Dampak Relokasi Penduduk Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Dan Pengembangan Wilayah (Studi Kasus Desa Siti Ambia, Desa Teluk Ambun, Desa Takal Pasir Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil)

Gratis

5
64
117
3 years ago
Preview
Full text

DAMPAK RELOKASI PENDUDUK TERHADAP SOSIAL EKONOMI

  Untuk mengatasi kerusakan perumahan yang terjadi di desaSiti Ambia, Takal Pasir dan Teluk Ambun Kecamatan Singkil, pemerintah daerahAceh Singkil bersama LSM Caritas Swiss melakukan relokasi penduduk dengan membangun 600 unit perumahan masyarakat. Relokasi penduduk yang dilakukan telah meningkatkanpeluang kerja dan pekerjaan bagi masyarakat yang direlokasi sehingga dengan demikian pendapatan masyarakat juga semakin meningkat.

PASIR KECAMATAN SINGKIL KABUPATEN ACEH SINGKIL) TESIS

  Untuk mengatasi kerusakan perumahan yang terjadi di desaSiti Ambia, Takal Pasir dan Teluk Ambun Kecamatan Singkil, pemerintah daerahAceh Singkil bersama LSM Caritas Swiss melakukan relokasi penduduk dengan membangun 600 unit perumahan masyarakat. Relokasi penduduk yang dilakukan telah meningkatkanpeluang kerja dan pekerjaan bagi masyarakat yang direlokasi sehingga dengan demikian pendapatan masyarakat juga semakin meningkat.

KATA PENGANTAR

  Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas izin dan limpahan rahmat-Nyalah penelitian yang berjudul “Dampak Relokasi Penduduk terhadap SosialEkonomi Masyarakat dan Pengembangan Wilayah (Studi Kasus : Desa Siti Ambia,Desa Takal Pasir, Desa Teluk Ambun Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil) dapat diselesaikan. Buat kedua orang tua saya, Ayahanda Muslim dan Ibunda Siti Rahmah, yang selalu saja memberikan dukungan semangat dan do’a dalam perjalanan hidupsaya hingga menyelesaikan studi, begitu juga dengan Nenek dan Uwak beserta saudara-saudaraku ; Jakfaruddin, S.

RIWAYAT HIDUP

  Untuk mengatasi kerusakan perumahan yang terjadi di desaSiti Ambia, Takal Pasir dan Teluk Ambun Kecamatan Singkil, pemerintah daerahAceh Singkil bersama LSM Caritas Swiss melakukan relokasi penduduk dengan membangun 600 unit perumahan masyarakat. Relokasi penduduk yang dilakukan telah meningkatkanpeluang kerja dan pekerjaan bagi masyarakat yang direlokasi sehingga dengan demikian pendapatan masyarakat juga semakin meningkat.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Keadaan Sosial Ekonomi desa Siti Ambia, Takal Pasir dan Teluk Ambun sebelum dan sesudah Bencana Gempa Bumi Tanggal 28 Maret 2005 Aspek/ Sarana Sebelum Setelah Keadaan Sosial Sarana Pendidikan Dalam upaya penanganan korban bencana gempa bumi 28 Maret 2005,Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Singkil melakukan relokasi masyarakat diantaranya adalah relokasi masyarakat desa Siti Ambia, desa Teluk Ambun dan desaTakal Pasir Kecamatan Singkil. Oleh sebab itu, dari kegiatan relokasi penduduk tersebut, maka perlu dilakukan kajian dan penelitian tentang dampak dari kegiatan relokasipenduduk terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di desa Siti Ambia, desa TakalPasir dan desa Teluk Ambun Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil dan pengaruhnya terhadap pengembangan wilayah.

1.2 Perumusan Masalah

  Secara lebih khusus persoalan pokok yang hendak diteliti atau diungkapkan pada penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :Bagaimana dampak relokasi penduduk baik secara sosial maupun ekonomi terhadap penduduk bersangkutan. Sedangkan dampak ekonomi meliputi pengaruh terhadap pekerjaan, dan pendapatan penduduk yang direlokasi.

