Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Audit : Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik Yang Terdapat di Jakarta

Gratis

0
7
131
2 years ago
Preview
Full text

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

I. IDENTITAS PRIBADI

  Nama : Kurrotul Aini 2. Tempat, Tanggal lahir : Tangerang, 30 Juli 1988 4.

II. PENDIDIKAN Formal

III. PENGALAMAN KERJA

  1993 - 2000 : SD Arraisyiah, Jakarta 2000 - 2003 : SLTP Pamulang, Jakarta2003 - 2005 : MA Ashri, Jember 2005 - 2009 : UIN Syarif Hidayatullah, JakartaNon Formal2008 - 2008 : Pelatihan Bisnis Tanpa Suap (CPA), Jakarta 2009 - 2009 : Kursus Bahasa Inggris (TOEFL) di LECC, Jakarta Praktek Kerja Lapangan: o Praktek Kerja di PT. KARVAK NUSA GEOMATIKA, JakartaPeriode: Juli 2008 - Agustus 2008 Tujuan : Persyaratan tugas perkuliahanPosisi : Staff Accounting o Praktek Kerja di PT.

IV. LATAR BELAKANG KELUARGA

  Pekerjaan : Wiraswasta 3. Ibu : Titin 4.

KATA PENGANTAR

  Tiada yang pantas terucap selain syukurAhamdullillahi Robbil’alamin akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Audit (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik yang Terdapat di Jakarta)”. Penyejuk mata, jiwa dan hatiku : ibuku yang tiada pernah berhenti untuk memberikan apa yang beliau miliki hanya untukku dan bapak jangan pernahlelah karena aku akan menyenangkan kalian dengan kasih sayangku.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Timbul dan berkembangnya profesi akuntan publik di suatu negara

  Melalui profesi akuntan publik inilah para investor dan para pemakai laporan keuangan lainnya mengharapkan penilaian yang bebas tidak memihak terhadapinformasi yang disajikan dalam laporan keuangan oleh seorang yang independen untuk memastikan kewajaran dan kesesuaian laporan keuanganyang disusun oleh pihak manajemen perusahaan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku dan kenyataan yang ada. Kontribusi audit adalah untuk menyajikan akuntabilitas, selama dia memberikan pendapat yang independen, apakahlaporan keuangan suatu entitas atau organisasi menyajikan hasil operasi yang wajar dan apakah informasi keuangan tersebut disajikan dalam bentuk yangsesuai dengan kriteria atau aturan-aturan yang telah ditetapkan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Audit

  Informasi yang dapat diukur dan kriteria yang telah ditetapkan Dalam proses pemeriksaan, harus ditetapkan kriteria-kriteria informasi yang diperlukan dan informasi tersebut Audit Finansial, Audit Manajemen, dan Sistem Pengendalian Intern dapat diverifikasi kebenarannya untuk dijadikan bukti audit yang kompeten. Karenakeputusan yang dibuat akan membawa konsekuensi ekonomi, social, dan konsekuensi lain yang signifikan, maka parapengguna laporan akan melirik pada auditor independen untuk memperoleh keyakinan bahwa laporan keuangan telah disusunsesuai dengan GAAP, termasuk semua pengungkapan yang memadai.

B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Audit

  Independensi dalam verifikasi a) Bebas dalam mengakses semua catatan, memeriksa aktiva, dan karyawan yang relevan dengan audit yang dilakukanb) Mendapatkan kerjasama yang aktif dari karyawan manajemen selama verifikasi auditc) Bebas dari segala usaha manajerial yang berusaha membatasi aktivitas yang diperiksa atau membatasi pemerolehan bahanbukti d) Bebas dari kepentingan pribadi yang menghambat verifikasi audit. Di Indonesia, khususnya di Surabaya hasil penelitian yang dilakukan oleh Sodik dalam Abdul Halim, (2001:89) yang menelitimasalah ini pada tahun 1993 menunjukkan bahwa faktor yang dominan dalam penentuan fee audit berturut-turut adalah lamanya waktu audit,jumlah lokasi, jumlah laporan klien, frekuensi audit, ruang lingkup audit, penggunaan jasa pihak lain, jenis industri klien, kepemilikanklien, total aktiva klien, dan modifikasi laporan.

