Profil Penderita Tumor Otak Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2011-2013

Gratis

7
87
85
2 years ago
Preview
Full text

PROFIL PENDERITA TUMOR OTAK DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN TAHUN 2011-2013 Oleh : YAUMIL REIZA 110100124

  PD-KGEH) NIP: 1954 0220 198011 1001 MEDAN TAHUN 2011-2013 Yaumil ReizaFakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Latar Belakang : Tumor otak, yaitu lesi ekspansif jinak atau ganas yang membentuk massa di intrakranial atau medula spinalis, adalah salah satu tumor yang dapat menimbulkan progresi yang buruk. Adam Malik Medan pada tahun 2011-2013, kejadian tumor otak paling banyak ditemukan pada kelompok usia 51-60 tahun (35,09%) dan jenis kelamin perempuan (52,63%).

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2014

  PD-KGEH) NIP: 1954 0220 198011 1001 MEDAN TAHUN 2011-2013 Yaumil ReizaFakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Latar Belakang : Tumor otak, yaitu lesi ekspansif jinak atau ganas yang membentuk massa di intrakranial atau medula spinalis, adalah salah satu tumor yang dapat menimbulkan progresi yang buruk. Adam Malik Medan pada tahun 2011-2013, kejadian tumor otak paling banyak ditemukan pada kelompok usia 51-60 tahun (35,09%) dan jenis kelamin perempuan (52,63%).

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya yang begitu besar sehingga penulisdapat menyelesaikan laporan hasil penelitian yang berjudul ”Profil PenderitaTumor Otak di RSUP H. Kepada kedua orangtua penulis, Ayahanda Setiawardi dan Ibunda Nazarni, adik-adik penulis, Siti Sarah Fazira dan Qastaril Faisa yang senantiasamendukung dan memberikan bantuan moral dan material dalam menyelesaikan laporan hasil penelitian ini.

6. Kepada semua pihak lainnya yang telah membantu dalam proses penulisan laporan hasil penelitian ini yang tidak bisa disebutkan satu per satu

  Distribusi tumor otak berdasarkan usia dan jenis kelamin 15 di RSUP H. Adam Malik 53 tahun 2011-2013 berdasarkan lokasi tumor dan adatidaknya kelainan neurologis nonfokal DAFTAR GAMBAR Nomor Judul Halaman 2.1.

DAFTAR SINGKATAN

CT Computed tomographyEEG ElektroensefalogramH&E Hematoksilin dan eosinMRI Magnetic resonance imagingRSUP Rumah Sakit Umum PusatSSP Sistem saraf pusatTIK Tekanan intrakranialTNM Tumor, Nodule, MetastasisWHO World Health Organization

DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran 1 Daftar Riwayat Hidup PenelitiLampiran 2 Data IndukLampiran 3 Ethical ClearanceLampiran 4 Surat Izin PenelitianLampiran 5 Lembar Kegiatan Bimbingan KTI MEDAN TAHUN 2011-2013 Yaumil ReizaFakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Latar Belakang : Tumor otak, yaitu lesi ekspansif jinak atau ganas yang membentuk massa di intrakranial atau medula spinalis, adalah salah satu tumor yang dapat menimbulkan progresi yang buruk. Adam Malik Medan pada tahun 2011-2013, kejadian tumor otak paling banyak ditemukan pada kelompok usia 51-60 tahun (35,09%) dan jenis kelamin perempuan (52,63%).

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Meskipun jinak, tumor otak tetap berbahaya sama seperti tumor yang ganas tergantung pada lokasitumor, di mana tumor yang terletak pada bagian otak yang penting akan menimbulkan gejala yang serius (Cancer Research UK, 2013). Adam Malik dan Rumah Sakit Haji, Medan, Indonesia, terdapat 48 kasus tumor otak dengan persentase penderita tumor otak yang terbanyakadalah laki-laki (72,92%) pada kelompok umur di atas 60 tahun.

1.4. Manfaat Penelitian

  Manfaat penelitian ini adalah: 1. Bagi peneliti, penelitian ini merupakan salah satu syarat kelulusan untuk menyelesaikan program pendidikan sarjana (S1) dan diharapkan dapatmeningkatkan pemahaman dan kemampuan peneliti di bidang penelitian.

