Beauty Consultant Dalam Kegiatan External Public Relations Dan Minat Pakai (Studi Korelasional Tentang Peranan Beauty Consultant Oriflame dalam Menumbuhkan Minat Pakai Calon Konsumen Pada Karyawan Contact Center Infomedia Nusantara )

 0  51  118  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

KATA PENGANTAR

  Terimakasih buat suka duka yang telah dijalani bersama, buat kerja keras dan pengorbanan baik moril maupun materil orang tua penulis yangtelah membawa penulis sampai akhir masa perkuliahan Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat kelulusan dari FakultasIlmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara terutama dari jurusan komunikasi. Adapun judul skripsi ini adalah Beauty Consultant dalam kegiatan External Public Relations dan minat pakai, lokasi yang penulis pilih sebagai lokasi penelitian adalah Infomedia Nusantara Medan.

PRATIWI R.CAROLINA 060922008

  Public Relations dan External Public Relations ....................... Hubungan dengan konsumen sebagai salaha satu BentukKegiatan External Public Relations.................................39 2.2.4 Beauty Consultant Sebagai Salah Satu Sarana Hubungan dengan Konsumen……………………………………...42 2.2.5.

DAFTAR LAMPIRAN

  Biodata BEAUTY CONSULTANT DALAM KEGIATAN EXTERNAL PUBLIC RELATIONS DAN MINAT PAKAI(Studi Korelasional Tentang Peranan Beauty Consultant Oriflame dalam Menumbuhkan Minat Pakai Calon Konsumen Pada Karyawan Contact Center Infomedia Nusantara ) Skripsi ini berjudul Beauty Consultant dalam Kegiatan External Public Relations dan Minat Pakai (Studi Korelasional Tentang Peranan Beauty Consultant Oriflame dalam Menumbuhkan Minat Pakai Calon Konsumen Pada Karyawan Contact Center Infomedia Nusantara ). Sedangkan untuk menguji hipotesa dilakukan dengan menggunakan rumus Spearman’s Rho dan tes signifikan denganmenggunakan t hitung Teknik analisa data yang digunakandalam penelitian ini adalah analisa tabel tunggal dan analisa tabel silang serta uji hipotesa melalui rumus koefisienkorelasi Rank Spearman dengan menggunakan rho.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

  Mau tidak mau melanda dan menuntut keterbukaan serta kejujuran, persaingan yang semakin meningkat,makin banyaknya perusahaan yang go public dan bahkan go international, serta tuntutan yang semakin besar untuk kehidupan demokratis, mau tidak maumembuat fungsi public relations di Indonesia makin strategis, tidak lagi sekedar ornamen penghias perusahaan seperti citra yang melekat pada public relationsselama ini. Pembatasan Masalah Agar peneliti dapat lebih jelas dan lebih spesifik dalam melaksanakan penelitian, dan untuk menghindari terjadinya pengembangan masalah, maka perluadanya suatu pembatasan masalah yang menjadi ruang lingkup pembahasan, dengan tujuan untuk menghasilkan uraian yang lebih sistematis sehingga tidakterjadi bias dan kekaburan dalam penelitian.

1.4. Tujuan dan ManfaatPenelitian

1.4.1 Tujuan Penelitian

  Mengetahui hubungan kegiatan external public relations dalam hal ini kegiatan Beauty Consultan Oriflame terhadap usahanya untukmenumbukan minat pakai konsumen Oriflame melalui kegiatanBeauty Demo pada Contact Center Infomedia Medan b. Untuk mengetahui sejauh mana tingkat ketertarikan karyawan Contact Center Infomedia terhadap produk Oriflame yang dipaparkan Beauty Consultant.

1.5. Kerangka Teori

  Jadi menurut definisi organisasi international Public Relations itu adalah fungsi manajemen yang berarti melekat atau tidak lepas dari manajemen, tujuannyaadalah untuk membina pengertian, simpati dan dukungan dari public, baik dari public internal maupun public eksternal untuk terciptanya kerjasama 1.5.5 External Public Relations Relations yang ditujukan kepada pihak yang berada, di luar perusahaan atau instansi ( Djaja 1985 : 28 )”. Bila dihubungkan dengan penelitian ini maka perubahan sikap yang akan diteliti adalah perubahan afektif,yaitu minat atau sikap yang timbul dalam diri responden setelah mengikuti kegiatan beauty demo yang dilakukan oleh beauty consultant Oriflame sehingga responden menjadi lebih ingin tahu dan berhasrat untuk menggunakan produk Oriflame.

