Penerapan metode snowball throwing dalam peningkatan keterampilan berbicara siswa kelas III MI Pembangunan UIN Jakarta

Gratis

2
8
164
2 years ago
Preview
Full text

PENERAPAN METODE

  Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah PenelitianTindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing empat tahapan antara lain: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hal ini terlihat dari persentase aktivitasbelajar pada siklus I sebesar 45,7% menjadi 79,4 % pada siklus II yang mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebanyak 33,7 %.

KATA PENGANTAR

  Pada kesempatan ini penulisa mengucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya pada semua pihak yang telah membantu baik moril maupun materil,sehingga skripsi ini dapat selesai. Bapak dan ibu dosen di lingkungan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan KeguruanUniversitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah yang telah memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis beserta staf jurusan yang selalu membantupenulis dalam proses administrasi.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dari hasil pengamatan yang berkaitan kegiatan belajar mengajar di

  Faktortersebut yakni: proses pembelajaran yang pasif karena guru lebih banyak menggunakan metode ceramah atau konfensional, siswa kurang percaya diridalam berbicara, kurang menunjangnya sarana dan prasarana yang disediakan oleh sekolah sehingga guru memilih media yang seadanya dalam melakukankegiatan belajar mengajar. Dalam pendidikan formal diarahkan kepada terbinanya manusiaIndonesia yang dengan kualifikasi seperti yang tercantum pada PermendiknasNo.41 Tahun 2007 dalam standar proses yang berbunyi: 1 Mengingat kebhinekaan budaya, keragaman latar belakang dan karakteristik peserta didik, serta tuntutan untuk menghasilkan lulusan yang bermutu, proses pembelajaran untuk setiap mata pelajaran harusfleksibel, bervariasi, dan memenuhi standar.

B. Identifikasi Area dan Fokus Penelitian

  Perumusan Masalah Penelitian Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, maka rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah:“Bagaimana penerapan metode snowball throwing dalam keterampilan berbicara siswa pada kelas III MI Pembangunan UIN Jakarta?” E. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:1) Bagi Guru Memperkaya pengetahuan keterampilan serta inovasi metode yang digunakan guru dalam mengembangkan kegiatan belajar mengajar.2) Bagi Siswa Terjadi peningkatan keterampilan berbicara siswa dengan proses pembelajaran yang menyenangkan.

BAB II KAJIAN TEORITIK DAN PENGAJUAN KONSEPTUAL INTERVENSI TINDAKAN A. Deskripsi Teoritik

1. Pembelajaran Cooperative Learning

a. Pengertian pembelajaran Cooperative Learning

  Di bawah ini akan dijelaskan tentang pengertian pembelajaran kooperatif yang lebih menitikberatkan pada interaksi antarpeserta didik. Dari beberapa teori di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran cooperative learning merupakan sistem kerja atau belajar kelompok yang bertujuan untuk membantu pemahaman serta sikap di antara anggota kelompoknya agar meningkat motivasi serta produktifitasnya.1 Masitoh, laksmi dewi.

b. Unsur-unsur Pembelajaran Cooperative Learning

  Muslimin Ibrahim, dkk memaparkan ada 7 unsur-unsur pembelajaran Cooperative Learning, antara lain: (a) Para siswa harus memliki persepsi bahwa mereka “tenggelam atau berenang bersama”, (b) para siswa harus memiliki tanggung jawab terhadap siswa atau peserta didk lain dalam kelompoknya. Sedangkan Wina Sanjaya berpendapat, ada 4 unsur pembelajaran Cooperative Learning , “yaitu adanya peserta dalam kelompok, adanya aturan kelompok, adanya upaya belajar setiap anggota kelompok, dan adanya tujuan 5 yang harus dicapai ”.

c. Tujuan Pembelajaran Cooperative Learning

Dalam suatu pembelajaran harus adanya tujuan yang akan menjadi acuan dalam pembelajaran tersebut, Adapun tujuan pembelajaran kooperatif sangatberagam dan bervariasi. Muslimin Ibrahim, dkk menjelaskan bahwa”tujuan pembelajaran kooperatif, yaitu meningkatkan hasil belajar akademik, penerimaan terhadap 8 keagamaan dan mengembangkan keterampilan sosial sis Yatim Riyanto wa”.memaparkan , “ada 3 tujuan kooperatif, antara lain: individu, kompetitif, dan , “Tujuan pembelajaran Kooperatif setidaknya ada 3 tujuan yaitu, hasil belajarakademik, penerimaan terhadap perbedaan individu, pengembangan

9 Bahrissalim dan Abd. Haris berpendapat bahwa kooperatif”

  Dari beberapa tujuan pembelajaran di atas dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai pembelajaran Kooperatif harus adanya 3 tujuan pembelajaran7 Kunandar, Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan sukses dalam sertifikasi Guru. Strategi dan Model-model PAIKEM.

