Pengaruh Kompensasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT.Bhanda GharaReksa(Persero)Cabang Medan

Gratis

7
97
110
2 years ago
Preview
Full text

SKRIPSI PENGARUH KOMPENSASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. BHANDA GHARA

  BHANDA GHARA ABSTRAKJudul penelitian ini adalah “Pengaruh Kompensasi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Bhanda Ghara Reksa Cabang Medan.” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui danmenganalisis Pengaruh Kompensasi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Bhanda Ghara Reksa Cabang Medan. Pada pengujian koefisien determinasi yangdisesuaikan (Adjusted R Square) diperoleh nilai sebesar 0.971, yang memiliki arti bahwa variabel kinerja karyawan dipengaruhi oleh variabel kompensasi,keselamatan kerja dan kesehatan kerja sebesar 97.1% dan sisanya 2.9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

REKSA (PERSERO) CABANG MEDANOLEH SAID FAHRUL ROZI 070502100 PROGRAM STUDI STRATA-1 MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2013

  ABSTRAKJudul penelitian ini adalah “Pengaruh Kompensasi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Bhanda Ghara Reksa Cabang Medan.” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui danmenganalisis Pengaruh Kompensasi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Bhanda Ghara Reksa Cabang Medan. Pada pengujian koefisien determinasi yangdisesuaikan (Adjusted R Square) diperoleh nilai sebesar 0.971, yang memiliki arti bahwa variabel kinerja karyawan dipengaruhi oleh variabel kompensasi,keselamatan kerja dan kesehatan kerja sebesar 97.1% dan sisanya 2.9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

KATA PENGANTAR

  Alhamdulillah, puji dan syukur penulis ucapakan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya yang selalu menyertai penulis dalammenyelesaikan skripsi dengan baik. Terima kasih yang tak terkirasaya ucapkan kepada kedua orang tua tercinta papa Said Iskandar dan mamaWan Khabariah atas segala kasih sayang, doa dan dukungannya, sertakesabarannya selama ini.

8. Kepada kakak penulis Fitrah Maisarah, SE dan kedua adik penulis Fitri Aprilliani dan Khairunnisa atas dukungan selama ini

  99 ABSTRAKJudul penelitian ini adalah “Pengaruh Kompensasi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Bhanda Ghara Reksa Cabang Medan.” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui danmenganalisis Pengaruh Kompensasi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Bhanda Ghara Reksa Cabang Medan. Pada pengujian koefisien determinasi yangdisesuaikan (Adjusted R Square) diperoleh nilai sebesar 0.971, yang memiliki arti bahwa variabel kinerja karyawan dipengaruhi oleh variabel kompensasi,keselamatan kerja dan kesehatan kerja sebesar 97.1% dan sisanya 2.9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Pada PT Bhanda Ghara Reksa Cabang Medankeselamatan kerja karyawan sudah diatur oleh jaminan di Jamsostek, akan tetapi fasilitas gudang yang kurang layak, seperti kayu-kayu yang terlihat sudah keroposmasih dipakai di gudang-gudang tersebut. Apabila karyawan memerlukan fasilitas atas alat yang lebih canggih atau alat yang tidakada di Rumah Sakit tersebut maka karyawan harus menggunakan dana pribadi tanpa diganti oleh pihak PT Bhanda Ghara Reksa Cabang Medan.

1.2 Perumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Apakah Kompensasi,Keselamatan dan Kesehatan Kerja Karyawan Berpengaruh Positif terhadap Kinerja Karyawan pada PT Bhanda Ghara Reksa Cabang Medan?” 1.3 Tujuan PenelitianTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh Kompensasi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja Karyawan terhadap Kinerja Karyawan pada PT Bhanda Ghara Reksa Cabang Medan. Bagi PT Bhanda Ghara Reksa Cabang Medan Hasil penelitian ini dapat sebagai sumbangan pemikiran kepada para manajerdalam mengetahui pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja Karyawan terhadap Kinerja Karyawan pada PT Bhanda Ghara Reksa Cabang Medan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Uraian Teoritis

2.1.1 Kompensasi

  Kompensasi seringkali juga disebut penghargaan dan dapat didefinisikan sebagai setiap bentuk penghargaan yang diberikan kepada karyawan sebagai balasjasa atas kontribusi yang mereka berikan kepada organisasi (Panggabean, 2002:118). Werther dan Keith Davis kompensasi adalah apa yang seorang pekerja terima sebagai balasan dari pekerjaan yang diberikannya,baik upah per jam ataupun gaji periodik didesain dan dikelola oleh bagian personalia.

