Feedback

Liken Nitidus

Informasi dokumen
LAPORAN KASUS LIKEN NITIDUS DERYNE ANGGIA PARAMITA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2013 Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Daftar Isi ........................................................................................................................ I. Pendahuluan .......................................................................................................... II. Laporan Kasus....................................................................................................... III. Diskusi .................................................................................................................. Daftar Pustaka ............................................................................................................... 1 2 3 6 9 Universitas Sumatera Utara I. PENDAHULUAN Liken nitidus adalah erupsi kulit yang asimptomatis dan jarang yang ditandai dengan papul berbentuk kubah, sewarna kulit, berukuran 1-2 mm, multipel yang terkadang berhubungan dengan pruritus.1,2 Karena ini adalah penyakit yang jarang, data akurat mengenai epidemiologi belum dapat dijelaskan.1 Tidak terdapat predileksi rasial yang dilaporkan, maupun predileksi seksual. Liken nitidus dapat mempengaruhi semua usia, namun paling sering terbentuk pada masa anak-anak atau dewasa muda.3 Liken nitidus adalah kelainan tanpa etiologi yang jelas, dan tidak adanya abnormalitas dalam pemeriksaan laboratorium atau hubungannya dengan penyakit sistemik.1,4 Gambaran klinis dari liken nitidus adalah erupsi kulit berupa tonjolan multipel yang terlokalisir sering mengenai aspek fleksor dari lengan, punggung tangan, penis, dada, abdomen dan bokong walaupun semua lokasi dapat terlibat.1,5 Papul yang dijumpai biasanya berukuran pinpoint – pinhead dengan diameter 1-2 mm, bentuk bulat atau poligonal yang bewarna kulit, coklat kemerahan atau keunguan. Dapat hipopigmentasi atau hiperpigmentasi pada pasien berkulit gelap. Permukaanya rata dan pada keadaan jarang dapat dijumpai dengan umbilikasi. Berkelompok dalam grup, yang akan tampak seperti plak. Asimptomatis namun dapat gatal. Fenomena KȌ ebner sering dijumpai, dimana biasanya papul liken nitidus timbul pada bekas garukan.5 Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran klinis dan pemeriksaan histopatologi. Dari pemeriksaan histopatologi pada papul liken nitidus akan dijumpai infiltrasi sel radang limfohistiositik yang terletak dibawah epidermis sehinga terjadi pelebaran papila dermis dan pemanjangan dari rete ridge dan berhubungan dengan degenerasi hidrofilik sel basal. Epidermis yang berada diatasnya akan rata dan parakeratotik. Pada batas lateral papul, rete ridge akan memanjang ke bawah dan akan menunjukkan gambaran seperti memeluk infiltrasi sel-sel radang yang dapat seperti granulomatosa.1,3 Universitas Sumatera Utara Gbr 1. Gambaran histopatologi liken nitidus, dijumpai adanya parakeratosis sentral, penipisan epidermis dan hilangnya lapisan granular dan tampak fokus granuloma, sel inflamasi dan reaktif dan epidermis yang memanjang seperti jari.1 Tidak ada satu pun pengobatan yang pasti untuk liken nitidus, karena kasus yang dijumpai jarang, kurangnya gejala yang signifikan dan hilangnya penyakit dalam 1 atau beberapa tahun.3 Obat-obatan yang didapat diberikan adalah antihistamin, kortikosteroid, dan retinoid.3-6 II. LAPORAN KASUS Seorang lelaki berumur 30 tahun, datang ke poliklinik kulit RSUP Haji Adam Malik Medan dengan keluhan adanya bintil-bintil yang banyak dan luas pada tubuh. Hal ini telah dialami sejak pasien berusia 21 tahun. Bintil-bintil awalnya sedikit dan semakin lama semakin membanyak terutama pada daerah yang sebelumnya mengalami garukan dan luka. Bintilbintil tidak mempunyai gejala apa-apa, namun terkadang menimbulkan gatal. Pasien sebelumnya telah berobat ke dokter kulit di Rantau prapat, dan selama 1 tahun telah diberi obat salep dan obat makan namun tidak ada perbaikan. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum pasien baik dengan kesadaran kompos mentis, tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 120 x/mnt, pernafasan 24x/mnt, suhu tubuh 37,2⁰C. Pada pemeriksaan status dermatologis dijumpai papul sewarna kulit milier, multipel, difus, generalisata dan papul hipopigmentasi milier, multipel, difus, generalisata. Makula hipopigmentasi milier, multipel pada regio thorakalisdan nuchae. Gatal sesekali dijumpai. Universitas Sumatera Utara Gbr 2a. Pasien pada saat pertama sekali datang Gbr 2b. Pasien pada saat pertama sekali datang Pasien kemudian didiagnosis banding dengan liken nitidus + leukoderma, liken planus + leukoderma dan veruka plana + leukoderma. Dengan diagnosis sementara adalah liken planus + leukoderma. Kemudian dilakukan pemeriksaan darah rutin, Hb 16,4 g/dl, Leukosit 10.600/mm3, Trombosit 278.000/цL, hitung jenis eo/bas/neu/lim/mono/ 2.42%, 1.44%, 59.5%, 26.5%, 10.1%. KGD ad random 79 g/dl. Dilakukan pemeriksaan biopsi kulit dan dijumpai hasil pembacaan sediaan terdiri dari jaringan yang dibatasi sel epitel stratified squamous yang mengalami atrofi, parakeratosis. Pada dermis dijumpai pembuluh darah dengan sedikit proliferasi endotel dan infiltasi ringan sel sel berinti tunggal disekitarnya. Kesimpulan suggestive of lichen nitidus. Diagnosis kerja menjadi liken nitidus + leukoderma. Universitas Sumatera Utara Gbr 3. Gambaran pemeriksaan histopatologi Penatalaksanaan diberikan terapi steroid topikal potensi sedang pada pagi hari dan asam retinoid topikal 0,025% pada malam hari. Pemberian obat oral berupa mebhidrolin napadisilate bila perlu. Saat kontrol 1 bulan kemudian, tidak tampak perbaikan secara klinis. Penatalaksanaan diteruskan, dengan mengubah asam retinoid topikal 0,05% pada malam hari. Pasien direncanakan untuk kontrol 1 bulan kemudian, namun pasien tidak kembali. Prognosis quo ad vitam bonam, quo ad functionam bonam, quo ad sanationam dubia. Gbr 4a. Pasien pada saat kontrol 2 Universitas Sumatera Utara Gbr 4b. Pasien pada saat kontrol 2 III. DISKUSI Diagnosis pada pasien ini ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan klinis dan pemeriksaan histopatologi. Berdasarkan anamnesis adanya bintil-bintil yang banyak dan luas pada tubuh. Hal ini telah dialami sejak 9 tahun yang lalu. Bintil-bintil awalnya sedikit dan semakin lama semakin membanyak terutama pada daerah yang sebelumnya mengalami garukan dan luka. Bintil-bintil tidak mempunyai gejala apa-apa, namun terkadang menimbulkan gatal. Dari kepustakaan diketahui bahwa lesi pada liken nitidus biasanya asimptomatis, namun gatal terkadang dapat dijumpai. Tidak adanya kelainan sistemik atau gejala konstitusional lain yang dapat dijumpai, kelaianan hanya terbatas pada lesi di kulit.1 Pada liken nitidus akan dapat juga dijumpai fenomenaȌKebner, dimana lesi liken nitidus akan dijumpai pada tempat bekas garukan.1,5 Pada pemeriksaan dermatologi dijumpai adanya papul sewarna kulit milier, multipel, difus, generalisata dan papul hipopigmentasi milier, multipel, difus, generalisata. Sesuai kepustakaan gambaran klinis dari liken nitidus adalah papul berukuran milier sampai lentikuler yang bewarna seperti kulit atau hipopigmentasi dengan permukaan rata dan terkadang berkilat.1,6,7 Lesi pada liken nitidus dapat dijumpai dimana saja sepanjang permukaan kulit, namun paling sering lesi dijumpai pada ekstremitas atas, dada, dan abdomen.1,2 Pada pasien dilakukan pemeriksaan laboratorium darah lengkap dan dijumpai hasil dalam batas normal, sesuai dengan kepustakaan bahwa pada liken nitidus tidak dijumpai Universitas Sumatera Utara adanya kelaianan pada pemeriksaan laboratorium atau ditemukan berhubungan dengan kelainan sistemik tertentu.1,4 Pemeriksaan yang dapat membantu untuk liken nitidus adalah pemeriksaan biopsi kulit dimana gambaran histopatologi akan menunjukkan gambaran “claw catching a ball” yaitu pemanjangan rete ridge pada batas lateral dari infiltrat yang terdiri dari limfosit, histiosit dan sel epiteloid pada papila dermis.6 Pada beberapa keadaan akan dijumpai epidermis yang menipis dan terkadang menunjukkan parakeratosis sentral tanpa hipergranulosis.1 Hasil pemeriksaan histopatologi pada