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian

  Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai bahan masukan bagi kebijakan pembangunan Kabupaten Aceh Singkil umumnya dankhususnya yang bersangkutan dengan rencana relokasi penduduk desa lainnya kedepan. Berdasarkan uraian pada latar belakang dan juga perumusan permasalahantersebut di atas, maka tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut :a.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pembangunan Perumahan dan Ekonomi Masyarakat

  Memang dengan kelengkapan konsep berkelanjutan dalam trilogi ekologi- Masyarakat yang berada di wilayah tertinggal pada umumnya masih belum banyak tersentuh oleh program-program pembangunan sehingga akses terhadappelayanan sosial, ekonomi dan politik masih sangat terbatas serta terisolir dari wilayah dan sekitarnya. Strategi dan sasaran program pembangunan kembali perumahan selain menekankan pentingnya aspekpembangunan fisik juga mengutamakan aspek sosial ekonomi yang keseluruhan tercakup pada model Tribina, yaitu : Bina Manusia, yakni meningkatkan kondisi kemampuan masyarakat untuk mengelola dan memanfaatkan sumberdaya yang dimilikinya melalui penyediaanpendidikan, perbaikan kesehatan dan gizi, peningkatan kesejahteraan keluarga, pengembangan ketrampilan dan sebagainya.

2.2. Perumahan atau Pemukiman

  Dalam pelaksanaannya mengacupada kepribadian bangsa dan nilai luhur yang universal untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang berdaulat, mandiri, berkeadilan, sejahtera, maju, dan kukuh kekuatanmoral dan etikanya (Budihardjo dalam Alvi, 2003). Rumah yang merupakan kebutuhan dasar manusia, perwujudan bervariasi menurut siapapenghuninya, yang dengan mengikuti teori jenjang kebutuhan (hierarkhi of needs) oleh Maslow, merupakan pengejawantahan dari hal-hal berikut, yaitu kebutuhanfisiologi (physiologis needs), kebutuhan akan rasa aman (security and safety needs), kebutuhan akan hubungan sosial (social needs), kebutuhan penghargaan terhadap diri (self-esteem or ego needs) , dan kebutuhan akan aktualisasi diri (self actualization needs) .

2.3. Kebijakan Perumahan dan Pemukiman

  Alvi (2003), menyatakan bahwa pembangunan perumahan atau pemukiman mulai saat ini dan masa yang akan datang sudah saatnya berpegang pada kaídah-kaidah lapangan kerja, keseimbangan lingkungan hidup, pemerataan dan keadilan, peran serta masyarakat, dan energi yang lebih bersifat holistik dan skala global. Perumahan dan pemukiman dibangun dengan konsep pembangunan berkelanjutan, dan dilakukan dengan rasa optimis, sebab saat ini mulai tumbuh kesadaran akankeseimbangan lingkungan, kemitraan antara masyarakat dengan pemerintah dan swasta, serta pelibatan ilmuwan profesional dalam perencanaan pembangunanperumahan dan pemukiman.

2.4. Pengembangan Wilayah Pembangunan adalah upaya secara sadar untuk mengubah nasib bangsa

  Dalam hal ini sangat diharapkan peran pemerintah daerah dan organisasi masyarakat setempat agar dapat menumbuhkan usaha-usaha dan lapangankerja dengan memobilisasi SDM, alam, dan kelembagaan secara lokal seperti yang ditegaskan oleh Blakely (1989) yang dikutip dalam Firman (2000). Secara umum menurut Kuncoro (2004), pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses dimana pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat mengelolaberbagai sumber daya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru dan merangsang pengembangan kegiatanekonomi dalam daerah tersebut amat tergantung dari masalah fundamental yang dihadapi oleh daerah itu.

