Feedback

Analisis Pengaruh Budaya Organisasi dan Insentif Terhadap Kinerja Perawat Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Medan

Informasi dokumen
ANALISIS PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN INSENTIF TERHADAP KINERJA PERAWAT RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN TESIS Oleh : RIKA DINARIANTI NIM : 087019168/ IM SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara Judul Tesis : ANALISIS PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN INSENTIF TERHADAP KINERJA PERAWAT RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN. Nama Mahasiswa : Rika Dinarianti Nomor Pokok : 087019168 Program Studi : Ilmu Manajemen Menyetujui Komisi Pembimbing (Prof. Dr. Rismayani, SE, MS) Ketua Ketua Program Studi (Prof. Dr. Paham Ginting, MS) Tanggal Lulus: 17 (Dr. Prihatin Lumbanraja, M.Si) Anggota Direktur (Prof. Dr. Ir. A.Rahim Matondang, MSIE) Juni 2011 Universitas Sumatera Utara Telah diuji pada Tanggal : 17 Juni 2011 PANITIA PENGUJI TESIS : Ketua : Prof. Dr. Rismayani, SE, MS Anggota : 1. Dr. Prihatin Lumbanraja, SE, M.Si 2. Dr. Yenni Habsah, M.Si 3. Drs. Rahmat Sumanjaya, M Si 4. Nisrul Irawati, SE, MBA Universitas Sumatera Utara LEMBAR PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis yang berjudul : “ANALISIS PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN INSENTIF TERHADAP KINERJA PERAWAT RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN ” Adalah benar hasil karya saya sendiri dan belum pernah dipublikasikan oleh siapapun sebelumnya. Sumber-sumber data dan informasi yang digunakan telah dinyatakan secara benar dan jelas. Medan, 17 Juni 2011 Yang membuat pernyataan, ( Rika Dinarianti ) Nim : 087019168 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Rika Dinarianti, 2011, “Analisis Pengaruh Budaya Organisasi dan Insentif Terhadap Kinerja Perawat Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Medan”, Dibimbing oleh Prof, Dr. Rismayani, MS (Ketua) dan Dr. Prihatin Lumban Raja, SE, Msi, (Anggota) Budaya organisasi dan insentif diyakini sebagai faktor yang dapat mempengaruhi kesuksesan kinerja organisasi. Keberhasilan suatu organisasi untuk mengimplementasikan nilai-nilai ,aturan, petunjuk budaya organisasinya serta keadilan dalam pemberian insentif dapat meningkatkan kinerja anggotanya serta mendorong organisasi itu tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. Tetapi seringkali budaya organisasi dan insentif juga menjadi kendala bagi organisasi untuk meningkatkan kinerja anggotanya. Tidak terkecuali di Rumah Sakit Tk II Putri Hijau. Permasalahan yang terjadi pada Rumah Sakit Tk II Putri Hijau memperlihatkan bahwa masih kurangnya implementasi dari nilai-nilai budaya yang dimiliki. Fenomena ini dimulai terlihat dari kurang cepat, tanggap perawat dalam melayani pasien gawat darurat, kurang lengkapnya perawat dalam hal pencatatan rekam medis setiap pasiennya, kurangnya promosi pimpinan kepada perawatnya, kurang displin serta kurangnya empati perawat terhadap pasien. Fenomena ini terus berlanjut dari tahun ketahun. Maka perlu diketahui sejauhmana budaya organisasi yang dimiliki rumah sakit dan insentif yang diberikan berpengaruh terhadap kinerja para perawat Rumah Sakit Putri Hijau Medan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori-teori yang berkaitan dengan budaya organisasi, insentif, kedisiplinan, dan kinerja. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan sifat penelitian ini adalah explanatory research. Jumlah sampel yang digunakan adalah 70 responden perawat, dan diukur dengan skala Likert serta menggunakan teknik analisis regresi berganda untuk menguji hipotesis pertama dan hipotesis kedua. Hasil penelitian pada hipotesis pertama diperoleh secara simultan terdapat pengaruh signifikan antara budaya organisasi dan insentif terhadap kinerja perawat Rumah Sakit Putri Hijau. Secara parsial, ditemukan budaya organisasi lebih dominan dibandingkan insentif. Pada hipotesis kedua secara simultan terdapat pengaruh sangat-sangat signifikan antara kedisiplinan dan kompetensi terhadap budaya organisasi Rumah Sakit Putri Hijau. Secara