2. Menurut Andrew F. Sikula kompensasi adalah segala sesuatu yang dikonstitusikan atau dianggap segai suatu balas jasa atau ekuivalen

  Stabilitas Karyawan Dengan program kompensasi atas prinsip adil dan layak serta eksternalkonsistensi yang kompentatif maka stabilitas karyawan lebih terjamin karena turn-over relatif kecil. Pengaruh Serikat Buruh Dengan program kompensasi yang baik pengaruh serikat buruh dapatdihindarkan dan karyawan akan berkonsentrasi pada pekerjaannya.

2.1.2 Keselamatan Kerja

  Menurut Barthos (2004 : 137) menyatakan bahwa, kesejahteraan pekerja merupakan salahsatu tujuan yang hendak dicapai dalam dunia usaha baik itu pengusaha, pekerja itu sendiri maupun instansi-instansi pemerintah yang dalam tugas pokoknyamengelola sumber-sumber daya manusia dan pihak-pihak lain dari kelembagaan swasta. Kecelakaan industri ini secara umum dapat diartikan : “suatu kejadian yang tidak diduga semula dan tidak dikehendaki yang mengacaukanproses yang telah diatur dari suatu aktivitas”.

a. Faktor manusiany

  Menurut Husni (2005:140), kesehatan kerja adalah bagian dari ilmu kesehatan yang bertujuan agar tenaga kerja memperoleh keadaan kesehatan yangsempurna baik fisik, mental, maupun sosial sehingga memungkinkan dapat bekerja secara optimal. Kesehatan fisik (Physical Health) 1)Pemeriksaan fisik prapenempatan 2)Pemeriksaan fisik secara berkala untuk setiap karyawan 3)Pemeriksaan fisik berkala secara sukarela untuk setiap karyawan 4)Klinik medis yang mempunyai staf dan perlengkapan yang baik 5)Tersedianya tenaga medis dan ahli hygiene industri yang terlatih 6)Perhatian yang sistematik dan preventif yang dicurahkan pada tekanan dan ketegangan industrial 7) Pemeriksaan secara berkala dan sistematis atas ketentuan sanitas yangtepat.

2.1.4 Kinerja

  Menurut Rivai (2004:309) bahwa kinerja adalah perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawansesuai dengan perannya dalam perusahaan. Menurut Rivai (2005:20-21) menyatakan bahwa agar penilaian kinerja tidak bias dan dapat mencapai sasaransesuai yang dikehendaki oleh perusahaan, maka perlu ditetapkan, disepakati, dan dikethui faktor-faktor yang akan dinilai/dievaluasi sebelumnya sehingga setiapkaryawan yang ada dalam perusahaan telah mengetahui dengan pasti faktor-faktor apa yang akan dinilai.

a. Who?

  Pertanyaan ini mencakup hal-hal berikut ini:1) Objek atau materi yang dinilai, antara lain hasil kerja, kemampuan sikap,kepemimpinan kerja dan motivasi kerja (atau disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan). 2) Dimensi waktu, yaitu kinerja yang dicapai pada saat ini (currentperformance), dan potensi yang dapat dikembangkan pada waktu yang akan datang (future potential).

d. When?

e. Where? Penilaian kinerja dapat dilakukan pada dua tempat berikut ini

  Waktu pelaksanaan penilaian kinerja dapat dilakukan secara formal dan informal.1) Penilaian kinerja secara formal dilakukan secara periodik, seperti setiap hari,minggu, bulan, triwulan, semester atau setiap tahun.2) Penilaian kinerja secara informal dilakukan secara terus menerus dan setiapsaat atau setiap hari kerja. 1) Di tempat kerja (on the job evaluation)Pelaksanaan penilaian kinerja di tempat kerja yang bersangkutan, atau di tempat lain yang masih dalam lingkungan perusahaan itu.

