HUBUNGAN ANTARA SELF REGULATED LEARNING DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA JURUSAN PSIKOLOGI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

Gratis

5
26
219
2 years ago
Preview
Full text
HUBUNGAN ANTARA SELF-REGULATED LEARNING DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA JURUSAN PSIKOLOGI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Skripsi disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Psikologi Jurusan Psikologi oleh Rizki Kurniawan 1511409067 JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2013 HUBUNGAN ANTARA SELF-REGULATED LEARNING DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA JURUSAN PSIKOLOGI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Skripsi disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Psikologi Jurusan Psikologi oleh Rizki Kurniawan 1511409067 JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2013 i PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi yang berjudul “Hubungan antara Self-Regulated Learning dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Negeri Semarang” adalah benar-benar karya sendiri dan bukan jiplakan dari karya tulis orang lain, baik sebagian maupun seluruhnya. Pendapat atau hasil penelitian orang lain yang tercantum dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. Semarang, 22 Agustus 2013 Rizki Kurniawan 1511409067 ii PENGESAHAN Skripsi yang berjudul “Hubungan antara Self-Regulated Learning dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Negeri Semarang” telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Penguji Skripsi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang pada hari Kamis, 22 Agustus 2013 Panitia Penguji Skripsi Ketua Sekretaris Drs. Sutaryono, M.Pd NIP. 19570825 198305 1 015 Liftiah, S.Psi., M.Si NIP. 19690415 199703 2 002 Penguji Utama Sugiariyanti, S.Psi., M.A NIP. 19780419 200312 2 001 Penguji I/ Pembimbing I Penguji I/ Pembimbing II Dr. Edy Purwanto, M.Si NIP. 19630121 198703 1 001 Dyah Indah Noviyani, S.Psi., M.Psi NIP. 19771127 200912 2 005 iii MOTTO DAN PERUNTUKAN MOTTO: Perkenalkanlah dirimu sebagai orang yang baik dan bukan orang yang terkesan baik, kini, esok dan seterusnya. Balaslah kebaikan orang lain kepadamu dan berbagilah kebaikan kepada sesama agar kebaikan itu selalu ada padamu dan menjagamu. (Penulis) Dimanapun kamu menginjakkan kaki untuk memulai kehidupan baru, maka yang pertama perlu kamu cari adalah saudara dan keluarga. (Orang Tua Penulis) Jangan patah semangat walau apapun yang terjadi. Jika kita menyerah, maka habislah sudah. (Top Ittipat) PERUNTUKAN: Penulis peruntukan karya sederhana ini bagi: Bapak Rajikin dan Ibu Siti Aisyah Kak Diah, Abang Uki, dan Adek Zaky Keluarga besar Alm. Matsam Saudara Angkatku, Miftah Farid dan Suharni Sahabat IPA SMANSABUK Angkatan 2007 Teman-teman Psikologi UNNES Angkatan 2009 iv KATA PENGANTAR Puji syukur atas kehadirat Allah Swt atas rahmat dan nikmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Hubungan Self-Regulated Learning dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Negeri Semarang”. Skripsi ini dapat terselesaikan tidak terlepas dari peran berbagai pihak yang telah banyak membantu. Untuk itu, dengan penuh kerendahan hati penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Drs. Hardjono, M.Pd selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang 2. Drs. Sutaryono, M.Pd selaku Ketua Panitia Sidang Penguji Skripsi 3. Sugiariyanti, S.Psi., M.A selaku Penguji Utama yang telah memberikan masukan dan penilaian terhadap skripsi penulis. 4. Dr. Edy Purwanto, M.Si selaku Ketua Jurusan Psikologi FIP UNNES dan Dosen Pembimbing I yang telah membimbing dan memberikan masukan selama proses penulisan skripsi ini. 5. Dyah Indah Noviyani, S.Psi,, M.Psi selaku Dosen Pembimbing II yang telah membimbing dan memberikan masukan selama proses penulisan skripsi ini. 6. Rahmawati Prihastuty, S.Psi., M.Si sebagai Dosen pembimbing akademik atas bimbingan, dan masukan selama penulis menempuh masa studi. 7. Seluruh Dosen dan Staf di Jurusan Psikologi yang telah berkenan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada penulis. v 8. Mahasiswa Jurusan Psikologi angkatan 2006-2008 atas kesediaannya menjadi subjek dalam penelitian ini. 9. Teman-teman Psikologi angkatan 2009 (Khususnya Risandy, Maya, Handri, Silsilia, Ika, Atika, Anggi, Dinar, Zaenal, Murti dan Danang) yang bersamasama dengan penulis menempuh studi dalam suka dan duka, serta atas doa dan dukungannya. 