Uji Efek Hipoglikemik Natrium Alginat Dari Rumput Laut Sargassum ilicifolium (Turner) C. Agardh Terhadap Tikus Putih Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Aloksan

 5  41  84  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

UJI EFEK HIPOGLIKEMIK NATRIUM ALGINAT DARI RUMPUT LAUT

TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI ALOKSAN SKRIPSI OLEH: PUTRI YANI NIM 071501057FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011

  Sargassum ilicifolium (Turner) C. Agardh BAHAN SKRIPSI UJI EFEK HIPOGLIKEMIK NATRIUM ALGINAT DARI RUMPUT LAUT Sargassum ilicifolium (Turner) C.

OLEH: PUTRI YANI NIM 071501057FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011

TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI ALOKSAN OLEH: PUTRI YANI NIM 071501057

  Pengesahan Skripsi UJI EFEK HIPOGLIKEMIK NATRIUM ALGINAT DARI RUMPUT LAUTSargassum ilicifolium (Turner) C. Agardh Dipertahankan Di Hadapan Panitia Penguji SkripsiFakultas Farmasi Universitas Sumatera UtaraPada Tanggal : Agustus 2011 Pembimbing I, Panitia Penguji ( Dra.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena limpahan rahmat kasih dan karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yangberjudul ”UJI EFEK HIPOGLIKEMIK NATRIUM ALGINAT DARI RUMPUT LAUT Sargassum ilicifolium (Turner) C. Terimakasih dan penghargaan yang tulus kepada Ayahanda dan Ibunda tercinta, Rusli Ahmad dan Wardah, yang tiada pernah hentinya berkorban dengantulus ikhlas bagi kesuksesan penulis, dan juga kepada kakakku Lia dan adikku Riki yang selalu setia memberi doa, dorongan serta semangatnya.

2. Bapak Alm Drs. Ubaidillah, M.Si., Apt dan Drs. Syahrial Yoenoes, SU.

  Hasil pengujian statistik (α=0,05) menunjukkan bahwa pada pemberian natrium alginat dosis 800 mg/kg BB memberikan penurunan kadar glukosa darah yang tidak berbeda secaranyata dengan pemberian suspensi metformin 50 mg/kg BB, sedangkan natrium alginat 200 dan 400 mg/Kg BB memberikan penurunan kadar glukosa darah yangberbeda secara nyata dengan pemberian suspensi metformin 50 mg/kg BB. Hasil pengujian statistik (α=0,05) menunjukkan bahwa pada pemberian natrium alginat dosis 800 mg/kg BB memberikan penurunan kadar glukosa darah yang tidak berbeda secaranyata dengan pemberian suspensi metformin 50 mg/kg BB, sedangkan natrium alginat 200 dan 400 mg/Kg BB memberikan penurunan kadar glukosa darah yangberbeda secara nyata dengan pemberian suspensi metformin 50 mg/kg BB.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Diabetes mellitus ( DM ) merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan masyarakat, dimana pada kondisi ini terjadi gangguanmetabolik tubuh yang dikarakteristikkan dengan kondisi hiperglikemia dan abnormalitas pada metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein (Well, et al,2009). d.apakah ada perbedaan nyata antara efek penurun kadar glukosa darah dari natrium alginat yang diekstraksi dari rumput laut Sargassum ilicifolium (Turner) C.

1.6 Kerangka Pikir Penelitian

Variabel Bebas Variabel TerikatSimplisia KarakteristikRumput Laut Spektrum InframerahNatrium Alginat KadarAloksan GlukosaDarah TikusTikus Wistar Tikus Diabetes (mg/dl)Metformin Skema Kerangka Pikir Penelitian Gambar 1.1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 1 Uraian Tumbuhan Rumput laut tergolong tanaman berderajat rendah, umumnya tumbuh

  Rumput laut tumbuh dialam dengan melekatkan dirinya pada karang, lumpur, pasir, batu dan benda keras lainnya. 2.1.1 Sistematika Tumbuhan Dalam taksonomi tumbuhan, rumput laut Sargassum ilicifolium (Turner) C.

