Feedback

Beauty Consultant Dalam Kegiatan External Public Relations Dan Minat Pakai (Studi Korelasional Tentang Peranan Beauty Consultant Oriflame dalam Menumbuhkan Minat Pakai Calon Konsumen Pada Karyawan Contact Center Infomedia Nusantara )

Informasi dokumen
BEAUTY CONSULTANT DALAM KEGIATAN EXTERNAL PUBLIC RELATIONS DAN MINAT PAKAI (Studi Korelasional Tentang Peranan Beauty Consultant Oriflame dalam Menumbuhkan Minat Pakai Karyawan Contact Center Infomedia Nusantara Medan) DIAJUKAN SEBAGAI SYARAT UNTUK MEMPEROLEH GELAR SARJANA OLEH : PRATIWI RIETHA CAROLINA SIRINGORINGO 060922008 DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2008 ABTRAKSI Universitas Sumatera Utara BEAUTY CONSULTANT DALAM KEGIATAN EXTERNAL PUBLIC RELATIONS DAN MINAT PAKAI (Studi Korelasional Tentang Peranan Beauty Consultant Oriflame dalam Menumbuhkan Minat Pakai Calon Konsumen Pada Karyawan Contact Center Infomedia Nusantara ) Skripsi ini berjudul Beauty Consultant dalam Kegiatan External Public Relations dan Minat Pakai (Studi Korelasional Tentang Peranan Beauty Consultant Oriflame dalam Menumbuhkan Minat Pakai Calon Konsumen Pada Karyawan Contact Center Infomedia Nusantara ). Permasalahan utama yang dicari adalah “apakah peranan seorang Beauty Consultant Oriflame dalam kegiatan external relations dapat menumbuhkan minat konsumen untuk memakai produk Oriflame. Sampel dalam penelitian ini adalah Karyawan Contact Center Infomedia yang pernah mengikuti kegiatan Beauty Demo Oriflame. Jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Ari Kunto sehingga diperoleh sampel sebanyak 58 orang. Sedangkan teknik penarikan sampel digunakan adalah Proporsional Stratified Sampling dan Purposive Sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Korelasional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner dan melakukan wawancara. Setiap kuesioner terdiri dari 38 pertanyaan tertutup. Dalam menganalisa data penelitian digunakan dengan menyajikan data dalam bentuk tabel tunggal dan tabel silang. Sedangkan untuk menguji hipotesa dilakukan dengan menggunakan rumus Spearman’s Rho dan tes signifikan dengan menggunakan thitung Teknik analisa data yang digunakandalam penelitian ini adalah analisa tabel tunggal dan analisa tabel silang serta uji hipotesa melalui rumus koefisien korelasi Rank Spearman dengan menggunakan rho. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kuat dan tinggi serta bisa diandalkan antara peranan Beauty Consultant dalam menumbuhkan minat pakai calon konsumen pada karyawan Contact Center Infomedia Nusantara. Untuk mengetahui besar kekuatan penggunaan variabel X terhadap variabel Y digunakan uji hipotesa yang menunjukkan Ha diterima dan Ho ditolak Hasil uji hipotesis yang didapat adalah terdapat hubungan antara peranan Beauty Consultant dalam menumbuhkan minat pakai calon konsumen pada karyawan Contact Center Infomedia Nusantara. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala anugerah, kasih dan kebaikan-Nya, sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini. Terimakasih yang tiada terhingga juga penulis persembahkan kepada keluarga tercinta, buat motivasi dan perhatian yang diberikan sepanjang perkuliahan penulis. Terimakasih buat suka duka yang telah dijalani bersama, buat kerja keras dan pengorbanan baik moril maupun materil orang tua penulis yang telah membawa penulis sampai akhir masa perkuliahan Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat kelulusan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara terutama dari jurusan komunikasi. Adapun judul skripsi ini adalah Beauty Consultant dalam kegiatan External Public Relations dan minat pakai, lokasi yang penulis pilih sebagai lokasi penelitian adalah Infomedia Nusantara Medan. Dalam pelaksanaan penelitian dan penyusunan skripsi ini , penulis mendapat banyak bimbingan, nasehat serta motivasi dari berbagai pihak. Maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Prof. DR.M.Arif Nasution, MA, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara 2. Bapak Drs.Amir Purba, MA, selaku ketua Departemen Ilmu Komunikasi dan sekaligus sebagai dosen wali penulis. Universitas Sumatera Utara 3. Ibu Dra.Dewi Kurniawati,MSi, selaku dosen pembimbing yang telah banyak membantu dan membimbing penulis selama pengerjaan skripsi ini. 4. Semua dosen Ilmu Komunikasi yang telah banyak memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis 5. Teristimewa buat orang tuaku tercinta ,SM. Siringoringo dan ibunda R.A Mataniary yang telah banyak memberikan dukungan moril dan materil serta doa sehingga terselesainya skripsi ini. 6. Seluruh keluargaku, kakak, abang dan adikku atas dukungan dan doanya. 