantitas belajar siswa di dalam kelas bergantung pada banyak faktor, antara lain ialah guru, hubungan pribadi antara siswa di 20 dalam kelas, serta kondisi umum dan suasana di dalam kelas.

18 E. Mulyasa, Menjadi Guru Profesional; Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan

  Dengan demikian media pendidikanmerupakan dasar yang sangat diperlukan yang bersifat melengkapi dan merupakan bagian integral demi berhasilnya proses pendidikan dan 21 pengajaran di sekolah. Guru Sebagai EvaluatorSebagai evaluator guru hendaknya mampu dan terampil melaksanakan penilaian karena, dengan penilaian, guru dapat mengetahui prestasi 22 yang dicapai oleh siswa setelah ia melaksanakan proses belajar.

PERAN GURU

  Secara garis besar, tugas guru dapat ditinjau dari tugas-tugas yang langsung berhubungandengan tugas utamanya, yaitu menjadi pengelola dalam proses pembelajaran dan tugas-tugas lain yang tidak secara langsungberhubungan dengan proses pembelajaran, tetapi akan menunjang keberhasilannya menjadi guru yang andal dan dapat diteladani. Uno terdapat tiga jenis tugas guru, yakni tugas dalam bidang profesi, tugas 24 kemanusiaan, dan tugas dalam bidang kemasyarakatan.23 Tugas guru dalam bidang kemanusiaan meliputi bahwa guru di sekolah harus dapat menjadi orang tua kedua, dapat memahami pesertadidik dengan tugas perkembangannya mulai dari sebagai makhluk bermain(homoludens), sebagai makhluk remaja/berkarya (homopither), dan sebagai makhluk berpikir/dewasa (homosapiens).

12) Guru sebagai sponsor dalam kegiatan anak-anak

3. Kompetensi Guru

  Tugas dan peran guru tidaklah terbatas di dalam masyarakat, bahkan guru pada hakikatnya merupakan komponen strategis yangmemilih peran yang penting dalam menentukan gerak maju kehidupan bangsa. yang memadai atau memiliki pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dituntut pada jabatan seseorang.

29 Sedangkan menurut Zakiyah Darajat bahwa kompetensi sangat berarti”

  adalah kewenangan atau kecakapan untuk menentukan atau memutuskan 30 suatu hal. Menurut Moh.

31 Artinya bahwa guru yang piawai dalam profesi keguruannya”

  melaksanakan profesinya dapat disebut guru yang kompeten dan profesional. Sesuai dengan yang diungkapkan oleh Saman.

27 J. S. Badudu, et. Al., Kamus Umum Bahasa Indonesia, ( Jakarta: Pustaka Sinar

  Dari beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, maka dapat disimpulkan bahwa kompetensi guru merupakan kecakapan ataukemampuan dasar yang harus dimiliki setiap guru dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya secara baik dan bertanggung jawab sehinggakegiatan belajar mengajar dapat terlaksana dengan efektif dan efisien. Mengelola program belajar mengajar, yang meliputi: a)Merumuskan tujuan instruksional b)Mengenal dan dapat menggunakan metode mengajar c)Memilih dan menyusun prosedur instruksional yang tepat d)Melaksanakan program belajar mengajar e)Mengenal kemampuan (entry behavior) anak didik f)Merencanakan dan melaksanakan pengajaran remedial 3.32 Mengelola kelas, meliputi: Saman.

2) Menilai proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan

3) Kompetensi bidang perilaku (psikomotorik)

  Adapun kompetensi yang harus dimiliki oleh guru sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 tersebut diperjelas lagi padapasal 10 ayat 1 yaitu meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, kompetensi sosial yang diperolehmelalui pendidikan profesi. Yang dimaksud dengan kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahamanterhadap peserta didik, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengemabangan peserta didik untukmengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

37 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama RI. 2006, Undang-undang

  8838 Yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi 39 teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Disamping itu kompetensi personal juga menunjukan pada kemampuan dasar guru untuk dapatmentransformasikan nilai-nilai yang ada pada dirinya kepada peserta didik.

