Konflik internal partai kabangkitan bangsa di Kabupaten Karawang: sumber dan dampak konflik pada pemilu 2009

Gratis

1
5
87
3 years ago
Preview
Full text

SKRIPSI KONFLIK INTERNAL PARTAI KEBANGKITAN BANGSA

  Namun tidak demikian, PKB sebagai salah satu partaipolitik Islam mengalami berbagai cobaan dan rintangan yang diawali dengan konflik yang dipelopori oleh Gus Dur dan Matori, dalam kasusnya kehadiranMatori pada sidang MPR dalam rangka penurunan Gus Dur dari kursi Presiden. Konflik yang terjadi dilakukan oleh beberapa aktor yaitu Gus Dur, Matori dan Alwi, dari beberapa konflik baik yang pertaama, kedua, dan ketiga itu tidakberpengaruh terhadap DPC PKB Karawang.

NIP: 196902101994032004 NIP. 197309272005011008

  Namun tidak demikian, PKB sebagai salah satu partaipolitik Islam mengalami berbagai cobaan dan rintangan yang diawali dengan konflik yang dipelopori oleh Gus Dur dan Matori, dalam kasusnya kehadiranMatori pada sidang MPR dalam rangka penurunan Gus Dur dari kursi Presiden. Konflik yang terjadi dilakukan oleh beberapa aktor yaitu Gus Dur, Matori dan Alwi, dari beberapa konflik baik yang pertaama, kedua, dan ketiga itu tidakberpengaruh terhadap DPC PKB Karawang.

LEMBAR PERNYATAAN

  Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jika kemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya asli saya atau merupakan hasil jiplakan dari hasil karya orang lain maka saya bersediamenerima sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

KATA PENGANTAR

  Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah, nikmat sehat jasmani rohani, dan memberikan ilmu yang tiada tara, memberikan jalanpenerang disaat penulis menemukan masalah serta halangan dan rintangan ketika menulis atau menyusun skripsi ini. Orang tua baik Bapak Calam dan Ibu Umsinah yang tercinta, tiada henti- hentinya mendidik dan membina saya dari kecil sampai besar, sehinggasaya bisa menunaikan studi di jenjang yang lebih tinggi, itu tidak lain karena dorongan serta do’a orang tua saya yang selalu mengalir danmenghiasi dalam kehidupan saya.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Allah menciptakan manusia sesuai dengan ukuran dan kemampuan

  Namun manusia bertugas atau beraktivitas sesuai dengan koridor, ketentuan dan hukum yang berlakusebagaimana manusia makhluk sosial yang sama-sama saling membutuhkan satu sama lain, dengan adanya interaksi sosial maka akan tumbuh pemikiran dangagasan yang luas dalam membangun agama, masyarakat dan negara. 31 Tahun 2002 tentang partai politik menyatakan bahwa, partai politik adalah organisasi politik yang dibentuk oleh sekelompok warga negaraIndonesia secara sukarela atas dasar persamaan, kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan kepentingan anggota, masyarakat, bangsa dan negara melalui1 pemilihan umum.

5 Endang Saifuddin Anshari, Wawasan Islam, (Jakarta, Rajawali, 1986,) h. 263- 264

  4 Hasil wawancara yang dilaksanakan pada tanggal 20 April 2010 di kantor sekretariat PKB Karawang , di dalam wawancaranya ia mengatakan bahwa PKB merupakan partai yang berideologi Islam tradisional atau partai kaum Nahdliyin yang mengakomodir kaum santri, petanidan para simpatisan luar Nahdliyin. Dalam jumlah suara setiap tahun PKB Karawang terjadi penyusutan baik ketika konflik maupun sedang tidak terjadi konflik, ini karena keberuntunganPartai PKB karena sistem pemilu menggunakan sistem pemilu Proporsional, konflik internal di tubuh PKB yang menjadikan simpatisan PKB pecah itu berdampak pada pemilu 2009 yang lalu.

9 Parlemen

  Konflik internal PKB Karawang terjadi karena pengaruh konflik internal ditingkat pusat atau bisa dikatakan efek domino yang mana sudah ketahui bersamabaik dari media elektronik atau media cetak, bahwa konflik di DPP PKB sangat ironis dan akan berimbas pada DPW,DPC sampai ke PAC sehingga mengalamiberbagai benturan antara dua kubu antara lain kubu Gusdur dan kubu Muhaimin, atau antara kubu Parung dengan kubu Ancol. Uba Ruba’i dan Enjang Ya’kub, dan kubuMuhaimin kelompok muda yang dipelopori oleh Ahmad Zamakhsyari ketua sekarang, dan segenap pengurus lainnya.

