PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI MEDIA GAMBAR MATA PELAJARAN IPA MATERI SUMBER DAYA ALAM KELAS IV SD NEGERI 2 KEMILING PERMAI TAHUN PELAJARAN 2012/2013

55 

Full text

(1)

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI MEDIA GAMBAR MATA PELAJARAN IPA

MATERI SUMBER DAYA ALAM KELAS IV SD NEGERI 2 KEMILING PERMAI

TAHUN PELAJARAN 2012/2013

OLEH :

SITI ROGAIYAH NPM. 0913069099

Skirpsi

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mendapat Gelar SARJANA PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR

Pada

Jurusan Ilmu Pendidikan

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

PROGRAM STUDI S1 PGSD

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

(2)

ABSTRAK

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI MEDIA GAMBAR MATA PELAJARAN IPA

MATERI SUMBER DAYA ALAM KELAS IV SD NEGERI 2 KEMILING PERMAI

TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran IPA. Berdasarkan pengamatan di kelas IV SD Negeri 2 Kemiling Permai bahwa kemampuan 30 siswa yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kurang memuaskan. Hal ini dapat dilihat ketika guru menugaskan siswa untuk mengerjakan soal. Beberapa siswa hasilnya sangat rendah. Hal ini disebabkan beberapa siswa tidak mengerti dengan media gambar yang disajikan dikelas. Metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan (Planing), implementasi (tindakan), Observasi (Pengamatan) dan refleksi. Data yang telah diperoleh pada setiap tahapan tindakan penelitian dianalisis dengan menggunakan data kuantitatif dan data kualitatif. Berdasarkan temuan dan hasil analisis pembelajaran di SD Negeri 2 Kemiling Permai dapat ditarik kesimpulan bahwa Peningkatan Aktivitas Dan Prestasi Belajar Siswa Melalui media gambar cukup efektif untuk pembelajaran IPA. Secara kualitatif siswa lebih termotivasi dan lebih kreatif dalam melakukan pembelajaran IPA, diantaranya: 1) Aktivitas belajar siswa meningkat dari siklus 1 ke siklus II; 2) Hasil belajar siswa meningkat dari siklus I ke Siklus II rata-rata 55,5 menjadi 75,5.

(3)
(4)
(5)
(6)

DAFTAR ISI

1.2 Identifikasi Masalah……….………...……….. 3

1.3 Analisis Masalah………...……....…………. 4 2.1 Kajian Materi Pembelajaran IPA……….. 7

2.2 Hakikat Pemahaman dalam Pembelajaran………...………. 9

2.3 Pembelajaran Aktif dan Inovatif………...……… 10

2.4 Kerabgka Pemikiran………...…………. 18

2.5 Hipotesis Tindakan………...………. 18

BAB III. METODE PENELITIAN 3.1 Tindakan Penelitian ………...………..……...…………. 20

(7)

3.5 Indikator Keberhasilan ………...…..…………..……….. 26

3.6 Instrumen Penilaian ………...…..…………..………... 28

3.7 Menguji Coba Instrumen Tes ………...…..…………..………… 39

3.8 Menganalisis Hasil Uji Coba Tes ………...…..…………..…….. 39

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Latar Lokasi Sekolah dan Karakteristik Guru …...…………... 40

4.2 Penetapan Kelas dan Waktu Penelitian ………..……...………. 40

4.3 Persiapan Perangkat Pembelajaran …………....…...……... 41

4.4 Tahap Pelaksanaan Siklus... …...…………...……... 41

4.5 Pengamatan Aktivitas Siswa... …...…………...……... 43

4.6 Deskripsi Hasil Tindakan ………...……...……... 44

4.7 Penjelasan dari Setiap Siklus... ……..………...……….. 50

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan………...………... 53

5.2 Saran……… 54

(8)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Jadwal Pertemuan ... 37

2. Hasil Observasi Siklus 1 ... 38

3. Hasil Observasi Siklus 2 ... 39

4. Pengamatan Aktivitas Siswa ... 40

5. Data Nilai Evaluasi Akhir Siklus I ... 41

6. Data Nilai Evaluasi Akhir Siklus II ... 42

7. Data Nilai Formatif Siklus I dan Siklus II ... 43

8. Nilai dibawah Ketuntasan Siklus 1 ... 45

9. Nilai Rata-rata Tes Formatif ... 46

(9)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

(10)

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

1. Kartu Konsultasi ...1

2. Surat Pernyataan... ...2

3. Prota ...3

4. Pemetaan SKKD di SD.... ...4

5. Pemetaan SKKD...5

6. Silabus...6

7. RPP Siklus 1 dan 2... ...8

8. RPP Siklus 1 ...10

9. LKS Siklus 1 ...14

10. Kisi-kisi LKS Siklus 1...15

11. Lembar Pengamatan Kerja Kelompok Siklus 1...16

12. RPP Siklus 2...17

13. LKS Siklus 2...20

14. Tes Akhir Siklus...21

15. Kisi-kisi LKS Siklus 2...22

16. Lembar Pengamatan Kerja Kelompok Siklus 2...23

17. Tes Formatif ...24

(11)

ii

19. Lembar Observasi Keterampilan Bertanya...27

20. Surat Pernyataan Melaksanakan Laporan...29

21. Lembar Pengamatan Siswa...30

22. Lembar Aktivitas Siswa...31

23. Lembar Kegiatan Pembelajaran...33

(12)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Era global telah berkembang dan meluas begitu pesat. Hal ini harus didukung pula oleh peningkatan SDM sebagai pelaksana kemajuan era global tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut, pendidikan merupakan tonggak utama kemajuan sumber daya manusia. Sehingga secara spesifik tentunya guru dituntut untuk mampu menciptakan manusia-manusia yang berkompeten di bidangnya masing-masing.

Namun sayangnya banyak kendala yang masih dialami guru dalam proses pembelajaran yang salah satunya adalah daya serap siswa yang sangat terbatas sehingga untuk mengatasi hal ini diperlukan penggunaan metode yang sesuai dan cocok dalam proses pembelajaran.