parsial, ditemukan kompetensi lebih dominan berpengaruh terhadap budaya organisasi dibandingkan kedisiplinan. Kesimpulan penelitian ini adalah budaya organisasi dan insentif mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perawat Rumah Sakit Putri Hijau. Kedisiplinan dan kompetensi juga berpengaruh sangat-sangat signifikan (highly significant) terhadap variabel budaya organisasi. Kata Kunci : Budaya, Organisasi, Insentif, Kinerja, Kedisiplinan ABSTRACT Universitas Sumatera Utara Dinarianti Rica, 2011, " Analysis of the influence of Organizational Culture and Performance Incentive Against Hospital nurse Tk II Putri Hijau Medan", Supervised by Prof. Dr. Rismayani, MS (Chairman) and Dr. Prihatin Lumban Raja, SE, MSi, (Member) Organizational culture and incentives is believed to be factors that can affect the success of organizational performance. The success of an organization to implement the values, rules, instructions organizational culture and justice in the provision of incentives to improve the performance of its members and encourage the organization to grow and develop in a sustainable manner. But often the organizational culture and incentives are also an obstacle for organizations to improve the performance of its members. No exception in the Hospital Nursery II Putri Hijau. The problems that occurred in the Hospital Nursery II Putri Hijau shows that there is still a lack of implementation of the cultural values held. This phenomenon starts looking from less rapid, responsive nurse in the service of emergency patients, fewer nurses in terms of recording the complete medical records of each patient, lack of promotion led to his nurse, lack of discipline and lack of empathy nurses to patients. This phenomenon continues from year to year. So keep in mind how far the culture of the organization owned hospitals and incentives affect the performance of nurses Putri Hijau Hospital Medan. The theory used in this research are theories related to organizational culture, incentives, discipline, and performance. This research method is quantitative and descriptive nature of this research is explanatory research. The number of samples used were 70 respondents nurses, and measured with Likert scales and using multiple regression analysis techniques to test the hypothesis first and second hypothesis. The research on the first hypothesis there is simultaneously a significant influence between organizational culture and incentives to performance Putri Hijau Hospital nurse. Partially, found in the organizational culture is more dominant than the incentives. The second hypothesis simultaneously there highly significant influence between discipline and competence of the organizational culture Putri Hijau Hospital. Partially, it was found competence more dominant influence on organizational culture than discipline. The conclusion of this research is the organizational culture and incentives have a positive and significant influence on the performance of hospital nurses Putri Hijau. Discipline and competence are also influenced highly significant to the variable of organizational culture. Keywords: Culture, Organization, Incentives, Performance, Discipline KATA PENGANTAR Universitas Sumatera Utara Segala puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis ini dengan judul “Analisis Pengaruh Budaya Organisasi dan Insentif Terhadap Kinerja Perawat Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Medan” Dalam proses penulisan tesis ini, penulis telah banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini dengan kerendahan hati, penulis menyampaikan ucapan banyak terima kasih yang tulus kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Syahril Pasaribu, Sp.A(K), selaku Rektor Universitas Sumatera Utara. 2. Ibu Prof. Dr. Ir.A.Rahim Matondang, MSIE, Selaku Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. 3. Bapak Prof. Dr. Paham Ginting, MS selaku Ketua Program Studi Magister Ilmu Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara 4. Ibu Dr. Arlina Nurbaity Lubis, MBA selaku sekretaris Program Studi Magister Ilmu Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. 