Valuasi Ekonomi Kegiatan Penambangan Galian C terhadap kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Aceh Utara

Gratis

5
76
213
2 years ago
Preview
Full text

VALUASI EKONOMI KEGIATANPENAMBANGAN GALIAN C TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN ACEH UTARA DISERTASI

  Medan, 8 April 2014Penulis,Rusydi VALUASI EKONOMI KEGIATAN PENAMBANGAN GALIAN C TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN ACEH UTARA ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui valuasi ekonomi kegiatan penambangan galian C terhadap kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Aceh Utara, sehinggapenambangan yang tidak mendukung kelangsungan kehidupan masa depan dapat dikurangi dan bisa meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat. Penelitian ini jugamenggunakan model regresi untuk melihat pengaruh valuasi ekonomi dampak lingkungan penambangan terhadap kesejahteraan masyarakat, dan nilai yang harusdibayar pengusaha pada Pemerintah daerah dengan motode menghitung ongkos produksi dan unit rent.

PANITIA PENGUJI DISERTASI

  Medan, 8 April 2014Penulis,Rusydi VALUASI EKONOMI KEGIATAN PENAMBANGAN GALIAN C TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN ACEH UTARA ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui valuasi ekonomi kegiatan penambangan galian C terhadap kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Aceh Utara, sehinggapenambangan yang tidak mendukung kelangsungan kehidupan masa depan dapat dikurangi dan bisa meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat. Penelitian ini jugamenggunakan model regresi untuk melihat pengaruh valuasi ekonomi dampak lingkungan penambangan terhadap kesejahteraan masyarakat, dan nilai yang harusdibayar pengusaha pada Pemerintah daerah dengan motode menghitung ongkos produksi dan unit rent.

RIWAYAT HIDUP

  Beasiswa Pendidikan Pascasarjana diperoleh dari Bantuan Pendidikan dari APBAPemerintah Aceh , dan juga pada tahun 2008 memperoleh Beasiswa luar negeri dariProgram Sandwich Dirjen Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional RepublikIndonesia dengan tujuan Universitas Kebangsaan Malaysia. Penulis menikah pada tanggal 14 Agustus 1994 dengan Kiswarada ,SE,dan dikarunia 2 orang anak, Alwin Rusydi yang lahir pada tanggal 24 Desember 1995, dan Salsabila Rusydi, lahir 14 Maret 2000.

KATA PENGANTAR

  ......171 LAMPIRAN VALUASI EKONOMI KEGIATAN PENAMBANGAN GALIAN C TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN ACEH UTARA ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui valuasi ekonomi kegiatan penambangan galian C terhadap kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Aceh Utara, sehinggapenambangan yang tidak mendukung kelangsungan kehidupan masa depan dapat dikurangi dan bisa meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat. Penelitian ini jugamenggunakan model regresi untuk melihat pengaruh valuasi ekonomi dampak lingkungan penambangan terhadap kesejahteraan masyarakat, dan nilai yang harusdibayar pengusaha pada Pemerintah daerah dengan motode menghitung ongkos produksi dan unit rent.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Dan mudahnya pengambilan sumberdaya alam di Aceh yang tidak terlepas dari longgarnya kebijakan-kebijakan dan kurangnya valuasi ekonomi dalamsektor penambangan galian C seperti yang disebutkan dalam Undang-undang no 11 Tahun 1967 yang mengatur tentang ketentuan-ketentuan pokok pertambangan, menurut undang-undang tersebut bahan golongan galian C adalah bahan galian tidak strategis dan vital, yang pengelolaannya diberikan oleh Pemerintah daerah dengan mengeluarkan surat izinpertambangan daerah. Data restribusi pendapatan izin usaha dari sektor usaha pertambangan pertambangan bahan galian golongan C di Kabupaten Aceh Utara tahun Pendapatan daerah yang diperoleh dari kegiatan usaha penambangan galian C diKabupaten Aceh Utara selama kurun waktu 2007 sampai dengan tahun 2011 terdiri dari pendapatan retribusi izin usaha dan pajak pengambilan dan penggalian bahan galian C yangdapat dilihat pada tabel 1.2 .

1.2. Perumusan Masalah

  Bagaimana pengaruh total variabel kegiatan penambangan galian C terhadap kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Aceh Utara . Bagaimana persepsi masyarakat terhadap kebijakan pengelolaan lingkungan kegiatan penambangan galian C di masa yang akan datangf.

1.3. Tujuan Penelitian

  Tujuan dari pada penelitian adalah untuk melakukan penilaian ekonomi (Economic Valuation ) penambangan galian C terhadap kesejahteraan masyarakat dan merumuskan sebuah kebjakan, alternatif dalam rangka pengelolaan kawasan penambangan galian C di masa yang akan datang . Mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap kebijakan pengelolaan lingkungan penambangan galian C di masa yang akan datang .

1.4 ManfaatPenelitian

  Informasi mengenai dampak penambangan galian C terhadap kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Aceh Utara. Sebagai masukan dan pertimbangan untuk menentukan penyusunan kebijakan dalam pengambilan keputusan penggalian galian C dan pengelolaan sumberdaya alam danlingkungan secara menyeluruh.