2. Bagi pihak RSUP H. Adam Malik Medan, penelitian ini diharapkan dapat: a

  Membantu pihak rumah sakit dalam pengolahan data tentang tumor otak di RSUP H. Bagi masyarakat, penelitian ini diharapkan dapat menyediakan informasi tentang tumor otak sehingga meningkatkan kesadaran dan pengetahuanmasyarakat dalam penanganan tumor otak.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Sistem Saraf Pusat

2.1.1. Embriologi

  Fusi dimulai di daerah servikal danbegitu dimulai, ujung-ujung tuba neuralis yang terbuka membentuk neuroporus kranialis dan kaudalis yang berhubungan dengan rongga amniotik. Ujung sefalik dari tuba neuralis menunjukkan tiga pelebaran, yaitu vesikel-vesikel otak primer: (a) prosensefalon, atau otak depan; (b) mesensefalon,atau otak tengah; dan (c) rhombensefalon, atau otak belakang.

2.1.2. Anatomi

  Batang otak (otak tengah, pons, dan medula oblongata) menyampaikan informasi sensoris dan motorik dari somatik dan otonom serta informasimotorik dari pusat yang lebih tinggi ke target-target perifer (Hansen, 2010). Otak terutama diperdarahi oleh arteri vertebral yang berasal dari arteri subklavia, naik melalui foramen transversum dari vertebraC1-C6, dan memasuki foramen magnum tengkorak; dan arteri karotid internal yang berasal dari arteri karotis komunis di leher, naik di leher, dan memasukikanalis karotis dan melintasi foramen laserum sehingga berakhir sebagai arteri serebral anterior dan medial yang beranastomosis dengan sirkulus Willisi(Hansen, 2010).

2.1.3. Histologi

  Di dalam kranium dan foramenvertebrale terdapat meninges, yaitu suatu jaringan ikat yang terdiri dari tiga lapisan, yaitu dura mater, araknoid mater, dan pia mater. Neuron dikelilingi oleh sel yang lebih kecil dan lebih banyak yaitu neuroglia, yaitu sel penunjang nonneural yangmemiliki banyak percabangan di SSP dan mengelilingi neuron, akson, dan dendrit.

2.1.4. Fisiologi

  Tidak ada bagian otak yang bekerja sendiri dan terpisah daribagian-bagian otak lain karena anyaman neuron-neuron terhubung secara anatomis oleh sinaps, dan neuron-neuron di seluruh otak berkomunikasi secara Medula spinalis memiliki lokasi strategis antara otak dan serat aferen dan eferen susunan saraf tepi. Lokasi ini memungkinkan medula spinalis memenuhidua fungsi primernya, yaitu sebagai penghubung untuk transmisi informasi antara otak dan bagian tubuh lainnya dan mengintegrasikan aktivitas refleks antaramasukan aferen dan keluaran eferen tanpa melibatkan otak.

3. Banyak terlibat dalam emosi dan pola perilaku dasar

  Mengkoordinasikan dan merencanakan aktivitas otot sadar terampil Asal dari sebagian besar saraf kranialis perifer tengah, pons, dan 2. Regulasi refleks otot yang berperan dalam keseimbangan dan postur 4.

2.2. Tumor Otak

2.2.1. Definisi

  Menurut Hakim (2005), tumor otak adalah lesi ekspansif jinak atau ganas yang membentuk massa di intrakranial atau medula spinalis. Tumor otakdikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu tumor otak primer dan tumor metastasis.

2.2.2. Etiologi dan Faktor Risiko

  UmurUmur memegang peran penting karena sebagian besar tumor otak terjadi pada anak-anak dan orang dewasa tua meskipun setiap kelompok usia memilikipeluang yang sama untuk mengidap tumor otak (American Society of Clinical Oncology, 2013; Cancer Research UK, 2013). Jenis kelaminBerdasarkan jenis kelamin, laki-laki lebih mungkin menderita tumor otak daripada perempuan, namun beberapa jenis tumor otak yang spesifik seperti meningiomalebih umum terjadi pada perempuan (American Society of Clinical Oncology, 2013).

2.2.3. Epidemiologi

  Menurut Deangelis dan Rosenfeld (2009), tumor intrakranial dapat terjadi pada usia manapun, tetapi histopatologi dan insidensi tumor bervariasi menurutusia. Pada anak-anak,meduloblastoma dan astrositoma low-grade lebih mendominasi, sedangkan pada orang dewasa, astrositoma maligna dan meningioma adalah tumor otak yangpaling umum terjadi.