5. Ibu Prof. Dr. Rismayani, MS selaku Pembimbing I yang telah banyak memberikan pengarahan dan bimbingan kepada penulis dalam menyelesaikan tesis ini. 6. Ibu Dr. Prihatin Lumban Raja, SE, M.Si selaku Pembimbing II yang telah banyak memberikan pengarahan dan bimbingan kepada penulis dalam menyelesaikan tesis ini. Universitas Sumatera Utara 7. Ibu Dr.Yenni Habsah, M.Si, Bapak Drs.Rahmat Sumanjaya, M.Si, dan Ibu Nisrul Irawati, SE, MBA selaku Anggota Komisi Pembanding yang telah banyak memberikan masukan dan pengarahan demi kesempurnaan tesis ini. 8. Bapak Kolonel Ckm dr. Dubel Meriyenes, SpB selaku Kepala Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Medan 9. Bapak Letkol Ckm Ibennavis selaku Kepala Pengendali Askes, Mayor Ckm Sahmenan Harahap, SH selaku Kasi TUUD, dan seluruh pegawai , perawat sipil dan militer Rumah Sakit Putri HIjau yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan informasi demi kesempurnaan tesis ini. 10. Seluruh Staf Pengajar dan Staf Administrasi Program Studi Ilmu Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. 11. Khususnya kepada kedua orangtua saya, Ayahanda Sarsidi dan Ibunda Hj. Syarifah Cahaya atas segala dukungan dan doanya. 12. Buat adik-adikku Soraya Putri, Amkeb dan Tri Fauziah, AmFarm terimakasih atas motivasi dan dukungannya selama ini. 13. Teman-teman anggota Angkatan XVI Kelas Paralel atas motivasi dan kebersamaannya. Universitas Sumatera Utara Penulis menyadari bahwa tesis ini belumlah sempurna. Untuk itu Penulis mengaharapkan saran dan kritik yang membangun dari semua teman-teman, rekan dan peneliti yang akan membahasnya lebih lanjut kedepannya. Akhir kata Penulis mengucapkan semoga Allah SWT akan membalas seluruh amal kita dan melimpahkan rahmatNya kepada kita semua. Semoga tesis ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak pada umumnya dan Penulis pada khususnya. Medan, Juni 2011 Rika Dinarianti Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP Rika Dinarianti, lahir di Medan pada tanggal 16 juni. Anak pertama dari tiga bersaudara, dari pasangan Ayahanda Sarsidi dan Ibunda Hj. Syarifah Cahaya. Menyelesaikan Pendidikan di Sekolah Dasar (SD) negeri 064983 Kecamatan Medan Helvetia, tamat dan lulus tahun 1992, kemudian melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMP IKAL Kecamatan Medan Helvetia, tamat dan lulus tahun 1995. Selanjutnya meneruskan Pendidikan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) yaitu Madrasah Aliyah Negeri 2 Medan, tamat dan lulus pada tahun 1998. Tahun 1998 melanjutkan ke jenjang pendidikan Diploma Tiga Perbankan dan Keuangan Politeknik Negeri Medan dan lulus pada tahun 2001, kemudian tahun 2002 melanjutkan ke Strata satu (S1) jurusan Ekonomi Manajemen Universitas Sumatera Utara, dan lulus pada tahun 2005. Pada tahun 2008 melanjutkan Strata dua (S2) di Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara Program Studi Magister Ilmu Manajemen dan lulus pada bulan juni tahun 2011. vi Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI ABSTRAK. ABSTRACT. KATA PENGANTAR. RIWAYAT HIDUP. DAFTAR ISI . DAFTAR TABEL . DAFTAR GAMBAR . DAFTAR LAMPIRAN. Halaman i ii iii vi vii x xi xii BAB I 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. PENDAHULUAN Latar Belakang . Perumusan Masalah . Tujuan Penelitian . Manfaat Penelitian . 1 4 5 5 BAB II 2.1. 2.2. TINJAUAN PUSTAKA Penelitian Terdahulu. Teori Budaya Organisasi. 2.2.1. Pengertian Budaya Organisasi. 2.2.2. Tipe Budaya Organisasi. 2.2.3. Fungsi Budaya Organisasi. 2.2.4. Penerapan Budaya Organisasi. 2.2.5. Penciptaan Budaya Organisasi. 2.2.6. Mempertahankan Budaya Organisasi. Teori Insentif . 2.3.1. Pengertian Insentif. 2.3.2. Tujuan dan Manfaat Insentif. 2.3.3. Bentuk – Bentuk Pemberian Insentif. 2.3.4. Dasar - Dasar Pemberian Insentif. Teori Kinerja. 2.4.1. Pengertian Kinerja. 2.4.2. Pengukuran atau Penilaian Kinerja . 2.4.3. Tujuan Penilaian Kinerja. 2.4.4. Syarat – Syarat Sistem Penilaian Kinerja. 2.4.5. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kinerja. Teori Kedisiplinan. 2.5.1. Pengertian Kedisiplinan. 2.5.2. Bentuk – Bentuk Kedisiplinan. 