Penetapan Kadar Etil Diklofenak Secara Spektrofotometri Ultraviolet

Gratis

1
51
76
2 years ago
Preview
Full text

PENETAPAN KADAR ETIL DIKLOFENAK SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET SKRIPSI OLEH:

IMOM SUHENDRA SIREGAR NIM 121524015 PENETAPAN KADAR ETIL DIKLOFENAK SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh Gelar Sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara OLEH: IMOM SUHENDRA SIREGAR NIM 121524015

KATA PENGANTAR

  Tujuandari penelitian ini adalah untuk menentukan kadar senyawa hasil sintesis etil diklofenak dengan membandingkan pada kadar sediaan kalium diklofenak yangada dipasaran dalam pelarut KOH 0,2 N secara Spektrofotometri Ultraviolet dan Akurasi Presisi uji validasi dengan parameter uji ketepatan ( ), ketelitian ( ), batas Limit Of Detection Limit Of Quantitation deteksi ( ) dan batas kuantitasi ( ). Tujuandari penelitian ini adalah untuk menentukan kadar senyawa hasil sintesis etil diklofenak dengan membandingkan pada kadar sediaan kalium diklofenak yangada dipasaran dalam pelarut KOH 0,2 N secara Spektrofotometri Ultraviolet dan Akurasi Presisi uji validasi dengan parameter uji ketepatan ( ), ketelitian ( ), batas Limit Of Detection Limit Of Quantitation deteksi ( ) dan batas kuantitasi ( ).

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Kalium diklofenak cepat diabsorbsi setelah pemberian oral danmempunyai waktu paruh yang pendek, Akan tetapi, penggunaan obat ini dalam jangka waktu yang panjang dapat menimbulkan beberapa efek samping yang tidakdiinginkan seperti tukak dan iritasi lambung (Tan dan Rahardja, 2008). Mengingat hal tersebut di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang penetapan kadar dari hasil sintetis etil diklofenak denganmembandingkan pada kadar sediaan kalium diklofenak yang ada di pasaran secara spektrofotometri ultraviolet, selain diperlukan metode alternatif yang memerlukanalat dan biaya operasional yang lebih murah serta lebih mudah dalam pelaksanaannya namun masih dapat memberikan hasil dengan akurasi dan presisiyang baik.

1.5 Manfaat Penelitian

Adapun Manfaat Dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar etil diklofenak dengan membandingkan pada kadar sediaan kalium diklofenak yangada di pasaran Secara Spektofotometri Ultraviolet dan untuk mengetahui hasil uji validasi hasil sintesis etil diklofenak secara Spektrofotometri Ultraviolet.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Diklofenak

2.1.1 Kalium diklofenak

Menurut Anonim (2009), uraian tentang kalium diklofenak adalah sebagai berikut:Rumus bangun : Rumus molekul : C 14 H 10 Cl 2 KNO 2 Berat molekul : 334,24 Nama kimia : Benzeneacetic acid, 2-[(2,6-dichlorophenyl)amino] monopotassium saltNama lain : Potassium [ o -(2,6-dichloroanilino)phenyl]acetateNama dagang : Cataflam (Novartis)Persen komposisi : C 50,31%, H 3,02%, Cl 21,21%, K 11,70%, N 4,19%, O 9,57%Kelarutan : Sedikit larut dalam air, mudah larut dalam metanol, etanol 96%, kurang larut dalam aseton

2.1.2 Etil diklofenak

Menurut Dannhardt dan Sorbera (2014), uraian tentang etil diklofenak adalah sebagai berikut:Rumus bangun :

OC2H5

Rumus molekul : C 16 H 15 Cl 2 NO 2 Berat molekul : 324,20 Nama kimia : 2-[(2,6-dichlorophenyl)amino] Benzeneacetic acidEthyl Ester Nama lain : Ethyl 2-(2,6-Dichloroanilino)phenylacetateNama dagang : - Karakteristik : Kristal putihTitik lebur : 66 - 69 C Kelarutan : Sedikit larut dalam air, mudah larut dalam metanol, etanol 96%, kloroform

2.1.3 Asam diklofenak

Menurut Moffat, dkk., (2004), uraian tentang asam diklofenak adalah sebagai berikut:Rumus bangun :Rumus molekul : C 14 H 11 Cl 2 NO 2 Berat molekul : 296,15 Nama kimia : 2-[(2,6-dichlorophenyl)amino]benzeneacetic acid o Nama lain : [ -(2,6-dichloroanilino)phenyl]acetic acidNama dagang : Voltarol (Novartis)Karakteristik : Kristal dari eter-petroleum eterTitik lebur : 156 - 158 CPersen komposisi : C 56,78%, H 3,74%, Cl 23,94%, N 4,73%, O 10,80%

