Perbandingan Sistem Pers

Gratis

1
57
18
2 years ago
Preview
Full text

  

PERBAN D I N GAN SI STEM PERS

D r s. CH . H ERUTOM O

  

Ju r u sa n I lm u Kom u n ik a si

Fa k u lt a s I lm u Sosia l da n I lm u Polit ik

Un ive r sit a s Su m a t e r a Ut a r a

TEORI PERS OTORI TER

  Perkem bangan ot orism e pada pert engahan abad ke- 15 j uga m enyebabkan t im bul sat u konsep ot orit er di kehidupan pers di dunia, beraw al di I nggris, Perancis dan Spanyol dan kem udian m enyebar ke Rusia, Jerm an, Jepang, dan negara- negara lain di Asia dan Am erika Lat in pada abad ke- 16. Dengan prinsip dasar ot orism e yang cukup sederhana bahw a pers hadir unt uk m endukung negara dan pem erint ah. Mesin cet ak yang ket ika it u baru dicipt akan t idak dapat digunakan unt uk m engecam dan m enent ang negara at au penguasa. Pers bert ungsi secara vert ikal dari at as ke baw ah dan penguasa berhak m enent ukan apa yang akan dit erbit kan at au disebarluaskan dengan m onopoli kebenaran di pihak penguasa. Konsep ini didukung oleh t eori Hegel, Plat o dan Karl Marx yang pada int i aj arannya ( m eskipun cenderung pada konsep sosialism e) m engagungkan negara sedem ikian rupa dan berpendapat bahw a negara m em iliki hak dan kew aj iban unt uk m em bela dan m elindungi dirinya sendiri dengan segala cara yang dipandang perlu. Kekuat an pers yang diakui sebagai kekuat an keem pat ( fourt h est at e) m enyebabkan negara at au penguasa m engalam i phobia t erhadap pers yang selalu m enj adi pihak yang pert am a t ahu dan biang unt uk m enyebarkan kelem ahan dan cela at au hal- hal yang m erugikan negara at au penguasa.

  Bagi penguasa ot orit er keanekaragam an dapat m enim bulkan konflik dan ket idaksepakat an yang akibat nya sangat m engganggu dan bahkan sering subversif. Konsensus dan keseragam an m erupakan t uj uan yang logis dan dapat dipaham i dalam kom unikasi m assa. Sepert i pendapat yang dikem ukakan Sam uel Johnson bahw a set iap m asyarakat m em iliki hak unt uk m em pert ahankan ket ert iban dan perdam aian di depan um um , m aka m asyarakat berhak unt uk m elarang penyebaran pendapat yang cenderung berbahaya. Pendapat ini yang sebenarnya t idak m asuk akal j uga bagi pem im pin at au penguasa negara berkem bang yang m iskin yang dihadapkan pada kenyat aan bahw a keharusan unt uk m elakukan int egrasi polit ik dan pem bangunan ekonom i lebih diut am akan akhirnya t idak bisa m em biarkan pendapat - pendapat at au pandangan yang dianggapnya dapat m engganggu dan m enghasut .

  Berkait an dengan konsep int egrit as yang diharapkan negara- negara yang sedang m em bangun dim ana st rukt ur m asyarakat nya berada dalam m asa peralihan, m edia m assa bisa dianggap sebagai salah sat u biang t erganggunya perkem bangan m asyarakat dan ket ert iban. Hal inilah belakangan m enj adi bahan yang m enarik perhat ian m ahasisw a at au sarj ana kom unikasi m assa, dim ana t erdapat dugaan bahw a m edia m assa dilihat berkait an dengan m asalah urbanisasi yang berlangsung cepat , m obilit as sosial, dan kerapuhan kom unit as t radisional, yang secara khusus dihubungkan dengan dislokasi sosial, dugaan m eningkat nya kebobrokan m oral, krim inalit as dan kekacauan. Munculnya film dari luar dan ket akut an bahw a kom ik- kom ik im por berpot ensi unt uk m erusak dan m engham bat perkem bangan berpikir anak m enj adikan pem erint ah m erasa m em iliki hak unt uk m engaw asi m edia m assa. Kom unikasi m assa seringkali dikat akan individualist is, im personal, dan anom is, oleh karena it u kom unikasi m assa sangat m enunj ang punahnya kont rol sosial dan solidarit as. Dari sinilah pem erint ah at au kelas penguasa m engam bil t indakan dengan m elakukan kont rol pada m edia m assa/ pers. Nam un pandangan ini t idak m am pu lagi m elihat bahw a m edia m assa j uga m encipt akan int egrit as sosial, karena m edia m assa m am pu m enyat ukan individu m enj adi kesat uan khalayak besar, j uga kem am puannya unt uk m enyaj ikan seperangkat nilai, ide, inform asi, dan persepsi yang sam a kepada set iap orang. lst ilah ot orit er m engacu pada t ingkat pengat uran pers yang sangat besar. Pers diharapkan net ral, nam un dit uj ukan dalam hubungannya dcngan pem erint ah at au kelas penguasa dengan pengat uran yang disengaj a at au t idak disengaj a pers digunakan sebagai alat kekuasan negara unt uk m enekan. Penyensoran pendahuluan dan hukum an at as penyim pangan dari pedom an ( sepert i pem bredelan perusahaan penerbit an pers) khususnya yang berlaku bagi hal- hal yang polit is. Bent uk pent erapan dan pengungkapan t eori ot orit er sangat beragam , m elalui perundang- undangan, pengendalian produksi secara langsung, kode et ik yang diberlakukan, paj ak dan j enis sanksi ekonom i lainnya, pengendalian im por m edia, dan hak pem erint ah unt uk m engangkat st ar pt oduksi.

  Meskipun t elah disadari konsep ini cenderung m enekan hak- hak individu at au m asyarakat khususnya unt uk bebas m engungkapkan, m enyebarkan, dan m endapat kan inform asi dari kebenaran fakt a nam un disadari j uga bahw a dalam m asyarakat pradem okrasi at au m asyarakat yang berciri kedikt at oran adanya kecendrungan ot orit er dalam hubungannya dengan m edia yang um um nya t idak bersifat t ot alit er t idak bisa diabaikan. lt ulah m engapa konsep it u t anpa disadari t et ap bert ahan dan berlaku dengan kenyat aan bahw a pada sit uasi t ert ent u konsep ot orit erism e m engungkapkan it ikad yang populer dan dalam sem ua m asyarakat t erdapat berbagai sit uasi di m ana kebebasan pers bisa j adi bert ent angan dengan kepent ingan negara at au m asyarakat m isalnya dalam suasana kekacauan yang dit im bulkan t eroris dan ancam an perang. Maka banyak negara m elakukan pengendalian yang besar t erhadap t eat er, film , penyiaran dan radio yang bila dibandingkan persent asenya lebih besar dari pada t erhadap surat kabar dan buku. Secara sah at au t idak sah t eori ini m em benarkan penguasaan m edia oleh pihak yang berkuasa dalam m asyarakat .

  Berkait an dengan konsep ot orit er yang t idak t erlepas dari pem erint ah at au penguasa, di m ana selain bahw a m edia m em iliki konsekuensi dan nilai ekonom i dan obj ek persaingan unt uk m em perebut kan kont rol dan akses. Maka dalam hubungannya dengan pem erint ah at au penguasa, m edia m assa dipandang sebagai alat kekuasaan yang efekt if karena kem am puannya unt uk m elakukan salah sat u ( at au lebih) dari beberapa hal berikut :

  ! Menarik dan m engarahkan perhat ian ! Mem buj uk pendapat dan anggapan ! Mem pengaruhi pilihan dan sikap ! Mem berikan st at us dan legit im asi ! Medefinisikan dan m em bent uk persepsi realit as.

  Dalam hubungan m edia m assa dengan m asyarakat , konsep ot orit er ini m engam bil dalih bahw a m edia m assa m erupakan corong penguasa, pem beri pendapat dan inst ruksi sert a kepuasan j iw ani. Media m assa bukan saj a m em bent uk hubungan ket ergant ungan m asyarakat t erhadap m edia it u sendiri t et api j uga dalam m encipt akan ident it as dan kesadaran. Menurut C. W. Mills pot ensi m edia m assa diarahkan unt uk pengendalian nondem okrat is yang berasal 'dari at as'. Teori Marxis m enekankan kenyat aan bahw a m edia m assa pada hakikat nya m erupakan alat kont rol kelas penguasa kapit alis. Sebagai suat u kelas yang m engat ur produksi kelas- kelas t ersebut j uga akhirnya m enguasai dan m enent ukan gagasan pada m asyarakat nya, m aka gagasan m ereka diident ikkan dengan gagasan penguasa. Orang yang berada dalam kelas ini adalah orang berada yang j uga t erj un dalam dunia polit ik. Bent uran kepent ingan yang dialam i m edia m assa m enurut McQuail berkait an dengan operasional fungsi dan t uj uan m edia m assa di suat u negara yang dit ent ukan oleh beberapa pihak at au unsur , yang dapat dij elaskan sebagai berikut :

  Teori ot orit er m engenai fungsi dan t uj uan m asyarakat m enerim a dalil- dalil yang m enyat akan bahw a pert am a- t am a seseorang hanya dapat m encapai kem am puan secara penuh j ika ia m enj adi anggot a m asyarakat . Sebagai individu lingkup kegiat annya benar- benar t erbat as, t et api sebagai anggot a m asyarakat kem am puannya unt k m encapai suat u t uj uan dapat dit ingkat kan t anpa bat as. At as dasar asum si inilah, kelom pol lebih pent ing daripada individu, karena hanya m elalui kelom pok seseorang dapat m encapai t uj uannya. Teori ini t elah m engem bangkan suat u pem yat aan bahw a negara sebagai organisasi kelom pok dalam t ingkat paling t inggi t elah m enggant ikan individu dalam hubungannya dengan deraj at nilai, karena t anpa negara seseorang t ak berdaya unt uk m engem bangkan dirinya sebagai m anusia beradab.

