Efektivitas Pelayanan Pasien Pengguna Kartu Askes (Asuransi Kesehatan) di Puskesmas Padang Bulan Medan.

Gratis

7
49
132
2 years ago
Preview
Full text

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK HALAMAN PERSETUJUAN

  SKRIPSI INI DISETUJUI UNTUK DIPERTAHANKAN OLEH :Nama : Dahnia Wulan SariNIM : 040902009Departemen : Ilmu Kesejahteraan SosialJudul : Efektivitas Pelayanan Pasien Pengguna Kartu Askes (Asuransi Kesehatan) di Puskesmas Padang BulanMedan Medan, 24 Februari 2008 PEMBIMBING (Drs. Edward, M.

KETUA DEPARTEMENILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL

DEKAN FISIP USU

  A)NIP : 131 757 010 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI INI TELAH DIPERTAHANKAN DIDEPAN PANITIA PENGUJI SKRIPSI DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL PADAHARI : RABUTANGGAL : 19 MARET 2008PUKUL : 12.00 s/d 01.00 WIB TIM PENGUJIKetua Penguji : Drs. Si ( )Penguji II : Drs.

KATA PENGANTAR

  Kedua Orang Tua penulis Lisna (Amak) dan Asril Syarif (Abak), terimakasih yang tak habis-habisnya penulis ucapkan karena telah menjagadan memberikan kasih sayang yang begitu besarnya kepada penulis dan yang selalu memberikan nasihat kepada penulis untuk menjadi lebih baikdan yang selalu memberikan doa kepada penulis agar penulis dilindungi dari segala macam musibah dan yang selalu memberikan semangat kepadapenulis selama menyelesaikan skripsi ini. Sehingga apabila pasien / peserta askes ingin berobat diPuskesmas atau Rumah Sakit yang menggunakan pelayanan kesehatan dengan kartu Askes, maka peseta / pasien askes dapat berobat secara gratis denganmenujukkan Kartu Askes yang sudah dimiliki peserta.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menuju “Indonesia Sehat 2010” adalah merupakan visi dari Departemen Kesehatan dalam melaksanakan pembangunan kesehatan. Dalam upaya menuju Indonesia Sehat 2010, maka pengembangan pelayanan kesehatan di Indonesia

  Sehingga apabila pasien / peserta askes ingin berobat diPuskesmas atau Rumah Sakit yang menggunakan pelayanan kesehatan dengan kartu Askes, maka peseta / pasien askes dapat berobat secara gratis denganmenujukkan Kartu Askes yang sudah dimiliki peserta. Puskesmas ini termasuk salah satu Puskesmas yang ramai dikunjungi pasien temasuk juga pasien / peserta askes, dikarenakan penduduk warga Padang Bulanyang cukup padat, dan ditambah lagi lokasi Puskesmas yang strategis dan mudah dicapai karena terletak di pinggir jalan dan banyak angkutan umum yang melewatijalan tersebut.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Efektivitas A.1 Pengertian Efektivitas Dalam setiap organisasi, efektivitas merupakan unsur pokok untuk

  Secara komprehensif, efektivitas dapat diartikan sebagai tingkat kemampuan suatu lembaga atau organisasi untuk dapat melaksanakan semuatugas-tugas pokoknya atau untuk dapat mencapai sasaran yang telah ditentukan sebelumnya (Cambel, 1989 : 47). Mengingat keanekaragaman pendapat mengenai sifat dan komposisi dari efektivitas, maka tidaklah mengherankan jika terdapat sekian banyak pertentanganpendapat sehubung dengan cara meningkatkannya, cara mengatur dan bahkan cara Pengertian yang memadai mengenai tujuan ataupun sasaran organisasi, merupakan langkah pertama dalam pembahasan efektivitas, dimana sering kaliberhubungan dengan tujuan yang ingin dicapai.

1. Pendekatan Sasaran (Goal Approach)

  Pendekatan sasaran dalampengukuran efektivitas dimulai dengan identifikasi sasaran organisasi dan mengukur tingkatan keberhasilan organisasi dalam mencapai sasaran tersebut. Sasaran yang penting diperhatikan dalam pengukuran efektivitas dengan pendekatan ini adalah sasaran yang realistis untuk memberikan hasil yangmaksimal berdasarkan sasaran resmi “Official Goal” dengan memperhatikan permasalahan yang ditimbulkannya, dengan memusatkan perhatian terhadapaspek output yaitu dengan mengukur keberhasilan program dalam mencapai tingkat output yang direncanakan.