7. Bapak sonny Setyo selaku Manajer Infomedia Nusantara Medan 8. Seluruh Responden yang telah membantu pengisian kuesioner, yakni agent Contact Center Telkom Medan 9. Seluruh pegawai Fisip USU, khususnya pegawai Departemen Ilmu Komunikasi yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 10. Buat sahabat-sahabatku ext ’06 khususnya Friska, Asima, Ady, Rijal, Lena, dan lain-lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu. 11. Buat teman-teman di Departemen Sosial, secara khusus Pendamping Kec. Medan Denai terimakasih untuk pengertiannya selama penulis menjalani perkuliahan dan terutama pada waktu penulisan skripsi ini. Penulis berharap penelitian ini bermanfaat bagi pembaca untuk menambah pengetahuan / informasi mengenai periklanan dan komunikasi pemasaran.Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tulisan ini masih jauh dari sempurna, untuk itu dengan segala kerendahan hati, penulis mengharapkan saran dan kritik yang Universitas Sumatera Utara sifatnya membangun dari semua pihak demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat menjadi sumbangan pemikiran bagi pembaca. Penulis PRATIWI R.CAROLINA 060922008 Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Abstraksi. Kata Pengantar . ii Daftar Isi . v Daftar Tabel . vii Daftar Lampiran . ix BAB I : PENDAHULUAN . 1 1.1. Latar Belakang Masalah. . 1 1.2. Perumusan Masalah . 6 1.3. Pembatasan Masalah . 6 1.4. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian . 7 1.5. Kerangka Teori . 8 1.6. Kerangka Konsep . 20 1.7. Model Teoritis . 21 1.8. Operasional Variabel . 22 1.9. Defenisi Operasional . 23 1.10.Hipotesa . 25 BAB II : URAIAN TEORITIS 2.1. Komunikasi dan Komunikasi Antar Pribadi. .26 2.1.1. Pengertian Komunikasi.26 2.1.2. Ruang Lingkup Komunikasi.28 2.1.3. Unsur-Unsur Komunikasi.31 2.1.4. Komunikasi Antar Pribadi.32 2.2. Public Relations dan External Public Relations . .34 2.2.1. Public Relations.34 2.2.2. External Public Relations.37 2.2.3. Hubungan dengan konsumen sebagai salaha satu Bentuk Kegiatan External Public Relations.39 Universitas Sumatera Utara 2.2.4 Beauty Consultant Sebagai Salah Satu Sarana Hubungan dengan Konsumen .42 2.2.5. Kegiatan Beauty Demo .45 2.4. Teori Minat . 48 2.5. Teori AIDDA . 50 BAB III : METODOLOGI PENELITIAN . 55 3.1. Deskripsi Lokasi Penelitian . 55 3.1.1 Sejarah PT.Infomedia Nusantara .55 3.2. Metodologi Penelitian . 60 3.3. Populasi dan Sampel . 60 3.4. Teknik Penarikan Sampel . 62 3.5. Teknil Pengumpulan Data . 64 3.6. Teknik Analisa Data.64 BAB IV : ANALISA DAN PENGOLAHAN DATA . 67 4.1. Pelaksanaan Pengumpulan Data . 67 4.2. Teknik Pengolahan Data . 68 4.3. Analisa Tabel Tunggal . 69 4.4. Analisa Tabel Silang . 88 4.5. Uji Hipotesa . 92 4.6. Pembahasan . 96 BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN . 98 5.1. Kesimpulan . 98 5.2. Saran . 100 Daftar Pustaka Lampiran Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL TABEL Halaman 01 Operasional Variabel 22 02 Jumlah Karyawan Contact Center Infomedia Nusantara Medan 61 03 Usia Responden 69 04 Latar Belakang Pendidikan 70 05 Tahu dan Kenal Produk Oriflame 70 06 Frekuensi Mengikuti Kegiatan Beauty Demo 71 07 Kegiatan Beauty Demo yang pernah diikuti Responden 72 08 Tingkat Pemahaman Responden 73 09 Penampilan Make-up Wajah 73 10 Keserasian Make-up dengan Busana 74 11 Keyakinan Terhadap Produk 75 12 Kejelasan Penyampaian Pesan 76 13 Pemakaian Bahasa 77 14 Pemakaian Istilah 78 15 Banyaknya Masalah yang Dikonsultasikan 79 16 Tingkat Kepuasan Responden 81 17 Keaktifan Responden Mengikuti Katalog Oriflame 82 18 Keunggulan Produk Oriflame 83 19 Tingkat Minat Memakai Oriflame 85 20 Minat mengikuti Beauty Demo 87 21 Tingkat Keinginan Menjadi Pelanggan 87 Universitas Sumatera Utara 22 Hubungan Antara Frekuensi Mengikuti Kegiatan Beauty Demo