10. Bapak, Ibu, kakak, abang dan adek atas doa, kasih sayang, nasehat, dan motivasi yang telah diberikan kepada penulis selama ini. 11. Keluarga Besar Alm. Matsam atas doa dan dukungan moril maupun materiil selama penulis menempuh masa studi. 12. Keluarga Ibu Rulita Hendriyani, S.Psi., M.Si dan Bapak Hendrajaya, S.E., M.M., Akt atas bantuan, motivasi, dan masukan kepada penulis. 13. Serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu, yang telah membantu penulis hingga akhir masa studi penulis. Semoga segala kebaikan dan keikhlasan mendapat balasan dari Allah Swt. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat berguna bagi siapa saja yang membacanya dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Semarang, 22 Agustus 2013 Penulis vi ABSTRAK Kurniawan, Rizki. 2013. Hubungan antara Self-Regulated Learning dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Negeri Semarang. Skripsi. Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Dr. Edy Purwanto, M.Si., dan Pembimbing II Dyah Indah Noviyani, S.Psi., M.Psi. Kata kunci: Self-Regulated Learning, Prokrastinasi Akademik, Mahasiswa Jurusan Psikologi Prokrastinasi akademik masih tetap terjadi hingga kini pada mahasiswa di perguruan tinggi. Prokrastinasi akademik menyebabkan dampak negatif secara psikologis, pada waktu, pada kegiatan akademik, dan hilangnya peluang. Dibutuhkan usaha aktif dan mandiri oleh mahasiswa yang membantu mengarahkan proses belajarnya sehingga dapat menghindari terjadinya prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-regulated learning dengan prokrastinasi akademik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Negeri semarang angkatan 2006 sampai dengan 2008. Jumlah sampel yaitu sebanyak 50 orang mahasiswa. Teknik sampling yang dipakai yaitu stratified random sampling. Data penelitian diambil menggunakan skala self-regulated learning dan skala prokrastinasi akademik. Skala self-regulated learning terdiri dari 63 aitem. Skala self-regulated learning mempunyai koefisien validitas aitem antara 0,301 sampai dengan 0,697 dan koefisien reliabilitas sebesar 0,944. Adapun skala prokrastinasi akademik terdiri dari 32 aitem. Skala prokrastinasi akademik mempunyai koefisien validitas aitem antara 0,288 sampai dengan 0,731 dan koefisien reliabilitas sebesar 0,909. Self-regulated learning mahasiswa Jurusan Psikologi dalam kategori sedang dengan indikator yang paling berpengaruh yaitu reherashing and memorizing. Adapun prokrastinasi akademik mahasiswa Jurusan Psikologi juga dalam kategori sedang dengan indikator yang paling berpengaruh yaitu penundaan untuk memulai maupun menyelesaikan kerja pada tugas yang dihadapi. Metode analisis menggunakan Product Moment dengan hasil koefisien korelasi (rxy) = -0,652 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,01), hipotesis yang menyatakan “ada hubungan negatif antara self-regulated learning dengan prokrastinasi akademik” diterima. Semakin tinggi self-regulated learning maka semakin rendah prokrastinasi akademik dan semakin rendah self-regulated learning maka semakin rendah prokrastinasi akademik. vii DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ................................................................................... i PERNYATAAN .......................................................................................... ii PENGESAHAN .......................................................................................... iii MOTTO DAN PERSEMBAHAN .............................................................. iv KATA PENGANTAR ................................................................................. v ABSTRAK .................................................................................................. vii DAFTAR ISI .............................................................................................. viii DAFTAR TABEL ...................................................................................... xiii DAFTAR GAMBAR ................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................. xvii BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ...................................................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah ................................................................................. 13 1.3 Tujuan Penelitian .................................................................................. 14 1.4 Manfaat Penelitian ................................................................................ 14 1.4.1 Manfaat Teoritis .................................................................................. 