Upaya guru PAI dalam mengembangkan kreativitas siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam Kelas VIII SMP Nusantara Plus Ciputat

Gratis

40
255
84
2 years ago
Preview
Full text

LEMBAR PERNYATAAN KARYA ILMIAH

  Yang bertanda tangan di bawah ini:Nama : Faiqotul HikmahNim : 109011000086Jurusan : Pendidikan Agama IslamAngkatan Tahun : 2009/2010Alamat :Desa Bulungan Rt 06 Rw 03 Kec. Tayu Kab.

MENYATAKAN DENGAN SESUNGGUHNYA

  Bahwa skripsi yang berjudul Upaya Guru PAI Dalam Mengembangkan Kreativitas Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VIII SMP Nusantara Plus Ciputat adalah benar hasil karya sendiri di bawah bimbingan dosen:Nama : Yudhi Munadi, M. AgNIP : 19701203 199803 1 003Dosen Jurusan : Pendidikan Agama IslamDemikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan saya siap menerima segala konsekuensi apabila pernyataan skripsi ini bukan hasil karya sendiri.

FAIQOTUL HIKMAH

  Telah melalui bimbingan dan dinyatakan sah sebagai karya ilmiah yang berhak untuk diujikan pada sidang munaqasah sesuaiketentuan yang ditetapkan oleh fakultas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya Guru PAI dalam mengembangkan kreativitas siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam danapa saja faktor pendukung dan penghambat dalam mengembangkan kreativitas siswa.

KATA PENGANTAR

  Mugiati Daiman, yang selalu penulis banggakan yang telah memberikan dukungan secara moril dan materiil,yang selalu mencurahkan cinta dan kasih sayang serta memberikan semangat yang bertubi-tubi. Keluarga besarku Sri Wahyuni dan Nur Rofiq, Anis Rasyidah dan AbdulKhaliq, Rif’an Zainuddin dan Nuriyatul Khamsah, Zainal Muttaqin dan AlviAlvavi Maknuna, Nur Istiqomah dan Abdul Kholiq, yang telah banyak memberikan dorongan, kasih sayang, semangat dan bantuan baik secara morilmaupun materiil demi lancarnya penyusunan skripsi ini.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan mempunyai peranan yang sangat menentukan bagi

  Manusia yang diberi akal, budi, dan karsamenciptakan perubahan-perubahan terhadap pengetahuan yang ada dan mengimplementasikannya untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. Perubahan intensional dalam arti perubahan yang terjadi karena intensitas pengalaman, praktik, atau latihan yang dilakukan secara sengaja atau dengankata lain perubahan yang terjadi dalam perkembangan kepribadian seseorang bukan terjadi secara kebetulan, tetapi merupakan hasil belajar.

2. Perubahan yang terjadi bersifat kontinyu dan fungsional, yaitu suatu proses yang selalu berkembang sesuai pembelajaran yang didapat

  3. Perubahan belajar menuju arah positif, dalam arti sesuai dengan yang diharapkan (normatif) atau kriteria keberhasilan (criteria of succes) baikdipandang dari segi siswa, guru, maupun lingkungan sosial.

3 Oemar Hamlik, Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: PT Bumi Askara, 2001), Cet. I, h

  Hal ini dapat dipahami karenamengajar merupakan suatu aktivitas khusus yang dilakukan guru untuk menolong dan membimbing anak didik memperoleh perubahan dan pengembangan skill(keterampilan), attitude (sikap), appreciation (penghargaan) dan knowledge (pengetahuan). Ditinjau dari segi teoritisSecara umum penelitian ini memberikan manfaat dalam dunia pendidikan dalam meningkatkan sumber daya manusia, kepribadian serta dapatmenciptakan suasana pembelajaran yang berbeda dan menyenangkan, sehingga siswa dapat dengan mudah menangkap pelajaran didapatnya danmotivasi yang baik dalam mengikuti pembelajaran PAI.

