KEMAMPUAN MENULIS PUISI DENGAN TEKNIK PEMBERIAN TUGAS/RESITASI PADA SISWA KELAS VIII SMPN 2 TANGERANG SELATAN

Gratis

0
19
153
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Semua itu tidak lain untuk menjadikan penulis menjadi pribadi yang lebih baik dan kaya informasi, sehingga pada kesempatanini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada: 1. Pd, selaku ketua jurusan Pendidikan Bahasa dan SastraIndonesia Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, selaku dosenPenasihat Akademik dan selaku dosen Pembimbing yang senantiasa sabar membimbing dan meluangkan waktunya untuk membimbing danmengarahkan penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keterampilan berbahasa terdiri atas empat aspek, yaitu keterampilan

  Sebenarnya tidak sedikit siswa yang suka menulis puisi tetapi karena singkatnya waktu yang diberikan oleh guru kepada siswa untuk membuat puisi, makamereka membuat puisi seadanya tanpa memperhatikan keindahan kata dan lain- lainnya. Oleh karena itu, siswa hendaknya diarahkan dan dibimbing tahap demi tahap tentang apa yang harus dilakukan untuk mencapaiketerampilan tersebut sehingga siswa dapat memahami unsur-unsur puisi dan teknik membuat puisi agar mereka mampu menulis puisi dengan indah.

B. Identifikasi Masalah

  Rumusan Masalah Berdasarkan masalah yang telah diuraikan, masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut.“Bagaimana kemampuan menulis puisi dengan teknik pemberian tugas/ resitasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tangerang Selatan, semester genaptahun pel ajaran 2013/2014?” E. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dikembangkan dan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan menulis puisi dengan teknik pemberiantugas/resitasi pada siswa kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2013/2014.

BAB II LANDASAN TEORI A. Hakikat Menulis 1. Definisi Menulis Kemampuan menulis merupakan salah satu kemampuan bahasa yang semakin

  Kemampuan menulis merupakan “kemampuan yang sangat penting dalam kehidupan, tidak hanya penting dalam lingkungan pendidikan tetapi 1 juga penting untuk di masyarakat.”Menulis pada hakikatnya “menyampaikan ide atau gagasan dan pesan dengan 2 Dengan menulis, seseorang dapat menggunakan lambang grafis (tulisan).” menuangkan segala yang ada di dalam pikirannya. Menulis dalam Kamus BesarBahasa Indonesia (KBBI) adalah “melahirkan pikiran atau perasaan (seperti 3 mengarang, membuat surat) dengan tulisan.”Menulis dan berbicara sesungguhnya berhubungan, dengan pengertian tulisan adalah penggambaran secara tertulis apa yang kita lisankan.

4 Menulis sebenarnya bukan kegiatan yang asing karena setiap hari pun pasti

  Menulis juga merupakan “suatu kegiatan memamparkan isi jiwa, 5 pengalaman, penghayatan dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alatnya.”Orang memakai bahasa tulis sebagai wadah, alat, dan media untuk memaparkan isi jiwa serta pengalamannya.1 Budinuryanta Y, Pengajaran Keterampilan Berbahasa, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2008), Cet.2, h. 12.22 Yeti Mulyati, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Tinggi, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2007), h.

6 Menulis biasa dilakukan pada kertas dengan menggunakan alat-alat seperti

7 Tulisan yang baik harus memiliki makna , jelas, lugas, merupakan kesatuan

  Menulis dapat didefinisikan sebagai “suatu kegiatan untukmenciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara.” yang bulat, singkat dan padat, serta memenuhi kaidah kebahasaan dan harus bersifatkomunikatif. Pendapat lain mengatakan, bahwa menulis merupakan “keterampilan berbahasa yang produktif dan ekspresif karena penulis harus terampil menggunakan 8 grofologi, struktur bahasa, dan memiliki pengetahuan bahasa yang memadai.”Seorang penulis harus dapat memilih kata yang tepat untuk ditulis agar dimengerti oleh orang lain.

9 Selain itu, menulis juga merupakan suatu aktivitas komunikasi

  Wujudnya berupa tulisan yang terdiriatas rangkaian huruf yang bermakna dengan semua kelengkapannya, seperti ejaan dan tanda baca. Banyak siswa yang berpikir bahwa mereka memiliki banyak masalah 10 dengan menulis, karena mereka percaya menulis itu banyak tahapan-6tahapannya.” Djago Tarigan dan H.

