Perancangan Sistem Manajemen Bandwidth Jaringan Menggunakan Web HTB Dengan Linux Ubuntu.

 5  50  117  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

DAFTAR ISI

Halaman PERSETUJUAN ii PERNYATAAN iii PENGHARGAAN ivABSTRAK v DAFTAR ISIvi DAFTAR TABELviii DAFTAR GAMBARix

BAB 1 PENDAHULUAN

  Sistem ini sepenuhnya dikembangkan menggunakan perangkat lunak berbasis open source, diantaranya yaitu sistem operasi yangdigunakan adalah Ubuntu Server 10.10, yaitu sistem operasi yang berasal dari distroLinux, aplikasi WebHTB 2.9 yang digunakan sebagai bandwidth limiter, dan aplikasiSquid yang digunakan sebagai proxy server. Penelitian ini banyak melibatkan hal teknis dan non-teknis, diantaranya adalah blok alamat IP yang digunakan, lebar pita yang diberikan oleh ISP(Internet Service Provider), jumlah client yang tergabung dalam jaringan sekaligus yang akan di-limit baik besar pita unduh atau unggah.

BAB 1 PENDAHULUUAN

1.1 Latar Belakang

  Misalnya saja dalam sebuah perusahaan yang memiliki banyak pegawai, pasti akan banyak menemui masalah dengan koneksi internet, apalagi setiap pengguna tidakmengindahkan aturan pada saat bekerja, contohnya melakukan pengunduhan secara WebHTB adalah sebuah aplikasi yang berjalan diatas sistem operasi berbasis open source, seperti Linux Ubuntu yang bisa digunakan untuk melakukan manajemen bandwidth pada sebuah jaringan. Perancangan Sistem Sebagai tahap awal dalam membuat sistem, penulis melakukan perancangan sistem terlebih dahulu guna menghindari kekeliruan dalam pembuatan sistemnantinya, penulis akan membuat sistem dengan sistem operasi open source, yaitu sistem operasi yang berasal dari distro Linux Ubuntu dan WebHTBsebagai aplikasi manajemen bandwidth serta beberapa perangkat keras dan lunak sebagai pendukung lainnya.

1.6 Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka yang berkaitan dengan tugas akhir ini adalah:

1.6.1 Pengertian Komputer

  Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. (http://id.wikipedia.org/wiki/Komputer. Diakses tanggal 8 Desember, 2010) Secara luas komputer dapat didefenisikan sebagai suatu peralatan elektronik yang terdiri dari beberapa komponen yang dapat bekerjasama antara komponen satudengan yang lain untuk menghasilakn suatu informasi berdasarkan program dan data yang ada.

1.6.2 Sistem Operasi

  Sistem operasi adalah program yang bertindak sebagai perantara antara pengguna dengan perangkat keras komputer. Kernel, sistem operasi sering disebut kernel, yaitu suatu program yang berjalan sepanjang waktu (selain program aplikasi).

f. Diakses tanggal 10 Desember, 2010)

1.6.3 Sumber Terbuka (Open Source)

  Pola pengembangan ini mengambilmodel ala bazaar, sehingga pola open source ini memiliki ciri bagi komunitasnya yaitu adanya dorongan yang bersumber dari budaya memberi, yang artinya ketikasuatu komunitas menggunakan sebuah program open source dan telah menerima sebuah manfaat kemudian akan termotivasi untuk menimbulkan sebuah pertanyaanapa yang bisa pengguna berikan balik kepada orang banyak. Semuakomputer menggunakan sumber daya yang ada pada komputer lain yang juga tersambung pada jaringan tertentu (Bunafit, 2005) 1.6.5 Bandwidth KomputerBandwidth komputer Di dalam jaringan komputer sering digunakan sebagai suatu sinonim untuk data transfer rate yaitu jumlah data yang dapat dibawa dari sebuah titik ke titik lain dalam jangka waktu tertentu (pada umumnya dalam detik).

