PENGARUH SKILL ARGUMENTASI ILMIAH SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PADA PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI TERBIMBING

Gratis

1
8
67
2 years ago
Preview
Full text
PENGARUH AKTIVITAS BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN BERBASIS LINGKUNGAN TERHADAP HASIL BELAJAR (Skripsi) Oleh DESTI IRANI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2012 MENGESAHKAN 1. Tim Penguji Ketua : Dr. Abdurrahman, M.Si. ......................... Sekretaris : Viyanti, S.Pd, M.Pd. ......................... Penguji Bukan Pembimbing : Drs. Nengah Maharta, M.Si. ......................... 2. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dr. Bujang Rahman, M.Si. NIP. 19600315 198503 1 003 Tanggal Lulus Ujian Skripsi : SURAT PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini adalah: Nama : Siti Musarofah NPM : 0853022049 Fakultas/Jurusan : FKIP/P. MIPA Program Studi : Pendidikan Fisika Alamat : Jl. Bangunsari RT 02, RW 02, Negeri Katon, Pesawaran Menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang tertulis diacu dalam naskah ini dan disebut dalam daftar pustaka. Bandar Lampung, September 2012 Yang Menyatakan, Siti Musarofah NPM. 0853022049 RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Bangunsari, Pesawaran, pada tanggal 11 Februari 1990, sebagai anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan Bapak Muryani dan Ibu Kadiyem. Penulis mengawali pendidikan formal pada tahun 1996 di SD Negeri 1 Bangunsari dan diselesaikan tahun 2002. Pada tahun 2002 penulis melanjutkan pedidikannya di SMP Negeri 1 Adiluwih, diselesaikan pada tahun 2005. Selanjutnya penulis melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Sukoharjo, diselesaikan pada tahun 2008. Pada tahun yang sama, penulis terdaftar sebagai mahasiswi program studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan MIPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Lampung. Tahun 2010, penulis melakukan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Pada tahun 2011 penulis melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pekon Sukananti, Kec. Way Tenong Kab. Lampung Barat dan melaksanakan praktek mengajar melalui Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA Negeri 2 Way Tenong, Lampung Barat. MOTTO Semua hal yang akan dilakukan harus di awali dengan Bismillah (Siti Musarofah) Bersemangatlah karena akan selalu ada cahaya yang memberi jalan meski hanya (Siti Musarofah) PERSEMBAHAN penulis persembahkan skripsi ini sebagai tanda cinta dan kasih penulis yang tulus kepada: Babe dan Mamah tercinta sayang tanpa putus, senantiasa memberikan dorongan untuk keberhasilan penulis Adik penulis Nindi Ayu Antika , yang penulis banggakan serta selalu memberikan kebahagiaan, semangat dikala penulis putus asa dan semoga penulis dapat menjadi panutan untuk jejak langkah adik penulis kelak. Almamater tercinta. SANWACANA Bismillahirrohmanirrohim Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, karena kasih sayang dan rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul Pengaruh Skill Argumentasi Ilmiah Siswa Terhadap Hasil Belajar Fisika Pada Pembelajaran Berbasis Inkuiri Terbimbing sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Fisika di Universitas Lampung. Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Dr. Bujang Rahman, M.Si. selaku Dekan FKIP Universitas Lampung. 2. Bapak Dr. Caswita, M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan MIPA. 3. Bapak Dr. Undang Rosidin, M.Pd. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Fisika. 4. Bapak Dr. Abdurrahman, M.Si. selaku Pembimbing Akademik dan Pembimbing I atas kesediaan dan keikhlasannya memberikan bimbingan, arahan dan motivasi yang diberikan selama penyusunan skripsi ini. 5. Ibu Viyanti, S.Pd, M.Pd. selaku Pembimbing II atas kesediaan dan keikhlasannya memberikan bimbingan, arahan dan motivasi yang diberikan selama penyusunan skripsi ini. 6. Bapak Drs. Nengah Maharta, M.Si. selaku Pembahas atas masukan dan dukungan yang diberikan. 7. Bapak dan Ibu Dosen serta Staf Program Studi Pendidikan Fisika dan Jurusan Pendidikan MIPA. 8. Hi. Jalaluddin Syarif, S.Pd. selaku Kepala SMA Negeri 12 Bandar Lampung atas bantuan dan kerja samanya selama penelitian berlangsung. 9. Ibu Dra. Sri Adiningsih selaku guru mitra dan murid-murid kelas X2 SMA Negeri 12 Bandar lampung atas bantuan dan kerjasamanya selama penelitian berlangsung. 10. Bapak dan Ibu Guru serta Staf SMA Negeri 12 Bandar Lampung. 11. Babe dan mamah tercinta yang selalu mendukung penulis baik secara moril maupun materil, yang selalu mendoakan dan memberi semangat penulis untuk segera menyelesaikan studi. Juga terimakasih untuk keluarga besar anak, menantu, dan cucu dari nenek situm yang selalu memberikan lelucon yang membuat penulis bahagia dan menambah semangat. 12. Liyan dan Putri yang selalu menjadi tempat curahan hati penulis dari semester 1 (satu). Semoga persahabatan kita akan abadi selamanya. 13. Sahabat-sahabat penulis yang tidak seberapa yang bersama-sama memperjuangkan nasib saat penelitian: Yesika, Intan dan Desti. Semoga tali persaudaraan ini tetap terjaga selamanya. 14. Rekan-rekan Pendidikan Fisika angkatan 2008. Terima kasih untuk kebersamaan dan silaturahmi yang terjaga sampai saat ini dan kapanpun. 15. Teman-teman Asrama Citra: Tari, Dian, Nining, Uji, Zuri, Yani, Imas, Gesti, Lutfi, Eva, dan Nisa. Terima kasih untuk kebersamaan dan silaturahmi yang terjaga sampai saat ini. 16. Serta semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini. xiv Penulis hanya dapat berdoa, mudah-mudahan segala keikhlasan, amal, dan bantuan, mendapat pahala serta balasan dari Allah SWT dan semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi dunia pendidikan. Amin. Bandar Lampung, September 2012 Siti Musarofah xv DAFTAR TABEL Tabel Halaman 2.1 Template SWH (Science Writing Heuristic).............................................. 14 3.1 Koefisien Alpha ..................................................................... 33 3.2 Data hasil belajar (test)............................................................................... 33 3.3 Data Skill Argumentasi Ilmiah .................................................................. 34 3.4 Matrik Penskoran Argumentasi ................................................................. 34 3.5 Tingkat hubungan berdasarkan interval korelasi ...................................... 