Program Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Medan Dalam Pelayanan Sosial.

 2  97  131  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

KATA PENGANTAR

  Sianturi dan Mama Rotua, yang telah mengasuh,membesarkan dan mendidik penulis dengan penuh kesabaran dan ketabahan dan yang juga banyak memberikan semangat moril dan kasih sayang, materi 7. Buat rekan-rekan Kampus yang senasib dan sepenanggungan yang dari awal sampai akhir kuliah( Diantono, Supeno, Roy, Triadi, Ivanna, Rini, Lusi,Deswita) dan buat teman saya yang sudah alumni Stambuk’04(Roby,Tere,Oktavia, Tanti, Irma) yang selalu mendukung dan mendoakan saya dalam penulisan skripsi ini.

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan organisasi yang

  PMI diakui secara luas sebagai organisasi kemanusiaan yang mampu menyediakan pelayanan kepalangmerahan yang efektif dan tepat waktu, terutama Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan sabit Merah serta HukumPerikemanusiaan Internasional (HPI) dalam masyarakat Indonesia adalah melaksanakan pelayanan kepalangmerahan yang bermutu dan tepat waktu, mencakup:bantuan kemanusiaan dalam keadaan darurat, pelayanan sosial dan kesehatan masyarakat. Untuk dapat melaksanakan tugas-tugas tersebut dengan hasil yang lebih baik diperlukan pembenahan organisasi dalam segala aspek salah satunya pengembangandan peningkatan sumber daya manusia (SDM) terhadap karyawan/relawan dengan memberikan pendidikan dan pelatihan yang bersifat dasar/lanjutan kepada parakaryawan/relawan yang bertugas di PMI Cabang Medan dalam memberikan pelayanan sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan dan yang terkena musibahbencana.

I. 2 Perumusan Masalah

I. 3 Pembatasan Masalah

Untuk lebih memperjelas dan mengarahkan permasalahan yang mendasari tulisan ini, maka Penulis mencoba untuk merumuskan permasalahan yang akandibahas pada bab selanjutnya yaitu: “Bagaimana program yang dilaksanakan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Medan dalam Pelayanan Sosial. Untuk memperjelas dan menghindari ruang lingkup permasalahan terlalu luas maka penulis membuat pembatasan masalah yang diteliti, yakni sebagai berikut:

1. Penelitian dan pengamatan dilakukan pada bidang Program Pelayanan Sosial yang dilaksanakan oleh PMI Cabang Medan

  Penelitian dan pengambilan data, untuk pembahasan persoalan hanya berdasarkan kepada program yang telah dijalankan PMI Cabang Medanselama tahun 2005 sampai dengan tahun 2007. Untuk menggali permasalahaan serta melihat program yang berjalan maka dalam penelitian ini diharapkan mayarakat yang pernah menerima bantuan/yang bekerja dengan PMI Cabang Medan serta petugas/relawan yang memberikan informasi yang jelas.

I. 4.2 Manfaat Penelitian

  Secara akademis penelitian ini diharapkan akan memperkaya khasanah penelitian Ilmu Kesejahteraan Sosial di lembaga pendidikan di lingkunganFISIP USU. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran kepada pihak-pihak terkait dalam membantu masyarakat yang terkenahmasalah atau musibah.

3. Dapat berguna sebagai bahan informasi untuk penelitian atau studi selanjutnya tentang bentuk-bentuk pelayanan sosial

  4. Penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk menambah wawasan kita tentang pelayanan sosial yang diberikan oleh PMI Cabang Medan kepadamasyarakat.

I. 5 Sistematika Penulisan

  Bab II : TINJAUAN PUSTAKA Dalam bab ini menguraikan secara teoritis tinjauan-tinjauan yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan, kerangka pemikiran, defenisi konsep dan defenisi operasional. Bab IV : DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN Berisi gambaran tentang lokasi penelitian secara umum dan data-data lain yang turut memperkaya karya ilmiah ini.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA II. 1 Kesejahteraan Sosial dan Usaha Kesejahteraan Sosial II.1.1 Kesejahteraan Sosial Kesejahteraan sosial adalah mencakup berbagai tindakan yang dilakukan

  Lebeaux Kesejahteraan sosial adalah suatu sistem yang terorganisir dari usaha-usaha pelayanan sosial dan lembaga-lembaga sosial, untuk membantu individu-individu dan kelompok dalam mencapai tingkat hidup serta kesehatan yang memuaskan. Friendlander Kesejahteraan sosial adalah suatu sistem yang terorganisir dari pelayanan- pelayanan sosial dan lembaga-lembaga yang bermaksud untuk membantuindividu-individu dan kelompok-kelompok agar mencapai standar-standar kehidupan dan kesehatan yang memuaskan, serta hubungan-hubunganperorangan dan sosial yang memungkinkan mereka memperkembangkan segenap kemampuan dan meningkatkan kesejahteraan mereka selaras dengankebutuhan-kebutuhan keluarga maupun masyarakat.