2. Manfaat Menulis

  12.2-12.3Henry Guntur Tarigan, Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa, (Bandung: Dari beberapa manfaat di atas, dapat dilihat bahwa menulis memang sangat penting dimiliki oleh seseorang untuk mengenali kemampuan dan potensi yangdimiliki, dan dapat membantu kita dalam berpikir secara kritis. Mengutarakan atau mengekspresikan perasaan dan emosi yang berapi- api.”Jadi dapat disimpulkan, bahwa tujuan menulis itu sangat beraneka ragam, diantaranya untuk memberitahukan atau menginstruksikan, meyakinkan ataumempersuasikan, menghibur atau menyenangkan, dan mencurahkan perasaan.

B. Hakikat Puisi 1. Definisi Puisi

  Puisi memiliki makna yang luas dan beragam. Puisi dalam Kamus BesarBahasa Indonesia (KBBI), merupakan “ragam sastra yang bahasanya terikat oleh 15 irama, mantra, rima, serta penyusunan larik dan bait.

16 Dengan kata lain, isinya bukan hanya sebuah cerita, tetapi lebih

17 Penyair mempunyai maksud tertentu mengapa baris-barisnya dan bait-

  Waluyo juga mendefinisikan puisi merupakan“bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengkonsentrasikan struktur fisik dan struktur batinnya.” baitnya disusun sedemikian rupa.1415 Alex dan H. Puisi adalah pengalaman, imajinasi, dan sesuatu yang berkesan yang 19 ditulis sebagai ekspresi seorang dengan menggun akan bahasa tak langsung.”Artinya, puisi ditulis oleh seseorang sebagai bentuk ekspresi yang menggunakan bahasa tak langsung dan merupakan suatu hasil pengalaman, imajinasi maupunsesuatu yang berkesan dalam dirinya.

21 Puisi adalah dunia dalam kata. Isi yang terkandung

  Pandangan bahwa puisi adalah propaganda, bertentangandengan pandangan bahwa puisi semata-mata permainan bunyi dan citra, tanpa acuan 23 ke dunia nyata.”Ada beberapa pendapat mengenai pengertian puisi dalam buku Kajian Puisi Teori dan Praktik, antara lain. Mathew Arno l dalam Situmorang, mengatakan puisi adalah “satu-satunya cara 24 yang paling indah, impresif, dan yang paling efektif mendendang sesuatu.”Jadi, dapat disimpulkan puisi merupakan permainan kata dan bunyi yang disusun dalam larik dan bait yang dibuat oleh seorang penyair secara imajinatif.

2. Ragam Puisi

  Ungkapan banyu sundul ing ngawiyat adalah ungkapan magis, karena banyu (air) yang dimaksud adalah air suci dari Tuhan yang dipercayai mampumengobati penyakit.2) Bidal adalah bahasa kias yang artinya berupa konvensional atau berdasarkan kesepakatan dengan melibatkan perasaan yang halus. h) EpigramEpigram adalah puisi sindiran yang berisi ajaran kehidupan yang luhur dan perjuangan.i) Didaktis Didaktis adalah puisi yang berisi tentang nilai-nilai pendidikan dan pengajaran.j) Serenade Serenade adalah puisi yang mengungkapkan tentanag kisah percintaan yang dapat dinyanyikan (puisi/lirik lagu cinta).k) Diafan Diafan adalah puisi sederhana karena mudah ditangkap dan mudah dicerna maknanya (diksi sederhana).

3. Struktur Puisi

  Pertama, pilihan kata merupakan kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna sesuai dengansituasi dan gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompokmasyarakat pendengar. Tema merupakan “pengungkapan pokok pikiran dan persoalan manusiayang hakiki yang mengandung arti (cinta, benci, dendam, duka, keserakahan, keadilan, kesengsaraan, penindasan, dan kebahagiaan).” 32 Tema puisi dapat diketahui melalui hubungan kata-kata yang semakna yang ada di dalamnya.

33 Puisi merupakan karya yang paling mewakili ekspresi perasaan

  Jadi dapat disimpulkan, bahwa perasaan adalah sesuatu yang dirasakanoleh penyair dan disampikan melalui puisi. Contoh: TUHAN (Bahrum Rangkuti)Tuhan, tiada kasih melainkan Kaulah Kaulah pelita hatikuNyinari batinku gelisah menderita rintihSelama ini hampir remuk jiwaku tapi kau datang,Datang Tuhanku,Bawalah aku meninggi ke langit rohaniTempat geta mu damaiBiar segar dijiwa yang rindu berisi batin yang kosong“Tuhanku”, 1943Aku,Hilang aku olehBelaian bisikmuLunak-merduHanyut aku, Tuhanku Dalam lautan kasihMu.

