Feedback

Implementasi Kredit Usaha Rakyat Dalam Mengembangkan Usaha Kecil (Studi Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit Pekan Tolan, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhan Batu Selatan).

Informasi dokumen
    IMP PLEMENTASII KRED DIT USA AHA R RAKYA AT DALA AM ME ENGEM MBANG GKAN USAHA A KECIIL (Studi Pada P PT. Bank Rakyaat Indonesia a (Persero)) Tbk. Unitt Pekan Tollan, Keccamatan Ka ampung Raakyat, Kab bupaten La abuhan Battu selatan) D I S U S U N Oleh: ADREY Y JULIAN NUS PINEM 070903043 FAK KULTAS S ILMU SOSIAL L DAN ILMU I P POLITIK K UNIV VERSITA AS SUM MATERA A UTAR RA MEDA AN 2011 1    Universitas Sumatera Utara     ABSTRAK IMPLEMENTASI KREDIT USAHA RAKYAT DALAM MENGEMBANGKAN USAHA KECIL (Studi Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit Pekan Tolan, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhan Batu Selatan)  Skripsi ini disusun oleh: Nama : Adrey Julianus Pinem NIM : 070903043 Depertemen : Ilmu Administrasi Negara Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Dosen Pembimbing : Dra. Nurlela Kataren, M.SP Implementasi Kredit Usaha Rakyat adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok-kelompok pemerintah/swasta yang diarahkan pada tercapainya tujuan-tujuan yang berupa pembiayaan modal kerja dan atau investasi usaha kepada usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi di bidang usaha produktif dan layak namun belum bankable. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi kredit usaha rakyat dalam mengembangkan usaha kecil pada Bank Rakyat Indonesia Unit Pekan Tolan, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhan Batu Selatan. Pengembangan usaha kecil merupakan suatu upaya atau strategi pemberdayaan usaha kecil melalui beberapa aspek yang diantaranya meliputi aspek managerial dan aspek permodalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kredit usaha rakyat dalam mengembangkan usaha kecil. Motode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan analisa kualitatif, dapat diartikan sebagai penelitian yang memusatkan perhatian terhadap masalahmasalah atau fenomena-fenomena yang ada pada saat penelitian dilakukan atau masalah-masalah aktual, kemudian menggambarkan fakta-fakta tentang masalah yang diteliti dan diiringi dengan interpretasi. Adapun informan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci, informan utama, dan informan tambahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kredit usaha rakyat oleh Bank Rakyat Indonesia Unit Pekan Tolan sudah berjalan dengan baik dan mampu mengembangkan usaha kecil. Hal ini dapat dilihat dari data yang menunjukkan adanya kebijakan-kebijakan yang mendukung implementasi KUR, kapasitas, fasilitas yang diberikan guna mendukung pelaksanaan KUR, kemudahan prosedur atau proses administrasi,memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, serta adanya komunikasi yang baik antara pihak bank dengan masyarakat. Kata Kunci (Keywords): Implementasi Kredit Usaha Rakyat, Pengembangan Usaha kecil   Universitas Sumatera Utara     DAFTAR ISI ABSTRAK . i DAFTAR ISI . ii DAFTAR TABEL . v DAFTAR GAMBAR.vi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LatarBelakang Masalah . 1 1.2 Perumusan Masalah. 5 1.3 Tujuan Penelitian. 6 1.4 Manfaat Penelitian. 6 1.5 Kerangka Teori . 7 1.5.1 Implementasi . 7 1.5.1.1 Pengertian Implementasi Kebijakan . 7 1.5.1.2 Proses Implementasi Kebijakan . 11 1.5.2 Pengertian Bank . 15 1.5.3 Kredit . 16 1.5.3.1 Pengertian Kredit . 16 1.5.3.2 Jenis-Jenis Kredit Perbankan . 16 1.5.3.3 Fungsi dan Manfaat Kredit Perbankan . 20 1.5.4 Kredit Usaha Rakyat . 21 1.5.4.1 Syarat Pemberian Kredit Usaha Rakyat . 23 1.5.4.2 Tahap-Tahap Pengajuan dan Pemberian Kredit Usaha Rakyat . 24   Universitas Sumatera Utara     1.5.5 Usaha Kecil . 33 1.5.5.1 Pengertian Usaha Kecil . 33 1.5.5.2 Karakteristik Usaha Kecil . 34 1.5.5.3 Kelemahan Usaha Kecil di Indonesia . 35 1.6 Defenisi Konsep . 36 1.7 Konsep Berpikir . 