Analisis komposisi asam amino gelatin sapi dan gelatin babi pada marshmallow menggunakan teknik kombinasi HPLC dan PCA

Gratis

9
124
71
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Bapak dan Ibu dosen yang telah memberikan ilmu dan pengetahuan hingga penulis dapat menyelesaikan studi di jurusan Farmasi FKIK UIN SyarifHidayatullah Jakarta 7. .......................23 4.3 Analisis AA dalam gelatin dan dalam marshmalow .......................27 4.4 Analisis PCA dari gelatin dan sampel marshmallow ......................28 4.5 Analisis sampel marshmallow uji coba ...................

DAFTAR ISTILAH

PCA : Principal Component AnalysisAQC : Aminokuinolil-N-Hidroksisuksini-midilkarbamatAABA : α Aminobutyric AcidBSG : Bovine Skin GelatinPSG : Porcine Skin GelatinHPLC : High Performance Liquid ChromatographyFTIR : Fourier Transform Infra RedELISA : Enzyme Linked Immunosorbent assay

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Pada penelitian ini analisis asam amino gelatin sapi dan babi dalam marshmallow dilakukan menggunakan HPLCdengan detektor fluorosens, lalu profil asam amino yang diperoleh dianalisis dengan PCA . HPLC merupakan instrumen yang banyak digunakan untuk menganalisis asam amino dan ditunjang dengan peralatan yang baik danmodern, menggunakan kolom yang sangat efisien dan dibawah tekanan yang besar, sehingga analisis asam amino dapat dilakukan dalam waktu yangsingkat dan memberikan hasil yang tepat dan teliti (Rediatning et al., 1987).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Gelatin

2.1.1 Pengertian gelatin

  Bovine skin gelatin (BSG) dan Porcine skin gelatin (PSG) keduanya memiliki kandungan glisin, prolin dan arginin dalam jumlah yang tinggi. Gelatin tipe B merupakan gelatin yang diproduksi dari kulit sapi, kambing dan kerbau atau dari tulang binatang binatang yang sudahdihilangkan mineralnya (demineralised bones).

2.2 Protein Protein berasal dari kata proteos yang berarti pertama atau utama

  Oleh karena sel itu merupakan pembentuk tubuh kita, maka proteinyang terdapat dalam makanan berfungsi sebagai zat utama dalam pembentukan dan pertumbuhan tubuh (Podjiadi,1994). Protein merupakanpolipeptida yang pada bagian tengah adalah rantai panjag dengan salah satu ujungnya adalah gugus karboksilat dan ujung yang lainnya adalah gugusamina (Rohman, 2007).

2 O dan senyawa nitrogen. Hewan yang makan tumbuhan

  Komposisi rata rata unsur kimia yang terdapat dalam protein adalah karbon 50%, hidrogen7%, oksigen 23%, nitrogen 16%, belerang 0 2.3 Kolagen Kolagen merupakan komponen protein utama yang berlimpah didalam tubuh hewan, lebih dari sepertiga protein pada hewan adalah kolagen. Selama kolagen berada pada rantai α ,residu dariglisin, prolin dan hidroksiprolin muncul sebagai triplet dari gly 2.4 MarshmallowMarshmallow merupakan makanan ringan sejenis permen yang bertekstur seperti busa yang lembut, ringan, kenyal dalam berbagai bentuk, aroma, rasa dan warna.

2.5 Asam amino Asam amino ialah asam karboksilat yang mempunyai gugus amino

  Asam amino dapat ditemukan pada keadaan bebas atau sebagai rantai linear padapeptida dan protein. Daftar rantai samping asam amino (Bailey, 1990).

3 NH

  Dan memiliki kandungan asam amino yang rendah sepertimetionin, cystine dan tyrosin karena asam amino ini telah terdegradasi ketika dihidrolisis. Kandungan asam amino dan urutan (sequence) dalam gelatinberbeda dari satu sumber dengan sumber yang lain, tetapi selalu terdiri dari glysin, proline dan hydroxiproline dalam jumlah yang besar (Hafidz ,et al).