  Teori hegem oni relevan dengan sit uasi yang t im bul daTi pelaksanaan konsep ot orit arian ini. Gram sci m em akai ist ilah t ersebut unt uk m enyebut ideologi penguasa, konsep ideologi Gram sci ini m enekankan pada bent uk ekspresi, cara penerapan, dan m ekanism e yang dij alankan pem erint ah at au penguasa unt uk m em pert ahankan dan m engem bangkan diri m elalui kepat uhan para korbannya ( anggot a m asyarakat - t erut am a kelas pekerj a) sehingga upaya it u akan berhasil m em asyarakat . Secara um um konsep ot orit er ini sam a dengan konsep hegem oni at au dom inasi Gram sci yang art inya pem aksaan kerangka pandangan secara langsung t erhadap kelas yang lebih lem ah m elalui penggunaan kekuat an dan keharusan ideologi yang t erang- t erangan.

  Dew asa ini ot orit arism e berkem bang luas, t erut am a bila konsep kom unis at au pem bangunan dipaham i sebagai perbedaan dari ot orit arism e t radisional. Di negara- negara berkem bang w art aw an barat seringkali m enghadapi berbagai m acam kesulit an saat m elakukan peliput an, sepert i visa m asuk dit olak, berit a disensor, bahkan penculikan dan dipenj ara.

  KON SEP OTORI TER PAD A PERS I N D ON ESI A ORD E BARU

  Sepert i halnya I ndonesia pada m asa orde baru ket ika pers berprakt ek konsep ot orit er ini m eskipun secara t eori konsep yang dipakai adalah konsep pers Pancasila dengan int i aj aran m em iliki kesam aan dengan konsep pers t anggung j aw ab sosial. Dengan m aksud perkem bangan at au pem bangunan yang sedang berj alan t idak t erganggu dengan hal- hal yang m ungkin m engancam int egrit as m aka pem erint ah ket ika it u m erasa m em iliki hak unt uk m engaw asi pers yang t elah at au dianggap t elah m elanggar t anggung j aw abnya pada m asyarakat , keadaan ini m erupakan konsep ot orit arian t radisional. Pada m asa it u pers I ndonesia diperbolehkan unt uk m encari berit a, m enyebarkannya, nam un dengan kebij akan unt uk negara. Pem erint ah m em biarkan pers selam a pers t idak m engkrit ik dan m enent ang kebij akan pem erint ah at au hal- hal yang t idak m engunt ungkan pem erint ah. Sayangnya pers m em akai kesem pat an ini unt uk m em ent ingkan nilai- nilai kom ersil dengan m engabaikan nilai ideal pers, sehingga konsep ot orit arian bukan lagi m enj adi kepent ingan pem erint ahan. Meskipun dem ikian kenyat aan bahw a pers m em iliki cukup nyali unt uk m enyebarkan inform asi kebenaran yang kem udian dianggap m enyinggung pem erint ah, sehingga sekit ar t ahun 90- an dan aw al 90- an beberapa penerbit an pers dicabut SI UPP- nya.

  Kenyat aan t ersebut dapat dilihat bahw a t erdapat bent uran kepent ingan yang secara um um m edia m assa ket ika it u m erupakan salah sat u bagian at au sub sist em sosial polit ik yang berlaku. Perm asalahan yang t erj adi pada m edia m assa m erupakan produk at au hasil dari perm asalahan sist em sosial polit ik yang ada. Menurut McQuail, bahw a m edia m assa, sebagai suat u bagian dari sist em kenegaraan, m aka kepent ingan nasional bangsa yang dirum uskan oleh kalangan pem buat kebij akan akan m enent ukan m ekanism e operasionalis m edia m assa dalam m enj alankan fungsi dan t uj uannya. Pihak pem erint ah m enginginkan agar m edia m assa berfungsi sebagai sarana pem eliharaan int egrit as bangsa dan negara, sarana pem eliharaan kest abilan polit ik. Sem ent ara it u khalayak m engharapkan m edia m assa berfungsi sebagai sum ber inform asi yang dipercaya, sarana penget ahuan dan budaya.

  Di m asa it u pers berada dalam kondisi yang t idak berdaya dari t ekanan- t ekanan kepent ingan pihak penguasa dan pengusaha m edia. Tekanan- t ekenan ini dengan alasan dem i st abilit as nasional dan kepent ingan pem bangunan ekonom i t elah m em buat m edia m assa cenderung unt uk hanya berorient asi pada kepent ingan pem erint ah dan pem ilik m odal dan m engabaikan kepent ingan khalayak secara luas. Fungsi kont rol m edia m assa khususnya unt uk m enyam paikan berbagai krit ikan sert a pandangan yang berbeda m engenai relait as pem bangunan cenderung m enurun at au bahkan t idak ada sam a sekali. Hal ini disebabkan dua hal yait u pert am a bahw a ket idak berdayaan para pengelola m edia m assa m enghadapi t ekanan polit ik ekst em al dalam m endefinisikan dan m enggam barkan 'realit as sosial'. Tekanan ekst ernal ini t ent u saj a t idah hanya m em pengaruhi 'obyekt ifit as ant ar- m edia'. Kedua bahw a secara st rukt ural polit ik m edia yang berlaku di m asa orde baru diasum sikan t elah sem akin m eperkokoh int egrasi vert ikal dalam sist em kom unikasi polit ik kit a. Tercerm in dengan dim ilikinya berbagai m edia m assa oleh unsur- unsur bagian elit polit ik yang diperkirakan m em iliki keseragam an konsepsi m engenai relait as sosial.

  Berdasarkan uraian di at as berikut ciri- ciri pers ot orit er ini:

  1. Media seyogyanya t idak m elakukan hal- hal yang dapat m erusak w ew enang yang ada.

  2. Media selam anya harus t unduk pada penguasa yang ada

  3. Media seyogyanya m enghindari perbuat an yang m enent ang nilai- nilai m oral dan polt ik at au dom inan m ayorit as.

  4. Penyensoran dapat dibenarkan unt uk m enerapkan prinsip- prinsip yang dianut

  5. Kecam an yang t idak dapat dit erim a t erhadap penguasa, penyim pangan dari kebij aksanaan resm i, at au perbuat an yang m enent ang kode m oral dipandang sebagai perbuat an pidana

  6. Wart aw an at au ahli m edia lainnya t idak m em iliki kebebasan di dalam organisasi m edianya.

  KELEBI H AN D AN KEKURAN GAN SI STEM OTORI TARI AN

  Set iap konsep yang m em iliki relat ivism e yang t inggi karena t ergant ung oleh nilai, norm a bahkan kebut uhan m asyarakat nya, set iap hal di dunia ini pada kodrat nya m em iliki dua sisi, baik dan buruk, benar dan salah. Maka konsep ot orit arian ini pun m em iliki kelebihan yang m enyebabkan suat u konsep it u t et ap digunakan dan m enim bulkan efek yang diinginkan m asyarakat j uga m em iliki kekurangan.

  Ke le bih a n t e or i ot or it e r :

  ! Konflik dalam m asyarakat cenderung berkurang karena adanya pengawasan hal- hal yang dianggap dapat m enggoncangkan m asyarakat ! Mudah m em bent uk penyeragam an/ int egrit as dan konsensus yang diharapkan khususnya secara um um pada negara sedang m em bangun yang m em erlukan kest abilan.

  Ke k u r a n ga n :

  ! Adanya penekanan t erhadap keinginan unt uk bebas m engem ukakan pendangan/ pendapat ! Mudah t erj adi pem bredelan penerbit an m edia yang cenderung m enghancurkan suasana kerj a dan lapangan penghasilan yang t elah m apan. ! Tert ut upnya kesem pat an unt uk berkreasi.

