Model pengorgansasian masyarakat dalam meningkatkan kesadaran lingkungan; studi ketokohan Harini Bambang Wahono dalam melakukan pengorganisasian masyarakat di Kampung Banjarsari RW 08 Kel. Cilandak Barat Kec. Cilandak Jakarta Selatan

Gratis

0
4
117
2 years ago
Preview
Full text

SURAT PERNYATAAN

  Pengorganisasian masyarakat sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat menjadi alternatif cara organisator Harini Bambang Wahono dalam membangunkesadaran lingkungan masyarakat di Kampung Banjarsari RW 08 Kel. Dari hasil penelitian yang dilakukan secara keseluruhan, pengorganisasian masyarakat yang dilakukan oleh Harini Bambang Wahono termasuk ke dalammodel pengorganisasian masyarakat lokal (locality development model).

KATA PENGANTAR

  Alhamdulillah, pujian setinggi-tingginya penulis panjatkan kepada AllahSWT Tuhan semesta alam, Tuhan yang telah menjadikan langit dan bumi ini penuh dengan tanda-tanda kebesaranNnya, penguasa kehidupan dan penentukematian atas segala anugrah, nikmat, dan petunjuk yang dikaruniakanNya sehingga penulis bisa memikirkan, merefleksikan dan menuangkan pikiran dalambentuk tulisan ini. Dalam penelitian ini yang menjadi unit analisis adalah keterwakilan unsur dari proses pengorganisasian, yaitu satu orang praktisi (wakil dari unsurpengorganisasi), 1 orang kader, 2 orang masyarakat biasa sebagai unsur yang diorganisasi dan 2 orang (Wakil lurah & pengurus RW 08) dari strukturalmasyarakat sebagai unsur pendukung.

6 Lexy J. Moleong, Metodelogi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

  Hadari Nawawi, Instrumen Penelitian Bidang Sosial (Yogyakarta: Gajah Mada Data sekunder yaitu berupa catatan atau dokumen yang diambil dari berbagai literatur, buku-buku, internet atau tulisan yang berhubungandengan masalah yang diteliti, seperti brosur, modul-modul pelatihan arsip, dan lain-lain. Dokumentasi, hal ini digunakan untuk memperoleh data yang tidak diperoleh dengan pengamatan dan interview, tetapi hanya diperolehdengan cara melakukan penelusuran data dengan menelaah buku, majalah, surat kabar, jurnal, internet, modul-modul pelatihan dansumber lain yang berkaitan dengan apa yang sedang diteliti oleh penulis.

13 Silalahi, Mery, Tugas Akhir: “Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (Studi Kasus

  Model Pengorganisasian Masyarakat Model pengorganisasian masyarakat merupakan kalimat yang terdiri dari tiga kata yang membentuknya yaitu, model-pengorganisasian-masyarakat. Padakata pengorganisasian terdapat kata dasar organisasi, maka penjelasan secara terpisah mengenai makna atau maksud arti dari kata-kata itu menjadi penting(dimaksudkan untuk menghindari kekeliruan atau maksud yang bias karena adanya perbedaan dari pemaknaan) sebelum mendefinisikan secara keseluruhankalimat model pengorganisasian masyarakat.

1 Dalam Kamus Bahasa Indonesia, kata model

  diartikan sebagai (1) pola (contoh, acuan, ragam, dsb), sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan; (2) orang yang dipakai sebagai contoh untuk dilukis(difoto); (3) orang yang (pekerjaannya) memperagakan contoh pakaian yang akan dipasarkan; (4) barang tiruan yang kecil dengan bentuk (rupa) tepat benarseperti yang ditiru. 5711 12 Dari beberapa pengertian di atas, penulis mendefinisikan pengorganisasian masyarakat ini sebagai upaya menyeluruh yang dilakukan oleh individu-individu atau sekumpulan orang atas dasar kesadaran sendiriuntuk mencapai cita-cita atau harapan dan keluar dari permasalahan yang dihadapi secara mandiri.