2.1.4 Efek Farmakologi Diklofenak mempunyai aktivitas analgesik, antipiretik dan antiradang

  cylo-oksigenase terdiri dari tromboxan prostacyclin dua iso-enzim, yaitu COX-1 ( dan ) dan COX-2 prostaglandin ( ). AINS yang ideal hanya menghambat COX-2 (peradangan) dan tidak menghambat COX-1 (perlindungan mukosa lambung) (Tan dan Rahardja, 2008).

2.1.5 Efek samping

2.1.6 Mekanisme Reaksi Pembentukan Senyawa Diklofenak (Sumber: Ismail, 2012). Diklofenak 2,6- dikloro-N-Phenylaniline

2.1.7 Hidrolisis Etil Diklofenak

  Respon lain yang tidak diinginkan terhadap diklofenak antara lain efek SSP,ruam kulit, reaksi alergi, retensi cairan, edema dan yang jarang, gangguan fungsi ginjal. Obat ini tidak dianjurkan untuk anak-anak, ibu menyusui, atau wanitahamil (Roberts dan Morrow, 2001).

2.1.8 Saponifikasi Etil Diklofenak ( Sumber: Kice dan Marvell,1965)

Etil diklofenakKalium diklofenak

2.2 Spektrofotometri Ultraviolet

2.2.1 Teori Spektrofotometri Ultraviolet

  Radiasi ultraviolet dan sinar tampak diabsorpsi oleh molekul organik aromatik, molekul yang mengandung elektron- π terkonjugasi dan atau atom dengan elektron-n yang menyebabkan transisi elektron di orbital terluarnya dari tingkat energi dasar ke tingkat energi tereksitasi. Pada kromofor jenis ini transisi elektron terjadi dari π → π*, yang menyerap radiasi pada panjang gelombang maksimum kurang dari 200 nm, misalnya pada >C=C< dan sistem yang mengandung elektron π pada orbital molekulnya.

2.2.2 Hukum Lambert-Beer

  Dalam produk farmasi, konsentrasi dan jumlah biasanya dinyatakan dalam gram atau miligram dan bukan dalam mol sehingga untuk keperluan analisisproduk ini, hukum Lambert-Beer ditulis dalam bentuk berikut ini: A = A (1%, 1cm) bc A adalah absorbans yang diukur, A (1%, 1cm) adalah absorbans larutan1% b/v (g/100 ml) dalam satu sel berukuran 1 cm, b adalah panjang jalur dalam c cm, dan adalah konsentrasi sampel dalam g/100 ml. Karena pengukuran biasanya dibuat dalam sel berukuran 1 cm (Watson, 2010).

2.2.3 Penggunaan Spektofotometri Ultraviolet Spektrum UV-Vis dapat digunakan untuk analisis kualitatif dan kuantitatif

  Aspek KualitatifKegunaan spektrofotometri ultraviolet dan sinar tampak dalam analisis kualitatif sangat terbatas, karena rentang daerah radiasi yang sangat sempit (500nm) hanya dapat mengakomodasi sedikit sekali puncak absorpsi maksimum dan minimum, karena senyawa tidak diketahui, tidak memungkinkan. ∑ ̅ ̅ ∑ ̅ Selanjutnya b dihitung dari hubungan ̅ ̅ Menurut Gandjar dan Rohman (2007), Sebelum dilakukan perhitungan analisis lebih lanjut berdasarkan persamaan regresi linier yang didapat, terlebihdahulu harus ditentukan apakah ada korelasi yang bermakna antara kedua besaran yang diukur.

2.2.4 Peralatan Untuk Spektrofotometri

  Radiasi dari sumber difokuskan ke celah masuk, kemudian disejajarkan oleh sebuah lensa atau cerminsehingga suatu berkas sejajar jatuh ke unsur pendispersi, yang berupaPrisma atau suatu kisi difraksi (Gandjar dan Rohman, 2012; Day dan Underwood, 1986). Detektor akan mengubah intensitasberkas sinyal menjadi kedalam sinyal elektrik yang dapat diukur dengan mudah dan akan ditampilkan oleh penampil data dalam bentukangka (Khopkar, 2007; Gandjar dan Rohman, 2012).

