Feedback

Program Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Medan Dalam Pelayanan Sosial.

Informasi dokumen
PROGRAM PALANG MERAH INDONESIA (PMI) CABANG MEDAN DALAM PELAYANAN SOSIAL SKRIPSI Diajukan Guna Melengkapi Tugas Dan Memenuhi Syarat Untuk Mencapai Gelar Sarjana Sosial Pada Fakultas Ilmus Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Oleh RIKO FRIDOLEND S 040902016 DEPARTEMEN ILMU KESAJAHTERAAN SOSIAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2008 1 Universitas Sumatera Utara UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL ABSTRAK RIKO FRIDOLEND S 040902016 PROGRAM PALANG MERAH INDONESIA (PMI) CABANG MEDAN DALAM PELAYANAN SOSIAL Indonesia adalah sebuah negara yang mempunyai jumlah penduduk yang sangat banyak. Disamping itu manusia juga harus memenuhi kebutuhan hidupnya, karena adanya berbagai keterbatasan, maka tidak semua kebutuhan manusia itu dapat terpenuhi sendiri. Belum lagi permasalahan sosial yang semakin kompleks pada saat sekarang ini menyebabkan semakin bertambah banyaknya permasalahan yang diadapi manusia itu, baik itu dibidang sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, politik, budaya, hukum, dan masih banyak lagi permasalahan sosial lainnya. Pelayanan sosial adalah salahsatu faktor yang bisa menuntaskan permasalahan-permasalahan yang ada. Salah satunya yaitu Program Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Medan. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana program yang dilaksanakan PMI Cabang Medan dalam membantu masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana perkembangan program yang telah dilaksanakan, baik dalam struktur organisasi maupun dalam melaksanakannya dilapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif, yaitu untuk menggambarkan Program yang telah dilaksanakan oleh PMI Cabang Medan. Adapun instrumen yang digunakan dalam mengungkap fakta dan data yang ada di PMI Cabang Medan ini adalah melalui observasi dan wawancara terbuka. Data yang diperoleh tersebut kemudian dianalisa dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu menggambarkan hasil penelitian atau fakta sebagaimana adanya. Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa PMI Cabang Medan melaksanakan program sesuai dengan pokok-pokok kebijakan dan rencana strategi tahun 2004-2009. disini dijelaskan bahwa PMI Cabang Medan telah menjalankan program sesuai dengan tugas pokok PMI, dan dalam pelaksanaannya PMI Cabang telah bekerjasama dengan lembaga-lembaga lain untuk mengurangi beban masyarakat. Dari pokok-pokok kebijakan dan rencana strategi diatas untuk tahun 20052007 program yang telah dilaksanakan telah mencapai sekitar 50% itu dapat dilihat sesuai dengan fakta dilapangan, waktu terjadinya gempa di Aceh dan Di nias. PMI Cabang Medan telah menjalankan tugas dan fungsi membantu korban bencana dan mengurangi beban masyarakat akibat gempa. PMI juga telah melaksanakan programnya bagi masyarakat medan, sesuai dengan pokok-pokok kebijakan PMI, Semua kru dan relawan telah disiapkan untuk menangani atau mengurangi beban serta memberikan pertolongan pertama bagi warga untuk itu PMI Cabang Medan telah siap membantu warga sesuai dengan visi,misi dan tugas serta fungsinya masing-masing. 2 Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas berkat dan rahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Adapun judul dari skripsi ini adalah: ”Program Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Medan Dalam Pelayanan Sosial”. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak teradapat kekurangan, karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang dapat membangun dari pembaca demi menyempurnakan skripsi ini. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimah kasih yang sebesarbesarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini, antara lain kepada: 1. Bapak Prof. DR. M. Arif Nasution, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Univesitas Sumatera Utara. 2. Bapak Drs. Matias Siagian, selaku Ketua Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. 3. Ibu Hairani Siregar S.Sos, M.SP selaku Dosen pembimbing yang membimbing penulis dalam menulis skripsi ini sehingga mencapai hasil yang maksimal. 4. Ibu Ridha Yuanita Sutomo selaku Kepala markas PMI Cabang Medan yang telah memberikan informasi tentang PMI Cabang Medan. 5. Seluruh staf/petugas dan relawan yang juga membantu penulis dalam memberikan informasi tentang Palang Merah Cabang Medan. 6. Teristimewa buat orang tua yang kukasihi dan kucintai serta yang kubanggakan yaitu Bapak B.Sianturi dan Mama Rotua, yang telah mengasuh, membesarkan dan mendidik penulis dengan penuh kesabaran dan ketabahan dan yang juga banyak memberikan semangat moril dan kasih sayang, materi 3 Universitas Sumatera Utara dan juga doa kepada penulis sampai saat ini, sehingga penulis dapat menyelesaikan pendidikan (perkuliahan) dan skripsi ini. 7. Secara khusus kepada kakak (K’Melly, K’ Hany, K’Heppy) dan buat Adek (Endang Sianturi) serta semua keluarga besar yang mendukung dan mendoakan saya dalam perkulihan dan penulisan skripsi ini sehingga dapat menyelesaikannya. 8. Sahabat-sahabat seperjuangan di Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial Stambuk’04 yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu terima kasih atas doa dan dukungan yang diberikan kepada saya. 9. Buat Juniorku yang ada di Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu Stambuk’05 dan Stambuk’06 dan Stambuk’07 yang belum semua saya kenal. 10. Buat rekan-rekan Kampus yang senasib dan sepenanggungan yang dari awal sampai akhir kuliah( Diantono, Supeno, Roy, Triadi, Ivanna, Rini, Lusi, Deswita) dan buat teman saya yang sudah alumni Stambuk’04(Roby,Tere, Oktavia, Tanti, Irma) yang selalu mendukung dan mendoakan saya dalam penulisan skripsi ini. 11. Terimah kasih buat semua Pihak yang telah mendukung dan mendoakan saya dalam penulisan Skripsi ini yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Akhirnya penulis berharap semoga Skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Medan, 30 Mei 2008 Penulis, Riko Fridolend S NIM : 040902016 4 Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI ABSTRAK. i KATA PENGANTAR. ii DAFTAR ISI. iv BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah. 1 I.2. Perumusan Masalah. 5 1.3. Pembatasan Masalah. 6 I.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian I.4.1. Tujuan Penelitian. 6 I.4.2. Manfaat Penelitian. 7 I.3 Sistematika Penulisan. 8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA II. 1 Kesejahteraan Sosial dan Usaha Kesejahteraan Sosial II.1.1 Kesejahteraan Sosial. 9 II.1.2 Usaha Kesejahteraan Sosial. 12 II.2 Lembaga Sosial. 13 II.3 Pelayanan Sosial II.3.1 Pengertian Pelayanan Sosial. 14 II.3.2 Klasifikasi dan Fungsi Pelayanan Sosial. 15 II.3.3 Program-program Pelayanan Sosial . 16 II.4 Pengertian Pekerjaan Sosial. . 17 II.5 Nilai-Nilai Pekerjaan Sosial . 18 II.6 Masalah-masalah Kesejahteraan Sosial. 18 II.7 Prinsip Standar Pelayanan Sosial. . 19 II.8 Perumusan Kebijaksanaan . 20 II.9 Penyiapan Program . 21 II.10 Kerangka Pemikiran. 23 II.11 Defenisi Konsep. 24 II.11 Defenisi Konsep. 25 5 Universitas Sumatera Utara BAB III METODE PENELITIAN III.1 Tipe Penelitian. 26 III.2 Lokasi Penelitian . 