1.7 Sistematika Penulisan

  BAB 1 : Pendahuluan Pembahasan dalam bagian ini berkisar pada latar belakang masalah, tujuan pembahasan, metodologi penelititan, dan sistematika penulisan. BAB 2 : Landasan Teori Bab ini merupakan uraian tentang teori-teori, analisa konsep, perangkat lunak dan perangkat keras yang digunakan.

BAB 4 : Implementasi Sistem Bab ini berisi tentang instalasi, pengujian, dan fasilitas tambahan yang bisa digunakan. BAB 5 : Kesimpulan dan Saran Merupakan bab terakhir yang berisi kesimpulan yang merupakan

BAB 2 LANDASAN TEORI

pendapat terakhir berdasarkan uraian-uraian sebelumnya dari hasil pengujian sistem dan saran yang berisi tentang gagasan-gagasan yang dapat dikembangkan sebagai kelanjutan dari hasil penelitian.

2.1 Teori Dasar Jaringan Komputer

  Client yang biasa disebut dengan front-end, meminta layanan seperti penyimpanan dan pencetakan data ke printer dalam jaringan, sedangkan server yang disebut sebagai komputer back-end menyampaikan permintaan tersebutke tujuan yang tepat. Ini berarti bahwa penggunajaringan hybird ini dapat mengakses sumber daya yang di-share atau dibagi pakai oleh jaringan peer-to-peer, sedangkan pada waktu yang bersamaa jugadapat memanfaatkan sumber daya yang disediakan oleh server.

2.1.5 Peralatan jaringan yang umum digunakan

  Switch memiliki perbedaan dengan Hub, dimana perbedaannya adalah Hub mengirim paket dengan cara melakukan broadcast atau mengirimkan paket ke semua node yang terkoneksi, node yang bukan menjadi tujuan paket tidak akan menerima paket tersebut sementara node yang menjadi tujuan paket akan menerima paket yang dikirim. Merupakan salah satu peralatan jaringan yang digunakan untuk melewatkan paket dari satu jaringan ke jaringan yang lain yang bisa memilikibanyak jalur diantara kedua jaringan tersebut.

2.2 Protokol TCP/IP

2.2.1 Mengenal TCP/IP

  TCP/IP adalah suatu solusi dari masalah kompabilitas dalam komunikasi data. Dari hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) merupakan sekumpulan protokol komunikasi data yang bersifat universal dan digunakan untuk menyediakan konektivitas antar dua atau lebih perangkat komunikasi jaringan komputer.

2.2.2 Protokol-protokol TCP/IP

  Model jaringan TCP/IP yang terdiri atas 4 layer adalah Aplication, Transport, Internet, dan Network, seperti padagambar berikut: Gambar 2.7 Empat Lapisan Layer TCP/IP Setiap lapisan dalam model jaringan TCP/IP memiliki fungsi dan tugas yang berbeda. TCP bertanggungjawab dalam proses penyampaian datagram yang berasal dari servis-servis yang berada pada lapisan diatasnya kepada lapisan IP, dan menyediakan komunikasi yangberorientasi pada koneksi (connection-oriented) dan lebih bisa dipercaya.

2.3 IP Address

  IP (Internet Protocol) Address atau alamat IP adalah alamat numerik yang ditetapkan untuk sebuah komputer yang berpartisipasi dalam jaringan komputer yang memanfaatkan Internet Protocol untuk komunikasi antara node-nya. Pada tugas akhir ini penulis akan banyak membahas alamat IP versi 4 (IPv4) karena dalam tugas akhir ini penulis hanya menggunakan alamat IP versi 4dikarenakan masih ada sistem operasi yang penulis gunakan yang tidak mendukung alamat IP versi 6.

2.3.1 Mengenal IP Address versi 4

  Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa alamat IP versi 4 menggunakan 32 bit bilangan biner, dimana 32 bit tadi terbagi menjadi 4 bagian yang dipisahkan dengantitik (dot), dan masing-masing dari 4 bagian tadi terdiri dari 8 bit bilangan biner (oktat).xxxxxxxx . Setiap oktat pada alamat IP sebenarnya tersusun dari sekelompok bilangan 128, 64, 32, 16, 8, 4, 2, dan 1 atau dapatdirumuskan seperti pada tabel berikut ini: Tabel 2.1 Nilai Biner Dalam Oktat Alamat IP Biner 1 1 1 1 1 1 1 1255 Desimal 128 64 32 16 8 4 2 1Berdasarkan tabel diatas, dapatlah diubah bit bilangan biner sebuah alamat IP 11000000.10101000.0000101010.00000001 kedalam bentuk desimal untuk memudahkan pembaca dan penulis yaitu,11000000.10101000.0000101010.00000001 192 .