2.3 Validasi Metoda Analisis

  Validasi metoda analisis adalah suatu tindakan penilaian terhadap parameter tertentu, berdasarkan percobaan laboratorium, untuk membuktikan bahwaparameter tersebut memenuhi persyaratan untuk penggunaannya. BeberapaParameter analisis yang ditentukan pada validasi yaitu akurasi, presisi, batas deteksi, batas kuantitasi, dan rentang kadar dan ketahanan (Gandjar dan Rohman,2007; Harmita, 2004).

1. Akurasi

  Menurut Harmita (2004), persen perolehan kembali dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:% Perolehan Kembali = 100% Keterangan :A = konsentrasi sampel yang diperoleh setelah penambahan bakuB = konsentrasi sampel sebelum penambahan bakuC = konsentrasi baku yang ditambahkan 2. Pengujian dengan KCKT Nilai RSD antara 1-2% biasanya dipersyaratkan untuk senyawa-senyawa aktif dalam jumlah yang banyak, sedangkan untuk senyawa-senyawa dengan kadar sekelumit, RSDberkisar antara 5-15% (Gandjar dan Rohman, 2007; Satiadarma, dkk., 2004).

3. Batas Deteksi (LOD) dan Batas Kuantitas (LOQ)

Menurut Harmita (2004), Batas deteksi ( limit of detection ) didefinisikan sebagai konsentrasi analit terendah dalam sampel yang masih dapat terdeteksi.sedangkan Batas kuantitas adalah konsentrasi analit terendah dalam sampel yang dapat ditentukan dengan presisi dan akurasi yang dapat diterima pada kondisioperasional metode yang digunakan. Hal ini dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: Batas deteksi (LOD) =Batas Kuantitas (LOQ) =

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN

  3.5 Pengambilan Sampel Sampel dari penelitian ini adalah Tablet sediaan kalium diklofenak(Cataflam) yang ada di pasaran dan etil diklofenak diperoleh dari saudari RaniPurwanty Tambunan, merupakan hasil sintesis dari kalium diklofenak yang dilakukan di Laboratorium Kimia Organik Fakultas Farmasi USU. 3.6.2 Pembuatan Larutan Induk Baku Kalium Diklofenak Ditimbang seksama 25 mg kalium diklofenak, dimasukkan ke dalam labu tentukur 25 ml, ditambahkan dengan etanol hingga larut, kemudian dicukupkanvolumenya dengan KOH 0,2 N, dikocok homogen, sehingga diperoleh larutan dengan konsentrasi 1000 µg/ml, larutan ini disebut dengan larutan induk baku(LIB I).

3.6.4 Pembuatan dan Penetapan Kurva Kalibrasi Kalium Diklofenak

  3.6.5 Penentuan Kadar Hasil Sintesis Etil Diklofenak dalam pelarut KOH 0.2 N Ditimbang serbuk etil diklofenak tidak kurang dari 24,25 mg(penimbangan dilakukan sebanyak 6 kali perlakuan), dimasukkan ke dalam labu tentukur 25 ml, lalu ditambahkan 5 ml etanol, kocok hingga larut, kemudianditambahkan KOH 0,2 N sampai garis tanda, lalu dikocok homogen. 3.6.6 Penentuan Kadar Kalium Diklofenak dalam Sediaan Tablet dalam pelarut KOH 0,2 N Ditimbang dan diserbukkan tidak kurang dari 20 tablet.

3.7.1 Uji Akurasi dengan Persen Perolehan Kembali (% )

  Standard Uji akurasi dilakukan dengan metode penambahan baku ( Addition Method ) yaitu dengan membuat 3 konsentrasi analit sampel dengan rentang spesifik 80, 100 dan 120 %, dimana masing-masing dilakukan sebanyak 3 kali replikasi. Setiap rentang spesifik mengandung 70% analit sampel dan 30%baku pembanding, kemudian dianalisis dengan perlakuan yang sama seperti pada penetapan kadar sampel (Harmita, 2004).