1.5. Novelty

  Dampak kegiatan penambangan banyak dilakukannamun kebanyakan berorientasi pada research yang mengarah pada tingkat kerusakan dan pencemaran lingkungan sepertitingkat kekeruhan air, kebisingan dan banyaknya debu yang berterbangan tetapi bukan pada dampak yang diakibatkan dari hasil penambangan terhadap kesejahteraan masyarakat danharga yang diperoleh baik masyarakat atapun pemerintah daerah. Hasil analisis Valuasi ekonomi kegiatan penambangan galian C perlu dilakukan untuk melihat seberapa besar biaya yang harus dibayar pengusaha untuk kesejahteraanMasyarakat dan menggunakan metode rumus penghitungan nilai rent yang sesuai akan menghasilkan biaya yang tepat untuk perlindungan lingkungan .

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Penelitian terdahulu

  Studi terdahulu mengenai kajian dampak lingkungan kegiatan penambangan pasir, kerikil dan koral cukup intensif dilakukan khususnya di dalam negeri, faktor penyebabtingginya tingkat bahaya erosi adalah karena penambangan pasir yang tidak megindahkan konservasi tanah dan lahan serta faktor geografis dan geologis daerah penelitian. Dampak sosial ekonomi penyerapantenaga kerja karena sebagian masyarakat bekerja menjadi tenaga kerja di penambangan pasir, adanya pemasukan bagi pemilik tanah yang dijual atau disewakan untuk diambilpasirnya dengan harga tinggi, banyaknya pendatang yang ikut menambang sehingga dapat menimbulkan konflik.

2.2 Penambangan Galian C

  Banyak kegiatan penambangan yangmengundang sorotan masyarakat sekitarnya karena pengrusakan lingkungan, apalagi penambangan tanpa izin yang selain merusak lingkungan juga membahayakan jiwapenambang karena keterbatasan pengetahuan si penambang dan juga karena tidak adanya pengawasan dari dinas instansi terkait (Yudhistira, 2008 ). Pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam rangka penelitian, pengelolaan dan pengusahaan mineral dan batubara yang meliputi penyelidikanumum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta kegiatan pasca tambang (Rissamasu et al, 2012 ).

2.2.1 Perkembangan pengelolaan bahan galian golongan C , dalam pelaksanaan dan

  pengelolaannya menjadi falsafah dasar dalam pengelolaan sumber daya mineral adalah pasal 33 ayat (3) Undang-Undang dasar 1945 menyebutkan bahwa “bumi dan air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuksebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat”. Sehingga masyarakat mengandalkan sumber daya alam yang di milikinya yaitu tanah milik pribadiyang kemudian digali dan dijual pada pengusaha yang memerlukan pasir Kerikil/tanah timbun dan batu, lebih mudah mendatangkan uang bagi kehidupan sehari-hari.

2.3 Dampak adalah suatu perubahan yang terjadi sebagai akibat suatu aktifitas. Aktifitas tersebut dapat bersifat alamiah, baik kimia, fisik maupun biologi ( Sumarwoto, 2009)

  Dampak kegiatan pemabngunan ini muncul karena adanya pihak yang diuntungkan (gainers) danpihak yang dirugikan (losers) maka penilaian dampak sosial ekonomi juga perlu mengacu kepada mereka yang diuntungkan dan dirugikan (Soekartawi, 140:1995). Dampak Negatif Dampak negatif yang di akibatkan karena penambangan bahan galian golongan C, adalah terjadinya lubang-lubang yang besar yang menyebabkan lahan menjadi tidak produktif.

2.3.1 Dampak kegiatan pertambangan terhadap lingkungan

  Dampak kegiatan pertambangan terhadap lingkungan dilihat dari beberapa aspek, menurut (Rissamasu. 2012) yaitu: 1. Aspek fisikKegiatan pembukaan lahan / penyiapan lahan akan mengakibatkan hilangnya tanaman penutup tanah dan pohon.

2. Aspek kimia

  Dengan masuknya berbagai ragam budaya dan pola hidup setiap orang yang telibat dalam proyek pertambangan ini,secara bertahap akan mempengaruhi pola kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat. Aspek Kesehatan dan Keamanan Dengan beragamnya pola hidup serta status sosial masyarakat, ditambah dengan kegiatan pertambangan yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan, akanmengakibatkan munculnya berbagai jenis penyakit pada masyarakat yang mungkin sebelumnya tidak ada atau jarang terjadi.

6. Reklamasi tambang

  Reklamasi adalah upaya yang terencana untuk mengembalikan fungsi dan daya dukung lingkungan pada lahan bekas tambang menjadi lebih baik dari sebelumnya. Jadi suatuperencanaan tambang yang baik dan benar sejak awal sudah mencantumkan upaya reklamasi suatu lahan bekas tambang, bahkan dimana keadaan lapangan memungkinkanreklamasi juga dilakukan pada saat tambang masih berjalan.