2.3.1.1 Pengelompokan kelas alamat IP

Nilai maksimum dari setiap oktat adalah 255, artinya bila dihitung jumlah alamat IP yang seharusnya adalah 255 x 255 x 255 x 255 = 4.228.250.625, maka untukmempermudah penggunaannya, alamat IP dikelompokkan dalam beberapa kelas yaitu kelas A, B, C, D, dan E, namun yang umum digunakan adalah kelas A, B, dan C.berikut ini adalah tabel yang menjelaskan ringkasan pembagian alamat IP berdasarkan kelasnya. Tabel 2.2 Pengelompokan Kelas Alamat IP Kelas Rentang Alamat IP Fomat Penulisan A 1 - 126 1.0.0.0 s/d 126.255.255.255B 128 – 191 128.0.0.0 s/d 191.255.255.255C 192 – 223 192.0.0.0 s/d 223.255.255.255D 224 – 239 224.0.0.0 s/d 239.255.255.255 E 240 - 255 240.0.0.0 s/d 244.255.255.255

2.3.1.2 Network addres dan host address

  Tabel 2.3 Tabel Network ID dan Host ID Oktat Kelas 1 2 3 4A N H H H B N N H H C N N N H 2.3.1.3 Private IP address Alamat IP Private adalah alamat IP yang hanya digunakan untuk kalangan sendiri dan tidak berlaku pada saat terhubung ke internet. Alamat IP Private tersebut yaitu: Tabel 2.4 Tabel Rentang Alamat IP Private Kelas Rentang A 10.0.0.0 s/d 10.255.255.255B 172.16.0.0 s/d 172.31.255.255C 192.168.0.0 s/d 192.168.255.255 2.3.1.4 Broadcast Address Apabila suatu paket dikirim dari satu komputer pengirim ke komputer tujuan, maka setiap paket yang akan dikirim selau mengandung header yang berisi informasi alamat IP dari komputer tujuan.

2.3.1.5 Subnet Mask dan Subnetting

  Diketahui, alamat IP 192.168.10.1 dengan subnet mask default 255.255.255.0, diidentifikasi sebagai kelas C yang berarti alamat IP tersebut tanpa subnetting hanya memiliki satu network address dengan 254 buah alamat IP yang bisa terbentuk (192.168.10.1 s/d 192.168.10.254). Penyelesaian: Sebelum subnetting Alamat IP : 192.168.10.1 Subnet Mask dalam Biner : 11111111.11111111.11111111.00000000 Subnet Mask dalam Desimal : 255.255.255.0Setelah subnetting Alamat IP : 192.168.10.1 Subnet Mask dalam Biner : 11111111.11111111.11111111.11000000 Subnet Mask dalam Desimal : 255.255.255.192n Untuk menentukan jumlah subnet yang baru tebentuk, digunakan rumus 2 -2, dengan n adalah jumlah bit 1 pada Host ID yang telah dimodifikasi (11000000).

2.4 Mengenal Linux Linux adalah nama yang diberikan kepada sistem operasi komputer bertipe Unix

  Peralatan sistem dan pustakanya umumnya berasal dari sistemoperasi GNU, yang diumumkan tahun 1983 oleh Richard Stallman. Linux telah lama dikenal untuk penggunaannya di server, dan didukung oleh perusahaan-perusahaan komputer ternama seperti Intel, Dell, Hewlett-Packard, IBM,Novell, Oracle Corporation, Red Hat, dan Sun Microsystems.

