Pengaruh Perencanaan Karir Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Dinas Pendapatan Sumatera Utara

 4  65  85  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

SKRIPSI PENGARUH PERENCANAAN KARIR TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA DINAS PENDAPATAN SUMATERA UTARA

SKRIPSI PENGARUH PERENCANAAN KARIR TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA DINAS PENDAPATAN SUMATERA UTARA OLEH: Program Studi Strata I Manajemen Departemen ManajemenFakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara

LANIE HERVIDA M. HRP 070502019

Program Studi Strata I Manajemen Departemen ManajemenFakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Medan 2011

KATA PENGANTAR

  Terima kasih yang tak terhingga penulis persembahkan kepada keduaOrang Tua penulis My Hero Saufi Dachri Harahap dan Ibuk Juraiha yang merupakan sumber semangat dan inspirasi terbesar dalam hidup penulis yangselalu memberikan do’a, kasih sayang, motivasi, nasehat dan materil tiada henti kepada penulis dan skripsi ini penulis persembahkan untuk Hero tersayang. Metode analisis data menggunakan metode deskriptif dan metode kuantitatif yaitu dengan Analisis Regresi liniear sederhana yangdigunakan untuk mengukur pengaruh Perencanaan Karir Terhadap Prestasi Kerja Pegawai pada Dinas Pendapatan Sumatera Utara.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Meskipun birokrasi publik memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan organisasi bisnis, tetapi dalam Instansi pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan pegawai yang memiliki kualitas dan profesionalisme yang tinggi yaitu salahsatunya dengan memberikan perencanaan karir yang efektif. Manusia sebagai makhluk sosial juga mempunyai pemikiran dan keinginan yang berbeda-beda sedangkan instansi pemerintah mengharapkan pegawainya dapat bekerja dengan baik dan memiliki semangat kerja yang tinggi serta mampu menjabarkanvisi dan misi yang telah disepakati bersama dalam rangka pencapaian tujuan perusahaan.

1.2. Perumusan Masalah

  Perencanaan karir merupakan hal yang penting yang harus diketahui oleh seluruh pegawai, karena dengan mengetahui bagaimana perencanaan karirnyamaka prestasi pegawai dapat meningkat. Peneliti merumuskan permasalahan yang ada pada Dinas Pendapatan Sumatera Utara adalah: “Apakah perencanaan karirberpengaruh pada prestasi kerja pegawai pada Dinas Pendapatan Sumatera Utara?”.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Uraian Teoritis

  Perencanaan karir adalah perencanaan yang fokus pada pekerjaan dan pengidentifikasian jalan karir yang memberikan kemajuan yang logisatas orang-orang diantara pekerjaan dalam organisasi (Mathis 2006 : 343). Mengurangi atau menghilangkan terjadinya diskriminasi Dengan adanya manfaat-manfaat tersebut selanjutnya yang dilakukan instansi pemerintah untuk membantu perencanaan karirpegawai adalah instansi pemerintah harus melakukan pendidikan karir, memberikan informasi tentang karir, dan melakukan bimbingan karir.

2.1.2 Tahap-tahap karir

  Tahap PensiunPada tahap pensiun ini, pegawai mulai diketahui perjalanan karirnya, apakah macet atau memburuk karirnya selama tahapsebelumnya, dan bagi mereka yang mengalami hal tersebut maka pada tahap ini karir mereka tidak bertahan lama. Tahap PensiunPada tahap ini individu telah menyelesaikan satu karir, dan individu tersebut akan berpindah ke karir yang lain dan memilikikesempatan untuk mengekspresikan aktualisasi diri yang sebelumnya tidak dapat dilakukan.

2.1.4 Aktivitas-Aktivitas Perencanaan Karir

  Menilai realisme tujuan-tujuan yang dinyatakan oleh pegawai dan kebutuhan-kebutuhan pengembangan yang dirasakan. Memastikan penggunaan informasi yang objektif dengan merancang metode-metode untuk pengumpulan, analisis, interpretasi, danpenggunaan informasi dan memantau dan mengevaluasi efektifitas proses.

