TIPE KEPRIBADIAN PADA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN KARYA TERE LIYE DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA

Gratis

8
108
98
3 years ago
Preview
Full text
TIPE KEPRIBADIAN PADA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN KARYA TERE LIYE DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Skripsi Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk Memenuhi Syarat Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan Oleh Dasef Maulana 1110013000104 JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2015 ABSTRAK Dasef Maulana. NIM: 1110013000104. “Tipe Kepribadian pada Tokoh Utama dalam Novel Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin Karya Tere Liye dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Sastra di SMA”. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kepribadian tokoh utama dalam menggambarkan kepribadian tokoh utama serta implikasinya dalam pembelajaran sastra di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif analitik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan objektif. Adapun hasil penelitian tersebut adalah sebagai berikut. Kepribadian tokoh utama, Tania memiliki 13 kepribadian. Terbilang ada 9 sifat melankolis, intovert, berpikir keras, setia, teguh pendirian, sensitif, teliti, perfeksionis, tegar, dan keras kepala. Selain memiliki kepribadian melankolis, Tania juga memiliki 3 kepribadian lainnya, yakni phegmatis, koleris, dan sanguinis. Sifat Tania yang tergolong ke dalam kepribadian phegmatis adalah pengamat, kemudian yang termasuk dalam kepribadian koleris adalah tidak sabar, lalu sisi kesanguinisannya terlihat pada jiwa sosial dan menyakinkan. Semua sifat yang dimiliki Tania memiliki fungsi dalam pengembangan alur. Penelitian ini dapat diimplikasikan terhadap pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas XII semester ganjil. Peserta didik bisa belajar bagaimana cara menganalisis. Selama ini, dalam pembahasan penokohan, peserta didik hanya diarahkan untuk mendata sifat seperti apa yang dimiliki oleh seorang tokoh dan apa bukti kutipannya. Dengan membaca penelitian ini, peserta didik bisa mengetahui bagaimana cara menganalisis sifat-sifat tersebut dan juga belajar mengaitkan unsur intrinsik yang satu dengan lainnya. Kata kunci: tokoh utama, kepribadian, karakter, novel, Tere Liye. i ii ABSTRACT Dasef Maulana. NIM: 1110013000104 "Character types of lead role in Daun yang jatuh tak pernah membenci angin Novel by Tere Lliye and its implications towards literature learning in high school. Department of Indonesian Learning and Literature, Faculty of Tarbiyah and Teachers Training. Syarif Hidayatullah State Islamic University. This research was to examine the character of leading role in describing the character of leading role with its implication towards literature learning in high school. Method used in this research was analytical descriptive qualitative. Approoach used in this research was objective approach. The result of this research was as follow: the character of leading role, Tania had 13 personalities.There were 9 melancholy,introvert, think-out-loud, loyal, tenacious, sensitive, meticulous, perfectionist, patience and stubborn. Besides melancholy, Tania also had 3 other personalitie namely,phegmatic, choleris, and sanguinis. Tania's character which was included in phegamatic personality was observe, then which was included in choleris was impatience, then her angunicity could be seen on her social life and convince.All of characters own by Tania has their function in developing plot. This research can be implemented in Indonesian learning and literature in twelfth class, odd semester. Students could learn how to analyze. Before, in learning character, students were only directed on what a role has and its proven citation. By reading this research, students could know how to analyze that characters and also learn to relate intrinsic element each other. Key words: Leading role, personality, characrer, novel, Tere Liye. iii KATA PENGANTAR Alhamdulillahi Rabb