2.4.1 Kelebihan Linux

  Di mana Linux sejak awal dirancang multi-user, yang mana bila virus menjangkiti usertertentu, maka virus tersebut akan sangat sulit untuk menjangkiti dan menyebar ke user yang lain, lain halnya pada Windows. Selain itu, tidak pernah ditemui dokumen-dokumen yang lebih baru tidak dapat dibaca pada Linux versi yang lebih lama.

2.4.2 Kekurangan Linux

  Banyak pengguna yang belum terbiasa dengan Linux dan masih “Windows minded”. Sehingga syarat untuk menjadi administrator adalah manusia yang suka belajar hal-hal baru dan terus- menerus belajar.

2.5 Manajemen Bandwidth

  Mengatur bandwidth untuk setiap user/komputer menjadi momok bagi banyak administrator terutama untuk menjaga agar penggunaan bandwidth dapat maksimal untuk keperluan yang baik dengan keterbatasan yang ada. Pada umumnya komputer yang menggunakan Linux digunakan sebagai gateway atau router sehinggamemungkinkan untuk mengatur traffic data atau mengalokasikan bandwidth dari traffic data yang melewati komputer Linux tersebut untuk memberikan jaminan kualitas akses layanan (Quality of Services) bagi komputer-komputer dalam jaringan lokal.

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

3.1 Perancangan Sistem

  Selain ituperancangan sistem juga bermanfaat agar tidak terjadi kebingungan kepada pengguna yang ingin mengimplementasikan sistem yang akan dibuat sehingga bisa menghematbanyak sumber daya, baik sumber daya manusia, waktu, tenaga, pikiran, dan biaya. Kabel UTP model cross yang sudah lengkap dengan konektor RJ45 yang akan digunakan sebagai penghubung antara server dengan router diatasnya, serverdengan konsentrator, dan client dengan konsentrator.

3.2 Mengenal Ubuntu

  Tujuan dari distribusi Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang terkandung di dalam filosofi Ubuntu ke dalam dunia perangkat lunak. Ubuntumemiliki 3 varian sistem operasi yang masing-masing digunakan untuk keperluan yang berbeda, yaitu: Ubuntu Desktop, Ubuntu Netbook, Ubuntu Server.

3.3 Ubuntu Server 10.10

  Pada tugas akhir ini penulis menggunakan Ubuntu Server 10.10 32-bit sebagai server yang akan digunakan untuk menangani lalu lintas data yang nantinya juga akandijadikan sebagai tempat diletakkannya aplikasi WebHTB. Alasan penulis menggunakan Ubuntu Server 10.10 yang dibuat dengan kernel2.6.35 ini karena Ubuntu adalah salah satu distro Linux yang terbilang memliliki banyak dukungan selain dari komunitas dan tenaga ahli, dukungan juga datang daribanyak perusahaan perangkat keras baik itu untuk versi desktop, netbook, maupun server dengan mengeluarkan perangkat keras yang bisa digunakan di Ubuntu termasuk di Ubuntu Server.

3.3.1 Instalasi Ubuntu Server 10.10

  Dalam membuat partisi swap terdapatformulasi yang bisa dijadikan acuan, yaitu apabila RAM berkapasitas lebih kecil 1GB maka jumlah swap yang disarankan adalah 2 x jumlah RAM,sedangkan jika RAM lebih besar atau sama dengan 1GB maka jumlah partisi swap yang disarankan adalah 1 x jumlah RAM. Langkah-langkah yang dilalui hampir sama dengan membuat partisi swap yang diawali dari nomor 17,yaitu dengan memilih partisi yang berstatus FREE SPACE dan belum memiliki format file system, setelah itu pilih Create a new partition.

3.3.2 Konfigurasi IP Address Ubuntu Server 10.10

  Alamat IP yangpenulis berikan harus satu segmen dengan jaringan yang ada di atas UbuntuServer 10.10 yang penulis gunakan dan gateway dari kartu jaringan pertama juga harus merupakan alamat IP dari perangkat yang bertindak sebagaigerbang dari Ubuntu Server 10.10 yang penulis gunakan ke internet. Kemudian ketikkan nameserver dan diikuti dengan alamat IP yang bisa digunakan sebagai DNS, pada tugas akhir ini penulis menggunakan 2 buah DNS, yaitu 192.168.4.254 yang merupakan alamat IP gateway Ubuntu Server 10.10 dan 8.8.8.8 yang merupakan alamat penyedia DNS yang dibuat oleh Google.

