Feedback

Gambaran Kualitas Pelayanan Antenatal Dan Cakupan K4 di Puskesmas Kabupaten Samosir Tahun 2006

Informasi dokumen
Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara itu sendiri, seperti anggapan negatif mereka mengenai KB yang disebabkan oleh rendah pengetahuan tentang KB. Notoatmodjo, (2007) menyatakan bahwa informasi akan memberikan pengaruh pada pengetahuan seseorang jika dia mendapat informasi yang baik dari berbagai media,baik media cetak maupun media elektronik akan dapat meningkatkan pengetahuan seseorang yang mempengaruhi perilaku. Hasil penelitian Herlina.T,dkk (2012) menyimpulkan ada pengaruh pengetahuan dengan keikutsertaan KB.Sikap menolak terhadap penggunaan alat kontrasepsi pasca salin dan suami tidak mendukung juga ternyata memberi pengaruh. Oleh karena itu disarankan pada tenaga kesehatanuntuk meningkatkan konseling mengenai penggunaan alat kontrasepsi pasca salin padaibu peserta Jampersal di Puskesmas Panei Tongah. Faktor eksternal yaitu dari penyedia jasa Jampersal yang tidak mengetahui bahwa KB merupakan salah satu manfaat yang disediakannya oleh program Jampersal. Ketidaktahuan dari penyedia Jampersal adalah kurangnya sosialisasi mengenai manfaat apa saja yang diterima oleh pengguna Jampersal. Akibat yang terjadi yaitu tidak ada peningkatan cakupan KB walaupun Program Jampersal telah terlaksana. Sehingga dapat dikatakan implementasi kebijakan yang efektif, sangat ditentukan oleh komunikasi kepada para pelaksana kebijakan secara akurat dan konsisten (accuracy and consistency) (Van Mater dan Van Horn, dalam Widodo 2007). Disamping itu, koordinasi merupakan mekanisme yang ampuh dalam implementasi kebijakan. Semakin baik koordinasi komunikasi diantara pihak-pihak yang terlibat dalam implementasi kebijakan, maka kesalahan akan semakin kecil, demikian sebaliknya. Universitas Sumatera Utara BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan 1. Dari 5 informan kunci yang diwawancarai, 3 informan tidak mengetahui bahwa KB (Keluarga Berencana) merupakan salah satu pelayanan yang diberikan Program Jampersal. 2. Penyampaian Program Jampersal masih kurang komunikasi dan koordinasi baik dari pihak penyelenggara dan penggunanya sehingga implementasi Program Jampersal masih kurang efektif. 3. Seluruh informan kunci menyatakan bahwa Program Jampersal memberikan dampak positif terhadap peningkatan cakupan kunjungan antenatal. 4. Seluruh informan pokok menyatakan bahwa Program Jampersal bermanfaat bagi mereka dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan khususnya pemeriksaan kehamilan. 5. Seluruh informan kunci menyatakan bahwa Program Jampersal belum memberikan dampak positif terhadap peningkatan cakupan peserta KB paskapersalinan terlihat bahwa semua informan pokok tidak menggunakan KB pada paska persalinan. Universitas Sumatera Utara 6.2. Saran 1. Bagi Dinas Kesehatan hendaknya meningkatkan sosialisasi, koordinasi dan monitoring terhadap Puskesmas dan instansi penyedia layanan Jampersal secara menyeluruh sehingga implementasi Program Jampersal bisa berjalan dengan efektif dan efisien. 2. Bagi pihak Puskesmas hendaknya meningkatkan sosialisasi Program Jampersal kepada masyarakat dan mengadakan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang KB bagi masyarakat khususnya konseling KB terhadap para suami di wilayah kerja Puskesmas Panei Tongah sehingga dapat mengubah persepsi masyarakat yang buruk mengenai KB dan dapat memanfaatkan program ini dengan maksimal. 3. Bagi tenaga kesehatan di Puskesmas sebaiknya tidak hanya sisi materi saja yang difikirkan namun nilai sosial dari adanya jampersal bagi pasien dan sebaiknya bidan yang ikut dalam penandatanganan Jampersal dan bidan yang tidak ikut melaksanakan Jampersal tetap ikut dalam pertemuan di DKK dan IBI Kabupaten Simalungun sehingga bisa tahu perkembangan Jampersal saat ini. 4. Peningkatan sumber daya manusia dalam organisasi DinasKependudukan keluarga Berencana dan Catatan Sipil Kabupaten umumnya, dan petugas lapangan keluarga berencana di tingkat kecamatan khususnya, mutlak diperlukan sejalan dengan peningkatan kualitas pendidikan masyarakat Universitas Sumatera Utara sasaran program. Hal ini dapat dilakukan dengan model diklat maupun tugas belajar. 5. Dalam upaya meningkatkan keikutsertaan KB maka perlu ditingkatkan koordinasi yang komprehensif antara Kementrian Kesehatan dan BKKBN pada program jaminan persalinan dengan cara meningkatkan advokasi dan KIE/Konseling pelayanan keluarga berencana dalam jaminan persalinan secara berkesinambungan, penyediaan alat dan obat kontrasepsi, sarana pendukung pelayanan KB, serta penggerakan layanan KB, memfasilitasi pelatihan bagi dokter dan bidan khususnya pelayanan KB MKJP, pengelola pelayanan KB dalam jaminan persalinan, dan meningkatkan monitoring dan evaluasi pada program jaminan persalinan, dan mengarahkan pelayanan KB pada kontrasepsi jangka panjang yang tidak rawan drop out. 6. Bagi BKKBN Kabupaten Simalungun hendaknya menggalakkan program KB yang bersifat jemput bola sehingga banyak akseptor yang akan terjaring, seperti melalaui program Mupen (Mobil Penerangan) dan membangun kerjasama yang baik juga dengan pemuka agama serta masyarakat di Kecamatan Panei. 