34 Jadi dapat disimpulkan bahwa amanat adalah pesan yang ingin

  Februari 1943Pada puisi di atas, bertemakan perjuangan, dengan amanat berupa semangat yang berapi-api disampaikan oleh penyair kepada generasi muda, yaitusetiap generasi tidak boleh putus asa dalam memperjuangkan hak yang terampas oleh bangsa asing. Imaji (Citraan)Djojosuroto mengungkapkan, imaji adalah “segala yang dirasakan atau dialami penyair secara imajinatif.” Imaji atau pencitraan merupakan upayamenghidupkan suasana puisi dari pengalaman sensoris ke dalam suasana yang lebih konkret.

36 Bahasa figuratif dapat membuat puisi menjadi prismatik, artinya

37 Penggunaan majas membantu penyair menghadirkan kesan

  kepuitisan.” memancarkan banyak makna atau kaya akan makna. Jassin dalam Jabrohimmengatakan “pemakaian bahasa figuratif pada dasarnya bersifat spontan, langsung keluar dari kalbu penciptanya dan terdapat kesejajaran dengan lukisan yang dimaksud.” puitis melalui pemilihan bunyi yang dapat menimbulkana imajinasi di dalam diripembaca.

36 Ibid., h.25

  Jadi dapat disimpulkan bahwa majas adalah bahasa yang digunkan oleh penyair untuk menyatakan sesuatu dengan cara pengiasan, atau mengungkapkanmakna secara tersembunyi. Larik-Tata larik puisi tidak berbentuk paragraf, namun berbentuk bait.”wajah puisi atau wujud visual sebuah puisi merupakan “bentuk tampilan puisi 39 yang ditulis oleh penyair.”Jadi dapat disimpulkan bahwa tata wajah (tipografi) merupakan pembeda yang penting antara puisi dengan prosa dan drama.

4. Penulisan Kreatif

  Latihan menulis kreatif ini, akan lebih lancar apabila tema-tema yang diberikan diambil dari karya-karya sastra yang pernah mereka baca, atau paling tidak diambil dari karya sastra yang pernah dikenalnya. Sama halnya dengan menulis puisi,ketika seorang penulis puisi pernah merasakan sedihnya ditinggalkan kedua orangtua untuk selamanya, maka hasil puisinya pun akan mengisahkan tentang keduaorangtuanya yang telah tiada.2) Kegiatan pada saat menulis Pada tahapan ini, dalam menulis puisi seharusnya penulis sudah menentukan tema apa yang akan dijadikan puisi.

5. Penulisan Puisi

  Cara membina siswa agar dapat menulis puisi dengan cara memanfaatkan model yang cocok dan mudah ditiru untuk membina keterampilan menulis puisi. Puisi yang cocok sebagai model untuk latihan menulis, biasanya puisi yang berbentuk bebas dan sederhana, berisi hasil pengamatan yang berupa imbauan atau pernyataan.

44 B. Rahmanto, Op.cit., h.118

C. TEKNIK PEMBELAJARAN 1. Teknik Pemberian Tugas/Resitasi a. Definisi Teknik Pemberian Tugas/Resitasi

  Teknik penugasan/resitasi merupakan teknik pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk melaksanakan tugas berdasarkan petunjuk yang telahdipersiapkan guru sehingga siswa dapat mengalami kegiatan belajar secara nyata. Jadi dapat disimpulkan, bahwa teknik pemberian tugas/resitasi merupakan teknik pembelajaran yang digunakan oleh guru untuk memberikan tugas kepadasiswa dan kemudian tugas tersebut harus dipertanggungjawabkan hasilnya.

b. Fungsi dan Tujuan Pemberian Tugas

  Teknik pemberian tugas memiliki fungsi, yaitu:1) Menambah pengertian, memperkuat hasil belajar yang telah diterima di sekolah;2) Melatih siswa untuk belajar sendiri;46 M. Dengan melaksanakan latihan-latihan, pengalaman siswalebih terintegrasi, diantaranya sebagai berikut.1) Memperluas dan memperkaya pengetahuan siswa melalui kegiatan luar sekolah;2) Siswa aktif belajar dan terangsang untuk meningkatkan kegiatan belajar yang lebih baik;3) Inisiatif dan tanggung jawab siswa lebih terpupuk; 48 4) Siswa dapat memanfaatkan waktu senggang untuk menunjang belajarnya.