26 III.3 Sumber Data. 26 III.4 Tehnik Pengumpulan Data. 27 III.5 Tehnik Analisa Data. 28 BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN IV.1 Sejarah Umum Organisasi IV.1.1. Organisasi Palang Merah Internasional. 29 IV.1.2. Komponen Gerakan Palang Merah International. 30 IV.1.3. Organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) . 32 IV.1.4. Organisasi PMI Daerah Sumatera Utara. 35 IV.1.5. Organisasi PMI Cabang Medan. 36 IV.1.6 Prinsip Dasar Palang Merah. 36 IV.1.7 Kgiatan dan Pelayanan Palang Merah Indonesia . 37 IV. 2 Gambaran Lokasi Penelitian . 39 IV.3 Struktur Organisasi . 39 IV.3.1 UraianTugas dan Tanggung Jawab 40 IV. 3.2 Tugas-tugas dan Tanggungjawab . 41 IV. 4 Sumber Dana . . 43 IV. 5 Keanggotaan. 45 IV. 6 Prinsip Bantuan PM. . 49 IV. 7 Pokok-pokok kebijakan dan rencana strategis 2004-2009 di tingkat Cabang. 50 BAB V ANALISA DATA V.1 Program-program PMI Cabang Medan. 63 V.2 Prosedur Standart Operasional Petugas Palang Merah Indonesia Cabang Medan Di Provinsi Nanggoroe Darussalam. 99 V. 3 Kekuatan dan kelemahan, Peluang dan Ancaman Program Palang Merah Indonesia(PMI). . 106 V. 4 Analisis Program PMI Cabang Medan. 114 6 Universitas Sumatera Utara BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN VI.1 Kesimpulan. 119 VI. 2 Saran-saran . 120 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 7 Universitas Sumatera Utara UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL ABSTRAK RIKO FRIDOLEND S 040902016 PROGRAM PALANG MERAH INDONESIA (PMI) CABANG MEDAN DALAM PELAYANAN SOSIAL Indonesia adalah sebuah negara yang mempunyai jumlah penduduk yang sangat banyak. Disamping itu manusia juga harus memenuhi kebutuhan hidupnya, karena adanya berbagai keterbatasan, maka tidak semua kebutuhan manusia itu dapat terpenuhi sendiri. Belum lagi permasalahan sosial yang semakin kompleks pada saat sekarang ini menyebabkan semakin bertambah banyaknya permasalahan yang diadapi manusia itu, baik itu dibidang sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, politik, budaya, hukum, dan masih banyak lagi permasalahan sosial lainnya. Pelayanan sosial adalah salahsatu faktor yang bisa menuntaskan permasalahan-permasalahan yang ada. Salah satunya yaitu Program Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Medan. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana program yang dilaksanakan PMI Cabang Medan dalam membantu masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana perkembangan program yang telah dilaksanakan, baik dalam struktur organisasi maupun dalam melaksanakannya dilapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif, yaitu untuk menggambarkan Program yang telah dilaksanakan oleh PMI Cabang Medan. Adapun instrumen yang digunakan dalam mengungkap fakta dan data yang ada di PMI Cabang Medan ini adalah melalui observasi dan wawancara terbuka. Data yang diperoleh tersebut kemudian dianalisa dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu menggambarkan hasil penelitian atau fakta sebagaimana adanya. Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa PMI Cabang Medan melaksanakan program sesuai dengan pokok-pokok kebijakan dan rencana strategi tahun 2004-2009. disini dijelaskan bahwa PMI Cabang Medan telah menjalankan program sesuai dengan tugas pokok PMI, dan dalam pelaksanaannya PMI Cabang telah bekerjasama dengan lembaga-lembaga lain untuk mengurangi beban masyarakat. Dari pokok-pokok kebijakan dan rencana strategi diatas untuk tahun 20052007 program yang telah dilaksanakan telah mencapai sekitar 50% itu dapat dilihat sesuai dengan fakta dilapangan, waktu terjadinya gempa di Aceh dan Di nias. PMI Cabang Medan telah menjalankan tugas dan fungsi membantu korban bencana dan mengurangi beban masyarakat akibat gempa. PMI juga telah melaksanakan programnya bagi masyarakat medan, sesuai dengan pokok-pokok kebijakan PMI, Semua kru dan relawan telah disiapkan untuk menangani atau mengurangi beban serta memberikan pertolongan pertama bagi warga untuk itu PMI Cabang Medan telah siap membantu warga sesuai dengan visi,misi dan tugas serta fungsinya masing-masing. 