2.2.4. Patogenesis

  Terbentuknya tumor didasarkan atas anggapan bahwa lapisan sel tuba neuralis bermigrasi dan berdiferensiasi menjadi meduloblas yang kemudianberdiferensiasi menjadi dua bagian, yaitu golongan neuron menjadi neuroblas dan neuron, dan golongan glia melalui spongioblas menjadi astrosit danoligodendrosit. Saat ini, teori yang umum dianut adalah kanker berkembang melalui akumulasi dari perubahan genetik yang memungkinkan sel-sel untuk tumbuh diluar kendali mekanisme regulasi yang normal dan lolos dari proses penghancuran oleh sistem imun.

2.2.5. Patofisiologi

  Menurut Ropper dan Samuels (2009), kavum kranii memiliki volume yang terbatas dan memiliki tiga unsur yang relatif tidak dapat terkompresi, yaitu otak(sekitar 1.200-1.400 mL), cairan serebrospinalis (70-140 mL), dan darah (150 Seiring pertumbuhan tumor, venula-venula di jaringan otak yang berdekatan dengan tumor akan tertekan sehingga tekanan kapiler meningkat,terutama pada jaringan substansia alba di mana edema lebih mencolok. Pada awalnya, tumor mulai menggeserjaringan di sekitarnya dan kemudian menggeser jaringan pada jarak tertentu dari tumor, menimbulkan tanda-tanda lokalisasi yang palsu (Ropper dan Samuels,2009).

2.2.6. Gejala Klinis

  Pada kelompok pasien yang lain, terdapat indikasi awal adanya tumor otak berupa hemiparesis yang progresif, kejang yangmuncul pada orang yang sebelumnya sehat, dan gejala-gejala lainnya. Beberapa pasien juga memiliki gejala-gejala yang sangat khas yang jarang muncul oleh karena penyakit yang lainnya sehingga dapatditegakkan diagnosis bukan hanya eksistensi tumor otaknya saja, namun juga tipe dan lokasi tumor tersebut.

1. Tumor lobus oksipitalis menyebabkan hemianopia dan gangguan penglihatan

  Tumor pada korpus kalosum dapat menyebabkan demensia apabila kalosum anterior terlibat, perubahan kepribadian dan kehilangan ingatan yang berat 5. Tumor pineal menyebabkan hidrosefalus dan sindrom Parinaud dengan upgaze yang terganggu dan kelainan pada pupil.

2.2.7. Diagnosis

  Menurut Sobirin (2001), tidak selalu mudah untuk menduga dan membuat suatu diagnosis tumor otak karena gejala klinis yang dihasilkan dapat bervariasitergantung pada histopatologi dan lokasinya. Padahal, tumor otak merupakan penyakit yang serius dan kesuksesan pengobatannya bergantung pada diagnosis yang lebih dini.

1. Magnetic Resonance Imaging (MRI)

  Computed tomography scan (CT scan)CT scan berguna dalam mendeteksi erosi tulang pada tumor metastasis atau hiperostosis pada meningioma, namun kurang sensitif untuk tumor yang terletakdi fossa posterior. AngiografiAngiografi digunakan untuk menetapkan anatomi pembuluh darah sebelum pembedahan seperti menggambarkan patensi sinus venosus, dan untuk embolisasipreoperatif untuk mengurangi vaskularitas tumor sebelum reseksi, seperti pada tumor glomus jugularis (Deangelis dan Rosenfeld, 2009).

2.2.8. Klasifikasi

  Ada tiga jenis sel glia yang dapat menghasilkan tumor, yaitu astrosit yang menghasilkan astrositoma,oligodendrosit yang menghasilkan oligodendroglioma, dan sel ependimal yang menghasilkan ependimoma. Sel-sel tumor dapat membentuk struktur seperti rosette yang menyerupai kanalis ependimalis yang terdapat pada embrio dengan prosesus-prosesus yang menjorok ke dalam lumen.

7. Meduloblastoma

8. Metastasis

  Tumor otak tidakdikelompokkan berdasarkan staging TNM oleh karena ukuran tumor (T) kurang relevan dibandingkan dengan histopatologi dan lokasi tumor, otak dan medulaspinalis tidak memiliki jaringan limfatik (N), dan tumor otak jarang bermetastasis(M) dan pasien tumor otak kebanyakan tidak hidup cukup lama untuk mengalami metastasis. Kortikosteroid diindikasikanpada seluruh pasien tumor otak yang simtomatis, khususnya pasien dengan edema peritumoral yang terlihat pada pencitraan, kecuali pada pasien dengan limfomaSSP primer di mana kortikosteroid dapat meregresi tumor sehingga menyulitkan penegakan diagnosis apabila diberikan sebelum tumor dibiopsi.

