KARAKTERISTIK HABITAT RAYAP TANAH Macrotermes gilvus Hagen DI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

Gratis

0
17
8
2 years ago
Preview
Full text
Bukti Matematika Menurut Wittgenstein Hardi Suyilno Magnetic Anomalies in Equatorial Regions Eddy Mirnanda dan Supriyadi Metode Gayaberat Mikro 4D untuk MonitOling Lapangan Panas Bumi Ahmad Zaenudin, W GA Kadir, dan Djoko Santoso Penumbuhan Film Tipis GaN di atas Substrat Si(lll) dengan Metode DC Magnetron Sputtering Sugianto, Sunarno , dan Didik A. Pengaruh Waktu Lebur terhadap Parameter Termal dan Sifat Fisik Kaca Zinc-Tellurite Sulhadi Analisis Perilaku Adsorpsi Cu(U) pada Asam Humat Menggunakan Model Isoterm Adsorpsi Langmuir Sri Kadarwati Analisis Ferro Secara Spektrofotometri Menggunakan 1,1 O-Fenantrolin sebagai Agen PengompJeks Agung hi Prasetya dan Kristi Apriliana .-\11 a1isis Senyawa Alkaloid dalamDaun Beluntas (Pluchea indica [L.] Less,) dengan Metode Spektroskopi £r·s . ng hono KuslIIno, Nanik Wtjayati, Linda Santi, dan Asti Ardiani PC:'n ganlh Ju s Lidah Buaya (Aloe vera) terhadap Respon Proliferasi Limfosit Limpa Mencit JIb c y n::: Diinfeksi Salmonella typhimurium ,': ,.; i' ! Z ゥLNセAi@ ゥ ゥ@ dan Yl!grahaningsih WH. . Kc,r .,'lensuK Hal itat Rayap Tanah J\;/acrotermes gilvus Hagen di Taman Nasional Ujung Kulon [k en -110;;;;(. De.1 DIIi )'adi, Dodi Nandika , Surjono Surjokusumo, dan Syaiful Anwar Volume 30, Nomor:1 Desclllhcr 20D7 ISSN.0215-99-t5 Jurnal MIPA Terbilliga kal i seta hun pada bulan April, Agustus, dan Desember Rcdaksi Daftar lsi 158- 167 BlIkti Miltematika Mcnurut Wittgenstein Pcmimpin Sri MulYCln! [S Sekretaris Wiyallto Anggota ST Rudi wセゥャ|ョ@ (ivlatematika) WaIlYl! 1-lilrd Y Z イ@ Z|@ N セZ QG\L@ rc::',\ Secilril Spektrofotometri :\ k::,, ;c QB NGォL ャセ@ I . I 0- Fcnantro I in sebagai Agen [ エ@ ャ@ [M Zセ 、@ イ 」ォ ウ@ i ; 1,1,' ,z ii'! pイッセ・ョH{@ セ@ i@ Z@ M セQV@ Z|@ [ セ Li ゥL daJ1 KriSli Apri/iana L@ s」ョ|cャGNセォ。ッゥ、@ I,P.:.<..it c(/ OiZ、ゥ sセQNGZ GZ ゥPセォッ 」。セ l N Ql ・ウ 21:-226 イ|Z@ ゥャ ァセョ[ dalam Daun Beluntas dengan Metode .\'anik Wijayali, Linda ィ@ Jus 1_!0:': '1 8:;<1\'3 (-i/o e \'era) tel-hadap JJ: itOS !I Lill1pa ;"'lencit Balb/c yZlng Dil ofek.>;l S, ."" uncl!,: nphil71l1rium An )illl/II.' ll/li (" III \ /! o!mhan il/'gsih u: H. R 5POI'I aiセュ。 エ@ R cdaksi / Penerbit FMIPA Uni versita s Ncgeri Semora ng Kampus Sekara n Gu nungpati Semar:lilg 50229 Telp .. +62-24-35U8 !12 FaA . : +62-24-8508005 E-Illilll· .i III ipa@unnes,ac.id I@ A@ ゥ@ [ ;'-' , ;' 1;; ;1 1); :0 i..'I!SIIl UO, Pcnanggung Jawab Kilsmadl Imam S. Srl/llerillg ·'\a!.:Iu Lcbu r !t l'lwdar Pi:lrilmetel' .... :LlIl Sit:,! fゥセャ@ Kacil Zinc -Te llurite G@ i 」セ セ| NZ@ A Lembaga Penerbit FMIPA Uni versitas Negeri Semilrilng .\/(lgIl Cilllli Didd .4. S'(,.,·::!'I/(). dOli '; I !(i f)rel .!ic :."1 [ 227-232 Kara kteri siik Hilj iut R3 yap tセAQj ィ@ ,\I([CJ{)renll l:'s gii\lls Hagen cii Tam an \' asiull al Ujung Ku lon ,Viken Sl!bekri, Dedy DWJodi. Dod! .