7. Bagi peneliti selanjutnya perlu dilakukan penelitian lanjutan, mengenai pelaksanaan jampersal pada bidan praktek swasta terhadap juknis jampersal di Kabupaten Simalungun. Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA Agustino, Leo. (2006). Dasar-Dasar Kebijakan Publik. Bandung:CV. Alfabeta. Anonim, 2003, Statistik Indonesia. http://www.bps.go.id Anonim, 2011, Pedoman KIA. http://www.depkes.go.id BPS, 2007. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007. Buse, K. Et.al, 2009. Making Health Policy Dahlan, M., Sopiyudin., 2008. Langkah – Langkah Membuat Proposal Penelitian Bidang kedokteran dan Kesehatan, Jakarta: Sagung Seto. Departemen Kesehatan., 2006. Pedoman KIA, Jakarta. Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, 2008. Profil Kesehatan Kabupaten Simalungun Tahun 2007, Pematang Raya. Dinas Propinsi Sumatera Utara, 2010. Profil Kesehatan Propinsi Sumatera Utara Tahun 2009, Medan. Dunn, William N. 2003. Pengantar Analisis Kebijakan Publik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Evariana Mandasari, 2012. Analisis Perbandingan Pelaksanaan Jaminan Persalinan (Jampersal) pada Bidan Praktek Swasta (BPS) di Wilayah Puskesmas Kota Semarang dengan Petunjuk Teknis (Juknis) Jampersal Tahun 2012, Jurnal Kesehatan Masyarakat 2013, Volume 2, Nomor 1, Januari 2013. HerlinaT, dkk, 2012. Gambaran Faktor yang Mempengaruhi Ibu Peserta Jampersal dalam Penggunaan Alat Kontrasepsi Pasca Salin di Desa Kepuhrejo Kec.Takeran Kab.Magetan tahun 2012. Ikatan Bidan Indonesia., 2001. 50 tahun IBI. Islamy,M. Irfan, 2001, Prinsip-prinsip Kebijakan Negara, Bumi Aksara, Jakarta. Universitas Sumatera Utara Kecamatan Panei, 2010. Profil Kesehatan Kecamatan Panei tahun 2010, Panei Tongah. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2012. Profil Data Kesehatan Indonesia Tahun 2011, Jakarta. ___________________________________, 2011. Petunjuk Teknis Jaminan Persalinan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional /Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)., 2010. Laporan Pencapaian Tujuan Pembangunan Millenium, Jakarta. Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010. Moekijat, 1985, Analisa Kebijakan Publik, Mandar Maju, Bandung. Moleong, Lexy J. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya. Nasution,S., 1996. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif, Bandung: Penerbit Tarsito. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2562/ Menkes/PER/XII/2011, Petunjuk Teknis Jaminan Persalinan. Prawirohardjo. (2005). Ilmu Kebidanan, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka. Robbin, Stepen, P. 2001, Perilaku Organisasi, PT Prenhalindo, Jakarta Saifuddin, A.B, 2007. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Samudra, Wibawa, 1994. Evaluasi Kebijakan Publik, PT.Raja Grafindo Persada, Jakarta. Tumirah,et.al, 2012. Evaluasi Pelaksanaan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi, Jurnal Penelitian Suara Forikes Volume III Nomor 2, April 2012. Undang – Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. United Nations Secretariat, 2011. World Population Prospects. Universitas Sumatera Utara Widodo, Joko. (2007). Analisis Kebijakan Publik:Konsep dan Aplikasi Analisis Proses Kebijakan Publik. Malang: Bayumedia Publishing. Winarno, Budi, 2002. Teori dan Proses Kebijakan Publik, Yogyakarta: Media Pressindo. Wahab, Solichin Abdul. (2004). Analisis Kebijaksanaan:Dari Formulasi ke Implementasi Kebijaksanaan Negara. Jakarta:PT. Bumi Aksara. Yhastra HP, 2012. Pengaruh Jaminan Persalinan terhadap Keikutsertaan Keluarga Berencana, Program Pendidikan Sarjana Kedokteran Fakultas Kedokteran UniversitasDiponegoro,http://eprints.undip.ac.id/37823/1/Yhastra_G2A0081 99_Lap.KTI.pdf diakses pada tanggal 26 Maret 2013. Zaeni, A.2006. Implementasi Program Keluarga Berencana di Kabupaten Batang Studi Kasus Peningkatan Kesertaan KB di Kecamatan Gringsing, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro Semarang, 2006 Universitas Sumatera Utara
Gambaran Kualitas Pelayanan Antenatal Dan Cakupan K4 di Puskesmas Kabupaten Samosir Tahun 2006
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Gambaran Kualitas Pelayanan Antenatal Dan Cakupan K4 di Puskesmas Kabupaten Samosir Tahun 2006

Gratis