B. Perumusan dan Pembatasan Masalah

  Berdasarkan latar belakang masalah di atas, jelaslah bahwa Konflik bukan terjadi hanya pada suatu etnis atau suatu golongan saja, akan tetapi partai politikpun bisa terjadi konflik karena disebabkan oleh faktor – faktor tertentu, apalagi kaitannya dengan politik dan umat, maka pembahasan skripsi ini akan dirumuskanpada persoalan sebagai berikut: 1. Sementara metode penulisan yang digunakan adalah deskriptif analisis yakni dengan cara penulisan yang menggambarkanpermasalahan yang didasari pada data-data yang ada, lalu dianalisa lebih lanjut untuk kemudian diambil kesimpulan.

1. Tujuan Penelitian

  Ingin mengetahui apa dampak dan pengaruhnya terhadap pemilu dan masyarakat sekitar. Ingin mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dalam melaksanakan tugas dan perannya.

2. Manfaat Penelitian

  Untuk memberikan kontribusi berupa gagasan dan buah fikiran sebagai hasil penelitian berdasarkan prosedur, ilmiah serta melatih kepekaanpenulis terhadap masalah-masalah yang ada dilingkungan. Penelitian ini diharapkan menambah referensi tentang masalah-masalah politik yang ada dilingkungan.

E. Sistematika Penulisan

  Dalam skripsi ini pembahasannya akan terbagi menjadi lima bab dan masing-masing bab akan terbagi lagi menjadi sub-sub bab yaitu sebagai berikut: Bab II: Memuat tentang tinjauan teoritis menjelaskan tentang Pengertian partai politik, Model partai politik, dan Fungsi partai Politik, sertaPengertian Konflik, dan bentuk Konflik. Bab IV: Memuat tentang Dinamika konflik Partai Kebangkitan Bangsa di Karawang yang menjelaskan konflik PKB tingkat Nasional antara lain: latar belakang konplik, pelaku yang terlibat dalam konflik,dampak dan pengaruh pada pemilu 2009.

BAB II KAJIAN TEORI A. Partai Politik Dalam kekuasaan suatu negara baik yang konservatif maupun yang

  Oleh karena itu partai politik telah muncul secara spontan sebagai bahan atau alat penghubung antara rakyat dan penguasa sehingga diantaranya terjadichak and balance yang sama-sama saling menguntungkan, karena di negara yang demokratis, dengan partai politik rakyat bisa menentukan seorang pemimpin. Ada beberapa pengertian tentang partai politik yang sesuai dengan teori politik, pengertian tersebut sudah terealisasikan di berbagai negara khususnyanegara yang menggunakan sistem demokrasi, karena partai politik akan tumbuh berkembang hanya di negara yang demokratis.

I. Pengertian Partai Politik

  Artinya, partai politik berfungsi sekali dalam mengontrol pemerintahan, menentukan seorang penguasa, dan juga sarana pengatur atau pengontrolterjadinya konflik, sehingga partai politik ini benar-benar berfungsi sebagai alat15 politik.14 Rifyal Ka’bah, Politik dan Hukum dalam Al-qur’an, (Jakarta, Khairul Bayan,, 2005,) h. Partai politikjuga bisa diartikan sekelompok orang yang terorganisir, bertujuan untuk mendapat kedudukan melalui cara pemilihan umum serta bisa juga dengan menggunakancara yang lain, partai politik juga bisa menyusahkan kelompok tertentu yang menjadi perbedaan antara partai politik dan kelompok-kelompok yangmempunyai kepentingan.

16 Rod Hague, Comparative Government and Politics An Introduction, (United State, Macmillan Press LTD, 1982), h. 131

17 Berbeda dengan movement atau gerakan, gerakan hanya mengandalkan fundamental dan politik yang terbatas serta ideologi yang kuat, walaupun pada intitujuannya baik menurut mereka masing-masing.

2. Model Partai Politik

  Partai sayap kanan dan partai sayap kiri, partai ini ialah partai yang tergantung kepada keadaan, bisa dikatakan sayap kanan kalau partai itumendukung partai yang sedang memimpin, dan bisa dikatakan partai sayap kiri kalau partai itu melawan partai lain yang sedang berkuasa. Mengenai model partai politik sudah jelas bahwa apa yang dimaksud dengan model partai politik, baik partai kader, partai masa, partai sesuai denganlembaga hukum, partai pembaharuan, partai perwakilan, partai gabungan, partai sayap kanan dan partai sayap kiri semuanya mempunyai alasan dan tujuanmasing-masing.