2.2 Penelitian Terdahulu

  Penelitian yang dilakukan oleh Jayanti (2008) dengan judul penelitian, “Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Kinerja KaryawanPada PT Adhi Karya Kawasan Medan (Plant Patumbak)” menunjukkan bahwa variabel bebas, yaitu Keselamatan (X ) dan Kesehatan Kerja (X ) berpengaruh 1 2 2 sebesar 40,7% yang dapat dilihat pada hasil pengujian Adjusted R . Penelitian yang diulakuakan oleh Dewi (2006) dengan judul penelitian, “Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja Karyawan Pada PT EcogreenOleichemicals Medan Plant” memperoleh hasil bahwa F hitung 18,547 > F tabel 3,32 yang artinya hipotesis dalam penelitian ini diterima, yaitu Keselamatan (X ) dan 1 Kesehatan Kerja (X 2 ) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada PT Ecogreen Oleochemicals Medan Plant.

2.3 Kerangka Konseptual

  Menurut Husni (2005:140), kesehatan kerja adalah bagian dari ilmu kesehatan yang bertujuan agar tenaga kerja memperoleh keadaankesehatan yang sempurna baik fisik, mental, maupun sosial sehingga memungkinkan dapat bekerja secara optimal. Kompensasi seringkali juga disebut penghargaan dan dapat didefinisikan sebagai setiap bentuk penghargaan yang diberikan kepada karyawan sebagai balasjasa atas kontribusi yang mereka berikan kepada organisasi (Panggabean, 2002:118).

2.4 Hipotesis

Dari perumusan masalah yang telah ditetapkan, maka hipotesis atas penelitian ini adalah: “Kompensasi, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja KaryawanBerpengaruh Positif dan Signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada PT Bhanda Ghara Reksa Cabang Medan.”

BAB II I METODE PENELITIAN

  3 ) Kesehatan Kerja (XKesehatan Kerja merupakan bagian dari ilmu kesehatan yang bertujuan agar tenaga kerja memperoleh keadaan kesehatan yang sempurna baik fisik, mental, maupun sosialsehingga memungkinkan karyawan PT Bhanda Ghara Reksa Cabang Medan dapat bekerja secara optimal. Kinerja Karyawan (Y) Kinerja Karyawan adalah perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagaiprestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam PT Bhanda Ghara Reksa Cabang Medan.

3.5 Skala Pengukuran Variabel

  Dalam hal ini pengukuran yang digunakan oleh penulis untuk mengetahui masing-masing variabel X1 (kompensasi), X2 (keselamatan), X3 (kesehatan kerja) danvariabel Y (Kinerja Karyawan) adalah skala likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentangfenomena sosial (Sugiyono, 2006: 86).

3.6 Populasi Dan Sampel

a. Populasi

  Menurut Sugiyono (2006:72) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek yang memepunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang dapat ditetapkanoleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Karyawan PT Bhanda Ghara Reksa Cabang Medan yang berjumlah 154 orang.

b. Sampel

  Menurut Sugiyono (2006:73) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan rumus Slovin dalam Ginting dan Situmorang (2008:137), yaitu :Keterangan : n = jumlah sampelN = ukuran populasi e = standard error (10%) = 60,6Dari seluruh populasi yang berjumlah 154 orang karyawan PT Bhanda Ghara Reksa Cab.

3.7 Jenis Data

  Kuesioner Peneliti menyebarkan daftar pernyataan kepada karyawan tetap PT Bhanda GharaReksa Cabang Medan yang menjadi sampel atau responden dalam penelitian ini. Uji validitas ini dilakukan kepada 30 responden diluar dari pada sampeldan dilakukan di PT Bhanda Ghara Reksa Cabang Medan di luar sampel.

3.11 Teknik Analisis Data

  H : b1 = b2 = b3 = 0o Artinya secara bersama-sama tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari vaiabel bebas (X1, X2, dan X3) yaitu berupa variabelKompensasi, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja terhadap Kinerja Karyawan yaitu variabel terikat (Y). Kriteria pengujiannya sebagai berikut : H O : b1 = b2 = b3 = 0 Artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan darivariabel bebas (X1, X2, dan X3) yaitu berupa variabel Kompensasi, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja terhadap Kinerja Karyawan yaitu variabelterikat (Y).