2.5.3. Tipe- Tipe Kedisiplinan. 2.5.4. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kedisiplinan Kerja. 2.5.5. Pelaksanaan Kedisiplinan Kerja. Teori Kompetensi. 2.6.1. Pengertian Kompetensi. 6 6 6 10 11 12 13 14 15 15 17 19 23 24 24 26 27 28 28 30 30 32 32 33 34 35 35 2.3. 2.4. 2.5. 2.6. Universitas Sumatera Utara 2.7 2.8 BAB III 3.1. 3.2. 3.3. 3.4. 3.5. 3.6. 3.7. 3.8. 3.9. BAB IV 4.1. 2.6.2. Manfaat Kompetensi. 2.6.3. Karateristik Kompetensi. 2.6.4. Pengukuran Kompetensi. 2.6.5. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kompetensi. Kerangka Berpikir. Hipotesis. 36 36 37 39 40 43 METODOLOGI PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian . Metode Penelitian . 3.2.1 .Pendekatan Penelitian. 3.2.2. Jenis Penelitian. 3.2.3. Sifat Penelitian. Populasi dan Sampel . Teknik Pengumpulan Data . Jenis dan Sumber Data . Definisi Operasional Variabel . 3.6.1. Definisi Operasional Variabel Hipotesis Pertama. 3.6.1. Definisi Operasional Variabel Hipotesis Kedua. Uji Validitas dan Reliabilitas . 3.7.1. Uji Validitas Instrument. 3.7.1.1. Uji Validitas Budaya Organisasi. 3.7.1.2. Uji Validitas Insentif. 3.7.1.3. Uji Validiatas Kinerja. 3.7.1.4. Uji Validitas Kedisiplinan. 3.7.1.5. Uji Validitas Kompetensi. 3.7.2.Uji Reliabilitas. Metode Analisis Data . 3.8.1. Model Analisis Data Hipotesis Pertama. 3.8.2. Model Analisis Data Hipotesis Kedua. Uji Asumsi Klasik . 3.9.1 . Uji Normalitas . 3.9.2 . Uji Multikolinearitas . 3.9.3. Uji Heterokedastisitas . 44 44 44 44 44 45 46 47 47 47 48 50 50 50 52 53 54 55 56 57 57 59 61 61 62 62 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian. 4.1.1. Gambaran Umum Rumah Sakit Tk II Putri Hijau. 4.1.1.1 Sejarah Singkat Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Kesdam I/BB Medan. Standar I : Pengkajian Keperawatan: perawat mengumpulkan data tentang status kesehatan klien secara sistematis, menyeluruh, akurat, singkat dan berkesinambungan. Standar II : Diagnosis Keperawatan: perawat menganalisis data pengkajian untuk merumuskan diagnosis keperawatan. Universitas Sumatera Utara Standar III : Perencanaan Keperawatan: perawat membuat rencana tindakan keperawatan untuk mengatasi masalah dan meningkatkan kesehatan klien. Standar IV : Implementasi: perawat melaksanakan tindakan yang telah diidentifikasi dalam rencana asuhan keperawatan. Standar V : Evaluasi Keperawatan: perawat mengevaluasi kemajuan klien terhadap tindakan keperawatan dalam pencapaian tujuan, dan merevisi data dasar dan perencanaan. 3.6. Metode Pengukuran Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah daftar pertanyaan (kuesioner) untuk wawancara langsung dengan responden. Metode pengukuran yang berpedoman kepada: variabel, cara ukur, kategori pengukuran dan hasil ukur yang didapatkan di lokasi penelitian sebagai berikut : 3.6.1. Metode Pengukuran Variabel Bebas Metode pengukuran variabel bebas dapat dilihat pada tabel 3.12. Tabel 3.12. Aspek Pengukuran Variabel Bebas No Variabel 1 Keterlibatan karyawan Jumlah Indikator 5 Pilihan Jawaban 1. Sangat setuju 2. Setuju 3. Tidak setuju 4. Sangat tidak setuju Bobot Nilai Jawaban 4 3 2 1 Skala Ukur Nominal Universitas Sumatera Utara 2 Pengembangan karir 3 Penyelesaian masalah 4 Komunikasi 5 Fasilitas yang tersedia 6 Rasa aman terhadap pekerjaan 7 Keselamatan lingkungan kerja 8 Kompensasi yang seimbang 9 Rasa bangga terhadap institusi Tabel 3.12. (Lanjutan) 4 1. Sangat setuju 2. Setuju 3. Tidak setuju 4. Sangat tidak setuju 3 1. Sangat setuju 2. Setuju 3. Tidak setuju 4. Sangat tidak setuju 3 1. Sangat setuju 2. Setuju 3. Tidak setuju 4. Sangat tidak setuju 3 1. Sangat setuju 2. Setuju 3. Tidak setuju 4. Sangat tidak setuju 5 1. Sangat setuju 2. Setuju 3. Tidak setuju 4. Sangat tidak setuju 3 1. Sangat setuju 2. Setuju 3. Tidak setuju 4. Sangat tidak setuju 5 1. Sangat setuju 2. Setuju 3. Tidak setuju 4. Sangat tidak setuju 4 1. Sangat setuju 2. Setuju 3. Tidak setuju 4. Sangat tidak setuju 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 Nominal Nominal Nominal Nominal Nominal Nominal Nominal Nominal Universitas Sumatera Utara 3.6.2. Metode Pengukuran Variabel