2 Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang jasa sosial kemanusiaan, membantu korban bencana alam serta pelayanan kesehatan lainnya yang berpegang pada prinsip-prinsip dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional dalam menjalankan dalam tugas dan fungsinya. Pembentukan Organisasi Palang Merah tidak terlepas dari kondisi peperangan. Sejarah kehidupan manusia telah mencatat, bahwa sejak terjadinya peperangan di kota Solferino dibagian utara Italia pada tahun 1859 yang menimbulkan korban puluhan ribu prajurit gugur dan terluka telah menarik perhatian seorang sosiawan Swiss yang bernama Jean Henry Dunant untuk memberikan pertolongan bersamasama dengan penduduk disekitar medan pertempuran tersebut. Peristiwa yang menyedihkan itu mendorong Henry menuliskannya kedalam sebuah buku sederhana yang berjudul “Un Souvenier De Solferino” atau “ Sebuah kenangan dari Solferino”, buku kenangan inilah yang kemudian menjadi titik tolak pengembangan ide terbentuknya perhimpunan Palang Merah. Berdirinya Palang Merah di Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak masa sebelum Perang Dunia Ke-II. Saat itu, tepatnya pada tanggal 21 Oktober 1873 Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie (Nerkai), yang kemudian dibubarkan pada saat pendudukan Jepang. Perjuangan untuk mendirikan Palang Merah Indonesia sendiri diawali sekitar tahun 1932. Kegiatan tersebut dipelopori oleh Dr. RCL Senduk dan Dr Bahder 8 Universitas Sumatera Utara Djohan. Rencana tersebut mendapat dukungan luas terutama dari kalangan terpelajar Indonesia. Mereka berusaha keras membawa rancangan tersebut ke dalam sidang Konferensi Nerkai pada tahun 1940 walaupun akhirnya ditolak mentah-mentah. Terpaksa rancangan itu disimpan untuk menunggu kesempatan yang tepat. Seperti tak kenal menyerah, saat pendudukan Jepang, mereka kembali mencoba untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional, namun sekali lagi upaya itu mendapat halangan dari Pemerintah tentara Jepang sehingga untuk kedua kalinya rancangan itu harus kembali disimpan. Tujuh belas hari setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, yaitu pada tanggal 3 September 1945, Presiden Soekarno mengeluarkan perintah untuk membentuk suatu badan Palang Merah Nasional. Atas perintah Presiden, maka Dr. Buntaran yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia Kabinet I, pada tanggal 5 September 1945 membentuk Panitia 5 yang terdiri dari: dr R. Mochtar (Ketua), dr. Bahder Djohan (Penulis), dan dr Djuhana; dr Marzuki; dr. Sitanala (anggota). Akhirnya Perhimpunan Palang Merah Indonesia berhasil dibentuk pada 17 September 1945 dan merintis kegiatannya melalui bantuan korban perang revolusi kemerdekaan Republik Indonesia dan pengembalian tawanan perang sekutu maupun Jepang. Oleh karena kinerja tersebut, PMI mendapat pengakuan secara Internasional pada tahun 1950 dengan menjadi anggota Palang Merah Internasional dan disahkan keberadaannya secara nasional melalui Keppres No.25 tahun 1959 dan kemudian diperkuat dengan Keppres No.246 tahun 1963. Sejak saat itu organisasi Palang Merah semakin dirasakan kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat. Sudah banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang 9 Universitas Sumatera Utara dipetik PMI