6) Bersikap ingin tahu

  Yang dimaksud dengan kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yangmemungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar 41 kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan. Istilahprofesional berasal dari bahasa ingg ris yaitu “profession” yangmengandung arti pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus yang diperoleh melalui pendidikan atau latihan.

6) Menguasai berbagai teknik dan model penilaian

  Yang dimaksud dengan kompetensi sosial adalah kemampuan pendidik sebagai dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secaraefektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, 43 orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Bukanlah seorang yang berdiri di depan kelas untuk menyampaikan materi pengetahuan tertentu tetapi juga anggota masyarakat yang harusikut aktif dan berjiwa bebas serta kreatif dalam mengarahkan perkembangan anak didik untuk menjadi anggota masyarakat sebagaiorang dewasa.

42 Oteng Sutisna, Administrasi Pendidikan Dasar teoritis untuk praktek Profesional, h

  Berdasarkan yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa pada prinsipnya guru difungsikan sebagai subyek yang membimbing danmemberi pelajaran dalam proses kegiatan belajar mengajar perlu memenuhi kriteria tertentu diantaranya kompetensi dan profesionalitas. Oleh karena itu, guru tidak saja mendidik fungsi sebagai orang dewasa yang bertugas secara profesional memindahkan ilmu pengetahuan( transfer of knowledge ) atau penyalur ilmu pengetahuan ( transmitter of knowledge ) yang dikuasai kepada anak didik, melaikan lebih dari itu, ia menjadi pemimpin, pendidik, dan pembimbing di kalangan anak didiknya.

4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Mutu Mengajar Guru dan Usaha Dalam Meningkatkannya

  Sedangkan faktor yang berasal dari luar44 Menurut Kartini Kartanto terdapat dua faktor yang dapat mempengaruhi mutu guru antara lain adalah “faktor dari dalam diri sendiri yang meliputi kecerdasan, keterampilan dan kecakapan, bakat,kemampuan dan minat, motif, kepribadian dan cita-cita. Motivasi kerjaMenurut Muhaimin:Seorang guru agama itu perlu memiliki semangat jihad dalam menjalankan profesinya sebagai guru agama, dan memiliki kepribadianyang matang dan berkembang professionalism is predominantly an attitude, not a set of competencies, yakni seperangkat kompetensi profesional yang dimiliki oleh guru agama adalah penting, tetapi yang lebih penting lagi adalah sikap atu etos profesionalisme dari guru 47 agama itu sendiri.

B. Prestasi Belajar Siswa 1. Pengertian Prestasi Belajar

  Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dimaksud dengan prestasi adalah “Hasil yang telah dicapai (dilakukan, dikerjakan, dan 49 sebagainya”. Menurut Slameto pengertian belajar dapat didefinisikan sebagai berikut: “Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukanseseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi 51 dengan lingkungannya”.49 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, ( Jakarta:Balai Pustaka, 2002 ), Cet.

52 Morgan mengemukakan pengertian belajar adalah setiap tertentu”

  Sedangkan menurut Syaiful Bahri Djamarah mengatakan bahwa“Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalaminteraksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif dan 55 psikomotorik”. Hasil belajar siswa itu biasanya dinyatakan dalam bentuk angka (skor) atau kalimat yang ditulis oleh guru dalam buku prestasibelajar siswa (raport).

2. Cara Mengetahui Prestasi Belajar Siswa

  Hal ini penting karena dengan evaluasi dapat diketahui apakah tujuan belajar yang telahditetapkan dapat tercapai atau tidak. 5 Muhibbin Syah bahwa “Evaluasi adalah penilaian terhadap tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam sebuahprogram”.