38 4.1 Hasil Uji Validitas Soal ............................................................................. 42 4.2 Hasil Uji Reliabilitas Soal ......................................................................... 42 4.3 Klasifikasi Rentang Nilai Rata-rata Skill Argumentasi ............................. 45 4.4 Perolehan Rentang Nilai Skor Hasil Belajar Siswa .................................. 46 4.5 Hasil Uji Normalitas Data Skill Argumentasi Dan Hasil Belajar Siswa ... 47 4.6 Hasil Uji Linearitas Data Skill Argumentasi dan Hasil Belajar Siswa ...... 48 4.7 Hasil Uji Korelasi Data Skill Argumentasi Dan Hasil Belajar Siswa ....... 48 4.8 Hasil Koefisien Determinasi Data Skill Argumentasi Dan Hasil Belajar Siswa ......................................................................................................... 50 4.9 Hasil Uji Regresi Data Skill Argumentasi Dan Hasil Belajar Siswa ........ 50 4.10 Hasil F Hitung Data Skill Argumentasi Dan Hasil Belajar Siswa ............ 51 DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 2.1 Bagan Paradigma Pemikiran .................................................................... 26 3.1 One Shot Case Study ................................................................................ 29 4.1 Diagram Skill Argumentasi Ilmiah dan Hasil Belajar .............................. 52 Siti Musarofah ABSTRAK PENGARUH SKILL ARGUMENTASI ILMIAH SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PADA PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI TERBIMBING Oleh SITI MUSAROFAH Kebanyakan di lapangan guru lebih aktif daripada siswa. Guru mengambil inisiatif dalam menetapkan dan memecahkan masalah dalam pelajaran. Segala sesuatu diinformasikan kepada siswa sehingga siswa tinggal menerimanya. Oleh sebab itu siswa lebih banyak diam dan berpura-pura mengerti. Dengan mendengarkan pendapat siswa maka siswa dapat memahami dan menemukan konsep dari materi tersebut secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh skill argumentasi ilmiah siswa terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi di SMA Negeri 12 Bandar Lampung saat pembelajaran khususnya fisika kebanyakan siswa hanya mendengarkan dan menghafal rumus yang diberikan. Siswa lebih cenderung pasif dan bersikap menerima saja apa yang di sampaikan oleh guru tanpa mencoba mengeluarkan pendapat sendiri sesuai dengan pengetahuannya. Oleh karena itu dilakukan penelitian mengenai skill argumentasi siswa untuk mengetahui seberapa dalam siswa dapat mengapresiasikan materi yang telah dipelajari menggunakan bahasa mereka sendiri. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 12 Bandar Lampung, menggunakan satu kelas yaitu Siti Musarofah kelas X2 dengan jumlah sampel 34 siswa dan menggunakan desain One-Shot Case Study. Pada penelitian ini data skill argumentasi ilmiah diperoleh dengan menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dberikan kepada setiap siswa dengan menilai pendapat setiap siswa pada LKS sesuai dengan matriks penskoran argumentasi sedangkan hasil belajar siswa dengan mengambil nilai hasil ujian setelah sampel diberi perlakuan dengan menggunakan instrumen berbentuk soal essay dengan 5 buah soal. Kemudian untuk menguji pengaruh dilakukan uji linearitas, korelasi, dan regresi linear sederhana antara data skill argumentasi dan hasil belajar siswa dengan sebelumnya menguji terlebih dahulu soal dengan menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Pembelajaran dengan menggunakan skill argumentasi selain dapat meningkatkan pemahaman dan cara berpikir kritis siswa juga dapat menumbuhkan mental siswa. Sehingga penilaian siswa tidak hanya dilihat dari hasil belajar namun keaktifan dalam memberikan pendapat terhadap suatu masalah dalam materi yang dipelajari dan siswa juga dapat belajar cara menyampaikan pendapat yang baik dan benar. Karena pendapat merupakan faktor penting dalam bidang sains. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh linear yang positif dan signifikan antara skill argumentasi ilmiah siswa terhadap hasil belajar fisika siswa dengan kontribusi determinan sebesar 14% dan persamaan regresinya adalah . Kata kunci : skill argumentasi ilmiah siswa, hasil belajar siswa. PENGARUH SKILL ARGUMENTASI ILMIAH SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PADA PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI TERBIMBING Oleh Siti Musarofah Skripsi Sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar SARJANA PENDIDIKAN Pada Program Studi Pendidikan Fisika Jurusan Pendidikan Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2012 Judul Skripsi : PENGARUH SKILL ARGUMENTASI ILMIAH SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PADA PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI TERBIMBING Nama Mahasiswa : Siti Musarofah Nomor Pokok Mahasiswa : 0853022049 Program Studi : Pendidikan Fisika Jurusan : Pendidikan MIPA Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan MENYETUJUI 1. Komisi Pembimbing Dr. Abdurrahman, M.Si. NIP 19681210199303 1 002 Viyanti, S.Pd, M.Pd. NIP 19800330 200501 2 001 2. Ketua Jurusan Pendidikan MIPA Dr. Caswita, M.Si. NIP 19671004 199303 1 004 MENGESAHKAN 1. Tim Penguji Ketua : Dr. Abdurrahman, M.Si. ......................... Sekretaris : Viyanti, S.Pd, M.Pd. ......................... Penguji Bukan Pembimbing : Drs. Nengah Maharta, M.Si. ......................... 2. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dr. Bujang Rahman, M.Si. NIP. 19600315 198503 1 003 Tanggal Lulus Ujian Skripsi : SURAT PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini adalah: Nama : Siti Musarofah NPM : 0853022049 Fakultas/Jurusan : FKIP/P. MIPA Program Studi : Pendidikan Fisika Alamat : Jl. Bangunsari RT 02, RW 02, Negeri Katon, Pesawaran Menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang tertulis diacu dalam naskah ini dan disebut dalam daftar pustaka. Bandar Lampung, Mei 2012 Yang Menyatakan, Siti Musarofah NPM. 0853022049 RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Bangunsari, Pesawaran, pada tanggal 11 Februari 1990, sebagai anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan Bapak Muryani dan Ibu Kadiyem. Penulis mengawali pendidikan formal pada tahun 1996 di SD Negeri 1 Bangunsari dan diselesaikan tahun 2002. Pada tahun 2002 penulis melanjutkan pedidikannya di SMP Negeri 1 Adiluwih, diselesaikan pada tahun 2005. Selanjutnya penulis melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Sukoharjo, diselesaikan pada tahun 2008. Pada tahun yang