PENGARUH MINAT BACA DAN PENGUASAAN KOSAKATA TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SDN DABIN III DIRGANTARA DEMAK

Gratis

9
42
216
2 years ago
Preview
Full text
PENGARUH MINAT BACA DAN PENGUASAAN KOSAKATA TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SDN DABIN III DIRGANTARA DEMAK SKRIPSI disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Oleh Yessy Tiya Andriani 1401412388 JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2016 i PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN Yang bertanda tangan di bawah ini: nama : Yessy Tiya Andriani NIM : 1401412388 Jurusan/ Program Studi : FIP/ PGSD menyatakan bahwa skripsi saya berjudul “Pengaruh Minat Baca dan Penguasaan Kosakata terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV SDN Dabin III Dirgantara Demak” ini adalah hasil karya sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain baik sebagian atau seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. ii PERSETUJUAN PEMBIMBING Skripsi atas nama Yessy Tiya Andriani NIM 1401412388 berjudul “Pengaruh Minat Baca dan Penguasaan Kosakata terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV SDN Dabin III Dirgantara Demak” telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian skripsi Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang pada: hari : Jumat tanggal : 29 Juli 2016 Semarang, 29 Juli 2016 Dosen Pembimbing I, Dosen Pembimbing II, Trimurtini, S.Pd., M.Pd. Drs. Isa Ansori, M.Pd. NIP.198105102006042002 NIP.196008201987031003 Mengetahui, Ketua Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Drs. Isa Ansori, M.Pd. NIP.196008201987031003 iii PENGESAHAN KELULUSAN Skripsi atas nama Yessy Tiya Andriani NIM 1401412388 berjudul “Pengaruh Minat Baca dan Penguasaan Kosakata terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV SDN Dabin III Dirgantara Demak” ini telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang dan diterima untuk memenuhi persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan pada: hari : Jumat tanggal : 19 Agustus 2016 Semarang, 19 Agustus 2016 Ketua, Sekretaris, Prof. Dr. Fakhruddin, M.Pd. Drs. Sukardi, S.Pd., M.Pd. NIP 195604271986031001 NIP 197701262008121003 Penguji Utama, Dra. Sri Susilaningsih, S.Pd., M.Pd. NIP 195604051981032001 Pembimbing Utama, Pembimbing Pendamping, Trimurtini, S.Pd., M.Pd. Drs. Isa Ansori, M.Pd. NIP 198105102006042002 NIP 196008201987031003 iv MOTO DAN PERSEMBAHAN MOTO “Belajar membaca bagaikan menyalakan api, setiap suku kata yang di eja akan menjadi percik yang menerangi” (Victor Hugo) PERSEMBAHAN Teriring rasa syukur pada Allah SWT dan tak lupa sholawat serta salam untuk Nabi besar Muhammad SAW, kupersembahkan karya ini untuk: Pardji dan Siti Nyuntatik (Kedua orang tuaku tercinta yang senantiasa mendoakanku) v PRAKATA Puji syukur peneliti panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya, sehingga peneliti sungguh-sungguh dalam menyelesaikan skripsi ini. Peneliti menyadari banyak hambatan yang menimbulkan kesulitan dalam menyelesaikan skripsi ini, namun berkat rahmat-Nya, akhirnya skripsi ini dapat selesai. Peneliti menyadari bahwa penulisan skripsi telah melibatkan berbagai pihak. Maka dengan segala kerendahan hati peneliti menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuannya. Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada: 1. Dr. H. Fathur Rokhman, M.Hum., Rektor Universitas Negeri Semarang Rektor yang telah memberikan kesempatan studi kepada penulis di kampus konservasi UNNES. 2. Prof. Dr. Fakhruddin, M.Pd.,Dekan Fakultas Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. 3. Drs. Isa Ansori, M.Pd., Ketua Jurusan PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. 4. Dra. Sri Susilaningsih, S.Pd., M.Pd., Dosen Penguji Utama yang telah menguji skripsi ini dan memberikan masukan yang membangun. 5. Trimurtini, S.Pd., M.Pd., Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan sehingga skripsi ini dapat peneliti selesaikan dengan lancar. 6. Drs. Isa Ansori, M. Pd., Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan sehingga skripsi ini dapat peneliti selesaikan dengan lancar. 7. Eri Supraptini, S.Pd., M.Pd., Kepala UPTD Karanganyar Demak, yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian. 8. Kepala Sekolah SDN Dabin III Dirgantara Demak yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian. 9. Teman-temanku se-almamater yang telah memberikan kerjasamanya. 10. Berbagai pihak yang telah membantu menyelesaikan skripsi ini. vi semangat dan Dalam menyusun skripsi ini peneliti menyadari masih ada kekurangan dan kelemahan, karena keterbatasan pengetahuan yang ada dan tentu hasilnya masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang bersifat membangun sangat diharapkan. Akhirnya peneliti berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan dan dunia pendidikan pada umumnya. Semarang, Juli 2016 Yessy Tiya Andriani vii SARI Andriani, Yessy Tiya. 1401412388. Pengaruh Minat Baca dan Penguasaan Kosakata terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV SDN Dabin III Dirgantara Demak. Skripsi, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Trimurtini, S.Pd., M.Pd. Pembimbing II Drs. Isa Ansori, M.Pd. Minat baca dan penguasaan kosakata merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan membaca pemahaman siswa. Tingkat kemampuan membaca pemahaman pada kelas tinggi belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Rendahnya minat baca siswa dikarenakan kurangnya kesadaran siswa untuk membaca, selain itu penguasaan kosakata siswa yang masih kurang dikarenakan kurangnya kemampuan siswa yang dalam mengartikan kata-kata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) adanya pengaruh yang positif dan signifikan minat baca terhadap kemampuan membaca pemahaman, (2) adanya pengaruh yang positif dan signifikan penguasaan kosakata terhadap kemampuan membaca pemahaman, (3)adanya pengaruh yang positif dan signifikan minat baca dan penguasaan kosakata terhadap kemampuan membaca pemahaman. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif.. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Dabin III Dirgantara Demak . Teknik pengambilan sampel menggunakanProportional Random Sampling dengan jumlah sampel yang digunakan 92 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan angket dan tes. Uji instrumen dilakukan dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan minat baca terhadap kemampuan membaca pemahaman dengan nilai thitung =5,266 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 dengan kontribusi sebesar 23,71%, (2) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan penguasaan kosakata terhadap kemampuan membaca pemahaman dengan nilai thitung =7,429 dengan signifikansi 0,000 <0,05 dengan kontribusi sebesar 37,45%, (3) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan minat baca dan penguasaan kosakata terhadap kemampuan membaca pemahaman denilai Fhitung sebesar 173,099 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dengan kontribusi sebesar 79,1%. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan ilmu dalam pembelajaran membaca. Bagi guru hendaknya dapat membangkitkan dan membiasakan minat baca siswa baik di sekolah maupun luar sekolah. Bagi orang tua hendaknya membiasakan budaya membaca sejak dini. Bagi siswa minat baca dapat ditingkatkan untuk menambah wawasan. Bagi penelitian selanjutnya agar menyertakan variabel-variabel lain selain variabel dalam penelitian ini. Kata Kunci: kemampuan membaca pemahaman , minat baca, penguasaan kosakata viii DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ........................................................................................ i HALAMAN PERNYATAAN ........................................................................... ii HALAMAN PERSETUJUAN ......................................................................... iii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................... iv HALAMAN MOTO DAN PERSEMBAHAN ................................................ v PRAKATA ......................................................................................................... vi HALAMAN SARI ............................................................................................ viii DAFTAR ISI ...................................................................................................... ix DAFTAR TABEL ............................................................................................. xiii DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xv DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xvi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang .............................................................................................. 1 1.2 Batasan Masalah .......................................................................................... 7 1.3 Rumusan Masalah ......................................................................................... 7 1.4Tujuan Penelitian .......................................................................................... 8 1.5 Manfaat Penelitian ....................................................................................... 9 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori ............................................................................................... 11 2.1.1 Kemampuan Membaca Pemahaman .................................................. 11 2.1.1.1 Hakikat Membaca ..................................................................... 11 2.1.1.2 Tujuan Membaca ...................................................................... 12 2.1.1.3 Jenis-Jenis Membaca ................................................................ 14 2.1.1.4 Membaca Pemahaman ............................................................. 17 2.1.1.5 Tujuan Membaca Pemahaman ................................................. 18 2.1.1.6 Teknik Membaca Pemahaman .................................................. 19 2.1.1.7 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Membaca Pemahaman ............................................................................... 21 2.1.1.8 Pengukuran Kemampuan Membaca Pemahaman ..................... 23 2.1.2 Minat Baca .......................................................................................... 28 ix 2.1.2.1 Pengertian Minat ...................................................................... 28 2.1.2.2 Pengertian Minat Baca .............................................................. 29 2.1.2.3 Cara Menumbuhkan Minat Baca .............................................. 30 2.1.3 Penguasaan Kosakata ......................................................................... 32 2.1.3.1 Pengertian Penguasaan Kosakata ................................................ 32 2.1.3.2 Pengukuran Penguasaan Kosakata ............................................. 34 2.1.3.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi dalam Pemilihan Kosakata yang Diteskan ........................................................................... 37 2.1.4 Pembelajaran Membaca di Sekolah Dasar ........................................ 38 2.2 Kajian Empiris ............................................................................................. 40 2.3 Kerangka Berpikir ........................................................................................ 41 2.4 Hipotesis Penelitian ..................................................................................... 44 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Desain Penelitian ......................................................................... 46 3.2 Subjek, Lokasi, dan Waktu Penelitian ........................................................ 47 3.3 Populasi dan Sampel Penelitian ................................................................... 48 3.3.1 Populasi Penelitian ............................................................................. 48 3.3.2 Sampel Penelitian ............................................................................... 48 3.4 Variabel Penelitian ....................................................................................... 49 3.5 Definisi Operasional .................................................................................... 50 3.6 Teknik Pengumpulan Data .......................................................................... 51 3.7 Instrumen Penelitian .................................................................................... 52 3.7.1 Minat Baca .......................................................................................... 52 3.7.2 Penguasaan Kosakata ......................................................................... 54 3.7.3 Kemampuan Membaca Pemahaman .................................................. 54 3.8 Uji Instrumen .............................................................................................. 55 3.8.1 Validitas ............................................................................................. 56 3.8.2 Reliabilitas .......................................................................................... 