2.5. Penelitian Terdahulu

  Penelitian terdahulu yang terkait dengan dampak relokasi penduduk dan pembangunan pemukiman baru antara lain, Nurman (2002) dalam penelitiannya yangberjudul Analisis Pengaruh Daerah Pemukiman Baru terhadap PengembanganWilayah (studi kasus di desa Baru) Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar dengan metode penelitian survey melalui pengamatan, dan wawancara terhadap 100 kepala 2 keluarga yang di analisis dengan uji r (ratio product moment) dan uji determinasi (r). Hasil penelitiannya mengatakan bahwa pengembangan wilayah di tinjau dari aspek fisik berada pada kategori “cukup baik”, aspek sosial “sangat baik”, administrasi“kurang baik”, dan aspek ekonomi “sangat baik”, dan dari pembangunan pemukiman baru tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan wilayah.

2.6. Kerangka Pemikiran

  Rekontruksi Aceh terus dilakukan di berbagai sektor yang hancur akibat bencana alam, untuk membangun kembali Aceh yang hancur akibat tsunami dangempa bumi yang sangat dahsyat itu diharapkan banyak terjadi perubahan, baik masyarakat, lingkungan, lembaga dan yang lainnya. Untuk memulihkan kembali kondisiperumahan masyarakat yang rusak Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Singkil bekerjasama dengan salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Internasional Kegiatan relokasi penduduk akan memiliki dampak baik secara sosial maupun secara ekonomi bagi masyarakat yang direlokasi, diharapkan dari kegiatan relokasipenduduk ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat menjadi lebih baik dari keadaan sebelumnya.

2.7 Hipotesis

  Berdasarkan atas uraian-uraian yang telah dipaparkan diatas, maka rumusan hipótesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :a. Relokasi penduduk memiliki dampak secara sosial dan ekonomi, yaitu meningkatnya keamanan lingkungan masyarakat, meningkatnya partisipasi sosialdan kebersihan lingkungan, serta meningkatnya peluang kerja dan pendapatan masyarakat.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN

  3.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh SingkilPropinsi Nanggroe Aceh Darussalam khususnya di desa Siti Ambia, desa Takal Pasir dan desa Teluk Ambun. Berdasarkan atas hal tersebut dengan jumlah populasi yang ada di tiga desa adalah sebesar 600 KK maka jumlah sampel dalam penelitian ini adalah : Tabel 3.1.

3.3 Jenis dan Metode Pengumpulan Data

  Untuk mendapatkan data-data dan informasi yang dibutuhkan, maka penelitian ini berusaha melakukan studi literatur untuk mendapatkan data-dataskunder yang berkaitan dengan tujuan penelitian, observasi dengan cara pengamatan dilapangan serta wawancara atau kuisioner dengan sejumlah responden untukmendapatkan data primer. Adapun data dan informasi yang diperlukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :Data dan informasi tentang dampak pelaksanaan relokasi penduduk berupa data yang menunjukkan kesejahteraan dan produktifitas masyarakat sasaran relokasi.

3.4 Metode Analisis

  Untuk menjawab perumusan masalah (2) dilakukan dengan menggunakan analisa deskriptif yang akan menganalisis seberapa besar pengaruh ataupun dampakrelokasi penduduk terhadap pengembangan wilayah dilihat dari pembangunan infrastuktur, penciptaan peluang kesempatan kerja, dan pengembangan sektor-sektor usaha yang lain. Masing-masing indikator dilakukan analisis sebagaimana yang terlihat pada Tabel 3.2 berikut.

3.5 Definisi Operasional Variabel

  Dampak sosial adalah akibat-akibat yang ditimbulkan karena adanya kegiatan relokasi terhadap tingkat keamanan, partisipasi sosial dan kebersihan lingkunganperumahan masyarakat. Pendapatan adalah penghasilan masyarakat yang berada di relokasi dalam bekerja yang diukur dalam satuan rupiah (Rp).