sama, penulis terdaftar sebagai mahasiswi program studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan MIPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Lampung. Tahun 2010, penulis melakukan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Pada tahun 2011 penulis melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pekon Sukananti, Kec. Way Tenong Kab. Lampung Barat dan melaksanakan praktek mengajar melalui Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA Negeri 2 Way Tenong, Lampung Barat. MOTTO Semua hal yang akan dilakukan harus di awali dengan Bismillah (Siti Musarofah) Bersemangatlah karena akan selalu ada cahaya yang memberi jalan meski hanya (Siti Musarofah) PERSEMBAHAN penulis persembahkan skripsi ini sebagai tanda cinta dan kasih penulis yang tulus kepada: Babe dan Mamah tercinta sayang tanpa putus, senantiasa memberikan dorongan untuk keberhasilan penulis Adik penulis Nindi Ayu Antika , yang penulis banggakan serta selalu memberikan kebahagiaan, semangat dikala penulis putus asa. Almamater tercinta. SANWACANA Bismillahirrohmanirrohim Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, karena kasih sayang dan rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul Pengaruh Skill Argumentasi Ilmiah Siswa Terhadap Hasil Belajar Fisika Pada Pembelajaran Berbasis Inkuiri Terbimbing sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Fisika di Universitas Lampung. Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Dr. Bujang Rahman, M.Si. selaku Dekan FKIP Universitas Lampung. 2. Bapak Dr. Caswita, M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan MIPA. 3. Bapak Dr. Undang Rosidin, M.Pd. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Fisika. 4. Bapak Dr. Abdurrahman, M.Si. selaku Pembimbing Akademik dan Pembimbing I atas kesediaan dan keikhlasannya memberikan bimbingan, arahan dan motivasi yang diberikan selama penyusunan skripsi ini. 5. Ibu Viyanti, S.Pd, M.Pd. selaku Pembimbing II atas kesediaan dan keikhlasannya memberikan bimbingan, arahan dan motivasi yang diberikan selama penyusunan skripsi ini. 6. Bapak Drs. Nengah Maharta, M.Si. selaku Pembahas atas masukan dan dukungan yang diberikan. 7. Bapak dan Ibu Dosen serta Staf Program Studi Pendidikan Fisika dan Jurusan Pendidikan MIPA. 8. Hi. Jalaluddin Syarif, S.Pd. selaku Kepala SMA Negeri 12 Bandar Lampung atas bantuan dan kerja samanya selama penelitian berlangsung. 9. Ibu Dra. Sri Adiningsih selaku guru mitra dan murid-murid kelas X2 SMA Negeri 12 Bandar lampung atas bantuan dan kerjasamanya selama penelitian berlangsung. 10. Bapak dan Ibu Guru serta Staf SMA Negeri 12 Bandar Lampung. 11. Babe dan mamah tercinta yang selalu mendukung penulis baik secara moril maupun materil, yang selalu mendoakan dan memberi semangat penulis untuk segera menyelesaikan studi. Juga terimakasih untuk keluarga besar anak, menantu, dan cucu dari nenek situm yang selalu memberikan lelucon yang membuat penulis bahagia dan menambah semangat. 12. Liyan dan Putri yang selalu menjadi tempat curahan hati penulis dari semester 1 (satu). Semoga persahabatan kita akan abadi selamanya. 13. Sahabat-sahabat penulis yang tidak seberapa yang bersama-sama memperjuangkan nasib saat penelitian: Yesika, Intan dan Desti. Semoga tali persaudaraan ini tetap terjaga selamanya. 14. Rekan-rekan Pendidikan Fisika angkatan 2008. Terima kasih untuk kebersamaan dan silaturahmi yang terjaga sampai saat ini dan kapanpun. 15. Teman-teman Asrama Citra: Tari, Dian, Nining, Uji, Zuri, Yani, Imas, Gesti, Lutfi, Eva, dan Nisa. Terima kasih untuk kebersamaan dan silaturahmi yang terjaga sampai saat ini. 16. Serta semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini. xiv Penulis hanya dapat berdoa, mudah-mudahan segala keikhlasan, amal, dan bantuan, mendapat pahala serta balasan dari Allah SWT dan semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi dunia pendidikan. Amin. Bandar Lampung, Mei 2012 Siti Musarofah xv DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI .................................................................................................. xvi DAFTAR TABEL ......................................................................................... xx DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... xxii I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah ...................................................................... 1 1.2. Rumusan Masalah ................................................................................ 3 1.3. Tujuan Penelitian ................................................................................. 3 1.4. Manfaat Penelitian ............................................................................... 4 1.5. Ruang Lingkup Penelitian .................................................................... 4 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kerangka Teoritis 2.1.1. 2.1.2 2.1.3 2.1.4 2.1.5 2.1.6 Skill ......................................................................................... Argumentasi ............................................................................ Hakekat Belajar ....................................................................... Hasil Belajar ............................................................................ Inkuiri ...................................................................................... Inkuiri Terbimbing .................................................................. 6 7 14 17 19 22 2.2. Kerangka Pemikiran............................................................................ 25 2.3. Hipotesis ............................................................................................ 27 III. METODE PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian ............................................................ 28 3.2. Populasi dan Sampel .......................................................................... 28 3.3. Desain Penelitian ................................................................................ 29 3.4. Variabel Penelitian .............................................................................. 29 3.5. Instrumen Penelitian ........................................................................... 30 3.6. Analisis Instrumen .............................................................................. 30 3.6.1 Uji Validitas .............................................................................. 