Oriflamedengan Minat Mengikuti Beauty Demo Oriflame 23 89 Hubungan Antara Kejelasan Penyampaian Pesan Pengenalan Produk Otiflame dengan Keaktifan Responden Mengikuti Katalog Oriflame 91 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN 1. Kuesioner 2. Tabel Skor Data Mentah 3. Tabel Foltron Cobol 4. Surat Izin Penelitian dari FISIP USU 5. Surat Keterangan Penelitian dari Contact Center Infomedia Nusantara Medan 6. Lembar Catatan Bimbingan Skripsi 7. Tabel Nilai t 8. Biodata Universitas Sumatera Utara BEAUTY CONSULTANT DALAM KEGIATAN EXTERNAL PUBLIC RELATIONS DAN MINAT PAKAI (Studi Korelasional Tentang Peranan Beauty Consultant Oriflame dalam Menumbuhkan Minat Pakai Calon Konsumen Pada Karyawan Contact Center Infomedia Nusantara ) Skripsi ini berjudul Beauty Consultant dalam Kegiatan External Public Relations dan Minat Pakai (Studi Korelasional Tentang Peranan Beauty Consultant Oriflame dalam Menumbuhkan Minat Pakai Calon Konsumen Pada Karyawan Contact Center Infomedia Nusantara ). Permasalahan utama yang dicari adalah “apakah peranan seorang Beauty Consultant Oriflame dalam kegiatan external relations dapat menumbuhkan minat konsumen untuk memakai produk Oriflame. Sampel dalam penelitian ini adalah Karyawan Contact Center Infomedia yang pernah mengikuti kegiatan Beauty Demo Oriflame. Jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Ari Kunto sehingga diperoleh sampel sebanyak 58 orang. Sedangkan teknik penarikan sampel digunakan adalah Proporsional Stratified Sampling dan Purposive Sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Korelasional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner dan melakukan wawancara. Setiap kuesioner terdiri dari 38 pertanyaan tertutup. Dalam menganalisa data penelitian digunakan dengan menyajikan data dalam bentuk tabel tunggal dan tabel silang. Sedangkan untuk menguji hipotesa dilakukan dengan menggunakan rumus Spearman’s Rho dan tes signifikan dengan menggunakan thitung Teknik analisa data yang digunakandalam penelitian ini adalah analisa tabel tunggal dan analisa tabel silang serta uji hipotesa melalui rumus koefisien korelasi Rank Spearman dengan menggunakan rho. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kuat dan tinggi serta bisa diandalkan antara peranan Beauty Consultant dalam menumbuhkan minat pakai calon konsumen pada karyawan Contact Center Infomedia Nusantara. Untuk mengetahui besar kekuatan penggunaan variabel X terhadap variabel Y digunakan uji hipotesa yang menunjukkan Ha diterima dan Ho ditolak Hasil uji hipotesis yang didapat adalah terdapat hubungan antara peranan Beauty Consultant dalam menumbuhkan minat pakai calon konsumen pada karyawan Contact Center Infomedia Nusantara. Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dewasa ini negara Indonesia mengalami suatu proses perubahan yang cukup pesat, khususnya dalam bidang ekonomi arus globalisasi, baik berupa manusia, modal, tekhnologi, informasi, dan sebagainya. Mau tidak mau melanda dan menuntut keterbukaan serta kejujuran, persaingan yang semakin meningkat, makin banyaknya perusahaan yang go public dan bahkan go international, serta tuntutan yang semakin besar untuk kehidupan demokratis, mau tidak mau membuat fungsi public relations di Indonesia makin strategis, tidak lagi sekedar ornamen penghias perusahaan seperti citra yang melekat pada public relations selama ini. Seorang public relations memiliki peranan yang utama dalam suatu perusahaan atau lembaga, yaitu menumbuhkan citra yang positif dari perusahaan atau lembaga yang ditanggungjawabinya. Menumbuhkan citra yang positif tersebut bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan karena semua itu bermuara pada fungsi dan tugas sehari-hari seorang public relations. Karena itu seorang pelaksana public relations idealnya dapat melaksanakan cakupan kegiatan internal dan eksternal dari suatu perusahaan atau lembaga. Salah satu kegiatan public relations secara eksternal, mengacu kepada usaha pelaksana public relations untuk menjalin dan meningkatkan hubungan terhadap pihak luar organisasi, seperti pemerintah, pemegang saham, komunitas, konsumen, dan lain-lain. Setiap perusahaan membutuhkan kerjasama dengan publiknya, baik itu publik internal maupun