2.1.5 Pengertian Prestasi Kerja

  Prestasi kerja seorang pegawai merupakan hal yang sangat penting artinya bagi suksesnya instansi pemerintah, karena manusia sebagai salahsatu faktor produksi yang merupakan basis atau penggerak atas faktor-faktor yang lain harus dapat dirangkum menjadi satu kesatuan di dalammelaksanakan proses produksi pada instansi pemerintah dengan cara yang paling efektif dan efisien sehingga dapat menghasilkan profit. Prestasi kerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengantanggung jawab yang diberikannya (Mangkunegara, 2002:6).

2.1.6 Penilaian Prestasi Kerja

  Penilaian prestasi kerja memberikan suatugambaran dan informasi tentang hasil kerja yang telah dicapai oleh pegawai yang akan berpengaruh terhadap kebijakan pihak instansipemerintah kepada pegawai. Penilaian prestasi kerja pada dasarnya merupakan salah satu faktor yang penting dan berguna untuk mengembangkan instansi pemerintahsecara efektif dan efisien.

2.1.7 Manfaat Penilaian Prestasi Kerja

  Kebutuhan-Kebutuhan dalam Pelatihan dan PengembanganPrestasi kerja yang tidak baik mungkin menunjukkan kebutuhan latihan. Dari manfaat penilaian prestasi kerja diatas dapat disimpulkan bahwa seorang penilai harus mengetahui manfaat tersebut, sehingga tidak terjadikesalahan-kesalahan yang menyebabkan mereka gagal dalam mencapai sasaran.

2.1.8 Metode penilaian prestasi kerja

  Metode ini berguna untuk pengambilan keputusan untukmenaikkan upah, promosi dan berbagai bentuk penghargaan organisasional karena dapat menghasilkan rangking pegawai dariyang terbaik dan yang terburuk. Pendekatan Management By Objectives (MBO) Pada pendekatan ini setiap pegawai dan penyelia secara bersama menetapkan tujuan-tujuan dan sasaran pelaksanaan kerjadi waktu yang akan datang.

2.2. Penelitian Terdahulu

2.3. Kerangka Konseptual

  Penelitian ini memiliki jumlah sampel 48 orang dan alat pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan wawancara, observasi danmembuat kuesioner. Perencanaan karir adalah perencanaan yang fokus pada pekerjaan dan pengidentifikasian jalan karir yang memberikan kemajuan yang logis atasorang-orang diantara pekerjaan dalam organisasi (Malthis 2006 : 343).

2.2. Hipotesis

Berdasarkan perumusan masalah yang ditetapkan dirumuskan hipotesis sebagai berikut “Perencanaan karir berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai pada Dinas Pendapatan Sumatera Utara.”

BAB II I METODE PENELITIAN

  Berpendekatan kuantitatif sebab pendekatan yang digunakan didalam usulan penelitian, proses, hipotesis, turun ke lapangan, analisis data dan kesimpulan datasampai dengan penulisannya menggunakan aspek pengukuran, perhitungan, rumus, dan kepastian dan numerik kemudian berjenis deskriptif sebab bertujuanuntuk membuat deskripsi mengenai fakta-fakta dan sifat dari suatu sampel tertentu. Defenisi Operasional Dalam penelitian ini ada dua variabel penelitiannya yaitu: Variabel Terikat dalam penelitian ini adalah prestasi kerja yaitu suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dengan melaksanakan tugas yangdibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, kesungguhan dan waktu.

3.6.1. Populasi

3.6.2. Sampel

  Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yaitu pemilihan sampel berdasarkan pada karakteristik tertentu yang dianggap mempunyai sangkut pautnya dengan karakteristik populasi yang memiliki kriteria tertentu (Ruslan, 2008:157). Kriteria yangdigunakan pegawai yang memiliki masa kerja lebih dari 2 tahun, golongan paling rendah III d, dan pangkat paling rendah Penata Tingkat I.

3.8.1. Uji Validitas

  Instrumen yang akan digunakan terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan realibilitas. Pengujian validitas instrumen dalam penelitian ini dilakukan pada pegawai Dinas Pendapatan UPT MedanUtara sebanyak 30 orang diluar sampel dengan menggunakan program Statistic Product and Service Solution (SPSS) 16.0 for windows dengan kriteria sebagai berikut: 1.

3.8.2. Uji Reliabilitas

  Bila suatu alatpengukur di pakai dua kali untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relative konsisten maka alat pengukur tersebutreliabel (Situmorang dkk, 2010:72). Hasil suatu pengukuran dapat dipercaya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadapsubjek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama, artinya mempunyai konsistensi pengukuran yang baik, dan suatu konstruk atau variabledikatakan reliable apabila memiliki cronbach alpha > 0,8 (Yamin danKurniawan, 2009:282).