37 1.8 Defenisi Operasional . 38 1.9 Sistematika Penulisan . 40 BAB II METODOLOGI PENELITIAN 2.1 Bentuk Penelitian . 42 2.2 Lokasi Penelitian . 42 2.3 Informan Penelitian . 42 2.4 Teknik Pengumpulan Data . 43 2.5 Teknik Analisa Data. 44 BAB III DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN 3.1 Sejarah Umum PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk . 46 3.2 Visi dan Misi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk . 48 3.3Tujuan Program Penjaminan Kredit . 48 3.4Pola Kredit Usaha Rakyat . 49 3.5 Ketentuan Kredit Usaha Rakyat. 49 3.6 Jumlah Pegawai dan Struktur Organisasi . 50 3.7 Tugas Pokok dan Fungsi Pegawai . 51 BAB IV PENYAJIAN DATA A. Hasil Kuesioner . 54   Universitas Sumatera Utara     a. Karakteristik Responden . 55 b. Variabel Penelitian . 58 B. Hasil Wawancara . 74 BAB V ANALISIS DATA . 91 BAB VI PENUTUP 6.1 Kesimpulan . 104 6.2 Saran. 105 Daftar Pustaka Lampiran   Universitas Sumatera Utara     DAFTAR TABEL Tabel 1 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin .55 Tabel 2 Distribusi Responden Berdasarkan Usia .56 Tabel 3 Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan .57 Tabel 4 Distribusi Responden Berdasarkan Usaha Yang Dijalankan .58 Tabel 5 Distribusi Jawaban Responden Tentang Pengetahuan Mereka Mengenai Kredit Usaha Rakyat .59 Tabel 6 Distribusi Jawaban Responden Tentang Adanya Kebijakan Analisis Kredit Yang Baik Oleh BRI Unit Pekan Tolan .60 Tabel 7 Distribusi Jawaban Responden Tentang Tentang Adanya Kebijakan Terhadap Kredit Lancar Atau Usaha Kecil Yang Meningkat .60 Tabel 8 Distribusi Jawaban Responden Tentang Adanya Kebijakan Terhadap Kredit Macet Atau Kredit Bermasalah.61 Tabel 9 Distribusi Jawaban Responden Tentang Adanya Kebijakan Agunan Tambahan .62 Tabel 10 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Pengawasan (Monitoring) Dalam Mendukung Terlaksananya KUR. . .62 Tabel 11 Distribusi Jawaban Responden Mengenai Proses Administrasi Program KUR Yang Dilakukan Oleh PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Pekan Tolan.63 Tabel 12 Distribusi Jawaban Responden Tentang Kemampuan Debitur Dalam Mengembalikan Pinjaman Tepat Pada Waktunya .64 Tabel 13 Distribusi Jawaban Responden Tentang Kemampuan Debitur Dalam Menggunakan Kredit Secara Optimal Untuk Usaha .64   Universitas Sumatera Utara   Tabel 14   Distribusi Jawaban Responden Terhadap Besar/ Jumlah Dana/ Kredit Yang Diterima Melalui KUR.65 Tabel 15 Distribusi Jawaban Responden Tentang Jangka Waktu Kredit Usaha Rakyat Sudah Tepat .66 Tabel 16 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Kualitas Pegawai Dalam Pelaksanaan Pemberian Kredit Usaha Rakyat .66 Tabel 17 Distribusi Jawaban Responden Tentang Fasilitas Yang Diberikan Dalam Mendukung Terlaksananya Kredit Usaha Rakyat .67 Tabel 18 Distribusi Jawaban Responden Tentang Sikap Pegawai Bank BRI Dalam Pelaksanaan Pemberian Kredit Usaha Rakyat.68 Tabel 19 Distribusi Jawaban Responden Tentang Adanya Komunikasi Antara Pihak Bank Dengan Pelaku Usaha Kecil .68 Tabel 20 Distribusi Jawaban Responden Tentang Produktivitas Usaha Setelah Mendapat Bantuan Kredit Usaha Rakyat .69 Tabel 21 Distribusi Jawaban Responden Tentang Adanya Peningkatan Omset Setelah Menerima Kredit Usaha Rakyat.70 Tabel 22 Distribusi Jawaban Responden Mengenai Perlunya Pelatihan Tentang Kewirausahaan Dalam Menjalankan Dan Mengembangakan Usaha Kecil .71 Tabel 23 Distribusi Jawaban Responden Mengenai Usaha Yang Dijalanakan Memerlukan Administrasi Keuangan/ Pembukuan Sederhana Dalam Mengelola Keuangan Usaha .71 Tabel 24 Distribusi Jawaban Responden Mengenai Pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) Dapat Meningkatakan Semangat Dalam Mengembangkan Usaha.72   Universitas Sumatera Utara   Tabel 25   Distribusi Jawaban Responden Tentang Pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) Membantu Dalam Menjalan Usaha .73 Tabel 26 Distribusi Jawaban Responden Tentang Pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) Membantu Dalam