14 1.4.2 Manfaat Praktis ................................................................................... 14 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Prokrastinasi Akademik ........................................................................ 16 2.1.1 Pengertian Prokrastinasi Akademik ..................................................... 16 2.1.2 Ciri-ciri Prokrastinasi Akademik ......................................................... 18 2.1.3 Area Prokrastinasi Akademik .............................................................. 20 viii 2.1.4 Teori Perkembangan Prokrastinasi Akademik ..................................... 21 2.1.5 Faktor-faktor yang Menyebabkan Prokrastinasi .................................. 23 2.2 Self-Regulated Learning ......................................................................... 26 2.2.1 Pengertian Self-Regulated Learning .................................................... 26 2.2.2 Aspek-aspek dari Self-Regulated Learning........................................... 28 2.2.3 Tipe-tipe Strategi Self-Regulated Learning .......................................... 30 2.2.4 Karakteristik Mahasiswa yang Memiliki Self-Regulated Learning ....... 34 2.3 Hubungan antara Self-Regulated Learning dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa .................................................................................... 35 2.4 Kerangka Berpikir .................................................................................. 38 2.5 Hipotesis ............................................................................................... 39 3. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Desain Penelitian ................................................................... 40 3.1.1 Jenis Penelitian ................................................................................... 40 3.1.2 Desain Penelitian ................................................................................ 40 3.2 Variabel Penelitian ................................................................................. 41 3.2.1 Identifikasi Variabel Penelitian ........................................................... 41 3.2.2 Definisi Operasional Variabel Penelitian ............................................. 41 3.3 Hubungan antar Variabel Penelitian ...................................................... 42 3.4 Populasi dan Sampel ............................................................................. 43 3.4.1 Populasi .............................................................................................. 43 3.4.2 Sampel ................................................................................................ 43 3.5 Metode Pengumpulan Data ................................................................... 45 3.5.1 Penyusunan Instrumen Penelitian ........................................................ 45 3.5.1.1 Skala Prokrastinasi Akademik ........................................................... 46 ix 3.5.1.2 Skala Self-Regulated Learning .......................................................... 47 3.5.2 Uji Coba ............................................................................................. 48 3.5.2.1 Uji Kualitatif ..................................................................................... 48 3.5.2.2 Uji Kuantitatif ................................................................................... 50 3.6 Validitas dan Reliabilitas ....................................................................... 52 3.6.1 Validitas ............................................................................................. 52 3.6.2 Reliabilitas .......................................................................................... 53 3.7 Metode Analisis Data ............................................................................ 55 3.7.1 Gambaran Prokrastinasi Akademik dan Self-Regulated Learning ........ 55 3.7.2 Uji Asumsi .......................................................................................... 56 3.7.2.1 Uji Normalitas .................................................................................. 56 3.7.2.2 Uji Linieritas .................................................................................... 56 3.7.3 Uji Hipotesis ........................................................................................ 57 4. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Persiapan Penelitian .............................................................................. 