56 Jadi evaluasi sangatlah diperlukan untuk menentukan prestasi

  Ranah rasa (afektif) diantaranya siswa dapat menunjukkan sikap menerima, menunjukkan sikap menolak, mengakui dan menyakiti,mengingkari dan menjelmakan dalam pribadi dan prilaku sehari-hari. Indikator prestasi belajar siswa menurut Muhibbin Syah adalah sebagai berikut: Indikator prestasi belajar adalah hasil belajar yang meliputi segenap ranah psikologis yang berubah akibat pengalaman dan prosesbelajar siswa.

5. Usaha-usaha Peningkatan Prestasi Belajar

  Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa, antara lain keadaan jasmani, keadaansosial emosional, lingkungan, sikap yang optimis, dan mengatur waktu yang baik. Alisuf Sabri motivasi adalah 64 “segala sesuatu yang menjadi timbulnya suatu tingkah laku” motivasi sangatlah berpengaruh dalam proses pembelajaran, denganmotivasi inilah siswa menjadi tekun dalam belajar dan dengan motivasi belajar ini pula kualitas hasil belajar siswa dapat terwujud.

3) Mengadakan penilaian atau tes”

  Ketika siswa sudah memiliki kedisiplinan baik hal itu yang berasal dari dirinya maupun atas dorongan orang lain, maka segalasesuatu yang dikerjakan akan menjadi maksimal dan akan berpengaruh pula pada prestasi yang baik dalam belajarnya. Maka dari itu guru harusmemberikan teladan yang baik kepada siswa guna meningkatkan dan mempertahankan kedisiplinan siswa.

64 M. Alisuf Sabri, Psikologi Pendidikan Berdasarkan Kurikulum Nasional, (Jakarta:

  Pedoman Ilmu Jaya, 1996), Cet. Ke-2, h.

C. Kerangka Berpikir

  Dalam meningkatkan mutu kinerja guru memiliki kewajiban untuk memenuhi mutu materi pelajaran, mengelola proses pembelajaran agarmeningkatkan minat siswa untuk belajar baik melalui peningkatan kemampuan individu dalam kerja sama kelompok. Dengan demikian, kerangka berpikir yang penulis ungkapkan adalah semakin mutu mengajar guru bernilai tinggi, maka akan semakin baik pulaprestasi belajar yang dicapai.

D. Pengajuan Hipotesis

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Lokasi yang di jadikan penelitian adalah Sekolah Menengah Atas Negeri

  Berdasarkan kajian teoritis dan kerangka pemikiran sebagaimana yang penulis uraikan di atas, maka dapat diajukan hipotesa sebagai berikut:Hipotesis alternatif (Ha) : Ada pengaruh yang signifikan antara mutu mengajar guru ekonomi (variabel X) denganprestasi belajar siswa (variabel Y). Hipotesis nihil (Ho) : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara mutu mengajar guru ekonomi (variabel X)dengan prestasi belajar siswa (variabel Y).

2. Penelitian ini dilaksanakan antara 5 April 2010 sampai dengan 10 Juni 2010

  AngketAngket adalah “daftar pertanyaan yang diberikan kepada 70 responden baik secara langsung mau Angket ini pun tidak langsung”.disebarkan kepada murid SMA Negeri 14 Tangerang untuk memperoleh informasi mengenai mutu mengajar yang dimiliki oleh guru dalam prosesbelajar mengajar. Menganalisis data merupakan suatu cara yang digunakanuntuk menguraikan data yang diperoleh agar dapat dipahami bukan hanya oleh orang yang meneliti, tetapi juga orang lain yang ingin mengetahui hasilpenelitian.

E. Teknik Pengolahan dan Analisis Data

  Setiap angket diteliti satu persatu mengenai kelengkapan, kejelasan dan kebenaran pengisian angket tersebut agar terhindar darikesalahan/kekeliruan dalam mendapatkan informasi sehingga dapat diperoleh data yang akurat. Dalam setiap pertanyaan dalamangket terdapat (4) empat kolom jawaban Selalu (SL), Sering (SR),Kadang-Kadang (KD), dan Tidak Pernah (TP) yang harus dipilih oleh responden dengan memberikan tanda check list ( √ ).