5. Alfred J.Khan

Kesejahteraan sosial terdiri dari program-program yang tersedia selain yang tercakup dalam kriteria pasar untuk menjamin suatu tindakan kebutuhan dasarseperti kesehatan, pendidikan kesejahteraan, dengan tujuan meningkatkan derajat kehidupan komunal dan berfungsinya individual, agar dapat mudah menggunakanpelayanan-pelayanan maupun lembaga-lembaga yang ada pada umumnya serta

II. 1.2 Usaha Kesejahteraan Sosial

  Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No.6 Tahun 1974, Usaha-UsahaKesejahteraan sosial adalah semua upaya, program, dan kegiatan yang ditujukan untuk mewujudkan, membina, memelihara, memulihkan dan mengembangkankesejahteraan sosial (Sumarnonugroho, 1987:39). Jenis usaha kesejahteraan sosial yang memfokuskan pada pencegahan dampak negatif urbanisasi dan industrialisasi pada kehidupan keluarga dan masyarakatatau membantu mereka agar dapat mengidentifikasi dan mengembangkan “pemimpin” dari suatu komunitas lokal.

II. 2 Lembaga Sosial

  Lembaga sosial adalah pola-pola yang telah mempunyai kekuatan tetap ataupasti untuk mempertemukan beragam kebutuhan manusia, yang muncul dari kebiasaan-kebiasaan yang telah mendapatkan persetujuan dari cara-cara yang sudahmapan untuk memenuhi kesejahteraan masyarakat dan menghasilkan suatu instruktur. Pelayanan sosial tidak hanya mengganti atau berusaha memperbaiki keluarga dan bentuk-bentuk organisasi sosial, tetapi juga merupakan penemuan sosial yangberusaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia modern dalam berbagai hubungan dan peran-perannya sama halnya seperti inovasi teknologis yang berfungsisebagai tanggapan terhadap persyaratan fisik dari kehidupan modern.

II. 3.2 Klasifikasi dan Fungsi Pelayanan Sosial

Jenis pelayanan yang dikembangkan pada setiap negara tergantung atau situasi yang ada, pada sumber yang tersedia serta kerangka budaya dan politik negaratersebut. Tetapi pada umumnya pelayanan sosial yang dikembangkan dan diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Kesejahteraan keluarga 2

3. Pelayanan penitipan bayi atau anak 4

  Pelayanan sosial yang berhubungan dengan proyek-proyek perumahan. Pengembangan terhadap perubahan sosial dan penyesuaian diri 3.

4. Penyediaan struktur–struktur institusional untuk pelayanan-pelayanan yang terorganisir lainnya (Soetarso, 1981:41)

II. 3.3 Program-program Pelayanan Sosial

  Pelayanan-pelayanan sosial meliputi kegiatan-kegiatan atauintervensi yang dilaksanakan secara diindividualisasikan, langsung dan terorganisir, yang bertujuan membantu individu, kelompok dan lingkungan sosial dalam upaya 1. Misalnya pelayanan yangdiberikan oleh badan-badan yang menyediakan konseling, pelayanan kesejahteraan anak, pelayanan kesejahteraan sosial mendidik dan sekolah,perawatan bagi orang-orang jompo dan lanjut usia.

II. 4 Pengertian Pekerjaan Sosial

Menurut Thelma Lee Mendoza, pekerjaan sosial merupakan profesi yang memperhatikan penyesuaian antara individu dengan lingkungannya; dan individu(kelompok) dalam hubungan dengan situasi (kondisi) sosialnya. Dunham menyatakan ada beberapa karakteristik dari profesi pekerjaan sosial:

1. Pada intinya pekerjaan sosial merupakan kegiatan pemberian bantuan 2

Pekerjaan sosial bermakna bahwa kegiatan pekerjaan sosial adalah kegiatan yang nirlaba (non-profit), dalam artian bahwa profesi ini lebih mementingkanservice dibandingkan sekedar mencari keuntungan.

II. 5 Nilai-Nilai Pekerjaan Sosial 1

  Setiap orang memerlukan perkembangan yang harmonis dari kekuatan dan kesempatan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya. Memungkinkan realisasi diri dan kontribusi pada masyarakat yang dilakukan oleh individu, organisasi sosial, harus memungkinkan pemenuhan kebutuhanyang dimungkinkan untuk memenuhi kesejahteraan.

II. 6 Masalah-masalah Kesejahteraan Sosial

  Merton dan Kingsley Davis, mengemukakan masalah sosial adalah suatu cara bertingkah laku yang menentang satu atau beberapa norma yangtelah diterima dan berlaku didalam masyarakat. Cohen, masalah sosial adalah terbatas pada masalah-masalah yang timbul dalam keluarga,kelompok atau tingkah laku individual yang menuntut adanya campur tangan dari masyarakat yang teratur agar masyarakat dapat meneruskan fungsinya (Nurdin,1989:53).

II. 7 Prinsip Standar Pelayanan Sosial

  Generalitas Semua standar yang disusun diterapkan secara sama terhadap berbagai pihak yang menggunakan tanpa memandang perbedaan ras, suku, agama dan ideologi. Pertimbangan Realistis Setiap standar di bidang kesejahteraan sosial merupakan pencerminan norma dan realita sosial yaitu tingkat dan cara hidup warga masyarakat serta situasi ekonomidan sosialisasi negara.

II. 8 Perumusan Kebijaksanaan Proses perencanaan dan pembuatan kebijaksanaan adalah saling berkaitan

  Mereka yang melibatkan diri dalam bidang perencanaan pelayanan sosial sebaiknya mengetahui segala macam isi kebijaksanaan yang ada relevansinya, harus mempunyaiinformasi mengenai dasar pembuatan tanggapan terhadap masalah-masalah kebijaksanaan serta mencari cara untuk mengimplementasikan keputusan kebijakan. Sebagai konsekuensinya banyak waktu yang akan tersita guna mencurahkan pada masalah-masalah yang ada kaitannya dengan kebijakan.