al-„alamin, puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, karunia, kesehatan, kasih sayang, dan kekuatan lahir dan batin sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw beserta keluarga dan para sahabatnya. Skripsi berjudul “Tipe Kepribadian pada Tokoh Utama dalam Novel Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin Karya Tere Liye dan Implikasinya pada Pembelajaran Sastra di SMA” ini penulis susun sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana pendidikan pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Dalam proses penulisan skripsi ini, penulis tidak luput dari berbagai hambatan dan rintangan. Tanpa bantuan dan peran serta dari berbagai pihak, skripsi ini rasanya hampir mustahil dapat terwujud. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada: 1. Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, MA, selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan; 2. Makyun Subuki, M. Hum, selaku Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia; 3. Dosen Pembimbing, Ahmad Bachtiar, M. Hum. yang selama ini tidak pernah lelah membimbing penulis dalam memberikan arahan dan saran dalam pengerjaan skripsi; 4. Para dosen Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang telah menyampaikan ilmu yang bermanfaat kepada penulis; 5. Kedua orang tua penulis, Bapak Asnaf dan Ibu Onah yang telah merawat, mendidik, mendoakan, dan mendukung penulis dengan kasih sayang sepanjang masa; 6. Kakak-kakak, keponakan-keponakan tercintaku, dan segenap keluarga besar yang selalu memberikan motivasi dan dukungan kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini; iv 7. Segenap keluarga besar Uye, keluarga besar komunitas Majelis Kantiniyah, teman-teman mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2010, dan yang tak dapat disebutkan namanya satu-persatu. Penulis mengucapkan terima kasih karena telah mau menjadi teman berdiskusi yang baik bagi penulis selama penulisan skripsi ini; 8. Serta kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu, penulis mengucapkan terima kasih. Tiada kata yang dapat melukiskan rasa syukur dan terima kasih atas semua yang membuat kelancaran proses penulisan skripsi ini. Kepada seluruh pihak yang telah membantu, semoga Allah swt. membalas kebaikan kalian semua. Akhirnya sebagai manusia yang tidak sempurna, penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam skripsi ini, maka dengan senang hati penulis akan menerima kritik dan saran yang bersifat membangun demi sempurnanya karya ilmiah ini. Semoga karya sederhana ini dapat bermanfaat. Jakarta, 11 September 2015 Penulis Dasef Maulana v DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBINGAN LEMBAR PENGESAHAN UJIAN MUNAQASAH LEMBAR PERNYATAAN KARYA SENDIRI ABSTRAK . i ABSTRACT . ii KATA PENGANTAR . iii DAFTAR ISI . v DAFTAR LAMPIRAN . viii BAB I PENDAHULUAN . 1 A. Latar Belakang Masalah . 1 B. Identifikasi Masalah . 4 C. Pembatasan Masalah 4 D. Perumusan Masalah . 5 E. Tujuan Penelitian . 5 F. Manfaat Penelitian . 6 G. Metode dan Prosedur Penelitian . 6 1. Objek dan Waktu Penelitian . 6 2. Data dan Sumber Data . 7 3. Teknik Pengumpulan Data . 8 4. Prosedur Analisis Data . 8 BAB II KAJIAN TEORI 9 A. Psikologi Sastra . . 9 B. Tipe-tipe Kepribadian . 11 C. Tipe kepribadian . 12 D. Hakikat Novel . 13 1. Tema . 15 2. Tokoh dan Perwatakan . . . . . 16 3. Latar . . . . . . . . . 20 4. Alur dan Plot . . . . . . . 21 vi 5. Sudut Pandang . . . . . . . 22 6. Gaya Bahasa . . . . . . . 22 7. Amanat . . . . . . . . 23 E. Implikasi Pembelajaran Satra . . . . . . 23 F. Penelitian yang Relevan . . . . . . 27 BAB III PEMBAHASAN . 30 A. Analisis Unsur Intrinsik . 30 1. Tema 30 2. Tokoh dan Penokohan 31 a. Tania . 32 b. Danar . 32 c. Dede . 33 d. Ratna . 35 3. Latar 35 a. Tempat . 35 b. Suasana . 39 4. Alur . 42 a. Peristiwa/tahap Awal . 43 b. Konflik . 44 c. Klimaks . 44 d. Leraian . 45 e. Penyelesaian . 45 5. Sudut Pandang . 46 6. Gaya Bahasa . 46 a. Hiperbola . 47 b. Simile 47 c. Metafora 48 d. Personifikasi . 48 e. Retoris . 48 f. Pleonasme . 49 g. Anafora . 49 7. Amanat 50 vii B. Analisis Kepribadian Tokoh Tania . 52 C. Implikasi Pembelajaran . . 