c. Kelebihan dan kekurangan Resitasi Kelebihan teknik pemberian tugas/resitasi adalah sebagai berikut

  Jadi kelebihan dengan menggunakan teknik pemberian tugas/resitasi, siswa dapat lebih mandiri dan memiliki kreativitas yang tinggi serta tanggung jawab. subana dan Sunarti, Op.cit., h.201-202 Jadi kelemahan menggunakan teknik pemberian tugas/resitasi ini rentan orang yang mengerjakan tugas bukan siswa itu sendiri, tetapi orang lain atau mencontekhasil temannya.

D. Hasil Penelitian yang Relevan

  Dan terlihat juga dalam hasil angket yang telah diberikan kepada siswa, sebesar 77,41% menyatakan bahwa media laguIwan Fals berpengaruh terhadap pembelajaran menulis kreatif puisi dan 80,64% menjawab bahwa media lagu Iwan Fals memudahkan dan tepat dalampembelajaran menulis puisi. Berdasarkan yang telah dikemukakan di atas, maka peneliti tertarik untuk mengetahui sejauhmana kemampuan menulis puisi dengan teknik pemberiantugas/resitasi yaitu dengan menugaskan siswa membuat puisi bebas dengan tes awal(pretest) puisi bebas dengan tema bebas dan tes akhir (posttest) puisi bebas yang sudah ditentukan temanya.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kota Tangerang Selatan. Sekolah tersebut berlokasi di Jalan Cireundeu Raya, No. 2 Ciputat. Waktu penulisan skripsi ini dilakukan pada tanggal 02 Desember 2013- Agustus 2014. Waktu pengambilan data dilaksanakan pada tahun pelajaran 2013/2014, tepatnya selama dua minggu dari tanggal 15 sampai 30 April 2014. B. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode deskriptif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk menyelidiki keadaan

  Metode ini berusaha menggambarkan dan menginterpretasi apa yang ada atau mengenai kondisi yang sedang terjadi. Penelitian dengan pendekatan kualitatif menekankan analisis proses dari proses berpikir secara induktif yang berkaitan dengan dinamika hubunganantarfenomena yang diamati, dan menggunakan logika ilmiah.

54 Penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif. Data yang terkumpul

  “Metode54 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), h.3 Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik, (Jakarta: Bumi Aksara, 55 alamiah.”Jadi, dapat disimpulkan bahwa metode deskriptif adalah penelitian yang hanya melihat apa yang terjadi pada diri objek yang diteliti, kemudian dideskripsikandalam bentuk penelitian secara lugas. Dan metode penelitian kualitatif adalah metode yang bertujuan untuk memahami sistem makna yang menjadi prinsip-prinsip umumdari satuan gejala yang terdapat di dalam kehidupan sosial sebuah masyarakat.

C. Instrumen Penelitian

  Instrumen dalam penelitian ilmu sosial adalah suatu alat yang digunakan 56 untuk mengumpulkan data dan informasi yang diinginkan. Peneliti memberikan test awal (pretest) kepada siswa dengan menyuruh siswa membuat puisi bebas di dalam kelas secara berkelompok.

55 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methodes)

  Lembar angket posttestdigunakan untuk mengetahui respons dan hasil belajar siswa dalam menulis puisi dengan teknik pemberian tugas/resitasi. Tidak dalam menulis puisipuisi dengan tema “Alam” dengan teknik di luar kelas/sekolah?c.

D. Teknik Pengumpulan Data

  Tes awal merupakan langkah yang diambil peneliti untuk mengetahui kemampuan dasar peserta didik dalam pembelajaranmenulis puisi di dalam kelas sebelum menggunakan teknik pemberian tugas/resitasi sedangkan tes akhir dilakukan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalammenulis puisi di luar kelas/sekolah sesudah menggunakan teknik pemberian tugas/resitasi. Angket yang dibuat dalam penelitian ini, akan diserahkan kepada siswa untuk diisi, sehingga peneliti mengetahui respon siswa tentang materi menulis puisi denganmenggunakan teknik pemberian tugas/resitasi.