2.5.1 Pembagian Asam Amino

  Gugus Juga rantai samping dari asam amino yang bersifat basa seperti lisin dan arginin ( kelas VI ) pada pH netral seluruhnya terprotonisasi. Rantai samping dari asam amino ini bersama sama dengan atom C α dan gugus α-amino membentuk suatu cincinsegi lima (Koolman dan Heinrich, 1995 ).

2.5.2 Analisis Asam Amino

  Hidrolisis dapat dilakukan pada kondisi asam dan basa yang kuat, atau menggunakan enzimspesifik untuk memperoleh asam amino (Bailey ,1990 ). Metode ini menggunakan kolom penukar ion secaraparalel dengan metode deteksi ninhidrin yang hasilnya reprodusibel sehingga teknik ini sangat banyak digunakan dalam pemisahan dan analisis campuranasam amino.

2.6 Analisis Asam Amino dengan HPLC

  Metode ini telah ditunjang oleh peralatan yang baik dan modern, menggunakan kolom yang efisiendibawah tekanan besar sehingga dilakukan dalam waktu yang singkat dan memberikan hasil yang tepat. Penggunaan alat HPLC ini dipilih karena alat ini kerjanya lebih cepat dan merupakan alat yang dapat diandalkan dalam pemisahan dan analisiskuantitatif pada makanan.

2.6.1 Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) / HPLC

  HPLC(High Performance Liquid Chromatography) merupakan metode pilihan untuk analisis asam asam amino karena merupakan metode yang serba guna,mempunyai kapasitas yang tinggi, dan dapat dipercaya. Karena kebanyakan asam amino tidak mempunyai serapan baik didaerah ultraviolet atau didaerah visibel, maka asam asam amino tidak dapatdideteksi dengan menggunakan detektor spektrofotometer UV- Vis yang merupakan detektor yang paling banyak digunakan dalam HPLC.

1. Waktu analisis cepat 2

  Mempunyai daya pisah yang baik dan Kolom dapat digunakan kembali 3. Ideal untuk molekul besar dan ion ( Johnson dan Stevenson, 1991).

2.6.2 Analisis Komponen Utama ( PCA)

  Principal component analysis (PCA) adalah suatu teknik untuk mengurangi dimensi dari sekumpulan data yang terdiri dari sebagianbesar variabel yang saling berhubungan (Jolliffe, 2002). Principal component analysis digunakan untuk mengekstrak informasi penting dari suatu data dan menampilkan informasi tersebut sebagai variabel baru yang disebut principal component (komponen utama).

BAB II I METODE PENELITIAN

  3.1 Tempat Dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Saraswanti IndoGenetech, Bogor dan Laboratorium Farmasi UIN Syarif HidayatullahJakarta. Alat Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1 set perangkat High Performance Liquid Chromatography (Waters), lemari pendingin (refrigerator), oven, neraca analitik, alat homogenizer, hote plat, labu ukur, erlenmeyer, kaca arloji , tabung reaksi bertutup, mikro pipet beserta tipnya, spatula, gelas ukur, beaker glass, vortex, inkubator, pipet tetes, pinset, syringe filter, termometer, membran filter 0,45 µm ,vial, cawan porselen,batang pengaduk.

3.3 PROSEDUR KERJA

  Pembuatan marshmallow dari gelatin babi dan gelatin sapi Ditimbang masing masing sebanyak 3.5 gram gelatin sapi dan gelatin babi. Ekstraksi asam amino dari produk marshmallow dengan hidrolisis menggunakan HCl 6N pada suhu 110 C selama 22 jam Sebanyak 0,1 gram sampel marshmallow dihidrolisis dengan menggunakan larutan HCl 6 N sebanyak 5 ml, vortex.