2. Ditinjau dari segi praktis

  Bagi guruGuru memperoleh alternatif dan variasi metode pembelajaran baru yang bisa diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar terutama padapembelajaran Pendidikan Agama Islam, guna untuk meningkatkan kreativitas, motivasi, kualitas dan kuantitas siswa. Bagi sekolah Bagi sekolah dapat menjadi bahan pertimbangan dan acuan dalam menerapkan metode yang dapat menggembangkan kreativitas siswa dalamkegiatan belajar mengajar di kelas terutama pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

BAB II KAJIAN TEORI A. Kajian Teori 1. Guru Agama Islam a. Pengertian Guru Agama Islam Dalam pengertian yang sederhana, guru adalah orang yang

  Guru dalam pandangan masyarakat adalah orang yang melaksanakan pendidikan di tempat-tempattertentu, tidak mesti di lembaga pendidikan formal, tetapi bias juga di masjid, 1 di surau/musala, di rumah dan sebagainya. Sebab tanggung jawab guru tidak hanya sebatas1 Syaiful bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam interaksi Edukatif, (Jakarta: PT Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa guru adalah semua orang yang berwenang dan bertanggung jawab untuk membimbing dan membinaanak didik, baik secara individual maupun klasikal, di sekolah maupun di luar sekolah.

b. Persyaratan Guru Agama Islam

  Dengan segala kekurangan yang ada guru berusaha membimbing Menjadi guru berdasarkan tuntutan hati nurani tidaklah semua orang dapat melakukannya, karena orang harus merelakan sebagian dari seluruhhidup dan kehidupannya mengabdi kepada Negara dan bangsa guna mendidik anak didik menjadi manusia susila yang cakap, demokratis, danbertanggung jawab atas pembangunan dirinya dan pembangunan bangsa dan Negara. Di Indonesia untuk menjadi guru diatur dengan beberapa persyaratan, yakni berijazah, professional, sehat jasmani dan rohani, takwakepada Tuhan Yang Maha Esa dan kepribadian yang luhur, bertanggung jawab, dan berjiwa nasional.

c. Tugas guru Agama Islam

Guru akan menunaikan tugasnya dengan baik atau dapat bertindak sebagai tenaga pengajar yang efektif, jika padanya terdapat berbagaikompetensi keguruan, dan melaksanakan fungsinya sebagai guru.

1. Kompetensi Guru

  Pada mulanya kompet ensi ini diperoleh dari “preservice training”yang kemudian dikembangkan dalam pekerjaan professional guru dan dibina melalui “in service training”. Pada dasarnya guru harus memiliki tiga kompetensi, yaitu: kepribadian, kompetensi penguasaan atas bahan, dan kompetensi dalam cara-cara mengajar.

a. Kompetensi Kepribadian Setiap guru memiliki kepribadiaannya sendiri-sendiri yang unik

  Jadi pribadi keguruan itu pin “unik” pula, dan perludiperkembangkan secara terus menerus agar guru itu terampil dalam: 1)Mengenal dan mengakui harkat dan potensi dari setiap individu atau murid yang diajarkannya. 2)Membina suatu suasana sosial yang meliputi interaksi belajar-mengajar sehingga amat bersifat menunjang secara moral (batiniah) terhadapmurid bagi terciptanya kesepahaman dan kesamaan arah dalam pikiran serta perbuatan murid dan guru.

b. Kompetensi penguasaan atau bahan pengajaran

  Penguasaan yang mengarah kepada spesialisasi (takhasus) atas ilmu atau kecakapan/ pengetahuan yang diajarkan.4 Zakiah Daradjat, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: PT Bumi Aksara, Penguasaan yang meliputi bahan bidang studi sesuai dengan kurikulum dan bahan pendalaman aplikasi bidang studi. Kesemuanya iniamat perlu dibina karena selalu dibutuhkannya dalam: 1)Menguraikan ilmu pengetahuan atau kecakapan dan apa-apa yang harus diajarkannya ke dalam bentuk komponen-komponen dan informasi-informasi yang sebenarnya dalam bidang ilmu atau kecakapan yang bersangkutan.