3. Fungsi Partai Politik

  Di pentas panggung politik, partai politik selain sebagai organisasi yang terlatih dan mempunyai dasar kekuatan dan tujuan yang sama yaitu mencapai ataumerebut kekuasaan maka, partai politik mempunyai beberapa fungsi, yaitu: a. Sebagai sarana sosialisasi politik, seorang calon akan mendapatkan pengakuan yang baik dari masyarakat kalau mampu bersosialisasi denganbaik, begitupun dengan kelompok atau anggota partai yang lain, dan ini salah satu cara menuju kekuasaan.

19 Rumidan Rabi’ah, Lebih Dekat Dengan Pemilu di Indonesia, (Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 2009), h. 29

  Sosialisasi politik, dalam hal ini partai partai berfungsi sebagai pembentuk sikap dan orientasi politik para anggota atau kelompokmasyarakat, dan kegiatan ini juga bisa dilakukan dengan cara mendidik masyarakat agar memahami politik baik dengan pendidikanformal maupun non formal, agar masyarakat mempunyai kesadaran politik berdasarkan ideologi partai yang dipilih. Pengendalian konflik, partai sebagai pengendalian sebuah konflik dengan cara menampung dan memadukan dari kedua belah pihak,berdialog dengan pihak-pihak yang terlibat konflik, kemudian menampung dan memadukan serta berdialog dengan pelaku konflik,lalu masalah tersebut diproses di dalam musyawarah badan perwakilan rakyat untuk menentukan atau menghasilkan keputusanpolitik.

4. Tujuan Partai Politik

1. Secara Umum:

Selain mempunyai fungsi, partai politik juga memiliki tujuan tertentu dan tujuan ini dibagi atas dua bagian yakni secara umum dan secara khusussebagaimana yang tertera dalam buku undang-undang tentang partai politik yang terdapat pada bab IV Pasal 6. 23 :

2. Secara Khusus

  Memperjuangan cita-cita partai politik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta mewujudkannya secara konstitusional, dan24 mencapai kekuasaan yang sah secara mutlak. Tujuan partai politik merebut kekuasaan dengan melalui pemilu yang sah dan benar, mempermudah serta menentukan seorang pemimpin.

B. Konflik

  Namun konflik ini juga bisamengakibatkan kerusuhan dan kehancuran, dan bisa juga menjadi bahan renungan untuk masa depan. Sehingga konflik bisa menjadi boomerang bagi kehidupan, dankonflik bisa terjadi karena ada faktor dan sebab pertentangan atau permasalahan dua kelompok atau orang.

I. Pengertian Konflik

  Istilah “konflik” secara etimologis berasal dari bahasa Latin“con” yang berarti bersama dan “fligere” yang berarti benturan atau tabrakan. Menurut Karl Marx dan Ibnu Khaldun konflik menjadidinamika sejarah manusia, dan menurut Maslow, Max Neef, dan John Burton29 konflik adalah bagian dari proses pemenuhan kebutuhan dasar manusia.

29 Susan Novri, Sosiologi Konflik dan Isu-isu Konflik Kontemporer, (Jakarta, Kencana Prenada Media Group, 2009,) h. 4. Cet I

  Taquiri berpendapat bahwa konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnyakeadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan. Hal ini terjadi jika masing -masing komponen organisasi memiliki32 .kepentingan atau tujuan sendiri - sendiri dan tidak bekerja sama satu sama lain Dari semua definisi diatas jelaslah bahwa pada umumnya konflik terjadi akibat adanya perbedaan diantara dua kelompok atau perorangan, dan konflik jugamengakibatkan dampak yang bisa merugikan keduanya baik menurut Maswadi,Gibson, Taquiri.

II. Bentuk Konflik

  Konflik non realistis adalah konflik yang didorong oleh keinginan yang tidak rasional dan cenderung bersifat ideologis, seperti konflik antar agama danorganisasi-organisasi masyarakat, dan konflik nonrealistis salah satu cara35 mempertegas atau menurunkan ketegangan suatu kelompok. Bentuk Pendekatan Instrumental, adalah pendekatan yang mempunyai gagasan tentang adanya dorongan yang kuat oleh kepentingan politik,dan kemunculan provokator baik dalam masyarakat maupun dalam kelompok-kelompok tertentu yang memiliki tujuan dalam suatukeadaan masyarakat atau kelompok yang sedang bermasalah.