57 3.9 Metode Pengolahan dan Analisis Data ....................................................... 59 3.9.1 Analisis Deskriptif .............................................................................. 59 3.9.2 Uji Prasyarat Analisis ......................................................................... 62 x 3.9.3 Uji Hipotesis ....................................................................................... 64 3.9.4 Analisis Regresi Berganda ................................................................. 66 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ........................................................................................... 68 4.1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian................................................... 68 4.1.2 Deskripsi Hasil Penelitian .................................................................. 69 4.1.2.1 Variabel Minat Baca ................................................................. 69 4.1.2.2 Variabel Penguasaan Kosakata ................................................ 72 4.1.2.3 Variabel Kemampuan Membaca Pemahaman .......................... 74 4.1.3 Uji Prasyarat Analisis ......................................................................... 77 4.1.3.1 Uji Normalitas ........................................................................... 77 4.1.3.2 Uji Linearitas............................................................................. 77 4.1.3.3 Uji Multikolinieritas .................................................................. 79 4.1.4 Uji Hipotesis ....................................................................................... 80 4.1.4.1 Uji Parsial (Uji t) ....................................................................... 80 4.1.4.2 Uji Signifikansi Simultan (Uji F) ............................................. 81 4.1.4.3 Koefisien Determinasi Parsial (r2) ............................................ 82 4.1.4.4 Koefisien Determinasi Simultan (R2)........................................ 84 4.1.5 Analisis Regresi Berganda.................................................................. 84 4.2 Pembahasan .................................................................................................. 86 4.2.1 Pengaruh Minat Baca terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman 87 4.2.2 Pengaruh Penguasaan Kosakata terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman ......................................................................................... 89 4.2.3 Pengaruh Minat Baca dan Penguasaan Kosakata terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman ........................................................................ 91 4.2.4 Implikasi Hasil Penelitian ................................................................... 93 4.2.4.1 Implikasi Teoretis...................................................................... 93 4.2.4.2 Implikasi Praktis ....................................................................... 93 4.2.4.3 Implikasi Pedagogik .................................................................. 94 BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan ...................................................................................................... 95 xi 5.2 Saran ............................................................................................................. 96 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 97 LAMPIRAN xii DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3.1 Subjek Penelitian ................................................................................ 47 Tabel 3.2 Sampel Penelitian ............................................................................... 49 Tabel 3.3 Pedoman Pemberian Skor Item Instrumen.......................................... 53 Tabel 3.4 Kisi-Kisi Instrumen Minat Baca ......................................................... 53 Tabel 3.5 Kisi-Kisi Instrumen Penguasaan Kosakata ......................................... 54 Tabel 3.6 Kisi-Kisi Instrumen Kemampuan Membaca Pemahaman .................. 55 Tabel 3.7 Kategori Minat Baca ........................................................................... 61 Tabel 3.8 Kategorisasi Penguasaan Kosakata dan Kemampuan Membaca Pemahaman ........................................................................................................ 61 Tabel 4.1Output SPSS Statistik Deskriptif Minat Baca ..................................... 69 Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Minat Baca ........................................................ 71 Tabel 4.3 Kategori Minat Baca .......................................................................... 71 Tabel 4.4 Output SPSS Statistik Deskriptif Penguasaan Kosakata ................... 72 Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Variabel Penguasaan Kosakata ......................... 73 Tabel 4.6 Kategori Penguasaan Kosakata .......................................................... 74 Tabel 4.7 Output SPSS Statistik Deskriptif Kemampuan Membaca Pemahaman ............................................................................................................................. 75 Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Kemampuan Membaca Pemahaman ................ 76 Tabel 4.9 Kategori Kemampuan Membaca Pemahaman ................................... 76 Tabel 4.10 Output SPSS Uji NormalitasOne-Sample Kolmogorov-Smirnov Test ............................................................................................................................. 77 Tabel 4.11 Output SPSS Uji Linieritas Minat Baca dengan Kemampuan Membaca Pemahaman ........................................................................................................ 78 Tabel 4.12 Output SPSS Uji Linieritas Penguasaan Kosakata dengan Kemampuan Membaca Pemahaman ....................................................................................... 78 Tabel 4.13 Output SPSS Uji Multikolinieritas .................................................. 79 Tabel 4.14 Output SPSS Uji Signifikansi Parsial (Uji t) .................................... 80 xiii Tabel 4.15 Output SPSS Uji Signifikansi Simultan (Uji F) ................................ 82 Tabel 4.16 Output SPSS Koefisien Determinasi Parsial (r2) .............................. 83 Tabel 4.17 Output SPSS Hasil Koefisien Determinasi Simultan (R2) ................ 