(13)

resisten, guru masih menjadi pemain dan siswa penonton, guru aktif dan siswa pasif. Paradigma lama masih melekat karena kebiasaan yang susah diubah, paradigma mengajar masih tetap dipertahankan dan belum berubah menjadi peradigma membelajarkan siswa.

Demikian pula, pada pihak siswa, karena kebiasaan menjadi penonton dalam kelas, mereka sudah merasa cukup hanya dengan kondisi menerima dan tidak biasa memberi. Selain dari karena kebiasaan yang sudah melekat mendarah daging dan sukar diubah, kondisi ini kemungkinan disebabkan karena pengetahuan guru yang masih terbatas tentang bagaimana siswa belajar dan bagaimana cara membelajarkan siswa.

Keterbatasan pengetahuan guru ini yang diduga menjadi salah satu penyebab tidak efektifnya pengajaran di dalam kelas. Terlebih lagi pengajaran yang dilakukan guru tersebut disebabkan pula oleh kurang tepatnya guru dalam menggunakan strategi pembelajaran. Hal ini ditandai adanya kecenderungan guru dalam mengajarkan materi tersebut dengan metode ceramah secara klasikal. Dilandasi keinginan untuk mencari strategi pembelajaran yang lebih tepat dan efisien untuk meningkatkan hasil nilai penguasaan materi sumber daya alam pada siswa SDN 2 Kemiling Permai inilah, maka peneliti merasa perlu mengadakan penelitian tindakan kelas ini.

(14)

3

Dalam penelitian ini, penulis mengambil mata pelajaran IPA sebagai objek penelitian. Sebagaimana diketahui bahwa IPA merupakan salah satu mata pelajaran dalam Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) di tingkat sekolah dasar, oleh sebab itu guru dituntut untuk mampu meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar belajar siswa. Di sisi lain antusias peserta didik terhadap mata pelajaran ini sangat minim dibanding dengan mata pelajaran lain seperti pelajaran olahraga, kesenian dan ketrampilan. Untuk mengantisipasi kegagalan siswa dalam pembelajaran, maka diperlukan adanya strategi pembelajaran yang bisa menarik perhatian siswa sehingga timbul antusias yang tinggi selama proses pembelajaran berlangsung. Dari masalah - masalah seperti diungkapkan di atas, maka telah dilakukan penelitian ini dengan judul “Peningkatan Aktivitas dan Prestasi Belajar Siswa Melalui Media Gambar Mata Pelajaran IPA Materi Sumber Daya Alam

Kelas IV SD Negeri 2 Kemiling Permai’’

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan hasil belajar siswa-siswi kelas IV SDN 2 Kemiling Permai Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung pada mata pelajaran IPA tentang sumber daya alam dari 30 siswa hanya 10 siswa yang menguasai materi yang telah dibahas dengan nilai 70 ke atas. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat penguasaan materi hanya 25% sehingga belum memenuhi kriteria yang diharapkan yakni 75%. Permasalahan-permasalahan yang muncul dalam penulisan laporan ini dapat diidentifikasikan sebagai berikut:

1. Proses KBM yang tidak efektif.

(15)

4. Saat guru bertanya tentang materi yang telah dibahas siswa tidak bisa menjawab pertanyaan yang diberikan.

5. Hasil evaluasi belajar siswa dalam tes formatif tidak sesuai yang diharapkan.

Dari beberapa identifikasi masalah di atas perlu adanya perbaikan pembelajaran secepatnya sehingga hasil belajar siswa sesuai dengan yang diharapkan.

1.3 Analisis Masalah

Yang menjadi fokus perbaikan pembelajaran dalam hal ini adalah sebagai berikut: 1. Cara mengajar dan strategi guru pada pelajaran IPA kurang bervariasi. 2. Siswa kurang termotivasi pada pembelajaran pelajaran IPA di kelas.

3. Penggunaan media yang tidak maksimal serta guru kurang terampil menggunakannya dalam menjelaskan materi.

4. Bahasa yang digunakan guru dalam menjelaskan materi sulit dimengerti.

1.4 Batasan Penelitian

1. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN 2 Kemiling Permai

2. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 2 Kemiling Permai Tahun Pembelajaran 2012-2013

3. Penelitian ini fokus pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.

1.5 Rumusan Masalah

(16)

5

1. Bagaimana penggunaan media gambar dalam pembelajaran IPA tentang Sumber Daya Alam bagi siswa kelas IV SDN 2 Kemiling Permai Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung?

2. Bagaimana dampak penggunaan media gambar dalam upaya meningkatkan aktivitas siswa pada mata pelajaran IPA tentang Sumber Daya Alam bagi siswa kelas IV SDN 2 Kemiling Permai Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung?

1.6 Tujuan Penelitian

Tujuan Pembelajaran kepada anak baik anak didik maupun anak sendiri tentunya adalah agar kita tidak meninggalkan anak – anak kita dalam keadaan lemah baik pengetahuan umumnya maupun agama khususnya.

Artinya:“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar” (Qs : An-nisa : 9)

Tujuan dari pada penelitian yang dilakukan pada siswa kelas IV SDN 2 Kemiling Permai Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung ini adalah sebagai berikut : 1. Mendeskripsikan penerapan media gambar dalam pembelajaran IPA tentang

sumber daya alam.

(17)

1.7 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pembelajaran IPA. Kontribusi yang diberikan dalam hal ini adalah sebagai berikut:

1. Bagi Sekolah :

Hasil penelitian ini dapat dipergunakan sebagai masukan dalam perumusan kebijakan dalam upaya meningkatkan pendidikan di SDN 2 Kemiling Permai Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung.

2. Bagi peneliti / guru :

Hasil penelitian ini dapat dipergunakan untuk mengembangkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan penguasaan pemahaman tentang mata pelajaran IPA khususnya materi Sumber Daya Alam. Dari pengalaman tersebut diharapkan guru dapat mengembangkan kemampuannya untuk menerapkan pada pokok bahasan lain.

3. Bagi siswa :

(18)

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1 Kajian Materi Pembelajaran IPA

Untuk menanggapi kemajuan era global dan semakin pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi, kurikulum sains termasuk IPA terus disempurnakan untuk meningkatkan mutu pendidikan secara nasional. Agar tidak tertinggal dan untuk terus menyelaraskan dengan perkembangan jaman maka kita dituntut untuk terus memajukan ilmu pengetahuan tersebut.