  Teori pers liberal at au j uga dikenal dengan t eori pers bebas pert am a sekali m uncul pada abad ke- 17 yang m erupakan reaksi at as kont rol penguasa t erhadap pers. Teori pers liberal adalah m erupakan perkem bangan dari t eori pers sebelum nya, yait u t eori pers ot orit er yang j elas- j elas sangat didom inasi oleh kekuasaan dan pengaruh penguasa m elalui berbagai upaya yang sangat m engekang dan m enekan keberadaan pers.

  Selam a dua rat us t abun pers Am erika dan I nggris m enganut t eori liberal ini, bebas dari pengaruh pem erint ah dan bert indak sebagai fourt h est at e ( kekuasaan keem pat ) dalam proses pem erint ahan set elah kekuasaan pert am a: lem baga eksekut if, kekuasaan kedua: lem baga legislat if, dan kekuasaan ket iga: lem baga yudikat if.

  Dalam perkem bangan selanj ut nya, pada abad ini m uncul new

  aut horit arianism di negara- negara kom unis sedangkan di negara- negara nonkom unis

  t im bul new libert arianism yang disebut social responsibilit y t heory at au t eori t anggung j aw ab sosial.

  Di negara- negara yang m enganut sist em dem okrasi yang m em berikan kebebasan kepada rakyat unt uk m enyat akan pendapat nya ( free of expression) , sam pai sekarang pers t et ap dianggap sebagai fourt h est at e sebagaim ana disinggung di at as. Hal ini disebabkan oleh daya persuasinya yang kuat dan pengaruhnya yang besar kepada m asyarakat . Kat a- kat a Napoleon Bonapart e, " Aku lebih t akut pada em pat surat kabar yang t erbit di Paris daripada serat us serdadu dengan senapan bersangkur t erhunus" , m asih berlaku. Pers diperlukan, t et api j uga dit akut i.

  Konsep pers yang dit erapkan di Barat m erupakan penyim pangan dem okrat is dari kont rol ot orit arian t radisional. Perj uangan konst it usional yang panj ang di I nggris dan Am erika Serikat lam bat - laun t elah m elahirkan sist em pers yang relat if bebas dari kont rol pem erint ah yang sew enang- w enang. Pada kenyat aannya, definisi t ent ang kebebasan pers m erupakan hak dari pers unt uk m elaporkan, m engom ent ari, dan m engkrit ik pem erint ah. lni disebut " hak berbicara polit ik" . Sej arah m encat at , fit nah yang m enghasut berart i krit ik t erhadap pem erint ah, hukum , at au pej abat pem erint ah. Ket iadaan dalam suat u negara, fit nah yang m enghasut sebagai kej ahat an dianggap sebagai uj ian t erhadap kebebasan m enyat akan pendapat yang secara pragm at is dibenarkan sebab berbicara yang relevan secara polit ik m erupakan sem ua pem bicaraan yang t erm asuk dalam kebebasan pers.

  Dengan uj ian yang dibut uhkan ini- - - hak berbicara polit ik- - - konsep Barat j arang digunakan dalam dunia saat ini, m eskipun banyak pem erint ah ot orit aian m em berikan basa- basi. Pers yang benar- benar bebas daN independen hanya ada di sebagian kecil negara- negara Barat yang m em iliki karakt er sebagai berikut :

  1. Suat u sist em hukum yang m em berikan perlindungan yang berat i bagi kebebasan sipil perorangan ( di sini bangsa yang m enerapkan com m on law , yait u hukum yang m enj am in kebebasan individu bagi rakyat unt uk m enyat akan pendapat , sepert i Am erika Serikat dan I nggris) t am paknya m enerapkan sist em pers yang lebih baik ket im bang Perancis at au I t ali yang m enerapkan t radisi civil law ;

  2. Tingkat pendapat an rat a- rat a yang t inggi dalam : incom e per kapit a, pendidikan m elek- huruf;

  3. Pem erint ahan dengan sist em m ult ipart ai, dem okrasi parlem ent er at au sekurang- kurangnya dengan oposisi polit ik yang sah;

  4. Modal cukup at au perusahaan sw ast a diperbolehkan m endukung m edia kom unikasi berit a;

  5. Tradisi yang m apan m engenai kem andirian j urnalist ik.

  Daft ar bangsa yang m em enuhi krit eria pers Barat ini t erm asuk Am erica Serikat , I nggris, Kanada, Sw edia, Jerm an, Belanda, Belgia, Perancis, Aust ria, Aust ralia, Selandia Baru, Sw iss, Norw egia, Denm ark, I rlandia, I t ali, dan I srael, disam ping negara yang sangat m aj u dan t elah t erbarat kan, sepert i Jepang.

  Para w art aw an di banyak negara lain m endukung dan m em prakt ekkan konsep ini, t et api karena pergeseran polit ik, pers m ereka bergerak m aj u- m undur ant ara kebebasan dan pengendalian ( pengaw asan) . Negara- negara ini t erm asuk Spanyol, Yunani, I ndia, Kolom bia, Turki, Venezuela, Srilangka, dan Port ugal.

  Pada um um nya , bangsa- bangsa Barat yang m em enuhi krit eria t ersebut sedikit j um lahnya. Mereka sering m elakukan pengum pulan berit a dunia dari bangsa- bangsa lain dan korespondennya bahkan sering bersit egang dengan rezim ot orit arian. Karena konsep Barat berpegang kuat bahw a pem erint ah- - di m ana pun pem erint ah it u- - t idak boleh m engganggu proses pengum pulan dan penyebaran berit a. Pers, m enurut t eori, harus m andiri dari kekuasaan dan harus berada di luar pem erint ah sebagai kekuat an negara yang keem pat yang dilindungi oleh hukum dan adat ist iadat dari kesew enang- w enangan cam pur t angan pem erint ah. Tidak banyak w art aw an di dunia bekerj a dalam kondisi sem acam ini.

  Pem ikiran j urnalist ik Barat m erupakan hasil sam pingan dari Zam an Pencerahan ( abad pert engahan) dan t radisi polit ik liberal sepert i t ercerm in pada t ulisan John Milt on, John Locke, Thom as Jefferson, dan John St uart Mill. Ut am anya, harus ada keragam an pandangan dan sum ber berit a di " bursa pem ikiran" agar khalayak dapat m em ilih apa yang ingin dibaca dan dipercaya. Tak seorang pun dan kekuasaan m anapun, sprit ual at au t em poral, m em iliki m onopoli kebenaran. Judge Learned Hand m engat akan:

  Bahw a indust ri surat kabar m erupakan sat u dari seluruh kepent ingan um um yang paling vit al; penycbardn berit a dari banyak sum ber yang berbeda- beda dengan banyak t ahap adalah m ungkin. I ni m enunj ukan bahw a kesim pulan yang benar agaknya m ungkin diperoleh lew at banyaknya lidah daripada m elalui bent uk seleksi ot orit aian. Bagi banyak orang, ini m erupakan pendapat yang selalu konyol; t api kit a t elah m em pert aruhkannya dengan segala m ilik kit a.

  Yang m endasai proses unt uk " m em benarkan diri- sendiri" ( self- right ing) adalah keyakinan bahw a w arga negara akan m enent ukan pilihan yang benar t erhadap apa yang harus dipercayainya j ika cukup suara didengar dan pem erint ah berlepas t angan. Dalam kont eks int em asional, ini berart i harus ada arus inform asi bebas yang t idak dihalangi oleh cam pur t agan negara m anapun. Pem erint ah di m anapun t idak boleh m erint ani pengum pulan berit a yang sah. lni t idak berat i bahw a m edia berit a Barat t idak m em iliki kekurangan yang serius. Kebebasan polit ik t idak m enghalangi kont rol ekonom i dan cam pur t angan t erhadap prakt ek j um alist ik. Suat u sist em m edia yang dim iliki sw ast a, dalam deraj at yang berbeda, akan m encerm inkan kepent ingan dan kepedulian pem iliknya. Supaya t et ap bebas dari kont rolluar, t erm asuk pem erint ah, m edia harus kuat secara finansial dan m engunt ungkan. Tapi keunggulan dan keunt ungannya t idak m em iliki arah yang sam a, m eskipun beberapa m edia berit a yang t erbaik sangat m engunt ungkan pem iliknya. Bagaim anapun, m encari uang m erupakan t uj uan ut am a j um alist ik. Dan bagi m ereka, kem andirian sert a pelayanan publik kurang m em iliki m akna ( at au sedikit diberi perhat ian) .

  Lagi pula. Keanekaragam an di t ingkat nasional dan int em asional t am pak sedang m engalam i kem erosot an. Meningkat nya m onopoli m edia dan pem usat an pem ilikan t elah m engurangi j um lah suara bebas yang t erdengar di perdebat an t erbuka. Sem akin banyak surat kabar, m aj alah, dan st asiun siaran yang m enj adi bagian dari konglom erasi m edia yang sangat besar. Di beberapa negara dem okrasi sepert i Norw egia dan Sw edia, pem erint ah m em elihara keanekaragam an pandangan polit ik dengan m em berikan bant uan kepada surat kabar dari berbagai part ai polit ik, suat u prakt ek yang bukan t anpa bahaya pot ensial t erhadap kebebasan pers.