2. Pendekatan Sumber (System Resource Approach)

  Suatulembaga harus dapat memperoleh berbagai macam sumber dan juga memelihara keadaan dan sistem agar dapat menjadi efektif. Pendekatan ini didasarkan pada teori mengenai keterbukaan sistem suatu lembaga terhadap lingkungannya, karena lembaga mempunyai hubungan yangmerata dengan lingkungannya dimana dari lingkungan diperoleh sumber-sumber yang merupakan input bagi lembaga tersebut dan output yang dihasilkan jugadilemparkannya kepada lingkungannya.

3. Pendekatan Proses (Internal Process Approach)

  Pendekatan ini yidak memperhatikan lingkungan melainkanmemusatkan perhatian terhadap kegiatan yang dilakukan terhadap sumber-sumber yang dimiliki lembaga, yang menggambarkan tingkat efisiensi serta kesehatanlembaga. Hal ini didukung oleh pendapat Chris Argyris yang mengatakan bahwa pendekatan proses pada umumnya digunakan oleh pengamat pendekatan NeoKlasik (human relation) dalam teori organisasi yang terutama meneliti hubungan antara efek dengan sumber daya manusia yang dimiliki oleh suatu lembaga(Argyris, 1964).

1. Adanya macam-macam output

  Efektivitas tidak akan dapat diukur hanya dengan menggunakan suatu indicator atas efektivitas yang tinggi pada suatu sasaran yang seringkali disertaidengan efektivitas yang rendah pada sasaran lainnya (England, 1967 :108). Dengan demikian, yang diperoleh dari pengukuran efektivitas adalah provil atau bentuk dari efek yang menunjukkan ukuran efektivitas pada setiapsasaran yang dimilikinya.

2. Subjektivitas dalam adanya penilaian

  W England, bahwa perlu masuk kedalam suatu lembagauntuk mempelajari sasaran yang sebenarnya karena informasi yang diperoleh hanya dari dalam suatu lembaga untuk melihat program yang berorientasi ke luaratau ke masyarakat, seringkali dipengaruhi oleh subjektifitas. Yang dimaksud dengan “Kesehatan” dalam Undang-Undang PokokKesehatan tersebut adalah pengertian sehat yang sesuai dengan ketentuan yang telah didefenisikan oleh WHO atau organisasi kesehatan sedunia yng berbunyi :“Sehat adalah suatu keadaan jasmani, rohani dan sosial yang sempurna dan bukan hanya bebas dari penyakit cacat dan kelemahan”.

3. Tuan Rumah (Host)

  Yang berfungsisebagai tuan rumah disini adalah manusia yang dapat dihinggapai penyakit. Bila seseorang ditulari penyakit maka orang tersebut belum tentu akanmenjadi sakit karena masih tergantung pada beberapa hal.

D. Asuransi Kesehatan (Askes) 1 Sejarah Perkembangan Asuransi Kesehatan

  Puskesmas yang dituju adalah Puskesmas yang sesuai dengan pilihan peserta seperti yang tercantum dalam Kartu Askes. Apabila tidak dapat ditangani di Puskesmas, maka peserta dapat dirujuk ke RS dengan ketentuan sebagai berikut :  Rujukan diberikan atas indikasi medis bukan atas permintaan peserta / pasien  Rujukan dapat diberikan dalam 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan untuk kasus penyakit yang sama dan rujukan diberikan hanya untuk 1 (satu) RS.

5. Diluar ketentuan ini dianggap pasien umum (bukan menjadi tanggungan PT. askes)

  D.4 Sistem Rujukan (Referal System) Yang dimaksud dengan Sistem Rujukan (Referal System) ialah suatu sistem dalam penyelenggaraan usaha kesehatan masyarakat, dimana terjadipenyerahan tanggung jawab timbale balik atas problema yang timbul di Puskesmas, baik secara vertical maupun horizontal kepada yang lebih mampu. Pengiriman penderita (Transfer of patient) maksudnya adalah mengirim penderita dari unit kesehatan yang kurang lengkap ke unit yang lebih lengkap,untuk mendapatkan pelayanan yang lebih sempurna dan sebaliknya pengembalian penderita yang telah sembuh ke unit semula yang mengirimnya untukmendapatkan tindak lanjut serta pengawasan.