2.4 Industri pertambangan

  Dari sekian jenis bahan tambang Kegiatan pertambangan, mulai dari eksplorasi sampai eksploitasi dan pemanfaatannya mempunyai dampak terhadap lingkungan yang bersifatmenguntungkan/positif yang ditimbulkan antara lain tersedianya aneka ragam kebutuhan manusia yang berasal dari sumber daya mineral, meningkatnya pendapatan negara. Lebih lanjut Matrizal (2012), menyatakan bahwa kerusakan lingkungan karena penambangan dan pengerukan bahan galian C, sebagian besar diakibatkan dari kurangnyamempertimbangkan masalah-masalah lingkungan dalam perencanaan, pengoperasian dan perlakuan perbaikan pascapenambangan.

2.5 Valuasi ekonomi

  Hal tersebut karena valuasi ekonomi sumberdaya alam dan lingkungan dapat digunakan untuk menunjukkan keterkaitan antara konservasi sumberdaya alam danpembangunan ekonomi, sehingga dengan demikian valuasi ekonomi dapat menjadi suatu alat (tool) penting dalam upaya peningkatan apresiasi dan kesadaran masyarakat terhadapSumberdaya Alam dan lingkungan. Valuasi ekonomi lingkungan digunakan untuk memudahkan perbandingan antara nilai lingkungan hidup (environmental values) dan nilai pembangunan (developmen values), valuasi ekonomi lingkungan seharusnya merupakan suatu bagian integrasi dari prioritas pembangunan sektoral dalam menentukan keseimbangan antara konservasi dan pembangunan dalam memilih standar lingkungan .(Sanim, dalam Rachmankurniawan,2009).

2.5.1 Valuasi ekonomi dampak lingkungan

  Manfaat yang dapat diperoleh dari barang dan jasa lingkungan sangat terbatas karena adanya keterbatasan dalam nilai barang danjasa lingkungan (Bonnieux dan Goffe, 1997). Sedangkan (Suparmoko, 2000) yang dimaksud lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makluk hidup, termasuk didalamnya Kelestarian sumberdaya alam sangat dipengaruhi oleh aktivitas manusia, upaya manusia untuk meningkatkan perekonomian harus disertai upaya untuk mempertahankandan memperbaiki kualitas lingkungan .

2.6 Metode Valuasi Ekonomi

Metode valuasi ekonomi sumberdaya alam dan lingkungan secara umum dibagi ke dalam dua pendekatan (Turner et al. 1994, PSLH-UGM 2001), yakni valuasi yang

2.6.1 Valuasi Ekonomi dengan Pendekatan Fungsi Permintaan

  Sebagai Metode pengeluaran preventif Pada metode ini nilai lingkungan dihitung dari apa yang disiapkan oleh seseorang atau sekelompok orang (masyarakat) untuk upaya pencegahan kerusakan lingkunganseperti pembuatan terasering untuk mencegah erosi di daerah berlereng atau dataran tinggi. Dalam metode ini nilai ekternalitas lingkungan dari suatu kegiatan pembangunan dihitung dengan melihat berapa biaya yang disiapkan oleh seseorang atau masyarakat untukmenghindari dampak negatif dari lingkungan yang kurang baik, seperti pindah ke daerah lain yang kualitas lingkungannya lebih baik atau setara dengan biaya pindah.

2.6.2 Untuk melihat valuasi ekonomi dengan pendekatan bukan fungsi permintaan

  Pendekatan ini didasarkan pada dua asumsi dasar, yakni : (1) konsumen mengetahui dengan baik tentangkarakteristik properti yang ditawarkan dan memiliki kebebasan untuk memilih alternatif lain tanpa ada kekuatan lain yang dapat mempengaruhinya, dan (2) konsumen mencapaiatau merasakan kepuasan maksimum atas properti yang dibelinya dengan kemampuan keuangan yang dimilikinya. Pendekatan sistem dapat dilakukan (competing uses) yang mungkin dilakukan terhadap ekosistem yang ada dikawasan, dan untuk fungsi keterkaitan antara valuasi ekonomi dan pengelolaan sumberdaya alam danlingkungan secara sustainable dapat dilihat secara diagaram pada (Ledoux dan Turner, 2002 dalam Adrianto, 2005).

2.7 Kesejahteraan Masyarakat

  Sementara golongan menengahkebawah yang memiliki karakteristik miskin, kesehatan, gizi dan pendidikan yang rendah, Kesejahteraan rakyat mempunyai aspek yang sangat kompleks dan tidak memungkinkan untuk menyajikan data yang mampu mengukur semua aspek kesejahteraan. Drewnoski (1974), mengemukakan bahwa konsep kesejahteraan dapat dilihat dari tiga aspek; (1) dengan melihat pada tingkat perkembangan fisik (somatic status), sepertinutrisi, kesehatan, harapan hidup, dan sebagianya; (2) dengan melihat pada tingkat mentalnya, (mental/educational status) seperti pendidikan, pekerjaan, dan sebagainya; (3)dengan melihat pada integrasi dan kedudukansosial (social status).