\'uildikll. Swjono Surjo/arsllmo dan Syaifl.ll A I1\var ,I jurnal MIPA Vo!. 30 No.3, Desember 2007 227 KARAKTERISTIKHABITATRAYAPTANAH Macrotermes gi/vus Hagen TAMAN NASIONAL UJUNG KULON Nikcn Subckti1, Dcdy DuryadP, Dodi Namlika\ Surjono Surjokusumo4 , dan Syaiful IIJurusan 50229 Termitidae Macrolermes dalam tanah. tinggal di sebagai yang syhingga d gambaran habitat rayap habitat rayap M gilvus dibatasi sarang. Parameter yang diamati meliputi tekstur, bobot karbon kandungan nitrogen total, tanah serta sarang. Hasil peneiitian bahwa nyata tanah elisekitar sa rang dalam hal tanah pada sarang M gilvus N semen tara terdapat bobot isi, tanah, dalam tekstur tanah, kadar suhu dan Kata habitat, macrotermes, tarrah. (Nandika et at., 2003). konsumen bahan organik. mengmampu menghancurkan konsumsi bagian-bagian tumbuhan mati atau hidup menguraikannya menjadi bahan anorganik eI memanfaatkan simbiosis dengan lain eli dalam sistem pencernaannya. Akibat mengubah ia daerah yang IlIlrrr ..nto temp at 228 baban yang sangat ekstrim. Keberadaan jenis rayap tertentu dapat meningkatan kesuburan tanah, aktivitas rayap dapat mengllbah profil tanah, mem-pengaruhi tekstur tanah dan pendistribusian bahan organik (Meyer el al., 2003). Rayap hidup pada tipe tanah tertentu. Namun secara umum rayap tanah menyukai tipe tanah yang banyak mengandung liaL ini tidak menyukai tanah ir karena tipe tanah ini memiliki kandungan bahan yang (Traun & Perry, 2000). Setiap rayap tanah, . pada setiap tipe tanah umumnya berbeda, akan tctapi sebagian rayap mellyukai tipe tanah yang ung lial. Hal ini liang dibuat rayap baik didalam tanah atau saat menyerang bend a terdapat diatas tanah akan lebih stabil j ika menggllnakan tanah Iiat (Evans, 2003). Penelitian ini mencoba mengung-kapkan . ian dari karakteristik tan merupakan habitat M diteliti dibatasi pada sarang dan tanah Diharapkan penelitian sebagian tanah M gilvus mel iputi isi, porositas, kadar air, suhu karbon organik, nitrogen total, nisbah CIN dan pH tanah serta membandingkannya dengan tanah di METODE Waldu dan hutan alam, Taman Nasional Uju Kulon Sementara untuk dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah dan Sllmberdaya Institut Pertanian Penentuan Iuas area dcngan petak contoh sarang rayap macrotermes dan tanah sarang. Klasi Subekti dkk., Karakteristik I {abitat /?ayap Tanah koloni menggllnakan Meyer I) yaitu ukuran sarang kceil - 1 meter), scdang(l- J,99 meter) dan 2 Conloh tanah diambil membenamkan ring sampler pada kcdalaman 0 - 20 em (zona luar), 20 - 40 em (zona tcngah ) dan 40 em (zona dalam). Paramcter yang diukur adalah suhu, pH, Profil Tanah, dan Tckslur Kandungan Bahan Organik, Kadar C dan Nitrogen Total. HASIL DAN PEMBAHASAN Tekstur Tanah Bcrdasarkan pengujian dcngan mcnggunakan ANOYA, perband liat antara tanah dalam sarang dan tanah sekitar sa rang tidak nyata. Kisaran liaksi dcbu dan 1 pada tanah dalam sarallg ditunjukkan daJam Tabcl 1. Perubahan dalam tekstur, isi dan porositas