c. Kompetensi dalam cara-cara mengajar

  Khususnya keterampilandalam: 1)Merencanakan atau menyusun setiap progam satuan pelajaran, demikian pula merencanakan atau menyusun keseluruhan kegiatanuntuk satu satuan waktu (catur wulan/semester atau tahun ajaran) 2)Mempergunakan dan mengembangkan media pendidikan (alat bantu atau alat peraga) bagi murid dalam proses belajar yang diperlukannya. Anak nantinya akan hidup dan bekerja, serta mengabdikan diri dalam masyarakat, dengan demikian anak harus dilatih dan dibiasakan disekolah di bawah pengawasan guru.

i) Pekerjaan guru sebagai suatu profesi

  Guru harus turut aktif dalam segala aktifitas anak, misalnya dalam 6 ekstrakulikuler membentuk kelompok belajar dan sebagainya. Guru harus mendapatkan haknya secara proporsional dengan gaji yang patut diperjuangkan melebihi profesi-profesi lainnya, sehingga keinginan peningkatan kompetensi guru dan kualitas belajar anak didik bukan hanya sebuah slogan di atas kertas.

d. Fungsi Guru Agama Islam

  Pekerjaan jabatan guru agama sangatlah luas, yaitu untuk membina seuruh kemampuan-kemampuan dan sikap-sikap yang baik dari muridsesuai dengan ajaran Islam. Dengan kata lain, tugas guru atau fungsi guru dalam membina murid tidak terbatas pada interaksi belajar-mengajar saja.

6 Djamarah,op. cit., h.39

  Mengingat lingkup pekerjaan guru seperti yang dilukiskan di atas, maka fungsi atau tugas guru itu meliputi, pertama, tugas pengajaran atauguru sebagai pengajaran, kedua, tugas bimbingan dan penyuluhan atau guru sebagai pembimbing dan pemberi bimbingan, dan ketiga, tugas administrasiatau guru sebagai “pemimpin” (manajer kelas). Tidak boleh ada satu pun yang terabaikan, karena semuanya fungsional dan saling kait-berkaitan dalam menuju keberhasilan pendidikan sebagai suatukeseluruhan yang tidak terpisahkan.

e. Peranan Guru Agama Islam

  1)Korektor 2)Inspirator 3)Informator 4)Organisator Banyak peranan yang diperlukan dari guru sebagai pendidik, atau siapa saja yang telah menerjunkan diri sebagai guru. Semua peranan yangdiharapkan dari guru seperti diuraikan di bawah ini: 6)Inisiator 7)Fasilitator 8)Pembimbing 9)Demonstrator 10)Pengelola kelas 11)Mediator 12)Supervisor7 Daradjat, op.

13) Evaluator

f. Kode Etik Guru Agama Islam

  Dan etik biasanya dipakai untuk pengkajian sistemnilai- nilai yang disebut “kode”, sehingga terjelmalah apa yang disebut“kode etik”. Kode etik guru merupakan suatu yang harus dilaksanakan sebagai barometer dari semua sikap dan perbuatan guru dalam berbagai segikehidupan, baik dalam keluarga, sekolah maupun masyarakat.

2. Kreativitas Belajar a. Definisi Kreativitas Belajar

  Menurut Abdul Rahman Shaleh kreativitas adalah“suatu kemampuan untuk memecahkan persoalan yang memungkinkan orang tersebut memecahkanide yang asli atau menghasilakan suatu yang adaptis (fungsi kegunaan) yang secara penuh berkembang. Guilford yang dikutip oleh Abdul Rahman Shaleh disebut berfikir divergen, yaitu aktivitas mental yang asli, murni dan baru, yang berbedadari pola piker sehari-hari dan menghasilkan lebih dari satu pemecahan 15 persoalan.