2.8 Pengertian ongkos produksi dalam jangka pendek

Ongkos produski dapat didefinisikan sebagai semua pengeluaran yang dilakukan oleh firm untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan bahan mentah yang akan Sedangkan ongkos tersembunyi adalah taksiran pengeluaran keatas faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh perusahaan.

BAB II I METODELOGI PENELITIAN

3.1. Tempat dan Waktu Penelitian

  Lokasi penelitian 3.2 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Aceh Utara merupakan daerah yang sangat cepat dan pesat pertumbuhan ekonomi dengan jumlah penduduk terbanyak di Aceh, juga didaerah ini ditemukan industriraksasa gas alam cair yang terbesar di Indonsesia dan banyak tumbuh sektor industri- industri lain dibandingkan dengan kabupaten yang ada di provinsi Aceh. Dengan laju pertumbuhan penduduk dan pembangunan yang begitu pesat secara kausalitas berpengaruh terhadap penggunaan lahan dan bahan-bahan sebagai material untukpembangunan itu sendiri, dan saat ini penggunaan lahan dan pengambilan material sudah berada di ambang batas bagi kelangsungan kehidupan dimasa yang akan datang.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

  Studi lapangan terdiri dari :1) Observasi, yaitu kegiatan ini dilakukan secara temporer terhadap penambangan galian C. Observasi lapangan dilakukan untuk mendapatkan gambaran nyata perubahan fisik lingkungan serta tingkat debudan kebisingan yang terjadi dengan cara mengidentifikasi lokasi penambangan 2) Angket (Quesioner), yaitu dengan cara menyebarkan daftar pertanyaan yang bersifat tertutup, dimana setiap pertanyaan telah tersedia 5 alternatif jawaban,sehingga responden tinggal memilih salah satu alternatif jawaban yang dianggap sesuai dengan kenyataan praktis.

3.5 Berdasarkan sumbernya, data dapat digolongkan ke dalam data primer dan

  Adalah penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangansecara faktual, baik tentang institusi sosial, ekonomi dan lain-lain. Persepsi masyarakat dalam Wawancara Untuk mengetahui pengelolaan penambangan galian menggunakan persepsi masyarakatC di masa yang akan datang kuesioner tentang faktor yang perlu diperhatikan dalampengelolan lingkungan ke depan 3.

3.6 Variabel dan Parameter Penelitian

  Variabel-variabel dalam penelitian ini untuk melihat pengaruh dampak kegiatan penambangan galian C yang terdiri dari Pasir, kerikil dan koral terhadap kesejahteraanmasyarakat, terdiri dari: 1. Variabel bebas/independent variabel ( Variabel X ) Variabel bebas adalah terbukanya lapangan kerja (X 1 ) dan kerusakan lingkungan (X 2 ) 2.

3. Polusi Udara

  Satuan Ukuran Variabel Dimensi Indikatordilalui truk pembawa material 10. Dengan banyaknya truk pembawamaterial galian C melewati perumahammasyarakat akan timbul kebisingan 1.

1. Rasa aman pekerjaan yang

  perubahanMasyarakat dilakukan para pekerjapendapatan (Y). Nasikun tambang tidak merasapekerja tambang (1996) dan terganggu dan nyaman 2.

2. Banyak yang akan

  Pendapatan yang diterima lebih besardari pendapatan keladang 4. Rusaknya areal tempat pengambilangalian C berakibat hilangnya pendapatandari sektor pertanian dan perkebunan 10.

3.7. Pengujian Validitas dan Reliabilitas

3.7.1. Uji Validitas

  Uji Validitas digunakan untuk menguji apakah pertanyaan pada suatu kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Uji reliabilitas merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menguji sejauh mana pengukuran memberikan hasil yang relatif stabil bila dilakukan pengukuran kembali.

3.8 Pengujian Hipotesis

3.8.1 Pengujian secara parsial (uji t)

  Membuat hipotesis untuk kasus pengujian t-test diatas, adalah :Ho : = = > 0, artinya tidak ada pengaruh negatif X , X , terhadap Y 1 2 1 2 β β 1 2 1 , X 2 terhadap Y Ha : β ≠ β ≠ < 0, artinya ada pengaruh negatif X 2. Dengan tingkat kepercayaan 95 % atau taraf signifikansi sebesar 5 % maka jika t hitung memiliki signifikansi lebih kecil dari 0.05 berarti masing-masingvariabel bebas secara terpisah mempunyai pengaruh yang signifikansi terhadap variabel terikat.

3.8.2 Uji secara simultan (Uji F)

  Digunakan untuk mengetahui tingkat kelayakan model dari variabel yangDigunakan mampu menjelaskan fenomena yang dianalisis . Membuat hipotesis untuk kasus uji F, yaitu := 0, artinya tidak ada pengaruh X - i 1 , X 2 Terhadap Y.