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Daerah Penelitian

4.1.1. Deskripsi Kecamatan Singkil

Kecamatan Singkil merupakan salah satu kecamatan tertua dan merupakanIbu Kota Kabupaten Aceh Singkil. Kecamatan Singkil memiliki luas wilayah 44.660

2 Ha atau 335 Km atau 15,3 % dari total luas wilayah Kabupaten Aceh Singkil

  Jumlah desa sebanyak 16 desa yang tersebar dibeberapa wilayah yaitu wilayah pesisir, daratan dan daerah aliran sungai. Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Aceh SelatanDilihat dari perkembanganya, pertumbuhan penduduk di Kecamatan Singkil dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan dan penurunan.

4.1.2. Deskripsi Desa Siti Ambia, Takal Pasir dan Teluk Ambun

  Desa Siti Ambia, desa Takal Pasir dan desa Teluk Ambun merupakan desa yang termasuk dalam wilayah Pemerintahan Kecamatan Singkil Kabupaten AcehSingkil, dengan batas-batas wilayah dan jumlah penduduk masing-masing desa sebagai berikut : a. Desa Takal Pasir Desa Takal Pasir terbentuk pada tahun 1970, dengan luas desa 9,6 Ha dan dihuni oleh 127 kepala keluarga dengan jumlah penduduk 476 jiwa dengan batas-batas wilayah desa : 1.

3. Sebelah Barat berbatasan dengan Hutan Negara

  Luasnya desa ini di karenakan masing-masing masyarakat memiliki luas tanah yang bervariasi, di Dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat desa Siti Ambia, desa Takal Pasir dan desa Teluk Ambun Kecamatan Singkil memiliki pekerjaan yangbervariasi, dimana masyarakat yang bekerja sebagai buruh dimasing-masing desa sangat tinggi, disusul dengan petani dan nelayan. terlihat bahwa jumlah masyarakat yang bekerja sebagai buruh sangat tinggi di masing-masing desa, profesi sebagai buruh tersebut sudah dilakukanmasyarakat sebelum mereka di relokasi, sebelumnya sebagian dari mereka yang bekerja sebagai buruh hanyalah sebagai buruh harian yang bekerja kepadamasyarakat lainnya yang ada di desanya.

4.2. Deskripsi Responden

  Sebagaimana diketahui yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah masyarakat yang di relokasi dan berada di desa Siti Ambia, Takal Pasir dan desaTeluk Ambun yaitu sebanyak 90 kepala keluarga sebagai sampel dari total populasi 600 kepala keluarga. Sebagian besar hanya sampai pada tingkat kelas II dan kelas III SD saja, Sedangkan yang menamatkan SD hanya 15 orang atau 16,6 %, sementara sisanya 9 orang atau 10% tamat SMP dan 6 orang responden lainnya atau 6,7 % tamat SMA.

4.2.3. Jumlah Tanggungan Keluarga

  > 3 orang 84 93,3 Jumlah 90 100,0 Sumber : Data Primer Tahun 2009Dari Tabel 4.5 dapat dijelaskan bahwa dari 90 orang responden terdapat 6 orang atau 7 % responden memiliki jumlah tanggungan keluarga lebih kecil atausama dengan 3 orang tanggungan dan 84 orang atau 93 % responden mempunyai tanggungan keluarga lebih besar dari 3 orang. Hal ini menggambarkan bahwakebanyakan responden yang tinggal dilokasi perumahan yang baru tersebut adalah mereka yang sebelumnya memiliki jumlah tanggungan yang cukup banyak.

4.3. Dampak Relokasi terhadap Aspek Sosial

  Pelaksanaan relokasi penduduk dilakukan selain bertujuan untuk mengatasi mengatasi jumlah rumah masyarakat yang rusak akibat bencana gempa bumi, jugadimaksudkan untuk meningkatkan kualitas kehidupan sosial masyarakat itu sendiri dan masyarakat Kabupaten Aceh Singkil umumnya. Dalam konteks penelitian ini hal-hal di atas dilihat berdasarkan derajat tingkat keamanan, partisipasisosial dan tingkat kebersihan lingkungan masyarakat.