58 4.1.1 Orientasi Kancah Penelitian ................................................................ 58 4.1.2 Penentuan Subjek Penelitian ................................................................ 59 4.2 Pelaksanaan Penelitian .......................................................................... 60 4.2.1 Pengumpulan Data Penelitian ............................................................. 60 4.2.2 Pemberian Skoring .............................................................................. 60 4.3 Analisis Deskriptif ................................................................................. 61 4.3.1 Gambaran Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Negeri Semarang .............................................................. 61 4.3.1.1 Gambaran Umum Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Negeri Semarang ............................................................ 61 x 4.3.1.2 Gambaran Spesifik Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Negeri Semarang ............................................................ 63 4.3.1.2.1 Prokrastinasi Akademik berdasarkan Penundaan untuk Memulai maupun Menyelesaikan Kerja pada Tugas yang Dihadapi ........... 63 4.3.1.2.2 Prokrastinasi Akademik berdasarkan Keterlambatan dalam Mengerjakan Tugas ..................................................................... 65 4.3.1.2.3 Prokrastinasi Akademik berdasarkan Kesenjangan Waktu antara Rencana dan Kinerja Aktual ........................................................ 66 4.3.1.2.4 Prokrastinasi Akademik berdasarkan Melakukan Aktivitas Lain yang Lebih Menyenangkan daripada Melakukan Tugas yang Harus Dikerjakan ................................................................................... 68 4.3.2 Gambaran Self-Regulated Learning Mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Negeri Semarang .............................................................. 72 4.3.2.1 Gambaran Umum Self-Regulated Learning Mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Negeri Semarang ............................................................ 72 4.3.2.2 Gambaran Spesifik Self-Regulated Learning Mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Negeri Semarang Berdasarkan Tiap Indikator ................. 74 4.3.2.2.1 Self-Regulated Learning berdasarkan Goal Setting and Planning . 74 4.3.2.2.2 Self-Regulated Learning berdasarkan Organizing and Transforming ..................................................................................................... 75 4.3.2.2.3 Self-Regulated Learning berdasarkan Environment Structuring .... 77 4.3.2.2.4 Self-Regulated Learning berdasarkan Keeping Record and Monitoring ..................................................................................................... 78 4.3.2.2.5 Self-Regulated Learning berdasarkan Rehearsing and Memorizing ..................................................................................................... 79 4.3.2.2.6 Self-Regulated Learning berdasarkan Self-consequating .............. 80 4.3.2.2.7 Self-Regulated Learning berdasarkan Seeking Social Assistance .. 81 4.3.2.2.8 Self-Regulated Learning berdasarkan Self-evaluating ................... 82 4.3.2.2.9 Self-Regulated Learning berdasarkan Metacognitive Self-regulation ..................................................................................................... 83 4.4 Hasil Penelitian ...................................................................................... xi 87 4.4.1 Hasil Uji Asumsi ................................................................................. 88 4.4.1.1 Hasil Uji Normalitas .......................................................................... 88 4.4.1.2 Hasil Uji Linieritas ............................................................................ 89 4.4.2 Hasil Uji Hipotesis .............................................................................. 89 4.5 Pembahasan ........................................................................................... 91 4.5.1 Pembahasan Analisis Deskriptif Prokrastinasi Akademik dan Self-Regulated Learning pada Mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Negeri Semarang ............................................................................................................ 91 4.5.1.1 Analisis Deskriptif Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Negeri Semarang ............................................ 