2.1.3 Kandungan Rumput Laut

  Selain itu,rumput laut juga mengandung enzim, asam nukleat, asam amino, vitamin(A,B,C,D, E dan K) dan makro mineral seperti nitrogen, oksigen, kalsium dan selenium serta mikro mineral seperti zat besi, magnesium dan natrium. Kandungan asam amino, vitamin dan mineral rumput laut mencapai 10 -20 kali lipat dibandingkan dengan tanaman darat (Sulistyowaty,2009).

2.2 Alginat

  Alginat merupakan salah satu kelompok polisakarida yang terbentuk dalam dinding sel rumput laut coklat dengan kadar mencapai 40% dari total beratkering dan memegang peranan penting dalam mempertahankan struktur jaringan algae (Rasyid, 2003). Alginat dalam rumput laut coklat umumnya bersenyawadengan garam natrium, kalium, kalsium, dan magnesium (Yulianto, 2007).

2.2.1 Struktur Alginat

Alginat merupakan suatu kopolimer linear yang terdiri dari dua unit monomer penyusun alginat, yaitu β-D-Mannopyranosil Uronat dan α-L-AsamGulopyranosyl Uronat. Dari kedua jenis monomer tersebut, alginat dapat berupa homopolimer yang terdiri dari monomer sejenis, yaitu β-D-Mannopyranosil Uronat saja atau α-L-Asam Gulopyranosyl Uronat saja; atau alginat dapat juga Gambar 2.1 Struktur Natrium Alginat

2.2.2 Sifat – Sifat Alginat

  Sifat – sifat alginat sebagian besar tergantung pada tingkat polimerisasi dan perbandingan komposisi guluronan dan mannuronan dalam molekul. Alginatpaling stabil pada pH antara 4 – 10, tetapi pada pH yang lebih tinggi viskositasnya sangat kecil akibat adanya degradasi β-eliminatif (Rasyid, 2003; Rowe, et al,2009), tetapi pH di bawah 4,5 dan di atas 11 viskositasnya akan mudah terdegradasi atau labil (Yulianto, 2007).

2.3 Aloksan

  Aloksan dapat menyebabkan Diabetes Melitus tergantung insulin pada binatang tersebut (aloksandiabetes) dengan karakteristik mirip dengan Diabetes Melitus tipe 1 pada manusia(Yuriska, 2009). Ambilan ini juga dapat terjadi pada hati atau jaringan lain, Penelitian terhadap mekanisme kerja aloksan secara invitro juga menunjukkan bahwa aloksan menginduksi pengeluaran ion kalsium darimitokondria yang mengakibatkan proses oksidasi sel terganggu.

2.4 Pengaturan Kadar Glukosa Darah

Pengaturan kadar glukosa dalam darah dipengaruhi oleh organ-organ tertentu yang paling penting adalah pankreas dan hati. Gambar 2.3 Skema Pengaturan Glukosa Darah

2.4.1 Pankreas Pankreas sangat berperan dalam memelihara homeostasis glukosa darah

  Hormon - hormon yang dihasilkan pada sel endokrin dihasilkan oleh 4 jenis sel, yaitu: Sel α (yang memproduksi hormon glukagon), Sel β (yang menghasilkan insulin), Sel D ( yangmemproduksi somatostatin), dan Sel PP (yang memproduksi polipeptida pankreas) (Tjay dan Rahardja, 2003). 2.4.1.1 Insulin Secara umum insulin memiliki empat fungsi utama yang dapat menurunkan kadar glukosa darah dan meningkatkan penyimpanan karbohidratyaitu mempermudah masuknya glukosa ke dalam sebagian besar sel, merangsang glikogenesis, menghambat glikogenolisis, serta menurunkan pengeluaran glukosaoleh hati dengan menghambat glukoneogenesis (Sulistyowati, 2009).

2.4.2 Hati

  Hati merupakan organ utama yang dicapai insulin endogen melalui sirkulasi portal. Hati bekerja dengan meningkatkan simpanan glukosa sebagaiglikogen dan membalikkan sejumlah mekanisme katabolisme yang berhubungan dengan keadaan pascaabsorpsi, seperti: glikogenolisis, ketogenesis, danglukoneogenesis (Katzung, 2002).