2. Hakikat Metode Pembelajaran

a. Pengertian Metode pembelajaran

Terdapat beberapa definisi tentang pengertian metode pembelajaran, sebagaimana yang akan dijelaskan di bawah ini.Masitoh menjelaskan , “Metode adalah cara yang dilakukan oleh guru dalam menyampaikan bahan pelajaran agar tujuan atau kompetensi dasar

11 Wina Sanjaya berpendapat bahwa

12 Sedangkan Puput Fathurohman dan M.Sobry Sutikno

  dapat tercapai.” , “Metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusundalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal.” memaparkan, “Metode merupakan suatu cara yang dipergunakan untuk 13 mencapai tujuan yang telah ditetapkan”. Adapun Arti metode menurut Abdul Majid, yaitu:Metode dalam interaksi pembelajaran adalah cara bersifat prosedural,“bagi segala sesuatu ada metodenya, dan metode masuk surga adalahIlmu.”(HR.Dailami) Hadis di atas menegaskan bahwa untuk mencapai sesuatu itu harus menggunakan metode atau cara yang ditempuhtermasuk keinginan masuk serga.

15 Djamarah,Syaiful Bahri. Strategi Belajar Mengajar.(Jakarta:Rineka Cipta,2002) h. 88-

  136-137 18 dan pengalaman, fungsional dan mengge mbirakan”. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa prinsip-prinsip metode antara lain: berpusat pada anak didik (student oriented), belajar denganmelakukan (learning by doing), mengembangkan kemampuan sosial, mengembangkan keingintahuan dan imajinasi, mengembangkan kreativitasdan keterampilan memecahkan masalah.

3. Hakikat Snowball throwing

a. Pengertian Snowball throwing

  4 Diantara metode permainan Snowball throwing secara kooperatif dan aktif sangat berbeda pelaksanaannya, apabila dilihat dari pengertian secarapembelajaran kooperatif memiliki pengertian yaitu salah satu modifikasi dari teknik bertanya yang menitikberatkan pada kemampuan merumuskanpertanyaan yang dikemas dalam sebuah permainan yang menarik yaitu saling melempar bola salju yang berisi pertanyaan kepada sesama teman. Dilihat dari model pembelajaran yang digunakan, metode snowball throwing ini akan membuat kelompok menjadi dinamis, karena kegiatan siswa tidak hanya berpikir, menulis, bertanya, atau berbicara, akan tetapi mereka juga melakukan aktifitas fisik yaitu menggulung kertas danmelemparkannya pada siswa lain.

b. Langkah-langkah metode Snowball throwing

  Terdapat beberapa pendapat tentang langkah-langkah metode snowball throwing. Langkah-langkah metode Snowball throwing menurut Yatim Riyanto, sebagai berikut:(a) guru menyampaikan materi yang akan diberikan kepada siswa, (b) guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masingketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi tersebut.

22 Yatim Riyanto, Op.cit h.276

  25 Berdasarkan beberapa ahli di atas kelebihan metode Snowball throwingsangat banyak khususnyapada peserta didik, yaitu: siswa lebih percaya diri untuk mengungkapkan pendapat di depan orang banyak, siswa mempunyairasa tanggung jawab untuk menjawab pertanyaan, tidak malu, dan yang terpenting pembelajaran lebih menyenangkan. h.45 1) Pengetahuan tidak luas hanya berkutat pada pengetahuan siswa 26 2) Siswa tidak efektif Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kekurangan pada metode snowball throwing adalah: kurang kondusifnyabelajar mengajar karena gaduh, beberapa siswa mengandalkan siswa yang lain, dan materi tidak meluas, memerlukan waktu yang lama.

4. Hakikat Berbicara

a. Pengertian Berbicara

  Pada kamus besar Bahasa Indonesia pusat Bahasa “Bicara adalah pikiran,akal budi, sedangkan pengertian dari berbicara ialah berkata, bercakap, 27 Sedangkan Henry Guntur Tarigan berbahasa atau melahirkan pendapat”. menjelaskan bahwa,“Berbicara adalah suatu alat untuk mengkomunikasikan gagasan-gagasan yang disusun serta dikembangkan sesuai dengan kebutuhan- 28 kebutuhan pendengar dan penyimak”.