Terikat Pengukuran variabel terikat (kinerja perawat pelaksana), dimana pengukurannya mengacu pada pelaksanaan dokumentasi asuhan keperawatan kepada pasien. Dengan cara pengukuran sebagai berikut : a. Sangat baik jika dari 5 kegiatan dalam asuhan keperawatan, seluruhnya dilakukan. b. Baik jika dari 5 kegiatan dalam asuhan keperawatan, sebanyak 4 kegiatan yang dilakukan. c. Cukup baik jika dari 5 kegiatan dalam asuhan keperawatan, sebanyak 3 kegiatan yang dilakukan. d. Kurang baik jika dari 5 kegiatan dalam asuhan keperawatan, sebanyak 2 kegiatan yang dilakukan. e. Tidak baik jika dari 5 kegiatan dalam asuhan keperawatan, hanya 1 kegiatan yang dilakukan. Tabel 3.13. Aspek Pengukuran Variabel Terikat No Variabel 1 a. Pengkajian b. Diagnosis c. Rencana Tindakan d. Implementasi e. Evaluasi Jumlah Indikator 19 Pilihan Jawaban 1. Selalu 2. Sering 3. Kadangkadang 4. Jarang 5. Tidak pernah Bobot Nilai Jawaban 5 4 3 2 1 Skala Ukur Nominal Universitas Sumatera Utara 3.7. Metode Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini meliputi: 1. Analisis univariat Analisis univariat dilakukan untuk mengetahui distribusi frekuensi yang berkaitan dengan karakteristik responden dan seluruh variabel penelitian. 2. Analisis bivariat Analisis bivariat dilakukan untuk melihat pengaruh masing-masing variabel independen dengan variabel dependen menggunakan uji Chi-Square. 3. Analisis multivariat Analisis multivariat dilakukan untuk menganalisis variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen dengan menggunakan uji regresi linier berganda pada taraf kepercayaan 95% (α=0,05). Universitas Sumatera Utara BAB 4 HASIL PENELITIAN 4.1. Deskripsi Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Kesdam I/BB Medan yang berada di Jalan Putri Hijau No. 17 Medan, dengan luas area 39.600 m2 dan luas bangunan 10.820 m2. Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Kesdam I/BB Medan berdiri pada tahun 1950, rumah sakit ini sekarang berada di bawah naungan kesehatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat yang berada di wilayah Kodam I/BB. Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Kesdam I/BB Medan adalah rumah sakit kebanggaan bagi warga TNI. Rumah sakit ini pernah mengirimkan personilnya untuk mendukung operasi DI/TII (1953), sebagai tim kesehatan PON III (1954), sebagai dukungan kesehatan pada operasi PRRI (1957), sebagai tim kesehatan pekan olah raga mahasiswa (1960), sebagai Duta Perdamaian PBB dengan turut serta dalam kontingetn Garuda III ke Kongo (1963), turut membantu operasi PGRS/Paraku Kalbar (1973, membantu dalam operasi Timor-Timur (1976-1998) dan membantu operasi Militer di DI Aceh serta dalam penanganan Korban gempa Bumi dan Tsunami Aceh dan Nias. Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Kesdam I/BB Medan merupakan instalasi pelaksana Kesdam I/BB di bidang penyelenggaraan kegiatan pengobatan, perawatan dan rehabilitasi penderita. Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Kesdam I/BB juga Universitas Sumatera Utara menyelenggarakan pendidikan tenaga kesehatan dalam rangka pelayanan kesehatan terhadap prajurit TNI Angkatan Darat dan PNS Hankam beserta keluarganya di jajaran Kodam I/BB. Di samping itu juga memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat umum. Tugas pokok Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Kesdam I/BB dengan segenap fasilitas dan kemampuannya adalah menyelenggarakan fungsi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitasi medik terbatas. Dukungan kesehatan terbatas secara terusmenerus di wilayah Kodam I/BB meliputi pelayanan dari Departemen Bedah, Gawat darurat dan Anestesi, Departemen Obstetri Ginekologi dan Kesehatan Anak, Departemen Penyakit Dalam, Jantung dan Paru-Paru, Departemen Penyakit Mata, THT, Kulit dan Kelamin, Departemen Gigi dan Mulut, Departemen Penyakit Syaraf dan Jiwa dan penunjang medis lainnya. 