perubahan dalam kcpadalan tanah, drainasc dan acrasi tanah. M tanah terlihat Icbih lebih pejaJ dan kompak, !cbih draineasenya lebih buruk. kondisi tanah yang buruk diatas mcngganggu peliumbuhan tanaman (Long et ai., 200 ). Oleh karena itt! perlu adanya pcngolaban tanah butan yang intensif untuk tanah Bobot Tanah 2 terlihat bobot isi tanah terkecil tanah sarang M gilvus dan bobot isi tanah terbesar terletak pada tanah sekitar sarang. isi tanah antara tanah pada sarang dan tanah sarang pad a berbeda bobot tanah sarang ini kembara, patnya ruangan-ruangan dalam sarang dan meningkatnya tanah. tanah Jurna/ MIPA Vol. 30 No.3, Desember 2007 Tabel I. Fraksi Tanah dalam Ujung Kulon 229 Debu dan Liat pada Rayap dan Tanah Sekitar Sarang pada Taman Nasional 3.59±5.&9 3.9J±IO.11 8.73:J: 15.6 13 .89:J: 18.65 memiliki bobot isi yang tinggi. Jika keragaman bobot tanah ihat bahwa tanah sarang lebih besar Adanya liang sarang 30.41±32.& 28.28±32.42 17.53±26.27 26.8 J ±32.28 20.27±29.22 24.03±27.17 35.85±39.85 39.33±45.39 69.8±76.58 57.61±69.28 55.17±6&.71 .1 I tingginya Kandungan organik rayap M yang lebih tinggi diduga menyebabkan porositas pada tanah dibandingkan KadarAh' 3, kadar air sarang dan tanah sekitar sarang itian relatif sama dan lokasi pada Tabel 2. Bobot lsi Tanah di da!am Ujung Kulon. Porositas dan Tanah LOKASr Sarang Macrotermes Sekitar Macrotennes (L) Macrotermes (M) Sekitar Sarang Macrotermes Macrotermes (S) Sekitar Macrotermes memiliki porositas yang in tanah yang massive (pejal) dan tanah berstruktur memiliki lebih rendah dibanding tanah 111bang 0.97 1.26 1.03 1.16 l.05 Rayap Macrotermes Taman PEUBAH Porositas 50.52 63.48 52.51 61.40 56.44 60.28 menunjukkan adanya perbedaan nyata. Keadaan disebabkan kandungan tanah dan karbon pada lokasi berbeda mempen garuh i besar kecilnya ruang pori yang dapat air dan i kemampuan menahan sehingga air dalam yang Karena kandungan tekstur dan C organiknya Subekti 230 Karakteristik Habitat Rayap Tanah bahall  organik  pada  daerah  tertcntu  seperti  kebun  menyebabkan  inya  fluktuasi C organik yang  (Hyodo  et 2000).  sarang ini  N total  sarang memiliki keragaman paling keeil, sehingga kadar air tanah pada lokasi tersebut di setiap titik. dikatakan lebih ini karena pada titik memiliki karakteristik dan kondisi yang relatif sama.  da hIm  Tabel  3.  Kulon,  Macrotermes (L)  Sekitar  Macrotcrmes  Macrotermes  Sekitar Sarang Macrolermes  Sarang Macrotermes (S)  Sekitar  Macrotermes  Karbon  0  nik,  Nitrogen  Total  dan  Nisbah  CIN sarang  satang  tidak  menunjukkan  pada  Tabel  rata­rata  C  organik  terscbut  pada  lokasi  penelitian.  Hal  C  organik  bahwa  tanah  35.13  33,66  32,9J  32,83  30,70  29,24  berasal  dari  bahan  makanan  dan  tanahnya  N yang tinggi.  Akumulasi  dan  tanah serta bahan organik telah  N dalam tanah.  Senyawa  organik  tanah  terdapat  dalarn  tanah  untuk waktu yang  lama.  Ketahanannya  dalam  tanah  kuat  ingga  hanya  dari  cadangan  tanah  4.   