17 Berdasarkan beberapa definisi kreativitas yang dikemukakan di atas, maka

kreativitas bisa diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk melihat bermacam- macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah dengan melahirkansesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada sehingga lebih efisien,efektif dan produktif.

b. Ciri-ciri Kreativitas Belajar

  Adapun ciri-ciri dari kreativitas enurut Fuad Nashori dan Rachmy DianaMucharam itu adalah : 1)Kelancaran berfikir (fluency of thinking), yaitu kemampuan untuk menghasilkan banyak ide yang keluar dari pemikiran seseorang secaracepat. 2)Keluwesan ((flesibility), yaitu kemampuan untuk memproduksi sejumlah ide, jawaban-jawaban atau pertanyaan-pertanyaan yang bervariasi, dapatmelihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda, mencari alternatif atau arah yang berbeda-beda, dan mampu menggunakanbermacam-macam pendekatan atau cara pemikiran.

c. Indikator Kreativitas Belajar

1) Memiliki rasa ingin tahu yang besar.2) Sering mengajukan pertanyaan yang berbobot.3) Memberikan banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah.4) Mampu menyatakan pendapat secara spontan dan tidak malu-malu.5) Mempunyai/menghargai rasa keindahan.6) Mempunyai pendapat sendiri dan dapat mengungkapkannya, tidak mudah terpengaruh orang lain.7) Memiliki rasa humor tinggi.8) Mempunyai daya imajinasi yang kuat.9) Mampu mengajukan pemikiran, gagasan pemecahan masalah yang berbeda dari orang lain (orisinil)10) Dapat bekerja sendiri.11) Senang mencoba hal-hal baru.12) Mampu mengembangkan atau merinci suatu gagasan (kemampuan 19 elaborasi).

d. Fase Kreativitas dalam Belajar

Wallas yang dikutip oleh Nana Syaodih Sukmadinata dalam BukuLandasan Psikologi Proses Pendidikan, mengemukakan ada empat tahap perbuatan atau kegiatan kreatif: 1)Tahap persiapan atau preparation, merupakan tahap awal berisi kegiatan pengenalan masalah, pengumpulan data informasi yang relevan, melihathubungan antara hipotesis dengan kaidah-kaidah yang ada, tetapi belum sampai menemukan sesuatu, baru menjajaki kemungkinan-kemungkinan.

19 Hamzah B. Uno, Mengelola Kecerdasan Dalam Pembelajaran, (Jakarta: PT Bumi

  Dengan proses inkubasi ataupematangan ini diharapkan ada pemisahan mana hal-hal yang benar-benar penting dan mana yang tidak, mana yang relevan dan mana yang tidak. Pengembangan kreativitas dapat dilakukan melalui proses belajar diskaveri/inkuiri dan belajar bermakna, dan tidak dapat dilakukan hanya dengankegiatan belajar bersifat ekspositori.

1) Komponen-Komponen Membangun Kreativitas

  b)Kreativitas memerlukan pertumbuhan pribadi yang seimbang antara jasmani dan rohani. d)Keadaan atau trauma batin akan tercermin dari penampilan dan tutur kata yang diucapakan seseorang.

2) Cara-cara Mengembangkan Kreativitas

  a)Kreativitas memerlukan informasi pengetahuan sebagai bahan untuk berpikir. b)Produktifitas yang diperoleh dengan menggarap kreativitas tidak langsung membawa atau menghasilkan produk akhir, justru dapat 2221 menghasilkan atau mencetuskan ide dan resep untuk bekerja.22 Munandar., op.

e. Faktor Pendukung dan Penghambat Pengembangan Kreativitas

  Ketiga, peran serta guru dalam mengembangkan kreativitas, artinya ketika kita ingin anak menjadi kreatif, maka akan dibutuhkan juga guru yang kreatif pula dan mampu memberikan stimulasi yang tepat pada anak. Guru yang kreatif adalah guru yang secara kreatif mampu menggunakan berbagaipendekatan dalam proses kegiatan belajar dan membimbing siswanya.