E. Teknik Pengolahan Data

  Tahapan analisis data merupakan tahapan yang sangat menentukan, karena pada tahapan ini kaidah-kaidah yang mengatur keberadaan objek penelitian harussudah diperoleh. Menentukan nilai yang menggambarkan taraf kemampuan siswa secara individual, dengan aspek penilaian kemampuan menulis puisi.

62 Hindun, Pembelajaran Apresiasi Bahasa & Kreasi Sastra Indonesia, (Ciputat: Mazhab

   4 = Pilihan kata sesuai dengan situasi dan gagasan yang ingin disampaikan. 3 = Pilihan kata cukup sesuai dengan situasi dan gagasan yang ingin disampaikan. 2 = Pilihan kata kurang sesuai dengan situasi dan gagasan yang ingin disampaikan. 1 = Pilihan kata tidak sesuai dengan situasi dan gagasan yang ingin disampaikan.  4 = Imaji yang ditimbulkan sesuai dengan isi. 3 = Imaji yang ditimbulkan cukup sesuai dengan isi. 2 = Imaji yang ditimbulkan kurang sesuai dengan isi. 1 = Imaji yang ditimbulkan tidak sesuai dengan isi.

63 Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada, 2006)

h. 43

BAB IV ANALISIS DATA A. Profil Sekolah 1. Latar Belakang Sekolah SMP Negeri 2 Kota Tangerang Selatan mulai berdiri sejak tanggal 2 Januari 1974 sebagai sekolah filial dari SMP Negeri 48 Jakarta dengan nama SMP Persiapan. Seiring dengan terjadinya pengembangan wilayah dan peralihan pemerintahan, SMP Persiapan kemudian berubah nama menjadi SMPN Cireundeu (1979) dan SMPN 1 Ciputat (1999). Pada tahun 2004 berdasarkan Keputusan Direktur PLP Dirjen Dikdasmen Depdiknas Nomor 1147A/C3/SK/2004 tanggal 5 Juli 2004, SMPN 1 Ciputat mendapat predikat sebagai Sekolah Standar Nasional (SSN). Predikat SSN sangat memacu semangat warga sekolah untuk mewujudkan

  Guru bersama orang tua dan komitesekolah saling bahu membahu dalam pengelolaan sekolah untuk peningkatan mutu pendidikan khususnya mutu lulusan, sehingga pada tahun 2009 SMPN 1 Ciputatberhasil meraih sertifikat ISO 9001-2000. Berdasarkan Keputusan Wali Kota Tangerang Selatan Nomor 10 Tahun 2009,SMPN 1 Ciputat berubah nama menjadi SMPN 2 Kota Tangerang Selatan dan atas prestasi kerja warga sekolah pada tahun 2010 SMPN 2 Kota Tangerang Selatanmeraih sertifikat ISO 9001-2008.

2. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah Visi: UNGGUL DALAM PRESTASI, SANTUN DALAM PERILAKU Misi:

Menyelenggarakan pembelajaran efektif berwawasan IPTEK berlandaskan IMTAQ Tujuan: Menghasilkan lulusan yang cerdas, kreatif, kompetitif dan berakhlakul-karimah indikator:1) Unggul dalam prestasi akademis dan non akademis2) Mampu mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki3) Melaksanakan syariah agama dan berbudi pekerti

3. Daftar Guru-Guru Bahasa Indonesia SMPN 2 Tangerang Selatan

  Syarif Hidayat 19610816 198704 2 001L D3 Islam Bahasa Indonesia 2 001P S1 Islam Bahasa Berikut ini adalah daftar guru SMPN 2 Tangerang Selatan yang mengajar mata pelajaran bahasa Indonesia. Pd 19570521 198203 2 004P S1 Islam Bahasa Indonesia 2 003P S1 Islam Bahasa 2.

B. Hasil Penelitian

  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di kelas VIII-5 pada penelitian ini, diperoleh hasil test awal (pretest) dan test akhir (posttest). Hasil ini bertujuan untuk membuktikan apakah terdapatperbedaan yang signifikan antara test awal (pretest) dan tes akhir (posttest) setelah diterapkannya teknik pemberian tugas/resitasi dalam kemampuan menulis puisi.