13 Pertama, pengorganisasian masyarakat lokal (locality development model)

  Anggota masyarakat dipandang bukan sebagai sistem klien yang bermasalah melainkan sebagai masyarakat yang unik dan memiliki potensi, hanyasaja potensi tersebut belum sepenuhnya dikembangkan. Asumsi mengenaistruktur komunitas dankondisi pemasalahannya Pergeseran (pengalihan)sumber daya dan relasi kekuasaan;perubahan institusi dasar(task ataupun process goals ) Kemandirian, pengembangankapasitas dan pengintegrasianmasyarakat (tujuan yangdititikberatkan pada proses = processgoals) Pemecahanmasalahan dengan memperhatikanmasalah yang penting yang adapada masyarakat (tujuandititikberatkan pada tugas = task goals) Kategori tujuan tindakanmasyarakat (Aksi Sosial) 1.

6. Media

  Kategori Tujuan Tindakan Terhadap MasyarakatSeperti yang sudah dijelaskan, ada dua tujuan utama mengenai pengorganisasian masyarakat yang pertama lebih mengacu pada ‘tugas’ (task),sementara lainnya lebih berorientasi pada ‘proses’. Pada model C, keduatujuan itu menjadi prioritas, si penerima layanan harus ikut terlibat dalam keseluruhan proses (penyadaran, pemberdayaan dan tindakan aktual) dan diabersifat aktif, hal itu bertujuan untuk melakukan perubahan struktur kekuasaan(pemerintah) ke arah yang memenuhi prinsip demokrasi, kemerataan dan keadilan.

2. Asumsi Yang Terkait Dengan Struktur Masyarakat dan Kondisi

  PermasalahannyaPada model A, masyarakat ini seringkali dipimpin oleh sekelompok kecil pemimpin-pemimpin konvesional dan terdiri dari populasi yang butahuruf dan ada perbedaan sangat jauh dalam keterampilan pemecahan masalah. Dalam bukunya yang lain Pekerjaan Sosial Di Dunia Industri, EdiSuharto mendefinisikan pemberdayaan masyarakat sebagai sebuah proses maupun hasil yaitu, serangkaian aktivitas yang terorganisir dan ditunjukan untukmeningkatkan kekuasaan, kapasitas atau kemampuan personal, interpersonal atau politik sehingga individu, keluarga, atau masyarakat mampu melakukan tindakan 23 guna memperbaiki situasi-situasi yang mempengaruhi hidupnya.

2. Pengertian Lingkungan

  1240 Ibid.27 , h.865 Takashi Inoguschi, Edward Newman dan Glen, Kota Dan Lingkungan, (Jakarta: biasanya terkait dengan sebab-akibat atau sejarah kehidupannya (dampak negatif dan positif secara langsung) atau dengan kata lain kesadarannya padatingkat persepsi berubah menjadi sikap dan diteruskan pada aksi (perilaku). Modal SosialAda banyak sumber yang memberikan pengertian mengenai modal sosial, di bawah ini hanya dua pengertian yang menurut penulis cukup mewakili yaitu,sebagai berikut: Modal sosial dapat diartikan sebagai sumber (resource) yang timbul dari adanya interaksi antara orang-orang dalam suatu komunitas.

28 Sementara dalam sumber lain disebutkan bahwa Francis Fukuyama

  Kesungguhan dan keinginan kuat Harini bermula dari pesan yang disampaikan oleh suaminya sebelum meninggal, suaminya berpesan “cintailah 2 tanah air dan berjuanglah dengan hati ”, dari pesan inilah ia meneruskan kecintaan terhadap tanah airnya (selama ini hanya mengendap dalamperasaannya) untuk beranjak bergerak, bersikap dan beraksi. Hal ini tebukti dari inisiatif awal yang dibangunnya pada tahun 1970-an, saat itu Harini Kepribadian yang lugas, tegas, integritas tinggi, pantang menyerah, dan mudah bergaul memberikan nilai lebih dalam proses penyadaranmasyarakat.