Kandungan  Organik,  N  Rayap  Macrotermes  Tanah  dalam  Taman Nasional Ujung  dan  Tanah  LOKASI  Total  Nisbah  eIN Macrotermes (L) O.6S± 0.89  0.07± 0.1  Sekitar  Macrotermes  (L) Macrotermes (M)  O.56±1.54  0.08±O.l6  7.9±6.3  l.35±1.69  O.l3±0.2  8.45±10.38  6.S±12.71  Sekitar  Macrotermes  Sarang Macrotermes (S)  l.79± 1. 82  0.18±O.27  6.63±9.94  L54± 1.73  0.15±O.lS  9.61±10.26  Sekitar Sarang Macrotermes  (S)  2.21±2.66  0.17 ±0.24  9.21  ±13  sekitar sarang. Dilihat dan ballan organik yang merata di seluruh areal menyebabkan kandungan karbon organik dalam tanah pada lebih musim ini diduga meningkatkan jumlah N total dalam tanah (Hernandez, 2001). J!lrna! MIPA Va!. 30 No.3, Desember 2007 231  kut  bahan  organik  dari  sisa­sisa  tanaman  kc  dalam sarang dan sekaligus menguraikannya,  sehingga teljadi akumulasi unsur hara di dalam  sarang  (sepcrti  N  dan  P)  dan  terjadi  kekurangan un sur hara diluar sarang. Hal ini lerbukti dari hasil penel itian ini dimana kandungan N dalam sarang lebih besar clibanding di luar sarang. Kekurangan unsur Tabel 5. Derajat Keasaman (pH) Jika diJihat keragamannya ternyata keragaman pH. tanah disekitar sarang paling keei!. Jenis vegetasi yang relatif sama pada tanah disekitar sarang diduga menyebabkan pH tanahnya relatif homogen. Berdasarkan kisaran pH tanah, maka pH tanah pada lokasi penelitian terletak antara 5,2 - 6,3 sehingga Kandungan pH pad a Sarang Rayap Maerotermes Tanah di dalam Sarang dan Tanah Sekitm Sarang di Taman Nasional Ujung Kulon. LOKASI Zona Luar PEUBAH Zona Tengah 5.8 5.9 5.4 5.5 5.2 5.3 5.9 5.9 5.5 5.6 5.3 5.4 Sarang Macrotermes (L) Sekitar Sarang Macrotermes (L) Sarallg Macrotermes (M) Sekitar Sarang Macrotermes(M) Sarang Macrotermes (S) Sekitar Sarallg Macrotermes hara diluar sarang ini dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Jika dil ihat kisaran dan keragamannya, terlihat bahwa sarang rayap mcmiliki kisaran N total yang kebar dan keragaman yang besar. Adanya proses kanibalisme dan ballan organik pada tempat tertentu (misa lnya pada kebun j amlll') diduga menimbulkan fluktuasi N yang besat". Nisbah ClN tanah sarang, tanah disekitar sarang tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Tabel memperlihatkan nisbah CIN yang tidak berbedajauh dari lokas1 peneiitian diatas bahkan antara tanah sekitar sarang memiliki nisbah CfN yang sarna. Kebersamaan nisbah C/N pada lokasi peneiitian disebabkan kandungan karbon organik dan N totalnya dapat dikatakan sarna. Zona Dalam G.! G.3 5.7 5.7 5.3 5.5 lokasi penelitian ini termasuk daerab asam. Selisih pH tanah sarang rayap ltd.. gilvus dengan tanah disekitar sarang terlihat keeil sekali (0,07), hal ini sesuai bahwa perbedaan pH tanah antara sarang dengan tanah disekitar sarang adalah kecil. Perbedaan pH yang keci! dalam penelitian ini disebabkan sarang rayap tanah disekitar sarang berada pada lingkungan dengan vegetasi yang sarna. Suhu Suhu sarang rayap dijelaskan