3.9. Analisis Data

  Analisis dampak kegiatan penambangan galian C terhadap kesejahteraan masyarakat, analisis yang dilakukan untuk penambangan galian C terhadapkesejahteraan masyarakat menggunakan analisis jalur (path analysis). Untuk menjawab masalah dan mengungkap tujuan penelitian, maka metode analisis yang pertama digunakan analisis dari hasil angket setiap item pernyataan dicaribesarnya presentase dengan menggunakan rumus: f x 100 % (Sudjana, 1992).= × N dimana : f =frekuensi N=populasi Rumus di atas digunakan untuk menganalisis deskriptif, dimana respon jawaban responden pada setiap item digunakan perhitungan frekuensi dan proporsi.

3 Yx

  1 P1 X2 X P 2 Y2 KerusakanKesejahteraan Terbukanya lingkungan masyarakat lapangan kerja (X2) (Y) (X1) 1 X 2. Untuk membuktikan hipotesis 1 digunakan model estimasi regresi sederhana Y =a + b P YX ...................................................

1 Keterangan :

  Y = Kesejahteraan Masyarakat a = interceptb 1 = Koefisien Regresi X = Terbukanya lapangan kerja 1 3. Untuk membuktikan hipótesis hubungan X1 dan X2 ke Y digunakan regresi linier berganda dengan model estimasi sebagai berikut : Y = a + P YX + P YX .............................................(3.7) 1 3 1 2 2 Keterangan :Y 1 = Kesejahteraan Masyarakat a = interceptb 1, b 2, b 3 =koefisien X 1 = Terbukanya lapangan kerja X 2 = Kerusakan Lingkungan 5.

1 X

  = (P 3 YX 1 ) ( P YX ) 2 2 Dan untuk menentukan besaran statistik, Model estimasi digunakan komputer dengan peraga SPSS. Fungsi Biaya Produksi Pasir Gabungan Usaha (Arsayad, 1999).

1 Q gab usaha + b

  Untuk menilai barang sumberdaya alam dapat digunakan pendekatan rente ekonomi (economic rent) atau disebut juga dengan harga netto (net price) yaitu nilai yang harus dibayarkan kembali kepada pemerintah sebagai agen yang memperhatikan kepentingan umum dan terpeliharannya sumberdaya alam dan lingkungan. Sejak pertama memasuki lapangan dan selama prosespengumpulan data, peneliti berusaha untuk menganalisis dan mencari makna dari data yang dikumpulkan, yaitu mencari pola tema, hubungan persamaan, hipotetsisdan selanjutnya dituangkan dalam bentuk kesimpulan yang masih bersifat tentatif.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Keadaan Geografis Lokasi Penelitian

  Untuk melihat angka perkembangan pajak pendapatan pengambilan dan penggalian bahan galian golongan C dapat disajikan pada gambar 4.1 dibawah ini, menunjukkanbahwa pada tahun 2011 realisasinya tidak mencapai sasaran dari target yang telah ditetapkan Pemda Aceh Utara. Untuk tahun 2007 pajak pendapatan dari sektor galian Cdiatas target, dan untuk tahun 2008 realisasi yang dicapai mengalami peningkatan yang Bi aya( P) Juml ah Pengambilan (Q) Sumber : DPKKD Kabupaten Aceh Utara, 2012 .

4.1.1 Ketersedian Sumberdaya galian C

Ketersedian sumberdaya galian C di Kabupaten Aceh Utara seperti pasir, kerikil dan koral masih menunjukkan cukup strategis untuk di perhatikan oleh pemerintah untuk diekploitasi, tapi dari sisi untuk menjaga keberlangsungan ( Sustainable ) perlu pemerintah daerah untuk meninjau kembali peraturan-peraturan yang telah diterbitkan gunapenyempurnaan aturan tersebut demi menjaga ekploitasi yang dilakukan oleh banyak Adapun jumlah areal yang telah dikeluarkan izin secara keseluruhan di KabupatenAceh Utara seluas 187,81 Ha dengan lokasi penyebaran sebanyak 20 titik lokasi , ketersedian sumberdaya penambangan galian C yang sudah mendapat perizinanpenambangan galian C berupa pengambilan pasir, koral dan kerikil.

4.1.2. Kondisi Sosial dan Ekonomi

4.1.2.1 Kondisi Sosial

  Sedangkan dari tenaga medis perawat dan bidan merupakan jumlah terbesar. Dari sektor pendidikan, kesempatan penduduk Aceh Utara untuk memperoleh pendidikan cukup besar dikarena dukungan pemerintah khususnya tingkat SD,SMP, SLTAdan Aceh Utara juga memiliki Perguruan Tinggi yaitu sebuah Universitas negeri; SekolahTinggi Agama Islam Negeri.