65 BAB IV PENUTUP . 68 A. Simpulan . 68 B. Saran . 69 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN viii DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Silabus dan RPP Pembelajaran Novel Materi Kelas XII SMA Lampiran 2. Uji Referensi Lampiran 3. Daftar Referensi Lampiran 4. Biodata Penulis BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Secara umum sastra terdiri dari cerpen, puisi, drama dan novel. Sastra yang dimaksud dalam penelitian ini adalah novel. Novel dapat dikaji dari beberapa aspek, seperti: penokohan, isi, cerita, setting, alur, dan makna. Novel dapat menceritakan tentang kehidupan tokoh-tokoh serta tingkah laku mereka dalam kehidupan sehari-hari. Tokoh-tokoh yang terdapat dalam novel memiliki karakter yang berbeda-beda. Penokohan di dalam novel cukup menarik untuk dikaji lebih lanjut. Penokohan dikaji untuk mengetahui bagaimana perwatakan dari setiap tokoh yang ada di dalam sebuah novel. Tokoh sebagai salah satu unsur intrinsik dalam novel memiliki kedudukan yang sangat penting. Karena tokoh menggambarkan kondisi psikologis dan kepribadian seseorang, serta menjadi kunci penggerak sebuah cerita. Suatu karya sastra khususnya novel yang mengangkat tema sifat tokoh biasanya menceritakan suatu kepribadian yang terdapat pada tokoh. Kajian kepribadian merupakan suatu proses yang harus dipahami dengan mempelajari peristiwa yang mempengaruhi perilaku seseorang melalui kontribusi peristiwa tersebut terhadap kepribadian si individu. Menurut pandangan sosial, kajian kepribadian dalam kaitanya dengan konteks sosial dan perkembangan kehidupan harus dipahami melalui kontribusi model dan peran kebudayaan itu sendiri. Dengan demikian, kepribadian adalah suatu integrasi dari semua aspek kepribadian yang unik dari seseorang menjadi organisasi yang unik, yang menentukan dan dimodifikasi oleh upaya seseorang beradaptasi dengan lingkungan yang selalu berubah.1 Kepribadian merupakan susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu manusia. Kepribadian juga merupakan suatu organisasi yang hanya dimiliki oleh manusia, yang menjadi penentu pemikiran dan tingkah lakunya. Pusat kepribadian seseorang adalah intensi-intensi yang sadar dan sengaja, berupa 1 Albertine Minderop, Psikologi Sastra (Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2010), h. 8 1 2 harapan-harapan, aspirasi-aspirasi, dan impian-impian. Tujuan-tujuan ini mendorong kepribadian yang matang dan memberi petunjuk yang paling baik untuk memahami tingkah laku sekarang. Salah satu cara melihat keterkaitan lain mengenai kepribadian seseorang, kita bisa melihat empat tipe kepribadian yang diajukan oleh Galenus, yaitu: sanguinis, melankolis, koleris, dan plegmatis. Pengajaran merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kecerdasan, kepribadian, pengendalian diri, kekuatan spiritual keagamaan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan untuk dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Sehingga dalam melaksanakan prinsip penyelenggaraan pengajaran harus sesuai dengan tujuan pengajaran nasional yaitu; mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Salah satu pengajaran yang membantu pembentukan intelektual dan emosional adalah pengajaran bahasa dan sastra. Pengajaran bahasa pada hakikatnya adalah belajar komunikasi. Oleh karena itu, pengajaran bahasa diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pembelajar dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulis. Adapun pengajaran sastra merupakan pembelajaran yang memaknai hasil kreasi berdasarkan luapan emosi yang spontan yang mampu mengungkapkan aspek estetik baik yang berdasarkan aspek kebahasaan maupun aspek makna. Pengajaran sastra memiliki peran untuk membentuk karakter bangsa, untuk membentuk karakter bangsa ini, sastra diperlakukan sebagai salah satu media atau sarana pengajaran kejiwaan. Hal itu cukup beralasan sebab sastra mengandung nilai etika dan moral yang berkaitan dengan hidup dan kehidupan manusia. Jadi, dengan mempelajari bahasa dan sastra, maka akan 3 dihasilkan seseorang siswa yang baik dalam budi pekerti dan tutur