Meningkatkan/ Mengembangkan Usaha .73   Universitas Sumatera Utara     ABSTRAK IMPLEMENTASI KREDIT USAHA RAKYAT DALAM MENGEMBANGKAN USAHA KECIL (Studi Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit Pekan Tolan, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhan Batu Selatan)  Skripsi ini disusun oleh: Nama : Adrey Julianus Pinem NIM : 070903043 Depertemen : Ilmu Administrasi Negara Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Dosen Pembimbing : Dra. Nurlela Kataren, M.SP Implementasi Kredit Usaha Rakyat adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok-kelompok pemerintah/swasta yang diarahkan pada tercapainya tujuan-tujuan yang berupa pembiayaan modal kerja dan atau investasi usaha kepada usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi di bidang usaha produktif dan layak namun belum bankable. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi kredit usaha rakyat dalam mengembangkan usaha kecil pada Bank Rakyat Indonesia Unit Pekan Tolan, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhan Batu Selatan. Pengembangan usaha kecil merupakan suatu upaya atau strategi pemberdayaan usaha kecil melalui beberapa aspek yang diantaranya meliputi aspek managerial dan aspek permodalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kredit usaha rakyat dalam mengembangkan usaha kecil. Motode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan analisa kualitatif, dapat diartikan sebagai penelitian yang memusatkan perhatian terhadap masalahmasalah atau fenomena-fenomena yang ada pada saat penelitian dilakukan atau masalah-masalah aktual, kemudian menggambarkan fakta-fakta tentang masalah yang diteliti dan diiringi dengan interpretasi. Adapun informan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci, informan utama, dan informan tambahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kredit usaha rakyat oleh Bank Rakyat Indonesia Unit Pekan Tolan sudah berjalan dengan baik dan mampu mengembangkan usaha kecil. Hal ini dapat dilihat dari data yang menunjukkan adanya kebijakan-kebijakan yang mendukung implementasi KUR, kapasitas, fasilitas yang diberikan guna mendukung pelaksanaan KUR, kemudahan prosedur atau proses administrasi,memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, serta adanya komunikasi yang baik antara pihak bank dengan masyarakat. Kata Kunci (Keywords): Implementasi Kredit Usaha Rakyat, Pengembangan Usaha kecil   Universitas Sumatera Utara     BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam setiap perumusan kebijakan apakah menyangkut proram maupun kegiatan-kegiatan selalu diiringi dengan suatu tindakan pelaksanaan atau implementasi. Betapa pun baiknya suatu kebijakan tanpa implementasi maka tidak akan banyak berarti. Implementasi kebijakan bukanlah sekedar bersangkut paut dengan mekanisme penjabaran keputusan-keputusan politik ke dalam prosedur rutin lewat saluran-saluran birokrasi, melainkan lebih dari itu, ia menyangkut masalah konflik, keputusan dan siapa yang memperoleh apa dari suatu kebijakan (Grindle dalam Wahab, 1990:59). Oleh sebab itu, tidak berlebihan jika dikatakan implementasi kebijakan merupakan aspek yang penting dari keseluruhan proses kebijakan. Ini menunjukkan adanya keterkaitan yang erat antara perumusan kebijakan dengan implementasi kebijakan dalam arti walaupun perumusan dilakukan dengan sempurna namun apabila proses implementasi tidak bekerja sesuai persyaratan, maka kebijakan yang semula baik akan menjadi jelek begitu pula sebaliknya. Dalam kaitan ini, seperti dikemukakan oleh Wahab (1990:51), menyatakan bahwa pelaksanaan kebijakan adalah sesuatu yang penting, bahkan jauh lebih penting daripada pembuatan kebijaksanaan. Kebijaksanaan hanya sekedar impian atau rencana bagus yang tersimpan dalam arsip kalau tidak mampu diimplementasikan. Salah satu kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dalam memberdayakan usaha kecil khususnya dalam akses permodalan adalah melalui program Kredit   