C. Penelitian Terdahulu

  Karena perusahaan audit yang besar jika tidak memberikan kualitas audit yang tinggi akan kehilangan reputasinya, danjika ini terjadi maka dia akan mengalami kerugian yang lebih besar dengan kehilangan klien. Kantor auditor yang besar menunjukkan kredibilitas auditor yang semakin baik, yang berarti kualitas audit yang dilakukan semakin baik pula (Hogan, 1997; Teoh dan Wong, 1993) 4.

D. Kerangka Pemikiran

Variabel-variabel yang akan diuji dalam penelitian ini akan dikembangkan dalam sebuah kerangka pemikiran dapat digambarkan sebagaiberikut: Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran Independensi(Liliek, 2008) Keahlian(Liliek, 2008) Pengalaman(Peneliti) Kualitas AuditLamanya Waktu/Proses AuditDeis dan Giroux (1992) dalam Nasrullah (2003) Jumlah klienDeis dan Giroux (1992) dalam Nasrullah (2003) Ukuran Kekayaan danKesehatan Keuangan Klien Deis dan Giroux (1992) dalam Nasrullah (2003)Audit fee Ramy Elitzur & Haim Falk(1996) dalam Nasrullah (2003) 41

E. Perumusan Hipotesis

: Jumlah klien berpengaruh terhadap kualitas auditH 42 : Independensi auditor, kompetensi/keahlian auditor, pengalaman auditor, lamanya waktu/proses audit, jumlah klien, ukuran kekayaandan kesehatan keuangan klien, audit fee secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. 8 : Audit fee berpengaruh signifikan terhadap kualitas auditH 7 : Ukuran kekayaan dan kesehatan keuangan klien berpengaruh signifikan terhadap kualitas auditH 6 Perumusan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini bertujuan untuk menguji seberapa besar pengaruh keahlian, independensi, pengalaman,lamanya waktu/proses audit, Jumlah klien, audit fee, dan ukuran kekayaan dan kesehatan keuangan klien, terhadap tingkat kualitas audit, maka hipotesis yangakan diuji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : H : Lamanya waktu/proses audit berpengaruh signifikan terhadap kualitas auditH 4 : Pengalaman auditor berpengaruh signifikan terhadap kualitas auditH 3 : Keahlian auditor berpengaruh signifikan terhadap kualitas auditH 2 : Independensi auditor berpengaruh signifikan terhadap kualitas auditH 1 5

BAB II I METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Responden dalam penelitian ini adalah para auditor yang terdapat

  Populasi dari penelitian ini adalah KantorAkuntan Publik (KAP) yang terdapat di Jakarta, sedangkan sampel yang dipilih dari populasi adalah akuntan publik yang bekerja pada KAP tersebutdan sudah pernah mengaudit. Data SekunderSumber data diperoleh dengan cara melakukan studi pustaka yaitu usaha yang dilakukan untuk memperoleh data-data sekunder yangdiperoleh dengan cara membaca, mempelajari, menelaah, dan menganalisis sumber kepustakaan yang relevan seperti buku, serta catatankuliah yang berkaitan dengan bahasan penelitian sebagai dasar perbandingan antara teori yang relevan praktek yang terjadi di lapangan.

D. Metode Analisis Data

1. Uji Validitas Data

  Suatu tes atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukurnya,atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Tes yang menghasilkan data yang tidak relevandengan tujuan pengukuran sebagai tes yang memiliki validitas yang rendah (Ghozali:2005).

2. Uji Reliabilitas

  Reliabilitas adalah penerjemahan dari kata reliability yang mempunyai asal kata rely dan ability. Pengukuran yang memilikireliabilitas tinggi disebut sebagai pengukuran yang reliabel(Ghozali:2005).