  Beberapa perusahaan dalam konsep Barat j at uh di baw ah rubrik t anggung j aw ab sosial ( social responsibilit y) . lni berart i bahw a m edia m em punyai kew aj iban yang j elas dengan m em berikan pelayanan publik t erm asuk di dalam nya ukuran- ukuran profesional bagi w art aw an sert a pelaporan yang j uj ur dan obj ekt if. Media j uga berkew aj iban m enj am in bahw a sem ua suara dan pendapat m asyarakat di dengar. Lagi pula, pem erint ah diberi peran t erbat as dalam m encam puri urusan operasional m edia dan dalam m engat ur perat uran j ika kepent ingan um um t idak akan dilayani secukupnya. Perat uran pem erint ah dalam siaran di negara- negara Barat m enunj ukkan cont oh yang baik m engenai kedudukan t anggung j aw ab sosial.

  Pada um um nya, negara- negara di dunia, khususnya di negara- negara barat yang m em iliki sist em pem erint ahan liberal, t eori pers sepert i ini sudah m erupakan bagian yang t idak t erpisahkan dalam kehidupan bernegara m asyarakat nya. Teori pers liberal ini pada m asa sekarang sudah dipandang secara luas sebagai prinsip pengabsahan yang ut am a bagi m edia cet ak dalam dem okrasi liberal.

  Pada dasarnya t eori pers liberal adalah m erupakan t eori yang sederhana dan m erupakan t eori yang berisi at au m enim bulkan ket idakonsist enan m endasar. Dalam bent uk yang paling dasar, t eori ini hanya m enyat akan bahw a seseorang seyogyanya diberi dan m em iliki kebebasan unt uk m engungkapkan pendapat , pikiran, gagasan, at aupun ide- idenya. Hal ini disebabkan kerena t eori pers ini m enganggap kebebasan unt uk m enyat akan pendapat , pikiran, gagasan, at aupun ide m ut lak m erupakan hak asasi m anusia. Set iap orang dianggap m em iliki hak unt uk berpendapat secara bebas dan berhak pula unt uk m engungkapkannya, selain it u set iap orang j uga m em iliki hak unt uk bergabung dan berserikat dengan yang lain. Dengan dem ikian, prinsip dan nilai- nilai yang m endasarinya ident ik dengan prinsip dan nilai- nilai yang dianut oleh negara dem okrasi liberal, yait u adanya keyakinan akan keunggulan individu, akal sehat , kebenaran dan kem aj uan, dan pada akhim ya adanya kedaulat an kehendak rakyat .

  Kesulit an dan kem ungkinan ket idakkonsist enannya hanya t im bul pada saat m enguraikan kebebasan pers sebagai hak fundam ent al, m enerapkan bat asan aplikasinya, dan m erinci bent uk lem baga yang paling t epat unt uk m engungkapkan pendapat dan m encari perlindungan dalam m asyarakat t ert ent u.

  Teori ini pernah dipandang sebagai ungkapan penent angan t erhadap kolonialism e ( pert am a sekali di koloni Am erika) ; sebagai w adah m enyalurkan perbedaan pendapat yang berguna; sebagai argum ent asi bagi kebebasan beragam a; sebagai sarana m enent ang kesew enangan; sebagai sarana m enegakan kebenaran, dan pada int inyasebagai suat u hal yang m enj adi keharusan prakt is.

  Teori pers bebas dipandang sebagai kom ponen yang pent ing dari am syarakat yang bebas dan rasional. Perkiraan yang paling m endekat i kebenaran akan t im bul dari pengungkapan sudut pandang lain dan kem aj uan bagi m asyarakat akan bergant ung pada pilihan pem ecahan yang " benar" daripada yang " salah" .

  Dalam t eori polit ik t ent ang pencerahan ( enlight em ent ) , diasum sikan bahw a dalam set iap kasus, t erdapat t it ik t em u ant ara kem aslahat an m asyarakat , kesej aht eraan um um , dan kem aslahat an perseorangan dalam m asyarakat it u, yang hanya dapat m ereka persepsikan dan ungkapkan. Kelebihan pers liberal dalam kait annya dengan hal t ersebut yait u bahw a dengan pers bebas, dim ungkinkan adanya pengungkapan dan m em ungkinkan m asyarakat m em enuhi aspirasinya. Kebenaran, kesej aht eraan, dan kebebebasan harus berj alan seiring dan pengendalian pers yang ket at dan berlebihan pada akhirnya hanya akan m enim bulkan ket idaknalaran dan penekanan yang j uga akan berdam pak pada m asyarakat . Pers yang t erkekang t idak akan m ungkin dapat m enj adi sarana inform asi dan aspirasi m asyarakat yang sej at i. Pers yang t erbelenggu t idak akan pernah bisa m enj adi sarana pem belaj aran dan pendew asaan m asyarakat dalam m enghadapi realit as kehidupan yang sebenarnya.

  Meskipun dalam t eorinya, pers liberal m erupakan bent uk pers yang paling ideal, t et api dalam aplikasinya kebebasan pers m asih j auh dari apa yang diharapkan. Persoalan t ent ang apakah hal it u m erupakan t uj uan pers it u sendiri, sebagai sarana unt uk m encapai t uj uan, at au m erupakan hak m ut lak belum benar- benar t erw uj udkan. Ada yang m enyat akan bahw a apabila kebebasan pers it u dipasung sam pai t ingkat yang m engancam m oral yang baik dan kew enangan negara, m aka hal it u harus dikekang. Menurut de Sola Pool ( 1973) , " Tidak ada negara yang akan benar- benar m ent olerir kebebasan pers yang m engakibat kan perpecahan negara dan m em buka pint u banj ir krit ik t erhadap pem erint ah yang dipilih secara bebas yang m em im pin negara it u."

  Di ham pir sem ua m asyarakat yang t elah m engakui kebebasan pers, pem ecahannya adalah dengan m em bebaskan pers dari sensor pendahuluan, t et api pers t idak bebas dari adanya perat uran perundang- undangan yang m engat ur set iap konsekuensi akt ivit asnya yang m elanggar hak orang lain dan t unt ut an yang sah dari m asyarakat . Perlindungan orang- orang secara individu, kelom pok, m inorit as ( at as reput asi, hart a benda, kem erdekaan pribadi, perkem bangan m oral) , sert a keam anan dan bahkan kehorm at an negara seringkali lebih diut am akan daripada nilai m ut lak kebebasan unt uk m em publikasikannya.

  Banyak kesukaran yang j uga t elah t im bul dari bent uk lem baga dim ana kebebasan pers t elah m ew uj ud. Dalam banyak keadaan, kebebasan pers t elah m enyat u dengan hak pem ilikan dan t elah digunakan unt uk m ew uj udkan hak m em iliki dan m enggunakan sarana publikasi t anpa kekangan at au cam pur t angan pem erint ah. Pem benaran ut am a bagi pandangan ini, yait u bahw a disam ping adanya asum si bahw a kebebasan pada um um nya berart i kebebasan dari pem erint ah, adalah m elalui pengalihan analogi " pasar gagasan bebas" yang diungkapkan di at as pasar bebas yang sesungguhnya dim ana kom unikasi m erupakan hal yang baik unt uk diproduksi dan dij ual.

  Oleh karena it u, kebebasan m em publikasikan barns dipandang sebagai hak m ilik yang m engam ankan keragam an sebanyak yang ada dan diungkapkan oleh konsum en bebas yang m engaj ukan perm int aan m ereka ke dalam pasar. Dengan dem ikian, kebebasan pers disam akan dengan pem ilikan m edia secara privat dan bebas dari cam pur t angan dalam pasar. Tidak hanya m engandung m onopoli dalam pers dan m edia lain yang m em buat proposisi ini sangat m eragukan t et api kadar kepent ingan finansial ekst ernal dalam pers bagi banyak orang t am paknya j uga m erupakan sum ber kendala yang sam a pot ensinya sepert i set iap t indakan pem erint ah at as kem erdekaan m engungkapkan pendapat . Tam bahan pula, dalam suasana m odern, gagasan t ent ang pernilikan pribadi yang m enj am in hak seseorang unt uk m enerbit kan t am paknya m ust ahil.