II. 9 Penyiapan Program

  Namun dengan berbagai alasan banyak negara yang memutuskan untuk membuat dokumen perencanaan resmi untuk berbagai jenispelayanan sosial, rencana semacam ini dapat dibagi dalam dua tipe: Tipe pertama adalah untuk rencana yang hanya mencakup satu jenis pelayanan sosial khusus, misalnya rencana pendidikan, kesehatan, atau perumahan. Menurut Diana Conyers ada empat kategori utama yang dihadapi yaitu: perbedaan terhadap kebijaksanaan yang ada, kurangnya kordinasi antara berbagaisektor yang berbeda, kegagalan mencapai target dan masalah perencanaan pelayanan sosial yang ada hubungannya dengan politik (Diana Conyers, 1994:82).

II. 10 Kerangka pemikiran

  Persoalan utama yang menjadi perhatian PMI sampai saat ini adalah meningkatnya jumlah pendudukmiskin di pedesaan maupun perkotaan, rusaknya struktur sosial karena disebabkan hilangnya pekerjaan akibat PHK, meningkatnya jumlah anak jalan, meningkatnyalansia sebatangkara serta masyarakat rentan dan miskin serta ketidakmampuan memenuhi kebutuhan pokok yaitu pendidikan dan kesehatan dasar. Sebagai organisasi kemanusiaan yang peduli terhadap masalah sosial dan kemanusiaan, PMI memiliki peran meringankanpenderitaan masyarakat miskin dan rentan melalui upaya-upaya peningkatan pelayanan sosial.

II. 11 Defenisi Konsep

  Konsep adalah istilah atau defenisi yang digunakan untuk menggambarkan secara abstrak kejadian. Keadaan kelompok atau individu yang menjadi pusatperhatian ilmu sosial (Singarimbun, 1989:33).

1. Pelayanan, yaitu memberikan perhatian atau membantu orang yang memerlukan pertolongan

  Pelayanan sosial adalah aktivitas yang terorganisasi yang bertujuan untuk membantu para anggota masyarakat untuk saling menyesuaikan diri dengansesamanya dan dengan lingkungan sosialnya. Program, adalah rencana yang telah diolah dengan memperhatikan faktor- faktor kemampuan ruang waktu dan urutan-urutan penyelenggaraannya secarategas dan teratur sehingga menjawab pertanyaan tentang siapa, dimana, sejauhmana dan bagaimana.

II. 12 Defenisi Operasional

  Defenisi operasional adalah unsur penelitian yang memberitahukan cara mengukur variable (Singarimbun, 1989:46). Dengan defenisi operasional maka akandiketahui indikator-indikator apa saja yang melekat dan perlu untuk diukur.

1. Pelayanan Sosial, adapun yang diukur adalah a

  Program Palang Merah Indonesia (PMI), adapun yang diukur adalah a. Komunikasi dan Informasi e.

BAB II I METODE PENELITIAN III.1 Tipe Penelitian Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitan ini adalah penelitian

  Adapun alasan penulis memilih tempat penelitan karena PMI merupakan salah satu organisasi kemanusiaan yangmemberikan pelayanan sosial, untuk itu program-program yang dilaksanakan PMI Cabang Medan sangat banyak membantu masyarakat . Untuk itu staf yang menjadi informan atau sumber yang bisamembantu peneliti dalam mengetahui program PMI Cabang Medan adalah 1.

III. 4 Tehnik Pengumpulan Data

  Untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan, penulis menggunakan tehnik pengumpulan data dengan cara sebagai berikut: 1. Penelitian kepustakaan (library reseach) yaitu dengan cara mengumpulkan data yang diperlukan melalui buku-buku, mediamassa, artikel, bulletin, dll, yang ada relevansinya dengan masalah yang diteliti.

2. Penelitian Lapangan (field reseach)

Penelitian ini dilakukan dengan cara langsung terjun kelapangan untuk mengumpulkan data-data melalui : wawancara (interview) yaitu tehnikpengumpulan data dengan mengadakan dialog secara langsung dan juga langsung melihat Program-program PMI Cabang Medan dalam membantu masyarakat. Dalam hal ini mula-mula pewawancara menanyakan satu persatu warga untuk

III. 5 Tehnik Analisis Data

  Tehnik analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah tehnik kualitatif dengan memaparkan hasil penelitian sebagaimana adanya. Sehingganantinya penulis dapat mendeskripsikan data dan informasi yang diperoleh dalam penelitian, yaitu data yang berkaitan dengan Program PMI Cabang Medan dalammembantu masyarakat.

BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN IV.1 Sejarah Umum Organisasi IV.1.1 Organisasi Palang Merah Internasional Sejarah lahirnya organisasi Palang Merah tidak dapat terlepas dari kondisi

  Pada saat itu seorang pemuda warga Negara Swiss yang bernama Jean Henry Dunant berada disanadalam rangka perjalanannya untuk menjumpai Kaisar Perancis Napoleon III, Dia melihat puluhan ribu tentara terluka sementara bantuan medis militer tidak cukupuntuk merawat orang-orang yang menjadi korban pertempuran tersebut. Beberapa waktu kemudian setelah kembali ke Swiss Dia menuangkan kesan dan pengalaman tersebut kedalam sebuah buku berjudul “ Un Souvenier DeSolferino” atau kenangan dari Solferino, buku tersebut berkisahkan tentang kondisi yang ditimbulkan akibat perang serta mengusulkan segera dibentuk satuan tenagasuka rela yang bernaung di bawah suatu lembaga yang memberikan pertolongan kepada orang-orang yang terluka di medan perang.