3. Uji Asumsi Klasik

  Uji Normalitas Data Untuk mengolah data digunakan Uji Normalitas, yang menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel independen dan variabeldependen atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas dilakukan dengan tujuan yaitu untuk mengetahui hubungan yang bermakna (korelasi) antara setiap variabeldependen dalam suatu model regresi.

4. Uji Hipotesis

  Hipotesis adalah suatu perumusan sementara mengenai suatu hal yang dibuat untuk menjelaskan hal itu dan juga dapat menuntun ataumengarahkan penelitian selanjutnya. Jika yang dihipotesis adalah masalah statistik, maka hipotesis ini disebut hipotesis statistik.

a. Koefisien Determinasi

  Uji t Uji t bertujuan untuk menguji seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual yaitu yaitu keahlian,independensi, pengalaman, lamanya waktu/proses audit, Jumlah klien, audit fee, dan Ukuran kekayaan dan kesehatan keuangan klien dalammenerangkan variabel dependen yaitu kualitas audit. Uji F Uji F dilakukan dengan tujuan untuk menguji variabel independen, yaitu yaitu keahlian, independensi, pengalaman, lamanyawaktu/proses audit, Jumlah klien, audit fee, dan Ukuran kekayaan dan kesehatan keuangan klien terhadap 1 variabel dependen yaitu kualitas a) Jika nilai signifikan < 0.05, maka Ho diterima, b) Jika nilai signifikan > 0.05, maka Ho ditolak.

E. Operasional Variabel Penelitian

  Sebagai variabel dependen dalam penelitian ini adalah kualitas audit sedangkan variabel independennya adalah keahlian, independensi,pengalaman, lamanya waktu audit, jumlah klien, audit fee, dan Ukuran kekayaan dan kesehatan keuangan klien. Gambaran Umum Responden Objek penelitian ini adalah Kantor Akuntan Publik (KAP) yang terdapat di wilayah Jakarta dan yang menjadi subjek penelitian adalah akuntan publik.

B. Karekteristik Responden

  Subjek penelitian ini adalah akuntan publik yang bekerja di KAP yang terdapat di Jakarta. Hal ini disebabkan karena menurut peneliti usia yang paling muda biasanya diperintahkan untuk melakukan hal-hal non teknis sepeti mengisi kuesioner inioleh karyawan yang usianya jauh diatas mereka, karena mungkin sebagian dari mereka yang usianya lebih tua menganggap bahwa hal tersebut dapatmenggangu pekerjaan mereka.

C. Hasil Uji Kualitas Data

1. Uji Validitas

  62 Tabel 4.5 Uji Validitas Variabel Lamanya Proses Audit Pernyataan Sig Pearson Correlation Keterangan LPA1 0.000 0.853** Valid LPA2 0.000 0.874** Valid LPA3 0.000 0.770** Valid LPA4 0.000 0.772** Valid Sumber : Data diolah Tabel 4.5 diatas menjelaskan bahwa total skor construct variable lamanya proses audit menunjukkan hasil yang signifikan yaitu dibawah 0.05. 63 Tabel 4.7 Uji Validitas Variabel Ukuran Kekayaan Dan Kesehatan Keuangan Klien Pernyataan Sig Pearson Correlation Keterangan UKK1 0.000 0.896** ValidUKK2 0.000 0.880** Valid UKK3 0.000 0.918** Valid Sumber : Data diolah Tabel 4.7 diatas menjelaskan bahwa total skor construct variable ukuran kekayaan dan kesehatan keuangan klien menunjukkan hasil yang signifikan yaitu dibawah 0.05.

D. Pengujian Asumsi Klasik

1. Uji Normalitas Data

  Uji normalitas yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis grafik Normal P-P Plot data yang ditunjukan menyebar disekitargaris diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi dapat dikatakan memenuhi syarat asumsi normalitas. ( Hasil perhitungan nilai tolerance tersebut menunjukan tidak ada variabel independen yang memiliki nilai tolerance kurang dari 0,10yang berarti tidak ada korelasi antar variabel independen. Hasil perhitungan nilai Variance Inflation Factor (VIF) juga menunjukan halyang sama tidak ada satu variabel independen yang memiliki nilai VIF lebih dari 10.