30 3.6.2 Uji Reliabilitas .......................................................................... 32 3.7 Teknik Pengumpulan Data .................................................................. 33 3.8 Teknik Analisis Data dan Pengujian Hipotesis ................................... 35 3.10.1. Analisis Data ........................................................................... 35 3.10.2. Pengujian Hipotesis ................................................................ 36 IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian .................................................................................. 41 4.1.1 Uji Instrumen Penelitian ........................................................... 41 a. Uji Validitas Soal ....................................................................... 42 b. Uji Reliabilitas Soal ................................................................... 42 4.1.2. Tahapan Pelaksanaan ................................................................ 43 4.1.3. Data Hasil Penelitian ................................................................. 45 4.1.4. Pengujian Hipotesis .................................................................. 46 4.2. Pembahasan ....................................................................................... 51 V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan ........................................................................................ 58 5.2. Saran .................................................................................................. 58 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 1. Pemetaan Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar ..................... 62 2. Silabus ............................................................................................... 69 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ....................................... 76 4. Lembar Kerja Siswa (LKS) ............................................................... 102 5. Peta Konsep ........................................................................................ 129 6. Kisi-kisi Soal ...................................................................................... 130 7. LP 1: Lembar Penilaian Akhir............................................................ 139 xvii 8. LP Argumentasi ................................................................................. 141 9. LP 2A : Format Penilaian Kinerja ..................................................... 143 10. LP 2B: Lembar Penilaian Diskusi Dan Presentasi ........................... 145 11. LP 3: Penilaian Afektif .................................................................... 147 12. Data Hasil Uji Instrumen Soal Hasil Belajar .................................... 151 13. Data Hasil Belajar Siswa .................................................................. 152 14. Data Skill Argumentasi Siswa .......................................................... 154 15. Hasil Uji Validitas Soal ................................................................... 156 16. Hasil Uji Reliabilitas Soal ................................................................ 157 17. Hasil Uji Normalitas Skill Argumentasi - Hasil Belajar Siswa......... 158 18. Hasil Uji Linearitas Skill Argumentasi 19. Hasil Uji Korelasi Skill Argumentasi Hasil Belajar Siswa ......... 159 Hasil Belajar Siswa ........... 161 20. Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Skill Argumentasi Hasil Belajar Siswa ............................................................................................... 162 21. Alur Kerangka Pemikiran ................................................................ 166 22. Surat Izin Penelitian ......................................................................... 167 23. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian .......................... 169 24. Daftar Hadir Seminar Proposal ........................................................ 171 25. Daftar Hadir Seminar Hasil .............................................................. 173 26. Kartu Kendali Skripsi ...................................................................... 175 xviii 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Terkadang kita sering menemukan kejadian-kejadian yang berhubungan atau bersangkutan langsung dengan fisika baik saat bekerja, bermain maupun saat beristirahat. Di sekolah pelajaran fisika selalu dianggap sulit bahkan menakutkan. Sedangkan pada kenyataannya, pelajaran fisika sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Fisika merupakan suatu ilmu yang mempelajari fenomena alam yang diteliti secara langsung untuk mengetahui faktor dari terjadinya fenomena tersebut. Kebanyakan di lapangan guru lebih aktif daripada siswa. Guru banyak mengambil inisiatif dalam menetapkan dan menentukan cara memecahkan masalah. Segala sesuatu diinformasikan secara cermat kepada anak didiknya, sehingga anak didik tinggal menerimanya. Kegiatan seperti itu memang mengasyikkan bagi guru, tetapi membosankan bagi siswa karena siswa hanya sebagai pendengar. Murid dianggap sebagai suatu benda yang kosong tepat diisi dengan segala macam informasi. Cara belajar mengajar seperti ini, akan menghasilkan manusia yang konsumtif, kurang kreatif dan kurang berkemampuan untuk menghadapi tantangan hidup dimasa yang akan datang. 2 Guru harus lebih kreatif dalam mengembangkan metode pembelajaran untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran baik secara psikomotor maupun argumen (pendapat). Dalam pembelajaran yang ada di sekolah, pemahaman siswa tergantung dari cara seorang guru dalam memberikan atau menerangkan materi sehingga dapat dimengerti oleh siswa. Kemampuan siswa dalam menangkap penjelasan dari guru berbeda-beda, sehingga seorang guru harus memahami karakteristik siswa tersebut. Terkadang siswa mempunyai sifat pemalu atau sukar dalam mengungkapkan pendapat atau pertanyaan jadi guru harus pintar untuk memancing siswa agar berani mengeluarkan pendapat atau pertanyaannya. Skill atau keterampilan berpendapat siswa dapat membantu mengembangkan kreatifitas yang ada pada diri siswa. Jika guru memberikan suatu permasalahan, hal itu akan memacu siswa untuk berpikir mengapa hal itu terjadi dan apa yang mempengaruhinya. Dengan bekal pertanyaan dari seorang siswa juga akan meningkatkan respon siswa lain untuk mengeluarkan jawaban atau pertanyaan sehingga ketidakjelasan suatu materi/masalah dapat dipecahkan oleh siswa sendiri. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti di SMA Negeri 12 Bandar Lampung diketahui bahwa pembelajaran yang dilakukan masih menggunakan metode ceramah. Guru hanya menerangkan materi tanpa mencoba mendengarkan pendapat siswa. Akibatnya siswa hanya dapat menerima sekilas namun jika ditanya pada waktu lainnya siswa sudah tidak ingat lagi. Oleh karena itu dengan pembelajaran yang berargumen siswa akan mencoba untuk mengeluarkan pendapatnya sesuai dengan pengetahuan dan 3 pengalamannya. Dari pendapat tersebut juga akan membantu siswa lain ikut berpikir dan menambah pengetahuan yang belum diketahuinya. Bertitik tolak dari latar belakang di atas, maka telah dilakukan penelitian eksperimen untuk melihat seberapa besar pengaruh argumentasi siswa terhadap hasil belajar Pengaruh Skill Argumentasi Ilmiah Siswa terhadap Hasil Belajar Fisika pada Pembelajaran Berbasis Inkuiri Terbimbing B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Adakah pengaruh skill argumentasi ilmiah siswa terhadap hasil belajar fisika siswa pada pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing? C. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui pengaruh skill argumentasi ilmiah siswa terhadap hasil belajar fisika siswa. D. Manfaat Penelitian 4 Manfaat penelitian ini adalah: 1. Manfaat Teoritis Diharapkan bahwa skill argumentasi dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa serta melatih mental dan cara siswa dalam menyampaikan pendapat ilmiah. 2. Manfaat Praktis a. Sebagai penambah wawasan bagi guru dalam meningkatkan kualitas dalam pembelajaran serta sebagai alternatif metode pembelajaran yang bervariasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. b. Peneliti dapat mengembangkan kemampuan berpendapat dan keberanian dalam mengungkapkan pendapat didepan umum. c. Sebagai bahan pertimbangan guru atau calon guru untuk memilih pembelajaran dalam mengajar fisika. d. Dengan diterapkan pembelajaran yang sesuai dengan penyusunan materi, siswa dapat mengerti materi secara jelas. E. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah: 1. Pengaruh skill argumentasi terhadap hasil belajar fisika siswa ranah kognitif pada pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing pada kelas X2 SMA Negeri 12 Bandar Lampung. 2. Argumentasi ilmiah yang dimaksud adalah kemampuan siswa dalam mengungkapkan pendapatnya yang ditulis dalam LKS dengan nilai 5 menggunakan skor jawaban dari LKS berdasar pada poin penskoran argumentasi. 3. Skill argumentasi yang dimaksud adalah kemampuan siswa dalam mengungkapkan pendapat baik secara lisan maupun tulisan. 4. Hasil belajar yang dimaksud adalah kemampuan kognitif siswa setelah mempelajari materi fisika yang di tunjuk dengan nilai tes hasil belajar. 5. Inkuiri terbimbing merupakan metode yang digunakan dalam pembelajaran dimana guru membimbing siswa dalam percobaan sehingga siswa dapat menemukan sendiri langkah percobaan dan konsep-konsep dalam percobaan tersebut. 6. Materi yang akan dibelajarkan dalam penelitian ini adalah materi pokok Suhu dan Kalor dengan sub materi Kalor (Pengaruh Kalor Terhadap Kenaikan Suhu Suatu Benda dan Pengaruh Kalor Terhadap Perubahan Wujud Benda) dan Perpindahan Kalor. 6 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kerangka Teoretis Setiap manusia telah diberi keterampilan oleh Yang Maha Pencipta semenjak manusia masih berada dalam kandungan. Namun setiap orang mempunyai keterampilan yang berbeda. Ada yang mempunyai keterampilan tanpa perlu diasah namun sudah mahir tetapi ada pula keterampilan yang harus diasah terlebih dahulu sebelum orang tersebut menjadi mahir. Keterampilanketerampilan tersebut akan menjadi suatu pijakan dasar bagi kehidupan seseorang apalagi dalam bidang pendidikan. Seorang anak pada dasarnya telah mempunyai keterampilan dalam dirinya namun keterampilan tersebut dapat berkembang jika guru mampu memberikan suatu dorongan atau inspirasi agar siswa berani mengeluarkan keterampilannya. 1. Skill Katerampilan anak dapat ditinjau dengan perilaku atau tingkah laku saat berada didalam kelas. Namun terkadang guru cenderung asyik mengajar diri sendiri tanpa menghiraukan keinginan anak didiknya sehingga siswa akan menjadi pasif dan malas untuk mengembangkan keterampilannya. Menurut Amalia dalam Viyanti (2012:152) skill adalah kecakapan, kepandaian, dan keterampilan . Dari definisi tersebut kita mengetahui bahwa 7 setiap siswa mempunyai keterampilan yang berbeda sesuai bakat dan karakteristik mereka. Keterampilan tersebut dapat dikembangkan dengan asuhan atau bimbingan yang tepat dan dapat menghasilkan sesuatu yang berguna untuk diri sendiri dan orang lain. 2. Argumentasi Suatu ide atau pendapat sangat dibutuhkan jika kita berada dalam suatu permasalahan. Namun hal tersebut terkadang tidak tercipta dalam suasana pembelajaran karena siswa merasa takut dalam mengungkapkan pendapatnya. Hal itu dipengaruhi oleh mental siswa yang kurang berani seperti takut salah atau dipengaruhi oleh perlakuan guru yang tidak mau dibuat pusing oleh pertanyaan siswa. Kenyataannya pendapat siswa dapat memberikan sebuah jalan bagi guru untuk menilai sejauh mana pemahaman materi yang ditangkap oleh siswa. Argumentasi atau pendapat dapat juga membantu meningkatkan keaktifan siswa dalam kelas yang dapat juga meningkatkan daya tarik siswa lain untuk mengeluarkan pendapatnya. Menurut Erduran (2008: 5) mengusulkan bahwa setidaknya ada lima dimensi saling terkait atau kontribusi potensial dari pengenalan argumentasi di kelas sains: Mendukung akses ke kognitif dan meta-kognitif proses karakteristik kinerja dan memungkinkan ahli pemodelan untuk siswa. Mendukung pengembangan kompetensi komunikatif dan berpikir sangat kritis. Mendukung pencapaian melek ilmiah dan memberdayakan siswa untuk berbicara dan menulis bahasa ilmu pengetahuan. Mendukung enkulturasi ke dalam praktek-praktek budaya ilmiah dan pengembangan kriteria untuk evaluasi epistemis pengetahuan. Mendukung pengembangan penalaran, khususnya pilihan teori atau posisi berdasarkan kriteria rasional. 