eksternal. Publik internal terdiri atas karyawan, pemimpin perusahaan, Universitas Sumatera Utara para pemegang saham sedangkan public eksternal terdiri atas customer public (publik pelanggan), community public, goverment public, educational public, dan press public. Salah satu kegiatan external public relations yang dilakukan adalah dengan memperkenalkan perusahaannya pada masyarakat luas. Hal itu juga dilakukan salah satu perusahaan kosmetik yang berkembang pesat saat ini, yaitu perusahaan kosmetika dari Swedia yaitu Oriflame. Kecantikan adalah hal yang sangat diinginkan oleh setiap kaum wanita. Untuk mencapai hal itu mereka melakukan banyak cara dalam merawat kulit, menata muka, dan memperindah tubuh untuk mencapai setidak-tidaknya mendekati keadaan ideal yang diidam-idamkan yaitu kecantikan. Untuk memenuhi harapan itu kaum wanita khususnya wanita modern tidak segansegan mengeluarkan biaya tinggi untuk membeli kosmetika, yang dioleskan, dituang, disemprotkan atau diaplikasikan pada tubuh atau bagian tubuh dengan tujuan untuk membersihkan, memperelok, meningkatkan daya tarik atau mengubah penampilannya. Alasan lain dari penggunaan produk kecantikan tersebut juga bermacam-macam, seperti tuntutan pekerjaan, penyempurnaan penampilan, dan ada juga yang merasa bahwa produk kecantikan adalah suatu kebutuhan yang sangat penting karena tidak percaya diri apabila tidak menggunakannya. Produk kecantikan tersebut seperti bedak, pelembab, lipstick, eyeshadow, eyeliner, eyelash curler, maskara, blush on dan sebagainya. Saat ini, industri kosmetika, baik dibidang tata rias rambut maupun tata rias wajah, juga sudah sangat maju pesat. Hal itu terbukti dengan banyaknya jenisjenis kosmetika yang beredar baik produksi dalam negeri maupun produksi luar Universitas Sumatera Utara negeri. Perusahaan kosmetika berlomba-lomba membuat produk baru yang inovatif, serta meningkatkan kualitas produknya demi menarik minat pembeli. Para produsen kosmetika mengalami persaingan yang ketat untuk memperebutkan bagian yang berarti dalam pemasaran kosmetika. Iklim kompetisi yang semakin nyata menyebabkan setiap produsen dihadapkan pada dunia kompetisi untuk merebut minat dan kepercayaan publik. Berbagai daya dan upaya akan dilakukan untuk menarik perhatian pembeli dan menjadikannya sebagai pengkonsumsi tetap produk perusahaannya. Sebagai salah satu usaha yang dapat dijalankan oleh perusahaan, dalam hal ini perusahaan kosmetika, untuk mengatasi iklim persaingan tersebut adalah dengan menggiatkan promosi, menjaga hubungan dengan konsumen. Hal ini juga dilakukan oleh salah satu perusahaan kosmetika terbesar di dunia, yaitu Oriflame. Oriflame adalah salah satu perusahaan kosmetika yang bergerak adalah karyawan yang produktif. Oleh karena itu, fungsi manajemen adalah menjaga agar karyawan terus merasa puas. Pemimpin menciptakan norma-norma dan para anggota kelompok mengikutinya. Pengendalian kepemimpinan dianggap cara terbaik untuk meningkatkan kepuasan dan produksi. Manajemen berusaha untuk mempengaruhi para pemimpin, yang pada Universitas Sumatera Utara 31 gilirannya mempengaruhi pekerja, sehingga mereka merasa senang dan akan menjadi produktif. Pendekatan hubungan antarmanusia sangat menghargai pemimpin demokratis. Pemimpin tipe ini mendorong anggotanya untuk berpartisipasi dalam menjalankan organisasi dengan memberikan saran-saran, umpan balik, dan menyelesaikan masalah dan keluhan mereka sendiri. Semua anggota organisasi harus berpartisipasi dalam pembuatan keputusan, yang pada akhirnya mempengaruhi mereka. Komunikasi merupakan salah satu alat penting manajemen dalam usaha mencapai hasil tersebut. Pendekatan hubungan antarmanusia, mengakui pentingnya kelompok sosial, informal di dalam organisasi dan memberikan pertimbangan khusus kepada komunikasi antarpribadi di dalam sub-kelompok organisasi itu. 3. Pendekatan Sistem Pendekatan sistem mengkombinasikan unsur-unsur terbaik dari pendekatan ilmiah dengan pendekatan hubungan antarmanusia. Pendekatan ini memandang manusia sebagai suatu sistem, dimana semua bagian berinteraksi dan setiap bagian mempengaruhi bagian lainnya. Organisasi dipandang sebagai suatu sistem yang terbuka terhadap informasi baru, responsive terhadap