5. Antikonvulsan Antikonvulsan diberikan pada seluruh pasien tumor otak yang mengalami kejang

  Namun, kebanyakan pasien tumor otak tidak mengalami kejang sebagai gejala awal. Yang lebih penting, banyak antikonvulsan berinteraksi dengan obat-obatan yang lain,misalnya dapat meningkatkan metabolisme agen kemoterapi sehingga kadarnya menurun ke level subterapetik (Deangelis dan Rosenfeld, 2009).

BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL

  3.1 Kerangka Konsep Penelitian Berdasarkan tujuan penelitian di atas, maka kerangka konsep dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Gambar 3.1. Penderita tumor otak adalah semua pasien yang dinyatakan menderita tumor otak berdasarkan diagnosis dokter, dengan pemeriksaan histopatologi dan/atauradiologi, sesuai dengan yang tercatat dalam rekam medis di RSUP H.

2. Usia adalah lamanya waktu hidup, terhitung sejak lahir sampai tanggal masuk sebagai pasien seperti yang tercatat pada rekam medis

3. Jenis kelamin adalah jenis kelamin penderita seperti yang tercatat pada rekam medis

  Gambaran histopatologi adalah gambaran jaringan tumor otak yang dibiopsi dan dilihat di bawah mikroskop seperti tercatat pada rekam medis. Lokasi tumor adalah lokasi di mana tumor otak ditemukan dengan pemeriksaan pencitraan seperti yang tercatat pada rekam medis.

BAB 4 METODE PENELITIAN

  Waktu Penelitian Waktu penelitian dimulai dari bulan April sampai Desember 2014, dimulai dari penyusunan proposal, pengumpulan data penelitian, analisis data, dan penyusunanlaporan akhir. 335/MENKES/SK/VII/1990 yang merupakan tempat rujukan dari berbagai sarana pelayanan kesehatan sehingga cukuprepresentatif untuk dijadikan acuan sumber data epidemiologi khususnya di provinsi Sumatera Utara.

4.3. Populasi dan Sampel

  Metode Pengumpulan Data Jenis data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data rekam medis pasien tumor otak di Instalasi Rekam Medis RSUP H. Metode Pengolahan dan Analisis Data Semua data yang telah dikumpulkan kemudian ditampilkan dalam bentuk tabel, diagram, atau grafik dan dideskripsikan sesuai dengan tujuan penelitian yaituuntuk mengetahui profil penderita tumor otak di RSUP H.

BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1. Hasil Penelitian

  Karakteristik Data Penelitian Data penelitian yang digunakan adalah data sekunder, yaitu data yang berasal dari rekam medis penderita tumor otak yang berisi hasil pemeriksaanradiologi dan/atau histopatologi dari tumor otak di Instalasi Rekam Medis RSUP H. Adapun 57 rekam medis tersebut merupakan rekam medis lengkap yang berisi data dasar berupa nomorrekam medis, umur, jenis kelamin, dan hasil pemeriksaan histopatologi tumor otak, lokasi tumor otak, dan gejala klinis utama.

5.1.3. Distribusi Data Penelitian

5.1.3.1. Distribusi Penderita Tumor Otak Berdasarkan Usia

  Distribusi data penelitian yang menunjukkan kelompok usia penderita tumor otak dapat dilihat pada tabel berikut. Adam Malik tahun 2011- 2013 berdasarkan kelompok usia Kelompok usia (tahun) n (%)0-10 2 (3,51) 11-20 3 (5,26)21-30 7 (12,28)31-40 7 (12,28)41-50 14 (24,56)51-60 20 (35,09) >60 4 (7,02)Jumlah 57 (100,00) Berdasarkan Tabel 5.1., dapat diketahui bahwa jumlah penderita tumor otak terbanyak terdapat pada kelompok usia 51-60 tahun dengan 20 orang(35,09%), diikuti oleh kelompok usia 41-50 tahun sebanyak 14 orang (24,56%).