2 Koefisien determinasi (R ) pada intinya mengukur seberapa besar kemampuan

  Hal ini berarti model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas yang diteliti terhadap 2variabel terikat. Hal ini berarti model yang digunakan tidak kuat untuk menerangkan pengaruh pada variabel bebas yang diteliti terhadapvariabel terikat.

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

  26 Tahun 1976 mengemban misi turutmenunjang kebijaksanaan pemerintah dan membantu pelaku bisnis dan industri, Khususnya di bidang penyelenggaraan jasa penyewaan dan pengelolaan ruanganserta proses pengiriman barang dcengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip pengelolaan usaha yang sehat dari UU Perseroan Terbatas. Agar data yang diperoleh valid dan reliabel maka dilakukan uji validitas dan reliabilitas.

4.2.1 Uji Validitas

  X1P3 0.660 0.361 Valid X1P2 0.501 0.361 Valid X1P1 0.616 0.361 Valid Tabel 4.1 Uji Validitas Butir Pertanyaan r hitung r tabel Keterangan Penyebaran kuesioner khusus dalam uji validitas dan reliabilitas diberikan kepada 30 orang responden diluar dari responden penelitian yang hasilnya dapatdilihat pada Tabel 4.1. Tabel 4.1 menunjukkan bahwa butir pertanyaan X1P1-X1P4, X2P1-X2P5 X3P1-X3P3, YP1-YP6 valid karena r hitung > r tabel yang dapat dilihat dari r hitung padacorrected item total correlation yang pada keseluruhan butir lebih besar dari r tabel (0,361).

4.2.2 Uji Reliabilitas

  Menurut Ghozali dan Kuncoro (Situmorang dkk, 2010:75) butir pertanyaan yang sudah dinyatakan valid dalam uji validitas akan ditentukanreliabilitasnya dengan kriteria sebagai berikut: a. Menurut Kuncoro jika nilai Cronbach’s alpha > 0.80 Tabel 4.2 Reliability Statistics Cronbcah’s alpha N of Item .914 18 Sumber: Penelitian (Desember, 2013) Pada Tabel 4.2 terlihat bahwa nilai cronbach's alpha 0,914 > 0,60 dan0,914 > 0,80 maka ke 18 pernyataan dinyatakan reliabel dengan kriteria tersebut.

4.3 Metode Analisis Data

4.3.1 Analisis Deskriptif

  Pada penelitian ini akan dijelaskan secara deskriptif persentase hasil penelitian setiap pengaruh Kompensasi, Keselamatan dan Kesehatan Kerjaterhadap Kinerja Karyawan pada PT Bhanda Ghara Reksa Cabang Medan. Jumlah pernyataan seluruhnya adalah 4 (empat) butir variabel Kompensasi (X ), 5 (lima) 1 butir variabel Keselamatan (X 2 ), dan 3 (tiga) butir variabel Kesehatan Kerja (X3), dan 6 (enam) butir pernyataan variabel Kinerja Karyawan (Y), jadi jumlah seluruh pernyataan adalah 18 (delapan belas) butir.

4.3.1.1 Variabel Kompensasi sebagai variabel X

  Pada pertanyaan kedua (PT Bhanda Ghara Reksa Cabang Medan selalu memberikan tunjangan yang sesuai kepada seluruh karyawan) sebanyak 30 orangatau 49.2% yang menyatakan sangat setuju, 27 orang atau 44.3% menyatakan setuju, 2 orang atau 3.3% menyatakan kurang setuju dan 2 orang atau 3.2%menyatakan tidak setuju. Pada pertanyaan ketiga (Setiap ada pekerjaan tambahan di luar pekerjaan pokok, maka akan selalu ada insentif dari PT Bhanda Ghara Reksa CabangMedan) sebanyak 33 orang atau 54.1% yang menyatakan sangat setuju, 21 orang atau 34.4 % menyatakan setuju, 6 orang atau 9.8% menyatakan kurang setuju, dan 1 orang atau 1.6% menyatakan tidak setuju.