91 4.5.1.2 Analisis Deskriptif Self-Regulated Learning pada Mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Negeri Semarang ............................................ 93 4.5.2 Pembahasan Analisis Inferensial Prokrastinasi Akademik dengan SelfRegulated Learning pada Mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Negeri Semarang ............................................................................................ 97 4.6 Keterbatasan Penelitian .......................................................................... 102 5. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ........................................................................................... 103 5.2 Saran ..................................................................................................... 103 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 106 LAMPIRAN ................................................................................................ xii 110 DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1.1 Data Keadaan Wisudawan S1 Jurusan Psikologi UNNES ................... 6 2.1 Strategi Self-Regulated Learning ......................................................... 32 3.1 Komposisi Populasi berdasarkan Angkatan ......................................... 44 3.2 Komposisi Sampel berdasarkan Angkatan ........................................... 45 3.3 Komposisi Populasi dan Sampel Penelitian berdasarkan Jenis Kelamin ............................................................................................................ 45 3.4 Blue Print Skala Prokrastinasi Akademik ............................................ 46 3.5 Skoring Aitem Skala Prokrastinasi akademik ...................................... 47 3.6 Blue Print Skala Self-Regulated Learning ............................................ 48 3.7 Skoring Aitem Skala Self-Regulated Learning ..................................... 48 3.8 Aitem Skala Sebelum dan Sesudah Uji Kualitatif ................................. 49 3.9 Hasil Uji Coba Skala Prokrastinasi Akademik ..................................... 50 3.10 Sebaran Baru Aitem Skala Prokrastinasi Akademik ............................ 51 3.11 Hasil Uji Coba Skala Self-Regulated Learning .................................... 51 3.12 Sebaran Baru Aitem Skala Self-Regulated Learning ............................ 52 3.13 Interpretasi Reliabilitas ....................................................................... 54 3.14 Penggolongan Kriteria Analisis Berdasarkan Mean teoritis ................. 55 4.1 Statistik Deskriptif Prokrastinasi Akademik ......................................... 62 4.2 Gambaran Umum Prokrastinasi Akademik .......................................... 62 4.3 Statistik Deskriptif Prokrastinasi Akademik berdasarkan Penundaan untuk Memulai maupun Menyelesaikan Kerja pada Tugas yang Dihadapi .... 64 4.4 Gambaran Prokrastinasi Akademik berdasarkan Penundaan untuk Memulai maupun Menyelesaikan Kerja pada Tugas yang Dihadapi ................... 64 xiii 4.5 Statistik Deskriptif Prokrastinasi Akademik berdasarkan Keterlambatan dalam Mengerjakan Tugas ................................................................... 65 4.6 Gambaran Prokrastinasi Akademik berdasarkan Keterlambatan dalam Mengerjakan Tugas ............................................................................. 66 4.7 Statistik Deskriptif Prokrastinasi Akademik berdasarkan Kesenjangan Waktu antara Rencana dan Kinerja Aktual ........................................... 66 4.8 Gambaran Prokrastinasi Akademik berdasarkan Kesenjangan Waktu antara Rencana dan Kinerja Aktual ................................................................ 67 4.9 Statistika Deskriptif Prokrastinasi Akademik berdasarkan Melakukan Aktivitas Lain yang Lebih Menyenangkan daripada Melakukan Tugas yang Harus Dikerjakan ................................................................................. 68 4.10 Gambaran Prokrastinasi Akademik berdasarkan Melakukan Aktivitas Lain yang Lebih Menyenangkan daripada Melakukan Tugas yang Harus Dikerjakan ........................................................................................... 69 4.11 Ringkasan Deskriptif Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Jurusan Psikologi berdasarkan Tiap Indikator .................................................................. 69 4.12 Perbandingan Mean empiris Tiap Indikator Prokrastinasi Akademik ... 71 4.13 Statistik Deskriptif Self-Regulated Learning ........................................ 