dalam penanggulangan korban baik kecelakaan, bencana alam maupun dalam suasana konflik bersenjata. Peran PMI adalah membantu pemerintah di bidang sosial kemanusiaan, terutama tugas kepalangmerahan sebagaimana dipersyaratkan dalam ketentuan Konvensi-Konvensi Jenewa 1949 yang telah diratifikasi oleh pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1958 melalui UU No 59. Tugas Pokok PMI adalah Kesiapsiagaan bantuan dan penanggulangan bencana Pelatihan pertolongan pertama untuk sukarelawan, Pelayanan kesehatan dan tidak memberikan kesan keberagaman, maka kelompok negara Islam memakai lambang bulan sabit merah. Seiring dengan penambahan lambang ini maka Komite Palang Merah Internasional berganti nama menjadi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang lambangnya 23 Ibnu Sutoyo., loc cit Universitas Sumatera Utara adalah penyatuan kedua simbol yaitu salib dan bulan sabit merah,24 tanpa merubah fungsi dan tujuannya dari badan tersebut. Lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah disepakati dapat dipakai oleh rumah sakit dan kelompok medis lainnya untuk menjamin kenetralan dari kelompok pelaksana kesehatan. Tugas-tugas pokok dari komite Palang Merah Internasional diatur dalam kesepakatan Undang-undang Palang Merah Internasional yang terdiri dari 10 pasal.25 Setelah International Comitte Of The Red Cross (ICRC) terbentuk maka pekerjaan yang direncanakan dilaksanakan dengan baik. Dengan demikian Palang Merah semakin mendapat sambutan dari berbagai negara. Sesuai dengan perkembangan teknologi dan pemikiran manusia, sistem perang juga semakin meningkat. Peperangan bukan saja dilakukan di darat tetapi perang banyak dilakukan di laut dan di udara. Latar belakang ini mempengaruhi peningkatan progam ICRC, sesuai dengan perang yang sedang terjadi, maka secara otomatis fungsi dari Palang Merah Internasional juga semakin luas. 3.3 Usaha Ratifikasi Konvensi Jenewa Akibat perkembangan peralatan dan areal pelaksanaan perang semakin beragam, maka Komite Palang Merah Internasional semakin mempelajari hal ini untuk menyusun strategi membantu korban perang. Perang Solverino adalah perang yang menjadi dasar pertolongan bagi gerakan Badan Palang Merah. Tugas Komite Palang Merah Internasional yang tersusun dari perang ini hanya sekitar 24 Ibid., hlm. 4 25 Umar Mu’in., loc cit Universitas Sumatera Utara perang darat. Untuk menjaga Komite Palang Merah Internasional tetap berjalan, maka lembaga ini telah melakukan beberapa kali Konvensi, seperti konvensi tahun 1909, 1923, 1929 dan tahun 1949. Dasar dari perubahan ini adalah Perang Dunia I dan Perang Dunia II yang telah menyebabkan korban luka-luka dan meninggal dunia sangat besar. ICRC menganggap hal ini dikarenakan kurangnya persiapan dari komite itu sendiri dalam mengenali jenis perang yang akan terjadi. Pada Perang Dunia I, jatuhnya korban tidak hanya dialami oleh tentara ataupun kelompok militer, tetapi keganasan perang telah banyak menewaskan masyarakat sipil yang tidak berdosa. Pada Konvensi I Jenewa pertolongan medis yang terencana hanya diberikan kepada prajurit yang terluka dan meninggal dunia, sedangkan perlindungan terhadap sipil belum direncanakan sama sekali.26 Perlombaan menggunakan teknologi dalam berperang seperti nuklir, rudal, bom dan pesawat sebagai alat perang menjadi salah satu taktik perang dalam menghabisi jiwa manusia. Perang juga dilakukan di laut bahkan di udara, tanpa memperhitungkan akibat. Sebagai proses penyesuaian antara perang dan cara kerja Komite Palang Merah Internasional, maka pelaksanaan Konvensi Jenewa I dilaksanakan kembali. Partisipasi dari Komite Palang Merah Nasional didasari berbagai negara yang turut hadir pada konvensi tersebut untuk mempublikasikan tindakan-tindakan yang akan dilakukan pada setiap Badan Palang Merah Nasinal dan bahkan Komite Palang Merah Internasional sebagai wujud yang paling besar. 