Feedback

Perancangan Sistem Manajemen Bandwidth Jaringan Menggunakan Web HTB Dengan Linux Ubuntu.

Informasi dokumen
PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN BANDWIDTH JARINGAN MENGGUNAKAN WEBHTB DENGAN LINUX UBUNTU TUGAS AKHIR ADAM KURNIAWAN MARGOLANG 082406038 PROGRAM STUDI D3 TEKNIK INFORMATIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGEAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara ii PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN BANDWIDTH JARINGAN MENGGUNAKAN WEBHTB DENGAN LINUX UBUNTU TUGAS AKHIR Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Ahli Madya ADAM KURNIAWAN MARGOLANG 082406038 PROGRAM STUDI D3 TEKNIK INFORMATIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGEAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara iii PERSETUJUAN  : PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN BANDWIDTH JARINGAN MENGGUNAKAN WEBHTB DENGAN LINUX UBUNTU : TUGAS AKHIR : ADAM KURNIAWAN MARGOLANG : 082406038 : D3 TEKNIK INFORMATIKA : MATEMATIKA : MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA) UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Judul  Kategori Nama Nomor Induk Mahasiswa Program Studi Departemen Fakultas Diluluskan di Medan, Juni 2011 Komisi Pembimbing : Diketahui/Disetujui oleh Departemen Matematika FMIPA USU Ketua, Pembimbing, Prof. Dr. Tulus, M.Si NIP 19620901 1988031 002 Dr. Saib Suwilo, Msc NIP. 19640109 198803 1 004 Universitas Sumatera Utara iv PERNYATAAN PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN BANDWIDTH JARINGAN MENGGUNAKAN WEBHTB DENGAN LINUX UBUNTU TUGAS AKHIR Saya mengakui bahwa tugas akhir ini adalah hasil kerja saya sendiri, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya. Medan, Mei 2011 ADAM KURNIAWAN MARGOLANG 082406038 Universitas Sumatera Utara v PENGHARGAAN Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis berhasil memyelesaikan tugas akhir yang berjudul Perancangan Sistem Manajemen Bandwidth Jaringan Menggunakan WebHTB Dengan Linux Ubuntu ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Tugas akhir ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan Diploma III Teknik Informatika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara. Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Dr. Saib Suwilo, M.Sc selaku pembimbing dalam menyelesaikan tugas akhir ini yang telah memberikan panduan dan penuh kepercayaan kepada saya untuk menyempurnakan kajian ini. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Ketua Departemen Prof. Dr. Tulus, M.Sc, Dekan dan Pembantu Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara Dr. Sutarman, M.Sc dan Dr. Marpongahtun, semua dosen di Departemen Matematika FMIPA USU, pegawai di FMIPA USU, rekan-rekan kuliah. Secara khusus penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Ayahanda Saibun Margolang dan Ibunda R.Azizah yang telah mendidik dan membesarkan penulis dengan segala pengorbanan yang tak terhitung nilainya serta kasih sayang yang tulus, juga yang saya sayangi Riri Indriati yang telah memberikan banyak dukungan dan semangat kepada penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini. Semoga Tuhan Yang Mana Esa akan membalasnya. Medan, Mei 2011 Penulis Adam Kurniawan Mrg Universitas Sumatera Utara vi ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem manajemen bandwidth yang bisa diterapkan di berbagai instansi, baik itu perusahaan, sekolah, universitas, warung internet, maupun di rumah. Sistem ini sepenuhnya dikembangkan menggunakan perangkat lunak berbasis open source, diantaranya yaitu sistem operasi yang digunakan adalah Ubuntu Server 10.10, yaitu sistem operasi yang berasal dari distro Linux, aplikasi WebHTB 2.9 yang digunakan sebagai bandwidth limiter, dan aplikasi Squid yang digunakan sebagai proxy server. Metodologi pengembangan sistem yang digunakan adalah trial and error, dimana pengaturan dilakukan sedemikian rupa dan jika terdapat ketidaksesuaian, maka akan langsung dicari solusi untuk mengatasinya, solusi yang ditemukan nantinya akan dijadikan pegangan dalam melakukan pengaturan selanjutnya. Penelitian ini banyak melibatkan hal teknis dan non-teknis, diantaranya adalah blok alamat IP yang digunakan, lebar pita yang diberikan oleh ISP (Internet Service Provider), jumlah client yang tergabung dalam jaringan sekaligus yang akan di-limit baik besar pita unduh atau unggah. Objektif utama pembangunan sistem ini adalah untuk mengatur lebar pita (bandwidth) unduh yang akan diberikan kepada masing-masing client agar semuanya