4.3.1.3 Kesehatan Kerja sebagai Variabael X

  Pada pertanyaan ketiga (PT Bhanda Ghara Reksa Cabang Medan merupakan tempat kerja yang bersih) sebanyak sebanyak 31 orang atau 50.8% yangmenyatakan sangat setuju, 17 orang atau 27.9% menyatakan setuju, 12 orang atau 19.7% menyatakan kurang setuju, dan 1 orang atau 1.6% menyatakan tidak setuju. Pada pertanyaan keenam (Saya selalu memenuhi target yang diberikan PT Bhanda Ghara Reksa Cabang Medan) sebanyak 25 orang atau 41.0% yangmenyatakan sangat setuju, 30 orang atau 49.2% menyatakan setuju, 3 orang atau 4.9% menyatakan kurang setuju, dan 3 orang atau 4.9% menyatakan tidak setuju.

4.3.2.1 Uji Normalitas

  Uji normalitas dapatdilakukan dengan analisis grafik dilihat dari titik-titik yang menyebar di sekitar garis diagonal yakni distribusi data dengan bentuk lonceng dan distribusi datatersebut tidak menceng ke kiri atau menceng ke kanan. Hasil dari output SPSS terlihat seperti Gambar 4.1 dan Gambar4.2: Gambar 4.1 Histogram Uji Normalitas Sumber: Hasil Penelitian (2013) Gambar 4.2 Plot Uji Normalitas Sumber: Hasil Penelitian (2013)Berdasarkan Gambar 4.1 dapat diketahui bahwa variabel berdistribusi normal, hal ini ditunjukkan oleh data tersebut tidak menceng ke kiri atau ke kanan, sedangkanpada Gambar 4.1 dapat juga terlihat titik yang mengikuti data di sepanjang garis diagonal, hal ini berarti data berdistribusi normal.

4.3.2.2 Uji Heteroskedastisitas

  Jika varians dariresidual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresiyang baik adalah yang homokedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas.

1) Metode Grafik

  Dasar analisis adalah jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadiheteroskedastisitas, sedangkan jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang yang ada membentuk pola tertentu yang teratur, maka mengindikasikan telah terjadiheteroskedastisitas. Gambar 4.3 Scatterplot Sumber: Hasil Penelitian (2013) Berdasarkan Gambar 4.3 dapat terlihat bahwa tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, makaberdasarkan metode grafik tidak terjadi heteroskedastistas pada model regresi.

2) Uji Glejser

  Error Beta T Sig.1 (Constant) .992 .345 2.879 .006 Kompensasi -.009 .040 -.063 -.228 .820 Kesehatan .004 .027 .038 .151 .880 Keselamatn_Kerja -.032 .042 -.168 -.764 .448 Sumber: Hasil Penelitian (2013)Kriteria pengambilan keputusan dengan uji glejser sebagai berikut: a. Jika nilai signifikansi<0,05 maka mengalami gangguan heteroskedastisitas Tabel 4.8 memperlihatkan bahwa tidak satupun variabel independen yang signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen absolut Ut (Absut).

4.3.2.3 Uji Multikolinearitas

  Nilai VIF dari variabel Kompensasi dan variabel Keselamatan lebih kecil atau dibawah 5 (VIF<5), ini berarti tidak terdapat multikoliniaeritas antar variabelindependen dalam model regresi. Nilai Tolerance dari variabel Kompensasi dan Keselamatan lebih besar dari 0,1 (Nilai Tolerance > 0,1) ini berarti tidak terdapat multikolinieritas antar variabelindependen dalam model regresi.

4.3.3 Analisis Regresi Linier Berganda

  Analisis Regresi linier Berganda ditujukan untuk mengetahui pengaruh atau hubungan variabel bebas (X 1 , X 2, dan X 3 ) berupa variabel Kompensasi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta variabel terikat (Y) berupa Kinerja Karyawan, maka untuk memperoleh hasil yang lebih akurat, penulismenggunakan bantuan program software SPSS (Statistik Product and ServiceSolution) versi 16.0 dari Tabel coefficient maka dihasilkan output pada Tabel 4.10. Tabel 4.10 Analisis Regresi Linear Berganda a CoefficientsStandardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model B Std.

a. Konstanta (a) = -0,547. Ini mempunyai arti bahwa variabel Kompensasi dan Keselamatan dianggap konstan maka Kesehatan Kerja (Y) sebesar -0,547

  Ini mempunyai arti bahwa setiap terjadi peningkatan variabel Kompensasi sebesar 1 satuan, maka Kesehatan Kerja akanmeningkat sebesar 0,275. Ini mempunyai arti bahwa setiap terjadi peningkatan variabel Keselamatan sebesar 1 satuan, maka Kesehatan Kerja akanmeningkat sebesar 0,488.

