Peranan nilai-nilai pendidikan agama Islam terhadap kesehatan mental remaja

Gratis

0
3
120
3 years ago
Preview
Full text
Kitchen Storage Desk Set 4 Keunikan yang dilihat atau didapatkan dari produk yang dibeli dan alasannya Desain yang bagus dan cat furniture yang berkualitas baik dan dapat disesuaikan keinginannya. Hal ini dikarenakan jika di toko lain, tidak bisa memilih warna yang dikehendaki. Selain itu meski sudah hampir 4 tahun digunakan, cat furniture masih tampak seperti baru. Desain yang bagus, kualitas bahan yang baik serta pemasangan furniture yang rapi. Hal ini dikarenakan meski sudah digunakan selama hampir 3 tahun, kondisi produk masih baik dan menarik. Bahan utama yang baik serta pengerjaan yang rapi sehingga terlihat menarik. Hal ini dikarenakan meski sudah digunakan selama hampir 3 tahun, kondisi produk masih baik dan tidak mengalami jamuran serta pembubukan seperti produk merek lainnya. Mahaddiyah, et al,. Analisis Konsep Peningkatan Standar Mutu Technovation Terhadap Kemampuan . No Poin Pertanyaan Nama Responden Titik Farida Adnan 5 Harga yang ditawarkan telah sesuai dengan kualitas yang didapatkan atau tidak Harga yang ditawarkan sudah sesuai dengan kualitas produk yang didapatkan Harga yang ditawarkan sudah sesuai dengan kualitas produk yang didapatkan Harga yang ditawarkan sudah sesuai dengan kualitas produk yang didapatkan 6 Produk yang dipesan dikirim tepat waktu atau tidak oleh perusahaan Produk pesanan dikirim tepat waktu oleh perusahaan Produk pesanan dikirim tepat waktu oleh perusahaan Produk pesanan dikirim tepat waktu oleh perusahaan Sumber: Responden Konsumen UD. Kayfa Interior Furniture Jember (2015) Hasil keseluruhan dari jawaban wawancara kepada responden menunjukkan bahwa produk UD. Kayfa Interior Funiture Jember mampu memenuhi ekspektasi kualitas dari konsumen mereka. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diketahui bagaimana pelaksanaan technology innovation, entrepreneurship, dan technology management pada UD. Kayfa Interior Furniture Jember. Adapun untuk pelaksanaan technology innovation dapat diketahui bahwa inovasi merupakan hal yang penting dilakukan untuk keberlangsungan produksi suatu perusahaan, baik perusahaan berskala kecil maupun besar. Di era yang semakin maju dan modern ini, inovasi menjadi hal mutlak yang harus diterapkan di setiap bidang pada suatu perusahaan. Konsumen selalu menginginkan produk yang memiliki keunikan sehingga menarik minatnya untuk melakukan pembelian dan mengkonsumsi produk tersebut. Kemampuan suatu perusahaan untuk selalu mampu berinovasi dalam produksi perusahaannya akan menentukan kemampuannya bersaing dalam pasar dengan perusahaan-perusahaan lain. Tidak terkecuali bagi industri interior furniture, inovasi pun mutlak diperlukan. Tidak hanya sekedar fungsi saja yang menjadi sorotan calon konsumen, namun juga desain dan tampilan yang menarik, kini pun menjadi faktor yang dipertimbangkan sebelum memutuskan melakukan pembelian. Menurut Hurley & Hult (dalam Hartini, Maret 2012) inovasi lebih merupakan aspek budaya organisasi yang mencerminkan tingkat keterbukaan terhadap gagasan baru. Dilain pihak kemampuan inovasi merupakan kemampuan organisasi untuk mengadopsi atau mengimplementasikan gagasan baru, proses dan produk baru. Hal ini telah tercermin dari kemampuan pemilik UD. Kayfa Interior Furniture Jember dalam mengadopsi dan