1. Gustave Moynier 2

4. Jend. Guillame-Henry Dufour

  Mereka bersama-sama membentuk komite Internasional untukbantuan para tentara yang cedera, yang sekarang disebut Komite Internasional Palang Merah atau International Committee of The Red Cross (ICRC) pada tahun 1863. Pada tanggal 22 agustus 1864, atas prakarsa ICRC diselenggarakan suatu konferensi yang diikuti oleh 12 Kepala Negara yang menandatangani konvensiJenewa I yang membahas perbaikan nasib tentara yang terluka di medan perang.

IV. 1.2 Komponen Gerakan Palang Merah International

  ICRC merupakan lembaga kemanusiaan yang bersifat mandiri, dan sebagai penengah yangnetral. ICRC berdasarkan prakarsanya atau konvensi-konvensi Jenewa 1949 berkewajiban memberikan perlindungan dan bantuan kepada korban dalampertikaian bersenjata internasional maupun kekacauan dalam negeri.

2. Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit

Merah / International Federation of Red Cross and Red Crescent (IFRC) Pendirian Federasi diprakarsai oleh Henry Davidson warganegara Amerika yang disahkan pada suatu Konferensi Internasional Kesehatan pada tahun1919 untuk mengkoordinir bantuan kemanusiaan, khususnya saat itu untuk menolong korban dampak paska perang dunia I dalam bidang kesehatan dansosial. Federasi bermarkas besar di Swiss dan menjalankan tugas koordinasi anggota Perhimpunan Nasional dalam program bantuan kemanusiaan padamasa damai, dan memfasilitasi pendirian dan pengembangan organisasi palang merah nasional

3. Perhimpunan Nasional Palang Merah atau Bulan Sabit Merah

  Didirikan hampir di setiap negara di seluruh dunia, yang kini berjumlah 176Perhimpunan Nasional, termasuk Palang Merah Indonesia. Kegiatan perhimpunan nasional beragam seperti bantuan darurat pada bencana,pelayanan kesehatan, bantuan sosial, pelatihan P3K dan pelayanan transfusi darah.

IV. 1.3. Organisasi Palang Merah Indonesia (PMI)

  Oleh karena kinerja tersebut, PMI mendapat pengakuan secara Internasional pada tahun 1950 dengan menjadi anggota Palang Merah Internasional dan disahkankeberadaannya secara nasional melalui Keppres No.25 tahun 1959 dan kemudian diperkuat dengan Keppres No.246 tahun 1963. VisiPMI diakui secara luas sebagai organisasi kemanusiaan yang mampu menyediakan pelayanan kepalangmerahan yang efektif dan tepat waktu,terutama kepada mereka yang paling membutuhkan, dalam semangat kenetralan dan kemandirian.

IV. 1.4 Organisasi PMI Daerah Sumatera Utara

  Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah SumateraUtara terbentuk dan bersatu dengan Palang Merah Indonesia Cabang Medan dengan ketua pada saat itu Murahalim Harahaf (GUBSU). Beberapa tahun kemudiandirencanakan untuk membuat gedung PMI Daerah Sumatera Utara sendiri yangPendirian gedung tersebut berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah(APBD) Sumatera Utara tahun 1971/1972.

1. Marahalim Harahap 2

  IV.1.5 Organisasi PMI Cabang Medan Organisasi PMI Cabang Medan gedungnya sebenarnya sudah ada sejak PMI didirikan di Sumatera Utara namun pada waktu itu gedungnya masih digunakansebagai gedung PMI Sumatera Utara, setelah selesai dibangun Gedung PMI Sumatera utara yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan No 37. KesatuanDi dalam suatu Negara hanya ada satu perhimpunan Palang Merah dan BulanSabit Merah yang terbuka untuk semua orang dan melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah.

IV. 3 Struktur Organisasi

  Struktur organisasi merupakandasar dari setiap aktivitas yang akan dilakukan oleh organisasi tersebut sehingga akan mempermudah untuk pencapaian tujuan yang ditetapkan. Organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Medan mempunyai struktur organisasi yang berbentuk garis dan staff, dimana wewenang dari pimpinandiserahkan langsung kepada bidang-bidang (yang secara langsung terlibat dalam pelaksanaan pencapaian tujuan organisasi) dan dibawah bidang tersebut ditempatkanstaf untuk melaksanakan hal-hal tehknis dilapangan.

IV. 3.1 UraianTugas dan Tanggung Jawab

IV. 3.2 Tugas-tugas dan Tanggungjawab 1

  Pada organisasi PMICabang Medan dipimpin oleh, Ketua dan dibantu oleh Waka Pelayanan Sosial dan kesehatan Masyarakat, serta staf-staf bidang pelaksanaan. Adapun tugas dan tanggungjawab tersebut lebih jelasnyadapat dilihat dalam pembagian tugas dan tanggungjawab berikut ini: KetuaTugas dan tanggungjawab Ketua antara lain: 2.