3. Uji Heteroskedasitas

  Dari grafik dapat dilihat bahwa tidak terdapat kemencengan (skewness) pada grafik sehingga bisa dikatakan bahwa data normal. Karena nilai DW 2.095 lebih besar dari batas atas (du)1,895 dan kurang dari 7-1,895 atau berada pada wilayah du<d<7-du, maka dapat disimpulkan bahwa kita tidak bisa menolak H0 yangmenyatakan bahwa tidak ada auto korelasi positif atau negatif dan dapat disimpulkan tidak terdapat auto korelasi sehingga data tersebutlayak digunakan dalam penelitian.

E. Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear berganda dengan tingkat signifikansi =0,05 yang terdiri dari :pengujian korelasi, atau koefisien determinasi, uji F, dan uji t. 2

1. Hasil Uji Korelasi Dan Determinasi (R )

  Error of Durbin-Model R R Square R Square the Estimate Watson 1 .798(a) .637 .569 2.695 2.095a Predictors: (Constant), AUDF, JUM, PEA, KEA, LPRO, KKK, IND b Dependent Variable: KLTS Sumber : Data diolahKoefisien determinasi menunjukan seberapa besar variabel 2 independen dapat menjelaskan variabel dependennya. Nilai adjusted R menunjukan 0,569 atau sama dengan 56,9% jumlah prediksi faktor-faktoryang mempengaruhi kualitas audit dijelaskan dengan menggunakan variabel independensi (IND), keahlian auditor (KEA), pengalaman auditor(PEA), lamanya waktu atau proses audit (LPRO), jumlah klien (JUM), ukuran kekayaan dan kesehatan keuangan klien (KKK), serta audit fee ( AUDF).

2. Koefisien Regresi

  Model 1 (Constant) Unstandardized CoefficientsStandardized Coefficients Collinearity Statistics B 11.705.244 .404.677 .159 IND KEA PEA LPRO JU M KKK AUDF .373 .218.354 .088 .347 .013.044 .003.455 .880.282 .088 Tolerance .479.898 .770.724 .892.768 .466 VIF 2.0891.114 1.2991.382 1.1201.303 2.148 audit, serta ukuran KAP karena perusahaan audit yang besar lebih mampu menangkap signal akan penyelewengan keuangan yang terjadi danmengungkapkannya dalam pendapat audit mereka. Nilai koefisien ukuran kekayaan dan kesehatan keuangan klien sebesar0,283 menunjukkan bahwa setiap penambahan ukuran kekayaan dan kesehatan keuangan klien sebesar 1% akan meningkatkan kualitasaudit sebesar 28,3%.

3. Uji t-statistik

  Sehingga baik kantor akuntanpublik yang mempunyai jumlah klien yang banyak atau sedikitpun mereka harus melaksanakan tugasnya dengan semaksimal mungkin, (Boynton, 2003:272).6) Variabel ukuran kekayaan dan kesehatan keuangan klien (KKK) Hasil uji t untuk variabel ukuran kekayaan dan kesehatan keuangan klien mempunyai signifikansi 0,282 yang berarti lebih besardari 0,05. Hasil penelitian terdahulu Ramy & Haim Falk (1996) dalamNasrullah (2003) menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara audit fee dengan kualitas audit, karena audit fee yangbesar akan merencanakan kualitas audit yang lebih tinggi dibandingkan dengan audit fee yang lebih rendah.