84 Tabel 4.18 Output SPSS Analisis Regresi Berganda ......................................... 85 xiv DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.1 Kerangka Berpikir ........................................................................... 44 Gambar 3.1 Desain Penelitian ............................................................................. 46 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1 Instrumen Uji Coba ......................................................................... 101 Lampiran 2 Hasil Uji Validitas Reliabilitas ........................................................ 124 Lampiran 3 Kisi-kisi Instrumen Penelitian ......................................................... 130 Lampiran 4 Instrumen Penelitian ........................................................................ 132 Lampiran 5 Data Mentah Hasil Penelitian .......................................................... 152 Lampiran 6 Hasil Perhitungan Deskriptif ........................................................... 164 Lampiran 7Hasil Uji Normalitas, Uji Linieritas dan Uji Multikolinieritas Data Penelitian ............................................................................................................. 168 Lampiran 8 Hasil Uji Analisis Akhir .................................................................. 174 Lampiran 9 Surat Keputusan Penetapan Dosen Pembimbing Skripsi ................ 179 Lampiran 10 Surat Izin Penelitian....................................................................... 180 Lampiran 11 Surat Keterangan Uji Coba Instrumen........................................... 188 Lampiran 12 Surat Penelitian .............................................................................. 189 Lampiran 13 Dokumentasi .................................................................................. 197 xvi BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Menurut Permendiknas No 22 Tahun 2006, ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencangkup empat kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Masing-masing aspek tersebut kemudian dijabarkan lagi di dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sesuai dengan hal itu, menurut Permendiknas No 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) SD/MI/Paket A salah satu standar kelulusan siswa adalah siswa mampu menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis dan berhitung. Dengan demikian membaca merupakan salah satu dasar lulusan untuk siswa SD atau sederajat yang begitu penting di samping tiga keterampilan berbahasa lainnya. Budaya membaca harus ditanamkan sejak dini karena dengan membaca seseorang dapat memperoleh banyak ilmu dan wawasan. Sesuai dengan pendapat Rahim (2011: 1) yang menyatakan bahwa manfaat membaca di antaranya membuat seseorang memperoleh pengetahuan dan wawasan baru yang akan semakin meningkatkan kecerdasannya sehingga mereka lebih mampu menjawab tantangan hidup di masa mendatang. Hal ini dikatakan bahwa keberhasilan hidup seseorang salah satunya bergantung pada aktavitas membacanya. 1 2 Hal yang penting diperhatikan dalam kegiatan membaca ialah kemampuan seseorang untuk memahami makna bacaan secara menyeluruh, atau yang disebut dengan kemampuan membaca pemahaman. Menurut Rubin (dalam Somadayo: 2011: 7) membaca pemahaman adalah proses intelektual yang kompleks yang mencangkup dua kemampuan utama, yaitu penguasaan makna kata dan kemampuan berpikir tentang konsep verbal. Seorang dikatakan memahami bacaan apabila ia mampu menangkap arti kata yang digunakan penulis, mampu menangkap makna tersurat dan tersirat serta mampu membuat simpulan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca pemahaman seseorang menurut Lamb dan Arnold (dalam Rahim, 2011: 16-19), faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses membaca pemahaman adalah (1) faktor fisiologis, (2) faktor intelektual (3) faktor lingkungan, dan (4) faktor psikologis (motivasi, minat dan kematangan sosial, ekonomi, dan penyesuaian diri). Selain itu, menurut Pearson (dalam Somadayo 2011: 30) menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca seseorang berasal dari faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik meliputi kompetensi pembaca, minat, motivasi dan kemampuan membacanya, sedangkan faktor ekstrinsik berasal dari teks bacaan dan lingkungan baca. Sesuai dengan Bloom dan Piaget (dalam Rahim, 2011: 20) menjelaskan bahwa pemahaman, interpretasi, dan asimilasi merupakan dimensi hierarkis kognitif. Namun, semua aspek kognisi tersebut bersumber dari aspek afektif seperti minat, rasa percaya diri, pengontrolan perasaan negatif, serta penundaan dan kemauan untuk mengambil risiko. Dengan demikian, minat memiliki peranan 3 penting dalam rangka mempengaruhi komprehensi atau kemampuan membaca pemahaman seseorang. Minat merupakan kekuatan pendorong yang menyebabkan seseorang memberikan perhatian kepada sesuatu. Demikian pula dengan seseorang yang berminat dengan kegiatan membaca, maka ia akan cenderung perhatian, senang, dan akrab dengan bahan bacaaan. Minat baca merupakan keinginan yang kuat disertai usaha-usaha sesorang untuk membaca. Orang yang mempunyai minat membaca yang kuat akan diwujudkannya dalam kesediannya untuk mendapat bahan bacaan dan kemudian membacanya atas kesadarannya sendiri (Rahim 2005: 28). Minat baca merupakan salah satu kunci keberhasilan seseorang dalam meraih ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, minat baca yang dimiliki masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Menurut data United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada 2012, indeks minat membaca masyarakat Indonesia baru mencapai angka 0,001. Artinya, dari setiap 1.000 orang Indonesia hanya ada 1 orang saja yang punya minat baca. Hal itu dibuktikan dari hasil penelitian Programme for International Student Assesment (PISA) yang dilansir oleh Direktorat Pendidikan tentang minat baca siswa, Indonesia menempati urutan 57 dari 65 negara dunia, dengan skor rata-rata 402 sementara rata-rata internasional 500. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa pemahaman membaca siswa di Indonesia tergolong rendah karena minat bacanya pun rendah. 