8 Dari kelima manfaat argumentasi tersebut akan membantu siswa untuk menjalin interaksi dan kerjasama dengan teman sebayanya, mendukung perkembangan komunikasi antar siswa dan cara berpikir kritis, memberdayakan siswa dalam berbicara dan menulis bahasa dalam ilmu pengetahuan, mendukung siswa untuk terjun langsung dalam praktek-praktek dan pengembangan kriteria pengetahuan serta mendukung pengembangan penalaran, khususnya pilihan teori atau posisi berdasarkan kriteria rasional. Sehingga siswa akan terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan hubungan yang baik dengan guru maupun siwa yang lain atau teman sebaya. argumentasi adalah suatu bentuk wacana yang perlu disesuaikan oleh mahasiswa dan secara eksplisit diajarkan melalui instruksi yang sesuai, penataan tugas dan pemodelan. argumentasi merupakan suatu wacana yang disesuaikan untuk proses pembelajaran dengan adanya pendapat atau diskusi antar siswa. Menurut Erduran (2008: 9) sebagai berikut: Teks dapat dilihat sebagai bagian dari proses sosial yang terlibat dalam produksi pengetahuan ilmiah, dari negosiasi dari tempat dan nilai klaim dalam struktur pengetahuan ilmiah yang diberikan bahwa ilmu menulis tidak bisa dilihat sebagai pelaporan, tetapi sebagai konstruksi ilmiah fakta (Myers, 1990). Dengan terlibat dalam argumentasi siswa, belajar berbicara dan menulis bahasa ilmu pengetahuan (Kelly dkk, buku ini: Mason, 1998), termasuk fitur retoris (Kelly & Bazerman, 2003: Martins et al, 2001) seperti sebagai persuasi dalam argumentasi. Dari kutipan diatas dapat disimpulkan bahwa argumentasi dalam kelas sangat penting karena dapat membantu guru mengetahui kemampuan siswa. Terkadang siswa yang mempunyai kemampuan pengetahuan tetapi tidak mempunyai kemampuan dalam berbicara sehingga dengan bahasa tulisan akan mempermudah guru untuk menilai kemampuan siswa tersebut. Dalam 9 bidang sains argumentasi sangat penting dibutuhkan untuk mengetahui pendapat siswa tentang suatu teori yang telah dikemukakan dan akan memunculkan suatu ide baru dalam bidang pendidikan khususnya sains. Menurut Ezra dalam Yunita (2007: 49) sebagai berikut: Argumentasi adalah sejumlah pernyataan atau proposisi, satu diantaranya dianggap sebagai kesimpulan dari yang lainnya , sementara pernyataan-pernyataan lainnya ini dinilai mendukung kebenaran kesimpulan yang ditarik. Argumentasi atau pendapat dapat diambil dari sejumlah pernyataan yang kemudian akan didiskusikan terhadap permasalahan yang ada dan dipadukan dengan pendapat lain yang akan mendukung penyelesaian permasalahan tersebut sehingga dapat ditarik kesimpulan yang benar dan jelas. Menurut Rakhmad (1995:22-23) dalam Kusnu argument dari bahasa Latin yang berarti menjelaskan. Alasan-alasan (bukti) yang ditawarkan untuk mendukung atau menyangkal sesuatu. Dalam logika, diartikan sebagai serangkaian pernyataan yang disebut premis-premis yang secara logis berkaitan dengan pernyataan berikutnya yang disebut konklusi. Pendapat siswa harus dihargai dan didengarkan karena dengan begitu maka proses belajar mengajar akan hidup atau aktif dengan adanya tanggapan dari satu siswa dengan siswa lain. Pembelajaran yang aktif adalah jika siswa ikut terlibat didalam suatu proses pembelajaran dengan cara siswa tersebut untuk meyakinkan dan membuktikan kebenaran pendapatnya. Dasar pendapat atau argumentasi siswa merupakan awal dari pola berpikir kritis atau logis yang akan menimbulkan sikap ilmiah dalam diri siswa. 10 Menurut Rahuhandoko (1996:67) dalam Kusnu argument diartikan usaha mempercayakan orang lain dengan mengajukan alasan-alasan. Dari definisi tersebut, argumentasi merupakan suatu perkataan atau pendapat yang diharapkan dapat dipercaya oleh orang lain. Dalam pembelajaran siswa juga harus berani mengungkapkan pendapatnya sesuai apa yang diketahui dari pengetahuan buku maupun dari pengalaman mereka dalam kehidupan seharihari. Menurut Sudarsono (1992:36) dalam Kusnu argumen yaitu alasan yang dapat dipakai untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan. Berargumen, berarti berdebat dengan saling mempertahankan atau menolak alasan masing-masing. Istilah argumentasi, diartikan sebagai pemberian alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian atau gagasan. Berargumentasi berarti memberikan alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian atau gagasan. Menurut Toulmin dalam Yunita (2007:51) sebagai berikut: Sebuah argumen harus terdiri dari enam unsur, yaitu tiga unsur utama adalah Grounds, Claim, dan Warrant. Dan ketiga unsur pendukung yang lainnya adalah Backing, Qualifier, dan Condition for rebuttal. Grounds adalah segala data atau informasi yang kita miliki dapat dijadikan dasar untuk membuat sebuah pernyataan. Claim adalah kesimpulan atau pernyataan yang ingin kita ajukan, yang didasarkan atas grounds. Warrant adalah pernyataan yang menghubungkan sebuah claim dan grounds yang ada. Kemudian ketiga unsur pendukung yang lainnya yaitu backing adalah buktibukti untuk mendukung warrant. Qualifier adalah pernyataan yang menunjukkan besarnya kemungkinan claim yang ada. Sedangkan condition 11 for rebuttal (kondisi penyangkalan) adalah pernyataan tentang pengecualianpengecualian terhadap claim. Qualifier dan condition for rebuttal berfungsi untuk membatasi ruang lingkup claim yang kita buat. Menurut Vygotsky dan Wertsch dalam Erduran (2008: 4) sebagai berikut: Sebuah kerangka kedua adalah perspektif sosial budaya yang menunjuk pada peran interaksi sosial dalam belajar dan proses berpikir, dan menyatakan bahwa proses berpikir yang lebih tinggi berasal dari kegiatan sosial mediasi, khususnya melalui mediasi bahasa. Proses belajar dan berpikir sangat berkaitan erat dengan cara berbahasa atau berpendapat. Mediasi bahasa akan membantu seseorang untuk menyatakan apa yang diketahui mengenai pengetahuan ataupun pengalaman. Dengan adanya mediasi bahasa dalam proses pembelajaran juga akan membantu guru untuk lebih mengetahui karakteristik dan kemampuan siswa. Sehingga guru dapat mengambil metode yang tepat sesuai kemampuan siswa tersebut. pembelajaran siswa dituntut untuk membuktikan alasan dari ide dan pendapat yang ia kemukakan. Dengan bukti yang nyata dan dapat diterima. Menurut Wojowasito (2001: 45) argument diartikan bukti sanggahan, alasan, perbantahan, dan argumentatie diartikan hal Inggris- argument yaitu arti alasan, perdebatan, bukti, perbantahan, dan argumentation diartikan pemberian alasan dengan cara tertentu, debat, pembahasan. Dalam Kamus Bahasa Indonesia, argumen diartikan sebagai alasan berupa uraian penjelasan, dan 12 argumentasi diartikan sebagai pemberian alasan yang diuraikan secara jelas untuk memperkuat suatu pendapat. Dari definisi-definisi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa argumentasi merupakan pendapat atau alasan yang diberikan untuk membuat percaya orang lain terhadap apa