29 Isah Cahyani memaparkan

  bahwa, “berbicara adalah lebih daripada sekedar mengucapkan bunyi-bunyi atau kata-kata saja, melainkansuatu alat untuk mengkomunikasikan gagasan-gagasan yang disusun serta dikembangkan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan pendengar atau 30 penyimak ”. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa berbicara merupakan suatu penyampaian ide, pikiran serta isi hati yang seseorang2627 Ibid.

b. Tujuan Berbicara

  Agar dapat menyampaikan pikiran secara efektif, serta 31 pembicara memahami makna segala sesuatu yang ingin dikomunikasikan.”Pendapat Djago Tarigan dalam bukunya Isa Cahyani, tujuan berbicara antara 32 lain: menghibur, menginformasikan, menstimulasi dan menggerakan. Dari beberapa pendapat dapat disimpulkan bahwa intinya tujuan utama berbicara adalah berkomunikasi, baik itu untuk menghibur, memberitahu ataumengajak, menstimulasi dan menggerakan.

c. Jenis-jenis Berbicara

  Berbicara sebagai seni menekankan penerapannya sebagai alatkomunikasi dalam masyarakat, dan yang menjadi perhatiannya antara lain, (1)3132 Henry Guntur Tarigan, op.cit, hal.1633 Isa Cahyani, Op.cit. Berbicara sebagai ilmu menelaah hal-hal yang berkaitan dengan (1) mekanismeberbicara dan mendengar, (2) latihan dasar tentang ujaran dan suara, (3) 34 bunyi-bunyi bahasa, dan (4) patologi ujaran.

PGMI, 2008). H. 5.8-5.9

5. Hakekat Keterampilan Berbicara

a. Pengertian Keterampilan Berbicara

  Iskandarwassid menjelaskan bahwa, “Keterampilan berbicara merupakan keterampilan mereproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan 37 kehendak, kGuntur ebutuhan perasaan, dan keinginan kepada orang lain”. Kundharu berpendapat bahwa,“Keterampilan berbicara yaitu kemampuan menyampaikan ide, gagasan, pikiran atau perasaan dengantujuan tertentu, yaitu agar pesan yang disampaikan dapat dipahami atau 39 diterima oleh pendengarnya.” Dari beberapa pengertian dari para ahli, maka dapat disimpulkan bahwa keterampilan berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi artikulasiuntuk mengungkapkan dan mengekspresikan ide, gagasan.

b. Tujuan Keterampilan Berbicara

  Iskandarwassid menjelaskan bahwa , “ tujuan keterampilan berbicara terdapat lima golongan, yaitu: kemudahan berbicara, kejelasan, bertanggung 40 jawab, membentuk pendengaran yang kritis dan membentuk kebiasaan.” Tanpa berbicara orang lain tidak dapat mengetahui kebutuhan, perasaan, tidak akan memberikan petunjuk, dan sebagainya. Jadi berbicara merupakanhal yang paling penting dalam berkomunikasi.

c. Faktor-Faktor Penunjang Keefektifan Keterampilan Berbicara

  Faktor non kebahasaan, yaitu: sikap yang wajar, tenang dan tidak kau, pandangan harus diarahkan kepada lawan bicara, kesediaanmenghargai pendapat orang lain, gerak gerik dan mimik yang tepat, kenyaringan suara, kelancaran, relevansi atau penalaran, dan 41 penguasaan topik. Arsyad berpendapat dalam bukunya Novi Resmini dan Dadan Juanda, “faktor yang mempengaruhi kemahiran/keterampilan berbicara ada 2 aspek, yakni aspek kebahasaan mencangkup: (a) lafal, (b) intonasi, tekanan, danritme, (c) penggunaan kata dan kalimat.

d. Penilaian Keterampilan Berbicara

  Keberhasilan sebuah pengajaran dapat diketahui hasilnya melalui asesmen atau penilaian pembelajaran yang berfungsi untuk mengukurkemampuan siswa setelah dilakasanakan proses pembelajaran itu. 53 Suhendar menjelaskan dalam bukunya Isah Cahyani, “ ada enam halyang harus diperhatikan, yaitu: lafal, struktur, kosakata, kefasihan, isi pembicaraan dan pemahaman”.

43 Henry Guntur Tarigan memaparkan

44 Pendapat lain yaitu Budinuryanta mengemukakan

  , “ ada lima faktor, yaitu: vokal dan konsonan, intonasi, ketetapan dan ketepatanucapan, dan kelancaran”. , “ penilaian yang harus diperhatikan antara lain: keakuratan informasi, hubungan antar informasi,ketepatan struktur, kelancaran, kewajaran urutan wacana, dan gaya pengucapan”.

45 Kundharu berpendapat

  , “ penilaian keterampilan berbicara, antara lain: tekanan, tata bahasa, kelancaran, kosa kata dan pemahaman”. 46 Dari beberapa pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa penilaian keterampilan berbicara yang harus diperhatikan antara lain: ketepatan, kelancaran, intonasi dan ekspresi.