6. Bidang Penanggulangan Bencana

  Bentuk pencarian dana, pada umumnya berupa kupon dengan nilai rupiah tertentu yang diedarkan di tempat-tempat hiburan, Bandara dan kantor-kantor ,sekolah atau PLN dan Telkom sesuai ijin Pemerintah setempat. Dengan adanya program pengembangan organisasi dua tahun belakangan ini, yang difasilitasi oleh Palang Merah Internasional, maka sejak tahun 2000 kapasitasSDM (karyawan) dan implementasi program kegiatan didanai dari sumber bantuan internasional.

IV. 5 KEANGGOTAAN

  Menurut ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PMI yang disebut Anggota Palang Merah Indonesia (PMI) adalah setiap Warga NegaraIndonesia yang bersedia menjadi anggota PMI. Anggota Remaja, usia 10 - 20 tahun yang dihimpun di dalam wadah Palang Merah Remaja (PMR).

Pasal 8 1. Yang dapat diterima sebagai Anggota Remaja ialah Warga Negara Indonesia berumur 10 sampai 20 tahun

  Anggota Remaja sebagai calon anggota dan kader pengurus PMI berkewajiban membantu pelaksanaan kegiatan kepalangmerahan. Hak dan kewajiban Anggota Remaja dilaksanakan melalui wadah Palang Merah Remaja, disingkat PMR.

Pasal 9 1. Status, persyaratan tugas dan kegiatan Palang Merah Remaja ditetapkan oleh Pengurus Pusat

  Status, persyaratan tugas dan kegiatan Korps Sukarela (KSR) ditetapkan oleh Pengurus Pusat. Status, persyaratan tugas dan kegiatan Tenaga Sukarela (TSR) ditetapkan oleh Pengurus Pusat.

Pasal 10 1. Anggota Biasa adalah Warga Negara Indonesia yang menaruh perhatian dan minat untuk berperan serta memajukan gerakan kepalang merahan

  Anggota Biasa serendah-rendah berumur 20 tahun atau yang telah kawin. dalam hal Anggota Biasa di cabang yang sudah mempunyai Ranting, mewakilkan haknya kepada utusan Ranting yang bersangkutan.

Pasal 11 1. Untuk menjadi Anggota Biasa, wajib mendaftarkan diri kepada Pengurus Cabang

  Keabsahan sebagai Anggota Biasa PMI dinyatakan oleh tercantumnya nama anggota yang bersangkutan dalam buku daftar anggota dan kepadanyadiberikan kartu anggota. Setiap anggota yang pindah keluar Cabang diwajibkan memberitahukan kepada Cabang yang bersangkutan dan melaporkan kepada Cabang di tempattinggal yang baru.

3. Anggota Biasa berhenti sebagai anggota apabila yang bersangkutan :

  Anggota Biasa dapat diberhentikan oleh Pengurus Cabang apabila yang bersangkutan melakukan perbuatan yang mencemarkan nama Palang Merah Indonesia. Pengurus Pusat, Pengurus Daerah, dan Pengurus Cabnag dapat mengusulkan seseorang untuk diangkat menjadi Anggota Kehormatan, sesuai denganperaturan yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat.

IV. 6. PRINSIP BANTUAN PMI

  DaruratSeperti peranan Perhimpunan Nasional Palang Merah di negara-negara lain, bantuan penanggulangan bencana yang diberikan kepada korban bencanabersifat darurat dan bersifat komplimen/tambahan untuk membantu pemerintah dalam meringankan penderitaan korban bencana (auxiliary to thegovernment) 2. Langsung Bantuan PMI harus diberikan secara langsung oleh tenaga PMI kepada korban bencana, tanpa perantara, sehingga dapat langsung dirasakan oleh para korban.

V. 7 Pokok-Pokok kebijakan dan Rencana Strategis 2004-2009 Di tingkat Cabang Tingkat Cabang

1. Pokok-Pokok Kebijakan PMI Bidang Pelayanan Sosial Tujuan Indikator

  Adanya media yang mempublikasi jejaring yang berkaitan dengan yansos di kegiatan Pelayanan Sosial di 30% PMItingkat Cabang. PMI Cabang terlibat aktif dalam kegiatan Yansos, Cabang serta secaraproaktif melakukan kerjasama dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

2. Pokok-Pokok Kebijakan PMI Bidang Pelayanan Penanganan Bencana Tujuan Indikator

  Sebanyak 50 PMI Cabang rawan kapasitas staff dan relawan, khususnya bencana memiliki SATGANA danSATGANA PMI Cabang dan CBAT CBAT/SIBAT yang mampu berfungsi(Community Based Action Team) atau dengan baik dalam merespon bencana b. Peningkatan kerjasama sebesar 70% mandata, dan kebijakan pelayanan dengan PMI Cabang yang ditargetkan danPenanganan Bencana dalam rangka dengan stakeholder lainya.mengembangkan dan menjaga b.

3. Pokok-Pokok Kebijakan PMI Bidang Pelayanan Kesehatan Tujuan Indikator

  Jumlah Cabang dan anggota mayarakat yang berpartisipasi dalam kampanye antistigma dan diskriminasi. 30% Cabang melakukan pemasaran program pelayanan PMI bidangkesehatan dan sosial dengan menggunakan peralatan yang ada.

4. Pokok-pokok Kebijakan PMI Bidang Pengembangan Organisasi Tujuan Indikator

  Pengurus dan manajemen memiliki kinerja yang baik berdasarkan uraiantugas dan analisis fungsi yang telah direvisi. Terlaksananya program monitoring dan evaluasi secara regular atas seluruhprogram dan proyek sesuai dengan peraturan yang berlaku.