3.4.1 Mengenal WebHTB

  WebHTB (Web Hierarchy Token Bucket) adalah sebuah aplikasi berbasis web bersifat open source yang digunakan untuk melakukan manajemen bandwidth guna mendukung QoS (Quality of Service) yang baik. Jika digambarkan akan terlihat seperti ini: Gambar 3.29 Topologi Jaringan yang Penulis Gunakan Jadi, bisa dilihat dengan jelas pada gambar topologi diatas, bahwa semua paket dari client yang ingin dilewatkan menuju internet harus melewati PC yang sudahdiinstalkan Ubuntu Server 10.10, dimana PC tersebut bertindak sebagai gateway dari client, sebagai router, dan juga sebagai tempat diinstalkannya aplikasi manajemen bandwidth WebHTB, jadi semua paket yang lewat tersaring di PC tersebut.

3.4.2 Instalasi WebHTB

  Instalasi WebHTB bisa dikatakan susah-susah gampang, mungkin bagi sudah familiar dengan sistem di Linux akan terasa mudah, namun bagi yang belum familiar dengansistem di Linux akan terasa sulit dan kadang sering terjadi kesalahan dan kegagalan. Langkah awal yang penulis lakukan adalah memperbaharui index dari UbuntuServer 10.10, agar Ubuntu Server 10.10 yang penulis gunakan bisa membaca Maka sesaat kemudian Ubuntu akan melakukan indexing ke repository pusat Ubuntu.

3. Tahap berikutnya penulis mengunduh aplikasi WebHTB dengan mengetikkan

  Penulis membutuhkan komputer lain yang memiliki web browser karena Ubuntu Server yang penulis gunakan memiliki antar muka CLI yang tidak menyediakan web browser. Untuk tahap ini, penulis menggunakanPC yang memiliki sistem operasi Windows XP SP2 yang nantinya komputer ini akan menjadi komputer administrator untuk melakukan konfigurasi,monitoring jaringan, dan lain-lain.

BAB 4 IMPLEMENTASI SISTEM

  4.1 Tujuan Implementasi Sistem Implementasi sistem bertujuan untuk menyelesaikan desain sistem yang telah direncanakan/disetujui untuk menguji, menginstal dan memulai sistem baru atausistem yang diperbaiki untuk menggantikan sistem yang lama. 4.2 Membagi Bandwidth Pengguna Pada tugas akhir ini penulis mengambil kasus penggunaan bandwidth pada sebuah laboratorium komputer dengan 5 buah PC yang terdiri dari 4 PC klien dan 1 PC administrator.

4.2.1 Membagi Bandwidth Komputer Administrator

  Pada komputer yang sebelumnya sudah digunakan untuk melakukan instalasiWebHTB yaitu komputer administrator yang memiliki alamat IP 10.10.1.100, ketikkan https://10.10.1.254/webhtb di web browser, dimana 10.10.1.254adalah alamat IP Ubuntu Server yang sudah diinstal WebHTB. Masukkan password yang sebelumnya sudah diatur pada saat instalasi dan tekan Enter atau klik tombolberwarna hijau yang ada disamping field password.

3. Pastikan kartu jaringan (interface) yang digunakan pada saat melakukan

  Untuk tugas akhir inikartu jaringan yang digunakan secara default adalah interface yang mengarah ke jaringan lokal, karena pada saat instalasi, penulis sudah mengaturnya yangditandakan dengan adanya tulisan Now working with interface : eth1. Tambahkan user baru yang nantinya akan merepresentasikan komputer administrator dengan cara klik Add Client, isikan parameter yang dibutuhkan dan jika telah selesai klik tombol hijau.

4.2.2 Membagi Bandwidth Klien

  Langkah-langkah yang akan dilakukan untuk membagi badwidth klien sama dengan membagi bandwidth pada komputer administrator, hanya terdapat beberapaperbedaan dari parameter yang dimasukkan. Berikut langkah-langkah dalam membagi bandwidth klien: 1.