B. Hasil Penelitian Relevan

  Program Strata satu Jurusan Pendidikan Guru MadrasahIbtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam NegeriSyarif Hidayatullah Jakarta, pada penelitian tersebut menunjukkan bahwaPembelajaran keterampilan berbicara Bahasa Indonesia siswa kelas V MIPangkalan Kota Sukabumi dengan menggunakan metode Bermain peran (Role Playing) meningkat. ProgramStrata satu Jurusan pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FakultasPendidikan Bahasa dan Seni IKIP PGRI Semarang, pada penelitian tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran dengan teknik bermain peran dapatmeningkatkan kemampuan berbicara pada siswa kelas V MI Negeri Kudus.

C. Kerangka Berpikir

  Setelah mempelajari BAB I dan mengkaji teori-teori pada BAB II dapat dikembangkan menjadi kerangka berpikir maka dapat diidentifikasi masihrendah kemampuan berbicara siswa, metode yang digunakan kurang menarik, pelajaran bahasa Indonesia masih membosankan, kurang percaya dirinya siswauntuk bertanya, dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia siswa lebih banyak menulis daripada berbicara. Tetapi yang diharapkan keterampilan berbicara harus meningkat karena keterampilan berbicara merupakan keterampilan yang paling penting dalam halberkomunikasi, serta pembelajaran harus menciptakan suasana yang menyenangkan serta kondusif untuk belajar, agar siswa dapat maksimalmeningkatkan keterampilan berbicara mereka.

FEED BACK

D. Hipotesis Tindakan

BAB II I METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian

  Berdasarkan permasalahan dan landasan teori yang telah diuraikan di atas, maka dapat disusun hipotesis tindakan sebagai berikut: Penerapan metodepembelajaran snowball throwing dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas III di MI Pembangunan UIN Jakarta. Tempat PenelitianPenelitian ini dilaksanakan di MI Pembangunan UIN Jakarta, yang ber alamat di Jl.

B. Metode Penelitian dan Rancangan Siklus Penelitian

  23 Penelitian akan dilaksanakan sebanyak 2 siklus, apabila pada siklus ke 2 intervensi yang diharapkan belum tercapai maka ada dua kemungkinan,yaitu dilanjutkan dengan siklus selanjutnya atau dengan melakukan remedial sampai tercapainya intervensi yang diharapkan. Peran dan Posisi Peneliti dalam Penelitian III Madrasah Ibtidaiyah Pembangunan UIN Jakarta yang berjumlah 26 siswa yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan.

3 Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas sebagai Pengembangan Profesi

  Siklus I, dilakukan dengan susunan kegiatan sebagai berikut: Tahap Perencanaan a) Menyusun suatu materi pelajaran yang sesuai dengan penelitian b) Menyusun rangcangan tindakan dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan menggunakan metode snowball throwing c) Menyusun rancangan evaluasi dalam bentuk tes dan non tes. Hasil pengukuran keterampilan berbicara siswa mengacu pada kriteria tes keterampilan berbicara melalui tes pada pelajaran bahasa Indonesia padaakhir siklus menunjukkan 70 % dari jumlah siswa dalam Indikator keterampilan berbicara mencapai nilai KKM yaitu 70.

H. Teknik Pengumpulan Data

  Untuk memperoleh data, tes dilakukansebanyak 3 kali yaitu pada awal (pre test) dan pada akhir tiap siklus.bentuk tes yang dilakukan berupa perintah untuk menceritakan sesuatu yang dialami oleh siswa. Bentuk tes dan kriteria penilaian yang digunakandalam siklus I dan siklus II sama, yaitu berbentuk tes bercerita.

I. Instrument Pengumpulan Data

  Gambar Kronologi Gambar ini digunakan sebagai alat untuk mengetahui tingkat kemampuan berbicara siswa kelas III MI Pembangunan UIN Jakarta,dalam penguasaan keterampilan berbicara. Hal-hal yang dinilai meliputi aspek ketepatan, aspek kelancaran, dan aspek intonasi, ekspresi, dan 4 tema.

4 Burhan, Nurdiyantoro. Op.cit. Cet.3. h.290

  Analisis data tes kemampuan berbicara disajikan dengan tabel seperti berikut ini : Tabel: 3.4 Analisis Data No Nama Siswa Aspek yang Dinilai Ketepatan Kelancaran Intonasi Ekspresi Jumlah Skor Nilai Tabel analisis data di atas diperoleh dari rentangan nilai yang meliputi penguasaan intonasi, kelancaran, ketepatan, ekspresi dan tema pada modelpenilaian keterampilan berbicara. Pengembangan Perencanaan Tindakan Setelah tindakan pertama (siklus I) selesai dilakukan dan hasil yang diharapkan belum mencapai kriteria keberhasilan yaitu peningkatanketerampilan berbicara pada bahasa Indonesia siswa maka akan ditindaklanjuti dengan melakukan tindakan selanjutnya sebagai rencana perbaikanpembelajaran.