Sehubungan dengan hal itu, sains memegang peran yang cukup signifikan dalam peningkatan kualitas sumber daya teknologi karena di dalamnya dipelajari berbagai sumber, asal, pemberdayaan serta pemanfaatan teknologi baik yang berasal dari alam maupun rekayasa manusia.

1. Pengertian IPA

(19)

2. Fungsi IPA di Sekolah Dasar

Dalam kehidupan sehari-hari IPA berfungsi sebagai media untuk menguasai konsep dan manfaat IPA serta memberikan bekal pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

3. Tujuan Pembelajaran

Adapun tujuan pembelajaran IPA di Sekolah Dasar adalah sebagai berikut :

Untuk menekankan pemahaman tentang pengetahuan dan konsep-konsep IPA yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk membangun imajinasi dan rasa ingin tahu siswa dan agar bisa bersikap positif menanggapi kemajuan sains dan teknologi.

Untuk meningkatkan kompetensi siswa untuk menyelidiki alam sekitarnya, memecahkan masalah dan membuat kesimpulan.

Ikut serta dalam memelihara dan menjaga lingkungan alam.

4. Ruang Lingkup

Di tingkat sekolah dasar (SD), ruang lingkup mata pelajaran IPA meliputi beberapa aspek diantaranya:

Pemahaman konsep dan penerapannya dalam kehidupan.

Penyelidikan atau penelitian, berkomunikasi ilmiah, pengembangan kreatifitas, dan pemecahan masalah, sikap dan nilai ilmiah sebagai kerja ilmiah.

(20)

9

2.2 Hakikat Pemahaman dalam Pembelajaran 1. Pengertian Pemahaman

Pemahaman bermakna mengerti atau mengetahui. Dalam Kamus besar Bahasa Indonesia pemahaman berarti suatu proses perbuatan, cara memahami sesuatu agar mengerti benar atau mengetahui benar (depdikbud Balai Pustaka, 1989). Sedangkan dalam dunia pendidikan pemahaman bermakna kemampuan memahami arti sesuatu bahan pelajaran seperti menafsirkan, menjelaskan, meringkas atau menerangkan suatu pengertian (Ali. M, 1992). Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pemahaman adalah kemampuan dalam mendapatkan jalan keluar terhadap suatu masalah. Oleh sebab itu seorang guru diharapkan membantu anak didiknya untuk bisa mengerti tentang ciri-ciri suatu obyek sehingga nantinya anak didik tersebut mampu menjelaskan tentang obyek yang dikenal atau diketahuinya.

2. Pentingnya Pemahaman dalam Pembelajaran

(21)

3. Cara meningkatkan Pemahaman

Usaha yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan pemahaman pada anak didiknya tentang materi yang telah diajarkan diantaranya :

Membuat rencana pembelajaran sesuai materi yang akan diberikan beserta tujuan instruksionalnya.

Menggunakan metode yang sesuai dengan materi pembelajaran.

Menciptakan suasana yang untuk memancing motifasi dan kreatifitas anak didik.

Memberi motifasi pada siswa agar lebih aktif, kreatif dan lebih rajin belajar. Memberi kesimpulan dan evaluasi secara garis besar tentang materi yang telah diajarkan untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.

2.3 Pembelajaran Aktif dan Inovatif 1. Strategi Pembelajaran

Dalam proses balajar mengajar tentunya ada tujuan yang harus dicapai. Oleh sebab itu, untuk pencapaian tujuan tersebut kita perlu menyampaikan materi yang terdiri dari berbagai konsep tepat pada sasaran yakni membuat siswa mengerti dan paham betul tentang apa yang mereka dapatkan. Sehubungan dengan hal itu diperlukan pula suatu pendekatan dan strategi tertentu. Pendekatan yang dimaksud diantaranya seperti pemecahan masalah, latihan soal, praktik, hafalan dan mungkin dengan pendekatan yang lainnya.

(22)

11

empat komponen pokok yaitu pembawa materi , penyaji materi, pendekatan dan penerima materi ( 1988 : 243 ). Pengaturan materi kurikulum tersebut dinamakan strategi belajar mengajar.

2. Media pembelajaran

Media pembelajaran adalah alat bantu pembelajaran yang bertujuan untuk membantu keberhasilan proses pembelajaran. Dick dan Carey mengungkapkan bahwa pemilihan media pembelajaran berdasarkan pada empat faktor yakni ketersediaan sumber setempat; adanya dana, tenaga dan fasilitas; kepraktisan, keluwesan, dan ketahanan; serta efektifitas biaya dalam waktu lama ( 1978).

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pemilihan media juga harus memperhatikan kemampuan pengadaan media yakni berkaitan dengan biaya yang harus dikeluarkan dan waktu yang harus dihabiskan dengan media ynag sedang digunakan. Oleh sebab itu pemilihan media hendaknya disesuaikan dengan tujuan, kemampuan, kepraktisan, ketepatgunaan dan kefektifan waktu yang digunakan.

Pengertian Media Pembelajaran :

Media Gambar

(23)

Media gambar menyajikan fakta, ide atau gagasan melalui kata-kata, kalimat, angka-angka, dan simbol atau gambar grafis yang biasa digunakan untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide dan mengilustrasikan fakta-fakta sehingga menarik dan diingat orang.

Gagne mengungkapkan bahwa media yang berupa berbagai jenis komponen dalam lingkungan pendidikan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar (AECT, 1977).

Berikut ini adalah saran-saran yang dapat digunakan guru untuk mengarah pada prosedur pembelajaran yang terarah yang dapat membantu mengoptimalkan siswa dalam belajar :

1. Siapkan semua strategi, metode dan peralatan yang akan digunakan di dalam ruang kelas sebelum memulai pembelajaran.

2. Buatlah formasi letak tempat duduk siswa sesuai dengan kompetensi siswa. Kemudian manfaatkan pertemuan pertama dengan siswa untuk perkenalan atau pembukaan atas materi yang akan dibahas. Secara spesifik tunjukkan cara-cara belajar IPA yang baik, kemudian buatlah kesepakatan terkait aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh peserta didik, misal siswa yang tidak mengerjakan diberi sangsi.