8 Pondok Pinang

  Daridata di atas penduduk Kelurahan Cilandak Barat mengalami peningkatan 0.327 Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah Direkorat Jenderal Tata Perkotaan dan Tata Pedesaan: Buku Panduan Kelurahan Cilandak Barat Buku Panduan Kelurahan Cilandak Barat, Geografi dan Iklim/Geographcal And Climate (30 Agustus 2010)8 Kuswara, SAP, Wawancara Pribadi dan Arsip Kelurahan Cilandak Barat (Jakarta 30 Agustus 2010)9 % dari tahun sebelumnya. 16 BAB IV TEMUAN DAN ANALISIS DATA Pada bab ini akan dipaparkan model pengorganisasian yang dilakukan oleh Harini dalam meningkatkan kesadaran lingkungan sebagai bagian upaya pemberdayaan masyarakat di Kampung Banjarsari RW 08 Kelurahan CilandakBarat Jakarta Selatan, yang terdiri dari temuan indikator pengorganisasian masyarakat, identifikasi dan penjelasan model pengorganisasian, alurpengorganisasian serta periode pengorganisasiannya.

1. Tujuan Tindakan

  Seperti yang diungkapkan Harini kepada penulis: Dalam usaha mengorganisasikan masyarakat selalu melalui tahapan atau proses, ga ada yang ga pake proses, dan harus beraniuntuk memulai dan ini penting. Selain itu, yang yang menurut Eyang penting adalah keyakinan diri dan cinta terhadap tanah air akanmendorong seseorang untuk melakukan tindakan, ini apa yang Eyang lakukan selama ini.

2. Pandangan Mengenai Strutur Komunitas dan Permasalahannya

  Dari kegelisahantersebut, Harini melakukan berbagai pendekatan dengan tujuan untuk membangun komunikasi antar anggota masyarakat dan memberikanpemahaman yang mendalam (dengan memperlihatkan bukti-bukti konkrit) serta mengadakan kegiatan-kegiatan yang menarik perhatian. Sementara pandangannya mengenai struktur komunitas di lingkungan masyarakat Banjarsari, Harini melihatnya sebagai masyarakat yang secarageografis tinggal di pusat perkotaan dengan bentuk komunitas tradisional dinamis.

3. Strategi Perubahan Dasar

  Pernyataan di atas diperkuat oleh salah satu warga Banjarsari IbuErnawati, mengatakan bahwa: Oh ya, kita kalau ada pembahasan mengenai masalah lingkungan pasti kita dilibatin, soalnya permasalahan lingkungan di lingkungansini berarti masalah bersama, kayak kemarin di daerah bawah ada kebanjiran kita semua terlibat. Dari pengamatan yang dilakukan penulis, ada beberapa pendekatanHarini yang secara tidak langsung mendukung strategi perubahan dasarnya, yaitu melakukan sentuhan fisik terhadap lawan bicaranya, misalnya mengusapkepala kepada anak-anak, merangkul pingggang terhadap teman sebaya, 5 membungkukan badan kepada orang yang dihormati dan lain-lain.

4. Karakteristik Taktik dan Teknik Perubahan

  Sebaga bagian dari teori pengorganisasian, karakteristik taktik dan teknik perubahan yang dilakukan Harini secara umum sama dengan modelpengorganisasian masyarakat lokal yaitu semuanya atas dasar kesepakatan bersama dan sebanyak-banyaknya melibatkan banyak warga. Kitabiasanya diskusi bareng aja 6 Salah satu taktik dan teknik perubahan melalui diskusi kelompok yang terungkap di atas diperkuat oleh penyataan Harini, yaitu:Eyang sih selalu melibatkan masyarakat, ya caranya diskusi berkelompok datang ke rumah atau diskusi antar perorangan.

3 Aparat

2 Praktisi

  Tetangga 1 Gambar 4. Alur Karakteristik dan Teknik Perubahan Secara keseluruhan dari taktik dan teknik perubahan yang digunakan, dalam indikator model pengorganisasian masyarakat lokal yang berkenaandengan taktik dan teknik peerubahannya memiliki kesamaan, yaitu komunikasi antar kelompok dan kelompok kepentingan.