4 Selain minat baca yang berasal faktor psikologis siswa, salah satu faktor kebahasaan yang berhubungan erat dan seringkali menjadi kendala terhadap kemampuan membaca adalah faktor penguasaan kosakata. Menurut Somadayo (2011: 30) salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan pemahaman seseorang yaitu kemampuan berbahasa, keterbatasan kosakata yang dimiliki mempengaruhi kemampuan memahami teks bacaan. Kosakata merupakan kekayaan kata yang dimiliki oleh (terdapat dalam) suatu bacaan (Nurgiyantoro, 2014: 338). Selanjutnya, Dale (dalam Tarigan 2015: 2-3) mengungkapkan peran kosakata dalam pembelajaran bahasa, diantaranya: (1) kualitas dan kuantitas serta kedalaman kosakata seseorang merupakan indeks pribadi terbaik bagi perkembangan mentalnya, (2) pengembangan kosakata merupakan pengembangan konsep tunggal yang merupakan pendidikan dasar bagi setiap sekolah dan perguruan, (3) semua jenjang pendidikan pada prinsipnya adalah pengembangan kosakata yang juga merupakan pengembangan konseptual, (4) pengembangan kosakata dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, kemampuan bawaan, dan status sosial, (5) faktor-faktor geografis mempengaruhi perkembangan kosakata, serta (6) telaah kata yang efektif harus beranjak dari kata-kata yang telah diketahui menuju kata-kata yang belum diketahui. Pendapat ini menunjukkan bahwa salah satu peran kosakata yang paling mendukung kemampuan membaca pemahaman adalah karena pengembangan kosakata merupakan pengembangan konsep tunggal yang merupakan pendidikan dasar bagi setiap sekolah dan perguruan. Masih rendahnya penguasaan kosakata siswa, menyebabkan banyak siswa yang tidak dapat memahami makna kata yang dibacanya, sehingga menghambat siswa untuk memahami isi bacaan dalam proses membaca. Penguasaan kosakata merupakan unsur terpenting yang harus dimiliki siswa dalam belajar bahasa, 5 karena bagaimanapun fungsi dari kosakata itu sendiri adalah sebagai unsur pembentuk kalimat dan mengutarakan isi pikiran dan perasaan dengan sempurna baik secara lisan maupun tertulis. Dengan demikian, kemampuan membaca pemahaman juga dipengaruhi oleh penguasaan kosakata siswa. Pada kenyataannya kemampuan membaca pemahaman siswa SD masih rendah. Menurut Somadayo (2011: 3) yang menyebutkan bahwa pada umumnya para guru dan pemerhati pendidikan mengeluhkan bahwa pembelajaran membaca pemahaman di kelas-kelas tinggi SD belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Rendahnya kemampuan membaca pemahaman disebabkan oleh minat membaca yang rendah dan faktor penguasaan kosakata siswa. Kenyataan permasalahan tersebut dialami oleh siswa kelas IV di SDN Dabin III Dirgantara Kecamatan Karangamyar Kabupaten Demak. Dabin III Dirgantara terdiri dari 7 SD yaitu SDN Cangkringrembang, SDN Karanganyar 1, SDN Wonorejo 1, SDN Wonorejo 2, SDN Wonoketingal 1, SDN Wonoketingal 2, dan SDN Ketanjung 3. Setelah melakukan observasi pada tanggal 14 Januari 2016 pada kelas IV SDN Cangkringrembang, peneliti menemukan kenyataan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV masih rendah hal itu terbukti dari rendahnya rata-rata nilai ulangan harian tertulis yaitu masih banyak nilai yang di bawah KKM 72. Dari 20 siswa, hanya 7 siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM, sedangkan sisanya 13 siswa nilainya di bawah KKM. Di kelas IVB dari 21 siswa, hanya 8 siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM, sedangkan 13 siswa nilainya masih di bawah KKM. 6 Berdasarkan observasi dan wawancara dengan guru permasalahan tersebut disebabkan karena rendahnya minat baca siswa. Melalui pengamatan langsung banyak siswa yang tidak mengunjungi perpustakaan di sekolah, mereka kurang tertarik mengunjungi perpustakaan untuk membaca. Hal ini merupakan indikasi kurangnya minat baca siswa. Guru menjelaskan kesadaran membaca siswa kelas tinggi masih kurang, kebanyakan siswa membaca ketika ada tugas dari guru. Selain itu, penguasaan kosakata siswa juga masih kurang. Guru mengemukakan bahwa pada saat pembelajaran masih banyak siswa yang kesulitan mengartikan kata, dalam pembelajaran terkadang siswa kurang dapat mengartikan kata antonim dan sinonim. Penelitian yang mendukung dilakukan oleh Romafi, dkk (2015) dengan judul “Hubungan Minat Membaca, Fasilitas Orang Tua, dan Pemberian Tugas Membaca dengan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat membaca, fasilitas orang tua, dan pemberian tugas di sekolah secara bersama-sama berhubungan positif dan signifikan dengan kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas VIII SMP Negeri di Kabupaten Brebes. Penelitian serupa juga pernah dilakukan oleh Endarwati (2013: 251-253) dengan judul “Hubungan antara Minat Membaca dan Penguaasaan Kosakata dengan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas IV SD Negeri Se Gugus Diponegoro Batuwarno Wonogiri”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada hubungan yang positif dan signifikan antara minat membaca dengan keterampilan berbicara, (2) ada hubungan yang positif yang signifikan antara penguasaan kosakata dengan 7 keterampilan berbicara, (3) ada hubungan positif yang signifikan antara minat membaca dan pemguasaan kosakata secara bersama-sama dengan keterampilan berbicara. Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas peneliti tertarik untuk mengkaji permasalahan tersebut dengan melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Minat Baca dan Penguasaan Kosakata terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV SDN Dabin III Dirgantara Demak”. 1.2 BATASAN MASALAH Berdasarkan identifikasi yang telah dipaparkan di atas, telah ditemukan berbagai macam akar permasalahan yang mempengaruhi kemampuan membaca pemahaman siswa. Dalam penelitian ini hanya membatasi permasalahan minat baca dan penguasaan kosakata pada kelas IV yang difokuskan di SDN Dabin III Dirgantara Demak yang masih kurang. Peneliti ingin mengetahui “Pengaruh Minat Baca dan Penguasaan Kosakata terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV SDN Dabin III Dirgantara Demak.” 1.3 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan identifikasi masalah dan batasan masalah yang telah dipaparkan di atas, maka rumusan masalah yang akan dibahas oleh peneliti adalah sebagai berikut: 8 1.3.1 Apakah terdapat pengaruh yang positif dan signifikan minat baca terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN Dabin III Dirgantara Demak? 1.3.2 Apakah terdapat pengaruh yang positif dan signifikan penguasaan kosakata terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN Dabin III Dirgantara Demak? 1.3.3 Apakah terdapat pengaruh yang positif dan signifikan pengaruh minat baca dan penguasaan kosakata terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN Dabin III Dirgantara Demak? 1.4 TUJUAN PENELITIAN Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1.4.1 Mengkaji pengaruh yang positif dan signifikan minat baca terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN Dabin III Dirgantara Demak. 