36 Moh. Soleh Isre, Konflik Etno Religius Indonesia Kontemporer, (Jakarta: Depag RI, 2003), h. 52

37

BAB II I DESKRIPSI PARTAI KEBANGKITAN BANGSA KARAWANG A. Latar Belakang Berdirinya Partai Indonesia adalah negara yang sering disebut sebagai negara paling

  Sehingga pada tanggal 21 Mei 1998, Presiden Soeharto yang sudah menguasai bumi Indonesia kurang lebih 32 tahun lengser atau turun dari kursipanasnya sebagai akibat desakan gelombang reformasi yang sangat dahsyat, mulai yang mengalir dari diskusi terbatas, unjuk rasa, unjuk keprihatinan, sampaiistighosah para kiyai-kiyai, dan beberapa ormas atau simpatisan partai mulai membuat agenda dan rumusan dalam rangka membangun pondasi era reformasi. Usulan yang masuk ke PBNU sangat beragam, ada yang hanya mengusulkan agarPBNU membentuk parpol, ada yang mengusulkan nama parpol, ada yang mengusulkan lambang parpol yaitu gambar bumi, ada yang mengusulkan bentukhubungan politik antara warga Nahdliyin dengan NU, dan ada yang mengusulkan visi-misi serta AD/ART parpol.

B. Struktur Kepengurusan Partai

Berdasarkan surat keputusan nomor: 1304/DPP-02/IV/A.IVIII/2006 susunanDewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten KarawangPeriode Tahun 2006-2011 sebelum pemilu 2009 adalah sebagai berikut:

1. DEWAN SYURA

  Uba Ruba’iWakil Ketua : Enjang Ya’kubWakil Ketua : KH. Suyud AlamsyahAnggota : Idrus EfendiAnggota : KH.

2. DEWAN TANFIDZ

  Karawang terjadi dua kepengurusan sama seperti yang terjadi di tingkat pusat, dan masing-masing membenarkanadanya kepengurusan itu walaupun dalam keputusan MK tentang hak kepengurusan dipegang oleh Muhaimin dan di DPC dipegang oleh Ahmad ZimmyZamakhsari. Oleh karena itu, penulis mengambil kesimpulan bahwa dalam kepengurusan DPC PKB terjadi dua kepengurusan kubu Muhaimin dan kubu GusDur.

C. Program Kerja Partai

KEMANDIRIAN DAN KEDAULATAN EKONOMI

  Di Negara yang demokratis dalam rangka mengikuti perkembangan politikNasional yang sesuai dengan UU kepartaian maka PKB Karawang dalam mengikuti program negara mempunyai program sama seperti yang diagendakanpada Simposium Nasional - Kebangkitan Indonesia DPP PKB, terdapat 1342 program kerja yaitu: 1. urut partai telah diambil kesimpulan bahwa, baik DPP, DPW maupun DPC itu mengenai programkerja semuanya sama menggunakan 13 Agenda Kemandirian dan KedaulatanBangsa, baik dari kedaulatan ekonomi sampai kedaulatan sosial dan budaya yang mencakup semua tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

D. Perkembangan Partai dari 2004 - 2009

  Selama pemilu 2004 PKB Karawang masih tetap menjalankan visi dan misi partai dengan mengadakan kegiatan-kegiatan sosial kepada masyarakatkhsusnya dibagian pelosok desa, mengadakan sosialisasi kepetani-petani dan para nelayan yang ada di karawang, dan tidak lupa pula sebagaimana sudah kitaketahui Karawang sudah menjadi kota Industri. Namun dalam perjalanannya partai tersebut mengalami beberapa rintangan dan cobaan karena dipengaruhi konflik di tingkat pusat, sehingga untuk saat inipartai tersebut kurang berjalan dengan baik, artinya kepengurusan partai dan program partai kurang begitu berjalan, masih ada mis communication antarpengurus partai sehingga ini menyebabkan kehancuran atau kekeliruan bagi wargaNahdliyin khususnya dan bagi para simpatisan umumnya.