mengimplementasikan produk baru yang didapatkan dari hasil browsing internet dan majalah-majalah interior Artikel Ilmiah Mahasiswa 2015 furniture yang menyebabkan adanya produk baru yaitu kitchen storage dimana merupakan produk yang paling banyak dipesan. Dari analisis hasil wawancara dengan pemilik UD. Kayfa Interior Furniture Jember menunjukkan bahwa perusahaan tersebut baik dalam melaksanakan aspek technology innovation sebagai pendukung kemampuan untuk bersaing. Dalam penelitian yang telah dilakukan Droge dan Vickery (dalam Fatah, Maret 2013) ada tiga indikator yang digunakan untuk mengukur keunggulan bersaing, yaitu: 1) Keunikan Produk 2) Kualitas Produk 3) Harga yang bersaing Indikator pertama telah terpenuhi yang diketahui dari jawaban responden konsumen pada poin pertanyaan nomor 4 dalam tabel 4.14. Ketiga responden dapat menyebutkan keunikan yang mereka dapatkan dari produk UD. Kayfa Interior Furniture Jember yang mereka beli. Responden pertama mengatakan bahwa selain desain yang menarik, cat furniture yang dapat disesuaikan dengan keinginannya merupakan keunikan yang ditawarkan oleh UD. Kayfa Interior Furniture Jember yang tidak bisa didapatkan dari toko-toko mebel lainnya. Responden kedua dan ketiga sama-sama menilai bahwa kualitas yang baik merupakan keunikan yang mereka dapatkan dari produk UD. Kayfa Interior Furniture Jember. Hal ini sekaligus menunjukkan terpenuhinya indikator kedua. Indikator ketiga ditunjukkan dengan poin pertanyaan nomor 5 pada tabel 2. Dimana jawaban para responden menunjukkan harga yang ditawarkan sesuai dengan kualitas yang didapatkan dari produk UD. Kayfa Interior Furniture Jember. Hal ini menunjukkan bahwa harga yang ditawarkan mampu bersaing. Penelitian ini didukung dengan penelitian terdahulu oleh Veronica Fernandez Gual dan Agusti Segarra Blasco (2013) yang hasil penelitiannya menunjukkan bahwa inovasi yang dihasilkan memiliki dampak positif pada produktivitas perusahaan-perusahaan di Spanyol. Begitu juga dengan hasil penelitian Maria Laura Panisi, Fabio Schiantarelli, dan Alessandro Sembenelli (2002) yang juga menyimpulkan bahwa proses inovasi memiliki dampak besar pada produktivitas perusahaan-perusahaan di Itali. Begitu juga dengan penelitian Sri Hartini (Maret 2012) dimana dikatakan bahwa inovasi yang tinggi baik itu inovasi proses maupun inovasi produk akan meningkatkan kemampuan perusahaan menciptakan produk yang berkualitas. Kualitas produk yang tinggi akan meningkatkan keunggulan bersaing perusahaan. Untuk hasil penelitian pelaksanaan entrepreneurship pada UD. Kayfa Interior Furniture Jember didapatkan kesimpulan bahwa seorang wirausahawan harus memiliki jiwa entrepreneurship dalam dirinya. Hal ini sangat diperlukan agar perusahaan yang dipimpinnya dapat berjalan dan diatur dengan baik, mampu menghadapi berbagai kesulitan, serta dapat mempertahankan Mahaddiyah, et al,. Analisis Konsep Peningkatan Standar Mutu Technovation Terhadap Kemampuan . keberlangsungan hidup perusahaan. Kemampuan entrepreneurship yang baik menjadi salah satu kunci sukses dari berhasilnya suatu perusahaan untuk terus bertahan dan bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain di pasar. Menurut Suryana (dalam Lestari, 2013) keberhasilan usaha atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi oleh sifat dan kepribadianya . Menurut Eddy Soeryanto Soegoto (dalam Lestari, 2013) wirausaha adalah