4.1.2.2 Sektor Ekonomi

  Dan untuk sektor peternakan tahun 2010 jumlah ternak besar seperti sapi dan kerbau sebanyak 122.309 ekor, untuk kambing dan dombasebanyak 192.934 ekor, dan untuk ternak unggas sebanyak 329.410 ekor, untuk produksi telur yang dihasilkan oleh kabupatcn Aceh Utara sebanyak 3.523.284 butir, dalam produksiikan oleh nelayan di kabupaten Aceh Utara sebanyak 11.582,80 ton. Untuk lima tahun terahir yang dihasilkan oleh perusahaan yang mengekploitasi gas sudah menurun, seperti untuk tahun2010 saja tingkat pengapalan mengalami penurunan dari beberapa tahun sebelumnya yaitu sebesar 34 kargo yang sebelumnya 37 kargo untuk LNG dan 7 kargo untuk kondensat.

4.2. Karakteristik Responden

  Status perkawinan responden di sekitar penambangan galian C Untuk tingkat pendapatan masyarakat yang menjadi responden pada penambangan galian C diwilayah Aceh Utara rata-rata diatas UMR Aceh, ini disebabkan antara lainmasyarakat yang mayoritas petani seperti kesawah, Ladang, berkebun sawit dan lainya dengan harga penjualan yang relatif tinggi apabila terjaditransaksi penjualan . menunjukkan bahwa rata-rata lama bekerja masyarakat di sekitarpenambangan galian C baik sektor pertanian, perkebunan dan penambangan dikabupaten Aceh Utara yaitu umur 6 tahun s/d 10 Tahun yang paling ramai dengan 32Orang dengan persentase (34 persen), dan juga yang berumur antara 21 s/d 25 tahun dengan persentase (24,0 Persen) yang menduduki urutan ke dua dalam responden penelitianini.

4.3.2 Bukan menjadi rahasia ditengah tangah masyarakat, bahwa hari ini banyak

  Ini didukung fakta penelitianpengukuran bahwa di lokasi pengambilan dan di jalan yang dilewati truk pembawa hasil tambang telah menimbulkan kebisingan kebisingandengan hasil 69,3 desible meter berartimelebihi baku mutu yang ditetapkan pemerintah yaitu 55, dari hasil tersebut bila terus dibiarkan dan dirasakan maka akan berdampak menimbulkan kepekakan dan gangguanlainya khusunya pendengaran pada masyarakat. Dari tanggapan konsumen yang memberikan pernyataan kurang setuju bahwa menimbulkan kebisingan dari suara trukyang membawa material ini tidak terlepas dari responden tersebut bertempat tinggal berjauhan dengan lokasi yang dilewati oleh banyak truk sehingga responden tersebutdengan mudah memberi pernyataan dengan tidak setuju dengan sangat minim jumlahnya hanya 2 orang responden dengan persentase 2,1 %.

4.7 Pengaruh Langsung

4.7.1 Pengaruh Terbukanya lapangan kerja Terhadap kesejahteraan masyarakat

  Dari hasil estimasi yang dihasilkan pengaruh terbukanya lapangan kerja terhadap kesejahteraan masyarakat dapat dilihat hasilnya pada tabel 4.29 yang disajikan adalah. Hasil positif ini menujukkan bahwa masyarakat atau responden dominan lebih menyukai dan senang dengan kehadiran penambangan galian C didaerah mereka, berartihadirnya penambangan exploitasi galian C seperti pasir, kerikil dan koral sehingga terbukanya lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat untuk bekerja sebagai buruhgalian daripada berkerja sebagai petani atau berkebun.

4.7.2 Pengaruh Kerusakan Lingkungan Terhadap Kesejahteraan masyarakat

  Hasil estimasi X terhadap Y Variabel t Sig hitung Regresi Kerusakan Lingkungan (X 2 ) R = 0,488R Square = 0,238Adjusted R Squared = 0,230 Sumber : data diolah 2012Koefisien korelasi kerusakan lingkungan mempunyai hubungan kuat atau positif dan tidak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Hasil ini menujukkan bahwa masyarakat kurang peduli dengan kondisi lingkungan mereka, karena sumber pendapatan mereka dari bekerja sebagai buruh penambangan galianbukan sebagai petani atau pekebun.

2 Koefisien Determinasi (R ) adalah untuk mengukur seberapa besar kemampuan dari

  Hal ini menunjukkan bahwa hubungan dinyatakan lemah dalam kegiatan penambangan galianC yang terdiri dari variabel terbukanya lapangan kerja, kerusakan lingkungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat, sedangkan sisanya61 % dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Secara koefisien diterminasi kegiatan penambangan galian C yang terdiri dari variabel terbukanya lapangan kerja, kerusakan lingkungan berpengaruh positif dan 2 signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.

0. Pada variabel kerusakan lingkungan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari probability (sig) atau < 0,05

Besaran pengaruh kerusakan lingkungan terhadap kesejahteraan masyarakat adalah sebesar 0,164. Besaran nilai ini membuktikan bahwa semakin rendahnya kerusakan

4.7.4. Pengaruh Tidak Langsung (Indirect Effect ) dan Jumlah total pengaruh (Total Effect)

  Hasil analisis parsial dengan terbukanya lapangan kerja,kerusakan lingkungan sebagai variabel independen dan kesejahteraan masyarakat sebagai variabel dependen, diketahuibahwa terbukanya lapangan kerja berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat tingkat signifikansi 0.000 (p < 0,05). Dari hasil yang di peroleh dapat di jelaskan bahwa, kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh indikator terbukanya lapangan kerja terhadapkesejahteraan masyarakat menunjukkan ada hubungan, hanya tiga puluh Sembilan persen tetapi secara signifikansi tidak menunjukkan pengaruh antara variabel terbukanya lapangankerja atas kesejahteraan masyarakat.