1.4.2 Mengkaji pengaruh yang positif dan signifikan penguasaan kosakata terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN Dabin III Dirgantara Demak. 1.4.3 Mengkaji pengaruh yang positif dan signifikan minat baca dan penguasaan kosakata terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN Dabin III Dirgantara Demak. 9 1.5 MANFAAT PENELITIAN Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat baik secara teoritis dan praktis. Manfaat penelitian adalah sebagai berikut. 1.5.1 Manfaat Teoritis Secara teoritis, hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan yang berharga bagi pengembangan teori pembelajaran kemampuan membaca pemahaman secara umum. 1.5.2 Manfaat Praktis Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi siswa, guru dan sekolah. 1.5.2.1 Bagi siswa Penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan untuk lebih meningkatkan minat baca dan penguasaan kosakata yang dimilikinya sehingga kemampuan membaca pemahamannya juga akan semakin meningkat. 1.5.2.2 Bagi guru Penelitian ini dapat memberikan informasi tentang cara menumbuhkan dan mengembangkan minat baca dan penguasaan kosakata siswa. Selain itu, penelitian ini dapat digunakan guru sebagai referensi untuk memahami faktorfaktor yang mempengaruhi kemampuan membaca pemahaman siswa khususnya minat baca dan penguasaan kosakata siswa untuk evaluasi dalam pembelajaran selanjutnya agar dapat memperoleh hasil yang maksimal. 10 1.5.2.3 Bagi sekolah Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk pengambilan kebijakan sekolah yang berkaitan dengan minat baca dan penguasaan kosakata yang dimiliki oleh siswa serta pengaruhnya terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa. BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 KAJIAN TEORI 2.1.1 Kemampuan Membaca Pemahaman 2.1.1.1 Hakikat Membaca Membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting di samping tiga keterampilan berbahasa lainnya yaitu menyimak, menulis, dan berbicara. Menurut Tampubolon (1987: 5) membaca adalah satu dari empat keterampilan bahasa pokok, dan merupakan satu bagian atau komponen dari komunikasi tulisan. Sesuai dengan pendapat Dalman (2013: 5) yang menyatakan bahwa membaca merupakan proses berpikir untuk memahami isi teks yang dibaca. Hal ini berarti membaca merupakan suatu kegiatan atau proses kognitif yang berupaya untuk menemukan berbagai informasi yang terdapat dalam tulisan. Sependapat dengan Tarigan (2008: 7) mengemukakan bahwa membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media katakata/bahasa tulis. Dalam hal ini membaca adalah usaha untuk menelusuri makna yang ada dalam tulisan. Selanjutnya menurut Somadayo (2011: 4), membaca adalah suatu kegiatan interaktif untuk memetik serta memahami arti atau makna yang terkandung di dalam bahan tulis. Di samping itu, membaca juga merupakan suatu proses yang 11 12 dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahan tulis. Menurut Sudarsana (2010: 426) membaca adalah aktivitas yang kompleks dan melibatkan berbagai faktor yang datangnya dari dalam diri pembaca dan faktor luar. Senada dengan pendapat Sudarsana, Nurhadi (dalam Somadayo: 2011: 4) menjelaskan bahwa membaca adalah suatu proses yang kompleks dan rumit. Kompleks berarti dalam membaca melibatkan berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Faktor internal berupa faktor intelegensi, minat, sikap bakat, motivasi, tujuan membaca dan sebagainya. Faktor eksternal berupa sarana membaca, teks bacaan, faktor lingkungan atau faktor latar belakang sosial ekonomi, kebiasaan, dan tradisi membaca. Berdasarkan beberapa definisi tentang membaca yang telah dipaparkan di atas, dapat diasumsikan bahwa membaca adalah suatu proses yang dilakukan dan dipergunakan pembaca untuk memperoleh informasi dan menemukan pesan yang disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/tulis yang dapat dipengaruhi dari faktor internal maupun eksternal pembaca. 2.1.1.2 Tujuan Membaca Pembaca seharusnya memiliki tujuan yang diinginkan sebelum melakukan kegiatan membaca. Hal ini sesuai dengan pendapat Rahim (2011: 11), membaca hendaknya mempunyai tujuan karena seseorang yang membaca dengan suatu tujuan, cenderung lebih memahami dibandingkan dengan orang yang tidak mempunyai tujuan. 13 Nurhadi (dalam Dalman, 2014: 12) menyebutkan ada beberapa macam variasi tujuan membaca, yaitu: (1) membaca untuk studi (telaah ilmiah); (2) membaca untuk tujuan menangkap garis besar bacaan; (3) membaca untuk menikmati karya sastra; (4) membaca untuk mengisi waktu luang; (5) membaca untuk mencari keterangan tentang suatu istilah. Selanjutnya, Blanton (dalam Rahim 2011: 11-12) menyebutkan bahwa tujuan membaca mencakup: (1) kesenangan, (2) menyempurnakan membaca nyaring, (3) menggunakan strategi tertentu, (4) memperbaharui pengetahuan tentang suatu topik, (5) mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah diketahuinya, (6) memperoleh informasi untuk laporan lisan atau tertulis, (7) mengkonfirmasikan atau menolak prediksi, (8) menampilkan suatu eksperimen atau mengaplikasikan yang diperoleh dari suatu teks dalam beberapa cara lain dan mempelajari tentang struktur teks, (9) menjawab pertanyaan-pertanyaan yang spesifik. Tujuan membaca menurut Blanton tersebut pada dasarnya selain bertujuan sebagai kesenangan juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan membaca dalam proses pembelajaran agar pengetahuan dan informasi yang didapatkan sebelumnya semakin meningkat, Senada Rivers dan Temperly (dalam Somadayo: 2011: 10-11), mengajukan tujuh tujuan utama dalam membaca yaitu: 1) memperoleh informasi untuk suatu tujuan atau merasa penasaran tentang suatu topik 2) memperoleh berbagai petunjuk tentang cara melakukan suatu tugas bagi pekerjaan atau kehidupan sehari-hari 3) berakting dalam sebuah drama, bermain game, menyelesaikan taka-teki 4) berhubungan dengan teman-teman seperti surat menyurat atau untuk memahami surat-surat bisnis 5) mengetahui kapan dan di mana sesuatu akan terjadi atau apa yang tersedia 6) mengetahui apa yang sedang terjadi atau telah terjadi sebagaimana dilaporkan dalam koran, majalah dan laporan 14 7) memperoleh kesenangan atau hiburan Berdasarkan berbagai pendapat mengenai tujuan membaca, pada hakikatnya tujuan membaca yaitu untuk memahami sebanyak mungkin bahan yang kita baca, memperkaya apa yang kita miliki atau menambah wawasan maupun membaca untuk kesenangan. Tingkat pemahaman seseorang terhadap suatu bacaan terutama ditentukan oleh tujuan membaca itu sendiri. Tujuan membaca dicapai disesuaikan dengan kepentingan yang ingin dicapai. Oleh sebab itu, sebelum membaca sebaiknya menentukan tujuan yang ingin dicapai terlebih dahulu. 