E. Perbandingan Hasil Pemilu 2004 dan 2009

  Dan pada umumnya pemilu 2004 dirancang untuk melakukan rekruitmen anggota MPR yang terdiri dari anggota DPR dan DPD, anggota DPR denganjumlah 550 orang dan DPD dengan jumlah 120 orang, dan populasi jumlah penduduk Indonesia menurut P4B berjumlah 214,787,016 jiwa. Dengan ini, Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Karawang merasakan betul tantangan yang di hadapi ketika memasuki arena pemilu 2004, mulai darisoal keabsahan di KPUD, penyusunan Caleg, sampai pada tahap konsolidasi dengan membentuk ranting-ranting yang selama ini terbengkalai.

a. Pemilu 2004 DPC PKB Karawang

  Ini menandakan Partai Kebangkitan Bangsa Karawang tidak berkembang sepertiyang dikatakan oleh Rahmat Toleng pengurus DPC PKB Kabupaten Karawang dalam perkembangan hasil pemilu mengatakan bahwa, pada Pemilu tahun 2004Partai Kebangkitan Bangsa Karawang dari populasi 1,765,263 jumlah kursi 3 pemilih yang sah berjumlah 1,006,533 suara PKB mendapat 60,884 suara atau50 sekitar 6,05% dari jatah kursi 5,83 proyeksi suara 100. Toleng menyatakan bahwa setiap tahun dalam pemilu PKB Karawang tidak ada perubahan, walaupun adaperubahan cuma sedikit tapi dalam kursi selalu meningkat ini tidak lain karena sistem pemilu yang mendukung keadaan PKB Karawang yaitu pada tahun 2004menggunakan sistem pemilu proporsional, yang berbeda atau berubah kembali53 menjadi sistem distrik yaitu pada pemilu 2009.

b. Pemilu 2009 DPC PKB Karawang

  Dalam pemilu 2009 yang lalu dengan menggunakan sistem distrik, berbeda dengan pemilu tahun 2004 yang menggunakan sistem proporsional, makalangkah-langkah DPC PKB Karawang dalam menghadapi pemilu 2009 semakin gencar dengan melakukan berbagai konsolidasi dan komunikasi politik keberbagai kalangan, khususnya yang mendukung PKB umumnya para simpatisan partai politik. Karawang tetap menetapkan perolehan suara berdasarkan hasil di PPK yang telah ditandatangani oleh para saksi PartaiPolitik termasuk saksi PKB dan bagi saksi PKB di KPUD jika tidak puas dipersilahkan menuntut sesuai jalur hukum.

54 Hasil wawancara bersama Rahmat Toleng, di sekretariat DPC PKB Karawang.

  Karena kalau lengah sekejap saja bisa menimbulkan kekacauan dan suara pasti akan diamputasi oleh para lawan politik, dan jelas PPP telahmembayangi dan memanfaatkan keadaan PKB yang sedang konflik, dengan berbagai cara mereka lakukan agar PKB kalah dalam pemilu legislatif, karena dari56 partai islam yang bersaing dalam politik PKB di Kab. Hasil akhir dari penghitungan suara pada sidang pleno DPC PKBKarawang dengan jumlah suara 48.300 serta mendapatkan 4 kursi pada pemilihan legislatif ini yang membuktikan perbandingan pemilu dari 2004-2009, dankeputusan ini mutlak dari KPUD Karawang.

56 Artikel Polres Karawang pada Radar Karawang. Keputusan hasil pemilu Selasa 21/04/2009, pada Pemilu 2009

  Mengenai perbandingan pemilu baik tahun 2004-2009 yang telah dipaparkan diatas tadi telah diambil kesimpulan bahwa, pemilu baik 2004 ataupemilu 2009 DPC PKB Karawang mengalami perubahan, yang mana pemilu 2004 mendapatkan kursi 3 dengan menggunakan sistem proporsional, dan pemilu 2009yang lalu mendapatkan kursi 4 dengan menggunakan sistem pemilu distrik. Namun jelas, bahwa PKB Karawang mengalami perubahan dan kenaikan dalam jumlah kursi karena sistem pemilu yang selalu berubah, dan menjadikankeberuntungan bagi partai PKB Karawang.

BAB IV DINAMIKA KONFLIK PARTAI KEBANGKITAN BANGSA KARAWANG A. Konflik Partai Kebangkitan Bangsa Tingkat Nasional Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa seakan tidak pernah

  lepas dari konflik, sebagaimana telah diketahui bahwa konflik di tubuh PKB berawal dari tahun 2001 yang dilakukan oleh Matori Abdul Jalil yang tidakmengikuti intruksi DPP PKB K. H Abdurrahman Wahid, pada waktu itu Gus Dur pernah membekukan MPR atau DPR, dengan segala resiko Matori pasang badanyang penuh percaya diri hadir dalam sidang MPR dan sekaligus secara resmi mengakui pemecatan Gus Dur dan mengangkat Megawati sebagai Presiden, 57 akhirnya Matori dipecat dari DPP PKB.