5. Peran Praktisi yang Menonjol

  Peran Praktisi yang MenonjolBerdasarkan uraian-uraian di atas peran yang paling menonjol dari Harini adalah pendamping, pembimbing, mentor, dan motivator, dimana kesemuanya termasuk dalam lingkup sebagai seorang praktisi (praktisilingkungan), orang sering menyebutnya aktivis lingkungan, peran lain yang juga ia geluti adalah dalam bidang kesehatan masyarakat yaitu sebagai volunteer kesehatan. Selain itu, terkadang pada waktu yang bersaman pun Harini memberikan rujukan atau pandangan mengenaietika dalam bergaul, bermasyarakat, bermusyawarah, bertutur kata dan termasuk pada wilayah teknis seperti etika sebagai seorang pelatih ataumentor.

6. Media Perubahan

  Kemudian kerjasama dengan lembaga di luarJakarta (pemerintah DKI Jakarta dan lembaga yang berorientasi pada penyelamatan lingkungan dan lain-lain) dan luar negeri (Filipina, 10 pemerintahan Thailan dan lain-lain). Orientasi Terhadap Strutur Kekuasaan Berkaitan dengan orientasi terhadap struktur kekuasaan ini secara keseluruhan baik tindakan praktisi dan masyarakat Kampung Banjarsari yangsudah terbentuk dalam kelompok-kelompok lingkungan selalu didasarkan pada kepentingan dan kebutuhan bersama atau tidak ada keberpihakanterhadap kelompok tertentu, hal ini senada dengan karakteristik taktik dan teknik perubahan yang sudah dijelaskan sebelumnya.

8. Batasan Definisi Sistem Klien

  Dari data geografis kelurahan Cilandak Barat, bahwa yang dimaksud masyarakat Kampung Banjarsari adalah warga yang tinggal di RW 08. Saat ini Banjarsari masuk ke dalam wilayah Kelurahan 16 Cilandak Barat Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

9. Pandangan Mengenai Kepentingan dari Kelompok-Kelompok

  Perbedaan kepentingan (kelompok masyarakatdengan ekonomi lemah cenderung pada kepentingan ekonomi, kelompok masyarakat atas cenderung pada hal-hal pribadi misalnyapopuleritas) dalam kelompok masyarakat di banjarsari ini Eyang melihatnya adalah hal yang wajar, apalagi ini manusia, sekalipunkembar, nah gimana kata mufakat itu bisa tercetus, maka mau tidak mau melakukan perundingan atau diskusi, sampai saat ini cara yang 17 paling baik. Alur Pengorganisasian Masyarakat Kampung BanjarsariPada poin ini akan dijelaskan mengenai alur pengorganisasian masyarakat lokal yang dilakukan Harini terlepas dari indikator-indikator yang sebelumnyatelah dijelaskan, hal ini ditujukan untuk menggambarkan alurnya secara alami atau berdasarkan uraian praktisi langsung.

2. Interaksi/Pendekatan dengan Masyarakat

  Alur Model Pengorganisasian Masyarakat Berdasarkan informasi dan wawancara dengan Harini, pengorganisasian masyarakat yang dilakukan Harini ini dapat terbagi kedalam tiga periode yaitu eraprakarsa masyarakat (sebelum 1996), era intervensi pihak luar (1996-2002), era pengembangan jaringan (2002 – sekarang), periodisasi ini hanya dimaksudkanuntuk melihat perbedaan dari intervensi yang dilakukan dari pihak luar maupun pihak dalam. Banjarsari Asri Perwujudan dari peningkatan kesadaran masyarakat sudah mulai tampak dengan adanya upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan fisikmelalui upaya penanaman tanaman untuk menciptakan kesejukan lingkungan dan lingkungan sosial terkait dengan pengelolaan lingkungan yaitumelaksanakan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan sekitar seminggu sekali.