4.1.1. Visi, Misi, dan Motto Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Kesdam I/BB Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Kesdam I/BB Medan memiliki visi yaitu Menjadi Rumah Sakit Dambaan Warga TNI dan Masyarakat di Kawasan Barat Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan misi yaitu (1) memberikan dukungan dan pelayanan kesehatan yang tepat, cepat, akurat bagi pasien dinas secara professional, (2) turut berperan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan memberikan pelayanan pendidikan kesehatan yang bermanfaat dan optimal. Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan kepada pasien rumah sakit ini memiliki motto yaitu Kerja Ikhlas dan Tuntas Pasien Puas, Rumah Sakit Kebanggaan Prajurit”. Universitas Sumatera Utara 4.1.2. Organisasi Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Kesdam I/BB Berdasarkan Skep Kasad I/BB Nomor Perkasad/265/XII/2007 tanggal 31 Desember 2007 tentang organisasi dan tugas Kesdam I/BB termasuk Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Medan, susunan organisasi Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Medan dipimpin oleh pimpinan puncak yang disebut dengan Eselon pimpinan. Di bawah Eselon pimpinan terdapat Komite medik yang diikuti dengen Eselon pembantu pimpinan. Eselon pembantu pimpinan terdiri dari 3 seksi yaitu seksi pelayanan medis, penunjng medis dan penunjang umum. Seterusnya Eselon pelayanan terdiri dari pelayanan teknis dan umum. Eselon pelaksana terdiri dari teknis medis dan penunjang pelayanan. Departemen yang dibawahi teknis medis adalah Departemen bedah gawat darurat dan Anestesi, Departemen Obsgyn dan Anak, Departemen Penyakit Dalam, Jantung dan paru, Departemen Mata, THT dan Klinis Kelamin, Departemen Gigi dan Mulut, Departemen Penyakit Syaraf dan Jiwa. Instalasi yang dibawahi oleh bagian penunjang pelayanan terdiri dari 8 instalasi yaitu instalasi kamar bedah, instalasi rehabilitasi medik, instalasi rawat jalan (Watlan), instalasi rawat inap (Watnap), instalasi penunjang diagnostik, instalasi farmasi, instalasi penunjang perawatan, instalasi pendidikan (Instaldik). Di bawah Eselon pelaksana barulah terdapat staf medik fungsional. Universitas Sumatera Utara 4.1.3. Kondisi dan Kemampuan Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Kesdam I/BB a. Kualifikasi Tenaga Dokter Kondisi dan kemampuan Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Kesdam I/BB Medan dapat dilihat dari kualifikasi tenaga dokter yang bertugas aktif dan rutin di Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Kesdam I/BB Medan. Data mengenai kualifikasi tenaga dokter tercantum pada Tabel 4.1. Tabel 4.1. Kualifikasi Tenaga Dokter No Kualifikasi 1 Dokter Umum 2 Dokter Gigi 3 Spes. Bedah Umum 4 Spes. Bedah Ortopedi 5 Spes. Bedah Syaraf 6 Spes. Bedah Digestif 7 Spes. Penyakit Dalam 8 Spes. Obsgyn 9 Spes. yang diberikan 8 14, 27 48,1 17 30,4 4 7,1 pada perawat yang 3 melakukan pelanggaran disiplin meliputi: teguran lisan, teguran tertulis, tindakan disiplin , mutasi dan penundaan pangkat/golongan. 13 Penyelesaian administrasi 2 3,6 19 33,9 30 53,6 5 8,9 bagi perawat yang menerima sanksi sudah tertib. 14 Pihak manajemen sudah 0 0 24 42,9 22 39,3 10 17,8 memiliki standar baku pemberian sanksi bagi perawat yang melakukan pelanggaran disiplin. 15 Perawat merasakan sanksi 0 0 20 35,7 29 51,8 7 12,5 yang diterapkan di rumah sakit sudah sesuai dengan standar baku. Universitas Sumatera Utara 3. Tabel Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Shift Kerja No Pertanyaan Sangat Setuju F% 1 Pihak manajemen 14 25, menerapkan shift kerja tiga 0 shift dalam sehari 2 Pengaturan jadwal shift 0 0 kerja telah mengikuti putaran matahari 3 Jadwal shift kerja telah 0 0 dibuat secara sederhana dan mudah diingat. 