2.5 Diabetes Mellitus

  Diabetes mellitus merupakan gangguan metabolisme kronik yang ditandai dengan tingginya konsentrasi glukosa di dalam darah atau disebut jugahiperglikemia, yang disebabkan oleh kekurangan insulin atau dikombinasikan dengan terjadinya resistensi insulin. Sedangkan peningkatan resistensi insulin dengan penurunan kuantitas insulin menyebabkan diabetes tipe 2, yang dicirikan olehtubuh yang gemuk dan usia menengah keatas (Amma, 2009).

2.5.1 Klasifikasi Diabetes Mellitus

  Penanda dari kerusakan sel β yang ada pada saat dilakukan diagnosis dari 90% individu dan termauk selislet antibodi, antibodi terhadap dekarboksilasi asam glutamat, dan antibodi terhadap insulin (Dipiro., et al, 2008). Hormon pertumbuhan dan esterogen menstimulasi pelepasan insulin yang berlebihan mengakibatkan penurunannresponsivitas seluler.hormon pertumbuhan juga memiliki beberapa efek anti insulin, misalnya perangsangan glikogenolisis dan stimulasi jaringan adipose(Corwin, 2009).

2.5.2 Manajemen Terapi

2.5.2.1 Terapi Insulin

2.5.2.2 Terapi Obat Hipoglikemik

Terapi insulin adalah pengobatan utama untuk semua pasien dengan DM tipe 1, DM tipe 2 yang tidak dapat diterapi dengan diet maupun agenhipoglikemik oral, serta untuk pasien dengan diabetes postpancreatectomy dan Berdasarkan cara kerjanya ada lima golongan obat antidiabetika oral yang sering digunakan, yaitu:

1. Sulfonilurea

  Efek samping dari sulfonilurea jarang, biasanya terjadi pada sekitar 4% dari pasien yang memakai obat generasi pertama dan mungkin sedikitkurang sering pada pasien yang menerima obat generasi kedua. Metformin mengurangi kadar glukosa terutama olehpenurunan produksi glukosa hati dan dengan meningkatkan aksi insulin pada otot dan lemak.

5. Miglitinida

  Mekanismenya khusus yaitu dengan mencetuskan pelepasan insulin dari pankreas segera sesudah makan (Tjay dan Rahardja, 2003). Obat yangtergolong ke dalam miglitinida antara lain repaglinida dan nateglinida (Craig and Robert, 1997).

2.5.3 Diagnosis

  Pemeriksaan untuk DM tipe 2 harus dilakukan setiap 3 tahun pada setiap orang dewasa dimulai pada usia 45 tahun. Pemeriksaan harus dipertimbangkanpada usia yang lebih dini dan pada individu dengan faktor risiko seperti: riwayat keluarga DM, obesitas, dan adanya tanda-tanda resistensi insulin (Wells, et al,2009).

BAB II I METODE PENELITIAN Metodologi penelitian ini adalah metode eksperimental berdasarkan

  Penelitian meliputi penyiapan simplisia, karakterisasi simplisia, isolasi alginat, penyiapan hewan percobaan dan pengujian efek penurunkadar glukosa darah pada hewan percobaan. Data hasil penelitian dianalisis secara Anava (analisis variansi) dan dilanjutkan dengan uji beda rata-rata Duncan meggunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 17.

3.1 Alat dan Bahan

3.1.1 Alat Alat-alat yang digunakan pada penelitian ini meliputi alat-alat gelas laboratorium, cawan porselin, desikator, Glucometer dan Glucotest strip (GlucoDr), hot plate (Fissons), mikroskop (Olympus), mortir, neraca hewan, lemari pengering, oral sonde, oven listrik, penangas air, spatula, labu bersumbat, neracakasar, neraca listrik (Metler Toledo), seperangkat alat destilasi penetapan kadar air, spektrofotometri FTIR (Shimadzu), spuilt, stamfer, syringe, dan alat-alatlainnya yang dibutuhkan. 3.1.2 Bahan Bahan-bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah ampas rumput laut Sargassum ilicifolium (Turner) C.Agardh, semua bahan yang digunakan

3.2 Penyiapan Simplisia

  Hasil identifikasi menunjukkan bahwa bahan tumbuhan yang digunakan adalah rumput laut Sargassum ilicifolium (Turner) C. 3.2.3 Pengeringan Bahan Tumbuhan Bahan yang digunakan pada penelitian adalah serbuk ampas simplisia rumput laut Sargassum ilicifolium (Turner) C.