lingkungan, bersifat dinamis dan selalu berubah. Pendekatan sistem menganggap bahwa kedua faktor, yakni faktor fisik dan psikologis sebagai pendekatan manajemen ilmiah, dan faktor sosial serta psikologis sebagai pendekatan hubungan antarmanusia adalah penting. Setiap faktor mempengaruhi faktor lainnya. Semua harus dipertimbangkan jika menginginkan organisasi dapat berfungsi dengan baik. Dalam pendekatan ini, komunikasi membuat sistem tersebut vital dan tetap hidup. Bila suatu sistem harus bertahan, maka semua bagian-bagiannya harus dikoordinasikan dan semua kegiatannya disinkronkan. Universitas Sumatera Utara 32 Komunikasi akan menghubungkan berbagai bagian lainnya dan menghasilkan ide-ide baru. 4. Pendekatan Budaya Pendekatan budaya adalah pendekatan kontemporer tentang organisasi. Pendekatan budaya beranggapan bahwa perusahaan harus dipandang sebagai suatu kesatuan sosial atau budaya. Pada umumnya suatu kelompok atau kultur sosial selalu memiliki peraturan, seperti : perilaku, peran dan nilai-nilai. Demikian pula halnya suatu organisasi. Oleh karena itu organisasi harus mengidentifikasi jenis kultur, norma-norma, atau nilainilai yang dianutnya. Tujuan dari analisis ini adalah untuk memahami bagaimana organisasi berfungsi, bagaiman organisasi mempengaruhi dan dipengaruhi oleh anggotanya dalam budaya organisasi tersebut. Perspektif budaya memandang organisasi dan para pekerjanya memiliki seperangkat nilai-nilai dan tujuan yang sama. Seperti halnya warga Negara di dalam sebuah Negara. Demikian pula halnya para pekerja menyumbangkan pertumbuhan dan kemakmuran organisasi. Bagaimana pun juga para pekerja akan menikmati pertumbuhan dan kemakmuran tersebut. Moral dan produktivitas pekerja berkaitan erat satu sama lain. Keduanya tidak merupakan tujuan yang terpisah, tetapi secara integral berkaitan. Perusahaan sebagai sebuah organisasi yang berhasil harus memiliki delapan persyaratan, sebagai berikut : 1. Mereka memiliki bias untuk bertindak Perusahaan membiasakan diri melakukan tindakan yang sudah lama diteliti, dilaporkan, dan dirapatkan dalam suatu komite. 2. Mereka berusaha dekat dengan pelanggan. Universitas Sumatera Utara 33 Perusahaan membiasakan diri mendengarkan para pelanggannya dan mencoba untuk menyuguhkan kualitas dan pelayanan yang diinginkan pelanggannya. 3. Mereka mendorong pemimpin yang mandiri dan berjiwa wirausaha Perusahaan mendorong para pekerjanya mengambil risiko dan kreatif dalam bekerja. 4. Mereka mencapai produktivitas melalui orang Perusahaan harus menganggap bahwa para anggotanya sebagai sumber produktivitas. Perbedaan tajam antara manajemen dengan pekerja sangat dihindari. 5. Mereka mendorong manajemen yang transparan Di dalam perusahaan, manajemen mengetahui apa yang sedang terjadi, sebab manajemen tetap dekat dengan kegiatan operasi perusahaan, seperti mengunjungi bagian-bagian dan melakukan inspeksi ke pabrik. 6. Mereka tetap berpegang pada apa yang mereka ketahui Perusahaan mengetahui apa bisnis yang digelutinya, tidak berusaha untuk terlibat dalam kegiatan dimana mereka tidak ahli. 7. Mereka memiliki struktur organisasi yang sederhana dan bersandar pada puncaknya. Perusahaan dibentuk dengan struktur yang sederhana, tanpa struktur organisasi yang rumit, dengan staf yang relatif sedikit pada puncak hierarkinya. 8. Mereka bersifat desentralisasi (longgar) dan sentralisasi (ketat) Perusahaan pada umumnya terdesentralisasi, dalam arti pekerjanya relatif memiliki otonomi, tetapi sangat tersentralisasi dalam arti tujuan dan nilai-nilainya. II.3.1 Komunikasi Dalam Organisasi Komunikasi organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi tertentu. Di dalam sebuah organisasi, secara khusus fungsi komunikasi meliputi Universitas Sumatera Utara 34 pesan-pesan mengenai pekerjaan, pemeliharaan, motivasi, integrasi dan inovasi. Komunikasi organisasi dapat dilihat sebagai “proses mengumpulkan, memproses, menyimpan dan menyebarkan komunikasi yang memungkinkan organisasi berfungsi.” Terdapat dua dimensi komunikasi dalam kehidupan organisasi perusahaan, yaitu komunikasi internal dan komunikasi eksternal. 