yang kita katakan. Atau mengajukan alasan berupa uraian penjelasan yang diuraikan secara jelas, berupa serangkaian pernyataan yang secara logis berkaitan dengan pernyataan berikutnya yang disebut konklusi, untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian atau gagasan. Pendapat seorang siswa dalam proses pembelajaran akan melatihnya untuk berpikir kritis dan ilmiah terhadap suatu permasalahan yang terjadi dan melatih keberanian mereka dalam mengeluarkan karena pembelajaran di sekolah saat ini siswa lebih banyak pasif dan hanya mendengarkan penjelasan dari guru serta dapat melatih kesabaran untuk terbuka dalam menerima pendapat orang lain. Menurut Yunita (2007: 50) sebagai berikut: Cara yang digunakan untuk membedah sebuah argumentasi terstruktur adalah logika formal yang didalamnya berisi premis mayor, premis minor, kesimpulan, dan entimem. Dari ketiga struktrur tersebut saling berkaitan atau berhubungan. Dengan paling sedikitnya tiga pernyataan. Pernyataan pertama adalah premis mayor yaitu sebuah pernyataan umum tentang hubungan antara dua hal, misal A dan B. Pernyataan kedua adalah premis minor yaitu pernyataan yang lebih 13 spesifik tentang hal baru (C) yang dihubungkan pada hal A. Pernyataan ketiga adalah kesimpulan yaitu mengaitkan antara B dan C. Dan pernyataan yang keempat adalah entimem yaitu keterkaitan keseluruhan antara premis mayor, premis minor, dan kesimpulan. Template SWH adalah bentuk format penulisan semi struktur yang mengarahkan penulisan argumen mahasiswa untuk melaporkan hasil diskusi dan investigasi kelompok dengan menggunakan komponen argumen seperti pertanyaan (questions), klaim (claims), fakta/data (evidence), dan refleksi (reflection) dalam pembelajaran fisika alat yang dapat digunakan untuk memandu para guru dan siswa didalam kegiatan produktif untuk bernegoisasi yang dilakukan didalam Menurut definisi tersebut SWH bermanfaat untuk mengetahui kemampuan siswa terutama dalam bidang sains untuk menuliskan pendapatnya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dengan bimbingan dari metode yang dikembangan oleh guru. Argumen yang dibuat menggunakan pendekatan Science Writing Heuristic (SWH) (Keys et al. 1999) yang sudah dilengkapi dengan template (lihat table 1). Manfaat dari Template SWH adalah membantu guru untuk membuat instrumen argumentasi yang terdiri dari pertanyaan, perlakuan, pengamatan, kesimpulan, fakta, dan evaluasi yang akan dilakukan oleh siswa. Tabel 2. Template SWH 14 Tahapan Ide awal Tests Pengamatan Kesimpulan Fakta/bukti Bacaan/refleksi Pertanyaan yang Berhubungan dengan Tahapan Apa pertanyaan saya? Apa yang harus saya lakukan? Apa yang saya lihat? Apa yang dapat saya simpulkan? Bagaimana saya mengetahui hal tersebut? Mengapa saya membuat kesimpulan seperti itu? Bagaimana perbandingan ide saya dengan yang lain? Bagaimana cara merubah ide yang saya punya? (Keys et al, 1999) 3. Hakekat Belajar Belajar merupakan tugas bagi setiap individu, baik dalam dunia formal maupun nonformal. Dengan belajar setiap manusia akan mengetahui arti kehidupan di dunia. Dalam dunia pendidikan juga mempunyai arti yang, belajar akan menambah pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan diri sendiri maupun orang lain. Karena dengan belajar kita dapat membedakan hal yang baik dan buruk. Dengan belajar kita juga dapat mengembangkan kreatifitas yang kita miliki agar lebih terampil dan lebih mahir lagi. Menurut Hamalik (2002: 28) merupakan proses perubahan tingkah laku pada seseorang berkat pengalaman dan latihan Pengalaman dan latihan dapat diperoleh dari interaksi antara individu dengan lingkungannya. Dari pembelajarn tersebut akan membantu seseorang dalam sikap dan perilakunya menjadi lebih baik. Learning (belajar) mengandung pengertian proses perubahan yang relatif tetap dalam Hal ini berarti tingkah laku 15 siswa mengalami perubahan yang bertahap sebagai hasil dari pengalaman yang telah didapat dari proses belajar. Para pakar pendidikan mengemukakan pengertian hakekat belajar berbeda antara satu dengan yang lainnya, namun demikian selaku mengacu pada prinsip yang sama yaitu setiap orang yang melakukan proses belajar akan mengalami suatu perubahan dalam dirinya. Ada beberapa pendapat para ahli tentang definisi tentang belajar. Cronbach, Harold Spears dan Geoch dalam Sardiman A.M (2005 : 20) sebagai berikut : 1. Cronbach memberikan definisi : Belajar adalah memperlihatkan perubahan dalam perilaku sebagai hasil dar 2. Harold Spears memberikan batasan : Belajar adalah mengamati, membaca, berinisiasi, mencoba sesuatu sendiri, mendengarkan, mengikuti petunjuk/ arahan. 3. Geoch, mengatakan : Belajar adalah perubahan dalam penampilan sebagai hasil praktek. Dapat disimpulkan dari ketiga definisi tersebut bahwa belajar adalah perubahan perilaku baik dari penampilan maupun sikap sebagai hasil praktek yang diperoleh dari pengalaman melalui aspek mengamati, membaca, berinisiasi, mencoba sesuatu sendiri, mendengarkan, dan mengikuti petunjuk/arahan yang bertujuan untuk menambah pengetahuan. Belajar dapat diterima secara baik oleh siswa jika siswa melakukan atau mengamati secara langsung apa yang sedang dipelajari karena hal tersebut membuat siswa mengingat secara spesifik dengan sesuatu yang dilihat dan kerjakan. Belajar sebagai kegiatan individu yang merupakan proses penambahan pengetahuan yang sebelumnya telah siswa dapatkan dari pengalaman dari 16 lingkungannya. Dengan pengalaman tersebut siswa telah belajar hal-hal seperti membaca, mendengarkan, berpendapat yang menunjang dalam hasil belajar. Sehingga dapat di katakan bahwa belajar adalah peningkatan hasil belajar yang ditunjang oleha pengalaman melalui membaca, mendengarkan, dan berpendapat. Pengertian belajar juga dikemukakan oleh Slameto (2003 : 2) yakni Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Hasil belajar berkaitan dengan usaha yang telah siswa kerajakan dengan berdasar pengembangan pengalaman yang telah didapatkan dari interaksi terhadap lingkungannya sehingga dapat terlihat dari perubahan tingkah lakunya. Hal tersebut dapat di lihat dengan bertambahnya kualitas dan kuantitas, namun jika tidak adanya pertambahan kualitas dan kuantitas maka siswa tersebut belum mengalami proses belajar. Belajar yang efektif dapat diterapkan dengan cara mengaktifkan siswa seefisien mungkin sehingga mereka tidak hanya mendengar dan melihat namun mereka ikut menyumbang ide atau persoalan berdasar pada pengalaman yang telah siswa ketahui. Hal itu juga harus didukung dari faktor internal maupun eksternal siswa. Faktor internal meliputi keadaan siswa, baik fikiran dan kesehatan, dan faktor eksternal meliputi sarana yang mendukung serta kemampuan guru yang berpengalaman.  