4. Karakteristik Taktik dan Teknik Perubahan yang dilakukan oleh Harini

  CilandakBarat Jakarta Selatan yaitu melakukan kerjasama dengan kelompok- kelompok kecil yang berbeda minat dan kelompok masyarakat yangberbeda kelas ekonomi dan pendidikan 7. Orientasi terhadap struktur kekuasaan dalam proses pengorganisasian masyarakat terkait peningkatan kesadaran lingkungan yang dilakukan Harini Bambang Wahono di Kampung Banjarsari Kel.

8. Batasan definisi klien dalam pengorganisasian masyarakat yang dilakukan

  Oh saya engga sebagai apa-apa ya, biasa aja, kita bareng- Peran praktisi yang bareng…bu Bambang udah lama di sini mengurusi lingkungan 5 menonjol dan penghijauan dia dikenal sebagai teman, dan warga di sinisudah lama bekerjasama dengan dia tokoh masyarakat di sini dan 2 sering ngadain pelatihan sama orang-orang di luar …ada banyak kemaren ada mahasiswa dari Jepang kalau ga salah…Ketika ada ajakan dari Ibu Bambang ibu selalu ikut serta?bagaiman cara mengajak warga? Aparat….pak RW maksudnya…aman-aman saja, ga da apa….harmonis Batasan definisi sistem Dalam kenyataannya siapa saja yang terlibat?adakah pembedaan klien dalam komunitas si miskin atau si kaya atau etnis?8 (konstituensi) Jawab: Maksudnya?...dalam kebersihan lingkungan kita masyarakat semua terlibat…1 9 Asumsi mengenai Perselisihan apa yang biasanya yang terjadi antar kelompok Menurut ibu potensi masyarakat di sini itu apa?apakah ikut aktifKonsepsi mengenai atau tidak?

2. P : Katanya Banjarsari atau RW 08 ini hasil pemekaran?

  Nah, selain itu, yang yang menurut Eyang penting juga adalah yakinkan diri dulu dan cinta terhadap tanah air penting untuk mendorongseseorang untuk melakukan tindakan langsung, eksen (action), inilah yang Eyang 1 mereka bisa mandiriP Harapan ibu seperti apa kedepannya untuk Kampung Banjarsari ini? Cilandak Jakarta Selatan)Fakultas Dakwah dan KomunikasiJurusan Konsetrasi Kesejahteraan SosialUIN Syarif Hidayatullah Jakarta Responden : H Nurjaya, SH Ketua RW 08Hari/Tanggal/Lokasi : Sabtu, 21 Agustus 2010 / Rumah RWWaktu : 16-40-17:04Observasi Karena waktu yang diberikan ketua RW 08 ini tidak banyak, jadi hanya beberapa pertanyaan saja yang penulis lontarkan, yaitu hanya wilayah geografis, aktivitasmasyarakat Banjarsari dan bentuk kerjasamanya saja.

2. P : Aktivitasnya apa saja masyarakat di sini?

  J : Aktivitasnya sama saja…di sini banyak yang sudah bekerja….kebanyakan kerja kantoran…Ibu-ibu juga ada yang karir ada juga yang rumah tangga…ohkalau aktivitas pengelolaan lingkungan ade mungkin sudah tau…dari BuBambang…ada kelompok tani, forum warga… 3. P : Dukungan bapak sendiri terhadap aktivitas masyarkat selama ini bagaimana?

1 Intinya saya dukung

  P : Kan di sini ada organisasi lingkungan sama organisasi bentukan RW itu gimana, apa sering terjadi bentrok atau penumpukan? J : Keberadaan lembaga non lingkungan, misalnya ya Karang Taruna, Posyandu,PKK, Forum Warga terus lainnya menurut saya justru sangat membantu kelancaran kegiatan pada lembaga yang berorientasi lingkungan, jadi lembaga- 2 lembaga ini saling membutuhkan , tidak ada saling saing-saingan, ga ada..