1.6. Kerangka Konsep

  Variabel bebas (X)Variabel bebas adalah segala gejala, faktor atau unsur yang menentukan atau mempengaruhi munculnya variabel kedua disebut variabel terikat.terikat yang berbeda atau yang lain atau bahkan sama sekali tidak ada atau tidak muncul (Nawawi, 1995:57). Variabel Antara (Z)Variabel antara adalah variabel yang berada di antara variabel bebas dan variabel terikat, yang berfungsi sebagai penguat atau pelemah hubunganantara variabel bebas dan variabel terikat tersebut.

VARIABEL TEORITISVARIABEL OPERASIONAL

  Variabel Bebas ( X )Beauty Consultant dalam Tabel 1. Operasional Variabel kegiatan External Public Relations 2.

1.9 Definisi Operasional

  Definisi operasional adalah unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana caranya untuk mengukur suatu Definisi operasional dari penelitian adalah : 1. Hasrat, yaitu suatu keinginan yang amat sangat atau dorongan dalam diri responden untuk menggunakan produk oriflame.

1.10 Hipotesa

  Hipotesis adalah pernyataan tentatip yang berhubungan dengan permasalahan sehingga berguna dalam mencapai/mendapatkan alatpemecahannya. Hipotesis merupakan jawaban sementara ataspertanyaan penelitian yang kebenarannya akan di uji berdasarkan data yang Adapun hipotesa dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:Ho: Tidak terdapat hubungan antara kegiatan beauty consultan dan minat pakai calon konsumen.

URAIAN TEORITIS

2.1 Komunikasi dan Komunikasi Antar Pribadi

  2.1.1 Pengertian KomunikasiIstilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris “communication” berasal dari bahasa Latin “communis” yang berarti “sama”, communico, communicatio,pertama (communis) adalah istilah yang paling sering sebagai asal-usul kata komunikasi, yang merupakan akar dari kata-kata Latin lainnya yang mirip. Komunikasi juga dapat diartikan sebagai proses penyampaian suatu pesan oleh Harold Laswell dalam karyanya, The Structure and Function of Communication in Society dalam Effendy (2004:5), mengatakan bahwa cara yang baik untuk menjelaskan komunikasi ialah menjawab pertanyaan sebagai berikut: Who Says What In Whivh Channel To Whom With What Effect?

2.1.2 Ruang Lingkup Komunikasi

  Lingkup ilmu komunikasi ditinjau dari komponennya, bentuknya, sifatnya, metodenya, teknisnya, modelnya, bidangnya dan sistemnya (Efendy, 1990:6-9): 1. Komunikasi massa (Mass communication) yaitu, pers, radio, televisi, film, dan lain-lain.

2.1.3 Unsur-unsur Komunikasi

  Efek atau pengaruh adalah perbedaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudahmenerima pesan. Umpan balik (feedback), adalah informasi yang dikirimkan kembali kepada sumbernya, oleh karena itu memiliki arti yang penting yangakan menentukan kontinuitas serta keberhasilan komunikasi tersebut.

2.1.4 Komunikasi Antar Pribadi

  Proses pengaruh mempengaruhi ini merupakan suatu proses bersifat psikologis dan karenanya juga merupakan permulaan dari ikatan psikologis antaramanusia yang memiliki satu pribadi dan memberikan peluang bakal terbentuknya suatu kebersamaan dalam kelompok yang tidak lain merupakan tanda adanyaproses sosial. Sebagaimandiungkapkan oleh De Vito (1976) bahwa komunikasi antar pribadi merupakan pengiriman pesan-pesan dari seseorang dan diterima oleh orang lain, atausekelompok orang dengan efek dan umpan balik yang langsung.