(24)

13

siswa dalam proses belajar mengajar. Misalkan senantiasa mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang kita ajarkan.

4. Selalu memulai dan mengakhiri pembelajaran tepat waktu serta dengan salam yang menghangatkan, yaitu salam penuh kasih dan hormat.

5. Pada saat membuka pelajaran hendaknya mengulas sejenak materi sebelumnya agar siswa senantiasa ingat tentang materi tersebut. Dan isilah proses pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran yang relevan serta menjelaskan materi sejelas mungkin hingga anak didik betul-betul paham.

6. Ajaklah anak didik untuk aktif dan kreatif dalam pembelajaran misalnya dengan cara meminta siswa untuk menyebutkan contoh-contoh sumber daya alam yang bisa dinikmati manusia.

7. Sebelum menutup pelajaran berilah kesimpulan secara garis besar terhadap materi yang telah dibahas.

3. Prosedur Pembelajaran Aktif

Proses pembelajaran di kelas dapat dipandang sebagai tiga bagian kegiatan yang terurut, yaitu:

(25)

telah terangsang untuk berfikir ini berarti siswa telah siap secara mental untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran IPA, dan bila terjadi sebaliknya berarti secara mental siswa belum siap terlibat dalam pembelajaran.

Menurut Silberman (2006:100-102), mengawali kegiatan pembelajaran aktif dengan prosedur sebagai berikut:

1. Tentukan rentang waktu yang pasti untuk kegiatan awal pembelajaran. 2. Ucapkan salam pembuka yang menghangatkan siswa.

3. Sediakan daftar pertanyaan yang terkait dengan materi pelajaran. Seperti materi IPA, misalnya:

1. Kata-kata untuk didefinisikan,

2. Soal-soal sederhana dari materi yang dibahas,

3. Pertanyaan tentang aplikasi IPA sederhana dalam kehidupan sehari-hari .

b. Prosedur Mengaktifkan Siswa Belajar IPA Pada Inti Pembelajaran Telah dikemukakan di atas bahwa pendidikan IPA di segala jenjang dimaksudkan untuk membangun pengetahuan, keterampilan dan sikap terkait dengan pengetahuan alam sekitar. Pembelajaran aktif dalam pendidikan IPA dapat berlangsung dalam proses penyelidikan atau proses bertanya. Siswa dikondisikan dalam sikap mencari (aktif) bukan sekedar menerima (reaktif). Kondisi ini terjadi jika siswa dilibatkan dalam tugas dan kegiatan yang secara harus mendesak mereka untuk berfikir, bekerja, dan merasakan.

(26)

15

1. Mengkondisikan situasi belajar IPA menjadi kegiatan siswa mengupayakan pemecahan masalah atau mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan, baik masalah atau pertanyaan yang diajukan guru maupun siswa;

2. Mendorong ketertarikan siswa untuk mendapatkan informasi atau menguasai keterampilan melalui pemecahan masalah atau mencari jawaban atas pertanyaan;

3. Mendesak siswa secara halus untuk bergerak mengkaji atau menilai suatu jawaban pertanyaan, suatu pendapat (gagasan), atau suatu penyelesaian masalah. Guru dapat menggunakan berbagai strategi dengan berbagai teknik untuk membuat siswa lebih aktif dalam kegiatan inti yakni dengan mengamati penggunaan media realita dan juga merangsanag mereka untuk berpikir aktif dengan melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Berikut ini adalah strategi yang dapat digunakan guru untuk membuat siswa aktif belajar dalam materi sumber daya alam :

1. Menstimulir rasa ingin tahu siswa Prosedur :

1. Ajukan pertanyaan atau masalah yang kompleks (sukar) atau yang mempunyai beberapa kemungkinan jawaban untuk menstimulasi keingintahuan siswa tentang materi yang akan diajarkan.

(27)

3. Doronglah siswa untuk berfikir, membuat skema atau diagram, dan membuat

dugaan umum yakni denagn menggunakan frase seperti “ coba tebak” atau

“coba jawab”, “coba sebutkan”.

4. Sebagai variasi, buatlah siswa berpasangan dan membuat dugaan secara kolektif.

5. Gunakan pertanyaan itu untuk mengarahkan siswa kepada apa yang hendak diajarkan. Anda perlu memastikan bahwa siswa lebih menaruh perhatian terhadap pelajaran dibanding biasanya.

2. Menstimulir siswa untuk belajar mandiri Prosedur :

1. Bagikan kepada siswa bahan ajar, disertai beberapa pertanyaan atau masalah yang berurutan dari yang sederhana sampai yang kompleks.

2. Perintahkan siswa untuk mempelajari bahan ajar secara mandiri atau berpasangan.

3. Perintahkan siswa untuk menggaris bawahi pada materi yang belum mereka pahami. Anjurkan untuk menggaris bawahi kata-kata tentang materi tersebut

sebanyak mungkin, misal ’sumber daya alam’; ’ benda yang terbuat dari

kayu’ dan lain sebagainya.

4. Perintahkan siswa untuk mengemukakan pertanyaan secara tertulis, misalnya dengan membuat pertanyaan tentang frase atau kata yang mereka garis bawahi diantaranya :

a. ”apakah sumber daya alam?”

(28)

17

5. Berikan penjelasan sebagai sarana pemantapan dari jawaban atas pertanyaan siswa.

6. Perintahkan siswa menyelesaikan masalah dalam bahan ajar secara mandiri atau berpasangan.

7. Perintahkan siswa untuk mengemukakan jawaban masalah. Berikan kesempatan siswa lain memberikan komentar atau mengemukakan kemungkinan jawaban lain.

8. Berikan pemantapan jawaban atas pertanyaaan tersebut.

c. Prosedur Mengaktifkan Siswa Belajar IPA Pada Kegiatan Penutup Pembelajaran

Pada kegiatan menutup pembelajaran dapat dimanfaatkan guru untuk:

1. memotivasi siswa untuk mempelajari ulang bahan ajar dan atau menyelesaikan tugas rumah secara mandiri atau kelompok,

2. menyimpulkan secara garis besar materi yang telah dibahas, 3. memberikan informasi bahan ajar untuk pertemuan berikutnya,

4. mendapatkan penilaian dari siswa guna perbaikan proses pembelajaran, 5. memberikan salam penutup.