4.3.3.1 Pengujian Koefisien Determinasi (R )

  2 Pengujian koefisien determinasi (R ) bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel bebas menjelaskan variabel terikat. Semakin mendekati nol berarti model tidak baik atau variasi model dalam menjelaskan dengan sangat terbatassebaliknya semakin mendekati satu maka suatu model akan semakin baik.

a. Predictors: (Constant), Keselamatn_Kerja, Kesehatan, Kompensasi

  Sumber: Hasil Penelitian (2013)Berdasarkan Tabel 4.11 dapat terlihat bahwa: 1) R sebesar 0.986 berarti hubungan antara variabel Kompensasi (X 1 ), variabel Keselamatan (X 2 ) dan Kesehatan Kerja (X 3 ) terhadap Kinerja Karyawan (Y) sebesar 98,6%. Sedangkan sisanya 2,8% dapatdijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti oleh penelitian ini.3) Standard Error of the Estimated (standar deviasi) bernilai 0,65541 yang berarti model dinilai cukup baik karena semakin kecil standar deviasi berarti model akansemakin baik.

4.3.3.2 Uji Signifikan Simultan (Uji-F)

  Uji F (uji serentak) dilakukan untuk melihat secara bersama-sama pengaruh atau hubungan positif dan signifiken variabel bebas (X 1 , X 2 dan X 3 ) berupa variabel Kompensasi (X , variabel Keselamatan (X ) dan Kesehatan Kerja 1) 2 (X 3 ) terhadap Kinerja Karyawan (Y) . Model hipotesis yang digunakan dalam Uji F ini adalah sebagai berikut: H : b 1 = b 2 = 0, Artinya secara serentak tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan dari variabel bebas (X 1 , X 2 dan X 3 ) berupa berupa variabel Kompensasi (X 1) , variabel Keselamatan (X 2 ) dan Kesehatan Kerja (X 3 ) terhadap Kinerja Karyawan (Y).

4.3.3.3 Uji Signifikan Parsial (Uji-t)

  Uji t dilakukan untuk menguji secara parsial variabel bebas yang terdiri dari variabel variabel Kompensasi (X ), variabel Keselamatan (X ) dan Kesehatan 1 2 Kerja (X 3 ) terhadap Kinerja Karyawan (Y). Model hipotesis yang akan digunakan adalah sebagai berikut: H : b1 = b2 = b3 = 0, artinya variabel bebas yang terdiri dari variabelKompensasi (X 1 ), variabel Keselamatan (X 2 ) dan Kesehatan Kerja (X 3 ) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Karyawan sebagai variabel terikat (Y).

4.4 Pembahasan

  Hal ini terbukti dari hasil peneloitian dari penelitian ini yaitu kompensasi berpengaruhpositif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT Bhanda Ghara Reksa Cabang Medan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwakeselamatan kerja karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT Bhanda Ghara Reksa Cabang Medan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  Faktor kompensasi, keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT Bhanda Ghara Reksa (Persero)Cabang Medan. 3 ) paling dominan berpengaruh terhadap kinerja Variabel Kesehatan (X karyawan PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) Cabang Medan., sehinggadisarankan kepada pemimpin PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) Cabang Medan untuk meningkatkan variabel kompensasi (X 1 ) dan keselamatan kerja (X 2 ) untuk karyawannya.

2. Diharapkan kepada karyawan PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) Cabang Medan untuk tetap konsisten dalam mempertahankan kesehatan kerja mereka

  3. Penelitian ini menggunakan tiga variabel bebas untuk mengukur kinerja karyawan, sehingga disarankan bagi peneliti selanjutnya diharapkan memperhatikan variabel tersebut dengan mengembangkan indikator-indikator atau menambahkan variabel lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

  Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja Karyawan (K3) Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Adhi Karya Kawan Medan (Plant Patumbak).

GHARA REKSA CABANG MEDAN

  PT Bhanda Ghara Reksa Cabang 2 Medan selalu memberikantunjangan yang sesuai kepada seluruh karyawan. Setiap ada pekerjaan tambahan di luar pekerjaanpokok, maka akan selalu ada insentif dari PT Bhanda GharaReksa Cabang Medan PT Bhanda Ghara Reksa Cabang 4.