  Masalah dan ket idakkonsist enan t ert ent u lainnya j uga dapat dikem ukakan. Pert am a, t idak j elas sej auh m ana t eori it u dapat dipandang berlaku bagi siaran publik, yang sekarang bert anggung j aw ab bagi sebagian besar akt ivit as m edia dalam m asyarakat yang m asih t et ap t erkait dengan idam an kem erdekaan perorangan, dan sesungguhnya, sebarapa j auh hal it u berlaku bagi lingkup akt ivit as kom unikasi yang pent ing lainnya dim ana kebebesan it u m ungkin sam a pent ingnya sepert i dalam pendidikan, kebudayaan, dan kesenian. Kedua, t eori ini t am paknya dirancang unt uk m elindungi opini dan keyakinan sert a kurang bem ilai " inform asi" . Ket iga, t eori ini t elah t erlalu sering dirum uskan unt uk kepent ingan pem ilik m edia dan t idak dapat m em berikan kesem pat an yang sam a unt uk m engungkapkan pendapat t ent ang hak para edit or dan w art aw an yang dapat dipersoalkan dalam pers, at au hak audiens, at au pew aris lain yang m ungkin, at au korban dari pengungkapan bebas. Keem pat , t eori ini m engharam kan pengendalian w aj ib t et api t idak m em berikan cara yang j elas unt uk m em bat asi berbagai t ekanan yang dit uj ukan pada m edia, khususnya, nam un bukan sat u- sat unya, yang t im bul dari lingkungan pasar.

  Unt uk j elasnya, m aka gagasan t ent ang t eori pers bebas dapat diungkapkan dalam beberapa prinsip berikut : ! Publikasi seyogyanya bebas dari set iap penyensoran pendahuluan oleh pihak ket iga. ! Tindakan penerbit an dan pendist ribusian seyogyanya t erbuka bagi set iap orang at au kelom pok t anpa m em erlukan izin at au lisensi. ! Kecam an t erhadap pem erint ah, pej abat , at au part ai polit ik ( yang berbeda dari kecam an t erhadap orang- orang secara pribadi at au pengkhianat an dan gangguan keam anan) seyogyanya t idak dapat dipidana, bahkan set elah t erj adinya perist iw a it u. ! Seyogyanya t idak ada kewaj iban m em publikasikan sem ua halo ! Publikasi "kesalahan" dilindungi sam a halnya dengan publikasi kebenaran, dalam hal- hal yang berkait an dengan opini dan keyakinan. ! Seyogyanya t idak ada bat asan hukum yang diberlakukan t erhadap upaya pengum pulan inform asi unt uk kepent ingan publikasi. ! Seyogyanya t idak ada bat asan yang diberlakukan dalam im por dan ekspor at au penerim aan dan pengirim an pesan di dalam negeri m aupun ant ar negara. ! Wart awan seyogyanya m am pu m enunt ut ot onom i profesional yang sangat t inggi di dalam organisasi m ereka.

  Walaupun pada dasam ya kebebasan pers m erupakan idam an, bukan hanya bagi kalangan pers it u sendiri, t et api j uga bagi m asyarakat karena m asyarakat lah yang m enj adi konsum en inform asi m elalu pem berit aan pers t et api kebebasan pers dalam prakt eknya t idaklah benar- benar bebas dari segala bent uk kepent ingan. Pers yang bebas bukan berart i pers yang benar- benar independen dan t idak m em ihak. Karena bagaim anapun j uga, pers it u m em iliki kepent ingan t ert ent u. Jikapun lepas dari pem erint ah, pers bebas t et ap bersandar pada kepent ingan para pem ilik m odal, dalam hal ini pem ilik m edia yang dit um pangi oleh para pelaku pers. Terkadang hal inilah yang m enj adi dilem a bagi kalangan pelaku pers, dim ana di sat u pihak ia berupaya unt uk dapat m em berikan dan m enyaj ikan inform asi yang benar- benar " net ral" , berim bang dan sesuai dengan fakt a, t et api dipihak lainnya ia harus dapat m em berikan keunt ungan, baik m at eril m aupun non m at eril kepada para pem ilik m odal yang m enaunginya.

  Dalam negara yang m enganut sist em polit ik liberal dan m enaganut asas- asas dem okrasi, kehidupan persnya sangat kent al dengan adanya persaingan yang bebas. Maksudnya yait u, set iap usaha penerbit an pers secara alam i berusaha unt uk m enarik sebesar- besam ya khayalak pem baca m elalui pem berit aannya m asing- m asing. Adanya persaingan ini, m em buat para pelaku pers berlom ba- lom ba m encari, m enulis, dan m enyaj ikan inform asi- inform asi yang " besar" dan boom bast is unt uk m enarik perhat ian khalayak. Hal sepert i ini m erupakan hal yang lum rah, karena bagaim anapun j uga pers t idak hanya m elulu m engat asnam akan idealism e sem at a, nam un dibalik sem uanya it u, t erdapat polit ik bisnis, yang t idak dapat dikesam pingkan begit u saj a.

  Dengan adanya persaingan ini, m aka pem berit aan pers m enj adi beragam . Sat u hal yang posit if dari keadaan sepert i ini, yait u bahw a m asyarakat dapat m enj adi lebih dew asa, dan dapat m engarahkan m asyarakat unt uk m enj adi rasional dan dapat berpikir logis. Hal ini disebabkan karena dengan adanya inform asi yang variat if, m aka m asyarakat akan dapat m em ilah- m ilih sendiri inform asi yang dipercayainya benar sesuai dengan rasionalit asnya m asing- m asing dan hasil pengam at annya di lapangan.

  Kem aj uan t eknologi yang pesat j uga m em baw a pengaruh t erhadap posisi dan keberadaan pers. Teknologi yang canggih m em buat m asyarakat dari berbagai belahan dunia dapat dengan relat if m udah m engakses dan m endapat kan inform asi- inform asi dari negara lain. Televisi, radio, koran, m aj alah, dan j uga bahkan int ernet m am pu m em enuhi kebut uhan m asyarakat luas akan inform asi dalam w akt u yang relat if singkat . Fenom ena sepert i ini m enj adikan pers sem akin bersaing dalam m enyaj ikan pem berit aan.

  Ke sim pu la n

  Teori liberal berkem bang di I nggris dan Am erika Serikat set elah t ahun 1688. Teori pers liberal m erupakan penerapan filsafat um um rasionalism e dan hak- hak ilm iah dalam bidang pers. Tugas pers yang t erpent ing di sini m em berikan inform asi, m enghibur, m enj ual, m em bant u m enem ukan yang t erbaik, dan m elaksanakan kont rol sosial sert a pem erint ahan. Pem anfaat an pers secara t erbuka, m aksudnya siapapun berhak unt uk m enggunakannya. Pem berit aan yang dilarang berupa pem berit aan yang bersifat fit nah, cabul, t idak senonoh, dan penghianat an saat perang. Perusahaan pers biasanya dim iliki oleh kalangan privat ( sw ast a) . Mekanism e akt ivit as pers difokuskan pada t indakan m em eriksa/ m engont rol pem erint ah dan m em pert em ukan kepent ingan- kepent ingan m asyarakat .

  Libert arian t heory akan berkem bang m enj adi responsibilit y t heory. Dalam t eori liberal, pers bukan alat pem erint ah m elainkan sebagai alat unt uk m enyaj ikan fakt a, alasan, dan pendapat rakyat unt uk m engaw asi pem erint ah ( social cont rol t erhadap pem erint ah) sebagai berikut :

  1. Mem beri penerangan kepada m asyarakat

  2. Melayani kebut uhan pendidikan polit ik m asyarakat

  3. Melayani kebut uhan bisnis 4. Mencari keunt ungan .

  5. Melindungi hak w arga m asyarakat 6. Mem beri hiburan kepada m asyarakat .

  

PERS KOM UN I S

  Tam at nya pem erint ahan kom unis di USSR yang diikut i dengan pecahnya Uni Sovyet t elah m endat angkan kehancuran dan penyusunan kem bali ham pir sem ua elem en dasar yang ada di negara t ersbut . Sebagian dari proses it u disum bangkan oleh m ass m edia, yang m em baw a kej at uhan dari sist em pers dan penyiaran yang lam a. Glasnot , yang aslinya m erupakan kebij akan resm i Part ai Kom unis, m enurut konsepnya, seharusnya diarahkan unt uk m em buka diskusi krit is m engenai m asa lalu negeri t ersebut dan m engenai cara- cara unt uk m em perbaiki sosialism e di USSR, t elah m em at ahkan belenggu sensor dan berkem bang m elew at i sem ua bat asan- bat asan yang ada dan m engarah kepada kem erdekaan berbicara dan kem erdekaan pers.

  Perest roika, bert uj uan unt uk m enyusun kem bali ekonom i dan m asyarakat Soviet yang berlangsung ant ara 1985 dan 1991, t elah m encipt akan lingkungan- lingkungan m at erial yang baru m encipt akan fondasi unt uk perkem bangan pers dan penyiaran. Tahun 1992 sam pai 1994 m erupakan m asa yang paling t ak st abil bagi Rusia, yang akan m em buat set iap penelit ian t erancam m enj adi basi saat dipublikasikan.