BAB IV DESKRIPSI, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data

1. Survei Pendahuluan

  Dari hasil observasi diperoleh informasi mengenai jumlah siswa pada kelas III yang akan dijadikansubjek penelitian PTK yaitu 26 siswa yang terdiri dari 13 siswa perempuan dan 13 siswa laki-laki. Peneliti memfokuskan materi pada penelitian ini tentang standarkompetensi berbicara mengungkapkan pikiran, perasaan, pengalaman dan petunjuk dengan bercerita dan memberikan tanggapan/saran sebagaimateri untuk penelitian, karena materi tersebut sangat cocok untuk dapat menggali keterampilan berbicara siswa dengan menggunakan metode Snowball throwing dengan media gambar.

2. Pelaksanaan Pre Test

  Tes awal dilakukan dengan tujuan untukmengetahui kemampuan awal yang dimiliki siswa sebelum menerima perlakuan, hasil tes awal dijadikan tolak ukur dalam pelaksanaan tindakan(pembelajaran) selanjutnya. Hal ini terlihat melalui hasil tes performance siswa di bawah kemampuan berbicara yang dimiliki siswa yang nilaiterendah 33,3 dan nilai tertinggi 75.

3. Pelaksanaan Siklus I a. Perencanaan

  Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran2014/2015, yang dimulai pada tanggal 1 September 2014. Kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan ini adalah mempersiapkanRencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), membuat instrumen- instrumen penelitian, yang terdiri dari lembar observasi kegiatanmengajar guru, lembar observasi kegiatan belajar siswa, alat dokumentasi, membuat panduan wawancara dan lembar tes siklusketerampilan berbicara siswa.

b. Tahapan pelaksanaan dan Observasi

  Tahap pelaksanaan silus I yaitu terdiri dari 3 pertemuan, pertemuan ke 3 peneliti melakukan test siklus keterampilan berbicarasiswa. Dimana setiap pertemuan dilakukan pembelajaran dengan menggunakan metode Snowball throwing.

1) Pertemuan I, 1 September 2014

  Sekitar 10 menit sebelum pelpelajaran berakhir, guru bersama- sama dengan siswa menyimpulkan materi pembelajaran sertamemberikan tugas (PR) kepada siswa dan menyampaikan materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. Pada saat berdiskusi kelompok masih banyak siswa yang mengobrol dengan teman yang lain dan masih nampak dominasi dari siswa-siswatertentu (siswa yang lebih pintar) sehingga siswa yang kemampuannya di bawah rata-rata menjadi kurang aktif dan diam.

2) Pertemuan kedua, 2 September 2014

  Pada hari Selasa tanggal 2 September 2014 pertemuan kedua siklus I, dimulai pada jam pelpelajaran ke 9 dan 10 pada jam 13.25-14.35 WIB. Dan sebagai penutup pembelajaran gurumemberikan pengarahan untuk lebih memberanikan diri untuk berbicara dengan lantang dan jelas ketika metode Snowball throwing berlangsungkarena akan diadakan tes keterampilan berbicara pada tiap individu di pertemuan selanjutnya.

3) Pertemuan ketiga, 4 September 2014

  Pada tahap akhir pertemuan ini peneliti berbicara kepada siswa yang diharapkan kepada seluruh siswa mampu dan memahami segala materiyang telah diajarkan sehingga setiap siswa mampu berbicara dengan baik Kegiatan observasi dilaksanakan dengan mengamati aktivitas selama pembelajaran berlangsung. Observer dan peneliti melakukan pengamatan langsung terhadap pelaksanaan metode Snowball throwing dan keterampilan berbicara siswa denganmengamati seluruh aktivitas siswa dan mencatat hal-hal yang terjadi selama proses pembelajaran berlangsung.

2 Siswa membentuk

  Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwaaktivitas siswa dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode Snowball throwing harus ditingkatkan sampai intervensi yang Kurangnya ketercapaian indikator aktivitas siswa selama proses pembelajaran pada siklus I di antaranya, peneliti belum bisasepenuhnya menjangkau dan mengkondisikan seluruh aktivitas siswa. Keterampilan berbicara siswa belum merata pada seluruh siswa, ada beberapa siswa yang mengabaikan pertanyaan dari guru untukmenjawab secara lisan, malu dan belum terbiasa berbicara lantang didepan kelas.

3) Hasil Tes Siklus I

  Hasil test siklus I untuk kemampuan berbicara siswa di depan kelas dapat dilihat pada tabel di bawah ini: 3 10 83,3 2 8 66,6 2 2 2 16. Pada aktivitas ini hanya bebrapa siswa yang pandai dan komunikatif yang dapat berbicara di depan kelas.