72 4.14 Gambaran Umum Self-Regulated Learning .......................................... 73 4.15 Statistik Deskriptif Self-Regulated Learning berdasarkan Goal Setting and Planning .............................................................................................. 74 4.16 Gambaran Self-Regulated Learning berdasarkan Goal Setting and Planning ............................................................................................................ 75 4.17 Statistik Deskriptif Self-Regulated Learning berdasarkan Organizing and Transforming ....................................................................................... 76 4.18 Gambaran Self-Regulated Learning berdasarkan Organizing and Transforming ....................................................................................... 76 4.19 Statistik Deskriptif Self-Regulated Learning berdasarkan Environment Structuring ........................................................................................... 77 4.20 Gambaran Self-Regulated Learning berdasarkan Environment Structuring ............................................................................................................ 77 xiv 4.21 Statistik Deskriptif Self-Regulated Learning berdasarkan Keeping Record and Monitoring .................................................................................... 78 4.22 Gambaran Self-Regulated Learning berdasarkan Keeping Record and Monitoring ........................................................................................... 78 4.23 Statistik Deskriptif Self-Regulated Learning berdasarkan Rehearshing and Memorizing.......................................................................................... 78 4.24 Gambaran Self-Regulated Learning berdasarkan Rehearshing and Memorizing.......................................................................................... 80 4.25 Statistik Deskriptif Self-Regulated Learning berdasarkan Self-consequating ............................................................................................................ 80 4.26 Gambaran Self-Regulated Learning berdasarkan Self-consequating ..... 81 4.27 Statistik Deskriptif Self-Regulated Learning berdasarkan Seeking Social Assistance ............................................................................................ 81 4.28 Gambaran Self-Regulated Learning berdasarkan Seeking Social Assistance ............................................................................................................ 82 4.29 Statistik Deskriptif Self-Regulated Learning berdasarkan Self-evaluating ............................................................................................................ 83 4.30 Gambaran Self-Regulated Learning berdasarkan Self-evaluating .......... 83 4.31 Statistik Deskriptif Self-Regulated Learning berdasarkan Metacognitive Self-regulation ..................................................................................... 84 4.32 Gambaran Self-Regulated Learning berdasarkan Metacognitive Selfregulation ............................................................................................ 84 4.33 Ringkasan Deskriptif Self-Regulated Learning Mahasiswa Jurusan Psikologi berdasarkan Tiap Indikator .................................................................. 85 4.34 Perbandingan Mean empiris Tiap Indikator Self-Regulated Learning ... 86 4.35 Hasil Uji Normalitas ........................................................................... 88 4.36 Hasil Uji Linieritas .............................................................................. 89 4.37 Analisis Hubungan antara Self-Regulated Learning dengan Prokrastinasi Akademik ........................................................................................... 90 xv DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 2.1 Kerangka Berpikir Hubungan antara Self-Regulated Learning dengan Prokrastinasi Akademik ....................................................................... 38 3.1 Hubungan antar Variabel .................................................................... 42 4.1 Diagram Gambaran Umum Prokrastinasi Akademik ........................... 63 4.2 Diagram Ringkasan Deskriptif Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Jurusan Psikologi berdasarkan Tiap Indikator .................................................. 70 4.3 Diagram Perbandingan Mean Empiris Tiap Indikator Prokrastinasi Akademik ........................................................................................... 