1 Que : SFQ

  Tambahkan satu klien baru dengan parameter sebagai berikut: CHOSE A CLASS : CLIENT CLIENT : KOM-1BANDWIDTH : 128 LIMIT : 256BURST : 0 PRIORITY : 1 UPLOAD : 64 DST IPS : 10.10.1.1 Untuk pemberian pada kolom BANDWIDTH di klien, penulis memberikan 128 yang didapat dari pembagian jumlah bandwidth yang diberikan untuk kelas CLIENT dibagi dengan banyak klien, yaitu 4, jadi 512 / 4 = 128. WebHTB akan melihat mana anggota jaringan yang membutuhkan bandwidth yang besar (dilihat dari nilai limit), maka dia akan diberikan bandwidth yang besar, walaupun tidak penuh.

4.3 Testing Manajemen Bandwidth

  Administrator bisa mendapatkan bandwidth yang sangat besar, lebih dari setengah dari bandwidth yang diberikan oleh ISP, pada saat semua klienmenggunakan bandwidth, hal ini akan mengurangi bandwidth yang diberikan oleh klien. Gambar 4.9 Bandwidth Administrator Pada Saat Semua Klien Sedang Menggunakan Bandwidth Ada saatnya administrator membutuhkan bandwidth yang sangat besar untuk melakukan suatu kegiatan, misalnya melakukan update antivirus, melakukan patchingsebuah software, melakukan patching sistem operasi, dan lain sebagainya yang pada dasarnya membutuhkan bandwidth yang besar, sedangkan jaringan sedang penuhdigunakan.

4.4 Penggunaan Squid Sebagai Proxy Server

  Jadi apabila sebuah situs pernah dibuka oleh salah satu anggota jaringan, maka Squid akan menyimpan konten situs tersebut kedalam hard disk ataumemori dari komputer, sehingga jika salah satu anggota jaringan membuka situs yang sama, anggota jaringan tersebut tidak perlu mengakses ke internet, dia hanya perlumengkases cache yang sudah disimpan oleh Squid tadi, yang berakibat proses dalam membuka situs akan menjadi lebih cepat dan tentunya akan menghemat bandwidth. (1) www.usu.ac.id (2) www.usu.ac.id Gambar 4.10 Topologi Jaringan yang Dilengkapi Dengan Proxy Server Program Squid adalah program yang saat ini paling banyak digunakan oleh administrator jaringan sebagai program proxy server.

4.4.1 Instalasi dan Konfigurasi Squid

  Ini dibuat untuk membuat proxy menjadi transparan, sehingga web browser yang digunakan pengguna tidak perlu mengatur proxy secara manual menggunakan port 3128 yang merupakan port default dari proxy. Kapasitas hard disk yang digunakan untuk cache adalah sebesar 1024 MB, jumlah subdirektori tingkat pertama dalam direktori cache adalah 16 danjumlah subdirektori tingkat kedua yang dibuat dalam direktori cache tingkat pertama adalah 256.

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  WebHTB adalah aplikasi manajemen bandwidth berbasis web yang berjalan diLinux dan memiliki kemampuan yang terbilang cukup bagus dalam skala menengah. Squid adalah program proxy server yang umumnya digunakan untuk caching web content, walaupun banyak lagi yang bisa dilakukan oleh Squid.

5.2 Saran

  Untuk membuat sebuah manajemen bandwidth yang baik, diharapkan kepada administrator agar bisa menganalisa kebutuhan pengguna, waktu traffic yang padat, dan lain-lain yang berhubungan dengan QoS agar tercipta sebuah distribusi bandwidth yang baik. Sistem jaringan merupakan pembahasan yang sangat kompleks, untuk itu diharapkan agar pembaca yang ingin mendalami jaringan komputer dan penulis lebih banyakmencari tahu tentang seluk beluk sistem jaringan, karena penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam tugas akhir penulis ini.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Perancangan Sistem Manajemen Bandwidth Jaring..

Gratis

Feedback