1 Y

1 = 0,516 рYX Gambar 4.12. Analisis Jalur (Path Analysis)

4.7.5 Pengaruh terbukanya kesempatan kerja (X 1 ) Terhadap Kesejahteraan Masyarakat (Y) melalui Kerusakan Lingkungan (X 2 )

  Adapun nilai Rent yang diperoleh dari masing-masing objek yang diteliti dengan olahan data menggunakanreggresi dan excel 2007 adalah:Dari data hasil olahan diperoleh bahwa untuk masing masing wilayah pengambilan galianC perhari menunjukkan bahwa adanya perbedaan dalam setiap pengambilan bahan material di setiap lokasi tidak sama dengan lokasi lainya, ini tergantung pada permintaan pasar baikdi kabupaten Aceh Utara ataupun kota Lhokseumawe dan juga permintaan sangat Tabel 4.33. Dari pembahasan diatas menunjukkan bahwa masing-masing galian C yang dinilai yaitu pasir, koral dan kerikil dengan masing-masing nilai adalah untuk Pasir nilai unit Rentyang harus dibayar oleh pengausaha pada Pemerintah sebagai agen yang memperhatikan kepentingan umum dan terpeliharanya sumberdaya alam dan lingkungan yaitu Pasir (25%) dari harga yang berlaku dipasar.

4.7.7 Uji t (Pengujian secara parsial)

  Adapun Hipotesis yang diajukan : X 1 Negatif terhadap Y. 1 2 1 2 β β 1 2 < 0 X 1 , X 2 , Ha diterima Ha : β ≠ β Tabel 4.35.

a. Dependent Variable: Kesejahteraan Masyarakat (Y)

  Oleh karena itu maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa terbukanya lapangan kerja (X 1 ) dan kerusakan lingkungan (X 2 ) secara bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat (Y) di Kabupaten Aceh Utara. Hal ini ditunjukkan dari nilai signifikansi pada uji F yaitu 0,000 yang lebih kecil dari padaα = 0,05, signifikansi ini menunjukkan bahwa terbukanya lapangan kerja dankerusakan lingkungan berpengaruh secara nyata terhadap kesejahteraan masyarakat kabupaten AcehUtara.

5.1 Dari hasil estimasi yang dihasilkan pengaruh terbukanya lapangan kerja terhadap

  kesejahteraan masyarakat yaitu secara korelasi terbukanya lapangan kerja berpengaruh kuat (positif) dan signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat adalah sebesar 62 %. Hasil positif ini menujukkan bahwa responden dominan lebih menyukai dan senang dengan kehadiran penambangan galian C di daerah mereka, berarti hadirnya penambanganexploitasi galian C seperti pasir, kerikil dan koral, sehingga terbukanya lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat untuk bekerja sebagai buruh galian daripada berkerjasebagai petani atau berkebun.

5.2. Pengaruh Kerusakan Lingkungan terhadap Kesejahteraan Masyarakat

  Dengan demikian, tingkat kesejahteraan masyarakat dipengaruhi oleh kerusakan lingkungan sebesar 49 %, hasil positif ini menujukkan bahwa masyarakat banyak yangkurang peduli dengan kondisi lingkungan mereka saat ini, karena sumber pendapatan mereka dari bekerja sebagai buruh penambangan galian bukan sebagai petani atau pekebundengan besaran nilai (189,2 % ). Hal ini membuktikan bahwa dengan ada kegiatan penambangan galian C didaerah mereka berarti semakin tinggi kerusakan lingkungan oleh penambangan galian C, akansemakin tinggi pula tingkat kesejahteraan masyarakat, karena sumber pendapatan masyarakat diperoleh melalui pekerjaan pada kegiatan penambangan galian C tersebut.

5.3 Pengaruh Terbukanya lapangan kerja dan kerusakan lingkungan terhadap Kesejahteraan Masyarakat

  Dari hasil pengambilan galian C di masing masing lokasi setiap harinya mengalami peningkatan, dan dari produksi yang dihasilkan tersebut dalam satu bulan sebanyak 4775truk, dan untuk lokasi yang paling banyak pengambilannya berada pada daerah Nisam dengan produksi sebanyak 778 truk rata-rata dalam satu bulan dan menyusul lokasi CotGirek dan sawang. Dari pembahasan diatas menunjukkan bahwa masing-masing galian C yang dinilai yaitu pasir, koral dan kerikil dengan masing-masing nilai adalah untuk Pasir nilai unit Rentyang harus dibayar oleh pengausaha pada Pemerintah sebagai agen yang memperhatikan kepentingan umum dan terpeliharanya sumberdaya alam dan lingkungan yaitu Pasir (25%) dari harga yang berlaku dipasar.