Cara yang baik untuk membelajarkan membuat ikhtisar bahan ajar adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk membuat ikhtisar dan menyajikan ikhtisar kepada siswa lain. contohya, sebagai berikut:

a. Apa judul materi yang baru saja dipelajari?

(29)

2.4 Kerangka Pemikiran

Dengan menggunakan media gambar dan realita maka seorang siswa akan selalu mengingat materi yang telah mereka terima dalam pembelajaran karena pembelajaran yang menyenangkan , sehingga dengan cara ini materi yang dibahas akan selalu berkesan dalam pemikirannya dan konsep yang harus dikuasai siswa akan mudah diterimanya hal ini sesuai dengan prinsip learning by seeing the actual object/ media gambar, yang menyatakan bahwa pembelajaran akan cepat dikuasai siswa dengan siswa tersebut ikut melihat atau mengamati media yang relevan dengan materi dalam pembelajaran.

2.5 Hipotesis Tindakan

Dalam berbagai model penelitian untuk menemukan kebenaran ilmiah, memakai hipotesis, yaitu penelitian analisis verifikatif, namun ada pula yang non hipotesis, seperti penelitian deskriptif, yang terdiri dari deskriptif developmental dan deskriptif eksploratif dan lain-lain.

Dari uraian pada kajian teori yang telah dipaparkan maka dapat disusun hipotesis tindakan sebagai berikut:

(30)

19

(31)

Tindakan

Tindakan METODE PENELITIAN

3.1 Tindakan Penelitian

Prosedur penelitian yang digunakan berbentuk siklus (cycle) yang mengacu pada model Elliot’s (Hopkins, 1993 : 12). Siklus tidak hanya berlangsung satu kali, tetapi dua kali sehingga diharapkan tercapai tujuan pembelajaran dalam pembelajaran dikelas. Setiap siklus terdiri dari empat kegiatan pokok yaitu : Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi, dan Refleksi (Hopkins, 1993). Penelitian ini dikembangkan secara bersama-sama. Atau jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan atau Field research yaitu suatu penelitian yang dilakukan dalam kehidupan yang sebenarnya di lapangan.

Perencanaan

Refleksi SIKLUS I

Pengamatan

Perencanaan

Refleksi SIKLUS II

Pengamatan

Perencanaan

Gambar 1. Diagram Langkah-langkah penelitian dimodifikasi dari Kemris dan Tanggart dalam Hopkins (Arikunto, 2008 : 16), (Sumber :

(32)

21

3.2 Lokasi dan Subyek Penelitian

Perbaikan pembelajaran dilakukan di kelas IV SDN 2 Kemiling Permai Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung yang diikuti oleh 30 siswa yang terdiri dari 16 siswa perempuan dan 14 siswa laki-laki.

1. Pelaksanaan Pembelajaran siklus I

Mata Pelajaran : IPA / Sumber Daya Alam Tempat : SDN 2 Kemiling Permai

Kelas : IV ( empat )

Waktu/ Tanggal : 2 X 35 menit / Senin, 26 November 2012

2. Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran siklus II Mata Pelajaran : IPA / Sumber Daya Alam Tempat : SDN 2 Kemiling Permai

Kelas : IV ( empat )

Waktu/ Tanggal : 2 X 35 menit / Kamis, 13 Desember 2012

3.3 Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

(33)

Gambar 2. Bagian Alur Siklus Tindakan Penelitian Kelas (PTK)

3.4 Prosedur Penelitian 1. Perbaikan Siklus I

Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik pembelajaran yang bersifat observasi langsung. Artinya guru secara langsung berada pada aktifitas mengajar yang bertujuan untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam menjawab masalah yang ada. Di samping itu, guru juga menggunakan sistem putaran atau siklus. Siklus ini akan berakhir apabila pembelajaran yang dihadapi telah tuntas. Dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran IPA ini penulis menggunakan 2 siklus.

(34)

23

3.5 Rencana Perbaikan Pembelajaran

Hasil analisis dan perumusan masalah tersebut diatas menunjukkan bahwa program perbaikan pembelajaran dilakukan oleh guru untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam materi pelajaran IPA.

Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal berikut ini adalah persiapan yang perlu dilakukan sebelum memulai proses pembelajaran :

1. Membuat skenario perbaikan pembelajaran dan mempersiapkan sarana dan fasilitas yang digunakan dan mendukung pelaksanaan tindakan

2. Mempersiapkan cara observasi dan membuat kesepakatan dengan teman sejawat tentang hal-hal yang berkaitan dengan observasi.

3. Melaksanakan simulasi rencana perbaikan pembelajaran siklus I.

a. Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran Siklus I

1. Dalam perbaikan pembelajaran siklus I kemampuan awal anak dirangsang dengan pertanyaan-pertanyaan. Hal ini dilakukan untuk merangsang kemampuan awal mereka agar secara mental lebih siap menerima materi yang akan diberikan guru sebelum memasuki kegiatan inti.

2. Setelah guru memberikan apersepsi, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran pada hari itu agar siswa mendapat gambaran yang jelas tentang materi yang akan dipelajari. Guru menyiapkan alat-alat pembelajaran seperti media gambar.

3. Guru menjelaskan materi dengan bantuan alat peraga berupa media gambar. 4. Siswa mengamati dan menyimak penejelasan guru.

(35)

6. Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok dan membagikan Lembar Kegiatan Siswa.

7. Masing-masing kelompok mengisi lembar kegiatan berdasar hasil pengamatan.

8. Guru membimbing siswa berdiskusi untuk mengerjakan lembar soal dan memberi pengarahan bila ada kelompok yang mengalami kesulitan. Sambil mengamati guru memberi penilaian proses terhadap diskusi kelompok. 9. Tiap kelompok menyimpulkan hasil diskusi dengan kelompoknya. 10. Hasil kerja siswa dikumpulkan dan dibahas bersama guru.