3.4 Analisis data

  Analisis komposisi masing masing asam amino dalam sampel dapat dihitung dengan perhitungan :Kadar asam amino dalam (mg / 100 gram) (Area komponen / area AABA)sampel x C std x BM x fp x 100%(Area komponen / area AABA)standar x 1000000 x gr x 1000 Dan untuk analisis komponen utama (PCA) dilakukan dengan perangkat lunak Minitab versi 15. Nilai persen tinggi puncak masingmasing asam amino adalah variabel variabel yang akan dimasukkan ke dalam analisis data statistik dengan PCA.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Penyiapan sampel

  Dalam penelitian ini sampel disiapkan dengan membuat marshmallow dari gelatin sapi standar dan gelatin babi standar. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Nemati et al, analisa kandungan asam amino gelatin sapi dan gelatin babi dilakukan dengan High Performance Liquid Chromatography (HPLC).

4.1.1 Hidrolisis gelatin

  Hidrolisis ini dilakukan untuk melepaskan asamamino - asam amino yang terdapat dalam gelatin, yaitu melalui pemotongan ikatan peptida asam amino penyusun gelatin. Asam amino yang dilepaskan selanjutnya akan dianalisis berdasarkan profil asam amino gelatin yang akan menjadikan pedomandalam pembedaan sumber gelatin.

4.1.2 Derivatisasi asam amino

  Ada beberapa agen penderivat yang dapat digunakan untuk menderivatisasi asam amino sebelum dilakukan analisis dengan HPLC,antara lain adalah NBD- F (7-fluoro -4-nitrobenzo diazole), aminokuinolil-N-hidroksisuksini-midil karbamat (AQC), FMOC- Cl ( 9-fluoronylmethyl- chloroformate dan o-ftalaldehid (Masuda dan Domae, 2011). Selain itu juga AQC dapat bereaksi dengan asam amino primer dan asam amino sekunder(Masuda dan Domae, 2011) sehingga paling cocok digunakan dalam proses derivatisasi.

4.2 Analisis asam amino

  Pada penelitian ini dilakukan analisis terhadap standar asam amino, analisis terhadap gelatin standar, analisis terhadap marshmallow yangdibuat dari gelatin standar dan analisis terhadap sampel uji pada konsentrasi 100 pmol. Dari hasil profil standar asam amino (gambar 4) dapat dilihat bahwa ada 17 asam amino yang terdeteksi yaitu asam aspartat, serin, asamglutamat, glisin, histidin, arginin, treonin, alanin, prolin, tirosin, valin, metionin, lisin, isoleusin, leusin, fenilalanin dan triptofan.

4.3 Analisis asam amino dalam gelatin standar, dalam sampel

  marshmallow yang dibuat dari gelatin standar dan sampel uji 1. Analisis komposisi asam amino Tabel 4.1 Hasil analisis kadar asam amino gelatin standar, marshmallow yang di buat dari gelatin standar dan sampel uji.

4.4 Analisis komponen utama (PCA) dari gelatin standar dan sampel

  Kurva yang menyatakan score plot PC1 dan PC2 berbagai sampelKeterangan:1: Gelatin sapi ; 2: Gelatin babi ; 3: Marshmallow yang dibuat dari gelatin sapi ; 4: Marshmallow yang dibuat dari gelatin babi Berdasarkan hasil yang dapat dilihat pada gambar 14 dihasilkan Sebagai absis pada score plot adalah hasil perhitungan PC1 dari masing masing sampel dan sebagai ordinat adalah hasil perhitungan PC2dari masing masing sampel. Asam amino lainnya seperti asam glutamat, histidin, arginin, treonin, sistein, tirosin, valin, dan fenilalanin berkontribusi negatif Berkontribusi negatif, bukan berarti variabel - variabel tersebut akan mengganggu analisis pembedaan gelatin sapi dan gelatin babi dalam marshmallow, melainkan hal ini disebabkan karena variabel- variabel yang berkontribusi negatif tersebut memiliki % tinggi puncak asam amino yang besar.

4.5 Analisis sampel marshmallow uji coba 1

  Komposisi asam amino marshmallow uji cobaSetelah dilakukan pembedaan terhadap marshmallow yang terbuat dari gelatin sapi dan gelatin babi, dilakukan pula analisis asam aminodalam marshmallow uji coba dengan teknik PCA. Sebelumnya telah dilakukan perhitungan konsentrasi asam amino dalam sampel marshmallow uji coba.