4) Peran Orang Tua

  Sangatlah penting bahwa orang tua atau pendidik menyadari ciri-ciri anak didik mana yang perlu dipupuk untuk menumbuhkan pribadi-pribadi yang kreatif. c) Sikap yang menekankan kepada kebersihan dan keteraturan yang berlebihan.

25 Monty P. Satiadarma dan Fidelis E. Waruru, Mendidik Kecerdasan, (Jakarta: Pustaka

3. Pengertian Pendidikan Agama Islam

  Menurut Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Agama Islam mengatakan bahwa: “Pendidikan AgamaIslam adalah Pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan tentang ajaranagama Islam dan atau menjadi ahli ilmu agama Islam dalam mengamalkan ajaran agama Islam.” 26 a. Tujuan dan Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam 1) Tujuan Pendidikan Agama Islam di SMP bertujuan untuk: a)Menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan,serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannyakepada Allah SWT.

2) Ruang Lingkup

  a)Al-Qur‟an dan Hadits b)Aqidah c)Akhlak d)Fiqih e)Tarikh dan Kebudayaan Islam Pendidikan Agama Islam menekankan keseimbangan, keselarasan, dan keserasian antara hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusiadengan sesama manusia, hubungan manusia dengan diri sendiri, dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penelitian yang dilakukan oleh Sumitri Jurusan Kependidikan Islam danSupervisi Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas IslamNegeri Syarif Hidayatullah yang berjudul “Supervisi Kurikulum DalamPeningkatan Kreativitas Belajar Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Ciputat”, menunjukkan bahwa usaha Kepala Sekolah untuk meningkatkan kreativitas belajar siswa dengan melaksanakan supervisi terhadap kurilkulum.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Lokasi penelitian ini adalah di SMP Nusantara Plus Jl. Tarumanegara Dalan No.1 Pisangan Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten. Adapun waktu penelitian dilaksanakan pada semester 2 tahun pelajaran

2014-2015 dan waktu penelitian dilakukan pada bulan Februari 2015 - Maret 2015.

2. Waktu Penelitian BULAN NO KEGIATAN 1 2 3 4

  Metode Penelitian Di dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian dengan pendekatan kualitatif, dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode deskriptif. Menurut Bogdan dan Taylor yang dikutip oleh Lexy J moleong menyatakan bahwa “metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yangmenghasilkan data-data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari 2 orang- orang dan perilaku yang diamati”.

E. Kristi Poerwandari, Pendekatan Kualitatif dan Penelitian Psikologi, (Jakarta: LP3ES

  Mengurus perizinanSebelum peneliti melakukan penelitian di SMP Nusantara PlusCiputat, terlebih dahulu meminta izin surat observasi dan penelitian diAkademik lantai 2 yang mana setelah itu ditanda tangani oleh Ketua jurusan, kemudian memberikan surat permohonan izin untukmelakukan penelitian di SMP Nusantara Plus Ciputat dan diserahkan kepada Kepala Sekolah. Memahami latar penelitian dan persiapan diri 34Peneliti memulai dengan mengamati situasi dan kondisi seputar SMPNusantara Plus Ciputat dan menyesuaikan diri dengan berperilaku sesuai dengan norma-norma, nilai-nilai, kebiasaan dan adat istiadat sertaprosedur melakukan penelitian di SMP Nusantara Plus Ciputat.

C. Sumber Data

  Dalam penelitian kualitatif, jenis sampling yang digunakan adalah purposeful sampling atau criterion-based selection yakni jurus agar manusia, latar, dan kejadian tertentu (unik, khusus, tersendiri, aneh, nyleneh) betul-betul diupayakan terpilih (tersertakan) untuk memberikan informasi penting yang tidak 7 mungkin diperoleh dengan melalui jurus lain. Kepala Sekolah untuk mendapatkan data dan informasi mengenai keadaanGuru PAI dan mengenai sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah dalam upaya pengembangan kreativitas siswa.