5.7. Temuan Teoritis

  Penelitian dan kajian tentang dampak kegiatan penambangan banyak dilakukannamun kebanyakan berorientasi pada research yang mengarah pada tingkat kerusakan danpencemaran lingkungan seperti tingkat kekeruhan air, kebisingan dan banyaknya debu yang berterbangan tetapi bukan pada dampak yang diakibatkan dari hasil penambangan terhadapkesejahteraan masyarakat dan nilai yang diperoleh baik masyarakat ataupun pemerintah daerah. Suatu temuan kebaruan (novelties) dalam penelitian ini adalah model penelitian dengan menggunakan dua variabel exogen (independen) yaitu variabel terbukanyalapangan kerja dan variabel kerusakan lingkungan dan variabel kesejahteraan masyarakat yang merupakan variabel endogen (dependen).

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

  Dari hasil pengujian statistik, ternyata hubungan valuasi ekonomi dari kegiatan penambangan galian C di Aceh Utara secara diterminasimempunyai hubunganyang kuat,dan secara korelasi bahwa terbukanya lapangan kerja adanya hubungan positif dan kerusakan lingkungan berhubungan negatif terhadapkesejahteraan masyarakat di Kabupaten Aceh Utara,yang tidak bisa diabaikan yaitu ada faktor lain yang mempengaruhi kesejahteraan masyarakat diKabupaten Aceh Utara. Dari tanggapan masyarakat untuk kebijakan dimasa yang akan datang, perlu pembinaan dan Qanun/Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentangpenambangan galian Cdan juga Pemerintah harus menggalakkan sektor pertanian dan perkebunan untuk kelestarian lingkungan.

5.2. Saran

  Pemerintah perlu membuat daerah penambangan dengan satu lokasi tidak berpencar seperti selama ini yang diberikan, ini tidak terlepas dari untuk memudahkan pemerintahmengontrol para penambang, sehingga kerusakan lingkungan mudah diminimalisasikan. Bagi masyarakat diharapkan menjadi pengontrol bagi setiap kegiatan penambangan yang dilakukan diwilayahnya untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan sepertimasyarakat setempat perlu melahirkan aturan adat sehingga pengusaha yang mengambil galian C tidak sembarangan mengeksploitasi sumberdaya alam.

DAFTAR PUSTAKA

  I, “Kajian Dampak Penambangan Batubara Terhadap Pengembangan Sosial Ekonomi dan Lingkungan di Kabupaten Kutai Kartanegara”,(penelitian)Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri, sesuai dengan Surat PerjanjianPelaksanaan Nomor: 15.21/PI-111112010, Jakarta, November 2010(Online). 1995:140 dalam Kiki Rizki Desianti 2012, Dampak pertambangan pasir pada lingkungan sosial-ekonomi masyarakat di Kabupaten Serang.

Dokumen baru

Download (213 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Valuasi Ekonomi Hutan Tele Terhadap Masyarakat Di Kabupaten Samosir
7
89
44
Pengaruh Tataguna Lahan dan Partisipasi Masyarakat Terhadap Pengendalian Banjir di Kabupaten Aceh Utara
5
105
353
Analisis Produksi Padi di Kabupaten Aceh Utara
10
115
99
Valuasi Ekonomi Kegiatan Penambangan Galian C terhadap kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Aceh Utara
5
76
213
Valuasi Ekonomi Keberadaan Pohon Kehutanan di Arboretum Kampus Kuala Bekala Universitas Sumatera Utara Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara
2
49
71
Pengaruh Lingkungan Rumah dan Perilaku Masyarakat terhadap Kejadian Chikungunya di Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara
0
33
173
Meunasah: Suatu Etnografi Tentang Sosial Keagamaan Masyarakat Aceh di Kabupaten Aceh Utara Kecamatan Paya Bakong Gampong Tanjong Beurunyong, Nanggroe Aceh Darussalam
6
84
99
Pengaruh Gaya Hidup terhadap Kepuasan Konsumen Blackberry di Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara
0
0
7
Valuasi Ekonomi Hutan Tele Terhadap Masyarakat Di Kabupaten Samosir
0
0
7
Pengaruh Tataguna Lahan dan Partisipasi Masyarakat Terhadap Pengendalian Banjir di Kabupaten Aceh Utara
0
0
10
Valuasi Ekonomi Kegiatan Penambangan Galian C terhadap kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Aceh Utara
0
0
34
BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Valuasi Ekonomi Kegiatan Penambangan Galian C terhadap kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Aceh Utara
0
0
38
BAB I PENDAHULUAN - Valuasi Ekonomi Kegiatan Penambangan Galian C terhadap kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Aceh Utara
0
1
12
Valuasi Ekonomi Kegiatan Penambangan Galian C terhadap kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Aceh Utara
0
0
16
Pengaruh Lingkungan Rumah dan Perilaku Masyarakat terhadap Kejadian Chikungunya di Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara
0
0
44
Show more