11. Guru dan siswa membahas hasil kerja kelompok bersama.

3.6 Pengumpulan Data

3.6.1 Metode Pengumpulan Data

Telah jelas bahwa dalam penelitian metode merupakan faktor yang sangat penting yang menjadi tonggak berhasil atau tidaknya suatu penelitian. Penggunaan metodologi yang tepat dan sesuai dengan masalah dalam penelitian akan membuahkan hasil yang sempurna serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Di samping itu kesalahan-kesalahan yang terjadi saat penelitian dapat dikurangi seminimal mungkin.

Seperti telah diuraikan di atas bahwa metodologi merupakan komponen yang sangat penting, dengan kata lain metode penelitian adalah suatu ilmu pengetahuan yang mengulas secara rinci tentang tata cara menggandakan penelitian sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

(36)

25

Secara umum observasi adalah pengamatan dengan tujuan mengumpulkan data yang valid dan akurat yang diperlukan untuk menjawab masalah tertentu yang timbul dalam penelitian. Observasi ini bertumpu pada proses dan hasil serta pengaruh pembelajaran yang telah dilakukan sebagai tindakan perbaikan terhadap peserta didik. Pengaruh serta proses yang telah diamati diidentifikasi kemudian hasilnya akan digunakan untuk menyusun kembali langkah-langkah perbaikan. Dalam melakukan obsevasi ini diperlukan adanya beberapa instrumen diantaranya:

Rencana Perbaikan Pembelajaran ( terlampir) Lembar Pengamatan Siswa ( terlampir)

Lembar Observasi Guru ( terlampir) b. Tes

Tes merupakan alat ukur kemampuan yang berupa seperangkat pertanyaan-pertanyaan yang digunakan unutk mengukur apakah materi yang diberikan sudah atau belum berhasil. Menurut Suharsimi Arikunto tes adalah pertanyaan atau latihan dan alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelejensi atau bakat-bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (1985:105). Oleh sebab itu peneliti menggunakan tes prestasi dalam penelitian ini guna mengetahui sejauh mana keterampilan siswa tentang materi yang dibahas serta mengukur tingkat pencapaian seorang siswa setelah mempelajari sesuatu. Instrumen-instrumen yang digunakan peneliti dalam tes adalah sebagai berikut:

(37)

b. Data Hasil Pengamatan

Peneliti dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran ini, peneliti dibantu oleh teman sejawat yang mengamati berbgai hal yang menjadi kendala dalam proses pembelajaran di mana selama proses pembelajaran siswa kurang respek pada materi yang dibahas, guru kurang kreatif dalam menggunakan alat peraga, tidak mendorong siswa untuk lebih antusias dan kreatif sehingga bila diberi pertanyaan oleh guru siswa tidak dapat menjawab dengan benar, selain itu media realita yang digunakan tidak bisa mengundang minat siswa untuk bertanya atau mengungkapkan pendapat dikarenakan penjelasan guru kurang bisa dimengerti oleh siswa.

3.6 Instrumen Penilaian

a. Validitas Adalah : Suatu Ukuran yang menunjukkan tikat kevaliditasan dan kesahihan intrumen, untuk menentukan validitas butir soal dapat digunakan berapa tahapan dan

Telah jelas bahwa dalam penelitian metode merupakan faktor yang sangat penting yang menjadi tonggak berhasil atau tidaknya suatu penelitian. Penggunaan metodologi yang tepat dan sesuai dengan masalah dalam penelitian akan membuahkan hasil yang sempurna serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Di samping itu kesalahan-kesalahan yang terjadi saat penelitian dapat dikurangi seminimal mungkin.

Seperti telah diuraikan di atas bahwa metodologi merupakan komponen yang sangat penting, dengan kata lain metode penelitian adalah suatu ilmu pengetahuan yang mengulas secara rinci tentang tata cara menggandakan penelitian sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

(38)

27

Observasi

Secara umum observasi adalah pengamatan dengan tujuan mengumpulkan data yang valid dan akurat yang diperlukan untuk menjawab masalah tertentu yang timbul dalam penelitian. Observasi ini bertumpu pada proses dan hasil serta pengaruh pembelajaran yang telah dilakukan sebagai tindakan perbaikan terhadap peserta didik. Pengaruh serta proses yang telah diamati diidentifikasi kemudian hasilnya akan digunakan untuk menyusun kembali langkah-langkah perbaikan. Dalam melakukan obsevasi ini diperlukan adanya beberapa instrumen diantaranya:

Rencana Perbaikan Pembelajaran ( terlampir) Lembar Pengamatan Siswa ( terlampir) Lembar Observasi Guru ( terlampir)

Tes

Tes merupakan alat ukur kemampuan yang berupa seperangkat pertanyaan-pertanyaan yang digunakan unutk mengukur apakah materi yang diberikan sudah atau belum berhasil. Menurut Suharsimi Arikunto tes adalah pertanyaan atau latihan dan alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelejensi atau bakat-bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Oleh sebab itu peneliti menggunakan tes prestasi dalam penelitian ini guna mengetahui sejauh mana keterampilan siswa tentang materi yang dibahas serta mengukur tingkat pencapaian seorang siswa setelah mempelajari sesuatu. Instrumen-instrumen yang digunakan peneliti dalam tes adalah sebagai berikut:

(39)

Lembara evaluasi akhir ( terlampir ) Lembar analisis ( terlampir )

d. Data Hasil Pengamatan

Peneliti dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran ini, peneliti dibantu oleh teman sejawat yang mengamati berbgai hal yang menjadi kendala dalam proses pembelajaran di mana selama proses pembelajaran siswa kurang respek pada materi yang dibahas, guru kurang kreatif dalam menggunakan alat peraga, tidak mendorong siswa untuk lebih antusias dan kreatif sehingga bila diberi pertanyaan oleh guru siswa tidak dapat menjawab dengan benar, selain itu media realita yang digunakan tidak bisa mengundang minat siswa untuk bertanya atau mengungkapkan pendapat dikarenakan penjelasan guru kurang bisa dimengerti oleh siswa.

e. Data nilai Evaluasi Akhir

Hasil evaluasi akhir mata pelajaran sains tentang sumber daya alam pada pembelajaran perbaikan siklus II jumlah siswa kelas IV sebanyak 30 siswa dengan urutan nilai, data nilai di bab IV.

f. Refleksi

Berdasarkan pengamatan teman sejawat dan hasil renungan guru melaksanakan pembelajaran IPA siklus II diperoleh hasil sebagai berikut :

(40)

29

Dalam proses KBM guru telah terampil menggunakan alat peraga dan juga menggunakan metode pendukung sebagai upaya berhasilnya proses pembelajaran yang telah dilakukan.