2.2 Public Relations dan External Public Relations

2.2.1 Public Relations

  Dari definisi yang telah dijelaskan, terlihat bahwa hakikatnya kegiatanPublic Relations adalah suatu kegiatan komunikasi yang bersifat timbal balik antar publik-publik atau pihak-pihak yang mempunyai kepentingan dengan pihakperusahaan atau instansi. External Public Relations “Public internal adalah orang-orang yang berbeda atau tercakup oleh organisasi, seluruh pegawai mulai dari staff karyawan bawahan (dalamperusahaan termasuk antara lain pemegang saham), sedang public external adalh orang-orang yang berada diluar organisasi yang ada hubungannya dan diharapkanada hubungan (Effendy, 1989 : 110)”.

2.2.2. External Public Relations

  Hubungan baik dalam perusahaan dengan pihak konsumen samapentingnya dengan hubungan baik antara pihak peusahaan dengan pihak public intern, yaitu turut menentukan sukses tidaknya tujuan yang dicapai oleh perusahaan, karena salah satu tujuan dari Extenal Public Relations adalah untuk mengeratkan hubungan dengan orang-orang diluar perusahaan sehinggaterbentuklah opini publik yang favouable terhadap perusahaan itu. Selanjutnya Moore juga mengatakan bahwa pada dasarnya tujuan dariConsumer Relations ini adalah : “meyakinkan para pelanggan dan calon pelanggan bahwa produk dan jasa perusahaan akan terus ditingkatkan mutu,macam dan kegunaanya, menyediakan sumber persediaan yang konsisten, dengan suatu kebijaksanaan harga konstruktif yang rasional, melayani para pelanggandengan jujur, dan berusaha mengembangkan perusahaanya serta pasaran konsumennya (Effendy, 1988 :173)”.

2.2.5 Kegiatan Beauty Demo

  Seperti telah dikemukakan pada bab sebelumnya, bahwa kegiatan Beauty Demo dapat diartikan sebagai salah satu media yang digunakan oleh petugas Beauty Consultant untuk memperkenalkan hasil produk perusahaan kepada konsumennya. Kesemua tujuan dan bentuk dari isi promosi ini, terdapat dalam rangkaian kegiatan Beauty Demo yang diadakan Oriflame pada perusahaan-perusahaan atauperusahaan telah lebih dahulu mengadakan prospek bagi perusahaan-perusahaan yang berminat melaksanakan kegiatan, jika perusahaan berminat maka kegiatanakan berlangsung (dalam hal ini tempat dan waktu disediakan dan ditentukan oleh pihak peserta).

2.4. Teori Minat

  Sedangkan komponen yang ketiga adalah komponen Behavioral Tindakan membeli merupakan kegiatan akhir dalam proses menetukan pilihan untuk memicu suatu produk yang diinginkan setelah terjadinyakomunikasi dalam mnentukan pilihan. Terdapatnya harapan akan mendapat keuntungan atau mungkin gangguan dari hal yang dimaksudkan (Pratikno,1984:20)Seperti yang dijelaskan bahwa minat yang dimaksud penulis adalah minat membeli atau minat memakai produk Oriflame tidak dapat terbentuk begitu saja,tetapi juga melalui komponen-komponen.

2.5. Teori AIDDA

  Minat adalah kelanjutan dari Tindakan, yaitu perbuatan atau sesuatu yang dilaksanakan untuk mengatasi/memenuhi sesuatu yang dalam hal ini adalah akan mulai menggunakanproduk Oriflame 2.5.1 Karakteristik Perilaku KonsumenPembelian sebuah produk untuk digunakan atau dipakai secara kuat dipengaruhi oleh karakteristik budaya, sosial, pribadi dan psikologis ( Soehartono, 2004:97-107). Faktor SosialPerilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktorfaktor sosial, seperti: a) Kelompok kecil, yakni dipengaruhi oleh kelompok acuan yang mengrahkan sesesorang pada perilaku dan gaya hidup baru, yangmempengaruhi sikap dan konsep diri dan memberikan dorongan untuk menyesuaikan diri sehingga akan mempengaruhi pilihanproduk dan merek orang itu.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Deskripsi Lokasi Penelitian

3.1.1 Sejarah PT.Infomedia Nusantara

  Metode korelasional adalah metode yang bertujuan untuk meneliti sejauhmana variasi pada satu faktor berkaitan dengan variasi faktor yang lain(Rakmat, 2004:27)Penenelitian ini bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan variabel berkaitan dengan faktor pada variabel yang lain. Penelitian kepustakaan (Lybrary research), yait suatu cara penganmbilan data yang dilakukan melalui keputusan dengan menbacabuku-buku literatur serta tulisan yang berkaitan dengan masalah yang di b.