D. Prosedur Pengumpulan dan Pengolahan Data 1. Observasi (Pengamatan)

  Menentukan cara untuk mencatat hasil observasi penelitian harus memilih cara mana yang dipandang paling efektif dan efisien., apakah Anecdotal, cheklist, rating scale atau yang lain. Penelitian tidak boleh gegabah, tergesa-gesa atau serampangan agar apa yang dicatat dalam observasi adalah 8 benar-benar data yang dibutuhkan.8 36Aktivitas yang dilakukan adalah peneliti mengamati komponen-komponen sekolah terlebih dahulu baik gedung, tenaga pendidik, peserta didik, fasilitas-fasilitas dan hal-hal lain yang terkait dengan penelitian.

2. Wawancara

  Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewancara (interviewer) yang mengajukanpertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas 9 pertanyaan itu. Data yang masih diragukan perlu ditanyakan kembalikepada sumber data lama atau yang baru agar memperoleh ketuntasan dan kepastian.

3. Analisis Dokumen

  Metode dokumentasi yaitu suatu metode penelitian yang mencari data mengenai hal-hal yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, notulen rapatdan sebagainya. Records segala catatan tertulis yang disiapkan seseorang atau lembaga untuk pembuktian sebuah peristiwa atau menyajikan perhitungan, sedangkan dokumen adalah barang yang tertulis atau terfilmkan selain records 11 yang tidak disiapkan khusus atas permintaan peneliti.

E. Pengecekan Keabsahan Data

  Ketekunan Pengamatan Teknik ini digunakan untuk menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau isu yang sedang dicari, dan 13 kemudian memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci. Perpanjangan Keikutsertaan Perpanjangan keikutsertaan adalah lamanya keikutsertaan peneliti pada latar penelitian, dengan perpanjangan pengamatan ini diharapkan agar hubunanpeneliti dengan narasumber akrab, tidak ada jarak lagi, terbuka dan saling 14 mempercayai sehingga tidak ada lagi informasi yang disembunyikan.

F. Teknik Analisis data

  Analisis data merupakan mencari dan menata secara sistematis catatan hasil observasi, wawancara dan lainnya untuk meningkatkan pemahaman penelititentang permasalahan yang diteliti dan menyajikannya sebagai temuan. Reduksi Data (Data Reduction) Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokukan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya dan membuangmembuang yang tidak perlu.

2. Kategorisasi / pengkodingan

  Melihat banyaknya minat siswa yang bersekolah di SMK dan banyak mengeluarkan lulusan yang baik dan berkompeten, maka direktur YAN bapakAlimuddin Al-Murtala tertarik untuk mendirikan SMP Nusantara. Adapun kebijakan dan strategi SMP Nusantara Plus yaitu selain mengintegrasikan ilmu exact dan ilmu agama juga mampu menawarkan programkelas khusus bagi siswa yang berminat dalam kedua bidang tersebut.

2. Visi, Misi, Kurikulum dan Alokasi Jam Belajar

  Visi dari SMP Nusantara Plus adalah menciptakan lulusan yang santun dalam berbahasa, ramah dalam bergaul, maju dalam IPTEK dan berakhlak mulia. Kurikulum yang dipakai SMP Nusntara Plus yaitu dengan memadukanKurikulum Depdiknas dan Kurikulum Depag, serta muatan lokal yang ditekankan pada basic science, bahasa dan akhlakul karimah, menyatu menjadi kurikulumSMP Nusantara Plus yang berbasis kompetensi dan melaksanakan kegiatan pembelajaran yang teoritis dan praktis.