5.1.3.2. Distribusi Penderita Tumor Otak Berdasarkan Jenis Kelamin

  Adam Malik tahun 2011- 2013 berdasarkan jenis kelamin Jenis kelamin n (%)Laki-laki 27 (47,37) Perempuan 30 (52,63)Jumlah 57 (100,00) Berdasarkan Tabel 5.2., dapat diketahui bahwa jumlah pasien perempuan(30 orang = 52,63%) yang menderita tumor otak lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki (27 orang = 47,37%). Distribusi Penderita Tumor Otak Berdasarkan Gambaran Histopatologi Distribusi data penelitian yang menunjukkan gambaran histopatologi dari tumor otak dapat dilihat pada tabel berikut.

5.1.3.4. Distribusi Penderita Tumor Otak Berdasarkan Lokasi Tumor

  Distribusi data penelitian yang menunjukkan jenis kelamin penderita tumor otak dapat dilihat pada tabel berikut. Distribusi penderita tumor otak di RSUP H.

5.1.3.5. Distribusi Penderita Tumor Otak Berdasarkan Gejala Klinis Utama

  Adam Malik tahun 2011- 2013 berdasarkan gejala klinis utama Ada Tidak ada TotalGejala klinis n (%) n (%) n (%) Defisit neurologis fokal 39 (68,42) 18 (31,58) 57 (100,00)Kejang 14 (24,56) 43 (75,44) 57 (100,00) Kelainan neurologis nonfokal 48 (84,21) 9 (15,79) 57 (100,00)Berdasarkan Tabel 5.5, dapat diketahui bahwa dari 57 orang penderita tumor otak pada tahun 2011-2013, sebanyak 39 orang (68,42%) mengeluhkanadanya defisit neurologis fokal dan 18 orang (31,58%) tidak memiliki keluhan tersebut. menunjukkan distribusi penderita tumor otak berdasarkan banyaknya jenis gejala yang dideritanya di antara tiga gejala yang biasanya dijumpai pada penderita tumor otak, yaitu (1) defisit neurologis fokal, (2) kejang, dan (3) kelainan neurologis nonfokal.

5.2. Pembahasan

5.2.1. Analisis Distribusi Usia Penderita Tumor Otak

  AdamMalik dan RS Haji Medan pada tahun 2003-2004, kelompok usia yang paling banyak menderita tumor otak adalah kelompok usia >60 tahun, yaitu sebanyak29,17%. Berdasarkan Tabel 5.1., juga dapat dilihat bahwa tingkat insidensi spesifik-umur tumor otak meningkat secara perlahan dari usia 0-10 tahun ke usia21-30 tahun, menetap hingga usia 31-40 tahun, kemudian meningkat tajam mulai dari usia 41-50 tahun dan mencapai puncaknya pada usia 51-60 tahun sebelumakhirnya menurun pada usia >60 tahun.

5.2.2. Analisis Distribusi Jenis Kelamin Penderita Tumor Otak

  Namun, hal ini tidak sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Hakim (2005) di Medan yang menemukan bahwa dari 48 orang penderitatumor otak di Medan pada tahun 2003-2004, laki-laki lebih banyak menderita tumor otak, yaitu sebanyak 35 orang (72,92%) dibandingkan dengan perempuanyang hanya sebanyak 13 orang (27,08%). Perbedaan hasil yang ditemukan mungkin disebabkan oleh jumlah sampel yang sedikit dan adanya perbedaan populasi penderita tumor otak pada rentang waktu dan lokasi yang berbeda sehingga belumdapat mencerminkan populasi penderita astrositoma yang sesungguhnya.

5.2.4. Analisis Distribusi Lokasi Tumor Otak

5.2.5. Analisis Distribusi Gejala Klinis Utama Penderita Tumor Otak

  Hasil yang diperoleh ini berbeda dengan penelitianHakim (2005) sebelumnya pada tahun 2003-2004 yang menemukan bahwa dari 48 orang pasien tumor otak, lokasi tumor yang paling sering adalah serebelum(20,83%), diikuti dengan falks serebri (16,67%). Gangguan penglihatandapat terjadi karena adanya gangguan pada frontal-eye field di korteks prefrontalis Pada lokasi tumor otak yang terbanyak kedua, yaitu sella turcica dengan jumlah 7 orang pasien, semuanya mengeluhkan defisit neurologis fokal berupagangguan penglihatan, yaitu penglihatan yang kabur dan lapangan pandang yang menyempit.