  Sam pai akhir- akhir ini, m edia m asa Soviet t idak m em punyai dasar hukum . Akt ivit as m ereka di at ur oleh keput usan yang dibuat oleh badan- badan dan fungsinalis Part ai Kom unis. Surat keput usan t ersebut m engenalkan " cara- cara sem ent ara dan luar biasa unt uk m enghent ikan aliran kot oran dan fit nah" dan t ak pernah dicabut selam a t uj uh dasa w arga pem erint ahan Soviet . " Kebebasan penuh dalam bat asan t anggung j aw ab di depan pengadilan" yang dij anj ikan dalam t eksnya, yang akan direalisir oleh " perundangan yang luas dan progresif" m uncul m elalui Undang- undang Pers dan Media lain di USSR ( 1 Agust us 1990) dan Undang- undang Federasi Rusia m engenai Media Masa ( 8 Februari, 1992) .

  Kebebasan inform asi m asa dalam hukum Rusia bersifat t ak t erbat as ( kecuali dengan legilasi) unt uk m encari, m endapat kan dan m em buat sert a m enyebarkan inform asi; kebebasan unt uk m endirikan out let m edia m asa dan m em ilikinya, m enggunakannya sert a m engat urnya; dan kebebasan unt uk m em persiapkan, m em peroleh dan m engoperasikan peralat an dan perlengkapan t eknis, bahan- bahan m ent ah sert a m at eri yang diperunt ukkan bagi produksi dan dist ribusi produk- produk m edia m asa.

  Hukum Rusia m enekankan ket idak layakan penyensoran, yang aslinya dikem ukakan dalam Pasal 1 Undang- undang USSR m engenai Pers dan Media Masa yang Lain ( Undang- undang Pers USSR) .

  Unt uk m em onit or pelaksanaan st at ut a pers, dicipt akan suat u badan khusus, I nspekt orat Negara unt uk Melindungi Kebebasan Pers dan I nform asi Masa pada bulan Sept em ber 1991 dengan m andat unt uk m engusut pem erint ah, pendiri, redaksi penerbit an dan st asiun radio sert a TV apabila m elakukan pelanggaran hukum . Badan ini dapat m engaj ukan t unt ut an ke pengadilan unt uk m enut up organisasi m edia.

  Undang- undang Dasar Rusia yang dipakai dalam referendum nasional t anggal 12 Desem ber 1993 m erupakan hukum paling m ut akhir dan m ungkin paling pent ing yang m enj am in kebebasan pers dan kebebasan berbicara. Pelarangan penyensoran disebut kan dalam undang- undang t ersebut ( Pasal 29) bahw a " set iap orang berhak unt uk dengan bebas m encari, m endapat kan, m em ancarkan, m em buat dan m enyebarkan inform asi dengan cara apapun yang t idak bert ent angan dengan hukum " .

  Ru n t u h n ya Pe r s Pu sa t

  Sam pai sekit ar 1990, koran- koran di USSR m em punyai st rukt ur piram ida yang st abil. Di puncaknya bert engger " pers pusat " : berlokasi di Moskow , koran at au m aj alah yang m em punyai dist ribusi nasional yang m enam pilkan kebij akan resm i Part ai Kom unis, pem erint ah, dan berbagai badan pusat , baik m ilik negara at au m ilik m asyarakat . Meskipun j um lah perusahaan pers pusat ini hanya 3% dari j um lah perusahaan koran, akan t et api sirkulasinya sebesar 73% dat i keseluruhan sirkulasi m edia m asa di Uni Sovyet .

  Meskipun t idak ada hubungan ant ara publikasi- publikasi lokal dengan publikasi- publikasi pusat , akan t et api j alur kom ando ant ara badan- badan yang m engat urnya seakan- akan m enggam barkan hubungan sepert i ant ara t uan dan budaknya.

  Meskipun puncak piram ida m em punyai j um lah koran dan m aj alah yang sedikit , penerbit an nasional ini m erupakan penerbit an yang paling populer di pedalam an. Koran- koran ini isinya ham pir sam a, seringkali pula dengan opini dan edit orial yang sam a yang bukan cum a m enj elaskan pandangan part ai m engenai isu- isu polit ik t ert ent u akan t et api j uga bert indak, dalam t radisi Leninis yang t erbaik, sebagai " kolekt if propagandis, kolekt if agit at or dan kolekt if organisat oris" .

  Maj alah m em punyai kebebasan sebagai " press kelas dua" , karenanya m ereka dapat m em buat variasi gaya dan rasio propaganda m ereka dalam bent uk cerit a- cerit a, hiburan. Dari t ahun 1986 sam pai 1988 Mikhael Gorbachev m enanam kan orang- orang yang secara polit is set ia kepadanya sebagai edit or- edit or disurat kabar besar, sehingga peran pers pusat m enj adi pent ing unt uk m eningkat kan reform asinya. Sebagaim ana yang bisa dibaca di m ana- m ana penerbit an nasional dapat dipakai unt uk berhubungan dengan m asyarakat t anpa harus m elew at i ham bat an oposisi. Kolom surat - surat pada redaksi m ereka m enj adi j alan yang siap unt uk m enam pung part isipasi m ereka dalam perest roika. Prest ise dan kebebasan yang diberikan oleh Krem lin pada para j urnalis m em buat m ereka ini m enj adi sekut u alam i.

  Tiba- t iba dat ang kej adian yang t idak diharapkan oleh para birokrat . Undang- undang m engenai Pers dan Media Masa lain dari USSR m engharuskan sem ua penerbit an di daft arkan secara resm i dengan badan- badan negara. Pada dasarnya, prosedur ini m em beri kesem pat an bagi st ar redaksi unt uk m encari dan m endaft arkan " pendiri" yang m ungkin berbeda dari m aj ikan lam a m ereka, at au bahkan m ungkin m endaft arkan koran- koran it u at as nam a m ereka sendiri. Tindakan ini m encipt akan ancam an nyat a pert am a kali at as piram ida t ersebut dengan cara m em isahkan out let - out let yang baru bebas dari garis kom ando yang lam a. Pada saat yang bersam aan, para redakt ur yang berani dan orang- orang kaya baru m ulai m engisi kekosongan kekosongan ini. Let upan kedua t erj adi pada t ahun 1991 dengan adanya larangan t erhadap Part ai Kom unis dan nasionalisasi yang dilakukan t erhadap hak m ilik m ereka. Hal ini m elahirkan pendaft aran kem bali ribuan penerbit an. Beberapa diant aranya m ilik part ai kom unis t erut am a t ingkat propinsi didat arkan dengan nam a berbeda ( kat a- kat a sepert i " kom m unist " , " pravda" dan " sovet sky" sudah m enj adi usang) ; disam pirlg it u beberapa yang lainnya m em akai susunan redaksi yang berbeda, dan yang past i m ereka sem ua m em bebaskan diri dari penguasa m ereka karena part ai yang m enguasainya t idak lagi berkuasa.

  Dengan dicabut nya t onggak pem ersat u ini, keseluruhan sist em pers pusat lokal m enj adi am bruk karena m ekanism e part ai yang m endukungnya lenyap. Dalam beberapa hal negara m encoba unt uk m eniru sist em lam a dengan m encipt akan st rukt ur yang serupa dengan st rukt ur pem erint ah dan pers di Moskow dan di republik- republik t et api dengan at m osfir ot onom i yang lebih besar dari pem erint ahan lokal dan pengurangan j epit an polit ik ( dan, sam pai bat as t ert ent u, keinginan polit is) unt uk m enj alankan t ekanan t ersebut t et api hal it u t idak m em baw a hasil.

  Tahun 1989 dan 1990 m erupakan puncak popularit as bagi m edia m asa pada t ahun- t ahun set elah Perest roika dim ulai. Saat it u m erupakan saat m asyarakat m em punyai harapan- harapan polit ik t ert inggi: saat Kongres Pem bant u- pem bant u Rakyat diam at i langsung di t elevisi dan didengarkan di radio dengan perhat ian yang begit u t inggi sehingga penurunan t aj am angka- angka produksi indust ri dicat at selam a hari- hari t ersebut . Dapat dikat akan it ulah m asa " keracunan" dengan Glasnost . Tiga t ahun berikut nya t erlihat pert um buhan ket idak percayaan m edia t erhadap kem unduran apat ism e polit ik um um dan krisis ekonom i yang serius.

  Fakt or t erakhir ini m enyebabkan keluarga t radisional unt uk m engurangi langganan penerbit an m ereka dari lim a at au enam m enj adi hanya sat u penerbit an saj a. Media t idak lagi dipandang oleh m asyarakat sebagai sum ber bant uan dan harapan at au sarana unt uk m engut arakan pendapat m ereka. Pada t ahun 1988 m ulai ada kecenderungan unt uk lebih m enyukai pers lokal dibandingkan dengan pers pusat .

  Pert am a kali, hal it u t erlihat j elas di republik- repubik Persat uan yang pem ikiran rakyat nya didorninasi oleh faham " nasionalism e" . Dengan bert am bahnya kebebasan yang diperoleh dari Moskow , m aka t ercipt alah kebut uhan unt uk kisah- kisah nasionalism e yang m em berikan j alan bagi ket ert arikan pada berit a- berit a lokal.