2. Principal Component Analysis marshmallow uji coba

  Score plot yang dihasilkan dari data profil asam amino marshmallow yang yang dibuat dari gelatin standardan marshmallow uji coba akan ditampilkan dalam gambar 17. Kurva yang menyatakan score plot sampel marshmallow uji coba Keterangan:1: Gelatin sapi ; 2: Gelatin babi ; 3: Marshmallow yang dibuat dari gelatin sapi ; 4: Marshmallow yang dibuat dari gelatin babi ; 5: sampel 1 ; 6:sampel 2 Dari score plot diatas dapat dilihat bahwa sampel marshmallow gambar segitiga5 berada pada kuadran yang sama dengan dengan marshmallow yang dibuat dari gelatin babi.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  Marshmallow yang terbuat dari gelatin babi memiliki kadar asam amino serin, asam aspartat, asam glutamat, glisin, histidin,arginin, treonin, alanin, valin, metionin, leusin dan fenilalanin yang lebih tinggi dibanding marshmallow dari gelatin sapi. Analisis perbedaan gelatin babi dan gelatin sapi dengan metode HPLC yang dikombinasikan dengan PCA pada penelitian ini mampumembedakan komposisi asam amino pada sampel marshmallow uji coba dan sampel marshmallow yang dibuat di laboratorium dari gelatinsapi standar dan gelatin babi standar.

DAFTAR PUSTAKA

  Analisis asam amino dalam tepung ikan dan bungkil kedelai. Differentiation between porcine and bovine gelatin in commercial capsule shelss based on amino acid profiles and principal component analysis.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (71 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Analisis dan prediksi pada perilaku mahasiswa diploma untuk melanjutkan studi ke jenjang sarjana menggunakan teknik decision tree dan support vektor machine
1
76
77
Analisa stabilitas marka kerucut re-desain menggunakan teknik uji bandul dan MSC-Nastran.
0
32
110
Analisis korelasi antara lama penggunaan pil KB kombinasi dan tingkat keparahan gingivitis pada wanita pengguna pil KB kombinasi di wilayah kerja Puskesmas Sumbersari Jember
0
6
64
Perbedaan profil protein produk olahan (sosis) daging babi dan sapi hasil analisa sds-page
1
37
6
Perbedaan hasil belajar IPS dengan menggunakan teknik pembelajaran JIGSAW dan teknik pembelajaran STAD (Studi pada siswa SMP Darussalam Pondok Labu Jakarta Selatan)
0
4
149
Analisis komposisi asam amino gelatin sapi dan gelatin babi pada marshmallow menggunakan teknik kombinasi HPLC dan PCA
9
124
71
Penetapan kadar dan analisis profil protein dan asam amino ekstrak ampas biji jinten hitam (Nigella sativa Linn.) dengan metode SDS-Page dan KCKT
4
46
77
Analisis keterampilan proses sains siswa kelas XI pada pembelajaran titrasi asam basa menggunakan metode problem solving
16
146
159
Perbedaan hasil belajar biologi antara siswa yang menggunakan pembelajaran kooperatif teknik think pair share dan teknik think pair squre
0
4
174
Analisis Gelatin Sapi dan Gelatin babi pada Produk Cangkang Kapsul Keras Obat dan Vitamin Menggunakan FTIR dan KCKT
6
45
107
Implementasi speech recognition menggunakan sapi 5 dan visual basic 6.0 pada pembuatan aplikasi kalkulator audio visual
1
14
126
Analisis minyak babi pada krim pelembab wajah yang mengandung minyak zaitun dengan menggunakan Spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR)
4
15
86
Perbandingan antara metode SYBR green dan metode hydrolysis probe dalam analisis DNA gelatin sapi dan DNA gelatin babi dengan menggunakan real time PCR
1
32
90
Formulasi gel semprot menggunakan kombinasi karbopol 940 dan Hidroksipropil Metilselulosa (HPMC) sebagai pembentuk gel
3
31
57
Analisis Gelatin Sapi dan Gelatin babi pada Produk Cangkang Kapsul Keras Obat dan Vitamin Menggunakan FTIR dan KCKT
3
20
107
Show more