4.3.1. Keamanan

  Lingkungan yang aman akan mencerminkan kehidupan masyarakat yang rukun dan damai. Darihasil analisis uji statistik juga diketahui bahwa t-hitung (6,63) lebih besar dari pada t- tabel (1,66), berarti Ho ditolak atau terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkatkeamanan sebelum relokasi (tahun 2005) dan setelah relokasi (tahun 2008).

1. Aman 68 75,6 81 90,0

  Setelah relokasi belum ada laporankehilangan harta benda maupun gangguan konflik keamanan yang dilaporkan kepada Hasil penelitian ini sedikit bertentangan dengan pernyataan yang disampaikan olehZofq dalam Himawan (2008), yang menyatakan bahwa perpindahan penduduk memotong ikatan-ikatan sosial yang signifikan dan dapat menyebabkanketidakteraturan pola-pola sosial dimana migran berasal. Dalam konteks relokasi penduduk hal ini tidak terjadi, karena masyarakat yang dipindahkan adalahmasyarakat korban bencana gempa bumi yang dipindahkan secara keseluruhan dan serentak ketempat yang baru dalam satu desa, jadi yang berbeda hanya lokasinya sajaakan tetapi masyarakat yang tinggal didesa itu masih masyarakat yang sama.

4.3.2. Partisipasi Sosial

  Hal ini selaras dengan hasil penelitian Nasution (2002), yang menyatakan bahwa “kegiatan relokasi penduduk memberikan pengaruh positifterhadap kualitas hubungan dan partisipasi sosial warga antara periode sebelum dan setelah relokasi.” Tabel 4.7. Tabel 4.8 menunjukkan bahwa untuk kegiatan perwiritan khususnya bagi kaum perempuan (ibu-ibu) seluruh responden menyatakan selalu terlibat, kegiatan perwiritan ini biasanya selalu dilakukan oleh kaum ibu pada hari jum’at sore dari satu rumah ke rumah yang lain dan selalu bergilir setiap minggunya.

4.3.3. Kebersihan Lingkungan

  Lokasi relokasi penduduk yang baru di bangun oleh Pemerintah Daerah bersama Caritas Swiss ini memiliki karakteristik yang sama masing-masing desa,dimana masing-masing desa memiliki saluran drainase, air bersih, dan masing-masing rumah dilengkapi dengan fasilitas MCK. Selaras dengan itu Mekaryani dalam Nasution (2002), menyatakan bahwa melalui upaya pembangunan perumahan baru diharapkan terjadinya peningkatan kualitaskehidupan masyarakat pemukiman yang bersangkutan, agar tercipta lingkungan yang lebih layak, sehat, aman, serasi dan teratur, sesuai dengan rencana tata ruang, demimeningkatkan harkat derajat dan martabat serta kesejahteraannya melalui partisipasi dan kemandirian masyarakat.

4.4. Dampak Relokasi Terhadap Aspek Ekonomi

  Kegiatan relokasi penduduk yang dilakukan diharapkan memberikan dampak bagi peningkatan ekonomi bagi masyarakat terutama masyarakat yang di relokasi. Lokasi dan tempat relokasi sangat mempengaruhi masyarakat yang di relokasi untuk memperoleh pekerjaannya, sehingga apabila kesempatan kerja meningkat makapendapatan ekonomi keluarga juga akan meningkat.

4.4.1. Peluang Kerja

  Pelaksanaan kegiatan relokasi penduduk desa Siti Ambia, Takal Pasir dan Teluk Ambun tentu saja harusmempertimbangkan faktor kesempatan kerja dan pekerjaan tersebut di atas, agar tujuan dari kegiatan relokasi penduduk ini bisa tercapai secara optimal. Perubahan jenis pekerjaan masyarakat tidak serta merta terjadi secara drastis, hal ini dikarenakan sebelum masyarakat pindah, masyarakat telah memiliki alternatifpekerjaan yaitu bekerja sebagai buruh dan tukang pembangunan perumahan mereka sendiri dengan jangka waktu yang cukup lama, sehingga ketika pindah masyarakatsudah merasa cukup siap untuk memulai hidup di lokasi perumahan yang baru.