bahasanya. Namun, pada penelitian ini pengajaran sastra lebih ditekankan. Pengajaran sastra tidak hanya berbicara tentang diri sendiri (psikologis), tetapi juga berkaitan dengan Tuhan (religiusitas), alam semesta (romantik), dan juga masyarakat (sosiologis). Sastra mampu mengungkap banyak hal dari berbagai segi.Sastra memiliki peran sangat fundamental dalam pengajaran karakter.Hal ini disebabkan karya sastra pada dasarnya membicarakan berbagai nilai hidup dan kehidupan yang berkaitan langsung dengan pembentukan karakter manusia.Sastra dalam pengajaran berperan mengembangkan bahasa, mengembangkan kognitif, afektif, psikomotorik, mengembangkan kepribadian dan mengembangkan pribadi sosial. Salah satu novel yang mengangkat masalah kepribadian adalah sebuah novel karya Tere Liye yang berjudul Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2010). Novel ini diangkat dari kisah keluarga kurang mampu yang ditinggal mati oleh ayahnya, di mana ada seorang laki-laki yang menolong kehidupannya. Tere Liye merupakan nama pena dari seorang novelis yang diambil dari bahasa India dengan arti : untukmu, untuk-Mu, dan nama aslinya adalah Darwis. Tere-Liye Lahir pada tanggal 21 Mei 1979. Tere liye mempunyai seorang istri yang bernama Riski Amelia, dan dikaruniai anak yang bernama Abdullah Psai. Lahir dan besar di pedalaman sumatera, berasal dari keluarga petani, anak keenam dari tujuh bersaudara. Darwis berasal dari Sumatra Selatan, Indonesia. Riwayat pendidikannya nya: SDN 2 Kikim Timur Sumasel, SMPN 2 Kikim Timur Sumsel, SMUN 9 Bandar Lampung, dan Fakultas Ekonomi UI. Tampaknya Tere-Liye tidak ingin dikenal oleh pembacanya. Hal itu terlihat dari sedikitnya informasi yang pembaca dapat melalui bagian “tentang penulis” yang terdapat pada bagian belakang sebuah novel. Agak sulit ketika mencari tahu tentang Tere-Liye. Tere Liye telah menghasilkan 14 buah novel. Yaitu: Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin (Gramedia Pustaka Umum, 2010, Pukat (Penerbit Republika, 2010), Burlian (Penerbit Republika, 2009), Hafalan Shalat Delisa (Republika, 2005), Moga Bunda Disayang 4 Allah (Republika, 2007), The Gogons Series: James & Incridible Incidents (Gramedia Pustaka Umum, 2006), Bidadari-Bidadari Surga (Republika, 2008), Sang Penandai (Serambi, 2007), Rembulan Tenggelam Di Wajahmu (Grafindo, 2006; Republika 2009), Mimpi-Mimpi Si Patah Hati (AddPrint, 2005), Cintaku Antara Jakarta & Kuala Lumpur (AddPrint, 2006), Senja Bersama Rosie (Grafindo, 2008). Berdasarkan alasan-alasan di atas, penelitian ini akan berfokus pada novel karya Tere Liye yaitu, Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2010), sebagai rekaman kepribadian seseorang yang terjadi di kehidupan bermasyarakat. Kepribadian dalam novel ini kuat sekali dan menarik untuk dikaji. Novel yang bergenre romance ini menampilkan sebuah kepribadian tokoh utama yang sangat menonjol. Novel Tere Liye dianggap sangat ringan ketimbang novel dengan diksi-diksi yang rumit. Namun tetap sarat akan misteri dan kedalaman dalam merespon gejala-gejala kepribadian yang terjadi dalam diri seseorang. Oleh karena itu, penulis tertarik meniliti kepribadian tokoh utama yang ada dalam novel Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin dengan menggunakan tinjauan psikologi sastra serta implikasinya dalam pembelajaran bahasa dan sastra di sekolah. B. Identifikasi Masalah Sesuai dengan latar belakang masalah yang ada, maka identifikasi masalah dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Kurangnya kesempatan dalam mempelajari novel, kalaupun ada terlalu menitik beratkan pada pembahasan novel sebagai ilmu sastra. 2. Kurangnya pembahasan tentang kepribadian yang terkandung dalam sebuah novel, khususnya pada novel Tere Liye. C. Pembatasan Fokus Masalah Fokus penelitian ini yaitu pada kepribadian tokoh utama di dalam novel Daun yang Jatuh Tak Pernah Membeci Angin kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka Berpikir. 22 2.4 Hipotesis 23 III. METODE PENELITIAN. 24 3.1 Rancangan Penelitian. 24 3.1.1 Jenis Penelitian. 24 3.1.2 Unit Analisis. 24 3.2 Jenis dan sumber Data. 24 3.2.1 Metode Penelitian. 