26 Mochtar Kusumaatmadja., loc cit Universitas Sumatera Utara Cara mengadopsi hasil Konvensi Jenewa ataupun konvensi lainnya menjadi bagian dari tugas Komite Palang Merah Nasional maupun Internasional telah diatur dalam Konvensi Jenewa I yang menyatakan “Konvensi ini akan berlaku untuk semua peristiwa perang yang diakibatkan oleh semua sengketa bersenjata (Armed Conflik) lainnya yang melibatkan dua atau lebih pihak”.27 Konvensi Jenewa II lebih mengarah kepada pengaturan pelaksanaan perang. Tujuan dari perjanjian ini adalah pembatasan dampak yang ditimbulkan oleh perang. Perang akan dijauhkan dari daerah masyarakat guna membatasi dampaknya pada masyarakat sipil. Sebelum konvensi ini dilaksanakan, perang terjadi tanpa memperhitungkan siapa seharusnya yang dapat dibunuh. Kelompok masyarakat terkadang menjadi sasaran dari tentara ketika perang dalam keadaan memanas. Akibatnya korban yang ditimbulkan oleh perang dimasa lalu sangat besar. Setelah pembatasan perang menjadi otoritas dari Palang Merah, organisasi ini tidak berhenti disitu saja, tetapi juga memperhatikan perlakuan yang diterima para tawanan yang ditawan. Para tawanan banyak yang terbunuh di penjara akibat penyiksaan yang dilakukan oleh pihak penawan. Sebelum konvensi III dilaksanakan, tawanan menjadi pelampiasan amarah dari kelompok penahan, mereka diperlakukan diluar hak asasinya sebagai manusia. Perlindungan tawanan ternyata sangat diperlukan, untuk itu Konvensi III dilakukan sebagai perlindungan terhadap tawanan perang dan tawanan lainnya. Perlakuan yang dijadikan contoh perlakukan terlarang adalah perlakuan tentara 27 Ibid., hlm. 29 Universitas Sumatera Utara Jepang dan Jerman kepada lawan negaranya.28 Hal-hal yang ikut dijaga dalam konvensi ini menyangkut masalah perlindungan dan perlakuan terhadap tawanan, pengembalian tawanan perang, tempat menawan, kesehatan materil tawanan mencakup keuangan, makanan kebersihan tawanan, dan pengamatan kesehatan.29 Bidang lain yang harus diperhatikan pihak penawan sesuai dengan isi Konvensi III mencakup kesejahteraan moral (agama, kegiatan-kegiatan intelektual, olah raga, hiburan, hubungan dengan dunia luar dan perihal kiriman dari luar), hak tawanan untuk mengajukan permohonan, pengaduan laporan, disiplin dalam kemah tawanan, pemulangan langsung, penempatan di negara yang dianggap netral, pemeriksaan terhadap tawanan yang meninggal dunia dan masalah lainnya. Palang Merah diberi tugas untuk melakukan pemeriksan persyaratan tersebut tanpa harus mendapat ijin dari pihak mana pun. Hal ini membuktikan bahwa Komite Palang Merah Internasional (ICRC) semakin besar dan diakui kenetralannya. Tambahan-tambahan tugas Komite Palang Merah akan diturunkan ke Komite Palang Merah Nasional, guna sosialisasi tugas dari badan Palang Merah. Kebutuhan akan sukarelawan dan pekerjaan Palang Merah semakin besar di barbagai belahan dunia, sehingga banyak negara meratifikasi bentuk organisasi yang sama dengan Palang Merah dan kemudian bergabung dengan organisasi 28 Ibnu Sutoyo., loc cit 29 Mochtar Kusumaatmadja., loc ci-t Universitas Sumatera Utara tersebut setelah Komite Palang Merah Internasional menilai bahwa organisasi tersebut telah layak menjadi anggota Palang Merah Internasional.30 Konvensi akan dilakukan oleh Komite Palang Merah Internasional setelah melakukan analisa terhadap kejadian perang dan mendapat beberapa kemajuan baru atau tindakan yang membahayakan kepada umat manusia, seperti Hukum Perlakuan Internasional (HPI). Peraturan baru ini adalah tindakan untuk meminimalis tindakan kekerasan dari kelompok perang yang menahan lawan perangnya. Ratifikasi terhadap hasil Konvensi Jenewa akan segera disebarluaskan keberbagai negara atau kepada Palang Merah Nasional yang ada di berbagai negara. Tujuan penyebaran informasi ratifikasi ini bertujuan untuk meningkatkan rasa kemanusiaan keberbagai belahan dunia. 