mendapatkan bandwidth yang sama atau dengan kata lain bandwidth terbagi rata sehingga tercipta manajemen bandwidth yang baik. Universitas Sumatera Utara vii DAFTAR ISI Halaman PERSETUJUAN PERNYATAAN PENGHARGAAN ABSTRAK DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR ii iii iv v vi viii ix BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan Penelitian 1.4 Manfaat Penelitian 1.5 Metodologi Penelitian 1.6 Tinjauan Pustaka 1.6.1 Pengertian Komputer 1.6.2 Sistem Operasi 1.6.3 Sumber Terbuka (Open Source) 1.6.4 Jaringan Komputer 1.6.5 Bandwidth Komputer 1.6.6 WebHTB 1.7 Sistematika Penulisan 1 1 2 2 3 3 5 5 6 7 8 8 9 9 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Dasar Jaringan Komputer 2.1.1 Definisi Jaringan Komputer 2.1.2 Tipe Jaringan Komputer 2.1.3 Jaringan Komputer Berdasarkan Skala 2.1.4 Topologi Jaringan Komputer 2.1.5 Peralatan Jaringan yang umum digunakan 2.2 Protokol TCP/IP 2.2.1 Mengenal TCP/IP 2.2.2 Protokol-protokol TCP/IP 2.3 IP Address 2.3.1 Mengenal IP Address versi 4 2.3.1.1 Pengelompokan kelas alamat IP 2.3.1.2 Network addres dan host address 2.3.1.3 Private IP address 2.3.1.4 Broadcast Address 2.3.1.5 Subnet Mask dan Subnetting 11 11 11 11 13 13 19 23 23 24 25 26 27 28 29 29 30 Universitas Sumatera Utara viii 2.4 Mengenal Linux 2.4.1 Kelebihan Linux 2.4.2 Kekurangan Linux 2.5 Manajemen Bandwidth 33 34 36 37 BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Perancangan Sistem 3.2 Mengenal Ubuntu 3.3 Ubuntu Server 10.10 3.3.1 Instalasi Ubuntu Server 10.10 3.3.2 Konfigurasi IP Address Ubuntu Server 10.10 3.4 WebHTB 3.4.1 Mengenal WebHTB 3.4.2 Instalasi WebHTB 38 38 39 40 40 60 68 68 70 BAB 4 IMPLEMENTASI SISTEM 4.1 Tujuan Implementasi Sistem 4.2 Membagi Bandwidth Pengguna 4.2.1 Membagi Bandwidth Komputer Administrator 4.2.2 Membagi Bandwidth Klien 4.3 Testing Manajemen Bandwidth 4.4 Penggunaan Squid Sebagai Proxy Server 4.4.1 Instalasi dan Konfigurasi Squid 80 80 80 81 85 89 93 95 BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan 5.2 Saran 101 101 102 DAFTAR PUSTAKA 104 LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara ix DAFTAR TABEL Halaman Tabel 2.1 Tabel 2.2 Tabel 2.3 Tabel 2.4 Tabel 2.5 Tabel 3.1 Nilai Biner Dalam Oktat Alamat IP Pengelompokan Kelas Alamat IP Tabel Network ID dan Host ID Tabel Rentang Alamat IP Private Tabel Pembagian Subnet Mask Syarat Minimal Hardware Ubuntu Server 10.10 27 28 28 29 30 41 Universitas Sumatera Utara x DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.1 Gambar 2.2 Gambar 2.3 Gambar 2.4 Gambar 2.5 Gambar 2.6 Gambar 2.7 Gambar 2.8 Gambar 2.9 Gambar 3.1 Gambar 3.2 Gambar 3.3 Gambar 3.4 Gambar 3.5 Gambar 3.6 Gambar 3.7 Gambar 3.8 Gambar 3.9 Gambar 3.10 Gambar 3.11 Gambar 3.12 Gambar 3.13 Gambar 3.14 Gambar 3.15 Gambar 3.16 Gambar 3.17 Gambar 3.18 Gambar 3.19 Gambar 3.20 Gambar 3.21 Gambar 3.22 Gambar 3.23 Gambar 3.24 Gambar 3.25 Gambar 3.26 Gambar 3.27 Gambar 3.28 Gambar 3.29 Gambar 3.30 Gambar 3.31 Gambar 3.32 Contoh Gambar Ethernet Card/NIC Contoh Gambar Kabel UTP Contoh Gambar Switch Contoh Gambar Router Contoh Gambar Modem Contoh Gambar Access Point Empat Lapisan Layer TCP/IP Gambar Ilustrasi Pembagian Oktat Alamat IP Ilustrasi Pengubahan Binner ke Desimal Pengaturan Booting Awal Melalui CD-ROM Memilih Bahasa Interface Tampilan Pemilihan Proses yang Akan Dilakukan Pemilihan Bahasa Instalasi Memilih Negara Indonesia Memilih Jenis Papan Ketik yang Digunakan Memilih Primary Network Interface Pencarian DHCP Server Menentukan Metode Konfigurasi Jaringan Pemberian Nama Host Memilih Zona Waktu Menentukan Metode Melakukan Partisi Harddisk Memilih Partition yang Masih Kosong Menentukan Besar Partisi Swap Pengaturan Untuk Partisi Swap Pengaturan Untuk Partisi Sistem Summary Dari Pembagian Partisi yang Sudah Dilakukan Memasukkan Username Untuk Login Pemilihan Perangkat Lunak yang Akan Dipasang Pemilihan Konfigurasi Posfix Pemilihan Instalasi Grub Loader Instalasi Ubuntu Server 10.10 Selesai Tampilan Awal Ubuntu Server Setelah Instalasi Nama Kartu Jaringan Penulis yang Dikenal Ubuntu Server eth0 dan eth1 Belum Terlihat Kartu Jaringan Sudah Aktif dan Memiliki Alamat IP Membuat DNS di Ubuntu Server 10.10 Ping Mendapatkan Balasan Topologi Jaringan yang Penulis Gunakan Ubuntu Server Sedang Memperbaharui Index Repository Proses Unduh Aplikasi WebHTB Memasukkan Hostname yang Digunakan 20 20 21 22 22 23 24 26 27 42 43 43 44 45 46 46 47 48 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 59 60 62 64 65 66 67 69 71 72 73 Universitas Sumatera Utara xi