24 3.3 Metode Analisis Data . 25 3.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 25 3.3.2 Uji t . 26 3.3.3 Uji F . 27 3.3.4 Koefisien Determinasi Berganda . 28 3.4 Uji Ekonometrika . . 28 3.4.1 Uji Multikolinearitas . 28 3.4.2 Uji Autokorelasi 29 3.4.3 Uji Heterokedastisitas 29 3.5 Definisi Operasional 30 xii IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 31 4.1 Gambaran Umum Pendapatan Domestik di Indonesia. 31 4.1.1 Investasi . . 33 4.1.1 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia. 40 4.1.2 Kurs Dollar Amerika Serikat . 43 4.2 Analisis Data. . 47 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 47 4.2.2 Uji Statistik. 48 4.2.3 Uji Ekonometrika. 48 4.3 Pembahasan . 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN. 59 5.1 Kesimpulan. 60 5.2 Saran . 60 DAFTAR PUSTAKA. 61 LAMPIRAN. 65 xiii DAFTAR TABEL Halaman 4.1 Perkembangan Investasi di Indonesia. 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas . 50 xiv 34 DAFTAR GAMBAR Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 3 1.2 Total Investasi Indonesia. . 5 2.1 Pengaruh Pendapatan Terhadap Investasi. 12 2.2 Teori Hick Suku Bunga Terhadap Pendapatan. 15 2.3 Hubungan Kurs dengan Produk Domestik Bruto.19 2.4 Kerangka Berfikir . . 22 4.1 Perkembangan Produk Domestik Bruto di Indonesia. 31 4.2 Perkembangan Investasi di Indonesia. 40 4.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia .40 4.4 Perkembangan Nilai Rupiah Terhadap Nilai Dollar Amerika. . 44 4.5 Analisis Data dan Uji Autokorelasi. 51 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Data Variabel Penelitian. 66 2 Logaritma Natural . 68 3 Hasil Regresi Linier Berganda. 72 xvi

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

KAJIAN PSIKOLOGI HUMANISTIK TOKOH UTAMA NOVEL DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN KARYA TERE-LIYE
12
101
65
Karakter Ayah dalam Novel Ayahku (Bukan) Pembohong Karya Tere-Liye dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA
4
45
113
KEPRIBADIAN PADA TOKOH DALAM NOVEL RINDU KARYA TERE LIYE DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA
10
76
54
The Study of Feminism and implementation feminism in novel Daun yang Jatuh Tak Pernah membenci Angin by Tere Liye
0
6
10
KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA PADA NOVEL PULANG KARYA TERE LIYE DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA DI SMA: Konflik Batin Tokoh Utama pada Novel Pulang Karya Tere Liye dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra di SMA: Tinjauan Psikologi Sastra.
1
19
16
ASPEK KEPRIBADIAN TOKOH KARANG DALAM NOVEL MOGA Aspek Kepribadian Tokoh Karang dalam Novel Moga Bunda Disayang Allah Karya Tere Liye: Tinjauan Psikologi Sastra dan Implementasinya dalam Pembelajaran Sastra di SMA.
0
4
12
PENUTUP Aspek Kepribadian Tokoh Karang dalam Novel Moga Bunda Disayang Allah Karya Tere Liye: Tinjauan Psikologi Sastra dan Implementasinya dalam Pembelajaran Sastra di SMA.
0
1
4
ASPEK KEPRIBADIAN TOKOH KARANG DALAM NOVEL MOGA Aspek Kepribadian Tokoh Karang dalam Novel Moga Bunda Disayang Allah Karya Tere Liye: Tinjauan Psikologi Sastra dan Implementasinya dalam Pembelajaran Sastra di SMA.
0
2
16
NOVEL DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN KARYA TERE LIYE (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA).
0
0
15
Aspek Emosi Tokoh Utama Lail dalam Novel Hujan Karya Tere Liye: Kajian Psikologi Sastra
0
1
3
NILAI MORAL DALAM NOVEL DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN KARYA TERE LIYE | Nopianti | DIKSATRASIA 599 2322 1 PB
0
0
4
STRUKTUR NARATIF NOVEL DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN KARYA TERE LIYE
0
0
15
STRUKTUR KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA TANIA DALAM NOVEL “DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN” KARYA TERE LIYE
0
1
8
ANALISIS PENOKOHAN DALAM NOVEL DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN KARYA TERE LIYE - UNWIDHA Repository
0
4
23
ANALISIS GAYA BAHASA PADA NOVEL DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN KARYA TERE LIYE - UNWIDHA Repository
0
0
25
Show more