E. Kerangka Pemikiran

  Puskesmas adalah salah satu bentuk fasilitas yang dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, seperti kepada peserta / pasien penggunakartu Askes. Adapun pelayanan kesehatan yang diberikan kepada peserta / pasien pengguna kartu Askes berupapengobatan secara gratis dengan menunjukkan kartu anggota Askes, dan bagi peserta / pasien pengguna kartu Askes yang ingin berobat ke unit kesehatan yanglebih tinggi seperti Rumah Sakit (RS), pasien dapat meminta rujukan dari Puskesmas.

F. Defenisi Konsep dan Defenisi Operasional 1 Defenisi Konsep

  Maka efektifitas pelayanan pasien pengguna kartu Askes di puskesmas adalah berhasilnya puskesmas dalam melayani pasien / peserta pengguna kartuAskes dalam meningkatkan derajat kesehatannya. Untuk mengukur variable dalam penelitian ini, yaitu efektivitas pelayanan pasien pengguna kartu Askes di Puskesmas Padang Bulan, dengan cara melihatberbagai indicator sebagai berikut : 1.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif

  kualitatif, dimana penelitian ini menggambarkan secara rinci mengenai pelayanan pasien pengguna kartu Askes di Puskesmas Padang Bulan dengan melakukanpengamatan terhadap gejala, peristiwa, kondisi dan fasilitas yang tersedia. Adapun cara untuk pengambilan sampel dengan teknik purposif sampling yaitu menentukan sendiri sampel yang dianggap memeiliki potensi untukmemberikan data yang diperlukan, dengan ketentuan pasien yang sudah pernah berobat menggunakan kartu Askes di Puskesmas Padang Bulan, dengan bertanyalangsung kepada pasien dan kepada petugas puskesmas yang bersangkutan.

D. Teknik Pengumpulan Data

  Studi KepustakaanYaitu dengan cara mengumpulkan data-data dan informasi yang ada yang menyangkut masalah yang akan diteliti dengan mempelajari buku-bukudan media lainnya yang ada relevansinya dengan masalah yang diteliti. WawancaraYaitu dengan cara mengumpulkan data dan mengajukan pertanyaan secara tatap muka dengan responden yang bertujuanuntuk melengkapi data yang diperoleh dari kuesioner yang telah diajukan.

E. Teknik Analisa Data

BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN A. Puskesmas A.1 Sejarah Perkembangan Puskesmas Untuk Negara Indonesia, konsep Puskesmas yang merupakan tulang

  Pada tahun 1970, ketika dilangsungkan Rakerkesnas ketiga dirasakan pembagian Puskesmas berdasarkan kategori tenaga ini kurang sesuai, karena untuk Puskesmas tipe B dan tipe C yang tidak dipimpin oleh dokter penuh dan atau sama sekali tidak ada tenaga dokter tersebut, dirasakan sulit untuk mengembangkannya. A.2 Defenisi Puskesmas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah satuan organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh,terpadu, merata,dapat diterima dan dijangkau oleh masyarakat dengan peran serta aktif masyarakat yang menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan danteknologi tepat guna denhan biaya yang dapat dipikul oleh pemerintah dan masyarakat.

B. Keadaan serta Situasi Puskesmas Padang Bulan 1 Sejarah Berdirinya Puskesmas Padang Bulan

  Sarana Kesehatan di Kecamatan Medan Baru :  Apotik :  Jumlah Bayi : 1254 jiwa  Jumlah Murid SD : 6286 jiwa  Jumlah Murid SMP : 1025 jiwa  Jumlah Murid SMA : -  Jumlah Usila : 4608 jiwa  Jumlah P4S : 6194 jiwa  Jumlah Buteki : 1755 jiwa  Jumlah Bumil : 1354 jiwa  Jumlah Balita : 5313 jiwa b. Sarana-sarana Puskesmas Padang Bulan :  Ruang Laboratorium : 1 unit  Ruang KIA : 1 unit  Ruang Periksa Pasien : 1 unit  Ruang Tata Usaha : 1 unit  Ruang Dokter : 1 unit  Ruang Klinik Gigi : 1 unit  Ruang Kepala Puskesmas : 1 unit 1.