3.3 Pemeriksaan Karakterisasi Simplisia

  Pemeriksaan karakterisasi simplisia meliputi pemeriksaan makroskopik dan mikroskopik, penetapan kadar air, penetapan kadar abu total, penetapan kadarabu yang tidak larut dalam asam, penetapan kadar sari yang larut dalam etanol dan penetapan kadar sari yang larut dalam air (Ditjen POM, 1995; WHO, 1992). 3.3.7 Penetapan Kadar Abu yang Tidak Larut Dalam Asam Abu yang telah diperoleh dalam penetapan abu dididihkan dengan 25 ml asam klorida encer selama 5 menit, bagian yang tidak larut dalam asamdikumpulkan, disaring dengan kertas masir atau kertas saring bebas abu, cuci dengan air panas, dipijarkan sampai bobot tetap, kemudian didinginkan danditimbang.

3.4 Isolasi Alginat

  3.7.5 Penyiapan Hewan Uji yang Hiperglikemia Hewan yang digunakan pada penelitian ini adalah tikus putih jantan galur wistar yang sehat dan dewasa sebanyak 30 ekor yang terlebih dahulu dikarantinaselama 2 minggu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Kemudian masing-masing tikus diukur kadar glukosa darah puasa yaitu dengan memasukkan tikus ke dalam restrainer dimana bagianekor tetap berada di luar, dicukur bulu ekornya dan dibersihkan dengan alkohol, lalu diambil darahnya melalui pembuluh darah vena dibagian ekor yang ditusukdengan jarum suntik.

3.9 Analisis Data

  Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan metode Anava(analisis variansi). Analisis statistik ini menggunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 17.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

  Agardh terlihat adanya sel – sel parenkim berbentuk poligonal tidak beraturan yang berisi pigmen berwarna coklat dan terdapat pula sel – sel propagule yang berfungsi untuk menghasilkan cabang pada talus rumput laut (Dawes, 1981). Hasil pemeriksaan karakteristik ampas serbuk simplisia diperoleh kadar air12,62 % (v/b), kadar sari yang larut dalam air 5,43% (b/b), kadar abu 9,30%, (b/b) dan kadar abu yang tidak larut asam 0,39% (b/b).

4.3 Hasil Pembuatan Natrium Alginat

  Penambahan asam klorida 5% (pH 3) dimaksudkan untuk mengubah garam natrium menjadiasam alginat yang mengapung di permukaan larutan dan penambahan larutan hidrogen peroksida ke dalam asam alginat ini bertujuan untuk menghasilkanserbuk alginat yang lebih putih. Pada bilangan gelombang 1629 cm terdapat pita yang terkuat dengan lebar medium yang merupakan regang untuk gugus C=O, dan pita dengan serapan kuat pada bilangan gelombang 1060 cm untuk regang C-O, sedangkan isomer alginat terletak pada puncak serapan 1423 cm .

4.5 Hasil Uji Farmakologi

  Pada pengujian antidiabetes yang digunakan sebagai penginduksi adalah aloksan karena aloksan dapat merusak sel β-pankreas dengan pemberianparenteral, intravena, intraperitoneal, dan subkutan sehingga menghasilkan keadaan hiperglikemia permanen yang merupakan salah satu ciri DM tipe-1. Tikus yang diinduksi dengan aloksan 75 mg/kg BB hanya menghasilkan tikus dengan kadar glukosa darah sesaat 150-200 mg/dl tetapi dalam waktu satu minggukadar glukosanya kembali normal.