71 Analisis Mean

  Raja Grafino Persada, r xy= mutu mengajar guru Ekonomi dengan prestasi belajar siswa bidang Ekonomi, maka akan dipakai adalah rumus “r” product moment dari karl pearson. Adapunrumusnya adalah sebagai berikut: = Mean dari skor variabel YN = Number of Cases∑X = Jumlah skor variabel X∑Y = Jumlah skor variabel Y y =N P = x 100 %N y M N∑Y ∑XM x = Analisis ini digunakan untuk mengetahui besarnya mean (rata-rata) nilai angket tentang Mutu Mengajar Guru Ekonomi.

72 Karena penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada korelasi antara

2 2 2 2[ - ( ] [ - ( ] √ ΝΣΧ ΣΧ ) ΝΣΥ ΣΥ )Keterangan: r xy = Angka Indeks Korelasi “r” product moment (variabel x dan y)N = Jumlah Responden = Jumlah hasil perkalian antara skor x dan skor y∑ XY = Jumlah seluruh skor x∑ X = Jumlah seluruh skor y∑ Y Rumusan korelasi tersebut untuk menguji hipotesis sebagai berikut:Hipotesis alternatif (Ha) : Ada pengaruh yang signifikan antara mutu mengajar guru Ekonomi (variabel X) dengan prestasi belajar siswa (variabel Y).Hipotesis nihil (Ho) : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara mutu mengajar guru Ekonomi (variabel X) dengan prestasi belajar siswa (variabel Y).

F. Interpretasi data

  Sejarah Singkat SMA Negeri 14 Tangerang SMA Negeri 14 Tangerang adalah sebagai lembaga pendidikan formal, merupakan salah satu komponen yang ikut bertanggung jawab untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, serta mewujudkan TujuanPendidikan Nasional secara umum dan Tujuan Pendidikan Sekolah secara internal. Visi dan misi SMA Negeri 14 Tangerang Adapun Visi SMA Negeri 14 Tangerang, yaitu, : “Berprestasi dalam IPTEK Berlandaskan Iman dan Taqwa” Maka Misi SMA Negeri 14 Tangerang adalah : a.

a. Keadaan Guru

  Baik tidaknya pembelajaran sangat dipengaruhioleh kemampuan profesional seorang guru, karena guru memegang peran sebagai sutradara sekaligus aktor dalam proses pembelajaran. 3 Keadaan guru SMA Negeri 14 Tangerang Perguruan Mengajar No Nama Pendidikan Jurusan Tinggi Bidang Studi Sekolah IKIP B.

IAIN SGDB PAI

  Yang dimaksud adalah pegawai pada unit pelaksana teknis SMA Negeri 14 Tangerangadalah seluruh karyawan sekolah yang diantaranya staf tata usaha, keamanan dan kebersihan. Selanjutnya untuk mengetahui keadaaan karyawan dapat dilihat pada Berdasarkan tabel tersebut diketahui jumlah guru keseluruhan adalah 52 orang yang berlatarbelakang pendidikan S2 ada 4 orang, S1ada 46 orang, D-III ada 1 orang dan D-IV ada 1 orang.

b. Karyawan

  SMA Negeri 14 Tangerang Tahun 2009-2010 IPS 19 Hariri Penjaga Malam SMA IPS 18 Ardani Penjaga Malam SMA 17 Samsudin Penjaga Malam SD - 16 Nurhasan SATPAM PGAN PAI 15 Tri Handayani Pramubakti SMP - 14 Rahmatullah. Rutin SD - Dari data tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah karyawan yang ada di SMA Negeri 14 Tangerang, sudah dapat menunjangpelaksanaan kegiatan dan pelayanan kependidikan di sekolah seperti kebutuhan guru dan siswa keamanan sekolah, kebersihan sekolah dankegiatan administrasi sekolah.

c. Siswa

  Siswa-siswi SMA Negeri 14 Tangerang pada tahun ajaran2009/2010 berjumlah 1157 orang siswa. Dengan rincian, kelas X berjumlah 414 siswa, kelas XI berjumlah 422 siswa dan kelas XIIberjumlah 321 siswa.