3. Sarana dan Prasarana

  Bahasa 1 6 x 7√ 2 Ruang Perpustakaan 1 8 x 9√ 1 Ruang Teori / Kelas 8 6 x 7√ Sarana dan Prasarana SMP Nusantara Plus No. RUANG BELAJAR Sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar, SMP Nusantara Plus memiliki sarana dan prasarana: Sedangkan untuk alokasi jam belajar di SMP Nusantara Plus dibagi menjadi dua waktu yakni ada jam pagi dan jam siang.

RUANG KANTOR

RUANG PENUNJANG

1√ 4 KendaraanOperasional 3 Tempat Parkir 2 5 x 22√ 2 Lapangan Upacara 1 22 x 24√ 1 Lapangan Olahraga 1 20 x 22√ 10 Pos Jaga / Satpam 2 2 x 2√ 9 Ruang Kantin 1 12 x 14√ 8 Ruang Koperasi 1 4 x 3√ 7 Ruang WC Siswa 12 2 x 2√ √ 6 Ruang WC Guru 1 2 x 3√ 5 Ruang Ibadah /Masjid 1 18 x 21 4 Ruang OSIS 1 2 x 7√ 3 Ruang UKS 1 3 x 7√ 2 Ruang BP / BK 1 2 x 2√ 1 Ruang Gudang 1 7 x 2√ √ 5 Ruang KomiteSekolah 1 4 x 3 4 Ruang Tata Usaha 1 2 x 3√ 43

SARANA PENUNJANG

4. Data Guru SMP Nusantara Plus

  Seni Budaya 2 8 Penjaskes 6 7 Ilmu Pengetahuan Sosial 3 6 Ilmu Pengetahuan Alam 3 5 Bahasa Inggris 4 Bahasa Indonesia Aqidah Akhlah 2 3 Matematika 2 Pendidikan Kewarganegaraan 2 BTQ 1 Islam SejarahKebudayaan 2 Fiqih 3 3 18 18 22 40 VIII-2 20 18 38 VIII-3 17 19 36 VIII-4 20 38 Jumlah 85 62 147 75 77 152 IX-1 21 17 38 IX-2 20 18 38 IX-3 20 20 VIII-1 38 Jumlah 45 Jumlah Siswa SMP Nusantara Plus Tahun Pelajaran 2012/2013Rombel/Kelas L P Jumlah 10 Tek. Jumlah Siswa SMP Nusantara Plus Tahun Pelajaran 2014/2015 Untuk mengetahui jumlah siswa dan siswi SMP Nusantara Plus Tahun Pelajaran 2014/2015 disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut.

B. Deskripsi Data

  Sebelum pembelajaran dimulai harus membuat RPP supaya target pembelajaran tercapai terutama memperhatikan output siswa, latar belakang siswadalam belajar agama, terutama saya identifikasi mana siswa yang di rumahnya praktek keagamaannya terlaksana atau tidak dengan menanyakan masing-masing 51ketika pembelajaran itu dicantumkan dalam rencana pembelajaran dan yang pasti 3 mengklasifikasi siswa dalam pemahaman dan praktek keagamaan. Metode yang bisa memicu siswa menjadi interaktif dalam hal menanya dan menjawab permasalahan yang muncul di kelas adalah metode diskusi, karenametode tersebut siswa bisa bertanya permasalahan yang dia hadapi dan siswa lain 7 bisa memberikan solusi atau jawaban dari pertanyaan yang muncul di kelas.

3. Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pembelajaran di kelas

  Dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas pasti terdapat hambatan dan dukungan dalam pelaksanaanya. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Kepala SMP Nusantara Plus faktor-faktor yang mendukung pelaksanaan pembelajaran di kelas adalah denganadanya sarana dan sumber belajar yang lengkap.