3. Variabel Kesehatan Kerja(X 3 ) NO Pernyataan STS TS KS S SS

1. Di PT Bhanda Ghara Reksa

4. Variabel Kinerja Karyawan (Y)

  PT Bhanda Ghara Reksa Cabang 2. Saya selalu memenuhi target yang 6.diberikan PT Bhanda Ghara Reksa Cabang Medan.

LAMPIRAN II OUTPUT SPSS 16.00 UJI DESKRIPTIF

  X1P4 61 MissingFrequency Table 61 61 61 61 61 61 X2P3 N Valid X2P2 X2P1 X1P3 Frequencies NotesOutput Created X1P2 X1P1 Resources Processor Time00:00:00.015 Elapsed Time00:00:00.016 [DataSet0] X3P2 X3P3 Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Y6 /ORDER=ANALYSIS. Syntax 61 Missing Value Handling Definition of Missing User-defined missing values are treated as missing.

X1P2

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid tidak setuju 2 3.3 3.3 3.3 kurang setuju 2 3.3 3.3 6.6 setuju 27 44.3 44.3 50.8 sanagat setuju 30 49.2 49.2 100.0 Total61 100.0 100.0

X1P3

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid tidak setuju 1 1.6 1.6 1.6 kurang setuju 6 9.8 9.8 11.5 setuju 21 34.4 34.4 45.9 sanagat setuju 33 54.1 54.1 100.0 Total61 100.0 100.0

X1P4

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent 3 4.9 4.9 4.9 kurang setuju 5 8.2 8.2 13.1 setuju 24 39.3 39.3 52.5 sanagat setuju 29 47.5 47.5 100.0 Total61 100.0 100.0

X2P1

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid sangat tidak setuju 2 3.3 3.3 3.3 tidak setuju 1 1.6 1.6 4.9 kurang setuju 2 3.3 3.3 8.2 setuju 11 18.0 18.0 26.2 sanagat setuju 45 73.8 73.8 100.0 Total61 100.0 100.0

X2P2

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid tidak setuju 3 4.9 4.9 4.9 kurang setuju 3 4.9 4.9 9.8 setuju 13 21.3 21.3 31.1 sanagat setuju 42 68.9 68.9 100.0 Total61 100.0 100.0

X2P3

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid tidak setuju 3 4.9 4.9 4.9 setuju 28 45.9 45.9 50.8 sanagat setuju 30 49.2 49.2 100.0 Total61 100.0 100.0

X2P4

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid tidak setuju 3 4.9 4.9 4.9 kurang setuju 2 3.3 3.3 8.2 setuju 39 63.9 63.9 72.1 sanagat setuju 17 27.9 27.9 100.0 Total61 100.0 100.0

X2P5

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid tidak setuju 1 1.6 1.6 1.6 kurang setuju 6 9.8 9.8 11.5 setuju 41 67.2 67.2 78.7 sanagat setuju 13 21.3 21.3 100.0 Total61 100.0 100.0

X3P1

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid tidak setuju 1 1.6 1.6 1.6 kurang setuju 12 19.7 19.7 21.3 setuju 32 52.5 52.5 73.8 sanagat setuju 16 26.2 26.2 100.0 Total61 100.0 100.0

X3P2

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid tidak setuju 3 4.9 4.9 4.9 kurang setuju 8 13.1 13.1 18.0 setuju 34 55.7 55.7 73.8 sanagat setuju 16 26.2 26.2 100.0 Total61 100.0 100.0

X3P3

  ReliabilityNotes Output Created19-Nov-2013 11:48:51 Comments Input Active Dataset DataSet0 Filter <none>Weight <none> Split File <none>N of Rows in Working Data File 30 Matrix Input Missing Value Handling Definition of Missing User-defined missing values are treated asmissing. Resources Processor Time00:00:00.032 Elapsed Time00:00:00.015 [DataSet0] Scale: PENGARUH KOMPENSASI, KESELAMATAN KERJA DAN KESEHATAN TERHADAP KINERJA PADA KARYAWAN PT BHA NDA GHARA REKSA CABANG MEDAN Case Processing SummaryN % Cases Valid 30 100.0 Excludeda .0 Total30 100.0 a.