4 Pola pengaturan shift kerja 0 0 sudah menggunakan rotasi 2-2-2 (du kali pagi, dua kali siang dan dua kali malam) 5 Pola pengaturan shift kerja 0 0 sudah menggunakan rotasi 2-2-3 (dua kali pagi, dua kali siang dan tiga kali malam) 6 Bagi perawat yang kerja 5 8,9 malam tiga hari berturut- turut diberikan istirahat paling sedikit 24 jam. 7 Sekurang-kurangnya ada 10 17, jarak 11 jam antara 9 permulaan dua shift yang berurutan 8 Seorang perawat tidak 12 21, boleh bekerja selama tujuh 4 hari berturut-turut dalam seminggu (seharusnya 5 hari kerja dan dua hari libur) 9 Jumlah shift kerja malam 7 12, yang berurutan bagi 5 Jawaban Setuju Tidak Setuju F% f % 30 53,6 10 17,9 3 5,4 25 44,6 4 7,1 20 35,7 2 3,6 18 32,1 4 7,1 15 26,8 22 39,3 21 37,5 21 37,5 23 41,1 19 33,9 25 44,6 21 37,5 20 35,7 Sangat Tidak Setuju F% 2 3,6 28 50,0 32 57,1 36 64,3 37 6,1 8 14,3 2 3,6 00 8 14,3 Universitas Sumatera Utara perawat sebaiknya ditekan sekecil mungkin 10 Waktu kerja tiap shift per hari tidak boleh lebih dari 8 jam bila menggunakan pola tiga shift dalam sehari 11 Perawat yang cenderung punya penyakit diperut dan usus serta emosi tidak stabil disarankan untuk tidak ditempatkan di shift malam 12 Pelaksanaan kerja di siang hari lebih disukai 13 Jadwal shift kerja yang ditetapkan sudah sesuai dengan keinginan para perawat. 14 Pengaturan shift kerja mendorong para perawat untuk bekerja lebih baik lagi. 15 Berkurangnya jumlah dan kualitas tidur pada perawat yang kerja malam dapat menurunkan penampilan kerja. 8 1 6 0 3 6 14, 23 41,1 22 39,3 3 5,4 3 1,8 16 28,6 24 42,9 15 26,8 10, 12 21,4 29 51,8 19 33,9 7 0 6 10,7 15 26,8 35 62,5 5,4 15 26,8 16 28,6 22 39,3 10, 25 44,6 17 30,4 8 14,3 7 4. Tabel Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Komunikasi No Pertanyaan 1 Pimpinan rumah sakit menerapkan sistem komunikasi terbuka dan transparan tentang visi, misi, pengelolaan keuangan, dan tujuan organisasi. Sangat Setuju F% 00 Jawaban Setuju Tidak Setuju F% f % 3 5,3 19 33,9 Sangat Tidak Setuju F% 34 60,7 Universitas Sumatera Utara 2 Pimpinan rumah sakit 0 0 14 25,0 33 58,9 9 16,1 menerima saran yang disampaikan oleh perawat untuk perbaikan organisasi 3 Pimpinan telah memberikan 0 0 23 41,1 21 37,5 12 21,4 instruksi yang jelas pada setiap perawat untuk bekerja 4 Pemberian informasi secara 12 21, 29 51,8 11 19,6 4 7,1 rutin kepada perawat dapat 4 menimbulkan rasa aman dan percaya diri pada perawat dalam bekerja. 5 Informasi dari para 4 7,1 24 42,9 10 17,9 8 14,3 perawat pelaksana dijadikan masukan oleh pimpinan dalam membuat kebijakan. 6 Pimpinan menyiapkan 3 5,3 10 17,8 27 48,2 16 28,6 media komunikasi yang cukup sebagai sarana penunjang dalam pekerjaan. 7 Pimpinan rumah sakit 0 menyiapkan kotak saran di setiap ruang perawatan. 0 17 30,4 17 30,4 22 39,3 8 Informasi dari perawat 3 mempunyai peran dalam membantu tercapainya tujuan organisasi. 5,4 19 33,9 21 37,5 13 23,2 9 Pimpinan menerapkan 3 komunikasi langsung dalam setiap pemecahan masalah. 5,3 14 25,0 29 51,8 10 17,9 10 Saling memperhatikan antara atasan dan bawahan serta sesama rekan kerja adalah aspek penting dalam komunikasi 0 0 19 33,9 21 37,5 16 28,6 Universitas Sumatera Utara 11 Pimpinan memberikan kesempatan kepada para perawat untuk menyampaikan semua keluhannya. 12 Sarana komunikasi yang tersedia dapat digunakan dalam menunjang pekerjaan. 13 Kotak saran yang tersedia disetiap ruang berfungsi untuk menampung saran 14 Rumah sakit memiliki SOP jenis pelayanan kesehatan. 15 Pemberian informasi secara rutin kepada perawat dapat menimbulkan rasa aman dan percaya diri pada perawat dalam bekerja. 5 2 2 2 1 8,9 22 29,3 21 37,5 8 14,3 2,6 11 19,6 26 46,4 17 30,4 3,6 12 21,4 26 46,4 16 28,6 3,6 15 26,8 16 28,6 23 41,1 1,8 26 46,4 18 32,1 11 19,6 5. Tabel Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Motivasi Kerja di Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Kesdam I/BB Medan No Pertanyaan Sangat Setuju F% 1 Bekerja pada Rumah Sakit 13 23, ini membuat saya merasa 2 berguna di dalam kehidupan bermasyarakat 2 Atasan selalu memberi 0 0 perhatian pada perawat 3 Dalam menyelesaikan 0 0 masalah atasan bertindak bijaksana 4 Hubungan kerja antara 4 7,1 atasan dan bawahan baik dan tidak kaku Jawaban Setuju Tidak Setuju F%F% 22 39,3 19 33,9 Sangat Tidak Setuju F% 2 3,6 18 32,1 27 48,2 11 19,6 19 33,9 21 37,5 16 28,6 22 39,3 17 30,4 13 23,2 Universitas Sumatera Utara 5 Pemberian penghargaan 16 28,6 25 44,6 7 12,5 8 dapatmeningkatkan motivasi kerja 14,3 6 Prakarsa yang disampaikan oleh perawat akan dinilai positif oleh Atasan 7 Atasan memberikan pelatihan-pelatiahan kepada perawat untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan 8 Di rumah sakit ini standar prestasi jelas 9 