2.1.1.3 Jenis-Jenis Membaca Setiap orang yang belajar membaca terlebih dahulu memasuki tahapan membaca agar tujuan membaca dapat tercapai. Dalman (2014: 85-87) menyatakan bahwa jenis membaca berdasarkan tahapan yaitu: (1) membaca permulaan atau membaca mekanik merupakan tahapan awal membaca yang diberikan di kelas rendah sekolah dasar (SD) yaitu kelas satu sampai tiga, dan (2) membaca pemahaman atau membaca lanjut merupakan kelanjutan membaca permulaan yang diberikan di kelas tinggi yaitu kelas empat sampai enam. Sesuai dengan Tarigan (2008: 13) yang menyatakan bahwa untuk mencapai tujuan yang terkandung dalam membaca permulaan atau keterampilan mekanis adalah dengan membaca nyaring atau membaca bersuara dan untuk keterampilan pemahaman atau membaca lanjut adalah dengan membaca dengan membaca dalam hati (silent reading). 15 Secara garis besar membaca dalam hati dibagi atas membaca ekstensif (extensive reading) dan membaca intensif (intensive reading). Menurut Tarigan (2008: 32-36) membaca ekstensif dan intensif dijabarkan sebagai berikut. a. Membaca Ekstensif Membaca ekstensif berarti membaca secara luas. Obyeknya meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkat mungkin. Membaca ekstensif meliputi: (1) membaca survei (survey reading), (2) membaca sekilas (skimming), dan (3) membaca dangkal (superficial reading) b. Membaca Intensif Membaca intensif adalah studi saksama, telaah teliti, dan penanganan terperinci yang dilaksanakan di dalam kelas terhadap suatu tugas yang pendek kira-kira dua sampai empat halaman setiap hari. Membaca intensif terdiri atas membaca telaah isi (content study reading) dan membaca telaah bahasa (linguistic study reading). Selanjutnya, membaca telaah isi dapat dibagi empat, sebagai berikut. a) Membaca Teliti Membaca teliti dibutuhkan untuk meneliti bahan-bahan yang kita sukai, yang menuntut suatupemutaran atau pembalikan pendidikan yang menyeluruh. Membaca teliti membutuhkan sejumlah keterampilan antara lain: (1) survei yang cepat untuk memperhatikan/melihat organisasi, (2) membaca secara saksama dan membaca ulang paragraf untuk menemukan kalimat-kalimat judul dan perincian-perincian penting, (3) penemuan hubungan setiap paragraf dengan keseluruhan tulisan atau artikel. 16 b) Membaca Pemahaman Membaca pemahaman (comprehension reading) adalah sejenis kegiatan membaca yang berupaya menafsirkan pengalaman, hubungan informasi baru dengan yang telah diketahui, menemukan jawaban pertanyaan-pertanyaan kognitif dari bahan tertulis. c) Membaca Kritis Membaca kritis (critical reading) adalah sejenis membaca yang dilakukan secara bijaksana, penuh tenggang hati, mendalam,evaluative, serta analitis, dan bukan hanya mencari kesalahan. d) Membaca Ide Membaca ide (reading idea) adalah sejenis kegiatan membaca yang ingin mencari, memperoleh, serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat pada bacaan. Agar kita dapat mencari, menemukan, serta mendapat keuntungan dari ide-ide yang terkandung dalam bacaan, kita harus berusaha membuat diti kita menjadi pembaca yang baik. Jenis-jenis membaca yang telah dipaparkan di atas, membaca pemahaman merupakan membaca intensif dan termasuk membaca telaah isi. Membaca pemahaman berupaya menafsirkan pengalaman dan menghubungkan dengan informasi baru dan menemukan jawaban kognitif dari bacaan tanpa menyuarakan bacaan. Membaca pemahaman juga merupakan kegiatan membaca tingkat lanjut setelah membaca permulaan. Sehingga, pembelajaran membaca pada kelas IV SD termasuk dalam pembelajaran membaca pemahaman. Peneliti memfokuskan pada 17 membaca pemahaman karena sesuai dengan Kompetensi Dasar pada kelas IV dan sesuai dengan variabel dalam penelitian ini. 2.1.1.4 Membaca Pemahaman Membaca pemahaman merupakan keterampilan membaca yang berada pada urutan yang lebih tinggi. Menurut Dalman (2013: 87), membaca pemahaman adalah membaca secara kognitif (membaca untuk memahami). Dalam membaca pemahaman, pembaca dituntut mampu memahami isi bacaan. Oleh sebab itu, setelah membaca teks/bacaan, pembaca dapat menyampaikan hasil pemahaman membacanya dengan cara membuat rangkuman isi bacaan dengan menggunakan bahasa sendiri dan menyampaikannya baik secara lisan maupun tulisan. Sesuai dengan pendapat Syafi’ie (dalam Somadayo, 2011: 14) yang menyatakan bahwa membaca merupakan proses berpikir. Untuk dapat memahami bacaan, pembaca terlebih dahulu memahami kata-kata dan kalimat kemudian membuat simpulan dengan menghubungkan isi preposisi yang terdapat dalam materi bacaan. Menurut Tarigan (2008: 42) membaca pemahaman adalah sejenis kegiatan membaca yang berupaya menafsirkan pengalaman, menghubungkan informasi baru dengan yang telah diketahui, dan menemukan jawaban pertanyaanpertanyaan kognitif dari bahan (bacaan) tertulis. Selanjutnya, Somadayo (2011: 10) mengatakan bahwa membaca pemahaman merupakan suatu proses pemerolehan makna yang secara aktif melibatkan pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki oleh pembaca serta dihubungkan dengan isi bacaan. 18 Menurut Smith (dalam Somadayo, 2011: 9) mengatakan bahwa membaca pemahaman adalah suatu kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh pembaca untuk menghubungkan informasi baru dengan informasi lama dengan maksud untuk mendapat pengetahuan baru. Berdasarkan pendapat yang telah dipaparkan di atas, dapat diartikan membaca pemahaman merupakan kegiatan memahami bacaan dengan maksud memperoleh makna dari isi bacaan baik secara tersirat maupun tersurat dan dapat merangkum isi bacaan baik secara lisan maupun tulisan serta mampu menghubungkan informasi yang telah dimiliki sebelumnya dengan informasi baru untuk mendapat pengetahuan baru. 2.1.1.5 Tujuan Membaca Pemahaman Kegiatan membaca pemahaman memiliki tujuan untuk mendapatkan pemahaman mengenai isi bacaan. Hal ini sesuai dengan pendapat Somadayo (2011: 11) yang menyatakan bahwa tujuan utama membaca pemahaman adalah untuk memperoleh pemahaman, membaca pemahaman adalah kegiatan membaca yang berusaha memahami isi bacaan/teks secara meyeluruh. Selanjutnya, Tarigan (dalam Somadayo 2011: 12) menyatakan bahwa tujuan utama membaca pemahaman adalah untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang disediakan oleh pembaca berdasarkan teks bacaan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah (1) mengapa hal itu merupakan topik, (2) masalah apa saja yang dikupas atau dibentangkan, (3) hal-hal apa yang dipelajari dan dilakukan oleh sang tokoh. 