Gambaran Stres Mahasiswa Sarjana Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara Tahun 2012

Gratis

3
56
64
2 years ago
Preview
Full text

DAFTAR SKEMA

  Hasil penelitian menunjukkanbahwa mahasiswa yang mengalami stres ringan sebanyak 62 orang (30.7%), stres sedang sebanyak 137 orang (60.8%) dan berat sebanyak 3 orang (1.5%). Adaptasidengan stres yang dialami dengan cara yang tepat sangat penting bagi mahasiswa keperawatan dalam menjalani perkuliahannya sehingga proses pendidikanberjalan dengan baik tanpa mengalami distres.

BAB 1 PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

  Di Malaysia, dengan 396 partisipan, prevalensi stres mahasiswa adalah 41,9% (Sherina, 2004) dan di SaudiArabia terhadap 494 partisipan, diketahui bahwa prevalensi stres pada mahasiswa adalah 57% dimana 21,5% diantaranya merupakan stres ringan, 15,8% stressedang, dan 19,6% stres berat. Penelitian Abdulghani (2008) menunjukkan dampak stres terutama dirasakan oleh mahasiswa tahun pertama, kedua, dan Hasil penelitian yang dilakukan pada mahasiswa Keperawatan PSIK Undip angkatan 2010 ditemukan bahwa 10% dari 10 responden mengalami stres ringan,70% mengalami stres sedang, dan 20% mengalami stres berat.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

1. Hubungan Manusia dengan Lingkungan

  Lazzarus mengemukakan bahwa terdapat tiga kelompok sumber stres, yaitu: 1.1 Fenomena catalismic, yaitu kejadian yang tiba-tiba, khas, dan kejadian yang menyangkut banyak orang seperti bencana alam, perang, banjir, dan sebagainya. 1.2 Kejadian-kejadian yang memerlukan penyesuaian atau coping seperti pada fenomena catalismic meskipun berhubungan dengan orang yang lebih sedikit seperti respon seseorang terhadap penyakit atau kematian.

2. Penghargaan / Penilaian

  Stres merupakan persepsi yang dinilai seseorang dari suatu situasi atau peristiwa yang sama dapat dinilai positif, netral atau negatif oleh orang yangberbeda. Salah satu penelitian yang dimaksud adalah penelitian olehJohnson dan Bradlyn (dalam Wolchik & Sandler, 1997) yang ditujukan untuk meneliti appraisal positif dan negatif terhadap suatu peristiwa serta untukmengetahui besar kecilnya pengaruh peristiwa tersebut terhadap seorang anak.

2.1 Primary appraisal merupakan proses penentuan makna dari suatu peristiwa

  Challenge merupakan tantangan akan kesanggupanuntuk mengatasi dan mendapatkan keuntungan dari peristiwa yang terjadi(Lazarus dalam Taylor, 1991). Goal congruence or incongruenc; yaitu penilaian yang mengacu pada apakah hubungan antara peristiwa di lingkungan dan individu tersebutkonsisten dengan keinginan individu atau tidak, dan apakah hal tersebut menghalangi atau memfasilitasi tujuan personalnya.

2.2 Secondary appraisal merupakan penilaian mengenai kemampuan

  individu melakukan coping, beserta sumber daya yang dimilikinya, dan apakah individu cukup mampu menghadapi harm, threat, dan challengedalam peristiwa yang terjadi. Blame and credit: penilaian mengenai siapa yang bertanggung jawab atas situasi menekan yang terjadi atas diri individu.

3.1 Irrelevant, Benign-Positive, dan Stressfull Pada Primary Appraisal

  Hal ini juga diterapkan pada manusia untuk membedakan antara yang relevan denganyang irrelevant, dengan syarat bahwa manusia akan memfokuskan tindakannya saja pada sesuatu yang diinginkan atau dibutuhkan. Perbedaan utamanya adalah bahwa challenge appraisal berfokus pada kesanggupan yang berkaitan dengan keuntungan dan perkembangan dalamberinteraksi sehingga challenge dikarakteristikan dengan emosi yang menyenangkan, misalnya keinginan, dan hal yang menggembirakan.