57 Denny J.A, Melewati Perubahan: Sebuah Catatan Atas Transisi Demokrasi Indonesia

  Latar Belakang Konflik Setelah konflik 2001 selesai, konflik di DPP PKB terjadi kembali pada tahun 2005, konflik ini hampir sama kejadiannya dengan konflik 2001, akan tetapiyang terlibat yaitu Alwi Shihab dan Saefullah Yusuf sebagai ketua umum dan sekjen DPP PKB alasannya karena sudah melanggar kebijakan partai. Tujuan pemecatan ini hanya satu yaitu untuk menggulingkan Muhaimin dari jabatannya sebagai Ketua Umum DPP PKB secara tidak sah, MuahiminIskandar yang terpilih secara demokratis dalam Muktamar II PKB di Semarang dipecat melalui prosedur yang melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran RumahTangga PKB.

2. Pelaku yang Terlibat Dalam Konflik

  Hanif Dhakiri, Eman Hermawan,61 Marwan Jakfar, Imam Nahrowi, Abdul Kadir Karding (kubu cak Imin).60 Bebal sejarah PKB dalam pusaran konflik dan konflik, (Jakarta: Lembaga Pelatihan dan Pengembangan Pemuda Bangsa. 6961 Dari semua pelaku tersebut yang sama-sama mempunyai misi dan tujuan yang berbeda walaupun pada akhirnya, tetap memimpin dan membina PartaiKebangkitan Bangsa seutuhnya.

B. Konflik DPC PKB Karawang Dampak dari Konflik DPP PKB Pusat

  Konflik disetiap kalangan atau golongan itu pasti terjadi baik yang bersifat internal maupun eksternal, dan konflik bisa merubah keadaan bisa menjadi baikdan bisa menjadi buruk. Organisasi atau kelompok bisa menjadi rukun atau hidup kembali ketika mengalami konflik kalau diantara kedua belah pihak bisamengatasi dengan baik, akan tetapi konflik bisa berdampak buruk ketika suatu organisasi atau golongan tidak mengatasinya dengan baik, artinya kurangmemahami pentingnya kedamaian.

1. Sumber Konflik

  Seperti yang dikatakan Jaa salah seorang pengurus DPC PKB Karawang, bahwa Konflik yang terjadi di Karawang itu karena dampak dari Konflik DPPPKB, sehingga muncul berbagai pemikiran dan pendapat bahwa sebelum terjadi konflik DPC sampai PAC kepengurusan PKB sudah berjalan baik sehinggamenimbulkan keharmonisan dalam kekeluargaan antar pengurus, masa pendukung62 dan warga Nahdliyin Karawang. Dalam rapat tersebutmasing-masing mengeluarkan pendapat dan gagasan, dari kubu Gus Dur Suyanto angkat suara bahwa PKB ciptaan Gus Dur maka Gus Durlah yang berhakmemimpin, Gus Dur yang pantas menjadi tokoh sentral bagi warga NU.

62 Buku catatan Jaa Maliki tentang PKB Karawang yang dikutip pada 21 Juli 2009 di kantor DPC PKB Karawang

  kepemimpinan warga NU, yang kami inginkan pemimpin yang menjadi tokoh sentral dan kharismatik yang nantinya bisa menjadi panutan para pengurus DPCPKB Karawang, dan bisa menjadi figur bagi pemimpin PKB Karawang. Telah diketahui konflik memang dampak dari DPP PKB pusat, sehingga dalam rapat tersebut menjadi dua kubu antara lain kubu Gus Dur atau Yeni dankubu Muhaimin, atau kubu yang di Parung dan kubu yang di Ancol.

2. Pelaku yang terlibat dalam konflik

  Terjadi konflik pasti karena ada dua kubu yang saling memperebutkan suatu permasalahan tertentu, sehingga tidak terpikirkan akibat dari konfliktersebut, yang ada malah memikirkan golongan atau kelompoknya sendiri, dan ada juga kepentingan pribadi atau keluarga. Seperti yang terjadi di Partai Kebangkitan Bangsa Karawang pelaku yang terlibat dalam konflik tersebut sama seperti kejadian yang terjadi di tingkatnasional atau DPP PKB, seperti apa yang dikatakan Toleng bahwa golongan muda dan golongan tua sama-sama mempunyai argumen dan pemikiran yang berbeda-beda, sehingga timbul pergolakan dan pertarungan antara kelompok Gus Dur dan kelompok Muhaimin.

66 Hasil wawancara bersama Rahmat Toleng Sekertaris DPC PKB Karawang di kantor Sekretariat DPC PKB Karawang

  Kelompok tua atau pendukung mayoritas mereka berada di Pengurus AnakCabang (PAC), antara lain yaitu: H. Khotib Muwahid, dan golongan muda berada di DewanPengurus Cabang (DPC) yang sekarang menjadi pengurus di DPC KabupatenKarawang antara lain yaitu: KH.