1. Deskripsi Hasil Penelitian

  Engkau telah menciptakannya Skala Nilai SkorNo Aspek/kriteria Bobot 1 2 3 4 5Kesesuaian Judul dengan √ 1 5 20 Tema 2√ 5 20 Kesesuaian Isi dengan Judul 3√ Pilihan Kata (diksi) 4 16 4√ Perulangan Bunyi (rima) 3 9 5√ Pengimajian (pencitraan) 2 8 Nilai Akhir 73 Deskripsi penilaianTema yang diberikan pada pretest ini bebas, sehingga siswa diberikan kebebasan dalam memilih judul maupun tema yang diinginkan. Pada menulis puisi, temanya sudah ditentukan oleh guru yaitu tentang 8 Nilai Akhir 2√ 5 Pengimajian (pencitraan) 6 4 Perulangan Bunyi (rima) No Aspek/kriteria BobotSkala Nilai Skor 16 4√ 3 Pilihan Kata (diksi) 20 5√ 2 Kesesuaian Isi dengan Judul 20 5√ 1 Kesesuaian Judul denganTema 2 3 4 5 1 burung yang merdu” merupakan citraan pendengaran, karena penulis menggambarkan suara burung yang merdu yang ada di taman.

2. Analisis data a. Hasil pretest pada materi menulis puisi adalah sebagai berikut

  1 2,4… Jumlah 42 100%Dari jumlah sampel 42 siswa, terdapat 30 siswa atau 71,42% siswa yang menjawab selalu di dalam kelas, 3 siswa atau 7,1% siswa yang menjawab tidak didalam kelas, 19,0% atau 8 siswa yang menjawab kadang-kadang di dalam kelas, dan 19,0% atau 8 siswa yang menjawab kadang-kadang di dalam kelas. 1 2,4… Jumlah 42 100%Dari jumlah sampel 42 siswa, terdapat 3 siswa atau 71,42% siswa yang menjawab belajar di dalam kelas dapat menumbuhkan imajinasi, 18 siswa atau 42,85% siswa yang menjawab belajar di dalam kelas tidak menumbuhkan imajinasi, 47,6% atau 20 siswa yang menjawab belajar di dalam kelas kadang-kadang menumbuhkan imajinasi,, dan 2,4% atau 1 siswa yang menjawab titik- titik.

BAB V PENUTUP A. Simpulan Berdasarkan perolehan data lapangan melalui berbagai rangkaian penelitian

  Dari hasil angket dapat dilihat bahwa 25 siswa atau 59,5% siswa suka menulis puisi dan 22 siswa atau 52,39% siswa menyukai pembelajaran di luar kelas. Teknik pemberian tugas/resitasi yang membiarkan siswa untuk membuat puisi di luar kelas dapat menambah imajinasi mereka dalam menulis puisi sehinggaimajinasi mereka semakin bebas dan diksi yang digunakan semakin baik.

B. Saran

  Para guru Bahasa dan Sastra Indonesia harus lebih bervariasi lagi dalam menggunakan teknik pembelajaran agar siswa dapat lebih kreatif dalam membuatmenulis puisi dan imajinasi mereka tidak terhambat di dalam kelas saja. Belajar bukan hanya sekedar memberikan materi dan menugaskan ke siswa saja, tetapi bagaimana cara seorang guru mengajarkan, mendidik siswanya agar lebihmudah dalam memahami pelajaran yang disampaikan.

DAFTAR PUSTAKA

  Mengungkapkan pikiran dan perasaan dalam puisi bebas B. Kompetensi Dasar 16.1 Menulis puisi bebas dengan menggunakan pilihan kata yang sesuai C.

D. Tujuan Pembelajaran

   Siswa mampu mendata objek yang akan dijadikan bahan menulis puisi Siswa menulis puisi dengan menggunakan pilihan kata yang sesuai E. Metode Pembelajaran 1.

F. Strategi Pembelajaran

  Tatap Muka Terstruktur Mandiri  Mengungkapkan  Siswa mampu mendata Buku antologi puisi dan informasi yang bersifat objek yang akan dijadikan materi mengenai puisi khusus dari puisi-puisi bahan puisi dalam antologi Siswa mampu menulis puisi dengan menggunakan pilihan kata yang sesuai G. komunikatif dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan3) Guru dan siswa bertanya jawab mengenai materi menulis puisi Kegiatan Inti :  Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi : 1) Siswa diberi pemahaman tentang materi menulis puisi2) Guru memotivasi siswa bahwa menulis puisi itu mudah  3) Siswa diberi pemahaman tentang pilihan kata yang sesuai Tanggung dalam menulis puisi jawab 2.