Gambar 3.33 Gambar 3.34 Gambar 3.35 Gambar 3.36 Gambar 4.1 Gambar 4.2 Gambar 4.3 Gambar 4.4 Gambar 4.5 Gambar 4.6 Gambar 4.7 Gambar 4.8 Gambar 4.9 Gambar 4.10 Gambar 4.11 Gambar 4.12 Gambar 4.13 Gambar 4.14 Gambar 4.15 Pengaturan Alamat IP Pada Komputer Administrator Halaman Setup WebHTB Proses Mengganti Password Sistem Ubuntu Server Halaman WebHTB Setelah Login Pembuatan Kelas Komputer Administrator Pengaturan Komputer Administrator Pembuatan Kelas Klien Pembuatan Sebuah Klien Hasil Pengaturan yang Telah Dibuat Hanya Administrator yang Menggunakan Bandwidth Bandwidth Klien Saat Administrator Tidak Menggunakan Bandwidth Bandwidth Sama Walau Proses Unduh Berlebihan Bandwidth Administrator Pada Saat Semua Klien Sedang Menggunakan Bandwidth Topologi Jaringan yang Dilengkapi Dengan Proxy Server Proses Unduh dan Instalasi Squid Mengatur Hak Akses Pada File Konfigurasi Squid Mengatur Direktori Cache Membuat Akses Kontrol Untuk Jaringan Lokal Pengaturan Agar Iptables Berjalan Otomatis 76 77 78 79 83 85 86 87 88 90 90 91 92 94 95 97 98 99 100 Universitas Sumatera Utara vi ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem manajemen bandwidth yang bisa diterapkan di berbagai instansi, baik itu perusahaan, sekolah, universitas, warung internet, maupun di rumah. Sistem ini sepenuhnya dikembangkan menggunakan perangkat lunak berbasis open source, diantaranya yaitu sistem operasi yang digunakan adalah Ubuntu Server 10.10, yaitu sistem operasi yang berasal dari distro Linux, aplikasi WebHTB 2.9 yang digunakan sebagai bandwidth limiter, dan aplikasi Squid yang digunakan sebagai proxy server. Metodologi pengembangan sistem yang digunakan adalah trial and error, dimana pengaturan dilakukan sedemikian rupa dan jika terdapat ketidaksesuaian, maka akan langsung dicari solusi untuk mengatasinya, solusi yang ditemukan nantinya akan dijadikan pegangan dalam melakukan pengaturan selanjutnya. Penelitian ini banyak melibatkan hal teknis dan non-teknis, diantaranya adalah blok alamat IP yang digunakan, lebar pita yang diberikan oleh ISP (Internet Service Provider), jumlah client yang tergabung dalam jaringan sekaligus yang akan di-limit baik besar pita unduh atau unggah. Objektif utama pembangunan sistem ini adalah untuk mengatur lebar pita (bandwidth) unduh yang akan diberikan kepada masing-masing client agar semuanya mendapatkan bandwidth yang sama atau dengan kata lain bandwidth terbagi rata sehingga tercipta manajemen bandwidth yang baik. Universitas Sumatera Utara i BAB 1 PENDAHULUUAN 1.1 Latar Belakang Kemajuan teknologi informasi pada masa sekarang ini terus berkembang dengan sangat pesat seiring dengan kebutuhan manusia yang menginginkan kemudahan, kecepatan dan keakuratan dalam memperoleh informasi. Internet adalah salah satu media yang saat ini paling digemari oleh banyak orang, baik itu untuk mencari informasi, chatting, bermain game online, atau mengunduh berbagai macam berkas multimedia, dari anak-anak, remaja, sampai dewasa banyak menggunakan media internet untuk kepentingan mereka. Pemakaian satu jalur koneksi internet yang diguakan oleh satu orang pengguna mungkin tidak akan menyebabkan masalah dengan bandwidth, namun bagaimana jika satu buah jalur koneksi internet digunakan oleh banyak pengguna (sharing), seperti di kantor, sekolah, universitas, warung internet, dan lain-lain?, pasti akan terasa sangat berat. Misalnya saja dalam sebuah perusahaan yang memiliki banyak pegawai, pasti akan banyak menemui masalah dengan koneksi internet, apalagi setiap pengguna tidak mengindahkan aturan pada saat bekerja, contohnya melakukan pengunduhan secara Universitas Sumatera Utara 2 berlebihan, melakukan streaming video yang membuat koneksi internet di perusahaan tersebut menjadi lambat. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah manajemen yang baik untuk mengatasi masalah ini. WebHTB adalah sebuah aplikasi yang berjalan diatas sistem operasi berbasis open source, seperti Linux Ubuntu yang bisa digunakan untuk melakukan manajemen bandwidth pada sebuah jaringan. Aplikasi WebHTB adalah aplikasi open source berbasis web dengan kemampuan yang terbilang cukup bagus dalam melakukam manajemen bandwidth. Aplikasi ini dapat melakukan pembatasan bandwidth untuk setiap client yang terhubung kejaringan, baik itu koneksi unduh maupun unggah. 1.2 Rumusan Masalah. Dari uraian latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan bahwa masalah yang melatar belakangi tugas akhir ini adalah bagaimana merancang sistem manajemen bandwidth jaringan menggunakan WebHTB dengan Linux Ubuntu. 