PSM P2M

  Diantara kegiatan yang dilakukan antara lain adalah :  Melakukan pemeriksaan gigi dan mulut  Memberikan pengobatan dan perawatan gigi  Penambalan, pembersihan dan pencabutan gigi  Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan bersamaan dengan usaha kesehatan sekolah. Laporan Terpadu Puskesmas yaitu :  Laporan harian : Pencatatan jumlah pengunjung Puskesmas  Laporan Bulanan : Mencatat kegiatan Posyandu dan Puskesmas LB 1 : morbiditas LB 2 : mortalitas LB 3 : gizi, KIA, KB, imunisasi LB 4 : farmasi  Laporan Tahunan : Mencatat tentang sarana dan prasarana Puskesmas b.

BAB V ANALISA DATA Setelah data-data terkumpul, langkah selanjutnya adalah menganilis data. Penelitian ini dilakukan terhadap pasien pengguna kartu Askes dan pegawai Puskesmas Padang Bulan Medan dimana sampel yang telah ditentukan adalah 60

A. KARAKTERISTIK RESPONDEN

  Karakteristik Responden Pegawai Puskesmas Padang Bulan TABEL 2 KARAKTERISTIK RESPONDEN BERDASARKAN USIA No Usia F % 1 4 80 3 46 – 55 tahun 1 20 TOTAL 5 100 Sumber : Hasil Kuisioner Pegawai, 2007 Berdasarkan table diatas terlihat bahwa petugas puskesmas yang dijadikan responden, didomonasi yang berusia 36 – 45 tahun sebanyak 4 orang ( 80 %)kemudian diikuti responden yang berusia 46 – 55 tahun sebanyak 1 orang (20 %). TOTAL 5 100 Sumber : Hasil Kuisioner Pegawai, 2007 2 Laki-lakiPerempuan 1 Data diatas menunjukkan tingkat pendidikan responden 3 orang (60 %) yang tamat SLTA atau SPK, 1 orang (20 %) adalah tamatan sarjana muda ataudiploma III dan 1 0rang (20 %) yang tamat S-1 dari fakultas kedokteran.

B. DATA TANGGAPAN RESPONDEN

  Hal initerjadi mungkin pada beberapa pasien askes yang kurang memahami prosedur dalam meminta surat Rujukan ke Rumah Sakit, yang dimana surat rujukan ituberlaku dalam jangka 1 bulan, dan hanya bisa diminta melalui persetujuan dari puskesmas, dengan syarat pasien yang bersangkutan dibawa ke puskesmas agardokter yang berada di Puskesmas dapat mencatat penyakit yang diderita pasienAskes untuk di ajukan ke unit yang lebih besar lagi yaitu Rumah Sakit. TABEL 29 DISTRIBUSI TANGGAPAN RESPONDEN TENTANG FASILITAS LAINNYA DALAM PUSKESMAS PADANG BULAN No Tanggapan Responden F % 1 Baik 3 60 2 Kurang baik 2 40 3 Tidak baik - - TOTAL 5 100 Sumber : Hasil Kuisioner Pegawai, 2007 Dari data diatas, dapat terlihat 3 orang (60 %) menyatakan fasilitas yang ada di dalam Puskesmas Padang Bulan seperti kondisi gedung, jumlah kursi, alattimbang, dan sebagainya sudah baik bagi pasien yang datang berobat.

2. Pasien Pengguna Kartu Askes

  Selain penjelasan yang diberikan oleh petugas puskesmas, informasi yang didapat pasien Askes juga dipermudah dengan adanyaposter-poster dan pengumuman yang ditempel di papan informasi di puskesmas, Sedangkan yang menyatakan kurang memahami informasi yang didapat dari petugas puskesmas ada sebanyak 5 orang (8.34 %). Akan tetapi selama ini pasien askes yang berobat kePuskesmas Padang Bulan, selalu berobat penyakit yang ringan saja seperti batuk, flu, sakit kepala dan demam, karena apabila pasien mengalami penyakit yangberat atau membutuhkan dokter spesialis, maka biasanya pasien Askes meminta surat rujukan dari puskesmas untuk dirujuk ke Rumah Sakit yang menerimapengobatan gratis yang menggunakan kartu Askes (Asuransi Kesehatan).

BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab-bab

  Hal ini terbukti dari respon yang baik diberikan pasien Askes dalam menanggapi semua pelayanan yang ada diPuskesmas Padang Bulan baik dari segi kualitas, kehandalan, kesigapan, fasilitas dan lain-lain. Dari hasil kuisioner yang sudah disusun pada bab V maka dapat disimpulkan bahwa pelayanan kesehatan di Puskesmas Padang Bulandikatakan sudah efektiv karena pelayanan yang diberikan dapat meningkatkan kesehatan pada pasien Askes.

B. Saran

  Pertahankan terus sikap ramah dan senyum kepada pasien Askes agar terjadi hubungan yang baik dan komunikasi yang baik sehingga pelayananyang diberikan dapat berjalan secara efektiv. fasilitas yang ada seperti alat timbang, bangku, komputer dan lain-lain diharapkan dapat di perbaiki, diperbahurui dan ditambah gunamemperlancar pelayanan bagi pasien Askes khususnya yang datang berobat ke Puskesmas Padang Bulan.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (132 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Strategi Komunikasi Dan Tingkat Kepuasan (Studi Korelasional Pengaruh Strategi Komunikasi Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Pengguna Kartu Askes di Bagian Rawat Inap RSUD Djoelham, Binjai)
1
61
105
Cakupan Program Imunnisasi Dasar Terhadap Standart Pelayanan Minimal Imunisasi (SPM) di Puskesmas Helvetia dan Puskesmas Padang Bulan Medan Tahun 2012
0
30
61
Prevalensi Manifestasi Oral Balita Penderita Kekurangan Gizi di Puskesmas Padang Bulan Medan
0
43
58
Tingkat Kepuasan Pasien Pengguna Kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) Pada Kualitas Pelayanan Keperawatan di Puskesmas Pembantu Sosor Lontung Kec.Siempat nempu Kab.Dairi
3
55
66
Peningkatan Kualitas Pelayanan Jasa Berdasarkan Analisis Kepuasan Pasien Di Puskesmas (Studi Kasus di Puskesmas Padang Bulan Medan)
1
37
57
Sistem Informasi Pendaftaran Pasien Di Puskesmas Padang Bulan Selayang II Medan dengan Menggunakan Program Komputer
13
141
74
Hubungan Karakteristik Pasien Pengguna Kartu Jamkesmas Terhadap Persepsi Pasien Tentang Kualitas Pelayanan Kesehatan di RSUD Sidikalang Tahun 2010
0
58
90
Efektivitas Pelayanan Pasien Pengguna Kartu Askes (Asuransi Kesehatan) di Puskesmas Padang Bulan Medan.
7
49
132
Pelayanan Pengguna Pada Perpustakaan Umum Kota Medan.
1
68
104
Efektivitas Program Peningkatan Gizi Bayi Dan Balita Dalam Pelayanan Kesehatan Masyarakat Di Puskesmas Padang Bulan (Studi Pada Puskesmas Padan Bulan Medan)
48
246
103
Motivasi Masyarakat Berkunjung ke Posyandu Binaan Puskesmas Padang Bulan Medan.
5
58
76
Kepatuhan Ibu Terhadap Kunjungan Imunisasi Dasar di Puskesmas Padang Bulan Tahun 2015
1
62
59
Strategi Komunikasi Dan Tingkat Kepuasan (Studi Korelasional Pengaruh Strategi Komunikasi Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Pengguna Kartu Askes di Bagian Rawat Inap RSUD Djoelham, Binjai)
0
0
9
Strategi Komunikasi Dan Tingkat Kepuasan (Studi Korelasional Pengaruh Strategi Komunikasi Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Pengguna Kartu Askes di Bagian Rawat Inap RSUD Djoelham, Binjai)
0
0
15
Data Induk Penelitian di Puskesmas Padang Bulan Medan
0
0
21
Show more