3.9. Teknis Analisis

  Metode Analisis Deskriptif Analisis deskriptif, merupakan suatu cara mengumpulkan, yang sudah dikelompokkan dan disajikan data sehingga diperoleh gambaranumum yang jelas tentang seberapa besar pengaruh perencanaan karir terhadap prestasi kerja pegawai pada Dinas Pendapatan Sumatera Utara. Regresi linear digunakan untuk mengestimasi besarnya koefisien- koefisien yang dihasilkan dari persamaan yang bersifat linear, yangmelibatkan satu variabel bebas (X) untuk digunakan sebagai alat prediksi besarnya nilai variabel terikat (Y).

3.9.3. Uji Hipotesis (Uji-t)

Uji hipotesis dilakukan dengan uji-t yaitu secara parsial untuk membuktikan hipotesis awal tentang pengaruh perencanaan karir (X)terhadap prestasi kerja pegawai (Y) Dinas Pendapatan Sumatera Utara.Kriteria pengujian sebagai berikut: Ho : β = 0 (tidak ada pengaruh yang signifikan dari pengaruh perencanaan karir dalam meningkatkan prestasi kerja)Ha : β = 0 (ada pengaruh yang signifikan dari pengaruh perencanaan karir dalam meningkatkan prestasi kerja)Dengan kriteria pengambilan keputusan: Ho diterima jika t hitung < t Tabel pada α = 5% Ha diterima jika t hitung > t Tabel pada α = 5%

3.9.4. Koefisien Determinasi (R²)

  Dengan kata lain, koefisien determinasi digunakan untuk mengukur variabel bebas yang diteliti yaitu perencanaan karir (X) terhadap prestasikerja pegawai (Y). dalam output SPSS, koefisien determinasi terletak pada tabel Model Summary dan tertulis R Square berkisar antara angka 0sampai dengan 1 (satu).

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

  No Unit Wilayah Kerja Tabel 4.1 Unit Pelayanan Teknis Daerah Provinsi Sumatera Utara Dalam pengembangan dan optimalisasi pelayanan yang lebih luas kepada wajib pajak, Dinas Pendapatan Sumatera Utara sampai saat ini telahmembentuk 14 cabang daerah di wilayah Sumatera Utara yaitu : 2. Dalam pengertian luas, dapat diartikan bahwa struktur organisasi ini tergantung pada tugas-tugas yang dilaksanakan dan wewenang yangdipergunakan oleh individu-individu dari kelompok dalam mencapai tujuan yang telah dilaksanakan.

c. Menyelenggarakan koordinasi dan optimalisasi pendapatan lain- lain dan setoran laba Badan Usaha Milik Negara ( BUMN )

  Melakukan pendapatan potensi, penetapan dan penagihan, menerima dan memproses usul/pengajuan keberatan dari WPmengenai ABT/APU dan PBB-KB. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan data/bahan untuk penyempurnaan dan penyusunan jenis retribusi, teknis pemungutan dan tata administrasi retribusi, sosialisasi standar yang ditetapkanserta penetapan target retribusi.

7. Seksi pajak angkutan di atas air / bea balik nama angkutan di atas air ( PA3/ BBNA3 )

  Melakukan pendataan potensi, penetapan dan penagihan, menerima dan memproses usul/pengajuan keberatan dari WP, mengenaiPA3/BBNA3 sesuai ketentuan dan standar yang berlaku. Memberikan laporan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada KUPT sesuai standar yang di tetapkan.

4.3. Komposisi Sumber Daya Manusia di Dinas Pendapatan Sumatera Utara

Jumlah sampel pegawai yang karirnya direncanakan pada DinasPendapatan Sumatera Utara adalah sebanyak 54 orang dengan komposisi pada tabel 4.2 berikut : Tabel 4.2 Komposisi SDM di Dinas Pendapatan Sumatera Utara No. Kategori Jumlah 1 Berdasarkan jabatan Penata Tingkat I 29 Pembina Tingkat I 25 Total 54 2 Berdasarkan tingkat pendidikan Doctoral ( Strata III ) 2 18 Sarjana ( Strata I ) 34 Total 54 31 Golongan III