1.3 Tujuan Penelitian Adapaun tujuan melakukan penelitian ini adalah: 1. Mengenal dan memahami lebih jauh teknologi jaringan komputer. 2. Mengetahui teknik membangun sebuah jaringan infrastruktur LAN. Universitas Sumatera Utara 3 3. Mengetahui cara membatasi bandwidth untuk setiap klien pada sebuah jaringan LAN. 4. Mengenalkan produk-produk open source kepada masyarakat sebagai produk yang handal dan hemat biaya. 1.4 Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini adalah: 1. Memberikan kenyamanan pada saat menggunakan koneksi internet bersama pada suatu tempat, karena setiap pengguna memiliki jumlah bandwidth yang sama. 2. Lebih menghemat biaya, karena menggunakan sistem operasi dan aplikasi yang open source. 3. Tidak akan ada manipulasi bandwidth oleh salah satu pengguna yang menggunakan jaringan, kecuali oleh administrator dalam kasus tertentu. 1.5 Metodologi Penelitian Suatu penelitian tidak terlepas dari metode pendekatan terhadap objek ataupun penyelesaian masalahnya. Penelitian yang penulis lakukan juga bersifat ilmiah dan memiliki metode pendekatan terhadap objek penelitian, adapun metodologi penelitian yang digunakan penulis dalam mengumpulkan data adalah: Universitas Sumatera Utara 4 1. Penelitian Kepustakaan Disini penulis menggunakan buku-buku yang berhubungan dengan masalah, sehingga membantu untuk menyelesaikan masalah dan juga guna mendukung tugas akhir ini untuk menyusun landasan teoritis. 2. Studi Literatur Mempelajari konten situs-situs yang berhubungan dengan tugas akhir penulis, mempelajari sistem operasi open source serta aplikasi WebHTB dengan mengunjungi situs-situs yang menyediakan tutorial sistem operasi open source dan aplikasi WebHTB. 3. Perancangan Sistem Sebagai tahap awal dalam membuat sistem, penulis melakukan perancangan sistem terlebih dahulu guna menghindari kekeliruan dalam pembuatan sistem nantinya, penulis akan membuat sistem dengan sistem operasi open source, yaitu sistem operasi yang berasal dari distro Linux Ubuntu dan WebHTB sebagai aplikasi manajemen bandwidth serta beberapa perangkat keras dan lunak sebagai pendukung lainnya. 4. Pembuatan Sistem Pembuatan sistem adalah proses dimana penulis akan melakukan pemasanagn dan konfigurasi baik itu untuk sistem operasi maupun aplikasi WebHTB-nya sehingga menjadi sebuah sistem yang diinginkan. Universitas Sumatera Utara 5 1.6 Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka yang berkaitan dengan tugas akhir ini adalah: 1.6.1 Pengertian Komputer Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. Kata computer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika. (http://id.wikipedia.org/wiki/Komputer. Diakses tanggal 8 Desember, 2010) Secara luas komputer dapat didefenisikan sebagai suatu peralatan elektronik yang terdiri dari beberapa komponen yang dapat bekerjasama antara komponen satu dengan yang lain untuk menghasilakn suatu informasi berdasarkan program dan data yang ada. Secara umum komponen sistem komputer terdiri dari: 1. Perangkat keras, merupakan sumber daya utama untuk proses komputasi. Perangkat keras komputer terdiri dari: processor, memory, papan induk, hard disk, serta perangkat input dan output. Universitas Sumatera Utara 6 2. Sistem operasi, mempunyai tugas untuk melakukan kontrol dan koordinasi penggunaan perangkat keras pada berbagai program aplikasi untuk pengguna yang berbeda. 3. Program aplikasi, menentukan cara sumber daya digunakan untuk menyelesaikan permasalahan komputasi dari pengguna, contohnya compiler, sistem basis data, video games, program bisnis, dan lain-lain. 4. Pengguna yang menggunakan sistem, terdiri dari orang, mesin atau komputer lain. 1.6.2 Sistem Operasi Sistem operasi adalah program yang bertindak sebagai perantara antara pengguna dengan perangkat keras komputer. Sistem operasi digunakan untuk mengeksekusi program pengguna dan memudahkan menyelesaikan permasalahan pengguna. Selain itu dengan adanya sistem operasi membuat komputer menjadi nyaman digunakan. Sistem operasi mempunyai tujuan untuk menggunakan perangkat keras komputer secraa efisien. (Napitupulu. 