4. Pelaksanaan Siklus II

  Kegiatan siklus II merupakan tindak lanjut dari siklus I yang didasarkan pada hasil refleksi peneliti dan observer terhadap pelaksanaaanpembelajaran dengan menggunakan metode snowball throwing. Kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan ini adalah mempersiapkanRencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), membuat instrumen- instrumen penelitian, yang terdiri dari lembar observasi kegiatanmengajar guru, lembar observasi kegiatan belajar siswa, alat dokumentasi, membuat panduan wawancara dan lembar tes siklusketerampilan berbicara siswa.

4) Pertemuan keempat, 8 September 2014

  Selama siswa belajar bersama dengan metode snowball throwing guru memantau, memberi arahan, bimbingan dan penjelasan khususnya kepada siswa dalam kelompok yang kelihatan masih kesulitan dalam pembelajaran. Sekitar 10 menit sebelum pelpelajaran berakhir, guru bersama-sama dengan siswa menyimpulkan materi pembelajaranserta memberikan tugas (PR) kepada siswa dan menyampaikan Gambar 4.2 Kegiatan Belajar Mengajar Kegiatan observasi dilaksanakan dengan mengamati aktivitas selama pembelajaran berlangsung.

5) Pertemuan kelima, 9 September 2014

  Selama siswa belajar bersama dengan metode snowball throwing guru memantau, memberi arahan, bimbingan dan penjelasan khususnya kepada siswa dalam kelompok yang kelihatan masih kesulitan dalam pembelajaran. Sekitar 10 menit sebelum pelpelajaran berakhir, guru bersama-sama dengan siswa menyimpulkan materi pembelajaran serta memberikan tugas(PR) kepada siswa dan menyampaikan materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

6) Pertemuan keenam, 11 September 2014

  Pada tahap akhir pertemuan ini peneliti berbicara kepada siswa yang diharapkan kepada seluruh siswa mampu dan memahami segala materiyang telah diajarkan sehingga setiap siswa mampu berbicara dengan baik dan benar mencapai nilai yang ditentukkan oleh sekolah. Observer dan peneliti melakukan pengamatan langsung terhadap pelaksanaan metode Snowball throwing dan keterampilan berbicara siswa denganmengamati seluruh aktivitas siswa dan mencatat hal-hal yang terjadi selama Berikut ini adalah hasil observasi atau pengamatan aktivitas siswa selama 3 pertemuan pada siklus II.

3) Hasil Tes Siklus II

  2 3 11 91,6 2 3 Lancar = 3 Ekspresif = 3Kurang lancar = 2 Kurang ekspresif= 2Tidak lancar = 1 Tidak ekspresif = 1 Kelancaran : Ekspresi : Tepat = 3 Jelas = 3Kurang tepat = 2 Kurang jelas = 2Agak tepat = 1 Tidak jelas = 1 Ketepatan struktur dan kosa kata: Intonasi : Keterangan skor aspek yang dinilai: 75 Jumlah 1932,5 Rata-rata 74,3 9 2 25. R 2 8 66,6 Berdasarkan data hasil test siklus I di atas, 6 siswa memperoleh skor 8, 9 siswa memperoleh skor 9, 8 siswa yang memperoleh skor 10, 3 Perolehan rata-rata tes akhir keterampilan berbicara siswa siklus II telah mencapai kriteria dari batas yang ditetapkan yaitu sebesar 74,3 darikriteria ketercapaian minimal (KKM) nilai rata-rata kelas sebesar 70.

B. Analisis Data

a. Aktivitas pembelajaran siswa

  Padasiklus I hasil pengamatan yang dilakukan saat proses pembelajaran dengan menggunakan snowball throwing menunjukkan rata-rata 45,7 %, denganpersentase tersebut maka dapat disimpulkan bahwa persentase aktivitas siswa masih kurang dari persentase rata-rata aktivitas siswa yang telahditentukan. Dari keseluruhan aspek aktivitas siswa yang diamati terlihat perbedaan aktivitas siswa pada siklus I dan siklus Tabel 4.20 Perbandingan Hasil Pengamatan Aktivitas Pembelajaran Siswa pada Siklus I dan Siklus IINO Langkah-langkah metode Snowball Siklus I Siklus II ThrowingTotal Total Siswa mendengarkan materi yang akan 1.

b. Keterampilan berbicara siswa

  Peningkatan hasil tes keterampilan berbicara siswa juga terlihat pada perolehan nilai tertinggi pada siklus Iadalah 83,3 sedangkan pada siklus II nilai tertinggi diperoleh dengan skor maksimal yaitu 91,6. Pada pelaksanaan pembelajaran siklus II, siswa sudah mulai terbiasa dengan pembelajaran snowball throwing dan pembelajaranberkelompok sehingga keterampilan berbicara siswa juga sudah melebihi intervensi yang diharapkan.

BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan

  Penerapan metode Snowball Throwing dari hasil pengamatan, keseluruhan aktivitas siswa mengalami peningkatan yang menunjukanrata-rata persentase pada siklus I sebesar 45,7 % menjadi 79,4 % pada siklus II mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebanyak33,7 %. Peningkatan keterampilan berbicara siswa sebesar 69,5 pada siklus I menjadi 74,3 pada siklus II yang sudah melebihi dari KKM yang telahditentukan yaitu 70 yang mengalami peningkatan 4,8.

B. Saran

  Hendaknya meningkatkan keterampilan berbicara dengan proses pembelajaran yang menyenangkan. Menerapkan metode yng variatif yang dapat menjadikan sekolah yang produktif dan berkualitasb.

DAFTAR PUSTAKA

  Lembar Kerja Siswa (LKS)Menceritakan dengan menuliskan cerita pada buku pengalaman yang mengesankan dengan berekreasi pada suatu tempat bersama keluarga RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS INama sekolah : Madrasah Ibtidaiyah Pembangunan UIN Jakarta Mata pelajaran : Bahasa IndonesiaKelas/semester : III/1 Alokasi waktu : 2 x 35 menit Pertemuan ke : 3 Standar kompetensi : 2. Kompetensi dasar : 2.1 Menceritakan pengalaman yang mengesankan dengan menggunakan kalimat yang runtut dan mudah dipahami Indikator : 1.

A. Tujuan pembelajaran:

  Jawaban : Siswa memang sudah terbiasa saya melakukan metode itu dan siswa mengerjakan apa yang saya minta, tetapi ada juga beberapa siswa malahmengobrol dan bermain di dalam kelas. Waktu/Jam :………………………… No Langkah-langkah metode Aspek yang di amati Snowball Throwing Ketepatan Kelancaran Intonasi Ekspresi 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1.

PROFIL MADRASAH AIDENTITAS MADRASAH

  Ibnu Taimia IV Komplek UIN JakartaKelurahan : Pondok PinangKecamatan : Kebayoran LamaKotamadya : Jakarta SelatanProvinsi : DKI JakartaTelepon : 021-7402172, 7401143 Fax : 7421156Kode Pos : 15419 7. Status Tanah : Pemerintah (9790 m²) dan Wakaf/Hibah (7000 m²) a.

B. Visi, Misi dan Tujuan

  Visi Madrasah Ibtidaiyah Pembangunan UIN Jakarta Menjadikan Madrasah Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai Lembaga Pendidikan Dasar dan Menengah terdepan dalam pembinaankeislaman, keilmuan dan keindonesiaan, dengan mengapresiasikan potensi-potensi anak serta perkembangan era globalisasi. Terwujudnya kurikulum yang memiliki kekuatan pada pembinaan keislaman, sains dan teknologi serta apresiatif terhadap kecenderungan globalisasidengan tetap berpijak pada kepribadian Indonesia dan kemampuan potensi anak.

C. Latar Belakang Historis

  Prestasi-prestasi yang telah diraih baik dalam bidangakademik maupun nonakademik serta kepercayaan masyarakat yang begitu besar untuk menyekolahkan putra-putrinya di MP UIN Jakarta membuktikanbahwa MP UIN Jakarta memiliki mutu yang dapat diandalkan. Hal lain yang cukup membanggakan adalah ditetapkannya MI dan MTs Pembangunan UINJakarta sebagai Madrasah Standar Nasional oleh Kanwil Depag DKI Jakarta dengan Nomor : 150 Kw.

D. Data Fisik (Sarana-Prasarana)

1. Bangunan

  2 Ruang Kepala Madrasah 75 71 9 Ruang BP/BK 1 75 10 Ruang UKS 1 11 Ruang Serbaguna 1 375 8 Ruang Kesenian 12 Musholla/Masjid 1 432 13 Rumah Dinas 2 70 14 Kantin 5 138 1 Ruang Kelas 50 3450 1 50 1 75 B. Matematika 30 3 Ruang Guru 2 225 4 Ruang Tata Usaha 2 150 5 Laboratorium 3 225 A.

2. Sarana dan Prasarana

5 11 Kursi Integral Siswa 1440 12 Filling Kabinet 9 13 LCD/OHP 30 14 Kendaraan Operasional 15 AC 131 10 Meja TU 16 Lainnya (Laptop) 8 17 Scanner 4 15 WC Guru 7 151 16 WC Murid 30 383 23 NO JENIS FASILITAS JUMLAH KET 1 Mesin Tik 13 1 2 Komputer Kantor 27 3 Komputer Siswa 60 4 Printer 5 Scan Nilai 1 2 6 Audio Visual 4 7 Foto Copy/ Resograf 2 8 Mesin Fax 9 Meja Guru 128

STRUKTUR ORGANISASI MADRASAH PEMBANGUNAN UIN JAKARTA

  P Palembang, 01 Jul 1982 S-1 UMJ 2000PNS Kemenag 04 September 1959 LBogor, 01 Jul 1976 S-1 UIN Jkt 2009 PNS Kemenag 2 H. L Jakarta, 13 Agustus 1978 21 Jul 2003 S-1 IAIN Jkt 2000 Swasta 01 Jul 2005 S-1 UIN Jkt 2005 Swasta 12 Maret 1977 54 Nia Marlina, S.