3 Berdasarkan pangkat/golongan Golongan IV

23 Total 54

4.4. Hasil Penelitian

4.4.1 Analisis Deskriptif Responden

  Usia (Tahun) Jumlah (F) Persentase (%) 2 2 41 – 50 19 35 3 51 – 60 34 63 Total 54 100% Sumber : Hasil Penelitian, 2011 (diolah) Tabel 4.3 Distribusi Responden Berdasarkan Usia Analisis deskriptif merupakan cara merumuskan dan menafsirkan data yang ada sehingga memberikan gambaran yang jelas mengenai hasil pengumpulandata primer berupa kuesioner yang telah di isi oleh responden. Di bawah ini dijelaskan data deskriptif sebagai berikut : 1 Berdasarkan Tabel 4.3, bahwa responden yang berusia 31 – 40 tahun adalah sebanyak 1 responden (2 %), usia 41 – 50 tahun sebanyak 19 responden(35%), dan usia 51 – 60 tahun sebanyak 34 responden (63%).

4.4.2 Analisis Deskriptif Variabel Perencanaan Karir

  d) Pada pernyataan keempat (Saya ingin mencapai posisi yang memberikan kepada saya kesempatan untuk menggabungkan keahlian yang saya milikidengan pekerjaan) sebanyak 23 orang atau 42,6 % yang menyatakan sangat setuju, 23 orang atau 42,6% menyatakan setuju, 7 orang atau 13 %menyatakan tidak setuju dan 1 orang atau 1,9% yang menyatakan sangat tidak setuju. e) Pada pernyataan kelima (Pengalaman yang saya miliki dapat membantu saya dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan) sebanyak 11 orang atau20,4 % yang menyatakan sangat setuju, 23 orang atau 42,6% menyatakan setuju, 14 orang atau 25,9 % menyatakan tidak setuju dan 6 orang atau11,1% yang menyatakan sangat tidak setuju.

4.4.3 Analisis Deskriptif Variabel Prestasi Kerja Pegawai (Y)

  c) Pada pernyataan ketiga (Saya mengetahui sampai sejauh mana minat dan ketrampilan yang saya miliki) sebanyak 27 orang atau 50% yangmenyatakan sangat setuju, 18 orang atau 33,3% menyatakan setuju, 8 orang atau 14,8% menyatakan tidak setuju dan 1 orang atau 1,9%menyatakan sangat tidak setuju. f) Pada pernyataan keenam (Saya melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan serius) sebanyak 27 orang atau 50% yang menyatakan sangat setuju, 22 g) Pada pernyataan ketujuh (Pekerjaan yang diberikan memotivasi saya untuk menghasilkan ide baru) sebanyak 24 orang atau 44,4% yang menyatakansangat setuju, 20 orang atau 37% menyatakan setuju, 9 orang atau 16,7% menyatakan tidak setuju 2 orang responden atau 1,9% menyatakan sangattidak setuju.

4.4.4. Uji Validitas dan Reliabilitas

  Kualitas penelitian yang bermutu dan baik diperoleh dengan melakukan rangkaian penelitian secara baik dan benar. Oleh karena ituperlu adanya validitas dan reliabilitas, valid artinya data – data yang diperoleh melalui instrument dapat menjawab tujuan penelitian sedangkanreliable berarti konsisten atau stabil.

4.5 Analisis Statistik

4.5.1. Uji regresi linear sederhana

  Error Beta 1 (Constant) 9.757 2.489 3.920 .000 PerencanaanKarir .680 .125 .603 5.453 .000 Sumber :Hasil Penelitian 2011 Tabel 4.12 menunjukkan bahwa model persamaan regresi linear sederhana pada penelitian ini adalah Y= 9.757 + 0,680X + e, dimana Perencanaan Karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Prestasi Kerja Pegawai. Perencanaan Karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap PrestasiKerja Pegawai pada Dinas Pendapatan Sumatera Utara, artinya setiap terjadi peningkatan variabel Perencanaan Karir sebesar satu satuan makaPrestasi Kerja pada Dinas Pendapatan Sumatera Utara akan meningkat sebesar 0,680 satuan.

4.5.2. Uji Hipotesis (Uji t )

  Uji T pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel Perencanaan Karir (X)terhadap Prestasi Kerja Pegawai (Y). T diperoleh dengan derajat bebas = n – k tabel n = Jumlah sampel yaitu 54 orang pegawai DinasPendapatan Sumatera Utara k = Jumlah variabel yang digunakan, K = 1 variabel derajatbebas = n – k = 54 – 1 = 53Uji- t yang digunakan adalah uji satu arah dengan α = 0,05.