3.6. Teknik Analisa Data

  Analisa Tabel TunggalAnalisa tabel tunggal merupakan suatu analisa yang dilakukan dengan membagi-bagikan variabel penelitian kedalam kategori-kategori yang dilakukanatas dasar frekuensi. s < 0,20 : Hubungan rendah sekali ; lemas sekali0,20-0,39 : Hubungan rendah tetapi pasti0,40-0,70 : Hubungan yang cukup berarti0,71-0,90 : Hubungan yang tinggi ; kuat diandalkan.

BAB IV ANALISA DAN PENGOLAHAN DATA

4.1 Pelaksanaan Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui beberapa tahapan

  Dari tabel di atas terlihat bahwa responden yang baru satu kali mengikuti kegiatan Beauty demo adalah 35 orang (60,34%), sedangkan 14 responden(24,14%) mengatakan dua kali mengikuti kegiatan Beauty demo, selebihnya responden yang menyatakan tiga kali sebanyak 7 orang (12,07%) dan lebih dari 2kali sebanyak 2 orang (3,45%) Dari data tersebut dapat diketahui, bahwa kegiatan Beauty Consultant dalam Beauty demo juga dilakukan oleh tim promosi lain. Tidak semua dan variabel X dan variabel Y yang disilangkan teknik yang dipergunakan untuk menganalisis dan mengetahui variabel yang satumemiliki hubungan dengan yang lainnya, sehingga dapat diketahui apakah variabel tersebut bernilai positif atau negatif.

4.5 Uji Hipotesa

  Berdasarkan rumus Guilford, untuk melihat tinggi rendahnya hubungan, jika r s > 0 maka ini menunjukkan hubungan yang tinggi atau kuat antara peranan Beauty Consultant terhadap minat pakai karyawan Contact Center Infomedia Nusantara MedanUntuk mengetahui kuat lemahnya hubungan antar variabel berdasarkan perhitungan koefisien korelasi digunakan skala Guilford. Untuk melihat berdasarkan besarnya kekuatan peranan yang dilakukan Beauty Consultant terhadap minat pakai karyawan Contact Center Infomedia Nusantara Medan (variabel X terhadap variabel Y) digunakan rumus sebagai berikut: 2 Kp = (r s ) x 100 % 2 Kp = (0,76) x 100 % Kp = 0,57 x 100 %Kp = 57 % Jadi hubungan antara peranan Beauty Consultant terhadap minat pakai karyawan Contact Center Infomedia Nusantara Medan adalah sebesar 57%.

4.6 Pembahasan

  Spearman r menjelaskan hubungan antara variabel X dan Y yang tidak diketahui sebaran s data dan sebaran tidak normal. Hasil rs = 0,76 berada pada skala 0,71 - 0,90 berarti hubungan yang tinggi ; kuat , artinya terdapat hubungan yang tinggi dan kuat antara Peranan Beauty Consultant Oriflame terhadap Minat pakai calon Konsumen Contact Center Infomedia Nusantara Medan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada Bab IV, maka dapat disimpulkan:adalah wanita yang berada pada golongan usia produktif dan aktif yaitu25-30 tahun. Pemakaian bahasa dan istilah yang digunakan oleh petugas Beauty Consultant, cukup dipahami dan dimengerti responden, sehingga penyampaian pesan tentanng jenis produk, manfaat dan pemakaiannya juga cukup jelas ditangkap oleh responden.

5.2 Saran

  Hasil temuan pada akhirnya mencoba memberikan masukan-masukan serta saran-saran yang bermanfaat, yang ditujukan kepada semua pihak yang berkepentingan. Berdasarkan angket sebaran yang ditambah lagi dari penelitisendiri dibawah ini, diajukan beberapa saran, antara lain: responden menyarankan agar apabila kegiatan Beauty Demo diadakan sebaiknya diberi sertifikat untuk menyemangati responden mengikuti Beauty Demo Oriflame.

Dokumen baru
Dokumen yang terkait

Beauty Consultant Dalam Kegiatan External Pub..

Gratis

Feedback