Guru aktif membimbing siswanya dalam kelompok diskusi sehingga siswa merasa terdorong dan termotivasi dalam mengerjakan tugas.

Bahasa yang digunakan guru dalam menjelaskan materi bahasan telah jelas dan mudah dimengerti oleh siswa sehingga sebagian besar dari mereka bisa menjawab pertanyaan guru dengan lengkap dan rinci.

Dari kedua siklus yang telah dilakukan terbukti bahwa pembelajaran yang dilaksanakan sudah menunjukkan keberhasilan meskipun belum sempurna. Kemajuan hasil belajar yang diperoleh siswa setelah siklus II merupakan sebuah bukti adanya peningkatan hasil belajar. Dari fenomena pendidikan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ada faktor-faktor yang bisa mempengaruhi prestasi belajar siswa diantaranya adalah sebagai berikut:

Kesehatan jasmani (kesehatan fisik) seorang anak.

Keadaan psikologi seorang anak seperti kemampuan intelejensi, bakat, minat serta kesiapan atau kematangan siswa.

Latar belakang sosial siswa yang meliputi keluarga, yakni cara orang tua mendidik dan membiasakan seorang anak, keadaan ekonomi serta suasana dalam keluarga.

Komunikasi antara guru dan siswa yang masih minim.

(41)

unutk mendidik siswa di dalam kelas saja tetapi juga harus memperhatikan keadaan bahkan latar belakang peserta didik sehingga bilamana terdapat permasalahan dalam pembelajaran dapat segera ditemukan jalan keluarnya.

a. Indikator Keberhasilan

Kreteria keberhasilan didasarkan kepada pencapaian SK dan KD dengan memberdayakan

peserta didik untuk membangun kemampuan, bekerja ilmiah dan pengetahuan sendiri

yang difasilitasi oleh guru. Sehingga dengan belajar IPA siswa dapat mempelajari dan

memahami lebih mendalam tentang sumber daya alam dan alam sekitar, serta mampu

mengembangkan lebih lanjut dengan menerapkannya didalam kehidupan sehari hari.

Didalam penelitian ini kreteria keberhasilan dilihat dari hasil tes yang diberikan guru,

sudah mencapai standar kelulusan apa belum. Jadi melalui penskoran atau nilai yang

diperoleh siswa dalm mengerjakan soal.

Data penelitian dikumpulkan menggunakan data kuantitatif diperoleh dari hasil belajar berupa rata-rata dari tes, lembar kerja, presentasi siswa dan latihan yang dikerjakan siswa. Tes dilaksanakan pada setiap akhir siklus dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa. Data yang diperoleh pada setiap tahapan penelitian dianalisis dengan menggunakan data kualitatif dan kuantitatif, peneliti langsung menganalisis segala sesuatu yang dilihat dan diamati, baik mengenai situasi maupun suasana kelas, serta hubungan siswa satu dengan yang lainnya b. Instrumen Penilaian

Validitas Adalah : Suatu ukuran yang menunjukkan tikat kevalidatisan dan kesahihan intrumen, untuk menentukan validitas butir soal dapat digunakan berapa tahapan dan rumus sbb:

(42)

31

Tabel 3.1 Tbel penilaian dengan 10 butir soal dan 30 orang peserta

NO NOMOR BUTIR INSTRUMEN SKOR

Tabel 3.2 Tabel Penilaian Validitas dengan 10 butir soal dan 30 orang peserta penyelesaian

NO NOMOR BUTIR INSTRUMEN Xt Xt2

(43)

9 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 5 25

Analisa validitas dari soal diatas adalah : Nilai = 224 2= 1710

Nilai Padalah jumlah yang menjawab benar pada butir 1 yang menjawab benar 27 orang berarti P = 27/30 = 0.9

Nilai Q adalah 1-P (Pada butir 1 nilai Q adalah 1-9 = 0.1 Demikianpula untuk butir soal seterusnya

Menghitung rata-rata skor total :

MT =

Menghitung Mp setiap butir soal (rata-rata hitung dari skor total yang dijawab dengan benar )

(44)

33

Pada butir 1 yang menjawab benar ada 27 orang

(1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,13,14,15,17,18,,19,20,21,7+7) Totalnya adalah + Maka Mp dapat dicari dengan menggunakan rumus : Mp = 2004/27 = 7.5

Menghitung standar deviasi total :

2

= 2

= =

Maka dapat diketahui validitas dari butir 1 adalah :s

Rpbis =

=

=

= (017) (3) = 0,52

= 0,5 ...Valid

Makin tertingi koefisien korelasi yang dimiliki semakin valid butir instrumen tersebut, secara umum jika koefisien korelasinsudah lebih basar daro 0,3 maka butir instrumen tersebut sudah dikatakan valid( Weiresma and juRS , 1990) c. Reabilitas

Reabilitas adalah : tingkat keajengan suatu test, sejauh mana test dapat dipercaya, analisis reabilitasi butir soal dengan metode kuder-richardson ( Kr20)

(45)

P = Proporsi jawaban benar Q = Proporsi jawaban salah (1-P)

Untuk menghitung harga P dan Q sama dengan yang diuraikan pada pembahasan validitas butir instrumen, sedangkan mencari atau variant adalah :

S2=

Analisis reabilitas untuk butir soal no 1 adalah sebagai berikut :

Tabel 3.3 Tabel penilaian reabilitas dengan 10 butir soal dan 30 orang peserta

(46)

35

Tabel 3.4 Tabel Penilaian reabilitas dengan 10

NO NOMOR BUTIR INSTRUMEN Xt Xt2

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

- Hitung Skor rata-rata dengan rumus :

- X=∑ - = 7,46

Menghitung reabilitas dengan rumus utuk butir 1 sebagai berikut

(47)