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

  Kelompok usia yang paling banyak menderita tumor otak adalah pada kelompok usia 51-60 tahun dengan jumlah sebanyak 20 orang (35,09%) danyang paling sedikit adalah pada kelompok usia 0-10 tahun dengan jumlah sebanyak 2 orang (3,51%). Jenis kelamin yang paling banyak menderita tumor otak adalah perempuan dengan jumlah 30 orang (52,63%), lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki yang berjumlah 27 orang (47,37%).

6.2. Saran

  Hasil penelitian ini belum dapat digunakan sebagai data yang representatif dalam menggambarkan populasi penderita tumor otak di Medan secarakeseluruhan karena penelitian ini hanya terbatas pada satu rumah sakit saja. Diperlukan upaya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai tumor otak agar masyarakat menjadi lebih peduli dan peka terhadap gejala-gejalayang mungkin dapat disebabkan oleh tumor otak, seperti defisit neurologis fokal berupa gangguan penglihatan dan kelumpuhan; kejang; dan kelainanneurologis nonfokal berupa sakit kepala, penurunan kesadaran, dan mual/muntah.

DAFTAR PUSTAKA

  Tersedia di: http://www.abta.org/brain-tumor- information/types-of-tumors/astrocytoma.html [Diakses 18 Mei 2014] American Brain Tumor Association, 2012. Tersedia di: http://www.abta.org/brain-tumor- information/types-of-tumors/glioma.html [Diakses 18 Mei 2014] American Brain Tumor Association, 2012.