pasien menunjukkan jaringan yang dibatasi sel epitel stratified squamous yang mengalami atrofi, parakeratosis. Pada dermis dijumpai pembuluh darah dengan sedikit proliferasi endotel dan infiltasi ringan sel sel berinti tunggal disekitarnya. Kesimpulannya dapat mengarah ke liken nitidus. Pada kasus tidak dijumpai gambaran khas dari liken nitidus, ini dapat djelaskan karena pasien sebelumnya telah mendapat terapi selama lebih kurang 1 tahun terakhir. Sehingga gambaran histopatologi yang dijumpai tidak terlalu khas lagi. Pasien kemudian di diagnosis banding dengan liken planus dan veruca plana. Liken planus dan liken nitidus dapat dibedakan secara klinis, yaitu pada liken planus adanya gambaran khas berupa papul poligonal dengan permukaan rata dan bewarna kemerahan sampai keunguan dan menunjukkan adanya umbilikasi pada bagian tengahnya. Papul juga biasanya akan bergabung menjadi satu dan pada permukaannya akan membentuk garis keputihan yang disebut Wickham striae.1 Pasien juga didiagnosis banding dengan veruca plana. Veruca plana adalah kelainan kulit yang disebabkan HPV tipe 3 dan 10 yang juga mempunyai gambaran klinis berupa papul halus yang rata dan sedikit meninggi yang biasanya berlokasi pada wajah dan dorsum dari tangan. Dapat disingkirkan dari pemeriksaan histopatologi dengan liken nitidus yaitu akan dijumpai hiperplastik epidermis yang ringan, tidak adanya papilomatosis dan parakeratosis dan terdapat banyak keratinosit yang bervakuolisasi.8 Penatalaksanaan pada pasien adalah pemberian steroid topikal potensi sedang pada pagi hari dan topikal retinoid pada malam hari dan antihistamin mebhidrolin napadisilate kapan perlu. Menurut kepustakaan kebanyakan kasus liken nitidus tidak memerlukan intervensi karena biasanya asimptomatis dan akan sembuh dengan sendirinya, namun ketika pasien merasa terganggu dengan gatal yang muncul atau pasien terganggu secara kosmetis maka diperlukan perawatan.1 Kortikosteroid topikal dapat diberikan pada pasien dengan liken nitidus dan pada kasus yang sulit seperti pada pasien ini dimana ruam telah menetap lebih kurang 9 tahun, maka retinoid topikal dapat diberikan. Universitas Sumatera Utara Prognosis pada pasien liken nitidus biasanya baik dimana lesi akan menyembuh dengan sendirinya dalam 1 tahun kemudian, namun pada kasus tertentu lesi akan dapat bertahan dalam beberapa tahun. Lesi baru dapat timbul setelah lesi lama mengalami resolusi.1 Pada beberapa kasus yang dilaporkan, terdapat penatalaksanaan yang berhasil dilakukan yaitu dengan pemberian antihistamin astemizol selama 2 minggu yang diikuti PUVA selama 9 minggu, dimana terapi ini diberikan pada pasien dengan liken nitidus yang berulang atau pemberian pimecrolimus 1% selama 8 minggu.2,4 Terapi lain yang juga dilaporkan berhasil adalah pemberian oral kortikosteroid, siklosporin dan NBUVB. Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA 1. Pittelkow MR, Daoud MS. Liken nitidus. In: Wolff K, Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS, Leffell DJ, eds. Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine 7th ed. New York: McGraw-Hill; 2008. p. 256-58 2. Arizaga AT,Gaughan MD, Bang RH. Generalized liken nitidus. Clinical and experimental dermatology 2002;27:115-17 3. Tannous Z. Liken nitidus. Available from: http://emedicine.medscape.com/article/1123127-overview. Last update: 22/10/2010 4. Farshi S, Mansouri P. Generalized liken nitidus successfully treated with pimecrolimus 1 percent cream. Dermatology online journal 2011;17:7:11 5. Dyall-Smith D. Liken nitidus. Available from: http://dermnetnz.org/scaly/liken-nitidus.html. 6. Al-Mutairi N, Hassanein A, Nour-Eldin O, Arun J. Generalized liken nitidus. Pediatric dermatology 2005;22:2:158-60 7. Rallis E, Verros C, et al. Generalized purpuric liken nitidus, report of case and review of literature. Dermatology online journal 2007;13:2:5 8. Benign epidermal tumor. Available from: http://atlases.muni.cz/atlases/kuze/atl_en/main+nadory+epidtumben.html#hpviry+verr uca_plana. Universitas Sumatera Utara
Liken Nitidus LAPORAN KASUS Liken Nitidus

Liken Nitidus

Gratis