Universitas Sumatera Utara     Usaha Rakyat. Pada dasarnya Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan suatu kredit atau pembiayaan modal kerja dan atau investasi kepada usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi di bidang usaha produktif dan layak namun belum bankableyang sebagian dijamin oleh perusahaan penjamin. Program KUR lahir sebagai respon dari Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2007 Tentang Kebijakan Percepatan Pengembangan Sektor Riil dan Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah khususnya bidang Reformasi Sektor Keuangan. Inpres tersebut ditindaklanjuti dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman Bersama (Memorandum of Understanding/MoU) antara Pemerintah, Lembaga Penjaminan, dan Perbankan pada tanggal 9 Oktober 2007 sebagaimana kemudian diubah dengan addendum pada tanggal 14 Mei 2008 Tentang Penjaminan Kredit/Pembiayaan kepada UMKM dan Koperasi atau yang lebih populer dengan istilah Program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Melalui program KUR, pemerintah mengharapkan adanya akselerasi/percepatan pengembangan kegiatan perekonomian terutama di sektor riil, dalam rangka penanggulangan atau pengentasan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja (Djoko Retnadi. 2008). Dalam pelaksanaan atau implementasi program KUR, terdapat 3 (tiga) pilar penting yaitu: pemerintah yang berfungsi membantu dan mendukung pelaksanaan pemberian kredit berikut penjaminan kredit, Lembaga Penajaminan yang bertindak selaku penjamin atas kredit/pembiayaan yang disalurkan oleh Perbankan, dan Perbankan sebagai penerima jamianan berfungsi menyalurkan kredit kepada UMKM dan Koperasi dengan menggunakan dana internal masingmasing. Mengacu pada landasan hukum KUR tersebut di atas, skema program   Universitas Sumatera Utara   KUR   memiliki perbedaan baik dibandingkan dengan program pemberdayaan/bantuan kepada masyarakat maupun dengan skema kredit program lain yang pernah dikeluarkan oleh pemerintah. KUR merupakan Kredit Modal Kerja atau Kredit Investasi yang dibiayai sepenuhnya dari dana perbankan, diberikan kepada UMKM dan Koperasi baru dengan plafon kredit manfaat penelitian, kerangka teori, definisi konsep, dan sistematika penelitian. BAB II : METODE PENELITIAN Bab ini terdiri dari bentuk penelitian, lokasi penelitian, Informan penelitian, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data. BAB III : DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN Bab ini berisikan data tentang gambaran umum, karakteristik Universitas Sumatera Utara BAB IV BAB V BAB VI lokasi penelitian yang relevan dengan topik penelitian. : PENYAJIAN DATA Bab ini menyajikan data yang diperoleh selama penelitian di Lapangan dan dokumentasi yang akan dianalisis. : ANALISIS DATA Bab ini berisikan tentang kajian dan analisis data yang diperoleh pada saat penelitian di lapangan dan memberikan interpretasi masalah yang diteliti. : PENUTUP Bab ini berisikan kesimpulan dan saran atas penelitian yang dilakukan. Universitas Sumatera Utara BAB II METODE PENELITIAN 2.1. Bentuk Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Menurut Nawawi, metode deskriptif memusatkan perhatian terhadap masalah-masalah atau fenomena yang ada pada saat penelitian dilakukan atau masalah yang bersifat aktual, kemudian menggambarkan fakta-fakta tentang masalah yang diselidiki sebagaimana adanya diiringi dengan interpretasi rasional yang akurat (Nawawi, 1992). Dalam penelitian deskriptif cenderung tidak perlu mencari atau menerangkan saling berhubungan dan menguji hipotesis. Menurut Bogdan dan Taylor, penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan terhadap manusia dalam kawasannya sendiri dan berubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya (Moleong, 2007: 3). Menurut Danim, ciri-ciri dominan dari penelitian deskriptif yaitu (Danim, 2002: 41): a. Bersifat mendeskripsikan kejadian atau peristiwa-peristiwa yang bersifat faktual. Adakalanya penelitian