orang yang berjiwa kreatif dan inovatif yang mampu mendirikan, membangun, mengembangkan, memajukan, dan menjadikan perusahaannya unggul. Dan Zimmerer (dalam Lestari, 2013) menyatakan kreativitas tidak hanya penting untuk menciptakan keunggulan kompetitif, akan tetapi juga sangat penting bagi kelangsungan perusahaan. Entrepreneurship mengandung makna wiraswasta atau wirausaha yaitu cabang ilmu ekonomi yang mengajarkan bagaimana kita bisa mandiri dalam memulai suatu usaha dalam rangka mencapai profit serta mengembangkan seluruh potensi ekonomi yang dimiliki (Lestari, 2013). Dalam penelitian Sri Lestari (2013), Nickels mengatakan seorang pengusaha harus memiliki 5 indikator jiwa kewirausahaan, yaitu: 1) Mengarahkan diri 2) Percaya diri 3) Berorientasi pada tindakan 4) Energik 5) Toleran terhadap ketidakpastian Berdasarkan analisis hasil jawaban dari pemilik UD. Kayfa Interior Furniture Jember dapat dikatakan bahwa kelima indikator jiwa entrepreneurship tersebut telah terpenuhi. Indikator pertama dibuktikan dengan disiplin diri dari pemilik untuk selalu mengawasi langsung kegiatan proses produksi yang dilaksanakan oleh pekerjanya. Indikator kedua dibuktikan dengan kepercayaan diri dari pemilik untuk menawarkan produk barunya setelah vakum yaitu kitchen storage. Indikator ketiga ditunjukkan dengan semangat dari pemilik untuk mewujudkan visi dan misinya yang dimulai saat pertamakali mendirikan perusahaan. Selain itu, semangat untuk mengaktualisasikan produk kitchen storage sebagai produk yang paling banyak menarik minat calon konsumen yang ditunjukkan dengan seringnya produk tersebut untuk ditawarkan juga mengindikasikan pelaksanaan indikator jiwa kewirausahaan ketiga. Keaktifan pemilik dalam mempromosikan produknya melalui sistem mouth to mouth dan media sosial mengindikasikan indikator keempat jiwa kewirausahaan tampak pada diri pemilik UD. Kayfa Interior Furniture Jember. Kemampuan dan kemauan untuk kembali berproduksi dari pemilik UD. Kayfa Interior Furniture Jember membuktikan adanya indikator kelima dalam dirinya. Hasil dari penelitian Yulius Candra Yulianto dan E. Kusumadmo (2013), didapatkan bahwa intensitas kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan pembelajaran fokus pasar. Kemampuan Artikel Ilmiah Mahasiswa 2015 pembelajaran fokus pasar berpengaruh positif dan signifikan 7 xiii BAB 2 BAB 3 BAB 4 TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Teori Modal Manusia (human capital) . 8 2.2 Teori Tenaga Kerja. 11 2.3 Teori Penghasilan . 14 2.4 Teori Produktivitas Tenaga Kerja . 17 2.5 Usia Tenaga Kerja . 20 2.6 Jenis Kelamin Tenaga Kerja . 21 2.7 Daerah Tenaga Kerja. 22 2.8 Hasil Penelitian Sebelumnya. 22 2.9 Paradigma Penelitian. 24 2.10 Kerangka Konseptual . 25 2.11 Keaslian Penelitian . 28 2.12 Hipotesis. 28 METODE PENELITIAN. 30 3.1 Jenis dan Sumber Data . 30 3.2 Spesifikasi Model . 30 3.3 Metode Analisis Data . 32 3.3.1 Analisis Deskriptif. 32 3.3.2 Analisis Kausal . 33 3.4 Definisi Variabel Operasional dan Pengukuran . 34 ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN . 37 4.1 Analisis Deskriptif. 39 4.1.1 Penghasilan berdasarkan Lama Sekolah Tenaga Kerja . 4.1.2 4.1.3 39 Penghasilan berdasarkan Lama Jam Kerja Tenaga Kerja . 46 Penghasilan berdasarkan Usia Tenaga Kerja . 48 xiv 4.1.4 Penghasilan berdasarkan Overeducation Tenaga Kerja . 4.1.5 Penghasilan berdasarkan Jenis Pekerjaan Tenaga Kerja . 