oleh. Bahwa suhu rata-rata dalam sarang sekitar.dan tidak bervariasi melebihi 0,5 °C dalam setahun. Sedangkan menurut (Wood, 1988) menyatakan bahwa suhu 30° C menipakan suhu yang optimal bagi aktivitas rayap tanah. Tabe16. Kandungan Suhu pad a Masing-Masing Zona Sarang Rayap Macrotermes Tanah di Taman Nasional Ujung Kulon PEUBAH LOKASI Zona Luar Sar(1og Macrotermes (L) Sarang Macrotermes (M) _ S::wmg Macrotermes (S) 30.3 30.4 30.4 Zona 30.2 30.l 30.2 Zona Dalam 29.5 29.1 29.3 Subekti dkk., Karakteristik !-Iabilat 232  Jika  dilihat  rata­rata  suhu  antar  zona,  maka  zona  luar  30,3  C  zona  tengah  30,1  DC dan zona  dalam  29,J  DC. Keragaman  yang  lebih  keeil  pada  zona  dalam  menllnjukkan  sllhu  dipusat  sarang  lebih  konstan.  Perbedaan  keragaman  suhu  anatar  ZOlla  diduga  sebagai  eara untuk  mempertahankan  kestabilan  suhu  dipusat sarang.  0  PENUTUP Karakteristik  tanah  pad a  sa rang  },{  gilvlIs, tanah  da lam  sarang dan  tanah  sekitar  sarang  mCI1liliki  persamaan  dan  perbedaall.  Per­san1Clan  karakteristik tanah antara sarallg  rayap  /1,1  gilvlIs dan  tanah  di  sekitar  sarang  dalall1  hal  kandllngan  fraksi  pasir,  debll  dall  liat;  kadm  air  tallah,  C  organik,  nisbah  C/N dan  pH  tanah.  Sel11entara  perbedaann ya  dalam  hal  bobot  isi  tanah,  porositas  dan  kandllngan  N total.  Berdasarkan  kotnposisi  kandungan  tekstur  tanahnya,  maka  keel11pat  lokasi diatas  memiliki kelas  tekstur tanah  liat  dan  termasuk  daerah  asam.  SUlllt  sarallg  M. gilvus secara  keselul'Uhan  sebesar  28,03  oc,  dengan  zona dalatll  sebagai  ZOlla  yang  pilling  konstan suhunya,  DAFTAR RUJUKAN An\var,  S. dan  U,  Sudadi.  2007.  Kiiilia Tanah. Bogor:  Departemen  Ilmu  Tanah  Dan  Sumberdaya  Lahan,  Fakliltas  Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Evans, T.A. 2003 . The Influence of Soil Heterogeneity on Exploratory Tunneling by the Su bterranean Termite Coptotermes frenehi (Isoptera: Rhinotermitidae). BlIII oj Entomological Research. 93:4 13-423. Hernandez, D.L. 2001. Nutrient Dynamics (C,N, and P) in Termite Mounds 0 f Nasutitermes Ephratae From Savanllils of The Orinoco Llanos. Soil Biology & Biochemistry. 33: 747-753. Rilla/, セ L@ .. Hyodo, F., T Inoue, J. I. Azullla, I. Ta\ ;\' 1I and T Abe. 2000. Role of'Tlte rvlutu il li<;[ i..: Fungus in Lignill Degradalion ill Tk Fungus Growing Termite lll(1crotClTncs gilvllS (lsoptera:Milcroterinitidae) Soil Biology alld IJiochclllislrv 32:653-658. Long, C.E., B.L. Thorne, N,L. Brei sc h, alld L.W. Douglass. 200 I. EfkelorOI'galli c and fnorgallic Lalldscape Mulches 011 Subterranean Termite (Isoptera: IZhinolermitidile) r-orilging Activity, EJ//()IIlOlogica/ ,)'ociely (!I/l /1/ ericCi. -16: 832836. Meyer, V. \y, 20 0 1, il1lrncololli({1 De /l/ography, JJiolll({sS al1a Food COI/SlIl1Iption of Il1ocrole l'lll eS I/CI/({/cl/sis (H(lFIland)(fsopteru: 1'ermi/idae) CoIOl/ie.I' ill The Nor/hem Kruger Nallol/u! Park, South Africa. ;)clori,l: Departmcnt o[Zoology il!lU El1l01110]Ogy Utliversily 0[' Petoria. Meyer, V. W" R.M, Crewe , aile! l N@ イセNHI@ I3raack. 