H. Sumber Belajar/Alat/Bahan

 Buku Paket Kompeten Bahasa Indonesia untuk SMP dan MTs kelas VIII Buku (teks) yang berkaitan dengan materi pembelajaran Buku pendamping dan Buku antologi puisi

I. Penilaian Proses dan Hasil Belajar a. Penilaian Proses

  Aspek yang Teknik Waktu Instrumen KeteranganNo dinilai Penilaian Penilaian Penilaian 1. Tekun Pengamatan Proses Lembar Hasil penilaian dan Pengamatan untuk masukan 2.

b. Penilaian Hasil

  Indikator Pencapaian Teknik Bentuk InstrumenKompetensi Penilaian Penilaian Pemberian Tes Uraian Siswa mampu  Tulislah sebuah puisi tugas mendata objek berdasarkan objek individual yang akan tertentu dengan pilihan atau dijadikan bahan kata yang sesuai! kelompok menulis puisi  Cermatilah komentar Siswa mampu guru dan teman-teman menulis puisi mengenai puisi yang dengandibuat atau dibacakan!

c. Rubrik Penilaian

  No Aspek Skor Skor maksimum 1 Tema 25 2 Pemilihan Kata (Diksi) 20 3 Gaya bahasa 20 4 Pengimajian (pencitraan) 20 5 Partisipasi 15 Jumlah Skor Maksimum 100 Mengetahui, Guru Bahasa Indonesia Drs. Siti Alawiyah NIP.

RIWAYAT PENULIS

  Anak pertama dari dua bersaudara ini memiliki orang tua yang bernama Budi Heryawan dan TitinPuspitasari S. Pendidikan yang sudah ditempuh yakni di sekolah TK Aria Putra Ciputat yang lulus pada tahun 1997.

Dokumen baru

Download (153 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI DENGAN MEDIA TEKS WAWANCARA PADA SISWA SMA TARUNA MANDIRI PAMULANG – TANGERANG SELATAN
0
3
115
KORELASI ANTARA KEBIASAAN MEMBACA DENGAN KEMAMPUAN MENEMUKAN GAGASAN UTAMA PADA SISWA KELAS VIII SMP RAUDLATUL HIKMAH TANGERANG SELATAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014
0
11
96
KEMAMPUAN MENULIS PUISI DENGAN TEKNIK PEMBERIAN TUGAS/RESITASI PADA SISWA KELAS VIII SMPN 2 TANGERANG SELATAN
0
19
153
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI METODE PELATIHAN PADA SISWA KELAS VIIC SMPN 2 TEGINENENG TAHUN PELAJARAN 2011/2012
0
5
93
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI METODE PELATIHAN PADA SISWA KELAS VIIC SMPN 2 TEGINENENG TAHUN PELAJARAN 2011/2012
1
18
60
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI TEKNIK PENGAMATAN PADA SISWA KELAS V-B SDN 1 TANJUNG SENANG BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011/2012
0
9
59
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERWAWANCARAMELALUI TEKNIK PERMODELAN PADA SISWA KELAS V SDN 2 BAKAUHENIKECAMATAN BAKAUHENI LAMPUNG SELATAN
0
3
65
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI PEMANFAATAN MEDIA LINGKUNGAN SEKOLAH PADA SISWA KELAS VIII SMP TRIMULYA SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2012/2013
2
6
108
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI PEMANFAATAN MEDIA GAMBAR SISWA KELAS VIII SMPN 1 WAY LIMA TAHUN PELAJARAN 2014/2015
0
6
60
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SEDERHANA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS DENGAN MENGGUNAKAN KARTU GAMBAR PADA SISWA KELAS VIII SMPN 20 BANDAR LAMPUNG
2
8
85
KEMAMPUAN MENULIS TEKS ULASAN/RESENSI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 KOTAGAJAH TAHUN PELAJARAN 2014/2015
16
130
63
View of KEMAMPUAN MENULIS PUISI DENGAN MEDIA SOSIAL BEETALK SISWA KELAS VIII SMPN 2 PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN
0
0
8
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI METODE PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN INSPIRATOR CERITAKEPAHLAWANAN PADA SISWA KELAS VIII CSMP PGRI 7 DENPASAR
0
0
12
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PARAFRASE PUISI SISWA KELAS X1 SMA PERTIWI 1 PADANG
0
0
26
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA KELAS VI DALAM MENULIS PUISI BEBAS DENGAN METODE “CONFERENCE
0
0
8
Show more