2009) Sistem operasi didefenisikan sebagai: 1. Resource allocator. Sistem operasi mengatur dan mengalokasikan Universitas Sumatera Utara maka ia akan meminta identitas kepada komputer server. Apabila DHCP tidak berfungsi dengan baik maka workstation akan menyampaikan pesan bahwa sistem tidak dapat berjalan karena tidak memiliki identitas (No IP Address). TFTP (Trivial File Transfer Protocol) merupakan protokol yang digunakan oleh workstation untuk mendownload kernel dan initrd selama proses booting berlangsung, dimana DHCP-lah yang memberitahu workstation bahwa file tersebut yang harus di-download. Secara default konfigurasi TFTP sudah terdapat pada file inetd.conf dalam sistem, namun jika diperlukan pengkonfigurasian dapat dilakukan. Agar sistem dapat berjalan dengan baik, dimana workstation dapat menjalankan aplikasi-aplikasi yang terdapat pada server maka utiliti-utiliti tersebut juga harus berfungsi dengan baik. Pada tugas akhir ini semua utiliti tambahan yang telah disebutkan tersebut sudah termasuk di dalam paket sistem operasi yang digunakan, tetapi juga memungkinkan utiliti-utiliti tersebut harus diaktifkan terlebih dahulu baru kemudian dapat digunakan. DHCP (Dynamic Host Control Protocol) merupakan protokol pertama yang digunakan, yaitu pada saat workstation melakukan proses booting. Fungsi protokol ini adalah agar komputer workstation mendapatkan identitas atau lebih dikenal dengan IP address. Pengkonfigurasian untuk settingan DCHP dilakukan di komputer server, yaitu pada file dhcpd.conf. Nomor IP yang diberikan kepada workstation dilakukan secara dinamis, sehingga setiap workstation diaktifkan kembali maka ia akan menerima nomor IP yang baru. Sedangkan untuk komputer server diberikan nomor IP yang tetap dengan melakukan konfigurasi pada dhcpd.conf. Pemberian nomor IP yang tetap juga dapat dilakukan untuk workstation dengan melakukan konfigurasi pada dhcpd.conf. Hal ini tentu mudah dilakukan jika workstation yang dilakukan jumlahnya sedikit, namun jika dalam jumlah besar tentunya ini memakan waktu. Jadi pemberian nomor IP yang tetap ini tergantung dari Universitas Sumatera Utara administrator, apakah memang kebutuhan untuk memberi nomor IP yang tetap untuk setiap workstation. Pada saat workstation pertama kali diaktifkan, maka ia akan meminta identitas kepada komputer server. Apabila DHCP tidak berfungsi dengan baik maka workstation akan menyampaikan pesan bahwa sistem tidak dapat berjalan karena tidak memiliki identitas (No IP Address). TFTP (Trivial File Transfer Protocol) merupakan protokol yang digunakan oleh workstation untuk mendownload kernel dan initrd selama proses booting berlangsung, dimana DHCP-lah yang memberitahu workstation bahwa file tersebut yang harus di-download. Secara default konfigurasi TFTP sudah terdapat pada file inetd.conf dalam sistem, namun jika diperlukan pengkonfigurasian dapat dilakukan. Jika TFTP tidak berfungsi dengan baik maka workstation juga tidak dapat berfungsi. Saat workstation pertama kali diaktifkan, ia akan meminta identitas berupa nomor IP, dan jika hal tersebut sudah dipenuhi maka dilanjutkan dengan mendownload file yang telah ditunjukkan oleh DHCP, menggunakan TFTP. Maka jika TFTP tidak berfungsi proses booting akan berhenti dengan menyampaikan pesan seperti “kernel panic”. NFS (Network File System) merupakan protokol yang berfungsi agar workstation dapat me-mount file sistem LTSP yang ada di server, sehingga seolah-olah file sistem tersebut berada di workstation. Apabila protokol ini tidak berfungsi dengan baik, maka proses booting pada workstation juga terhenti dengan menyampaikan pesan “server not responding”. XDMCP merupakan protokol yang berfungsi untuk memberikan tampilan grafis pada workstation. Selama proses booting protokol inilah yang paling akhir digunakan setelah protokol- protokol sebelumnya berjalan dengan baik, sehingga setelah semua proses berjalan lancar workstation akan memberikan tampilan yang sama seperti server. Apabila protokol ini tidak berfungsi dengan baik, maka pada saat workstation Universitas Sumatera Utara selesai melakukan proses booting pada layar tidak muncul tampilan grafis, melainkan hanya layar kosong (gray screen). Gambar 3.2 Cara Kerja LTSP 3.2 Alat-alat Yang Akan Digunakan Di dalam membangun jaringan diperlukan hardware dan software, dimana software yang dimaksud dalam hal ini ialah sistem operasi, Linux dan program aplikasi tambahan LTSP. Pada subbab dibawah ini akan dibahas mengenai hardware yang digunakan didalam sistem. 