3.2 Appraisal

  Ini merupakan suatu evaluasi yang kompleks yang mengambil makna dari setiap pilihan koping yang tersedia, yang Challenge appraisal dapat terjadi ketika seseorang mengendalikan perasaan yang berlebih dalam mengontrol masalah yang berhubungan antaramanusia dengan lingkungan. Challenge tidak akan terjadi jika apa yang harus dilakukan tidak disebut sebagai usaha yang tetap.

4. Reappraisal

  Reappraisal dapat diartikan sebagai perubahan appraisal dari masalah sebelumnya dari lingkungan yang mungkin memberi tekanan pada seseorang danatau informasi dari reaksi seseorang. misalnya, reaksi itu mungkin dihasilkan dari rasa bersalah atau rasa malu yang menghasilkan suatu perasaan yang benaratau bahkan ketakutan.

5. Konsep Stres

5.1 Defenisi Stres

  Stres dapat diartikan suatu kondisi dimana pengalaman atau goncangan yang dihadapisekarang mengganggu stabilitas kehidupan sehari-hari, perasaan terancam yang disertai dengan usaha-usaha yang bertujuan mengurangi ancaman, stresmerupakan suatu reaksi fisik dan psikis terhadap setiap tuntutan hidup (Selye, 2004). Definisi lain menyebutkan bahwa stres merupakan Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa stres merupakan suatu keadaan yang timbul apalabila seseorang berinteraksi dan bertransaksidengan situasi-situasi yang dihadapinya dengan cara-cara tertentu yang menimbulkan tekanan, perubahan, ketegangan emosi dan lain-lain yangdipengaruhi oleh lingkungan maupun penampilan individu di dalam lingkungan tersebut.

5.2 Model Stres

  Model stres dari Selyeadalah respons yang mengidentifikasi stres sebagai respons non spesifik dari tubuh terhadap setiap tuntutan yang ditimpakan padanya. Model berdasar transakasiModel berdasarkan transaksi memandang individu dan lingkungan dalam hubungan yang dinamis, resiprokal dan interaktif (Lazarus dan Folkman, 1984).

5.3 Penyebab Stres

  Sedangkan menurut Rasmun (2004) sumber stres dapat berasal dari dalam tubuh dan luar tubuh, sumber stres berupa biologik atau fisiologik, kimia,psikologik, sosial dan spritual, terjadinya stres karena stressor tersebut dirasakan dan dipersepsikan oleh individu sebagai suatu ancaman sehingga menimbulkankecemasan yang merupakan tanda umum dan awal dari gangguan kesehatan fisik dan psikologis. Tidak hanya stressor negatif yang menyebabkan stres tetapi stressor positif pun dapat menyebabkan stres misalnya kenaikan pangkat atau promosi Sedangkan menurut (Mumpuni, 2010), membagi tingkatan stres itu juga menjadi tiga yaitu : 1.

5.4 Tipe Stres

  Dalam hal ini tekanan yang terjadi bersifat positif,misalnya dapat nilai yang bagus dan lulus ujian. NeustresYaitu stres yang berada antara eustres dan distres karena merupakan respon stres yang menekan namun masih seimbang, sehingga merasa lebihtertantang untuk menghadapi masalah, meningkatkan produktivitas kerja, berprestasi dan berani bersaing (Hidayat, 2009).

5.5 Tingkat Stres

  Stres sedangStres sedang terjadi lebih lama beberapa jam sampai beberapa hari, contohnya kesepakatan yang belum selesai, beban kerja yang berlebihan,mengharapkan pekerjaan baru, anggota keluarga pergi dalam waktu yang lama, situasi seperti ini dapat bermakna bagi individu yang mempunyai faktorpredisposisi suatu penyakit koroner. Contoh dari stresor yang dapat menimbulkan stres berat adalahhubungan suami istri yang tidak harmonis, kesulitan finansial, dan penyakit fisik yang lama.

5.6 Tahapan Stres

  Stres tahap pertama (paling ringan), yaitu stres yang disertai perasaan nafsu bekerja yang besar dan berlebihan, mampu menyelesaikan pekerjaan tanpamemperhitungkan tenaga yang dimiliki, dan penglihatan menjadi tajam. Stres tahap kedua, yaitu stres yang disertai keluhan, seperti bangun pagi tidak segar atau letih, cepat lelah pada saat menjelang sore, mudah lelahsesudah makan, tidak dapat rileks, lambung dan perut tidak nyaman (bowel discomfort), jantung berdebar, otot tengkuk dan punggung tegang.