4.4.2. Pendapatan Responden

  3,35122E-11 Keterangan * : Nyata pada α = 0,05Sumber : Data Primer Tahun 2009 Dari hasil uji statistik diketahui bahwa t-hitung (7,417) lebih besar dari pada t- tabel (1,66), berarti Ho ditolak atau terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkatpendapatan nominal responden antara tahun 2005 dan tahun 2008. 2,00083E-12 Keterangan * : Nyata pada α = 0,05Sumber : Data Primer Tahun 2009 Dari hasil uji statistik diketahui bahwa t-hitung (8,017) lebih besar dari pada t- tabel (1,66), berarti Ho ditolak atau terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkatpendapatan real responden antara tahun 2005 dan tahun 2008.

4.5. Relokasi Penduduk mendorong terjadinya pengembangan wilayah

  Harus terdapat keseimbanganantara pembangunan fisik dengan aktivitas masyarakat agar keduanya saling bersinergi menjadikan wilayah sebagai wilayah maju, dengan demikian diharapkanakan terjadi keseimbangan. Kaitannya dengan relokasi penduduk bahwa kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya yang dilakukan dalam rangka mendorong terjadinyapengembangan wilayah, di mana dari kegiatan ini telah terjadinya peningkatan perekonomian masyarakat, akses transportasi yang lancar, mudahnya akses informasidan komunikasi, serta meningkatnya sarana dan prasarana fasilitas umum.

4.5.1. Pengembangan Wilayah ditinjau dari Aspek Fisik

  Hasil lokakarya yang diselenggarakan oleh Aceh Recovery Forum (2005) menyatakan bahwa, pembangunan berbagai infrastruktur yang telah rusak baik padakawasan lama maupun kawasan baru akibat bencana dilakukan dengan maksud sebagai upaya untuk pengembangan dan pembangunan wilayah, serta sebagaialternatif relokasi atau resettlement untuk memenuhi kebutuhan masyarakat untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru (The economic new growth center/ new town). Untuk mendukung terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang sustainable (berkelanjutan) dan mempunyai orientasi ekonomi regional serta suksesnya upaya Sebelum dilakukannya relokasi penduduk pada lokasi pemukiman saat ini, awalnya kawasan tersebut adalah bekas kawasan hutan produktif yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai salah satu sumber pendapatan.

1. Jalan Aspal Hotmix 5 km Pemerintah Daerah/ BRR

  Luas Lahan Perumahan 46,7 Ha Pemerintah Daerah/ BRRSarana Ibadah (Mesjid 6. 3 unit Swadaya dan Bantuan BRR dan musholla) Sumber : Data Dinas PU, Dinas Pendidikan dan Caritas Swiss Tahun 2009. Hal ini dilakukan untuk mendukung kegiatan relokasi penduduk, mulai dari pembangunan jalan aspal hotmix, jembatan-jembatan, sekolah dasar, saranaibadah dan pasar tradisional yang saat ini masih dalam proses pelaksanaan oleh Caritas Swiss.

4.5.2. Pengembangan Wilayah ditinjau dari Aspek Pelayanan Publik

  Pengembangan Wilayah ditinjau dari Aspek Ekonomi Dari aspek ekonomi kegiatan relokasi penduduk tersebut telah memberikan dampak positif terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang direlokasi, dimana daripenjelasan pada bagian sebelumnya, bahwa kegiatan relokasi penduduk telah memberikan dampak ekonomi yaitu meningkatnya kesempatan kerja bagi masyarakat. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dan pembahasan hasil penelitian dapat dirumuskan beberapa kesimpulan penelitian sebagai berikut :Relokasi penduduk desa Siti Ambia, desa Takal Pasir dan desa Teluk Ambun berdampak positif terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