4.1.6 50 58 Penghasilan berdasarkan Keterangan Kursus Tenaga Kerja . 61 4.2 Hasil Analisis Kausal . 62 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 62 4.2.2 Uji Statistik . 65 4.2.2.1 Koefisien Determinasi Berganda. 65 4.2.2.2 Uji F (Uji secara Simultan) . 65 4.2.2.3 Uji t (Uji secara Parsial) . 66 4.3 Pembahasan . 69 4.3.1 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penghasilan Tenaga Kerja secara Umum. 4.3.2 70 Fenomena Overeducation yang Terjadi pada Tenaga Kerja di Pasar Kerja Indonesia . 4.3.3 79 Perbandingan Overeducation dengan Undereducation. 82 KESIMPULAN DAN SARAN . 85 5.1 Kesimpulan. 85 5.2 Saran. 86 DAFTAR PUSTAKA . 87 BAB 5 LAMPIRAN xv DAFTAR TABEL Halaman Tabel 2.1 Keaslian Penelitian . 28 Tabel 4.1 Lama Sekolah Tenaga Kerja di Indonesia Tahun 2007. 40 Tabel 4.2 Oneway Descriptive Lama Sekolah Tenaga Kerja di Indonesia Tahun 2007 . Tabel 4.3 Oneway Descriptive Lama Jam Kerja Tenaga Kerja di Indonesia Tahun 2007 . Tabel 4.4 42 46 Oneway Descriptive Umur Tenaga Kerja di Indonesia Tahun 2007 . 48 Tabel 4.5 Overeducation berdasarkan Lama Sekolah Tahun 2007. 51 Tabel 4.6 Adequacy Education berdasarkan Lama Sekolah Tahun 2007 . 53 Tabel 4.7 Undereducation berdasarkan Lama Sekolah Tahun 2007 55 Tabel 4.8 ANOVA Penghasilan Tenaga Kerja berdasarkan Jenis Pekerjaan . Tabel 4.9 Independent Sample Test Penghasilan Tenaga Kerja berdasarkan Keterangan Kursus . Tabel 4.10 62 Hasil Perhitungan dengan Menggunakan Regresi dari Model 1. Tabel 4.11 59 63 Hasil Perhitungan dengan Menggunakan Regresi dari Model 2. xvi 63 DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1.1 Grafik Tingkat Pendidikan Angkatan Kerja Tahun 2003. 5 Gambar 2.1 Kurva Penyediaan dan Permintaan Tenaga Kerja . 13 Gambar 2.2 Kurva Penawaran Tenaga Kerja . 16 Gambar 2.3 Gambar Produktivitas Rata-rata dan Produktivitas Marginal . 19 Gambar 2.4 Paradigma Penelitian . 24 Gambar 2.5 Kerangka Konseptual . 25 Gambar 4.1 Tingkat Penghasilan berdasarkan Lama Sekolah Tenaga Kerja. Gambar 4.2 Tingkat Pendidikan berdasarkan Jenis Kelamin dan Daerah Tempat Bekerja . Gambar 4.3 43 44 Tingkat Penghasilan berdasarkan Lama Jam Kerja Tenaga Kerja. 47 Gambar 4.4 Tingkat Penghasilan berdasarkan Usia Tenaga Kerja . 49 Gambar 4.5 Perbandingan Tenaga Kerja Undereducation, Adequacy Education, dan Undereducation . Gambar 4.6 57 Jumlah Tenaga Kerja berdasarkan Masing-Masing Jenis Pekerjaan . 58 Gambar 4.7 Penghasilan Tenaga Kerja berdasarkan Jenis Pekerjaan . 60 Gambar 4.8 Jumlah Tenaga Kerja berdasarkan Keterangan Kursus. 61 Gambar 4.9 Tingkat Pendidikan Tenaga Kerja di Indonesia . 71 Gambar 4.10 Lama Jam Kerja Tenaga Kerja di Indonesia . 73 Gambar 4.11 Tingkat Pendidikan Tenaga Kerja di Indonesia . 82 xvii DAFTAR LAMPIRAN Lampiran A Hasil Hitung Analisis Deskriptif A.1 Hasil Perhitungan Statistik Deskriptif dan Oneway Lama Sekolah A.1.1 Hasil Perhitungan Statistik Deskriptif Lama Sekolah A.1.2 Analisis Oneway Penghasilan berdasarkan Lama Sekolah Tenaga Kerja A.2 Hasil Perhitungan Oneway Lama Jam Kerja A.3 Hasil Perhitungan Oneway Usia Tenaga Kerja A.4 Hasil Perhitungan Analisis Statistik Deskriptif dan t-test Tenaga Kerja Overeducation A.4.1 Hasil Perhitungan Analisis Statistik Deskriptif dan t-test Tenaga Kerja Overeducation A.4.2 Hasil Analisis Statistik Deskriptif dan Crosstabs Tenaga Kerja yang Adequacy Education A.4.3 Hasil Perhitungan