5.7 Menurut Hardjana, (1994) menurut Hardjana, (1994) gejala stres yang merupakan kesatuan antara jiwa dan badan, roh dan tubuh, spritual dan material

  Gejala fisik ditandai dengan adanya sulit tidur atau tidur tidakteratur, sakit kepala, sulit buang air besar, adanya gangguan pencemaan, radang usus, kulit gatal-gatal, punggung terasa sakit, urat-urat pada bahu dan leherterasa tegang, keringat berlebihan, selera makan berubah, tekanan darah tinggi atau serangan jantung, dan kehilangan energi. Sementara gejala stres yangbersifat emosional ditandai dengan marah-marah, mudah tersinggung dan terlalu sensitif, gelisah dan cemas, suasana hati mudah berubah-ubah, sedih, mudahmenangis dan depresi, gugup, agresif terhadap orang lain dan mudah bermusuhan serta mudah menyerang, dan kelesuan mental.

5.8 Perkuliahan pada dunia modern sekarang ini, bukan lagi hanya sekadar datang ke kampus, menghadiri kelas, ikut serta dalam ujian, dan kemudian lulus

  Masalah-masalah tersebut,baik dalam hal perkuliahan maupun kehidupan di luar kampus, dapat menjadi distress yang mengancam, karena ketika ada stressor yang datang, maka tubuhakan meresponnya (Purwati, 2010) Masalah yang sering terjadi pada mahasiswa secara kognitif antara lain sulit berkonsentrasi, sulit mengingat pelajaran, dan sulit memahami pelajaran. Dampak perilaku yang sering muncul yaitu menunda-nunda penyelesaian tugas kuliah, malas kuliah, penyalah gunaan obat, dan Jumlah mahasiswa keperawatan yang mengalami stres akademik meningkat setiap semester dan merupakan stress yang paling umum dialami mahasiswa.

5.9 Hal yang dapat mempengaruhi terjadinya stres pada mahasiswa yang

  Beban kuliahTuntutan akademis yang ada, membuat mahasiswa merasa dituntut untuk meraih pencapaian yang telah ditentukan baik oleh pihak fakultas/universitasmaupun dari mahasiswa itu sendiri. Gangguan pada aspek tersebutdapat menjadi stressor, yang sering kali berkaitan dengan perasaan sendiri atau kesepian, apalagi ketika sedang mengalami masalah atau kesulitan yangmembutuhkan teman untuk bercerita dan bertanya.

BAB 3 KERANGKA KONSEP PENELITIAN

1. Kerangka Konsep

  Kerangka konsep penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran stress mahasiswa Sarjana Keperawatan Fakultas Keperawatan UniversitasSumatera Utara Tahun 2012. Berdasarkan tujuan penelitian di atas, maka kerangka dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Stres Mahasiswa Tingkatan stres : Sarjana Keperawatan Fakultas Keperawatan USU Tahun 2012 Skema gambaran stres mahasiswa sarjana Keperawatan Fakultas 1.

2. Defenisi operasional

  Defenisi operasional No Variabel Penelitian Definisi Operasional Alat Ukur Hasil Ukur Skala Ukur 1 StresMahasiswa Kondisi mahasiswa yangmenunjukkan suatu ketegangan,kecemasan yang menghambatkegiatan dalam perkuliahan. Kuesioner terdiri dari 17peryataan.

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN

  Desain Penelitian Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran stres mahasiswa Sarjana Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara Tahun 2012.

2.1 Populasi

  Populasi target penelitian ini adalah mahasiswa sarjana keperawatanUniversitas Sumatera Utara. Jumlah seluruh mahasiswa Fakultas KeperawatanUniversitas Sumatera Utara Tahun 2012.

2.2 Sampel

  Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel Stratified random sampling yaitu teknik sampling yang digunakan oleh peneliti secara acak pada kondisi populasi yang tidak sama atau memiliki strata/tingkatan (Arikunto, 2005). Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan selama bulan November sampai dengan Desember tahun 2012 di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.

5. Instrumen Penelitian

5.1 Kuesioner Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dalam bentuk kuesioner

  Maka rentang untuk gambaran stres pada mahasiswa pendidikan sarjana adalah 51, dengan banyak kelas tiga kategori,yaitu yang pertama stres ringan, kedua stres sedang dan ketiga stres berat. Maka gambaran stres pada mahasiswa pendidikan sarjana dapat dikategorikan :17 – 34 stres ringan.34 – 51 stres sedang.52 – 68 stres berat.