68 H. Ayi Khotibul Umam

  Oleh karena itu pada waktu musyawarah yang membahas masalah partai terjadi dua kelompok atau dua golongan antara lain yaitu: kelompok Gus Dur dankelompok Muhaimin, masing-masing kubu mempunyai komitmen dan tujuan yang berbeda walaupun pada intinya sama membangun partai Nahdliyin. 6768 Artikel DPC PKB Karawang Hasil wawancara bersama Rahmat Toleng di Sekretariat DPC PKB Karawang.

3. Pengaruh Konflik Terhadap Masyarakat

  Masyarakat adalah golongan atau sekelompok orang yang mempunyai naluri dan pemikiran yang berbeda-beda, dan mempunyai kedudukan serta derajatatau pangkat yang berbeda pula, bahkan ada yang disebut masyarakat awam, artinya masyarakat yang tidak tahu dan kurang mengerti terhadap sesuatu (kurangpengetahuan). Dari pemaparan di atas tadi penulis mengambil kesimpulan bahwa konflik yang terjadi di DPC PKB Karawang imbas atau pengaruh dari DPP PKB sehinggamengakibatkan perselisihan atau berbeda pendapat antar pengurus dan keresahan warga NU Karawang, dan sampai sekarang menghadapi pemilihan Bupati belummenyatu kembali sepenuhnya.

C. Dampak Konflik PKB pada pemilu 2009

Konflik sejatinya mempunyai dampak dan pengaruh baik positif maupun negatif terhadap lembaga dan individu masing-masing, dan tentunya kalau partaipolitik akan berpengaruh pada pemilu dari tingkat nasional sampai ke daerah, sehingga partai politik yang menjadi sebuah power atau penyalur aspirasiamsyarakat dalam suatu negara kurang efektif. 72

1. Dampak pada pemilu 2009 di tingkat Nasional

  Pada pemilu 2009 seperti apa yang telah dikatakan oleh Lukman Edi dalam pidatonya sangat jelas mengatakan bahwa akibat dari konflik sudah jelasterbukti yaitu pengunduran sejumlah calon dari berbagai daerah walaupun itu bersifat Daftar Caleg Sementara, Muhyiddin Arubusman untuk Dapil Jawa Timur IV Kab Jember dan Lumajang nomor urut 4, Maman Imanul Haq untuk DapilJawa Barat VII Kab Bekasi, Karawang dan Purwakarta, nomor urut 3. COM, pada Selasa (21/10/09) di Lampung, dalam pidato, Lukman Edy mengatakan bahwa ada beberapa calon yang mundur dalam pemilu dengan alasan yaitu karena bukan PKB Gus Dur, dan alasan kedua, komposisi caleg PKB tidak Abdullah Azwar Anas, dari Dapil Jatim III (Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo) dipindah ke Dapil Jatim VII (Pacitan, Ponorogo, dan Magetan).

76 Lembaga Survei Indonesia (LSI), meginformasikan bahwa perolehan suara PKB 5,7%, yang berbeda dengan pemilu 2004 yang memperoleh suara 10,57%

  Akan tetapi,PKB tidak mencerminkan sayap politik NU karena tidak memperjuangkan kepentingan warga Nahdliyin, PBNU akan membawa masalah PKB ini keMuktamar ke 32 di Makasar 22-27 Maret 2010. Melalui forum tertinggi di NU yang nantinya akan diambil sebuah keputusan bahwa PKB tidak ada hubungan 78 apapun dengan NU, dan warga Nahdliyin bebas memilih partai apapun.

2. Dampak pada pemilu 2009 di Kabupaten Karawang

  Ketua KPUD Karawang Emay Ahmad Maehi mengatakan dalam sambutannya bahwa hasil penghitungan suara secara hokum dan aturan pemilusudah sah tidak bisa diganggu gugat dan tidak diperbolehkan dari masing-masing partai politik untuk tidak menyetujui, karena keputusan ini mutlak dari hasilperolehan pemilu yang diadakan bersama. Namun, adasebagian dari PKB kubu Gus Dur tang mengatakan tidak akan pernah menang dan tentang PKB kalau masih terjadi konflik, ada dan tidk ada faksi-faksi politik yangbermasalah sehingga tidak perlu takut dengan terjadinya konflik yang akan berpegaruh pada kalangan masyarakat NU, dan pendukung PKB, bukti yangpaling kongkrit pada pemilu legislative 2009 yang lalu kursi PKB bertambah 82 menjadi emapat kursi.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan, dapat diambil kesimpulan