X1P1 4.1333 .62881

30 X3P3 4.1333 .57135 30 Item-Total Statistics 30 YP6 4.2667 .63968 30 YP5 3.9000 .80301 30 YP4 4.1667 .69893 30 YP3 4.1333 .73030 30 YP2 4.1000 .80301 30 YP1 4.3000 .70221 30 X1P2 4.0667 .82768 30 X1P3 4.0667 .58329 30 X3P1 3.8667 .81931 30 X2P5 4.1333 .81931 30 X2P4 4.2333 .67891 30 X2P3 4.3333 .60648 30 X2P2 4.3000 .65126 30 X2P1 4.0667 .69149 30 X1P4 4.1000 .66176 30 X3P2 4.1667 .59209 Corrected Item-Total CorrelationCronbach's Alpha if Item Deleted X1P1 70.3333 58.092 .616 .908 X1P2 70.4000 57.421 .501 .912 X1P3 70.4000 58.179 .660 .908 X1P4 70.3667 57.482 .645 .908 X2P1 70.4000 56.386 .725 .905 X2P2 70.1667 56.971 .712 .906 X2P3 70.1333 58.051 .647 .908 X2P4 70.2333 57.289 .647 .907 X2P5 70.3333 56.023 .628 .908 X3P1 70.6000 58.731 .398 .915 X3P2 70.3000 58.079 .661 .908 X3P3 70.3333 58.368 .653 .908 YP1 70.1667 56.006 .751 .904 YP2 70.3667 57.275 .533 .911 YP3 70.3333 58.575 .473 .912 YP4 70.3000 59.597 .399 .914 YP5 70.5667 58.599 .419 .914 YP6 70.2000 58.028 .611 .908Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 74.4667 64.395 8.02467 18 LAMPIRAN IV

OUTPUT SPSS 16.00 UJI SAMPLE

  Dependent Variable: absuta Coefficient Correlations Model Keselamatn_Kerja Kesehatan Kompensasi 1 Correlations Keselamatn_Kerja 1.000 -.196 -.484 Kesehatan -.196 1.000 -.631Kompensasi -.484 -.631 1.000 Covariances Keselamatn_Kerja .002 .000 .000Kesehatan .000 .001 .000 Kompensasi .000 .000 .002a. Distance .068 18.534 2.951 3.744 61 Cook's Distance .000 .166 .017 .031 61 Centered Leverage Value .001 .309 .049 .062 61 Charts RegressionNotes Output Created26-Dec-2013 20:32:43 Comments Input Active Dataset DataSet0 Filter <none>Weight <none> Split File <none>N of Rows in Working Data File 61 Missing Value Handling Definition of Missing User-defined missing values are treated as missing.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pengaruh Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktifitas Kerja Karyawan
3
74
136
Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) Pada Kebun TG. Pagar Marbau
1
53
138
Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Serta Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Coca Cola Amatil Indonesia
7
95
127
Pengaruh Program Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Waskita Karya Medan
11
149
138
Pengaruh Kompensasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT.Bhanda GharaReksa(Persero)Cabang Medan
7
97
110
Pengaruh Kesehatan dan Keselamatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Rumah Sakit Malahayati Medan
38
241
123
Pengaruh Pemberian Kompensasi Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada PT Telkomsel Cabang Medan
10
59
106
Pengaruh Pemberian Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Carsurindo Superintendent Medan
11
86
107
Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Adhi Karya Kawasan Medan (Plant Patumbak).
9
112
75
Pengaruh Jaminan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. PERTAMINA Unit Pemasaran - 1 Medan
1
32
117
Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Ecogreen Oleochemicals Medan Plant
1
51
109
Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Serta Lingkungan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa Medan
27
146
154
Peningkatan Kinerja Karyawan Melalui Program Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) Dan Kebijakan Kompensasi Pada PT. Trisakti Manunggal Perkasa Internasional Bandung
0
7
1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Uraian Teoritis 2.1.1 Keselamatan Kerja 2.1.1.1 Pengertian Keselamatan Kerja - Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) Pada Kebun TG. Pagar Marbau
0
0
26
Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) Pada Kebun TG. Pagar Marbau
0
0
14
Show more