5.2 Validitas dan Reliabilitas Instrumen Kuesioner dalam penelitian ini mengadopsi kuesioner pada jurnal M.M

  Peneliti mengadopsi 17 item pernyataan dari 30 pernyataanyang tersedia dan dipilih sesuai dengan konsep stres pada mahasiswa keperawatan. Instrument diujikan kepada 30 responden dan diperoleh hasil uji reliabilitas yaitu nilai Cronbach Alpha 0,754 dan dinyatakan bahwa seluruh instrumen ataupernyataan yang digunakan dalam penelitian ini realibel.

6. Pengumpulan Data

  Kemudian peneliti membagikan kuesioner kepada seluruh mahasiswa yang hadir pada saat dilakukannya penelitian. Jika ada data yang kurang dapat langsungdilengkapi dan selanjutnya data yang telah terkumpul dianalisa oleh peneliti.

7. Analisa Data

  Dilanjutkan dengan analisa data melalui beberapa tahap yangdimulai dengan editing untuk memeriksa data, kemudian data yang sesuai diberi kode untuk memudahkan peneliti dalam melakukan analisa data (Azwar &Priharto, 1987 dalam Andriani, 2006). Analisa data disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase mengenai gambaran stres pada mahasiswa pendidikan sarjanakeperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN Bab ini menguraikan tentang hasil penelitian serta pembahasan yang

  diperoleh dari pengumpulan data terhadap 202 responden di FakultasKeperawatan Universitas Sumatera Utara selama bulan November sampai bulanDesember Tahun 2012 . Hasil penelitian ini menguraikan bagaimana tentang gambaran stres mahasiswa sarjana Fakultas Keperawatan Universitas SumateraUtara pada tahun 2012.

1. Hasil penelitian

Hasil penelitian ini menguraikan gambaran data demografi responden dan gambaran stres mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utaratahun 2012. Data demografi responden

1.1 Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa fakultas keperawatan

  responden (n =202) No Data Demografi Responden Frekuensi Persentase 1 Angkatan : 14.4%27.2%28.2%30.2% Total 202 orang 100% 2 Jenis kelamin : 17.3%82.7% Total 202 orang 100% 3 Usia : 5.9%19.7%33.7%24.8%14.9%1.0% Total 202 orang 100% 4 Suku : 11.4%5.8%4.5%13.4%5.0% Total 202 orang 100% 1.2 Gambaran stres mahasiswa Sarjana Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara Tahun 2012. Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami stres sedang sebanyak 137 orang (60.8%), stres ringan sebanyak 62 orang (30.7%) danyang mengalami stres berat sebanyak 3 orang (1.5%).

2. Pembahasan

  Sesuai dengan pendapat Heiman & Kariv (2005, dalam Carolin,2010), mahasiswa tidak terlepas dari stres yang dapat bersumber dari kehidupan akademiknya, terutama dari tuntutan eksternal bersumber dari tugas-tugas kuliah,beban pelajaran, tuntutan orang tua untuk berhasil di kuliahnya, dan penyesuaian sosial di lingkungan kampusnya dan tuntutan dari harapannya sendiri. Mahasiswa angkatan 2008 mengalami stres sedang Rasmun (2004) membagi stres menjadi tiga tingkatan, yaitu stres ringan yang merupakan stres yang tidak merusak aspek fisiologis dari seseorang yangumumnya dirasakan oleh setiap orang misalnya lupa, ketiduran, dikritik, dan kemacetan dan hanya terjadi dalam beberapa menit atau beberapa jam serta tidakakan menimbulkan penyakit kecuali jika dihadapi terus menerus.