Atasan selalu mengkomunikasikan dengan perawat segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha pencapaian tugas bidang keperawatan 10 Atasan selalu memberikan pujian bila ada perawat yang menjalankan tugas pekerjaan dengan memuaskan 11 Situasi lingkungan kerja baik dan menyenangkan 12 Sarana pendukung dan peralatan bekerja memadai 13 Hampir setiap pekerjaan dapat saya lakasanakan dengan baik dan menantang 14 Tugas dan tanggungjawab yang diberikan sesuai dengan pendidikan dan kemampuan saya 15 Hubungan kerja dengan sesama rekan kerja berjalan dengan baik 16 Besarnya gaji yang diperoleh sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan 0 0 0 2 0 1 2 2 1 3 2 0 16 28,6 25 44,6 15 0 22 39,3 20 35,7 14 0 11 19,6 18 32,1 27 3,6 12 21,4 27 48,2 15 0 9 16,1 31 55,3 16 1,8 23 41,1 28 50,0 4 3,6 14 25,0 24 42,8 16 3,6 14 25,0 24 42,8 16 1,8 20 35,7 28 50,0 7 5,4 23 41,1 19 33,9 11 3,6 11 17,8 22 39,3 21 26,8 25,2 48,2 26,8 28,6 7,1 28,6 28,6 12,5 17,8 37,5 Universitas Sumatera Utara 17 Saya memiliki peluang 1 1,8 21 37,5 26 46,4 8 14,3 untuk belajar hal-hal baru yang berhubungan dengan pekerjaan saya 18 Saya memiliki peluang 1 1,8 20 35,7 25 44,6 10 17,8 untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan saya 19 Saya berusaha untuk 3 5,3 22 39,3 18 32,1 13 23,2 memperbaiki kinerja saya sehingga menjadi lebih baik dari sebelumnya 20 Persaingan yang positip 5 8,9 22 39,3 17 30,4 12 21,4 dalam melaksanakan tugas mendorong saya untuk bekerja lebih baik lagi. 21 Saya menikmati kepuasan 5 8,9 14 25,0 22 39,3 15 26,8 dalam menyelesaikan pekerjaan yang sukar 22 Saya menikmati bekerja 13 23, 21 37,5 16 28,6 6 10,7 dengan secara tim 2 23 Sarana pendukung dan 1 1,8 19 33,9 20 35,7 16 28,6 peralatan bekerja memadai 24 Hampir setiap pekerjaan 3 5,4 26 46,4 20 35,7 7 12,5 dapat saya lakasanakan dengan baik dan menantang 25 Tugas dan tanggungjawab 2 3,6 17 30,4 19 33,9 18 32,1 yang diberikan sesuai dengan pendidikan dan kemampuan saya 26 Hubungan kerja dengan 1 1,8 18 32,1 27 48,2 10 17,8 sesama rekan kerja berjalan dengan baik 27 Besarnya gaji yang 9 16, 29 51, 13 23,1 5 8,9 diperoleh sesuai dengan 1 8 pekerjaan yang dilakukan 28 Saya memiliki peluang 8 14, 25 44, 14 25,0 9 16,1 untuk belajar hal-hal baru 3 6 yang berhubungan dengan pekerjaan saya 29 Saya memiliki peluang 4 7,1 19 33, 13 23,2 20 35,7 untuk mengembangkan 9 Universitas Sumatera Utara keterampilan dan kemampuan saya 30 Saya berusaha untuk 0 0 15 26, 25 44,6 16 28,6 memperbaiki kinerja saya 8 sehingga menjadi lebih baik dari sebelumnya Universitas Sumatera Utara
Analisis Pengaruh Budaya Organisasi dan Insentif Terhadap Kinerja Perawat Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Medan Bentuk-bentuk Kedisiplinan Tipe-Tipe Kedisiplinan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kedisiplinan Bentuk –Bentuk Pemberian Insentif Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kompetensi Hasil Penelitian 1. Gambaran Umum Rumah sakit Tk II Putri Hijau Hipotesis Penelitian Tempat dan Waktu Penelitian Populasi dan Sampel Karateristik Kompetensi Pengukuran Kompetensi Kedisiplinan X Kompetensi X Uji F Uji Simultan Serempak Uji t Uji Parsial Kerangka Berpikir Nisrul Irawati, SE, MBA Koefisien Determinasi R Uji Serempak Uji F Hipotesis Kedua Latar Belakang Nisrul Irawati, SE, MBA Penciptakan Budaya Organisasi. Mempertahankan Budaya Organisasi Pengertian Insentif Teori Insentif Pengertian Kedisiplinan Teori Kedisiplinan Pengertian Kinerja Teori Kinerja Pengertian Kompetensi Manfaat Kompetensi Pengukuran atau Penilaian Kinerja Tujuan Penilain Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Penelitian Terdahulu Syarat-Syarat dari Sistem Penilaian Kinerja Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Tipe Budaya Organisasi Fungsi Budaya Organisasi Tujuan dan Manfaat Insentif Uji F Uji Simultan Serempak Gain Sharing Uji Normalitas Uji Heteroskedastisitas Uji Parsial Hipotesis Kedua
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis Pengaruh Budaya Organisasi dan Insentif Terhadap Kinerja Perawat Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Medan

Gratis