3.2.1 Alat-alat Yang Tersedia di Pusat Sistem Informasi Universitas Sumatera Utara Salah satu perangkat yang penting dalam membangun sistem LTSP ialah komputerkomputer client. Dalam pembangunan sistem ini, komputer-komputer tersebut merupakan barang-barang yang sudah digudangkan Pusat Sistem Informasi, namun masih dapat berfungsi dengan baik. Dengan menggunakan LTSP maka komputerkomputer tanpa hardisk dapat dimanfaatkan sebagai komputer client . Komputer-komputer ini dapat dijadikan client apabila berfungsi dengan baik, yaitu dapat melakukan proses booting. Pengertian booting itu sendiri mengacu pada proses awal saat menyalakan komputer, dimana BIOS (Basic Input Output System) mencek semua error dalam memori, device-device yang terpasang/tersambung pada komputer, seperti port-port serial, dan lain-lain. Setelah selesai melakukan cek pada sistem, BIOS akan mencari sistem operasi, memuatnya di memori dan mengesekusinya. Dengan melakukan perubahan dalam setup BIOS dapat ditentukan agar BIOS mencari sistem operasi ke dalam floppy disk, harddisk, CD-ROM, USB dan lain-lain, dengan urutan yang diinginkan. Selain itu untuk komputer client ada dua hal yang harus diperhatikan agar komputer tersebut dapat berjalan dengan baik. Kedua hal tersebut antara lain RAM dan fasilitas untuk booting dari network yang tersedia pada BIOS beserta slot untuk network card. Walaupun demikian kebutuhan memori pada komputer client harus diperhatikan, yaitu spesifikasi minimal agar komputer tersebut dapat berjalan dengan baik. Agar komputer-komputer client dapat berjalan dengan baik maka diperlukan tambahan perangkat pada masing-masing komputer, dimana perangkat tersebut berfungsi sebagai penghubung ke jaringan dan untuk proses booting sehingga mendapat sistem operasi. Perangkat-perangkat tersebut adalah EPROM (Erasable Programmable Read Only Memory) dan ethernet card. Namun proses untuk membuat komputer client tidak berhenti sampai disini, dimana Universitas Sumatera Utara EPROM akan diprogram dengan software kecil yang dikenala dengan bootROM kemudian dipasang pada ethernet card. Kemudian ethernet card dipasangkan ke komputer, sehingga komputer tersebut dapat dijadikan client. 3.2.2 Alat-alat Yang Perlu Ditambahkan Dalam Pembangunan Sistem Maka alat-alat lain yang perlu ditambahkan adalah komputer server, ethernet card, EPROM, kabel dan switch. 1. Komputer Server Untuk dapat memenuhi kebutuhan sistem LTSP secara keseluruhan, maka server sizing merupakan aspek yang harus diperhatikan karena semua kegiatan systemakan berlangsung di server. Agar server sizing yang baik dapat diperoleh maka ada beberapa hal lagi yang harus dipertimbangkan di dalam sistem, seperti jumlah workstation yang digunakan, arsitektur dari sistem LTSP, dan kecepatan network yang digunakan pada sistem. Dalam menentukan server sizing, jumlah RAM yang digunakan merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan. Maka untuk menentukan spesifikasi untuk RAM dapat menggunakan formula yang telah diuji coba dan terdapat secara resmi di www.ltsp.org berikut : Total Ram = 256MB + ( 50MB * jumlah terminal ) Dengan menggunakan formula tersebut, maka size RAM minimal yang digunakan untuk satu unit komputer server adalah : Total RAM = 256MB + (50MB*26) = 1556MB Formula ini dapat dijadikan patokan dasar, sehingga dalam menentukan jumlah memori dapat lebih dari hasil yang didapat melalui formula ini. Namun semakin tinggi spesifikasi server maka semakin baik sistem tersebut dapat berjalan. Universitas Sumatera Utara 2. Ethernet Card Selain spesifikasi server yang tinggi, agar sistem dapat berjalan dengan baik maka kecepatan transfer data dalam jaringan juga harus diperhatikan, pada saat ini data rate yang ditawarkan untuk ethernet card adalah 10/100Mbps. Pada jaringan ini, setiap client akan terhubung ke jaringan melalui sebuah interface yaitu ethernet card. Secara umum alat ini berfungsi untuk mengirim dan menerima data, baik dari server maupun sesama client. Selain itu juga mengontrol data flow antar sistem komputer dengan sistem kabel yang terpasang dan menerima data yang dikirim dari komputer lain lewat kabel dan menterjemahkannya ke dalam bit yang dimengerti oleh komputer. Kriteria ethenet card yang dapat digunakan pada jaringan ini adalah ethernet card yang memiliki soket untuk EPROM. Ethernet card seperti ini masih dapat dijumpai di pasaran dengan harga yang standar, sesuai dengan harga ethernet card lain yang tidak memiliki soket. Pada sistem ini ethernet card juga digunakan sebagai alat untuk proses booting. Karena setiap client tidak memiliki hard disk, maka Dapat dilihat pada Gambar 4.2 Universitas Sumatera Utara Gambar 4.2 Form Data CIF Pada form Data Finansial terdapat 2 (dua) sub menu yaitu Laba rugi dan neraca. Pada form ini seorang Account Officer harus dapat menginput data pada form tersebut berdasarkan laporan keuangan dari usaha nasabah setelah melakukan survey. Dapat dilihat pada Gambar 