ini dimaksudkan hanya membuat deskripsi atau narasi semata-mata dari fenomena, tidak untuk mencari hubungan antar variabel, menguji hipotesis atau membuat ramalan. b. Dilakukan dengan survei. Oleh karena itu, penelitian deskriptif sering disebut juga sebagai penelitian survei. c. Bersifat mencari informasi faktual dan dilakukan secara mendetail. Universitas Sumatera Utara d. Mengidentifikasi masalah-masalah atau untuk mendapatkan justifikasi keadaan dan praktek-praktek yang sedang berlangsung. e. Mendeskripsikan subjek yang dikelola oleh kelompok orang tertentu dalam waktu bersamaan. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan gejala/keadaan sebagaimana adanya secara lengkap dan diikuti dengan pemberian analisis dan interpretasi. Metode penelitian kualitatif bertujuan untuk menjelaskan realitas secara kontekstual, interpretasi terhadap fenomena yang menjadi perhatian peneliti dan memahami perspektif partisipan terhadap masalah yang terjadi. Maka oleh karena itu, penelitian ini dimaksudkan untuk mencari realitas dan menginterpretasi suatu fenomena. Penulis memilih metode pendekatan kualitatif karena penulis hanya ingin memaparkan/mendeskripsikan bagaimana implementasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam mengembangkan UMKM dan kendala-kendala yang terjadi selama proses implementasi tersebut. 2.2. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian berada pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Stabat, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. 2.3. Informan Penelitian Penelitian kualitatif tidak dimaksudkan untuk membuat generalisasi dari hasil penelitian. Oleh karena itu, dalam penelitian kualitatif tidak dikenal adanya populasi dan sampel (Suyanto, 2005: 171). Subjek penelitian yang telah tercermin dalam fokus penelitian ditentukan secara sengaja. Subjek penelitian inilah yang akan menjadi informan yang akan memberikan berbagai informasi yang diperlukan selama proses penelitian. Informan penelitian meliputi (1) informan Universitas Sumatera Utara kunci (key informan), yaitu mereka yang mengetahui dan memiliki berbagai informasi pokok yang diperlukan dalam penelitian, (2) informan utama, yaitu mereka yang terlibat langsung dalam interaksi sosial yang diteliti, (3) informan tambahan, yaitu mereka yang dapat memberikan informasi walaupun tidak langsung terlibat dalam interaksi sosial yang diteliti (Hendarso dalam Suyanto, 2005: 171-172). Dalam penelitian ini penulis menggunakan informan yang terdiri dari: 1. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Pimpinan Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Stabat. 2. Informan utama dalam penelitian ini adalah Account Officer Program KUR Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Stabat dan Petugas Administrasi Kredit BRI Cabang Stabat. 3. Informan tambahan dalam penelitian ini adalah pelaku UMKM yang juga merupakan nasabah/debitur KUR pada BRI Cabang Stabat. 2.4. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Teknik Pengumpulan Data Primer Teknik pengumpulan data primer adalah pengumpulan data yang dilakukan secara langsung pada lokasi penelitian. Pengumpulan data secara primer dilakukan dengan cara berikut: a. Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara (Arikunto, 2007: 155). Wawancara yang akan dilakukan dengan terlebih dahulu pewawancara Universitas Sumatera Utara mempersiapkan pedoman (guide) tertulis tentang apa yang hendak ditanyakan kepada responden. b. Pengamatan atau Observasi, yaitu teknik pengumpulan data dengan mengamati secara langsung objek penelitian dengan mencatat gejala-gejala yang ditemukan di lapangan untuk melengkapi data-data yang diperlukan sebagai acuan untuk yang berkenaan dengan topik penelitian (Bungin, 2007: 116). 