4.5.3. Pengujian Koefisien Determinasi (R )

  Dalam output b SPSS, koefisien determinasi terletak pada tabel Model Summary dan tertulis R Square. Namun untuk regresi linear berganda sebaiknya menggunakan R Square yang sudah disesuaikan atau tertulis Adjusted R Square, karena disesuaikan dengan jumlah variabel bebas dalam penelitian.

a. Predictors: (Constant), PerencanaanKarir

  Nilai R sebesar 0.603 sama dengan 60,3 % yang menunjukkan bahwa hubungan antara perencanaan karir terhadap prestasi kerja pada DinasPendapatan Sumatera Utara mempunyai hubungannya yang erat. Nilai R Square 0,352 berarti 35,2% pretasi kerja pegawai dapat dijelaskan oleh perencanaan karir, sedangkan sisanya 64,8% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

4.6. Pembahasan

  Sehingga dalam hal inipenulis dapat menyimpulkan bahwa Perencanaan Karir merupakan salah satu Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang berjudul “Pengaruh Perencanaan Karir Terhadap Semangat Kerja Karyawan Unit Produksi PT. Pada penelitian terdahulu diperoleh hasil bahwa perencanaan karir yang dinyatakan baik dapat dikarenakan oleh beberapa sebab diantaranya adalahpelaksanaan tahap karyawan, kegiatan kerja dalam setiap tahap, serta adanya pelatihan dan pengembangan pada setiap tahap.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  Variabel Perencanaan Karir (X) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Prestasi Kerja Pegawai (Y) pada Dinas PendapatanSumatera Utara. Hal ini dapat terlihat pada Tabel 4.13.

2. Identifikasi determinan (R

) menyatakan Prestasi Kerja Pegawai dapat dijelaskan oleh Perencanaan Karir, serta hubungan antaraPerencanaan Karir dengan Prestasi Kerja pegawai memiliki hubungan yang erat.

5.2 Saran

  Memberikan kesempatan kepada pegawai untuk mengikuti pelatihan dan pengembangan yang sesuai dengan minat dankemampuan. Melaksanakan perencanaan karir yang adil bagi setiap pegawainya dan setiap pegawai diberi kesempatan yang sama untuk maju, sertatidak hanya terfokus pada pelaksanaan perencanaan karir pada jabatan yang penting.

DAFTAR KUESIONER

  Bapak/Ibu terhormat,Pernyataan yang ada dalam rangka penyusunan skripsi ini hanya semata-mata untuk data penelitian dalam rangka penyusunan skripsi dengan judul “Pengaruh Perencanaan Karir Terhadap Prestasi Kerja Pegawai pada Dinas Pendapatan Sumatera Utara”. Dibawah ini ada beberapa pernyataan yang semuanya berkaitan dengan perencanaan karir dalam meningkatkan prestasi kerja pada Dinas PendapatanSumatera Utara.

Pengaruh Perencanaan Karir Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Dinas Pendapatan Sumatera Utara Aktivitas-Aktivitas Perencanaan Karir Uraian Teoritis .1. Pengertian Perencanaan Karir Analisis Deskriptif Variabel Perencanaan Karir Analisis Deskriptif Variabel Prestasi Kerja Pegawai Y Gambaran Umum Dinas Pendapatan Sumatera Utara Jenis Penelitian Tempat dan Waktu Penelitian Batasan Operasional Variabel Bebas X yaitu perencanaan karir. Defenisi Operasional Dalam penelitian ini ada dua variabel penelitiannya yaitu: Manfaat Penilaian Prestasi Kerja Manfaat Perencanaan Karir Tahap-tahap karir Dalam penyusunan perencanaan karir perusahaan perlu Metode penilaian prestasi kerja Penelitian Terdahulu TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Prestasi Kerja Penilaian Prestasi Kerja Struktur Organisasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Hipotesis Uji t Pengujian Koefisien Determinasi R Uji Reliabilitas Metode Analisis Kuantitatif Uji Hipotesis Uji-t Y = a + b X+e Uji Validitas dan Reliabilitas
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pengaruh Perencanaan Karir Terhadap Prestasi..

Gratis

Feedback