4.3 Universitas Sumatera Utara Gambar 4.3 Form Data Finansial Pada form Data Non Finansial terdapat 4 (empat) sub menu yaitu karakter, posisi pasar, situasi persaingan dan manajemen. Setiap sub menu akan menampilkan pilihan dari karakter atau informasi lain yang dicermati oleh seorang Account Officer pada saat melakukan wawancara dengan calon nasabah. Setiap pilihan akan diberikan nilai dari 2 s/d 5 yang nantinya akan mempengaruhi nilai kriteria dari nasabah itu sendiri. Dapat dilihat pada Gambar 4.4 Universitas Sumatera Utara Gambar 4.4 Form Data Non Finansial Pada form Agunan terdapat 2 (dua) sub menu yaitu jumlah besarnya agunan dan yang akan dibandingkan dengan besarnya pinjaman. Dapat dilihat pada Gambar 4.5 Universitas Sumatera Utara Gambar 4.5 Form Data Agunan Pada form Rating terdapat rumus dari TOPSIS dimana terdapat 7 (tujuh) langkah dalam proses rangking yang akan dijadikan sebagai acuan kepada seorang pimpinan dalam mengambil keputusan. Dapat dilihat pada Gambar 4.6 Universitas Sumatera Utara Gambar 4.6 Form Rating 4.3 Pengujian Sistem Proses perhitungan dan keluaran untuk studi kasus pemilihan calon nasabah kredit berdasarkan resiko kredit dengan TOPSIS disajikan pada contoh berikut. Nilai dari setiap kriteria didapat dari hasil proses pengolahan data yang diinput oleh Account Officer pada saat pengisian form debitur mulai dari Data CIF, Data Finansial (Laba Bersih), Data Non Finansial (Karakter, Posisi Pasar, Situasi Persaingan, Manajemen), dan terakhir Data Agunan. Contoh perbandingan tiga buah data dapat dilihat pada Tabel 4.1 Universitas Sumatera Utara Yuni Tami Lulu Laba Bersih 4 5 3 Tabel 4.1 Matriks Keputusan Karakter Posisi Situasi Pasar Persaingan 25 4 35 3 43 5 Manajemen Agunan 34 22 45 Setelah matriks keputusan telah dibuat, selanjutnya membuat matriks keputusan ternormalisasi R yang elemen-elemennya ditentukan dengan rumus berikut ini: rij xij m xi2j i1 .(4.1) Hasil perhitungan dapat dilihat pada Tabel 4.2 Yuni Tami Lulu Tabel 4.2 Matriks Keputusan Ternormalisasi Laba Karakter Posisi Situasi Manajemen Bersih Pasar Persaingan 0,5656 0,3713 0,6509 0,5656 0.5570 0,7071 0,5570 0,6509 0,4242 0,3713 0,4242 0,7427 0,3905 0,7071 0,7427 Agunan 0.5962 0,2981 0,7453 Setelah menghitung matriks keputusan ternormalisasi, selanjutnya menghitung matriks keputusan ternormalisasi terbobot. Pemisalan bobot yang dimasukkan untuk setiap kriteria adalah Laba Bersih (0,3), Karakter (0,2), Posisi Pasar (0,1), Situasi Persaingan (0,1), Manajemen (0,1) Agunan (0,2). Hasil perhitungannya dapat dilihat pada Tabel 4.3. Universitas Sumatera Utara Yuni Tami Lulu Tabel 4.3 Matriks Keputusan Ternormalisasi Terbobot Laba Karakter Posisi Situasi Manajemen Bersih Pasar Persaingan 0,16968 0,07426 0,06509 0,05656 0,0557 0,21213 0,1114 0,06509 0,04242 0,03713 0,12726 0,14854 0,03905 0,07071 0,07427 Agunan 0,11924 0,05962 0,14906 Setelah matriks keputusan ternormalisasi terbobot dapat dihitung, selanjutnya adalah menentukan matriks solusi ideal positif dan negatif. Penentuan matriks solusi ideal positif dan negatif dapat dilihat pada Tabel 4.4 dan Tabel 4.5. Tabel 4.4 Solusi Ideal Positif A+ 0,21213 0,14854 0,06509 0,07071 0,07427 0,14906 Tabel 4.5 Solusi Ideal Negatif A- 0,12726 0,07426 0,03905 0,04242 0,03713 0,05962 Selanjutnya menghitung jarak alternatif dari solusi ideal positif (S+) dan jarak alternatif dari solusi ideal negatif (S-). Perhitungan jarak alternatif dari solusi ideal positif (S+) dari jarak alternatif dari solusi ideal negatif (S-) dapat dilihat pada Tabel 3.14 dan Tabel 4.6. Tabel 4.6 Seperasi Positif Alternatif S+ Yuni 0,093561 Tami 0,107510 Lulu 0,088774 Tabel 4.7 Seperasi Negatif Alternatif S- Universitas Sumatera Utara Yuni Tami Lulu 0,081097 0,096230 0,125286 Selanjutnya menghitung kedekatan relatif terhadap solusi ideal posisif C+. Pada Tabel 4.8 dapat dilihat perhitungan kedekatan relatif terhadap solusi ideal positif. Tabel 4.8 Nilai C+ Alternatif C+ Yuni 0,4643 Tami 0,4723 Lulu 0,5852 Selanjutnya mengurutkan alternatif dari nilai C+ terbesar hingga nilai C+ terkecil. Pengurutan alternatif dapat dilihat pada Tabel 4.9. Tabel 4.9 Pengurutan Alternatif Alternatif Nilai Lulu 0,5852 Tami 0,4723 Yuni 0,4643 Pada Tabel 4.9, dapat dilihat bahwa alternatif yang menempati urutan pertama yaitu calon nasabah kredit dengan nama Lulu memiliki nilai 0,5852, alternatif yang menempati urutan kedua yaitu calon nasabah kredit dengan nama Tami memiliki nilai 0,4723, dan alternatif yang menempati urutan terakhir adalah calon nasabah kredit dengan nama Yuni memiliki nilai 0,4643. Berdasarkan hasil pengurutan, maka pilihan terbaik adalah calon nasabah kredit dengan nama Lulu. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar berikut. Universitas Sumatera Utara Gambar 4.7 Matriks Keputusan Ternormalisasi Universitas Sumatera Utara Gambar 4.8 Matriks Keputusan Normalisasi Terbobot Universitas Sumatera Utara Gambar 4.9 Solusi Ideal Positif Universitas Sumatera Utara Gambar 4.10 Solusi Ideal Negatif Universitas Sumatera Utara Gambar 4.11 Seperasi Positif Universitas Sumatera Utara Gambar 4.12 Seperasi Negatif Universitas Sumatera Utara Gambar 4.13 Ranking Universitas Sumatera Utara BAB 5 PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan dari bab-bab terdahulu, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Perangkat lunak ini tidak memberikan keputusan diterima atau ditolaknya sebuah permohonan kredit, melainkan menganalisa data permohonan kredit menurut konfigurasi yang sudah ada sebelumnya, dan menghasilkan hasil analisa yang akan membantu bank khususnya pimpinan dalam menentukan keputusan. 2. Perangkat lunak CRM yang dikembangkan dapat membantu proses pengelolaan resiko kredit yang menerapkan prinsip dari pengelolaan resiko kredit itu sendiri. 5.2 Saran Untuk pengembangan selanjutnya dapat dipertimbangkan hal-hal sebagai berikut: 1. Hasil keluaran dari perangkat lunak CRM murni sangat tergantung dari kualitas data masukan. Penambahan fitur untuk menangani kualitas data ini perlu ditambahkan. 2. Penambahan interfacing dengan perangkat lunak lain dengan menggunakan data keluaran dari perangkat lunak lain dan menghasilkan data keluaran sebagai masukan perangkat lunak lain. 3. Sistem pendukung keputusan CRM dapat dikembangkan lagi dengan menggunakan metode pengambilan keputusan lainnya. 4. Kriteria yang menjadi parameter dalam mengambil keputusan dapat ditambah lagi sehingga sifatnya lebih dinamis. Universitas Sumatera Utara Daftar Pustaka Abdullah, Faisal, 2005. Manajemen Perbankan, Cetakan Ketiga, UMM Press, Malang. Bodily, S.E 1985. Modern Decision Making; A Guide to Modeling with Decision Support Systems. MeGraw Hill, Singapore. DeSanctis, Gerardine. And R. B. Gallupe. Group Decision Support System: Ā New Frontier. Database. 1985, Singapore. Hardanto, Sulad, 2006. Manajemen Resiko Bagi Bank Umum, Elex Media Komputindo, Jakarta. Hasan, Iqbal. 2002. Pokok-pokok Materi Teori Pengambilan Keputusan, Ghalia Indonesia, Bogor. Kosasi, Sandy. 2002. Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System), Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer, Pontianak. Rivai, veithzal dan Andriana Permata Vethzal, 2006. Credit Manajemen Handbook, Edisi Pertama, Jakarta. Sachdeva, Anish, et all. 1 Mei 2011. Multi-Factor Failure mode critically Analysis Using TOPSIS. http://www.sid.ir/En/VEWSSIDIJpdf/117320090801.pdf Sastradipoera, komaruddin, 2004. Strategi Manajemen Bisnis Perbankan: Konsep dan Inplementasi Untuk Bersaing, Penerbit Kappa Sigma, Bandung. Suryadi, Kadarsah dan Ramdhani, M. Ali. 1998. Sistem Pendukung Keputusan: Suatu Wacana Struktural Idealisasi dan Implementasi Konsep Pengambilan Keputusan. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset. Tanius, Sonavia. 2010. Sistem Pendukung Keputusan Rekrutmen Tenaga Pengajar Baru Di Libra Education Institute (LEI) Menggunakan Metode TOPSIS. Skripsi. Medan : Universitas Sumatera Utara (USU). Tjoekam, Moh., 1999. Perkreditan Bisnis Inti Bank Komersil: Konsep, Teknik & Kasus, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Turban, Efraim dan Jaye Aronson. 1998. Decision Support Systems and Intelligent Systems (Sistem Pendukung Keputusan dan Sistem Cerdas). Jilid 1. Yogyakarta: Andi. Umar, Daihani dan Dadan. 2001. Komputerisasi Pengambilan Keputusan. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Universitas Sumatera Utara
Perancangan Sistem Manajemen Bandwidth Jaringan Menggunakan Web HTB Dengan Linux Ubuntu. Latar Belakang Rumusan Masalah. Manajemen Bandwidth Perancangan Sistem Mengenal Linux Kesimpulan dan Saran Mengenal Ubuntu Ubuntu Server 10.10 Penggunaan Squid Sebagai Proxy Server Protokol TCPIP IP Address Teori Dasar Jaringan Komputer Testing Manajemen Bandwidth Kesimpulan dan Saran Tujuan Implementasi Sistem Membagi Bandwidth Pengguna Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Tinjauan Pustaka WebHTB Kesimpulan dan Saran
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Perancangan Sistem Manajemen Bandwidth Jaringan Menggunakan Web HTB Dengan Linux Ubuntu.

Gratis