5. Pokok-pokok Kebijakan PMI Bidang Komunikasi dan Informasi Tujuan Indikator

  Adanya laporan dan umpan balik positif tentang kegunaan situs PMI bagikegiatan daerah dan cabang. Meningkatkan keselarasan dan kerjasama dalam bidang komunikasiantara semua sektor dan tingkatan di PMI.

BAB V ANALISA DATA Dalam bab ini akan dianalisa seluruh data yang diperoleh berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penyusun dengan metode observasi dan wawancara. Demikian juga halnya permasalahan utama yang hendak dijawab dalam bab ini adalah

  Dalam pengumpulan data penelitian, ada beberapa tahap utama yang dilakukan peneliti:Pertama: penelitian ini diawali dengan pengumpulan berbagai dokumen yang terdapat di PMI Cabang Medan seperti garis besar program dan rencana kerja, laporanbulanan dan dokumen-dokumen lain tentang gerakan PMI dalam menyalurkan program seperti : bantuan logisitik, bantuan obat-obatan yang berhubungan dengankegiatan yang dilaksanakan PMI Cabang Medan selama tahun 2005 sampai dengan tahun 2007. Untuk kasus yang terbesar yang ditangani PMI adalahbencana tsunami yang terjadi di Aceh dan di Nias pada tahun 2004 dan tahun2005.

V. 1 Program-Program PMI Cabang Medan

1. Program Penanggulangan Bencana

  Segenap komponen Palang Merah Indonesia baik di pusat, daerah maupun cabang bersama-sama dengan masyarakat dan mitra kerja lainnya perlu terlibatsecara aktif dalam mengaktualisasikan Penanganan Bencana secara komprehensif yang memfokus pada upaya meringankan beban penderitaan masyarakat rentanmelalui langkah-langkah antisipasi dan meminimalisasi dampak bencana serta melakukan upaya tanggap darurat bencana yang efektif, berkualitas danberkelanjutan. Sekitar 50% PMI Cabang memiliki SATGANA dan CBAT/SIBAT yang mampu berfungsi dengan baik dalam merespon bencana dan mengembangkanprogram CBDP/KBBM pada sedikitnya 1 desa mitra yang rawan bencana di PMI Cabangnya masing-masing.

2. Pelayanan Sosial PMI

  Bantuan PMI dalam bentuk pelayanan atau jasa kepada masyarakat yang memerlukan yang difokuskan pada upaya untuk meningkatkan kemampuanmasyarakat tersebut dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya. Pelayanan KesehatanMasyarakat PMI Bantuan PMI dalam bentuk jasa atau upaya-upaya lain untuk memperbaiki perilaku kesehatan masyarakat, mendukung kegiatan pelayanankesehatan, pemberian pemulihan kesehatan, latihan dan pendidikan dasar untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara kesehatannya.

4. Melakukan kerjasama dengan Jasa Raharja dan Kepolisian untuk pembiayaan transportasi korban kecelakaan dari tempat kecelakaan ke Rumah Sakit

  Kendala-kendala yang diadapi dalam melaksanakan program iniDilihat dari target maupun kriteria keberhasilan yang telah diuraikan di atas tetap saja ada terdapat kendala-kendala yang dihadapi para staf dari PMI Cabang Medan kadang dianggap wajar karena mereka beranggapan setiap bantuan yang diberikan maupun tenaga dalam menangani suatu kasus pasti mempunyaiketerbatasan, kendala yang dihadapi PMI Cabang Medan yaitu: 1. ” Sebenarnya kami sudah berusaha semaksimal mungkin dalam menjalankan program tersebut, karena begitu banyaknya program yang ada dilingkunganPMI seperti: program kesehatan yang begitu banyak dan bencana alam yang terjadi sehingga membuat kami kekurangan tenaga relawan dan keterampilanyang didapat juga sangat berkurang.

3. Program Pelayanan Kesehatan Dengan Komponen Cbfa-Water Sanitation/ Watsan

  Memantapkan sistem dukungan manajemen dan tatanan organisasi padaKantor PMI Cabang dan Kantor PMI Daerah dengan adanya Tim OperasionalLapangan, asistensi dari kantor pusat PMI, adanya penanggungjawab program dan kehadiran tim pelatih PMI Cabang/daerah dalam pelatihan CBFA sertapartisipasi kader CBFA yang ada. Mengembangkan dan melaksanakan HIV/AIDS dan program reduksi yang meliputi pencegahan, perawatan, dan dukungan dan partisipasi dalam kegiatananti stigma dan diskriminasi terhadap orang yang terkena penyakit HIV/AIDS.

4. Komunikasi dan Informasi

  PMI adalah organisasi dengan jejaring berskala nasional dan berafiliasi internasional, untuk itu memerlukan suatu acuan kebijakan komunikasi sebagaipedoman implementasi program pembentukan citra dan budaya organisasi sebagaimana yang diarah pada visi dan misinya bagi semua tingkat jajaranya. Menyebarluaskan pengetahuan tentang gerakan Palang merah dan bulan sabit merah dan nilai-nilai dasar kemanusiaan serta penghormatanterhadap dukungan Humaniter Internasional dan lambang dalam berbagai bentuk kegiatan teknis dan publikasi, promosi, pelatihan dan advokasiterutama untuk kalangan internal organisasi dan kelompok sasaran eksternal sesuai prioritas.