  Riset m enyat akan bahw a perhat ian t erhadap m asalah- m asalah dunia at au polit ik nasional t elah m enurun dengan t aj am pada dua t ahun t erakhir ini. Kebanyakan orang Rusia pert am a dan t erut am a ingin m em baca hal- hal yang berkenaan dengan biaya hidup dan krim inalit as dengan kat a lain, persis dengan apa yang disaj ikan oleh pers lokal. Salah sat u dari t opik- t opik yang kurang populer adalah m asalah- m asalah kesukuan, kehidupan di republik- republik lain bekas USSR dan polit ik luar negeri yang kesem uanya sangat m enonj ol di penerbit an nasional.

  Sia pa Ya n g M e m ilik i Pe r s?

  Sebagaim ana yang diut arakan di at as, pers di USSR dim iliki oleh Soviet s, aparat negara, dan organisasi um um ( sem uanya dikendalikan oleh Part ai Kom unis) , at au langsung oleh part ai, at au oleh kom binasi dari ket iganya. Dengan t um bangnya penguasa kom unis, Soviet dan lem baga- lem baga negara m enj adi pem ilik ut am a, t erut am a pada t ingkat an lokal.

  Pada t ahun 1993 ada sebanyak 200 koran part ai, 12 diant aranya dit erbit kan di Moskow dan 18 di St . Pet ersburg. Kebanyakan part ai- part ai t ersebut berhasil. m enerbit kan hanya beberapa edisi dari koran at au bulet in m ereka sebelum kem udian ront ok.

  Evaluasi kasar dari st rukt ur kepernilikan pers Rusia m enunj ukkan bahw a 29% koran nasional dim iliki pem erint ah federal, 30% m enj adi m ilik organisasi publik dan part ai, dan 41 % m ilik sw ast a; 21 % koran regional yang dim iliki pem erint ah federal sem ent ara 22% dim iliki sw ast a; sedangkan pers t ingkat kot a, 85% dim iliki oleh pem erint ah kot a sedang sisanya dim iliki oleh sw ast a at au um um . Dari sem ua koran yang t ercat at di Rusia pada t ahun 1993, 57,1% m erupakan m ilik pribadi, 23,1% m ilik negara ( 5.8% m ilik pem erint ah kot a) , dan 19,8% m ilik organisasi um um dan part ai polit ik ( Bekker & Gurevich, 1993) .

  Masalah subsidi m enam pilkan aspek yang paling pelik dan raw an dalam hubungan ant ara negara dan m edia m asa di Rusia. Di sat u sisi, ket ergant ungan finansial dari pers t erhadap negara m em berikan dasar yang pent ing unt uk m em pert anyakan independensi m edia, obyekt ifit as dan keseim bangan pelaporan. Di sisi lain, beberapa pihak m engat akan bahw a pers dan penyiaran, apabila diperhat ikan, bukan hanya berupa alat polit is at au usaha kom ersial saj a akan t et api j uga m erupakan lem baga yang m em berikan keunt ungan kult ural dan pendidikan bagi m asyarakat yang harus m enikm at i perlindungan dari negara. I dealnya priorit as bant uan diberikan pada surat kabar- surat kabar yang dit uj ukan unt uk anak- anak dan pem uda, orang cacat , kelom pok m inorit as dan m aj alah- m aj alah sast ra dan kebudayaan. Bersam aan dengan it u, berdasarkan keput usan- keput usan t erpisah dari pem erint ah, donasi yang besar diberikan kepada koran- koran dengan sirkulasi besar yang bekerj a unt uk apa yang dinam akan " ruang inform asi bersam a" di bekas Uni Sovyet , sepert i Trud dan Kom som olskaya pravda.

  Angka yang past i dari subsidi t ersebut t idaklah t et ap. Salah sat u alasannya adalah bahw a anggaran t ersebut t erus m enerus direvisi dengan m em pert im bangkan inflasi saat it u yang m encapai ham pir 1 % set iap hari. Lebih- I ebih lagi, pej abat pem erint ah m em berikan angka yang berbeda- beda sat u sam a lain. Disam ping it u, penerbit - penerbit penerim a subsidi lebih suka unt uk m enekan angka- angka at au m engat akan bahw a m ereka t idak dapat m em peroleh j um lah yang dialokasikan sem ent ara it u pesaing- pesaing m ereka cenderung unt uk m enggelem bungkannya.

  Secara hypot et is dapat dikem ukakan bahw a ket ergant ungan m edia pada subsidi dapat berbalik akibat nya pada pem erint ah sendiri apabila kebut uhan pers t erhadap inj eksi anggaran t idak dapat dipenuhi. Kem udian " kekuat an keem pat ini" akan m endukungkekuat an oposisi dan berusaha unt uk m enegakkan pem erint ahan yang lebih m em perhat ikan kebut uhan m ereka.

  Dist ribusi nasional pers di Rusia adalah m onopoli. Dist ribusi dikuasai oleh Rospechat ( Pers- Rusia) , badan sem i independen di baw ah Kem ent erian Kom unikasi. Argum ent asi yang pant as di sini m enunj ukkan bahw a Rospechat , dilihat oleh badan- badan negara sebagai badan usaha kebanyakan, yang m em bayar sem ua pelayanannya dengan t arif yang sam a, m isalnya, dengan rest oran at au hot el unt uk t uris asing. Pengirim an sebuah koran, yang dibayar oleh seorang pelanggan, j arang sekali dapat dikover oleh badan t ersebut . Kerugian sepert i ini biasanya dit ut up oleh keunt ungan dari pelayanan t elekom unikasi, t et api saat it u dit ut up dengan surat keput usan presiden, sej ak 1993 pelayanan- pelayanan ini dibebaskan dari kant or Pos.

  Sam pai aw al 1990 an sist em kant or berit a di USSR t erdiri at as TASS ( Telegraph Agency of t he Soviet Union) dengan 14 anak perusahaannya di republik Persat uan dan Novust i Press Agency. Saat ini, Rusia saj a m em punyai 400 kant or berit a. Dengan runt uhnya USSR, TASS berubah m enj adi t he I nform at ion Telegraph Agency of Russia, I T AR- TASS, m em akai singkat an TASS sebagai t radem ark yang sudah dikenal saj a. Selam a berpuluh t ahun set elah pendiriannya di t ahun 1925.

  TASS berada dibaw ah pengaw asan Dew an Ment eri USSR, kem udian dibaw ah Presiden USSR, pada t ahun 1991 m enunj uk bekas Sekret aris Persnya Vit aly I gnat enko sebagai Direkt ur Jendralnya. Pada saat keem asannya di pert engahan 1980 an, TASS m em punyai biro- biro dan koresponden di 110 negara aging ( saat ini hanya t inggal 75 negara) , m enj adi sum ber inform asi ut am a bagi rakyat Sovyet t et ang kehidupan di luar negeri dan perist iw a- perist iw a di dalam negeri; saat it u m erupakan salah sat u kant or berit a lim a besar dunia.

  Kant or berit a ini m asih m erupakan badan set engah resm i yang dipakai oleh pem erint ah Rusia unt uk m em buat pandangan- pandangannya diket ahui secara luas oleh publik dunia, disam ping unt uk m engedarkan dokum en- dokum en resm i.

  Yang akan kit a saksikan dim asa yang akan dat ang adalah kelahiran dan penguat an dari kant or- kant or berit a t ingkat lokal, yang dilihat oleh parlem en dan pem erint ah bekas republik- republik ot onom i sebagai bagian yang paling pent ing dari kedaulat an m ereka yang sedang t um buh.

  Di t ahun- t ahun akhir 1980 an pers Rusia m em peroleh t ingkat kebebasan yang t ak pernah dicapai sebelurnnya selam a ham pir t iga abad; beberapa analis bahkan m enyebut t ahun- t ahun perest roika sebagai " zam an keem asan" ( Tolz, 1992) . Akan t et api, sej ak 1990, keadaan dari m edia cet ak m em buruk disebabkan oleh t ekanan ekonom i dan ket ergant ungannya yang bert am bah parah kepada subsidi pem erint ah. Sam pai saat ini hanya beberapa penerbit an yang t elah m encapai kem erdekaan finansial dari pem erint ah at au kelom pok polit ik t ert ent u yang m elihat m ereka ( dalam t radisi lam a negara it u) sebagai corong ke m asyarakat dan sebagai alat unt uk penguasaan polit ik. Tugas unt uk m enyusun dan m em perkuat m asyarakat dem okrat is, m erupakan persyarat an bagi kebebasan m ereka yang sebenarnya dan abadi, m em erlukan t anggung j aw ab dan m em punyai efek dibandingkan penggulingan m esin kom unis.

  Pe n u t u p

  Kesim pulan yang bisa dit arik dari pem bahasan di at as, sist em pers soviet m enganut beberapa prinsip sebagai berikut :

  1. Media Massa harus m elayani kepent ingan dan, dan berada dalam kont rol kelas pekerj a.

  2. Kalangan sw ast a t idak dibenarkan m em iliki m edia.

  3. Media harus selalu m elakukan t ugas fungsi posit if bagi m asyarakat dengan cara m elakukan upaya sosialisasi norm a- norm a yang diinginkan, pendidikan, penerangan, m ot ivasi dan m obilisasi.

