Humanopolis

 1  11  93  2017-04-13 18:14:25 Report infringing document

KATA PENGANTAR

  Dari segi kuantitas tentu saja dilihat dari jumlah pemakai bangunan atau Ilustrasi 3 – South Bank Brisbane, Pedestrian di Pinggir Sungai Brisbane pikiran yang timbul yaitu bagaimanakah cara merancang desain yang manusiawi terutama di kawasan komersial yang biasanya serba masif dan tertutup, sehingga manusia merasanyaman dan menjadi satu kesatuan terhadap lingkungan binaan. Konsep diatas sejalan dengan gagasan Peter Hall yaitu perencanaan Humanopolis seperti disebutkan Budihardjo dan Hardjohubojo (2009) dalam bukunya yaitu sebagairancangan kota yang lembut dan manusiawi, dengan menyembuhkan luka-luka yang diakibatkan oleh perlakuan manusia yang sewenang-wenang terhadap alam dan mengolah3 hubungan manusia dengan lingkungan binaannya secara lebih akrab.

4 Artikel Jan Gehl, http://denmark .dk /en/green-liv ing/bicy cle-culture/the-cities-of-the-future-

  Dengan berbagai pertimbangan yang sudah disebutkan diatas, maka pembangunan kawasan komersil yang manusiawi serta terintegrasi dengan ruang terbuka publik dankawasan muka sungai dapat menjadi solusi alternatif untuk mengatasi masalah perkotaan sekaligus menjadi gaya hidup baru yang lebih sehat, modern, dan ramah terhadaplingkungan. Pendekatan desain yang mengandung kaidahHumanopolis pada konteks ini adalah salah satu cara yang tepat untuk memecahkan masalah yang ada, terutama karena melihat fungsi komersil campuran yang direncanakan.

BAB 1 Langkah Awal Cuaca panas kota Medan di siang hari merupakan tantangan besar untuk

  Sebenarnya, masih banyak sekali hal-hal yang dibahas Berdasarkan data BPS tahun 2012 - http://sumut.bps.go.id/?opt=1&qw=tstasek&kd=2401 Setelah briefing selesai, penulis bersamadengan kolega berangkat siPodomoro Tapakta menuju tapak proyek yang eCity Proyekg e V telah ditentukan untuk melakukan observasi dan Deli melihat langsung keadaan Maskapai Residensial tapak yang berada di Jl. Pembahasan ini berlanjut sampai bagaimana etnis Tionghoa dan India datang ke kota Medan (Deli), serta transmigrasi besar-besaran dari pulau Jawayang merupakan permulaan munculnya orang yang sekarang disebut Jawa Deli (orangJawa yang menetap kemudian memiliki keturunan yang lahir di Deli).

BAB 2 Ruang Publik, Ruang Untuk Semua Dinginnya udara pagi kota Medan membuat tubuh dan mata terasa berat untuk meninggalkan kasur yang walaupun tidak mewah, tapi cukup nyaman bagi penulis. Waktu sudah menunjukan pukul 5.45 pagi, tapi rasa lelah setelah beraktivitas seharian

  Dalam pikiran tiba-tiba penulis terbayang bagaimana di setiap pagi yang dingin seperti ini masyarakat urban di Jakartaharus bangun jauh lebih awal daripada penulis sekarang untuk berangkat ke kantor atau sekolah dan menghindari kemacetan yang pada kenyataannya tetap tidak terhindari juga. Aspek pertama yang akan dianalis adalah masalahakses menuju tapak, hal ini membawa penulis ke memori 7 tahun yang lalu saat penulis mengunjungi salah satu kota di Australia.

9 Walkcore – Measure walkability score - http://www.walkscore.com/methodology.shtml

  Banyaknya generator aktivitas disana serta dikombinasikan dengan mudahnya dan nyamannya akses menjadi faktor yang sangat besar bagaimana sebuah tempat bisamemiliki tingkat okupansi yang tinggi dan tetap nyaman digunakan. Keragaman ini juga menunjukan bahwa Ilustrasi 13 – Festival Sebagai Generator Aktivitas10 ruang terbuka publik tersebut secara desain telah sukses dan dapat menjadi acuan untuk desain ruang terbuka yang baik.

10 Project for Public Spaces | What Mak es a Successful Place? -

http://www.pps.org/reference/grplacefeat/5/6

BAB 3 Membangun Ruang Terbuka yang Manusiawi Sebuah kota yang ramah dan manusiawi merupakan kota yang mudah untuk

  Dalam beberapa dekade terakhir, desain bangunan memiliki kecenderungan bentang yang lebih lebar dan pintu masuk utamanya menjadi lebih minimalis atau12 dipindahkan dari depan jalan besar ke area parkir. Terbentuknya banyak ruang mati pada pedestrian daribangunan yang masif menyebabkan jalan untuk manusia terasa sangat sempit, selain itu bentuk bangunan yang masif juga mengesankan bangunan menjadi monoton dan kurangvariatif.

11 Louise Kielgast, Gehl Architects – The Cities of The Future are People-Friendly City -

  Dalam kasus bangunankomersil fasade bangunan yang berukuran masif dapat dipecah menjadiretail-retail yang lebih kecil sehingga bangunan yang sebenar nya merupakansatu kesatuan yang besar menjadi kumpulan atau deretan retail yang lebih Ilustrasi 14 – Sempadan Bangunan yang Dimundurkan, serta Bangunan yang Dibagi Menjadi Beberapa Segmen manusiawi dan ramah terhadap pengguna. Konsep Humanopolis yang menekankan pentingnya sebuah kota memilikiinterkoneksi antara satu bangunan ke bangunan lainnya dalam bentuk pedestrian yang terstruktur serta penggunaan berbagai elemen-elemen penghias citra kota seperti lamputaman, bangku, rerumputan, patung, air mancur dan sebagainya untuk melembutkan kota dari citra masif dan menekan.