1. Komunikasi internal adalah pertukaran gagasan di antara para administrator dan karyawan dalam suatu perusahaan atau jawatan yang menyebabkan terwujudnya perusahaan atau jawatan tersebut lengkap dengan strukturnya yang khas (organisasi) dan pertukaran gagasan secara horizontal dan vertikal di dalam perusahaan atau jawatan yang menyebabkan pekerjaan berlangsung (operasi dan manajemen) (Effendy, 2006:122). Komunikasi internal terdiri dari komunikasi vertikal dan komunikasi horizontal. a. Komunikasi vertikal, yaitu komunikasi dari atas ke bawah (downward communication) dan dari bawah ke atas (upward communication), adalah komunikasi dari pimpinan kepada bawahan dan dari bawahan kepada pimpinan. Dalam komunikasi vertikal, pimpinan memberikan instruksi-instruksi, petunjuk-petunjuk, informasi-informasi, penjelasan-penjelasan, dan lain-lain kepada bawahannya. Dan di sisi lain, bawahan memberikan laporan-laporan, saran-saran, pengaduan-pengaduan dan sebagainya kepada pemimpin. b. Komunikasi horizontal ialah komunikasi secara mendatar, antara anggota staf dengan anggota staf, karyawan sesama karyawan, dan sebagainya. Komunikasi internal terdiri dari dua jenis, yaitu komunikasi persona (Personal Communication) dan komunikasi kelompok (Group Communication). (Rumanti, 2002:89-90) Universitas Sumatera Utara 35 Komunikasi persona ialah komunikasi antara dua orang dan dapat berlangsung dengan cara tatap muka (face to face communication) dan dengan menggunakan media (mediated communication). Komunikasi kelompok adalah komunikasi antara seseorang dengan sekelompok orang dalam situasi tatap muka. 2. Komunikasi eksternal ialah komunikasi antara pimpinan organisasi dengan khalayak di luar organisasi. Komunikasi ekternal terdiri dari komunikasi dari organisasi kepada khalayak dan komunikasi dari khalayak kepada organisasi. Kegiatan Internal public relations tergolong dalam komunikasi internal. Sesuai dengan tujuan internal public relations yakni membina hubungan yang harmonis antara publik yang ada di dalam organisasi/perusahaan, yaitu dengan cara membina komunikasi dua arah (antara pimpinan dan karyawan atau antara sesama karyawan) yang bersifat persuasif dan informatif, yang dapat dilaksanakan dengan cara tertulis, yakni menggunakan surat-surat, papers, bulletin, brosur; dengan cara lisan, yakni mengadakan briefing, rapat-rapat, diskusi, ceramah; dan dengan cara conseling, yakni dengan menyediakan beberapa anggota staf yang telah mendapat latihan atau pendidikan untuk memberikan nasehat-nasehat kepada para karyawan, turut memecahkan masalah-masalah pribadi mereka, atau mendiskusikannya bersamasama. Komunikasi organisasi dapat bersifat formal dan informal. Komunikasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya berorientasi kepentingan organisasi. Isinya berupa cara kerja di dalam organisasi, produktivitas, dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukan dalam organisasi. Komunikasi informal adalah komunikasi yang disetujui secara social yang berorientasi kepada anggotanya secara individual (Wiryanto, 2005: 54). Universitas Sumatera Utara 36 II.3.2 Arus Komunikasi Dalam Organisasi 1. Komunikasi Ke Atas Komunikasi ke atas merupakan pesan yang dikirim dari tingkat hierarki yang lebih rendah ke Kp = 49%% Maka dapat disimpulkan bahwa kekuatan public relations (variabel X) dalam mempengaruhi kepuasan kerja karyawan (variable Y) dalam penelitian ini adalah sebesar 49%. Selebihnya, yaitu 51% public relations tidak mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan maka disimpulkan dalam pelaksanaannya kegiatan internal publik relation sudah cukup berarti sehingga sudah dapat menciptakan kepuasan kerja dikalangan karyawan houseekeping pada Grand Swiss Bell Hotel Medan. Kepuasan 138 adalah suatu konsep yang biasanya berkenaan dengan kenyamanan, jadi kepuasan dalam komunikasi berarti seseorang memiliki kenyamanan dengan pesan-pesan, media dan hubungan-hubungan dalam organisasi. Sama halnya dengan kepuasan kerja bahwa seseorang puas dalam pekerjaannya karena ia nyaman dengan lingkungan pekerjaannya atau kegiatan dan aktivitas internalpublik relation melalui kebjaksanaan pimpinan dalam menjalankan peraturan yang berlaku, motivasi, konseling ataupun dorongan semangat yang baik. Kepuasan atau kenyamanan kerja dapat dinikmati oleh karyawan housekeeping apabila diberi batas-batas