2. Teknik Pengumpulan Data Sekunder Teknik pengumpulan data sekunder adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui pengumpulan bahan kepustakaan yang dapat mendukung data primer. Teknik pengumpulan data sekunder dilakukan dengan cara: a. Studi dokumentasi, yaitu teknik pengumpulan data yang menggunakan catatan-catatan atau dokumen yang ada di lokasi penelitian atau sumbersumber lain yang relevan dengan objek penelitian. b. Studi kepustakaan, yaitu pengumpulan data yang diperoleh dari buku-buku, karya ilmiah, serta pendapat para ahli yang berkompetensi serta memiliki relevansi dengan masalah yang akan diteliti. 2.5. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif. Menganalisis data dengan menggunakan model interaktif, yang terdiri dari tiga hal utama, yaitu (Idrus, 2009: 147): 1. Reduksi Data, yaitu proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data kasar yang muncul dari Universitas Sumatera Utara catatan-catatan tertulis dari lapangan. Reduksi data berlangsung secara terusmenerus sejalan pelaksanaan penelitian berlangsung. 2. Penyajian Data, yaitu sebagai sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. 3. Verifikasi dan Penarikan Kesimpulan, yaitu penarikan arti data yang telah ditampilkan. Pemberian makna ini tentunya sejauh pemahaman peneliti dan interpretasi yang dibuat. Universitas Sumatera Utara BAB III DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN 3.1. Sejarah Umum PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Penelitian tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR) ini dilakukan di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Tepatnya penelitian ini dilakukan di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Stabat. Sebelum mengetahui lebih jelas tentang BRI Cabang Stabat ada baiknya bila terlebih dahulu kita mengenal tentang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. secara umum. Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto", suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI. Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Dalam masa perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan Universitas Sumatera Utara Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan ini bukanlah hibah ataupun hadiah dari pemerintah sehingga penting bagi calon debitur untuk membayar kembali dana yang telah diterimanya. Apabila ditengah berjalannya penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) terjadi kredit macet maka pihak PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit Bangkatan akan melakukan pemanggilan debitur dan melakukan penagihan, namun bila tidak dipenuhi maka pihak bank akan melakukan penagihan ke tempat tinggal debitur. Disamping adanya yang menghambat kelancaran dari penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) ini terdapat juga faktor yang mendukung kelangsungan penyalurannya seperti misalnya iklan atau penyuluhan yang ditayangkan di televisi membantu pihak bang untuk memberikan keterangan dan penjelasan kepada masyarakat tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR) itu sendiri dan bagaimana cara mendapatkan modal untuk mengembangkan usaha yang mereka miliki. Hal lainnya yaitu para debitur yang rajin mencicil kredit yang dipinjamnya kepada pihak bank. Ini juga memudahkan bank untuk melakukan kegitan penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan lancar. Apabila penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) itu berjalan lancar tentu akan 52 berdampak baik juga bagi perkembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan akan berdampak baik bagi perkembangan dan pembangunan di Indonesia sendiri. Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang merupakan program Pemerintah yang bekerjasama dengan bank-bank yang telah ditentukan diluncurkan oleh Pemerintah dengan landasan bahwa perekonomian yang menjadi pemegang kendali bagi kelangsungan hidup masyarakat Indonesia sangat lemah. Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang cukup punya potensi untuk membantu perekonomian negara ini. Akan tetapi mengapa masih saja Usaha Kecil Mengenah (UKM) negara ini masih belum berkembang karena diakibatkan oleh modal yang dimiliki oleh pelaku usaha sangat minim dan menyebabkan susah untuk mengembangkan usaha yang mereka miliki. Maka dari itu diharapkan kehadiran Kredit Usaha Rakyat (KUR) ini dapat membantu pelaku usaha tersebut untuk lebih gigih berusaha dan membantu Indonesia untuk memperbaiki keadaan perekonomiannya. Dengan berkembangannya perekonomian Indonesia tentu tidak akan sulit bagi negara ini untuk dapat berkembang. Untuk contoh adalah di daerah Binjai sendiri yang terdiri dari pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bergerak di bidang industri, hasil industri mereka dapat lebih dikenal dan bersaing dengan hasil industri lain yang lebih ternama dan dapat mensejajarkannya dengan hasil industri utama lainnya yang ada di Medan atau di Ibu Kota juga. Dengan begitu Binjai akan lebih dikenal dan usaha industri tersebut tentu memberikan sumbangan bagi pelaksanaan pembangunan di Binjai karena selain dari hasil industrinya sebenarnya Binjai adalah kota yang indah dan memiliki banyak sekali 53 objek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Sebagai perhitungan, pembangunan akan berlanjut ke sektor pertaian dan wisata serta bidang lainnya di Binjai. Berkembangnya Usaha Kecil Menengah (UKM) di daerah Binjai maka akan mengembangkan perekonomian rakyat Binjai juga termasuk pendidikan rakyat Binjai. Jadi tidak akan ada istilah desa atau kota tertinggal. Pembangunan yang terjadi di suatu negara, kota ataupun desa memiliki kebutuhan yang cukup tinggi terhadap keadaan ekonomi yang dimilikinya, maka perkembangan perekonomian memegang peranan penting dan menjadi hal utama bagi suatu negara, desa ataupun kota untuk melakukan pembangunan ke arah yang lebih baik dan maju. Penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) di daerah Binjai dan sekitarnya sendiri dapat dikatakan sudah efektif dilihat dari indikator yang ada yaitu tujuan dari pemberian dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan manfaat disalurkannya dana ini sudah tercapai. Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan melalui PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit Bangkatan Binjai ini sudah memberi kesempatan bagi masyarakat Binjai untuk membuka usaha dan mengembangkan usaha, sudah membantu melakukan pemberdayaan masyarakat Binjai, serta memperluas kesempatan kerja dan membantu mengentaskan kemiskinan atau memperbaiki keadaan perekonomian Binjai. 54 BAB VI PENUTUP A. KESIMPULAN Dari penjelasan mengenai Kredit Usaha Rakyat di atas maka penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan yaitu: 1. Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah pinjaman yang harus dilunasi dan bukan merupakan hibah dari pemerintah. Jadi, debitur yang menerima dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) wajib untuk mengembalikannya kepada bank yang memberikan pinjaman. Pemerintah hanya sebagai penggagas dan bekerjasama dengan bank untuk menyalurkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR), termasuk PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit Bangkatan Binjai. 2. Keputusan pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepenuhnya merupakan kewenangan bank dengan memeprhatikan arahan dari komite kebinjakan Kredit Usaha Rakyat (KUR). 3. Kredit Usaha Rakyat (KUR) diberikan untuk pelaku Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKMK) yang produktif dan layak namun belum bankable agar dapat mengakses kredit atau pembiayaan dari bank untuk dapat mengembangkan usaha yang dimilikinya. 55 4. Penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) menggunakan Prinsip 5 C, yang berguna sebagai pedoman pihak termasuk PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit Bangkatan Binjai untuk menentukan kelayakan calon debiturnya. 5. Masalah utama yang menghambat kelancaran penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah pemikiran masyarakat bahwa dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah hibah sehingga menyebabkan kredit macet. 