4.5.1 Pengaruh Induksi Aloksan terhadap KGD Tikus

  130 mg/Kg BB puasa (mg/dl) diabetes (mg/dl) 1 CMC Na 0,5% 269,3 2 Metformin 50 mg/Kg BB 428,5 3 Natrium Alginat 200 mg/Kg BB 338,7>200 4 Natrium Alginat 400 mg/Kg BB 362,3 5 Natrium Alginat 800 mg/Kg BB 397,8Rata – rata 359,3 Berdasarkan Tabel 4.2 terlihat bahwa pemberian aloksan dosis 130 mg/kgBB untuk semua hewan percobaan menghasilkan kadar glukosa darah rata-rata359,3mg/dl. .497 1.000 4.5.3 Pengukuran KGD Tikus Diabetes pada Hari ke-7 Setelah Pemberian Sediaan Uji Perlakuan pada penelitian ini dihentikan pada hari ke-7 karena 2 dari 5 kelompok perlakuan yakni pada kelompok kontrol positif dan pada pemberian NaAlginat dosis 800mg/Kg BB, KGD tikus sudah berada pada range normal.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan a

  Kadar air yang diperoleh 12,62 % (v/b), kadar sari yang larut dalam air 5,43% (b/b),kadar abu 9,30% (b/b), dan kadar abu yang tidak larut asam 0,39% (b/b). Agardh) dosis 800 mg/Kg BB tidak memberikan perbedaan yang nyata dibandingkan dengan metformin dosis 50 mg/KgBB, sedangkan dosis 200 dan 400 mg/Kg BB memberikan perbedaan yang nyata dibandingkan metformin dosis 50 mg/Kg BB pada uji beda rata -rata Duncan (α = 0,05).

5.2 Saran

Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti pengaruh pemberian natrium alginat terhadap penghambatan penyerapan glukosa denganmenggunakan metode usus terbalik.

DAFTAR PUSTAKA

  Bagan Alur Pengukuran Kadar Glukosa Darah Tikus TikusDipuasakan selama 18 jamDipangkas dan dicukur bulu ekornya Ekor yang bersihDibilas dengan alkohol Ditusuk dengan jarum spuit pada vena ekor tikus hingga berdarahDarah Tikus Darah yang keluar disentuhkan pada test strip yang telah terpasang pada alat glucometerDarah siap diukur Lampiran 9. (Sambungan) Contoh perhitungan dosis aloksanDosis pemberian secara intravena : 70 mg/kg BBDosis pemberian secara intraperitoneal : 120 – 150 mg/kg BBDalam penelitian ini dosis yang digunakan adalah 130 mg/kg BBKonsentrasi aloksan yang dibuat adalah 5% ( 5 g dalam 100 ml Infus NaCl 0,9%)= 50 mg/mlContoh perhitungan dosis untuk tikus berat 200 g dengan dosis 130 mg/kg BB 13 mg = x 200 g 1000 g = 26 mg 26 mg Volume aloksan yang diberikan = 50 mg / ml = 0,46 ml Lampiran 12.

Uji Efek Hipoglikemik Natrium Alginat Dari Rumput Laut Sargassum ilicifolium (Turner) C. Agardh Terhadap Tikus Putih Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Aloksan Alat dan Bahan .1 Alat Penyiapan Simplisia .1 Pengumpulan Bahan Tumbuhan Alginat Aloksan .1 Definisi Aloksan Diabetes Mellitus TINJAUAN PUSTAKA Hasil Identifikasi Tumbuhan Hasil Karakteristik Simplisia Hasil Pembuatan Natrium Alginat Hasil Penetapan Karakterisasi Natrium Alginat Secara Spektofotometri FTIR Hasil Uji Farmakologi Isolasi Alginat Penetapan Karakterisasi Natrium Alginat Secara Spektrofotometri FTIR Penyiapan Hewan Percobaan Pemeriksaan Karakterisasi Simplisia METODE PENELITIAN Pengaturan Kadar Glukosa Darah Pengujian Farmakologi .1 Pembuatan Larutan Aloksan 5 Perumusan Masalah Hipotesis Tujuan Penelitian
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Uji Efek Hipoglikemik Natrium Alginat Dari Ru..

Gratis

Feedback