tugas, diberi informasi tentang segala kebijakan perusahaan, diturutsertakan dalam penetapan sasaran. Juga harus diberlakukan dengan baik, diberitahu tentang perubahan-perubahan yang penting bagi karyawan serta disokong oleh pihak atasan dalam tindakannya dan diberi kesempatan untuk berprestasi dan bertumbuh sehingga akan menciptakan kepuasan kerja dan kenyamanan bagi karyawan. Dengan pekerjaan berat yang dilimpahkan kepada karyawan housekeeping tidak menjadi beban bagi karyawan housekeeping tersebut, karena kenyamanan dilingkungan kerja masih terjaga berkat keberhasilan dari kegiatan internal publik relation,untuk menciptakan kenyamanan dilingkungan pekerjaaan dan para karyawan housekeeping sudah merasa dekat dengan pimpinannya. 139 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN V.1. KESIMPULAN Berdasarkan uraian yang telah penulis kemukakan sebelumnya, maka dapat disimpulkan hasil penelitian ini sebagai berikut : 1. Bahwa pelaksanaan kegiatan internal publik relation di Grand Swiss Bell Hotel Medan sudah menunjukkan sisi baiknya, karena kegiatan sudah dijalankan dengan baik, bahkan karyawan sudah dapat merasakan manfaatnya khususnya di kalangan karyawan housekeeping. Peneliti melihat kegiatan tersebut seperti dalam perayaan hari besar keagamaan khususnya hari besar natal dan idul fitri, dimana perusahaan akan membagi-bagikan daging kurban dan pembagian minuman ringan kepada karyawan secara gratis yang pada akhirnya ditutup dengan mengadakan acara musik. Dan pada perayaan hari-hari besar nasional seperti 17 Augustus serta hari-hari besar perusahaan seperti ulang tahun, maka dalam memeriahkan hari-hari tersebut perusahaan akan mengadakan berbagai macam bentuk olahraga, kontes atau perlombaan sesama karyawan dan lainnya. Dalam masalah pekerjaan, yaitu cara untuk menghilangkan kepenatan karyawan setelah begitu lama bekerja, perusahaan akan memberikan cuti kepada karyawan, mereka bisa melakukan tour wisata untuk menghilangkan tingkat stres selama bekerja dan bisa juga mengajak pimpinan untuk tour bersama dengan tujuan untuk menjalin keakraban, dan dalam kegiatan staff party sengaja dilakukan untuk melihat karyawan 140 yang cukup lama pengabdiannya secara terus- menerus kepada perusahaan serta memiliki prestasi, maka akan diberikan penghargaan oleh pihak manajemen seperti kenaikan pangkat dan dalam usaha peningkatan produktifitas, perusahaan akan memberikan pendidikan dan pelatihan pada karyawan yang bertujuan meningkatkan kinerja karyawan. Untuk mengetahui perkembangan perusahaan, masalah yang terjadi mengenai kinerja karyawan, masalah-masalah apa saja yang terjadi dalam departemen housekeeping, maka dilakukan koseling kepada setiap karyawan dan diajak berdiskusi serta briefing supaya pimpinan lebih dekat kepada karyawannya. 2. Berdasarkan hasil analisa korelasi dengan menggunakan alat bantu sofware SPSS 15.0, dapat disimpulkan bahwa kegiatan Internal Public Relation mempunyai hubungan terhadap kepuasan kerja di kalangan karyawan housekeeping Grand Swiss Bell Hotel Medan. Uji hipotesa dengan menggunakan skala Guilford ditemukan bahwa terdapat hubungan antara kegiatan Internal Public Relation terhadap kepuasan kerja. 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan kegiatan Internal Public Relation terhadap kepuasan kerjaditolak. Berarti hasil uji signifikansi menunjukkan bahwa hubungan antara kegiatan Internal Public Relation terhadap kepuasan kerja kalangan karyawan housekeeping Grand Swiss Bell Hotel Medan adalah signifikan dengan hasil 0,701, atau kegiatan Internal Public Relation berpengaruh terhadap kepuasan kerja secara signifikan. 141 V.2. SARAN 1. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat hubungan antara kegiatan Internal Publik Relation terhadap kepuasan kerja dikalangan karyawan housekeeping Grand Swiss Bell Hotel Medan. Maka untuk itu manajemen Grand Swiss Bell Hotel Medan dapat lebih meningkatkan kegiatan Internal Public Relation menjadi lebih baik, lebih positf dan lebih kondusif serta sportif sehingga kepuasan kerja karyawan dapat tercapai dengan maksimal. Kegiatan Internal Publik Relation terdiri dari konseling, rapat , diskusi, olahraga, tour wisata dan staff party supaya selalu dilaksanakan oleh pimpinan secara khusus, sehingga menyebabkan karyawan merasa diperhatikan dan memiliki rasa nyaman di dalam bekerja untuk menciptakan kepuasan kerja. 2. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh kegiatan Internal Publik Relation terhadap kepuasan kerja yang tidak terlalu besar yaitu 49%, sesuai yang telah dijelaskan di atas pada uraian teoritis, kegiatan Internal Public Relation memiliki pengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan, namun memang tidak secara langsung meningkatkan kinerja karyawan menjadi lebih baik, efeknya hanya terbatas pada kepuasan kerja saja. Meskipun demikian, kepuasan kerja perlu dan layak didapatkan karyawan karena apabila karyawan merasa hasil kerjanya dihargai dan selalu diminta masuka-masukan darinya serta diikutsertakan jika ada rapat atau diskusi maka karyawan tersebut akan 142 mempertahankan cara kerjanya. Selain itu Grand Swiss Bell Hotel Medan juga harus menganalisa variabel independen lain sebesar 51% yang dapat memberikan kontibusi terhadap kepuasan karyawan. 3. Sebaiknya variabel-variabel kepuasan kerja seperti keterbukaan, kejujuran, kerjasama dan saling pengertian terhadap karyawan lebih diterapkan serta pemberian penghargaan pada keberhasilan kerja karyawan lebih diperhatikan oleh pimpinan dan perusahaan, karena hal itu dapat mempengaruhi loyalitas dan produktifitas kerja karyawan. 143 DAFTAR PUSTAKA Abdurachman, Oemi. Dasar-Dasar Public Relations, PT Citra Aditya Bakti , Bandung. Arifin, Anwar, 1992, Ilmu Komunikasi, Suatu Pengantar Ringkas, Rajawali Jakarta Arikunto, Suharimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Bandung : Rineka Cipta Bungin, Burhan, 2005, Metode Penelitian Kuantitatif, Prenada Media, Jakarta Bonar, S. K, 1993, Hubungan Masyarakat Modern, Rineka Cipta Jakarta Effendi, Onong Uchjana. 2006. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya ----------------------------------, 1993, Ilmu, Teori, dan falsafah komunikasi, Citra Aditya, Bandung Gondokusumo, A.A, 1980, Komunikasi Penugasan Bagi Eksekutif-SupervisorKaryawan, Gunung Agung, Jakarta Jefkins, Frank & Yadin. Daniel. 2007. Public Relations. Jakarta : Penerbit Erlangga Kartini, Kartono,1982, Pemimpin Dan Kepemimpinan, CV Rajawali, Jakarta Kasali, Rhenald, 1994, Manajemen Public Relation, Pustaka Utama Grafity, Jakarta Muhammad, Arni, 1995, Komunikasi Organisasi, Bumi aksara, Jakarta Moekijat, 1993, Azas-Azas Perilaku Organisasi, Mandar Maju, Bandung Moore, Fiazier, Kalupa, 2002, Public Relations Principle, Case And Problems, Illionis Nanawi, H, Hadari, 2001, MetodologiPenelitian Bidang Sosial, Gajah Mada, University Press, Yogyakarta Pace, Wayne R and Faules, Don F. Editor : Deddy Mulyana, 2005. Komunikasi Organisasi Strategi Meningkatkan Kinerja Perusahaan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Rakhmat, Jalaluddin, 1998, Metode Penelitian Komunikasi, PT Remaja Rosdakarya, Bandung Riyono, 1995, Peranan Humas Dalam Perusahaan, Alumni, Bandung Ruslan, 1998, Manajemen Humas Dan Manajemen Komunikasi, Raja Grafindo Persada, Jakarta Singarimbun, Masri dan Sofyan Effendi, 1995. Metodologi Penelitian Survey: Edisi Revisi : LP3ES, Jakarta Sugiono, 1994, Metode Penelitian Bisnis.CV. Alphabeta,Bandung Sondang P. Siagian, 1982, Organisasi Kepemimpinan Dan Perilaku.CV. Haji Messagung, Jakarta Tondowidjojo, 2002, Dasar Dan ArahPublic Relation,PT Gramedia Widia SaranaIndonesia, Jakarta Widjaya, 2002, Pengantar Ilmu Komunikasi, Rineka Cipta, Jakarta Wiryanto, 2004, Pengantar Ilmu Komunikasi, Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta 144 Sumber lain : www.wikipedia.org/ ( diakses 18 Maret 2011 ) https://www.kerjakerja.blogspot.com (diakses 2 April 2011) 145
Beauty Consultant Dalam Kegiatan External Public Relations Dan Minat Pakai (Studi Korelasional Tentang Peranan Beauty Consultant Oriflame dalam Menumbuhkan Minat Pakai Calon Konsumen Pada Karyawan Contact Center Infomedia Nusantara )
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Beauty Consultant Dalam Kegiatan External Public Relations Dan Minat Pakai (Studi Korelasional Tentang Peranan Beauty Consultant Oriflame dalam Menumbuhkan Minat Pakai Calon Konsumen Pada Karyawan Contact Center Infomedia Nusantara )

Gratis