3.4 Pembentukan Palang Merah Nasional Indonesia Untuk mengembangkan misi kemanusiaan, pihak Palang Merah Dan Bulan Sabit Merah, berupaya mengembangkan jaringannya keberbagai negara. Tujuan dilaksanakannya pengembangan ini adalah sebagai penyebarluasan tentang penghargaan terhadap nilai kemanusiaan. Kelompok Palang Merah Belanda menilai bahwa Indonesia juga membutuhkan Gerakan Palang Merah untuk menginvestigasi penjajahan yang dilakukan oleh Belanda di Indonesia. Rencana pendirian Palang Merah di 30 Marion Harroff Tavel, Kegiatan Komite Internasional Palang Merah (International Committee Of The Red Cross) Pada Waktu Kekerasan Dalam Negeri, Jakarta: International Review Of The Red Cross, 1990, hlm. 22 Universitas Sumatera Utara Indonesia bermula dari pelaksanaan konvensi tahun 1907, dimana Belanda adalah panitia pelaksana konvensi. Demikian terbentuknya Palang Merah di Indonesia yang disponsori oleh Palang Merah Belanda. Gerakan ini membuktikan bahwa gerakan Palang Merah Belanda adalah gerakan Palang Merah yang tergolong netral. Proses pembentukan ini juga mendapat hambatan yang datang dari pemerintah Belanda di Indonesia, tetapi karena Palang Merah Nasional Belanda mempunyai dukungan yang kuat dari Palang Merah Internasional dan Palang Merah Nasional lainnya maka pembukaan Palang Merah di Indonesia berhasil dilakukan pada tahun 1932, dengan nama Het Nederlands- Indische Rode Kruis (NIRK).31 Pembentukan NIRK di Indonesia berlatarbelakang dari prinsip Belanda bahwa tanah jajahan merupakan negeri yang potensial baik dari segi budaya dan ekonomi, dimana Belanda bertindak dengan sesuka hatinya untuk mengeruk kekayaan dan warisan budaya tersebut. Oleh karena itu Palang Merah Nederland terbebani untuk hal ini.32 Sebagai ketua dan sekaligus Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara
Program Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Medan Dalam Pelayanan Sosial. 3.2 Tugas-tugas dan Tanggungjawab UraianTugas dan Tanggung Jawab Analisis program PMI Cabang Medan Defenisi Konsep Defenisi Operasional Kekuatan dan Kelemahan, Peluang dan Ancaman Program Palang Merah IndonesiaPMI. Kerangka pemikiran TINJAUAN PUSTAKA KESIMPULAN DAN SARAN Program Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Medan Dalam Pelayanan Sosial. Klasifikasi dan Fungsi Pelayanan Sosial Program-program Pelayanan Sosial Komponen Gerakan Palang Merah International Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN Lembaga Sosial Pengertian Pekerjaan Sosial Nilai-Nilai Pekerjaan Sosial Masalah-masalah Kesejahteraan Sosial Prinsip Standar Pelayanan Sosial Organisasi Palang Merah Indonesia PMI Organisasi PMI Daerah Sumatera Utara Organisasi PMI Cabang Medan Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah International PENDAHULUAN TINJAUAN PUSTAKA METODE PENELITIAN DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN ANALISA DATA PENUTUP METODE PENELITIAN Perumusan Kebijaksanaan Penyiapan Program PRINSIP BANTUAN PMI Pokok-Pokok kebijakan dan Rencana Strategis 2004-2009 Di tingkat Cabang Program-Program PMI Cabang Medan SUMBER DANA DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Program Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Medan Dalam Pelayanan Sosial.

Gratis