17 Artikel Info Bisnis Internasional -

  -http://bulletin.penataanruang.net/index.asp?mod=_fullart&idart=126 Untuk menjembatani sebuah ruang terbuka yang inklusif, alami, cair dan memiliki tingkat sosial yang tinggi, maka penulis berpikiran bagaimana mendesainsebuah shopping mall dan kantor yang terintegrasi, tetapi juga menyediakan ruang terbuka yang cukup dan dapat menjadi sarana berekspresi dan bersosialisasi bagimasyarakat dan penggunanya. Penggunaan pusat perbelanjaan sebagai tempat rekreasi dan kegiatan sosial merupakan wujud yang sangat nyata kebutuhan masyarakatterhadap ruang publik, dengan landasan inilah maka desain yang yang penulis buat adalah pusat perbelanjaan yang memiliki sifat terbuka ( open), mudah dicapai (accessble), dan friendly).

19 Disadur dari jurnal Project for Public Spaces, http://www.pps.org/reference/grplacefeat/

BAB 4 Menggubah Rasa Menjadi Massa Bayangan dari tujuan desain mulai dapat dirasakan dan tervisualisasikan di dalam

  Menurut penulis ide tersebut cukup menarik, tetapi dalam konteksHumanopolis, konsep tersebut kurang kuat dan tidak memiliki dasar yang jelas, hal ini sangat jelas karena menurut interpretasi penulis, Humanopolis merupakan satu temayang memiliki orientasi besar terhadap manusia secara keseluruhan, sehingga bentukan bangunan bukanlah sekedar interpretasi bentuk yang sempit, tetapi harus memiliki alasantersendiri yang sesuai unsur-unsur Humanopolis. Setiap menit yang dilalui sangatlah berhargadan tidak boleh disia-siakan begitu saja, sehingga ketidakmampuan penulis dalam menginterpretasikan tema yang sebelumnya telah penulis tentukan dan pilih sendirimerupakan sebuah pukulan telak serta halangan yang sangat menghambat proses desain bangunan di Studio Perancangan Arsitektur 6 yang harus penulis selesaikan segera.

BAB 5 Memulai Kembali, Mencari Benang Merah Perjalanan panjang ini berlanjut kembali setelah satu minggu sebelumnya

  Secara psikis, pengguna bangunan yang menggunakan zona ini harusmerasa aman (sesuai faktor dalam hierarki kebutuhan Maslow, yaitu safety) baik secara fisik yaitu dia merasa aman dari tindak kriminal, aman dari kecelakaan yang mungkinterjadi, serta secara ekonomi harus merasa aman yang diwujudkan dalam bentuk rasa aman saat mengunjungi dan menggunakan tempat tanpa harus takut kehabisan atau tidakcukup uang untuk menikmati fasilitas-fasilitas dasar. Area Ilustrasi 23 - Gubahan Massa Awal, Pembagian Sesuai Zona perkantoran yang berbasis produktivitas dan panggilan jiwa untuk memenuhi potensi diri akan diberikan fasilitas-fasilitas yang khusus seperti area video game, common roomuntuk interaksi, sky garden, sky cafe, dan fasilitas lainnya sehingga kantor ini menjadi nyaman dan memiliki tipologi kantor pada umumnya yang sangat tertutup dan terasaseperti penjara.

31 THE CITIES OF THE FUTURE ARE PEOPLE-FRIENDLY CITIES - http://denmark .dk

  /en/green-liv ing/bicy cle-culture/the-cities-of-the-future-are-people-friendly -cities/ Pedestrian yang mengelilingi tapak dan bangunan ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas untuk melakukan aktivitas outdoor seperti lapangan futsal,lapangan basket dan area pedagang kaki lima di sepanjang jalan. Sudut pandang kita terhadap kritik yang diberikan tentunya mempengaruhibagaimana sebuah kritik itu diartikan dan dapat menjadi kesempatan yang besar bagi diri kita terus untuk berkembang dan menjadi lebih baik lagi.

BAB 6 Sistem atau Desain Sekitar 2 tahun yang lalu, penulis kebetulan menghadiri satu acara yang diadakan

  Seluruh sistem yang disebutkandiatas akan menjadi pengantar dan panduan dalam melakukan desain struktur dan sistem mekanikal elektrikal pada bangunan pusat perbelanjaan dan kantor ini, diharapkan denganmelakukan desain struktur yang terpadu dengan desain kebutuhan ruang, diharapkan desain akan menjadi optimal dan lebih cepat untuk selesai. Kelompok penulis mendapatkan tema urban lifestyle dan memiliki Ilustrasi 32 - Potongan 3D, Mall (Hijau), Public Space (Kuning), Kantor (Merah) dimana penggunaan lantai dasar yang dekat manusia sebagai area umum yang dapat diakses oleh semua kalangan, sampai ke yang paling ekskusif diatas dan pada puncaknyayaitu kantor sebagai tempat manusia untuk mengaktualisasikan diri dan mengejar tujuan hidupnya.

DAFTAR PUSTAKA

  Inilah juga salah satu dukunganluar biasa yang dirasakan, karena selain memberikan masukan dan saran, sahabt penulis juga memberikan bantuan untuk melakukan beberapa drafting serta penyusunan layout Ternyata setelah gambar dipasang di tempat pameran, penulis diingatkan oleh asisten koordinator bahwa masih ada maket yang harus dikerjakan. Proses ini dilakukanberulang-ulang sampai seluruh permukaan yang menjadi maket selesai ditempel, dan Mungkin ini hanya sekedar kalimat yang menjadi penutup dari seluruh proses yang panjang.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait
Tags

Humanopolis

Gratis

Feedback