  4. Dalam m enj alankan seluruh t ugasnya kepada m asyarakat , m edia harus t anggap t erhadap kebut uhan dan keinginan khalayaknya.

  5. Masyarakat berhak m elakukan sensor dan t indakan hukum lainnya dalam upaya m encegah at au m em berikan hukum an set elah t erj adinya perist iw a publikasi yang bersifat ant i- sosial.

  6. Media harus m em berikan pem ikiran dan pandangan yang lengkap dan obj ekt if m engenai m asyarakat dan dum a yang sesuai dengan aj aran Marxism e- Leninism e.

  7. Wart aw an adalah kalangan profesional yang bert anggung j aw ab yang m em iliki t uj uan dan cit a- cit a yang selaras dengan kepent ingan ut am a m asyarakat .

  8. Media harus m endukung gerakan- gerakan progresif di dalam dan di luar negeri

  

Te or i Ta n ggu n g Ja w a b Sosia l

( Socia l Re spon sibilit y Th e or y)

  Pers sebagai suat u sist em sosial selalu t ergant ung dan berkait an erat dengan m asyarakat dim ana ia beroperasi. Pers it u sendiri lahir unt uk m em enuhi kebut uhan m asyarakat akan inform asi sehingga ia berkedudukan sebagai lem baga m asyarakat ( inst it usi sosial) .

  Sem ent ara it u segala akt ivit as pers t ergant ung pada falsafah yang dianut oleh m asyarakat dim ana pers it u berada. Lyod Som m erlad m enyat akan, sebagai inst it usi sosial, pers m em punyai fungsi dan sifat yang berbeda t ergant ung pada sist em polit ik, ekonom i dan st rukt ur sosial dari negara dim ana pers it u berada. Hal senada disam paikan John C. Merril, " A nat ion's press or m edia closely t ied t o t he polit ical syst em ." ( John C. Merril, " A Concept ual Overview of World Journalism " dalam I nt ernat ional I nt ercult ural Com m unicat ion, Heinz Diet rich Fischer & John C. Merril, Hast ing House Publisher, New York)

  Bagi Siebert , Pet erson dan Schram m , buku Four Theories of t he Press m encoba m em aham i m engapa negara- negara yang berbeda m em iliki pola hubungan yang berbeda pact a m edianya. Pers selalu m engam bil bent uk dari st rukt ur sosial dan polit ik dim ana pers it u beroperasi at au dengan kat a lain, m em pelaj ari suat u m asyarakat dan sist em polit iknya kit a akan belaj ar m em aham i m engapa persnya m enj adi sedem ikian rupa.

  Jika dit elaah lebih j auh, t am bah m ereka dalam bagian pengant ar buku t ersebut , dunia barat sesungguhnya hanya m engenal dua dari t eori pers, m odel aut orit arian dan libert arian. Soviet Com m unist m odel, m enurut m ereka, m erupakan variasi dari aut orit arian sem ent ara social responsibilit y m odel adalah perkem bangan/ peningkat an dari libert arian.

  Dasar pem ikiran ut am a dari t eori ini ialah bahw a, kebebasan dan kew aj iban berlangsung secara beriringan dan pers yang m enikm at i kedudukan dalam pem erint ahan yang dem okrat is berkew aj iban unt uk bert anggung j aw ab kepada m asyarakat dalam m elaksanakan fungsinya.

  Pada hakikat nya fungsi pers dalam t eori t anggung j aw ab sosial ini t idak berbeda j auh dengan yang t erdapat pada t eori libert arian nam un pada t eori yang disebut pert am a t erefleksi sem acam ket idakpuasan t erhadap int erpret asi fungsi- fungsi t ersebut besert a pelaksanaannya oleh pem ilik dan pelaku pers dalam m odel libert arian yang ada selam a ini. penganut libert arian m em percayai bahw a orang dapat m enget ahui kebenaran saat m ereka boleh m em ilih dan pers sebagai penyedia ide- ide/ pasar ide. Mereka percaya bahw a m edia it u beragam dan independen dan orang- orang m em iliki akses ke m edia.

  Nam un kenyat aan yang t erj adi adalah pers it u m enj adi berorient asi profit , dim ana lebih m engut am akan penj ualan dan iklan di at as kebut uhan unt uk m enj aga publik m endapat inform asi lengkap dan akurat sehingga m em bahayakan m oral publik, m elanggar hak- hak pribadi dan dikont rol oleh sat u kelas sosioekonom i, yait u kelas bisnis yang m em bahayakan pasar ide yang bebas dan t erbuka. Teori t anggung j awab sosial berasal dari Com m ission on Freedom of t he Press

  ( Hut chins, 1947) sebagai reaksi at as int erpret asi dan pelaksanaan m odel libert arian yang ada. Kom isi t ersebut m erum uskan beberapa persyarat an pers sebagai berikut :

  1. Mem berit akan perist iw a- perist iw a sehari- hari dengan benar, lengkap dan berpekert i dalam kont eks yang m engandung m akna.

  2. Mem berikan pelayanan sebagai forum unt uk saling t ukar kom ent ar dan krit ik.

  3. Mem proyeksikan gam baran yang m ew akili sem ua lapisan m asyarakat

  4. Bert anggung j aw ab at as penyaj ian disert ai penj elasan m engenai t uj uan dan nilai- nilai m asyarakat

  5. Mengupayakan akses sepenuhnya pada perist iw a sehari- hari Secara um um suat u berit a haruslah m endukung konsep non- bias, inform at if dan inst it usi pers independen yang akan m enghindari penyebab ancam an t erhadap kaum m inorit as at au yang m endorong t indak kej ahat an, kekerasan dan kekacauan sipil. Tanggung j aw ab sosial seyogyanya dicapai m elalui self cont rol/ kont rol diri ( dari pers it u) , bukan dari pem erint ah.

  Tanggung j aw ab sosial j ika dikait kan dengan j urnalis m elibat kan pandangan yang dim iliki oleh pem ilik m edia yang sert a m ert a akan dibaw a dalam m edia t ersebut haruslah m em priorit askan t iga hal yait u keakurat an, kebebasan dan et ika. Tak pelak lagi profesionalism e m enj adi t unt ut an ut am a disini. Jadi pelaku pers t idak hanya bert anggung j aw ab t erhadap m aj ikan dan pasar nam un j uga kepada m asyarakat .

  Dalam konsep t anggung j aw ab sosial m edia dit unt ut sebagai berikut :

  • Menerim a dan m em enuhi kew aj iban t ert ent u kepada m asyarakat , dim ana kew aj iban it u dipenuhi dengan m enet apkan st andar yang t inggi at au profesional t ent ang keinform asian, kebenaran, ket epat an, obj ekt ivit as dan keseim bangan.
  • Media j uag harusnya dapat m engat ur diri sendiri dalam kerangka hukum dan lem baga yang ada

  Secara singkat t eori t anggung j aw ab sosial ini dapat disim ak dalam bagan berikut ini :

  Te or i Ta n ggu n g Ja w a b Sosia l

  Masa berkem bangnya Di AS pada abad ke- 20 Pelopor Com m ission on Freedom of Fress Tuj uan Ut am a Mem beri inform asi, m enghibur, m enj ual

  ( kom ersil) nam un t erut am a unt uk m em bangkit kan konflik yang m em bent uk diskusi

  Siapa yang berhak m enggunakan m edia ? Set iap orang yang m em iliki sesuat u yang ingin dikat akan Bagaim ana m edia dikont rol ? Opini publik, aksi konsum en, et ika profesi Kepem ilikan Sw ast a, kecuali j ika pem erint ah m engam bil alih unt uk m em ast ikan pelayanan publik

  Perbedaan m endasar dari t eori- t eori lain Media harus m engam bil kew aj iban dari t anggung j aw ab sosial, dan j ika m ereka lalai, harus ada yang m em ast ikan m ereka m elaksanakannya

  Jika t eori libert arian dilahirkan dari konsep kem erdekaan negat if, yang didefinisikan sebagai kem erdekaan dari/ kebebasan dari pengekangan ekst ernal sedangkan t eori t anggung j aw ab sosial berpij ak pada konsep kebebasan posit if, yait u kebebasan unt uk m enghendaki m enj adi sarana unt uk m encapai t uj uan yang diinginkan.

  D a ft a r Pu st a k a

  Jalaluddin Rakhm at , edit or, Kom unikasi I nt ernasional, PT Rem aj a Rosdakarya, 1993 McQuail, Denis, Teori Kom unikasi Massa, PT Erlangga, 1994 Rachrnadi, F. Perbandingan Sist em Pers Analisis Deskript if Sist em Pers di Berbagai

  Negara

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (18 Halaman)
Gratis