4. Hasil Uji F

  Pengalaman auditor secara bersama-sama mempengaruhi kualitas audit, karena auditor dengan pengalaman yang banyak maka: (1) auditormenjadi sadar terhadap lebih banyak kekeliruan, (2) auditor memiliki salah pengertian yang lebih sedikit tentang kekeliruan, (3) auditor menjadi sadarmengenai kekeliruan yang tidak lazim, dan (4) tingkat kesalahan dalam audit dapat diminimalisasi, dan dapat menyelesaikan audit tepat waktu (NiMade: 2005). Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ramy & Haim Falk(1996) dalam Nasrullah (2003) yang menerangkan bahwa audit fee yang lebih tinggi akan merencanakan audit kualitas yang lebih tinggidibandingkan dengan audit fee yang lebih kecil.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

  Responden pada penelitian ini adalah akuntan publik yang bekerja di kantor akuntan publik (KAP) dan sudah pernah melakukan perikatan dengan klien. Karena pada penelitian sebelumnyamenyebutkan bahwa independensi berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit, sedangkan dari hasil uji t dalam penelitian ini variabel yangpaling signifikan adalah pengalaman auditor karena variabel tersebut memiliki nilai sifgnifikan paling rendah yaitu sebesar 0.003 sehinggapengalaman auditor berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit.

B. Implikasi

  (4) Membuatlaporan audit yang menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, dan pengungkapanyang informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, jika tidak maka harus dinyatakan dalam laporan audit. Menambah literatur penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas audit diantaranya adalah independensi (IND), keahlian auditor (KEA), pengalaman auditor (PEA), lamanya proses audit (LPRO), jumlah klien (JUM), ukuran kekayaan dan kesahatan keuangan klien (KKK), sertaaudit fee (AUDF).

C. Saran

  Penelitian ini hanya menggunakan beberapa kombinasi faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas audit diantaranya independensi (IND), keahlianauditor (KEA), pengalaman auditor (PEA), lamanya proses audit (LPRO), jumlah klien (JUM), ukuran kekayaan dan kesehatan keuangan klien(KKK), serta audit fee (AUDF). Peneliti selanjutnya diharapkan mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kualitasaudit diantaranya adalah adanya pihak ketiga yang akan melakukan review atas laporan audit audit serta tingkat perencanaan kualitas audit.

DAFTAR PUSTAKA

  Hariri, Maslichah, “Pengaruh Audit Fee dan Kesadaran Etis Terhadap Perilaku Auditor Ekstern dalam Situasi Konflik Audit pada Kantor Akuntan Publik di Malang” , Vol 3 No. “Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Independensi Auditor Eksternal Menurut Persepsi Bankir” Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2007.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Pergantian Kantor Akuntan Publik (Auditor Switching) Pada Perusahaan Makanan Dan Minuman(Food And Beverages) Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
2
104
90
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Audit Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
2
91
82
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Kinerja Audit Akuntan Publik Ditinjau Dari Standar Profesional PSA SA No.04:Independensi
0
4
125
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perusahaan Manufaktur Di Indonesia Melakukan Pergantian Kantor Akuntan Publik
0
3
117
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Audit : Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik Yang Terdapat di Jakarta
0
7
131
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Klien Kantor Akuntan Publik
0
6
113
Pengaruh Independensi, Akuntabilitas dan Profesionalisme Auditor terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di DKI Jakarta)
2
12
168
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Integritas Dan Obyektivitas Auditor Pada kantor Akuntan Publik Di Jakarta
0
12
106
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Audit Delay : Studi Kasus pada Perusahaan di Bursa Efek Indonesia
5
20
113
Pengaruh Pengalaman Audit, Independensi Auditor dan Kode Etik terhadap Audit Judgment (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Wilayah Jakarta Selatan)
0
10
98
Pengaruh Due Professionalm Care dan Fee Audit Terhadap Kualitas Audit (Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik di Wilayah Bandung)
0
12
40
Pengaruh Fee Audit dan Independensi Terhadap Kualitas Audit (Studi Penelitian Pada Kantor Akuntan Publik Yang Berada di Bandung)
2
17
43
Analisis Karakteristik Kunci Yang Mempengaruhi Kualitas Audit
0
0
18
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Audit Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
0
0
14
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Audit Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
0
0
11
Show more