6. Adanya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sangat membantu para pelaku usaha di Indonesia khususnya Kota Binjai karena lebih membuka kesempatan bagi para pelaku usaha tersebut untuk mengembangkan usaha yang dimilikinya dan berkesempatan untuk memajukan pembangunan Indonesia termasuk Kota Binjai. B. SARAN-SARAN Menurut saya, sebagai penulis ada beberapa saran yang akan saya kemukakan yaitu 1. Ada baiknya apabila pemerintah lebih memperjelas penyuluhan yang dilakukan mengenai pengenalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada masyarakat Indonesia. Hal ini untuk mencegah masyarakat tetap berfikir bahwa dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) itu merupakan hibah dari pemerintah dan mencegah terjadi resiko kredit macet. 56 2. Selanjutnya adalah pemerintah harus lebih aktif memperhatikan keejahteraan dari usaha yang ada di negara ini termasuk Kota Binjai agar dapat memajukan perekonomian dan memajukan pembangunan juga. Dengan begitu masyarakat negara ini akan senantiasa makmur dan sejahtera. 3. Pemerintah lebih rajin lagi membentuk program-program yang bertujuan untuk memajukan masyarakatnya dan membentuk pribadi masyarakat yang mandiri dan maju. Khususnya Kota Binjai ini, agar dikembangkan lagi program-program lain untuk dapat mengembangkan masyarakat di kota ini baik dari segi keterampilan, perekonomian dan kesejahteraan masyarakat ataupun daerahnya, misalnya wisata dan lain sebagainya. 57 DAFTAR PUSTAKA Arikunto, suharsimi. 2000. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta Barnard, I, Chester. 1992. Organisasi dan manajemen, Struktur, Perilaku dan proses. Jakarta: Gramedia H. Rachmat Firdaus, Drs., Msi & Aryanti, Maya. 2003. Manajemen Perkreditan Bank Umum. Bandung: Alfabeta. Singarimbun, Masri. 1995. Metode Penelitian Survey. Jakarta: LP3ES Sugiyono, A.G. 2008. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta. Supramono, Gatot. 1995. Beberapa Segi Mengenai Perkreditan. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti. Zuriah, Nurul. 2006. Metode Penelitian Sosial dan pendidikan: Teori-Aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara Perundang-undangan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 58 Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 Tentang Pengertian Bank Undang-Undang No. 14 tahun 1967 Tentang Undang-undang Pokok Perbankan Undang-undang No. 13 tahun 1968 Tentang Undang-undang Bank Sentral Undang-undang No. 21 tahun 1968 Tentang Tugas-tugas Pokok BRI Undang-undang No. 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan dan Kredit Undang-undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 Tentang Tentang Penyesuaian Bentuk Hukum Bank Rakyat Indonesia Menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) Undang-Undang Perbankan Nomor 10 tahun 1998 Tentang Pengertian kredit Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 6 Tahun 2007 Tentang Kebijakan Percepatan Pengembangan Sektor Riil dan Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan menengah Penetapan Presiden No. 9 Tahun 1965 Tentang Pengintegrasian Bank Koperasi, Tani dan Nelayan ke dalam Bank Indonesia Peraturan Perundang-undangan No. 42 Tahun 1960 Tentang Peleburan Bank Rakyat Indonesia ke dalam Koperasi, Tani dan Nelayan SK Direksi Bank Indonesia No. 27/162/KEP/DIR tanggal 31 Maret 1995 Tentang Analisi dan Pemeriksaan Kredit 59 Sumber Internet www.bri.co.id http://www.ekonomirakyat.org/edisi_1/artikel_2.htm 60
Implementasi Kredit Usaha Rakyat Dalam Mengembangkan Usaha Kecil (Studi Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit Pekan Tolan, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhan Batu Selatan).
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Implementasi Kredit Usaha Rakyat Dalam Mengembangkan Usaha Kecil (Studi Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit Pekan Tolan, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhan Batu Selatan).

Gratis