12 SMP. Dan dari hasil observasi yang peneliti lakukan mengenai sarana dan prasarana yang tersedia di SMP Nusantara Plus sudah cukup baik dan lengkap

  Dari uraian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa sarana dan prasarana yang tesedia sudah memadai dan dapat mendukung pengembangan kreativitassiswa dalam pembelajaran di kelas. Dapat disimpulkan bahwa faktor pendukung kegiatan pembelajaran di kelas adalah sarana dan prasarana yang cukup memadai dan profesionalisme guruyang membina, membimbing dan mengontrol siswa, sedangkan faktor penghambat kegiatan pembelajaran di kelas yaitu masih kurangnya perhatian dan1415 Wawancara dengan kepala sekolah 58antusias siswa dalam memahami pembelajaran PAI di kelas dan kurangnya pengawasan dari orang tua.

BAB V PENUTUP Upaya-upaya yang dilakukan Guru PAI dalam mengembangkan

  Perencanaan Pada tahap perencanaan berupa RPP yang dibuat oleh guru sudah baik, karena indikator-indikator dan semua aspek yang ada di dalam RPP sudahterlaksana menurut rencana yang diinginkan. Pada tahap pelaksanaan guru terlihat sudah baik dalam mengupayakan pengembangan kreativitas siswa, ini terlihat dari pemilihan metode maupunmedia pembelajaran disesuaikan dengan materi ajar, pembelajaran berpusat pada siswa dan guru berusaha tidak membatasi kegiatan dan kemampuansiswa saat pembelajaran PAI.

B. Saran

  Seorang guru hendaknya selalu berusaha agar dalam kegiatan belajar- mengajar metode, dan media yang digunakan bisa mengembangkankreativitas siswa. Pihak sekolah hendaknya meningkatkan penyediaan sarana dan prasarana, karena tidak dapat dipungkiri bahwa sarana dan prasarana salah satu hal yangdibutuhkan dalam proses kegiatan belajar mengajar.

DAFTAR PUSTAKA

  Djamarah, Syaiful Bahri, Guru dan Anak Didik dalam interaksi Edukatif, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2010. Munandar, Utami, Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah Petunjuk Bagi para Guru dan Orang Tua, Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia, 1999.

Dokumen baru

Download (84 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

minat belajar siswa terhadap mata pelajaran pendidikan agama islam di SMA darul ulum
0
8
95
Peranan pendidikan agama Islam dalam pembinaan akhlak siswa SMP Negeri 2 Ciputat
0
7
84
Peranan guru Agama dalam Mengoptimalkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Pamulang
1
5
111
Peran guru PAI sebagai motivasi dalam meningkat kedisiplinan siswa di SMP Nusantara Plus Ciputat
0
17
93
Minat belajar pendidikan agama islam pada siswa kelas VIII SMP al-Mubarak Pondok Aren-Tangerang Selatan
0
18
71
Pengaruh kedisplinan guru terhadap prestasi belajar siswa pada pendidikan agama islam di SMP PGRI I Ciputat
3
15
103
Upaya guru IPS dalam memotivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS: studi kasus di SMP Fathilah Pondok Pinang Jakarta selatan
3
17
85
Pengaruh penerapan pendekatan contextual teaching and learning (CTL) pada mata pelajaran pendidikan agama islam terhadap kreativitas siswa
1
4
136
Hubungan persepsi siswa terhadap disiplin guru dengan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam
5
23
101
Upaya guru PAI dalam mengembangkan kreativitas siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam Kelas VIII SMP Nusantara Plus Ciputat
40
255
84
Pengaruh kreativitas guru PAI terhadap peningkatan prestasi belajar siswa di SMP PGRI 1 Ciputat
2
8
100
Implementasi konsep pendidikan john dewey pada mata pelajaran agama islam (pendekatan kontekstual)
1
30
78
Upaya guru pendidikan agama islam dalam meningkatkan akhlakul karimah siswa di SD Putra Jaya
0
15
0
Persepsi guru terhadap implementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran pendidikan agama dan budi pekerti di SMP Negeri 3 Tangerang Selatan
1
33
0
Upaya guru dalam pengembangan literasi informasi siswa pada mata pelajaran PAI
4
106
91
Show more