NO NOMOR BUTIR INSTRUMEN SKOR

Koefisian korelasi berada antara 0-1, suatu instrumen dikatakan reliabel jika koefisiennya≥0.6 , Makin tinggi koefisien korelasinya makin reliabel instrumen tersebut.

d. Analisis butir soal

Data hasil uji coba 10 butir soal terhadap 30 orang peserta

(48)

37

Hasil perhitungan dan sebaran tingkat kesukaran butir soal berdasarkan data Tabel 3.6 Tabel hasil perhitungan dan sebaran tingkat kesukaran butir soal

berdasarkan data

- Dan seterusnya sampai dengan butir soal no 10

e. Daya pembeda soal pilihan Ganda

Untuk menentukan daya pembeda soal bentuk pilihan ganda maka akan kita perhatikan kembali tabel hasil pelaksanaan uji coba 10 butir test pilihan ganda pada 30 orang siswa dengan langkah sebagai berikut ;

(49)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Tabel 3.7 Tabel uji coba pilihan ganda

NO NOMOR BUTIR SOAL SKOR

30% kelompok atas

30% kelompok bawah

Pada tabel di atas kota kelompokkan peserta test menjadi dua kelompok, teratas yaitu : 33% dari 45 peserta maka jumlahnya menjadi 15 orang, begitu juga kelompok bawah ada 15 orang dari 33 % x 45 orang peserta Langkah selanjutnya adalah menghitung proporsi jawaban benar untuk butir soal pada kelompok atad dan kelompok bawah untuk keperluan perhitungan kita buat kedua kelompok tersebt seperti pada tabel.

Tabel 3.8 Tabel proporsi jawaban benar

(50)

39

Untuk menghitung proporsi menjawab benar pada baris p, perhitungan menggunakan rumus “tingkat kesukaran “butir soal.

Tabel 3.9 Tabel Proporsi jawaban benar tingkat bawah

NO NOMOR BUTIR SOAL SKOR

Langkah selanjutnya membandingkan proporsi menjawab benar, butir soal untuk kedua kelompok untuk memudahkan perhitungan daya pembeda butir soal, maka disajikan dalam bentuk tabel.

Tabel 3.10 Tabel Kategori Benar

Nomor Butir Proporsi menjawab benar Daya Pembeda (D)

Kelompok Atas Kelompok Bawah

Untuk mendapatkan validitas yang baik, maka instrumen test diujicobakan dikelas 3.8 Menganalisa Hasil Uji Coba Test

(51)
(52)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPULAN

Penelitian Tindakan Kelas Mata Pelajaran IPA Kelas IV Semester I di SDN 2 Kemiling Permai dengan Judul Peningkatan Aktivitas dan Prestasi Belajar Siswa Melalui Media Gambar Mata Pelajaran IPA Materi Sumber Daya Alam Kelas IV SD Negeri 2 Kemiling Permai’’, menghasilkan kesimpulan sebagai berikut :

1. Ada peningkatan aktivitas dan prestasi belajar siswa melalui media gambar terhadap pelajaran IPA materi sumber daya alam pada siswa kelas IV SDN 2 Kemiling Permai Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung tahun pelajaran 2012 / 2013

(53)

5.2 SARAN

Berdasarkan kesimpulan dari kegiatan PTK yang telah dilaksanakan, ada beberapa hal yang sebaiknya menjadi masukan bagi guru untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran IPA yaitu :

1. Pelaksanaan pembelajaran IPA dengan menggunakan model pembelajaran media gambar hendaknya lebih ditingkatkan lagi, karena dapat melatih kreatifitas dan keberanian siswa dalam mengungkapkan pendapatnya.

2. Guru hendaknya lebih banyak memberikan kesempatan siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran karena hal ini dapat mempermudah pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.

(54)
(55)

Gambar

Tabel
Tabel . View in document p.8
Gambar 1. Diagram Langkah-langkah penelitian dimodifikasi dari Kemris danTanggart dalam Hopkins (Arikunto, 2008 : 16), (Sumber :Depdikbud tahun 1999)
Gambar 1 Diagram Langkah langkah penelitian dimodifikasi dari Kemris danTanggart dalam Hopkins Arikunto 2008 16 Sumber Depdikbud tahun 1999 . View in document p.31
Gambar 2.Bagian Alur Siklus Tindakan Penelitian Kelas (PTK)
Gambar 2 Bagian Alur Siklus Tindakan Penelitian Kelas PTK . View in document p.33
Tabel 3.1 Tbel penilaian dengan 10 butir soal dan 30 orang peserta
Tabel 3 1 Tbel penilaian dengan 10 butir soal dan 30 orang peserta. View in document p.42
Tabel 3.3 Tabel penilaian reabilitas dengan 10 butir soal dan 30 orang peserta
Tabel 3 3 Tabel penilaian reabilitas dengan 10 butir soal dan 30 orang peserta. View in document p.45
Tabel 3.4 Tabel Penilaian reabilitas dengan 10
Tabel 3 4 Tabel Penilaian reabilitas dengan 10. View in document p.46
Tabel 3.5 Tabel Penilaian analisis butir soal dengan 10 butir soal dan 30
Tabel 3 5 Tabel Penilaian analisis butir soal dengan 10 butir soal dan 30. View in document p.47
Tabel 3.6 Tabel hasil perhitungan dan sebaran tingkat kesukaran butir soalberdasarkan data
Tabel 3 6 Tabel hasil perhitungan dan sebaran tingkat kesukaran butir soalberdasarkan data. View in document p.48
Tabel 3.8 Tabel proporsi jawaban benar
Tabel 3 8 Tabel proporsi jawaban benar. View in document p.49
Tabel 3.7 Tabel uji coba pilihan ganda
Tabel 3 7 Tabel uji coba pilihan ganda. View in document p.49
Tabel 3.10 Tabel Kategori Benar
Tabel 3 10 Tabel Kategori Benar. View in document p.50
Tabel 3.9 Tabel Proporsi jawaban benar tingkat bawah
Tabel 3 9 Tabel Proporsi jawaban benar tingkat bawah. View in document p.50

Referensi

Memperbarui...

Download now (55 pages)