19 Sesuai dengan pendapat Tarigan, Anderson (dalam Dalman, 2014: 11) 7 macam tujuan dari kegiatan membaca, yaitu: 1) reading for details or fact (membaca untuk memperoleh fakta dan perincian). 2) reading for main ideas (membaca untuk memperoleh ide utama). 3) reading for squance or organization (membaca untuk mengetahui urutan atau susunan struktur karangan). 4) reading for inferance (membaca untuk menyimpulkan). 5) reading to classify (membaca untuk mengelompokkan atau mengklasifkasikan). 6) reading for evaluate (membaca untuk menilai, mengevaluasi). 7) reading to compare or contrast (membaca untuk memperbandingkan atau mempertentangkan). Berdasarkan teori yang telah dipaparkan, tujuan membaca pemahaman yaitu untuk memperoleh pemahaman seluruh isi bacaan dan dapat menjawab pertanyaan yang telah disediakan. Tujuan membaca dapat dicapai sesuai dengan kepentingan pembaca yaitu untuk memperoleh informasi yang terdapat dalam bacaan. Dalam hal ini, kegiatan membaca pemahaman dilakukan dengan menggunakan berbagai teknik membaca yang tepat. 2.1.1.6 Teknik Membaca Pemahaman Pada dasarnya, membaca bertujuan untuk mendapatkan informasi. Informasi yang dibutuhkan akan mudah didapatkan apabila pembaca memanfaatkan kegiatan membaca dengan efisien. Menurut Tampubolon (dalam Dalman 2014: 15-16) untuk menemukan informasi fokus atau informasi yang terpenting dalam bacaan ada beberapa teknik membaca yang digunakan, sebagai berikut. 20 a. Baca-pilih (selecting) Baca pilih adalah pembaca memilih bahan bacaan dan/atau bagian bacaan yang dianggapnya relevan, atau berisi informasi fokus yang ditentukannya. b. Baca lompat (skipping) Baca lompat adalah pembaca dalam menemukan bagian atau bagian-bagian bacaan yang relevan, melampaui atau melompati bagian-bagian lain. c. Baca-layap (skimming) Baca layap adalah membaca dengan cepat untuk mengetahui isi umum suatu bacaan atau bagiannya. Isi umum yang dimaksud adalah informasi fokus tetapi mungkin juga hanya sebagai dasar untuk menduga apakah bacaan atau bagian bacaan berisi informasi yang telah ditentukan. d. Baca-tatap (scanning) Baca tatap adalah membaca dengan cepat dan dengan memusatkan perhatian untuk menemukan bagian bacaan yang berisi informasi fokus yang telah ditentukan, dan seterusnya membaca bagian yang diteliti sehingga informasi fokus ditentukan itu ditemukan dengan tepat dan dipahami benar. Keempat teknik membaca untuk menemukan informasi fokus pada waktu tertentu dapat dipergunakan sekaligus dalam arti berurutan bergantung pada sifat fokus bersangkutan. Teknik yang paling tepat dipergunakan untuk menemukan kalimat topik ialah baca layap (skimming) dan baca tatap (scanning). Menurut Harjasujana (dalam Somadayo 2011: 49) kegiatan membaca dengan menggunakan teknik skimming dan scanning dapat dilakukan bergantung pada tujuan membaca, keperluan, dan bahan bacaan. 21 2.1.1.7 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Membaca Pemahaman Kegiatan untuk memahami sebuah teks bacaan yang baik, seseorang juga harus memiliki pemahaman yang baik pula. Menurut Yap (dalam Somadayo, 2011: 29), kemampuan membaca seseorang ditentukan oleh faktor kuantitas membacanya. Tegasnya, kemampuan membaca seseorang ditentukan sebarapa lama aktivitas membaca seseorang. Berbeda dengan Yap, Feboddy (dalam Somadayo, 2011: 29) secara emplisit mengatakan bahwa kemampuan membaca pemahaman seseorang ditentukan oleh faktor intelegensi (IQ). Menurut Lamb dan Arnold (dalam Rahim, 2011: 16-19), faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses membaca pemahaman adalah (1) faktor fisiologis, (2) faktor intelektual (3) faktor lingkungan, dan (4) faktor psikologis (motivasi, minat dan kematangan sosial, ekonomi, dan penyesuaian diri) Sesuai dengan hal tersebut, menurut Ebel (dalam Somadayo, 2011: 28), faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya kemampuan membaca pemahaman bacaan yang dapat dicapai oleh siswa dan perkembangan minat bacanya tergantung pada faktor (1) siswa, (2) keluarga, (3) kebu

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGARUH PENGUASAAN KOSAKATA TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA SD GUGUS DEWI KUNTHI KOTA SEMARANG
10
52
206
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI TEKNIK SKRAMBEL SISWA KELAS IV SDN 3 SEMBUNGHARJO Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Melalui Teknik Skrambel Siswa Kelas IV SDN 3 Sembungharjo Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 20
0
3
10
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI TEKNIK SKRAMBEL SISWA KELAS IV SDN 3 SEMBUNGHARJO Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Melalui Teknik Skrambel Siswa Kelas IV SDN 3 Sembungharjo Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 201
0
1
19
HUBUNGAN PENGUASAAN KOSAKATA DAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN PRESTASI BELAJAR BAHASA Hubungan Penguasaan Kosakata dan Kemampuan Membaca Pemahaman dengan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV di SD Negeri Kecamatan Gebang Kabupaten Purwo
0
1
12
PENDAHULUAN Hubungan Penguasaan Kosakata dan Kemampuan Membaca Pemahaman dengan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV di SD Negeri Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo.
0
1
8
HUBUNGAN PENGUASAAN KOSAKATA DAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN PRESTASI BELAJAR BAHASA Hubungan Penguasaan Kosakata dan Kemampuan Membaca Pemahaman dengan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV di SD Negeri Kecamatan Gebang Kabupaten Purwo
0
4
18
PENGARUH PENGETAHUAN BISNIS DAN PENGUASAAN KOSAKATA TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN BACAAN BAHASA INGGRIS BISNIS.
0
0
1
Pengaruh Penguasaan Kosakata, Tata Bahasa, Dan Minat Baca Terhadap Keterampilan Membaca Pemahaman Teks Berbahasa Indonesia Siswa SMP.
0
0
2
PENGARUH MINAT BACA DAN PENGUASAAN KOSAKATA TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS BAHASA JERMAN PESERTA DIDIK KELAS XI SMA N 2 WONOGIRI.
0
0
216
HUBUNGAN MINAT BACA DAN PENGUASAAN KOSAKATA DENGAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SDN SE-KECAMATAN KLIRONG | priharini | KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN 4700 10357 1 PB
0
0
5
PENGARUH PENGUASAAN KOSAKATA TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN TEKS EKSPOSISI PADA SISWA KELAS IV SDN PURWOYOSO 06 SEMARANG
0
0
56
HUBUNGAN TATA PEMERINTAHAN ANTARA PEMERI
0
0
19
Hubungan antara tahap penguasaan kemahir
0
0
13
PERAN MINAT MEMBACA DAN PENGUASAAN KOSAKATA TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INDONESIA
0
0
12
HUBUNGAN ANTARA SKEMATA DAN PENGUASAAN KOSAKATA DENGAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN
0
0
10
Show more