71 4.4 Diagram Gambaran Umum Self-Regulated Learning ........................... 4.5 Diagram Ringkasan Deskriptif Self-Regulated Learning Mahasiswa Jurusan Psikologi berdasarkan Tiap Indikator .................................................. 86 4.6 Diagram Perbandingan Mean Empiris Tiap Indikator Self-Regulated Learning .............................................................................................. 87 xvi 74 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1 Skala Uji Coba ........................................................................................ 111 2 Tabulasi Uji Coba .................................................................................... 127 3 Validitas dan Reliabilitas .......................................................................... 137 4 Skala Penelitian ........................................................................................ 151 5 Tabulasi Penelitian .................................................................................. 165 6 Tabulasi Penelitian (Per Indikator) .......................................................... 175 7 Statistik Deskriptif ................................................................................... 195 8 Hasil Uji Asumsi ...................................................................................... 198 9 Hasil Uji Hipotesis ................................................................................... 200 xvii BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan merupakan upaya yang bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi dalam diri individu yang berlangsung seumur hidup sesuai dengan nilai-nilai dan kebudayaan yang ada dalam masyarakat. Pengembangan potensi individu bukan hanya diperlukan oleh individu itu sendiri, melainkan juga diperlukan oleh masyarakat, bangsa dan negara sebagai konsekuensi individu bagian dari komunitas sosial. Hal ini sesuai dengan pengertian pendidikan menurut UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 1, yaitu: “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.” Pendidikan individu dapat dilakukan melalui pendidikan formal, non formal maupun informal. Salah satu tempat untuk mendapatkan pendidikan secara formal adalah perguruan tinggi, yakni merupakan pendidikan lanjutan bagi peserta didik setelah selesai menempuh pendidikan menengah atas. Menurut UU No. 12 Tahun 2012, perguruan tinggi adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi (Pasal 1 Ayat 6), penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (Pasal 1 Ayat 9). 1 2 Peserta didik yang melanjutkan ke perguruan tinggi bukan lagi dikenal dengan predikat siswa, melainkan mendapat predikat mahasiswa. Mahasiswa adalah orang yang belajar (pelajar) di perguruan tinggi (Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa 2008: 895). Hal ini dikarenakan mahasiswa sebagai anggota Sivitas Akademika diposisikan sebagai insan dewasa yang memiliki kesadaran sendiri dalam mengembangkan potensi diri di Perguruan Tinggi untuk menjadi intelektual, ilmuwan, praktisi, dan/atau profesional (UU No. 12 Tahun 2012 Pasal 13 Ayat 1). Menurut teori perkembangan, mahasiswa dapat dikategorikan dalam masa dewasa dini. Menurut Hurlock (1980: 246) masa dewasa dini dimulai dari umur 18 tahun sampai kira-kira umur 40 tahun. Masa dewasa dini memiliki tugas perkembangan antara lain mendapatkan suatu pekerjaan, memilih seorang teman hidup, belajar hidup bersama dengan suami atau istri membentuk suatu keluarga, membesarkan anak-anak, menerima tanggung jawab sebagai warganegara, dan bergabung dalam suatu kelompok sosial yang cocok (Hurlock 1980: 252). Berdasarkan tugas perkembangan di atas, maka perlu adanya kemandirian dan keaktifan dari dalam diri mahasiswa. Mahasiswa harus dapat belajar secara lebih mandiri dan tidak boleh hanya bergantung pada orang lain. Mahasiswa juga harus dapat mengerjakan tugas-tugas akademiknya dengan sebaik mungkin. Hal ini penting karena kesuksesan dalam pendidikan tinggi menjadi salah satu faktor dalam mendapatkan pekerjaan yang baik. Persaingan yang cukup ketat dalam dunia kerja menuntut mahasiswa untuk lebih meningkatkan kompetensi dan kualitas diri agar mampu bersaing dengan 3 sesamanya. Penguasaan ilmu pengetahuan baik yang sesuai minat mahasiswa maupun umum lainnya dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi suatu hal yang mutlak. Untuk mendapatkan itu semua, tidak ada jalan lain selain harus rajin belajar dan berlatih. Persoalan klasik yang hingga kini tetap ada dalam dunia