5. P : Bentuk kerjasamanya seperti apa?

  J : Oh tidak ada yang khusus…saya mungkin bentuknya dukungan…ikut dalam forum dan rapat-rapat…ya itu saja 1 H A S I L W A W A N C A R A SKRIPSI MODEL PENGORGANISASIAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKANKESADARAN LINGKUNGAN (Studi Kasus Pemberdayaan Masyarakat Yang Dilakukan Ibu Harini Bambang Wahono Di Kampung Banjarsari Rw 08 Kel. ada dua tokoh yang punya tanggung jawabkhusus, Ibu Agustin misalnya, ia lebih ke tugas mendidik dan pemberian model, karena keahlianyang dimilikinya lebih ke cara-cara seperti pemanfaatan dan pengelolaan sampahgimana…kalau Bu Nina lebih fokus ke penyadaran lingkungan untuk masyarakat menengah, mungkinpergaulannya… 5 6 Media PerubahanApakah Ibu melakukan kerjasama dengan kelompok- kelompok lain di luar kelompok lingkungan yang telahmelalui kaderisasi?

6 Rawasari Bentuk kerjasama pun berbeda

  Jawab : Ya sepertinya tidak ada yang khusus ya…tapi sebetulnya masyarakat bisa seperti sekarang, ya sadar terhadap lingkungan bukan karena Bu Bambangsaja, peran masyarakat dan kader-kadernya juga sangat penting…tidak ada sih, tidak ada yang khusus 2. Jawab : Tentu tidak sekaligus berhasil ya….semuanya juga ada prosesnya…ya kesadaran masyarakat saja…awalnya emang Ibu Bambang yang merintisnya,tapi sekarangkan semuanya sudah sadar…kan kita juga kerjasama dengan lembaga-lembaga…di Banjarsari ini kita udah bekerjasama dengan berbagai LSM atau pemerintah yang peduli terhadap lingkungan, kita bekerjasama dengan Departemen Kehutanan, Departemen Lingkungan, Bank-bank.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Campur kode Bahasa Arab dalam komunikasi lisan pada masyarakat Kampung Arab di Kota Bondowoso
0
4
17
Program pelayanan kesehatan yayasan persada nurani dalam masyarakat kesehatan miskin di Kebayuran Lama Jakarta Selatan
0
5
119
Pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling di SMK Al-Hidayah Cilandak Jakarta Selatan
1
4
91
Model pengorgansasian masyarakat dalam meningkatkan kesadaran lingkungan; studi ketokohan Harini Bambang Wahono dalam melakukan pengorganisasian masyarakat di Kampung Banjarsari RW 08 Kel. Cilandak Barat Kec. Cilandak Jakarta Selatan
0
4
117
Tingkat kesadaran masyarakat dalam perencanaan keuangan keluarga perspektif ekonomi islam : studi pada masyarakat kelurahan Cempaka Putih Ciputat
9
56
104
Realitas nikah sirri: studi empiris masyarakat di wilayah Kelurahan Kebon Jeruk Jakarta Barat
3
30
105
Tradisi buka palang pintu pada pernikahan masyarakat Betawi: studi kasus di Tanjung Barat Jakarta Selatan.
5
25
137
Hubungan religiusitas masyarakat pendatang dengan religiusitas masyarakat asli : studi kasus masyarakat di kelurahan Cilandak Timur Jakarta Selatan
0
4
107
Strategi manjemen humas dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah di SLTP Nusantara Plus Ciputat
0
3
83
Perkawinan satu suku dalam masyarakat Minangkabau menurut pandangan hukum islam : studi kasus di kec.Banuhampu Sumatera Barat
0
23
108
Peran masjid raya Cinere dalam meningkatkan solidaritas sosial masyarakat Cinere Limo-Depok
0
23
86
Peran Pembimbing Agama dalam Membina Akhlak Remaja di Rumah Yatim Arrohman Cilandak Jakarta Selatan
0
6
72
Pembagian waris masyarakat Betawi ditinjau dari hukum Islam : studi pada masyarakat Kelurahan Lebak Bulus Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan
1
22
0
Etos kerja masyarakat Betawi dalam meningkatkan status sosial ekonomi di Kelurahan Pondok Cabe
1
31
165
Perancangan kampanye meningkatkan kesadaran bertransportasi yang tertib bagi masyarakat dan penumpang kereta api
0
4
38
Show more