S-1 UNSOED

  PsI P Bekasi, 84 Sarmadan Noor Daulay L Jakarta, 21 Jul 2009S-1 UIN Jakarta 12 Mei 1987 01 Jul 2011 S-1 UIN 2010 Swasta 85 Sriyono, STL Jakarta, 03 Juni 1971 01 Jul 2011S-1 STT Telematika 2010 Swasta 86 Wahyu Nurhidayanti P Banjarnegara, 21 Oktober 1984 01 Jul 2011S-1 Univ Ahmad Dahlan Yogya 2009 Swasta 87 Hafizatul Mukminah, S. KomP Jakarta, 07 April 1983 01 Jul 2011 Universitas Gunadarma2005 Swasta Strata 2 Strata 1Diploma 3 Grafik pendidik berdasarkan pendidikan 2009 Swasta 24 April 1982 17 Mei 1982 P Jakarta, 16 Jun 2006 2005 Swasta 68 Muhaemin, S.

PERKEMBANGAN LULUSAN MI

100 200300 400 / / / LAKI-LAKI PEREMPUANJUMLAH

BIOGRAFI PENULIS

  Penulis memulai pendidikan di SDN Srengseng II pada tahun1998 dan selesai pada tahun 2004 dengan prestasi juara kedua cerdas cermat tingkatkabupaten dan siswa dengan nilai tertinggi di SDN Srengseng. Selain melakukan rutinitas di kampus penulis juga mulai mencari pengalaman dengan menjadi guru di TKNurul Iman selama 2 Semester pada semester 5 dan 6, guru di MDA/DTA NurulIman setiap sore pada semester yang sama.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Peningkatan keterampilan menulis karangan dengan penerapan metode permainan susun gambar dalam pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas III SD Muhammadiyah 12 Pamulang Tangerang Selatan
3
24
93
Peningkatan kemampuan menyimak melalui penerapan metode permainan bisik berantai pada siswa kelas III MI Ath-Thoyyibiyyah Kalideres Jakarta Barat Tahun pelajaran 2013/2014
0
10
172
Penerapan metode snowball throwing dalam peningkatan keterampilan berbicara siswa kelas III MI Pembangunan UIN Jakarta
2
8
164
Peningkatan keterampilan membaca siswa pada pembelajaran tematik dengan menggunakan lingkungan sekolah sebagai media di kelas II MI Ath-Thoyyibiyyah Kalideres Jakarta Barat
0
5
100
Penerapan metode diskusi untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS pada siswa kelas IV MI pangkalan Kota Sukabumi
4
10
221
Pengaruh model cooperative learning tipe snowball throwing terhadap hasil belajar matematika siswa
0
34
169
Minat belajar sosiologi kooperatif dengan metode student team achievement division (STAD) kelas XI di MA Pembangunan UIN Jakarta
0
6
187
Upaya meningkatkan keterampilan menyimak metode bermain peran pada siswa kelas III MI Muhammadiyah 02 Depok
1
5
93
Pengaruh metode diskusi terhadap hasil belajar IPA kelas III MI Nur Attaqwa Kelapa Gading Jakarta Utara: kuasi eksperimen pada kelas III Madrasah Ibtidaiyah Nur Attaqwa Kelapa Gading Jakarta
0
5
126
Penerapan Model Pembelajaran Tematik Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Matematika Siswa Di Madrasah Ibtidaiyah : penelitian tindakan kelas di MI Pembangunan UIN Jakarta
1
36
160
Upaya guru dalam peningkatan hasil belajar PKn siswa melalui penerapan metode bermain peran di MI Sirajul Athfal 5 Depok: PTK di MI Sirajul Athfal 5 Kota Depok
0
10
106
Peningkatan keterampilan berbicara dengan menggunakan media gambar dalam pembelajaran bahasa indonesia kelas V MI Al-Husna Jurang Mangu Tanggerang Selatan
0
6
159
Peningkatan keterampilan membaca melalui penerapan metode SQ3R pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V MI Al-Khairiyah Mampang Prapatan Jakarta Selatan Tahun pelajaran 2013-2014
0
16
111
Pengaruh penerapan metode debat terhadap keterampilan berbicara siswa kelas V MI Misbahul Falah Duren Mekar Kota Depok
0
11
0
Pengaruh metode inkuiri dalam pembelajaran matematika terhadap peningkatan kemampuan koneksi matematik siswa
0
3
154
Show more