2. Menampilkan profil dan kinerja PMI melalui mass media dan publikasi untuk tujuan promosi dan dukungan penggalangan dana

  Meningkatkan keselarasan dan kerjasama dalam bidang komunikasi antara semua sektor dan tingkatan di PMI dan komunikasi dipandang sebagai fungsiutama di semua tingkatan dan dilibatkan dalam semua program serta kegiatan. Seperti petikan percakapan yang diikuti oleh penelitih dengan Kak’Lely ( ketua PalangMerah Remaja):”Remaja sangat berperan penting dalam mencari solusi yang ada untuk mengajak masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati, PMI sangatmembutuhkan peran remaja untuk iklan dalam menghimbau warga agar saling menjaga dirinya terhadap berbagai penyakit seperti HIV/AIDS danbahaya flu burung.

5. Pengembangan Organisasi

  Berdasarkan pada analisis faktor-faktor internal dan eksternal yang berpengaruh pada organisasi dan telah dilakukan berkaitan dengan penyusunanRencana strategi PMI 2004-2009, menunjukkan bahwa PMI kini mengadapi kenyataan baru berupa persaingan di bidang organisasi kemanusiaan hal ini antaralain juga dipicu karena masi dirasakan kurang memuaskannya kegiatan dan pelayananPMI. Kepemimpinan organisasi yang berperan dalam ” Sebenarnya kami sudah membenahi struktur organisasi yang ada di PMICabang namun masih banyak kekurangan yang ada di lingkungan PMI banyaknya program yang dilaksanakan PMI membuat struktur organisasi tidaktepat dengan sasaran yang diinginkan, banyaknya program membuat staf dan petugas bingung karena jumlah relawan yang tersedia tidak dapat menjalankanprogram yang dibuat untuk itu kami sudah melaporkan ke daerah .

V. 2 Prosedur Standar Operasional Petugas Palang Merah Indonesia Cabang Medan Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

  Kendaraan ambulans yang digunakan PMI dalam hal ini adalah kendaraan ambulans milik Palang Merah Indonesia yang memakai tanda Palang MerahIndonesia dengan jelas atau kendaraan ambulans yang bukan milik PMI namun digunakan untuk melaksanakan tugas-tugas PMI dengan terlebihdahulu memperoleh ijin dari Pengurus PMI yang disertai dengan surat tugas. Untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik, PMI tidak bekerja sama dengan organisasi atau LembagaSwadaya Masyarakat yang memiliki visi atau agenda politik seperti organisasi yang berkaitan dengan perjuangan Hak Asasi Manusia atau institusi lain apapun namanya yang di antaranya menjalankan peran penyelidikan (investigasi) atau pencari fakta yang dapat menyulitkan posisi dan keberadaan PMI; 2.

V. 3 Kekuatan dan Kelemahan, Peluang dan Ancaman Program Palang Merah Indonesia(PMI)

  Analisis internal organisasi dan lingkungan eksternal yang telah dianalisis secara mendalam dan komprehensif serta dilaksanakan secara partisipasi dalam lokaKarya Rencana Strategi bulan maret 2004 yang lalu telah menghasilkan AnalisisSWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats), yang mencakup AnalisisLingkungan internal (Strength dan Weaknesses) dan Analisis Lingkungan Eksternal (Opportunities dan Threats). Maka PMI akan dapat mengupayakan menjadiPerhimpunan yang diakui secara luas dan berfungsi dengan baik sesuai dengan prinsip-prinsip Dasar Gerakan Palang Merah.

1. Analisi Lingkungan Internal

1. PMI masih diakui oleh pemerintah sebagai satu-satunya organisasi

  PMI aktif memberikan pelayanan yang bermanfaat bagi ratusan ribu masyarakat diberbagai wilayah Indonesia dan memberdayakanmasyarakat dengan memberikan ketrampilan dan kapasitas yang memadai agar bila terjadi bencana maka masyarakat mampu menolongdirinya sendiri. PMI memiliki sebanyak 185 UTDC yang terbesar di beberapa kabupaten serta unit pelayanan Rumah Sakit, Poliklinik, pelayananambulan dan sebagainya sebagai wahana pelayanan kepada masyarakat.

4. PMI memiliki jaringan kerja hingga hampir menyeluruh di wilayah

  PMI memiliki sejumlah staff yang mendapatkan pelatihan sesuai dengan kebutuhan ketrampilan bidang kerja masing-masing sertamemiliki motivasi dan komitmen yang tinggi untuk mengembangkan diri maupun memajukan organisasi secara keseluruhan. PMI memiliki jaringan kerja nasional dan Internasional, baik yang terkait dengan tugas-tugas kepalangmerahan di Indonesia maupunInternational network dengan IFRC/ICRC dan InternationalNGO(WFP,UN-OCHA, UNHCR, UNDP) yang cukup baik 8.

2. Analisis Lingkungan Eksternal a

  Opportunities (Peluang)Faktor-faktor eksternal yang dapat memberikan peluang (opportunities) kepada PMI untuk 5 tahun ke depan, antara lain: 1. Halini juga berimplikasi pada peluang untuk peningkatan kinerja dan kapasitasPMI daerah dan Cabang untuk lebih inisiatif dan kreatif dalam mengembangkan diri sebagai organisasi kemanusiaan yang netral dan mandiri.