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN Dari hasil peneletian yang dilakukan mengenai gambaran stres mahasiswa

  Saran 2.1 Bagi pendidikan keperawatanDiharapkan kepada pendidikan keperawatan dapat meningkatkan metode- metode pembelajaran yang efektif dalam perkuliahan sehingga mahasiswakeperawatan tidak akan mengalami stres yang berkelanjutan dalam menjalani kegiatan akademiknya. Bagi mahasiswa keperawatanDiharapkan dalam menjalani kegiatan perkuliahan di keperawatan, mahasiswa dapat beradaptasi dengan stres yang dialami serta mengatasistres dengan sikap positif agar tidak menjadi distress yang akan menghambat pendidikan selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

  Selain itu, data dan informasi hasilpenelitian ini dapat menjadi informasi dan masukan bagi Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara dalam usaha pencegahan stres pada mahasiswa. Medan, 2012Responden Peneliti(....................) (Dedi Yariski Simbolon) Lampiran 2 Kuesioner PenelitianGambaran Stres Pada Mahasiswa Pendidikan Sarjana Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara Tahun 2012 Petunjuk Umum Pengisian kuesioner : √ ) pada kolom untuk jawaban yang dianggap sesuai dengan pendapat anda.

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure

Reliability StatisticsCronbach's Alpha N of Items .753 17 Frequencies[DataSet1] D:\hasil SPSS\Penelitian.sav Statisticsangkatan JK usia suku N Valid 202 202 202 202 MissingFrequency Table angkatan Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 2009 29 14.4 14.4 14.4 2010 55 27.2 27.2 41.6 2011 57 28.2 28.2 69.8 2012 61 30.2 30.2 100.0 Total 202 100.0 100.0JK Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid laki-laki 35 17.3 17.3 17.3 perempuan 16782.7 82.7 100.0 Total 202 100.0 100.0usia Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid 17 12 5.9 5.9 5.9 18 40 19.8 19.8 25.7 19 68 33.7 33.7 59.4 20 50 24.8 24.8 84.2 21 30 14.9 14.9 99.0 22 2 1.0 1.0 100.0 Total 202 100.0 100.0 sukuCumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid batak 121 59.9 59.9 59.9 jawa 23 11.4 11.4 71.3 melayu 12 5.9 5.9 77.2 aceh 9 4.5 4.5 81.7 minang 27 13.4 13.4 95.0 nias 10 5.0 5.0 100.0 Total 202 100.0 100.0[DataSet1] D:\hasil SPSS\Penelitian.sav Statistics 3 N Valid 202 Missing

3 Cumulative

Frequency Percent Valid Percent Percent Valid 1 62 30.7 30.7 30.7 2 137 67.8 67.8 98.5 3 3 1.5 1.5 100.0 Total 202 100.0 100.0

CURRICULUM VITAE

  Nama : Dedi Yariski SimbolonTempat / tanggal lahir : Padangsidimpuan, 18 September 1989Jenis Kelamin : Laki-lakiKewarganegaraan : IndonesiaAgama : IslamAlamat : Jln. D-III Keperawatan USU : Tahun 2008 - 2011 5.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pengaruh Stres Terhadap Pola Makan Mahasiswa Tingkat Akhir di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU)
35
229
97
Hubungan Kebiasaan Berolahraga dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
7
60
101
Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Motivasi Mahasiswa Sarjana Keperawatan Kelas Reguler Menjalani Pendidikan di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
4
95
107
Gambaran Stressor dan Koping Mahasiswa Pembelajaran Kurikulum Berbasis Kompetensi Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
2
61
78
Perbedaan Tingkat Kekebalan Stres Mahasiswa Reguler Dan Ekstensi Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
3
64
62
Soft Skills Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara tahun 2012
2
59
79
Gambaran Stres Mahasiswa Sarjana Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara Tahun 2012
3
56
64
Kesiapan Mahasiswa Jalur A Semester Akhir Program Pendidikan Sarjana Keperawatan Di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara Tahun 2011 Untuk Memenuhi Standar Kompetensi Klinik.
0
39
98
Gambaran Stres pada Mahasiswa Tahun Pertama Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
17
106
67
Pengaruh Stres Terhadap Pola Makan Mahasiswa Tingkat Akhir di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU)
0
0
40
Pengaruh Stres Terhadap Pola Makan Mahasiswa Tingkat Akhir di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU)
1
1
12
Hubungan Kebiasaan Berolahraga dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
0
0
43
Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Motivasi Mahasiswa Sarjana Keperawatan Kelas Reguler Menjalani Pendidikan di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
0
1
34
Gambaran Stressor dan Koping Mahasiswa Pembelajaran Kurikulum Berbasis Kompetensi Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
0
0
10
Gambaran Stressor Dan Koping Mahasiswa Pembelajaran Kurikulum Berbasis Kompetensi Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
0
1
18
Show more