Hasil Belajar 17 Hasil belajar siswa berkaitan dengan cara siswa menangkap dan memahami isi materi yang disampaikan oleh guru. Hasil belajar siswa dapat diketahui setelah proses pembelajaran. Menurut Dimyati dan Mudjiono (2002 : 3-4): Hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya penggal dan puncak proses belajar. Hasil belajar menurut pendapat tersebut merupakan proses penilaian yang dilihat dengan pengadaan postest untuk mengetahui sejauh mana materi yang telah diterima siswa. Dari hasil penilaian tersebut guru dapat mengevaluasi sistem mengajar yang telah guru lakukan untuk mengetahui berapa persen hasil dari metode yang guru terapkan saat itu. Dari hasil belajar tersebut siswa juga dapat mengetahui kesalahan serta kekurangpahaman materi yang diajarkan untuk didiskusikan bagian yang siswa tidak mengerti berdasar kemampuan yang dimilikinya. Keberhasilan proses belajar yang dilakukan dapat diukur dengan tolak ukur hasil belajar yang diperoleh oleh siswa. Hal tersebut didukung oleh pendapat Djamarah dan Zain (2006 : 121) Setiap proses belajar mengajar selalu menghasilkan hasil belajar, dapat dikatakan bahwa hasil belajar merupakan akhir atau puncak dari proses belajar. Akhir dari kegiatan inilah yang menjadi tolak ukur tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar. Siswa dapat mengukur tingkat pengetahuan dan pemahaman dari materi dengan melihat hasil belajarnya. Dengan begitu akan memudahkan guru mengetahui kemampuan siswa dan menyikapi siswa yang kurang mengerti terhadap materi yang telahkan diajarkan. Hal tersebut didukung 18 oleh pendapat Hamalik (2002 : 19) Hasil belajar merupakan suatu kemampuan yang didapat dari kegiatan belajar yang merupakan kegiatan kompleks. Dengan memiliki hasil belajar, seseorang akan mampu mengartikan dan menganalisis ilmu pengetahuan yang dilambangkan dengan kata-kata menjadi suatu buah pikiran dalam memecahkan suatu permasalahan tertentu. Hasil belajar dapat dilihat dari nilai yang diperoleh setelah tes dilakukan. Dengan adanya tes maka siswa akan mengetahui tingkat pengetahuan yang dimilikinya. Hasil belajar juga dapat mengubah cara berpikir dan tingkah laku seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut didukung oleh pendapat Sudjana (2005: 3) Hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku. Tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotoris. Hasil belajar yang baik akan menghasilkan tingkah laku yang baik pula. Perubahan tingkah laku tersebut mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotor. Dengan begitu hasil belajar dapat pula dinilai dari perubahan tingkah laku siswa. 4. Inkuiri Suatu pembelajaran yang bertujuan untuk membuat siswa memahami materi adalah dengan menggunakan suatu metode pembelajaran. Guru harus mempunyai banyak strategi yang digunakan agar siswa dapat belajar secara aktif dan efektif sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat dicapai. 19 Inkuiri merupakan suatu model pembelajaran yang menekankan siswa mencari tahu sendiri isi atau konsep dari materi yang sedang di ajarkan sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat dipahami secara maksimal. Menurut Henrichsen & Jarrett dalam Zulfiani (2006 : 13), menyatakan bahwa pada pembelajaran IPA, inkuiri merupakan esensi kegiatan (proses) ilmiah (scientific Proces) dan merupakan suatu model pembelajaran dan pembelajaran sains. Sebagai suatu model pembelajaran, inkuiri memiliki karakteristik utama, yakni: (1)Adanya koneksi antara pengetahuan pribadi dengan konsensus ilmiah, (2) Mendesain eksperimen, (3) Melakukan investigasi terhadap fenomena, dan (4) Mengkonstruksi makna dari data dan observasi. Proses pembelajaran yang dilakukan didalam kelas, siswa harus diberikan motivasi sehingga mereka merasa mempunyai hubungan dengan kasus ilmiah yang akan dikerjakannya, kemudian dari hubungan tersebut akan timbul pemikiran untuk melakukan percobaan dan melakukan pertanyaan ilmiah terhadap fakta atau fenomena tersebut, setelah itu akan didapatkan data yang di inginkan. Dari kegiatan tersebut akan terwujud karakteristik pembelajaran inkuiri. Kardi (2003 : 3) menyatakan: Inkuiri pada dasarnya dipandang sebagai suatu pro

Dokumen baru

Download (67 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

ANALISIS HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMP DITINJAU DARI SKILL ARGUMENTASI ILMIAH SISWA PADA PEMBELAJARAN EKSPERIMEN DI LABORATORIUM NYATA DAN MAYA
3
83
57
PENGARUH PENGGUNAAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS INKUIRI ILMIAH TEKNIK PICTORIAL RIDDLE TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA
1
8
64
HUBUNGAN SKILL ARGUMENTASI ILMIAH DENGAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING
4
24
63
PENGARUH SKILL ARGUMENTASI ILMIAH SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PADA PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI TERBIMBING
1
8
67
PENGARUH KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA MELALUI METODE EKSPERIMEN DENGAN PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING
2
25
63
PERBANDINGAN METODE INKUIRI TERBIMBING DAN INKUIRI BEBAS TERMODIFIKASI TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMP
0
20
52
PERBANDINGAN METODE INKUIRI TERBIMBING DAN INKUIRI BEBAS TERMODIFIKASI TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMP
11
46
54
PENGARUH SIKAP ILMIAH SISWA TERHADAP PENGUASAAN KONSEP MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING
3
26
42
PENGARUH SKILL MULTIREPRESENTASI SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PADA MODEL PEMBELAJARAN EXCLUSIVE
0
7
51
PENGARUH AKTIVITAS PADA MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA
0
7
50
PENGARUH MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PADA MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING
0
0
12
PENGARUH PENGGUNAAN MODUL FISIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR
0
0
9
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR FISIKA MENGGUNAKAN MODUL BERBASIS INKUIRI TERBIMBING DENGAN BERBASIS MASALAH
0
0
13
PENGARUH PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA
0
0
6
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBASIS ASESMEN PORTOFOLIO TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KOLOID
0
0
8
Show more