XI XII 159 162 321 JUMLAH 533 624 1157

  SMA Negeri 14 Tangerang Tahun 2009-2010 Dari data tabel tersebut diketahui bahwa jumlah siswa perempuan lebih banyak dari jumlah siswa laki-laki. Jumlah siswa perempuanberjumlah 624 siswa dan siswa laki-laki berjumlah 533 siswa.

5. Keadaan Sarana dan Prasarana Sekolah

  Sarana dan prasarana pendidikan merupakan merupakan sesuatu yang diadakan oleh sekelompok manusia atau alat penunjang prosespendidikan agar dapat memberikan kontribusi secara berarti dan optimal bagi jalannya proses pendidikan. Adapun sarana dan prasarana di SMA Negeri 14 Tangerang dapat Tabel .

B. Deskripsi Data

  7 (Menguasai Bahan)Guru menyampaikan materi tepat dan jelas No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase 1 Selalu 28 62,2%Sering 13 28,9%Kadang-kadang 4 8,9%Tidak Pernah 0% Jumlah 45 100%Dari data tabel 7 di atas dapat dilihat bahwa lebih dari setengah (62,2%) dari siswa menyatakan guru selalu menyampaikan materi dengan tepat dan jelas, sebagian kecil (28,9%) menjawab sering, sedikit sekali (8,9%)menyatakan kadang-kadang dan tidak ada (0%) yang menyatakan tidak pernah. 10 Jika siswa mengajukan pertanyaan, guru dapat menjawab dengan baik dantepat No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase 4 Selalu 34 75,6%Sering 9 20%Kadang-kadang 2 4,4%Tidak Pernah 0% Jumlah 45 100%Dari data tabel 10 di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar (75,6%) siswa menjawab guru selalu dapat menjawab dengan baik dan tepat jika siswamengajukan pertanyaan, sebagian kecil (20%) menjawab sering, sedikit (4,4%) menjawab kadang-kadang dan tidak ada (0%) menjawab tidak pernah.

C. Pengolahan dan Analisis Data

  Sebelum uji hipotesa, berikut ini akan ditampilkan hasil akumulasi perhitungan dari tiap-tiap variabel sebagai berikut: Tabel. Untuk mengetahui korelasi dua variabel yang akan diuji, maka nilai hasil perhitungan tersebut dimasukkan kedalam rumus“r” Product Moment sebagai berikut: 2 = 250.375 72 75 5.400 5.184 5.625 45 ∑X = 3.150 ∑Y = 3.345 ∑X.

D. Interpretasi Data

  Jika dikonsultasikan pada kriteria tabel korelasi, angka r xy (0,417) terletak antara 0,40-0,70 sehingga penulis berikan interpretasi terhadap r xy tersebut yaitu bahwa terdapat korelasi positif antara variabel X(Mutu Mengajar Guru) dan variabel Y (Prestasi Belajar Siswa), dan korelasi tersebut termasuk korelasi yang sedang atau cukupan. Karena ro lebih besar maka hipotesa Sedangkan untuk mengetahui kontribusi (sumbangan) yang diberikan variabel X terhadap variabel Y digunakan rumus koefisiendeterminan sebagai berikut: KD = r 2 x 100% = (0,417) 2 x 100%= 0,173889 x 100%= 17,3889% Dari perhitungan di atas diperoleh KD sebesar 17,3889% maka diketahui bahwa mutu mengajar guru memiliki korelasi terhadap prestasibelajar siswa sebesar 17,38%, ini berarti 82,62% dipengaruhi oleh faktor lain.

BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang disajikan

  Mutu mengajar yang dimiliki oleh guru bidang studi Ekonomi di SMANegeri 14 Tangerang yang didasarkan atas jawaban responden (45 siswa) dengan 25 item pertanyaan menunjukkan bahwa hasil jawaban di nilaicukup baik., dengan rata-ratanya yaitu 70. Dengan demikian kualitas mengajar guru dan proses pembelajaran yang telah dilakukan termasukkategori baik.

2. Selanjutnya nilai rata-rata prestasi belajar siswa SMA Negeri 14

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisiensi korelasi antara mutu mengajar guru terhadap prestasi belajar siswa yaitu sebesar 0,417, angkatersebut berada pada kisaran 0,40-0,70 yang sifat hubungannya adalah sedang atau cukup. Sehingga dapat dikemukakan bahwa terdapat pengaruhantara variabel X (Mutu Mengajar Guru) terhadap variabel Y (PrestasiBelajar Siswa) memiliki korelasi yang positif yang signifikan, dilihat pada taraf signifikansi 5% = 0,294 dan taraf 1% = 0,380 r lebih besar dari pada xy r tab yaitu 0,417>0,380>0,294.

B. SARAN-SARAN

Berdasarkan hasil penelitian skripsi ini, ada beberapa saran yang perlu penulis kemukakan:

1. Kepada pihak kepala sekolah, hendaknya selalu memberikan motivasi dan

  penyediaan sarana dan prasarana pengajaran yang dibutuhkan oleh guru bidang studi Ekonomi agar mendukung kualitas dalam prosespembelajaran yang dilakukan. Kepada para guru khususnya guru bidang studi ekonomi, hendaknya selalu memberikan perhatian dan motivasi kepada para peserta didik agar selalusemangat dan tetap memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar.

Dokumen baru

Download (84 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Pengaruh minat belajar terhadap prestasi belajar siswa pada bidang studi PAI
3
9
95
Pengaruh kreativitas mengajar guru terhadap prestasi belajar siswa (studi kasus di SMP 2 kota Tangerang Selatan
1
16
77
Pengaruh mutu mengajar guru terhadap prestasi belajar siswa bidang ekonomi di SMA Negeri 14 Tangerang
15
139
84
Hubungan profesionalisme guru PAI dengan prestasi belajar siswa SMP Negeri I Kosambi Tangerang
1
5
108
Pengaruh metode demonstrasi terhadap prestasi belajar siswa dalam bidang study fiqih (tayamum) di MTS. al-Hidayah Jakarta
2
38
100
Pengaruh status sosial ekonomi orang tua siswa terhadap prestasi belajar siswa di SMP Islamiyah Ciputat
2
19
91
Pengaruh kualitas pengajaran guru PAI terhadap prestasi belajar siswa bidang studi Qur'an Hadits
2
66
96
Hubungan ekonomi orang tua dengan prestasi belajar siswa di MTS Ruhul Bayan Cisauk Tangerang
0
9
84
Pengaruh Motivasi terhadap prestasi belajar siswa pada bidang studi pendidikan agama islam di lingkungan sekolah dasar negeri (SDN) 14 pagi pengaduan Jakarta Barat
0
15
75
Pengaruh kreativitas guru PAI terhadap peningkatan prestasi belajar siswa di SMP PGRI 1 Ciputat
3
9
100
Penagruh disiplin mengajar terhadap prestasi belajar siswa di Madrasah Tsaanawiyah Negeri 8 Jakarta
0
4
84
Pengaruh mutu mengajar guru terhadap hasil belajar siswa bidang studi pkn
0
7
90
Hubungan ekonomi keluarga dengan prestasi belajar siswa pada bidang studi Kewirausahaan di SMK Triguna Utama Ciputat
0
10
0
Pengaruh persepsi siswa mengenai keterampilan mengajar guru terhadap hasil belajar IPS siswa di SMP Muhammadiyah 1 Cileungsi
0
11
0
Pengaruh metode mengajar terhadap prestasi belajar siswa pada bidang studi fiqih kelas IV di MIN Pegadungan Kalideres Jakarta Barat
0
3
79
Show more