5.2. Saran

  Dari hasil penelitian, peneliti menyarankan :Pemerintah Daerah perlu membuat rencana dan strategi yang komprehensif sebagai tindak lanjut pasca relokasi penduduk melalui program-program pemberdayaanekonomi masyarakat yang dilakukan secara berkelanjutan (sustainable) sebagai alternatif pengganti mata pencaharian yaitu dengan cara memberikan bantuan modalusaha, menyediakan lahan untuk kegiatan pertanian dan perkebunan disertai dengan pendampingan dari instansi teknis yang terkait. Kepada masyarakat umumnya terutama yang berada di lokasi pemukiman baru agar bisa menciptakan kegiatan yang bisa memelihara sarana dan infrastrukturyang sudah dibangun yaitu dengan cara memprogramkan kegiatan gotong royong dan membiasakan diri hidup dengan cara tidak membuang sampah sembarangan.

DAFTAR PUSTAKA

  Dampak Sosial dan Ekonomi Kebijakan Relokasi dan Penataan Pemukiman Liar di Wilayah Perkotaan (Studi Kasus Kota Batam). KuisionerLembar kuisioner penelitian ” Dampak Relokasi Penduduk terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat dan Pengembangan Wilayah( Studi kasus : Desa Siti Ambia, Takal Pasir, Teluk Ambun Kec.

3. Jenis Kelamin :

  NGO ( Caritas Swiss ) Setelah direlokasi penduduk, program pemberdayaan ekonomi apa yang telah dilakukan oleh CaritasProgram pemberdayaan ekonomi apa yang akan dilakukan oleh CaritasSampai berapa lama Caritas akan dampingi masyarakatApakah semua masyarakat yang mendapat bantuan rumah mau pindah? Data Luas desa yang direlokasiPanjang jalan yang dibangunJumlah jembatan yang dibangunJumlah sekolah yang dibangunJumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang dibangunJumlah sarana ibadah yang dibangunJumlah pasar Lain-lain..

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Analisis Dampak Keberadaan Pelabuhan Belawan Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Medan Belawan
41
218
91
ANALISIS DAMPAK PEMBANGUNAN JEMBATAN LAU JAHE DESA PERGENDANGEN KECAMATAN TIGA BINANGA KABUPATEN KARO TERHADAP PENGEMBANGAN WILAYAH
2
65
11
Analisis Pengaruh Pemekaran Wilayah Induk Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat (Studi Kasus: Kabupaten Asahan)
13
93
123
Pengaruh Isolasi Wilayah terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat di Dusun Marjandi Dolok, Desa Silou Huluan, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun
0
41
122
Dampak Program Pengembangan Sapi Bali Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Di Desa Ketapang Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah
1
41
97
Evaluasi Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir Di Desa Percut Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang
6
80
92
Dampak Relokasi Pusat Pemerintahan Kabupaten Simalungun Terhadap Pengembangan Wilayah Kecamatan Raya
2
36
189
Penilaian Masyarakat Desa Terhadap Pemerintahan Desa Dalam Era Otonomi Daerah (Studi kasus : Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta )
2
50
64
Kemitraan Bidan Desa dan Dukun Bayi Dalam Menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Desa Teluk Ambun Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil
3
31
83
DAMPAK PROGRAM DESA PERADABAN TERHADAP ASPEK EKONOMI DAN SOSIAL MASYARAKAT (Studi Kasus Desa Cibeureum Kulon Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang).
0
0
9
Kemitraan Bidan Desa dan Dukun Bayi Dalam Menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Desa Teluk Ambun Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil
0
0
9
Kemitraan Bidan Desa dan Dukun Bayi Dalam Menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Desa Teluk Ambun Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil
0
0
2
Kemitraan Bidan Desa dan Dukun Bayi Dalam Menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Desa Teluk Ambun Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil
0
0
7
Kemitraan Bidan Desa dan Dukun Bayi Dalam Menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Desa Teluk Ambun Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil
0
0
21
Kemitraan Bidan Desa dan Dukun Bayi Dalam Menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Desa Teluk Ambun Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil
0
0
1
Show more