  Konflik adalah merupakan fenomena atau kejadian yang sangat merugikan atau menjadikan dua kubu atau kelompok dan dua lawan yang salingberjuang berpecah belah, dan konflik juga membuat putusnya tali silaturahmi dan juga menjadikan kurang baiknya kinerja dalam suatuorganisasi atau lembaga tertentu. Sehingga pada pemilu pertama pada tahun 1999Partai Kebangkitan Bangsa Karawang menjadi partai pembaharuan yang jumlah suaranya cukup signifikan, karena memang dari dasarnyaKarawang masih kental dan kuat oleh partai lama yaitu Golkar dan PDIP, kemudian pemilu kedua pada tahun 2004 partai tetap menjadi partai yang 3.

B. Saran

  Maka kalau itu sudah berjalan dengan baik akan menghasilkan sebuah suasana dankeadaan yang berbeda menjadi Organisasi NU dan Partai Kebangkitan Bangsa yang sejati bisa membangun bangsa dan negara. Pemerintah dan lembaga-lembaga negara hendaknya juga berperan aktif dengan memperhatikan semua kejadian atau konflik dari setiap partai yangitu ada kaitanya dengan pembangunan negara, agar nantinya partai atau suatu organisasi tidak merasa dibebankan dan diasingkan, karena visi danmisi semua partai sangat baik sekali walaupun tidak semuanya berjalan namun sedikit banyak partai politik dan organisasilah yang mendukungberjalanya roda pemerintahan.

DAFTAR PUSTAKA

  Lembaga Pelatihan dan Pengembangan Pemuda Bangsa Bebal sejarah PKB dalam pusaran konflik dan konflik, Jakarta: Lembaga Pelatihan dan Pengembangan Pemuda Bangsa. 4Radar Karawang yang diakses pada tanggal 23 september 2009, tentang target pemilu PKB Karawang 15%, Petani dan Pondok Pesantren menjadi basis utama.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pergeseran Konflik dari Antar Partai Menjadi Konflik Internal Partai di Dapil I Kabupaten Tapanuli Utara Pada Pemilu Legislatif 2014
0
53
109
Konflik internal Partai Kebangkitan Bangsa di kabupaten Karawang: sumber dan dampak konflik pada pemilu 2009
0
4
75
Peran Politik Perempuan Dalam Partai Kabangkitan Bangsa
1
16
97
DINAMIKA KONFLIK INTERNAL ELIT POLITIK PARTAI KEBANGKITAN BANGSA MENJELANG PEMILU 2009
0
7
129
KONFLIK INTERNAL PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS) PADA TAHUN 2004-2013 (Analisis Faktor Penyebab dan Dampak)
0
2
168
Enam Konflik dalam Pemilu 2009.
0
1
1
Konflik Internal Partai (Studi Kasus: Pemilihan Ketua Partai Golkar Kabupaten Karo 2017)
0
0
11
Konflik Internal Partai (Studi Kasus: Pemilihan Ketua Partai Golkar Kabupaten Karo 2017)
0
0
2
Konflik Internal Partai (Studi Kasus: Pemilihan Ketua Partai Golkar Kabupaten Karo 2017)
0
0
27
Konflik Internal Partai (Studi Kasus: Pemilihan Ketua Partai Golkar Kabupaten Karo 2017)
0
0
30
KONFLIK INTERNAL DAN PELEMBAGAAN PARTAI
0
0
5
BAB II PROFIL DAPIL I KABUPATEN TAPANULI UTARA 2.1 Sejarah Kabupaten Tapanuli Utara - Pergeseran Konflik dari Antar Partai Menjadi Konflik Internal Partai di Dapil I Kabupaten Tapanuli Utara Pada Pemilu Legislatif 2014
1
8
20
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Pergeseran Konflik dari Antar Partai Menjadi Konflik Internal Partai di Dapil I Kabupaten Tapanuli Utara Pada Pemilu Legislatif 2014
0
0
34
KONFLIK ANTAR PARTAI POLITIK PRA-PEMILU : Studi Konflik PDI Perjuangan dengan Partai Golkar, PNI Marhaenisme dan PNBK di Kabupaten Tabanan, Bali Menjelang Pemilu Legislatif 2004 Repository - UNAIR REPOSITORY
0
0
187
Dampak Konflik Internal PPP Terhadap Sikap Politik ElitLokal Partai di Kabupaten Gowa 2014 - Repositori UIN Alauddin Makassar
0
0
97
Show more