13 Desember 2014]

  Hubungan Topis dan Volume Neoplasma Intrakranial dengan Lokasi dan Intensitas Nyeri Kepala. Karakteristik Klinik dan Histopatologi Tumor Otak di Dua Rumah Sakit di Kota Bandar Lampung.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Yaumil ReizaNIM : 110100124Tempat/tanggal lahir : Lhokseumawe, 31 Juli 1993Jenis Kelamin : Laki-lakiAgama : IslamKewarganegaraan : IndonesiaAlamat : Perumahan Casa Oryza no. 3A, Medan SelayangE-mail : yaumilreiza@yahoo.comRiwayat Pendidikan : Riwayat Pelatihan : Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera UtaraPrestasi : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga DATA INDUK PENELITIAN No Kode rekam medis Nama Umur Jenis kelamin Gejala klinis Lokasi tumor Gambaran histopatologi Keterangan 12 40 45 10 Ada sitologi, tidak ada histopatologi 18 P Nyeri kepala, muntah, lemah kedua ekstremitasIntraventrikular lateral (R) dan obliterasithalamus (R) DD/ Ependymoma, plexuschoroid tumor, subependymal giant cell astrocytoma 46 Yosipa 49 50 L Mual/muntah Cerebellopontine angle (L)DD/ HCP, schwannoma acoustic, meningioma 9 56 L Badan terasa kaku, sakit kepala, kejang pada tubuhsebelah kanan Parietal (L) DD/ Astrositoma,tuberkuloma Ada histopatologi 20 Husnar 35 49 8 45 Marulak Tidak ada histopatologi 15 L Nyeri kepala, muntah, gangguan visusOccipital DD/ Arachnoid cyst, kista occipital, subdural fluidcollection occipital, tumor fossa posterior 37 P Kedua mata kabur Temporoparietal (R) DD/ Meningioma, high-grade astrocytomaTidak ada histopatologi DD/ Multiple SOL intracranial, metastasis paruTidak ada histopatologi 55 P Nyeri kepala ditusuk-tusuk, mata tidak bisa melihatMultiple: Frontal (R), Occipitoparietal (R) 28 Romi 24 47 13 01 Urat 11 12 58 12 54 L Pandangan kabur, nyeri kepala Sella turcica: Suprasellar DD/ Kraniofaringioma, colloid cystTidak ada histopatologi 47 Sargius 37 54 Tidak ada histopatologi 11 Ari 1 46 L Penurunan kesadaran, kejang, muntahFrontal (R) Astrocytoma fibrillary diffuse Tidak ada histopatologi 4 10 L Kelemahan anggota gerak kiri Basal ganglia (L) Astrocytoma fibrillary diffuse (WHO grade II)Ada histopatologi 97 Zandre 92 46 3 76 Elkana 57 66 46 2 57 P Lemah lengan dan tungkai kiri Frontal (R) Astrocytoma anaplastic Tidak ada histopatologi 67 Samsidar 18 57 53 67 Fatimah 28 49 08 7 Ada histopatologi 51 P Nyeri kepala, kejang, penglihatan kaburFrontal (L) Astrocytoma well- differentiated (WHO grade I) 36 Retnia 01 6 54 P Nyeri kepala, muntah, kejang, penurunan kesadaranCerebellopontine angle (R) Ada histopatologi 45 L Lemah lengan dan tungkai kiri, kebas, nyeri kepala, kejangFrontotemporal (R) Astrocytoma pilocytic grade I (well-differentiated) 76 Pleton 10 15 5 Astrocytoma grade II (CPA tumor)Ada histopatologi Universitas Sumatera Utara 14 20 Jendakem 54 L Penurunan kesadaran, hoyong, bicara kacauBasal ganglia (L) Glioblastoma multiforme o/t basal ganglia 53 Anton 08 54 24 60 P Penurunan kesadaran, nyeri kepalaFrontotemporal (R) Glioblastoma multiforme Tidak ada histopatologi 00 25 50 23 62 L Pusing, hoyong, mual/muntah, pingsanCerebellum (L) Glioblastoma multiforme Tidak ada histopatologi 03 Samajor 00 54 22 Tidak ada histopatologi 58 91 Muliadi 57 08 Sudian 68 51 28 25 L Mata kiri tidak dapat melihat Sella turcica: Sellar/suprasellarKraniofaringioma Tidak ada histopatologi 07 Kaswadi 49 27 21 23 L Mata kabur Sella turcica: Suprasellar Kraniofaringioma Tidak ada histopatologi 21 Aidil 48 58 26 10 L Nyeri kepala, muntah, lapangan pandang menyempitSella turcica: Intrasellar Kraniofaringioma Tidak ada histopatologi 23 Diki 51 L Gangguan visus Sella turcica DD/ Tumor suprasellar Tidak ada histopatologi 41 55 16 17 Cerebellopontine angle (R)DD/ Tumor CPA Tidak ada histopatologi 51 L Tidak dapat melihat, sakit di bagian belakang kepala,muntah menyembur tanpa didahului mual, telinga kananberdenging, papiledema + nistagmus kanan 62 Adil 54 49 39 L Pusing, nyeri kepala, telinga berdengungOccipital DD/ Tumor CPA Tidak ada histopatologi 70 60 Lamhot 48 48 15 51 L Nyeri kepala, muntah Cerebellum (R) DD/ Tumor cerebellum Tidak ada histopatologi 57 Munawar 14 45 15 Hasanusi 46 97 Ngesah 21 15 L Sakit kepala, kejang, muntah, pingsanPineal region DD/ Tumor pineal region Tidak ada histopatologi 35 Royandi 58 51 20 58 P Nyeri kepala, muntah Cerebellum (L) DD/ Tumor fossa posterior Ada sitologi, tidak ada histopatologi 90 54 L Penurunan kesadaran, nyeri kepala, muntah, kejang,cerebellar sign (+) Cerebellopontine angle DD/ Tumor CPAmeningioma, schwannoma Tidak adahistopatologi 48 19 30 P Mata kabur, nyeri kepala, muntahPineal region DD/ Tumor fossa posterior Tidak ada histopatologi 36 Rukiyah 72 51 18 49 L Nyeri kepala, pandangan kabur Sella turcica: Intrasellar Macroadenoma pituitary Tidak ada histopatologiUniversitas Sumatera Utara 29 75 Salmi 40 49 P Nyeri kepala, penurunan visus, gangguan bicara, gangguankepribadian Frontal midline Meningioma falks Tidak adahistopatologi 62 Tuminem 58 52 39 32 P Nyeri kepala, mata tidak bisa melihatTemporoparietal (L) Meningioma en masse Tidak ada histopatologi 98 00 51 38 Meningioma convexity Tidak ada histopatologi 49 P Tidak dapat melihat, sakit kepala, muntahFrontotemporoparietal (R) 34 Sumayani 17 54 57 30 Rabiatul 43 P Penurunan kesadaran, kejang, nyeri kepalaFrontotemporal (R) Meningioma convexity Tidak ada histopatologi 07 29 L Penurunan kesadaran, nyeri kepala, kejangTemporal (L) Meningioma meningothelial Ada histopatologi 07 Risnawan 30 52 43 57 L Kejang, demam Parietal (L) Meningioma malignant / fibrosarcoma meningesAda histopatologi 10 Magasalem 46 41 P Nyeri kepala, gangguan pendengaran kiri, kebas padawajah kiri Cerebellum (R) Meningioma fibroblastic 42 (L) Meningioma fibroblastic(WHO grade I) Ada histopatologi 55 P Nyeri kepala, muntah, kejang, cerebellar sign (+), diplopiaparese N. VI sinistra Cerebellopontine angle 70 Farida 63 51 41 (WHO grade I) Ada sitologi, tidakada histopatologi 37 23 Sannur 55 54 P Lemah lengan dan tungkai kanan, nyeri kepala, penurunankesadaran Frontal (R) Meningioma Tidak adahistopatologi 36 32 69 P Nyeri kepala, lemah tubuh sebelah kiriTemporoparietal (R) Meningioma Tidak ada histopatologi 23 Saor 54 50 31 31 Riki 57 Sion 60 57 30 (R) dan (L) Meningioma Tidak adahistopatologi 51 P Penurunan kesadaran, nyeri kepala, pandangan kabur, tiba-tiba marah dan nangis sendiri Frontotemporoparietal 03 Duma 32 51 52 P Nyeri kepala, mata kabur, cerebellar sign (+),diadokokinesia (+), finger to nose test (+) 79 39 L Penurunan kesadaran, nyeri kepala, lemah sebelah kiriParietal (L) Meningioma convexity Tidak ada histopatologi 55 36 35 P Penurunan kesadaran, nyeri kepala, kejang, muntahFrontal (L) Meningioma convexity Tidak ada histopatologi 21 Miniati 40 58 35 43 Junaidi Cerebellopontine angle (L)Meningioma angioblastic Ada histopatologi 43 58 34 48 P Nyeri kepala, muntah Parietal (L) Meningioma clear cell Ada histopatologi 17 Nurana 38 49 33 Universitas Sumatera Utara 44 50 50 54 (WHO grade I) Ada histopatologi 46 P Nyeri kepala, hoyong, exophthalmos, pandangankabur Temporoparietal (R) Meningioma transitional 23 Suratik 29 53 26 Lasiem Meningioma suprasellar Ada sitologi, tidak ada histopatologi 27 L Kedua mata tidak dapat melihatSella turcica: Sellar/suprasellar 69 Kandiri 63 53 52 57 P Nyeri kepala Temporal (L) Meningioma sphenoid wing Tidak ada histopatologi 74 49 P Nyeri kepala hilang timbul Temporooccipital (R) Metastasis adenocarcinoma tiroidAda histopatologi 15 38 Erwinsyah 61 P Nyeri kepala, lemah lengan dan tungkai kananFrontal (L) Oligodendroglioma anaplastic (WHO grade III) 03 Rosmida 96 57 57 34 L Nyeri kepala Parietal (R) (tidak jelas) Oligodendroglioma (WHO grade II)Ada histopatologi 10 55 57 56 Frontal (L) Oligodendroglioma Tidak ada histopatologi 48 P Nyeri kepala, kejang, lemah seluruh tubuh, papiledemabilateral, sudut mulut tertarik ke kiri 83 Wagini 50 58 32 Rosminta 54 48 46 47 Meningioma meningothelial (WHO grade I)Ada histopatologi 29 L Sakit kepala, hoyong, penglihatan kabur, muntahCerebellum (foramen magnum) 25 Dedi 06 50 73 P Penurunan kesadaran, nyeri kepala, hoyongTemporal (L) Meningioma meningothelial Tidak ada histopatologi 83 36 Tiarmida 05 58 45 30 L Nyeri kepala, monoparesis kaki kanan, kejang,mual/muntah Parietal (L) Meningioma meningothelial Ada histopatologi 56 Freddy 17 46 56 Khairul 51 43 Tuti 58 P Kedua mata kabur, pusing Skull base Meningioma meningothelial (WHO grade I)Ada histopatologi 79 Nurmala 05 55 50 Ada histopatologi 50 P Badan lemah, penurunan kesadaranFrontal (L) Meningioma meningothelial (WHO grade I) 22 41 L Buta (gangguan penglihatan) Frontotemporal (L) Meningioma meningothelial (WHO grade I)Ada histopatologi 47 49 36 P Nyeri kepala Frontal (R) Meningioma meningothelial (WHO grade I)Ada histopatologi 69 Kartini 07 54 48 Tidak ada histopatologiUniversitas Sumatera Utara

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (85 Halaman)
Gratis