2003, Est illlales of food Consltllltioll by the fungus-Growil1g Termite rnacrotennes tlatillcn sis in South Africall Savanna-Woodlatld, Sou lh Afri c an Journal oj Sciel/ce, 99, Natldik?, D, Y Rislllilyacli, dar. F. Di b". 2003. Rayap, Diologi dnn Pel/J,ellda/ial/llya. Surakarta: Muit iltl1 !1laciiyah Utliversity Press. Tarumingkeng, R,C, 2000 , Manajell1ell Deteriorosi Hasi! Hu/a!? Jakartil: UKRIDA Press , Trilun, M,A. and D.H, Perry, 2000, Distribution and Characteristics of Mound Building Termites (lsoplera) in Western Austrillia. Journal oj (he Royal Society of J1iestem Australia. 81: 19 j -2000. Wood, TO. and !(,E. Lee, 1988, Termites and Soils. London nlld NC'N York: Acadelll ic Press,

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Penggunaan Berbagai Konsentrasi Khitosan Dan Fipronil Terhadap Pengendalian Hama Rayap Tanah Macrotermes gilvus Hagen (Isoptera ; Termitidae) Di Laboratorium
0
73
47
ANALISIS KERAPATAN TEGAKAN DI KAWASAN TAMAN NASIONAL BALURAN
1
9
5
DINAMIKA PENGELOLAAN EKOWISATA TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DINAMIKA PENGELOLAAN EKOWISATA TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DINAMIKA PENGELOLAAN EKOWISATA TAMAN NASIONAL ALAS PURWO
0
12
17
ESTIMASI SIMPANAN KARBON DI KAWASAN TAMAN NASIONAL BALURAN
9
28
45
HUBUNGAN KEANEKARAGAMAN MESO-MAKROFAUNA TANAH DENGAN SIFAT-SIFAT FISIKA DAN KIMIA TANAH PADA TIGA ZONA TAMAN NASIONAL MERU BETIRI
0
8
44
HUBUNGAN KEANEKARAGAMAN MESO-MAKROFAUNA TANAH DENGAN SIFAT-SIFAT FISIKA DAN KIMIA TANAH PADA TIGA ZONA TAMAN NASIONAL MERU BETIRI
1
5
10
KEANEKARAGAMAN GASTROPODA DI HUTAN MANGROVE PANTAI KELOR TAMAN NASIONAL BALURAN
0
5
17
KANDUNGAN UNSUR HARA MAKRO PADA TANAH DAN JUMLAH SERESAH PADA TIGA TIPE TEGAKAN DI TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS
1
24
85
PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DI TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS
3
16
25
POPULASI DAN KEANEKARAGAMAN MESOFAUNA TANAH DAN SERASAH DI HUTAN TAMAN NASIONAL BUKIT BARISAN SELATAN (TNBBS)
1
17
33
KAJIAN VEGETASI DI KANAN-KIRI JALAN SANGGI-BENGKUNAT KM 30 – KM 32 TAMAN NASIONAL BUKIT BARISAN SELATAN SEBAGAI HABITAT GAJAH SUMATERA (Elephas maximus sumatranus)
1
10
40
Relatedness of the subterranean termites Macrotermes gilvus Hagen (Blattodea: Termitidae) from two habitats in Bogor
0
0
8
KARAKTERISTIK DAN POTENSI AKUIFER BEBAS DI CEKUNGAN AIR TANAH (CAT) WATES, KABUPATEN KULON PROGO Bima Arifiyanto bima.arifiyantogmail.com Tjahyo Nugroho Adji adjieugm.ac.id Abstract - KARAKTERISTIK DAN POTENSI AKUIFER BEBAS DI CEKUNGAN AIR TANAH (CAT) WAT
0
0
10
KEANEKARAGAMAN BURUNG KAWASAN HUTAN NDALIR DI TAMAN NASIONAL WASUR
0
1
16
SIFAT ANTIRAYAP EKSTRAK BIJI MENGKUDU (Morinda citrifolia Linn) TERHADAP RAYAP TANAH (Macrotermes gilvus Hagen)
0
0
13
Show more