3. Adanya dukungan dana maupun teknis dari pemerintah IFRC, ICRC, PNS

  Threats (Ancaman)Faktor-faktor eksternal yang masih dapat menjadi ancaman (Threats) bagi PMI selama 5 tahun kedepan, antara lain: a.secara geografis, geologis dan ekologis, Indonesia memiliki banyak daerah yang rawan bencana gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah b. Sampai saat ini draft Undang-undang tentang lambang dan undang-undang tentang PMI yang diharapkandapat menjadi payung kegiatan PMI, juga belum mendapatkan tindak lanjut dan respon yang berarti.

V. 4 Analisis program PMI Cabang Medan

  Dilihat dari kenyataan dilapangan yang peneliti dapatkan dari hasil penelusuran dokumen, pengamatan dan hasil wawancara maka dapat disimpulkanbahwa belakangan ini nama PMI lebih dikenal oleh masyarakat tidak hanya karena transfusi darahnya tetapi juga respon PMI terhadap bencana di beberapa daerah. Dalam operasionalnya unit Unit Ambulans PMI Masih Membutuhkan Donasi Dari Masyarakat, sampai saat ini unit ambulans PMI Cabang Medan memiliki tiga buah ambulans, dua dalamkondisi rusak dan tidak berjalan sedangkan yang satunya lagi dalam kondisi yang juga sudah tidak layak lagi jalan namun masih juga tetap beroperasi karena harus tetapmelayani panggilan masyarakat.

BAB VI PENUTUP VI. 1 Kesimpulan Adapun kesimpulan yang didapat dari hasil analisis program Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang medan yang telah dilaksankan dapat diuraikan sebagai

  Palang Merah Indonesia (PMI) adalah organisasi yang bergerak dalam bidang jasasosial kemanusiaan, membantu korban bencana alam serta pelayanan kesehatan lainnya yang berpegang pada prinsip-prinsip dasar PalangMerah dan Bulan Sabit Merah Internasional dalam menjalankan dalam tugas dan fungsinya. PMI berusaha mengubah pemikiran di kalangan masyarakat dengan mengadakan berbagai kegiatan untukmenarik perhatian masyarakat.

3. Palang Merah Indonesia (PMI) bertanggung jawab memberikan pelayanan terbaik yang merata dan bermutu kepada masyarakat

  PMI diakui secara luas sebagai organisasi kemanusiaan yang mampu menyediakan pelayanan kepalangmerahan yang efektif dan tepat waktu,terutama kepada mereka yang paling membutuhkan, dalam semangat kenetralan dan kemandirian. PMI diakui secara luas sebagai organisasi kemanusiaan yang mampu menyediakan pelayanan kepalangmerahan yang efektif dan tepat waktu,terutama kepada mereka yang paling membutuhkan, dalam semangat kenetralan dan kemandirian.

VI. 2 Saran

Berdasarkan kesimpulan yang dipaparkan di atas, maka terdapat beberapa saran yang perlu diperhatikan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Medan dalammelaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan program yang telah dijalankan untuk membantu masyarakat yaitu:

1. PMI harus tetap bekerja keras untuk meningkatkan self belonging dan loyalitas publik internal dan eksternalnya

2. PMI harus menujukkan coorporate identity dalam dirinya ketika ia melaksanakan tugasnya

  Segala kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan ole PMI Cabang Medan untuk membantu masyarakat dalam pertolongan pertama sehingga dapatmemberikan inspirasi bagi segala institusi maupun lembaga untuk lebih aktif membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Program yang dilaksanakan PMI dapat menjadi perlindungan bagi masyarakat untuk mengatasi atau mengurangi kendala-kendala yang terjaditerhadap masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

  Memperkenalkan PMI, Markas Besar PMI, JakartaAnonim,2005 Pokok-Pokok Kebijakan dan Rencana Strategi 2004-2009, Markas Besar PMI, JakartaArikunto. Filsafat Penelitian dan Metodologi Penelitian Sosial.

Program Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Medan Dalam Pelayanan Sosial. 3.2 Tugas-tugas dan Tanggungjawab UraianTugas dan Tanggung Jawab Analisis program PMI Cabang Medan Defenisi Konsep Defenisi Operasional Kekuatan dan Kelemahan, Peluang dan Ancaman Program Palang Merah IndonesiaPMI. Kerangka pemikiran TINJAUAN PUSTAKA KESIMPULAN DAN SARAN Program Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Medan Dalam Pelayanan Sosial. Klasifikasi dan Fungsi Pelayanan Sosial Program-program Pelayanan Sosial Komponen Gerakan Palang Merah International Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN Lembaga Sosial Pengertian Pekerjaan Sosial Nilai-Nilai Pekerjaan Sosial Masalah-masalah Kesejahteraan Sosial Prinsip Standar Pelayanan Sosial Organisasi Palang Merah Indonesia PMI Organisasi PMI Daerah Sumatera Utara Organisasi PMI Cabang Medan Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah International PENDAHULUAN TINJAUAN PUSTAKA METODE PENELITIAN DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN ANALISA DATA PENUTUP METODE PENELITIAN Perumusan Kebijaksanaan Penyiapan Program PRINSIP BANTUAN PMI Pokok-Pokok kebijakan dan Rencana Strategis 2004-2009 Di tingkat Cabang Program-Program PMI Cabang Medan SUMBER DANA DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Program Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang M..

Gratis

Feedback