Analisis Statistik Deskriptif dan Crosstabs Tenaga Kerja yang Undereducation A.5 Hasil Perhitungan Analisis Statistik Deskriptif dan Oneway Jenis Pekerjaan A.5.1 Analisis Statistik Deskriptif Jenis Pekerjaan TNI dan Kepolisian A.5.2 Analisis Statistik Deskriptif Jenis xviii Pekerjaan Pejabat Lembaga Legislatif, Pejabat Tinggi dan Manajer A.5.3 Analisis Statistik Deskriptif Jenis Pekerjaan Tenaga Profesional A.5.4 Analisis Statistik Deskriptif Jenis Pekerjaan Teknisi dan Asisten Tenaga Profesional A.5.5 Analisis Statistik Deskriptif Jenis Pekerjaan Tenaga Tata Usaha A.5.6 Analisis Statistik Deskriptif Jenis Pekerjaan Tenaga Usaha Jasa dan Tenaga Penjualan di Toko dan Pasar A.5.7 Analisis Statistik Deskriptif Jenis Pekerjaan Tenaga Usaha Pertanian dan Peternakan A.5.8 Analisis Statistik Deskriptif Jenis Pekerjaan Tenaga Pengolahan dan Kerajinan yang berhubungan dengan itu A.5.9 Analisis Statistik Deskriptif Jenis Pekerjaan Operator dan Perakit Mesin A.5.10 Analisis Statistik Deskriptif Jenis Pekerjaan Kasar, Tenaga Kebersihan dan Tenaga yang berhunungan dengan itu A.5.11 Analisis Oneway Penghasilan terhadap Jenis Pekerjaan Tenaga Kerja A.6 Hasil Perhitungan Analisis t-test Keterangan Kursus Tenaga Kerja Lampiran B Hasil Perhitungan Analisis Regresi Linier Berganda B.1 Analisis Regresi Model 1 B.2 Analisis Regresi Model 2 xix

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Peran pendidikan agama Islam dalam pembinaan kesehatan mental
0
20
92
Nilai nilai Pendidikan Agama Islam dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata
3
57
83
KEBIJAKAN ADOPSI NILAI NILAI AGAMA ISLAM
1
6
14
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM FILM NEGERI 5 MENARA
0
2
131
UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DI SMP ISLAM TERPADU Upaya Guru Pendidikan Agama Islam DalamP Nilai-Nilai Pendidikan Karakter di SMP Islam Terpadu Mutiara Insan Bendosari Sukoharjo Tahun Pelajaran 2014/2
0
3
12
PENGELOLAAN PEMBELAJARAN NILAI-NILAI AGAMA ISLAM PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) PENGELOLAAN PEMBELAJARAN NILAI-NILAI AGAMA ISLAM PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) „AISYIYAH KREATIF DI KOTA MAGELANG.
0
0
13
NILAI-NILAI KEADILAN DALAM HUKUM AGAMA ISLAM.
0
0
5
NILAI NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM
0
0
12
INTERNALISASI NILAI-NILAI TAUHID DALAM KESEHATAN MENTAL
0
0
24
NILAI-NILAI ANTIKORUPSI DALAM PENDIDIKAN ISLAM (Tinjauan Normatif Aspek Kurikulum Pendidikan Agama Islam Terhadap Pendidikan Antikorupsi) SKRIPSI
0
0
152
AGAMA DAN PENCERAHAN BUDAYA : INTERNALISASI NILAI- NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA BUDAYA MASYARAKAT INDONESIA Sazali
0
0
18
NILAI-NILAI PENDIDIKAN TOLERANSI DALAM PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM Sri Mawarti Pengawas Sekolah di Kota Pekanbaru puslit.lppmuin-suska.ac.id Abstrak - NILAI-NILAI PENDIDIKAN TOLERANSI DALAM PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM
1
1
21
PEDOMAN PEMBENTUKAN KARAKTER SEBAGAI IMPLEMENTASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
0
3
11
PERANAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM PELESTARIAN NILAI-NILAI AGAMA PADA SISWA MI TAIPA TINGGIA KECAMATAN BANGKALA KABUPATEN JENEPONTO
0
0
155
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KISAH SYEKH JANGKUNG DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
0
2
203
Show more