3.7.2 Uji Presisi

Menurut Harmita (2004), Uji presisi (keseksamaan) ditentukan dengan parameter RSD ( Relative standard Deviasi ) dengan rumus:RSD = ̅ Keterangan:RSD = Relative Standard DeviasiSD = Standard deviasi = Kadar rata-rata diklofenak dalam sampel ̅ 3.7.3 Penentuan Batas Deteksi (LOD) dan Batas Kuantitas (LOQ)Menurut Harmita, 2004, Untuk menentukan bats deteksi (LOD) dan batas kuantitasi (LOQ) dapat digunaka rumus:SB = √LOD =LOQ = Keterangan :SB = Simpangan BakuLOD = Batas DeteksiLOQ = Batas Kuantitas

3.7.4 Analisis Data Secara Statistik

  Menurut Gandjar dan Rohman (2007), Standar deviasi merupakan akar jumlah kuadrat deviasi masing-masing hasil penetapan terhadap rata-rata dibagidengan derajat kebebasannya. Untuk menghitung Standar deviasi (SD) digunakan rumus: ∑√ Untuk mengetahui apakah data diterima atau ditolak digunakan rumus seperti dibawah ini: ̅ t = ⁄ √ Dasar penolakan data jika t dan bila t mempunyai nilai negatif, hitung tabel hitung≥ t ditolak jika t hitung tabel.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penentuan Panjang Gelombang Serapan Maksimum Kalium Diklofenak

  Untuk memilih panjang gelombang maksimum dilakukan dengan membuat kurva hubungan antara absorbansi dengan panjang gelombangdari suatu larutan baku pada setiap konsentrasi tertentu, karena disekitar panjang gelombang maksimum, bentuk kurva absorbansi datar dan pada kondisi tersebuthukum Lambert-Beer terpenuhi. Bila suatu senyawa mempunyai lebih dari satu puncak absorpsi maksimum, lebih diutamakan panjang gelombang absorpsimaksimum yang absorptivitasnya terbesar dan memberikan kurva kalibrasi linier dalam rentang konsentrasi yang relatif besar ( Gandjar dan Rohman, 2007;Satiadarma, dkk., 2004).

4.2 Hasil Pembuatan dan Penentuan Linieritas Kurva Kalibrasi Kalium Diklofenak

  Tabel 4.3 Data Kurva Kalibrasi dari Kalium Diklofenak Hasil pembuatan kurva kalibrasi dalam pelarut KOH 0,2 N diperoleh hubungan yang linier antara serapan dan konsentrasi dengan koefisien korelasi(r) = 0,9998 dan persamaaan regresi Y= 0,0367 X- 0,0041. Hasil ini menunjukkan bahwa proses sintesis etil diklofenak dapat dikatakan cukup baik dengan membandingkan pada kadar sediaan kaliumdiklofenak yang ada dipasaran yang memenuhi persyaratan yang tertera pada USP 36 (2013) yaitu tidak kurang dari 90% dan tidak lebih dari 110 % dari jumlahyang tertera pada etiket (Perhitungan dapat dilihat pada Lampiran 6 dan 7, halaman 24-27).

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  Pada Penetapan Kadar Etil Diklofenak secara Spektrofotometri Ultraviolet dalam pelarut KOH 0,2 N menunjukkan bahwa kadar hasil sintesis etildiklofenak yang dianalisis yaitu 97,52% ± 3,461. Hasil ini menunjukkan bahwa proses sintesis etil diklofenak dikatakan cukup baik dengan membandingkan pada kadar sediaan kaliumdiklofenak yang ada di pasaran memenuhi persyaratan kadar tablet menurut USP 36 (2013) yaitu tidak kurang dari 90% dan tidak lebih dari110% dari jumlah yang tertera pada etiket.

DAFTAR PUSTAKA

  Ditimbang serbuk seksama serbuk setara dengan 50 mg kalium diklofenak, maka berat sampel yang ditimbang adalah:Berat penimbangan sampel = = 316,5 mgSampel yang telah ditimbang dimasukkan kedalam labu tentukur 50 ml, lalu ditambahkan KOH 0,2 N dikocok hingga larut, kemudian ditambahkan KOH0,2 N dan dicukupkan hingga garis tanda, dikocok homogen lalu disaring, 10 ml filtrat pertama dibuang (Konsentrasi larutan uji = 1000 µg/ml). Contoh Perhitungan Penimbangan Bahan Baku pada Persen Perolehan Kembali Perolehan 80% Bahan baku 30% (PT. Dexa Medica) x 19,4 x 99,8% = 5,98 mgBaku yang ditimbang = 6,1 mgBaku yang ditimbang dimasukkan kedalam labu tentukur 25 ml, lalu ditambahkan etanol hingga larut, kemudian ditambahkan KOH 0,2 N dan dicukupkan hinggagaris tanda dikocok homogen.

Dokumen baru