pendidikan termasuk dalam perguruan tinggi yaitu masih sering terjadinya prokrastinasi akademik yang dilakukan oleh mahasiswa. Hal ini sesuai dengan pernyataan sejumlah ahli bahwa prokrastinasi akademik adalah fenomena umum yang terjadi pada mahasiswa di perguruan tinggi selama beberapa dekade (Zeenath dan Orcullo 2012: 42; Jiao, dkk 2011: 120). Menurut Ferrari (dalam Ghufron 2003: 20) prokrastinasi akademik adalah jenis penundaan yang dilakukan pada jenis tugas formal yang berhubungan dengan tugas akademik, misalnya tugas sekolah atau tugas kursus. Pengertian yang hampir serupa mengenai prokrastinasi akademik dikemukakan oleh Rothblum, Solomon, dan Murakami (1986: 387) sebagai kecenderungan untuk (a) selalu atau hampir selalu menunda tugas akademik, dan (b) selalu atau hampir selalu mengalami masalah kecemasan terkait dengan prokrastinasi ini. Beberapa penelitian mengenai prokrastinasi diantaranya penelitian Ellis dan Knaus yang memperkirakan lebih dari 95% mahasiswa perguruan tinggi di Amerika menunda memulai atau menyelesaikan tugas dengan sengaja dan lebih dari 70% mahasiswa melakukan prokrastinasi secara berulang (dalam Sepehrian dan Lotf 2011: 2987). Beberapa hasil penelitian tentang hal yang sama lainnya di luar negeri juga menunjukkan hasil bahwa prokrastinasi merupakan salah satu 4 masalah yang menimpa sebagian besar anggota masyarakat secara luas, dan pelajar pada lingkup yang lebih sempit. Sekitar 25% sampai dengan 75% pelajar melaporkan bahwa prokrastinasi merupakan salah satu masalah dalam lingkup akademis mereka (Ferrari, dkk dalam Muhid 2009: 578). Penelitian tentang prokrastinasi akademik juga telah dilakukan di Indonesia dan menghasilkan hasil penelitian yang beragam. Hasil penelitian oleh Tondok, Ristyadi dan Kartika (2008: 82) terhadap 95 orang mahasiswa Fakultas Psikologi salah satu universitas di Surabaya menunjukkan tingkat prokrastinasi akademik paling banyak dalam kategori sedang yaitu sebanyak 45,3% atau 43 orang. Hal ini menunjukkan mahasiswa belum sepenuhnya dapat menghindari prokrastinasi terhadap tugas-tugas akademik yang menjadi tanggung jawabnya. Hasil penelitian di atas bertolak belakang dengan hasil penelitian oleh Gunawinata, Nanik, dan Lasmono (2008: 265) terhadap 218 orang mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Surabaya menunjukkan tingkat prokrastinasi akademik paling banyak dalam kategori rendah yaitu sebanyak 76,15% atau 166 orang mahasiswa. Hal ini menunjukkan mahasiswa sudah tidak lagi melakukan prokrastinasi terhadap tugas-tugas akademik yang menjadi tanggung jawabnya. Menurut hasil penelitian Solomon dan Rothblum (1984: 505) diketahui bahwa mahasiswa melakukan prokrastinasi secara bervariasi terhadap tugas akademik. Dari 342 orang mahasiswa Amerika yang menjadi subjek penelitiannya, 46% mahasiswa melakukan prokrastinasi terhadap tugas menulis, 27,6% mahasiswa melakukan prokrastinasi terhadap belajar untuk persiapan ujian, 30,1% mahasiswa melakukan prokrastinasi terhadap tugas membaca, 10,6% 5 mahasiswa melakukan prokrastinasi terhadap tugas administratif, 23% mahasiswa melakukan prokrastinasi dalam menghadiri perkuliahan dan 10,2% mahasiswa melakukan prokrastinasi terhadap aktivitas perkuliahan secara umum. Salah satu bentuk variasi prokrastinasi akademik sebagaimana dipaparkan di atas juga peneliti temukan dalam pengamatan yang tidak terstruktur terhadap para mahasiswa Jurusan Psikologi di perpustakaan Jurusan Psikologi. Peneliti mengamati seorang mahasiswa Jurusan Psikologi angkatan 2009 berinisial “MZ” yang tengah mengerjakan tugas salah satu mata kuliah, mengetik sesuatu yang sedang dicarinya di situs penelusuran Google dan juga online di situs jejaring sosial Facebook. Peneliti kemudian bertanya tentang tugas yang sedang dikerjakannya dan lewat penuturannya peneliti mengetahui jika mahasiswa tersebut telah melakukan prokrastinasi terhadap tugas menulis. Berikut penuturan mahasiswa tersebut kepada peneliti: “Tugas ini sudah diberikan seminggu yang lalu tetapi kemarinkemarin aku sibuk. Aku baru ingat tugas ini kemarin, tetapi ini aku kesulitan cari jawaban dua pertanyaan ini karena aku cari dalam buku tidak ada jawabannya. Cari di internet juga tidak ada, mana tugas dikumpulkan nanti pas kuliah lagi jam setengah tiga (melihat kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 13.00 WIB).” (Komunikasi personal; senin, 15 April 2013) Jaringan wifi di area perpustakaan Jurusan Psikologi diperuntukkan untuk mendukung keperluan mahasiswa Jurusan Psikologi, termasuk mencari sumber referensi untuk mengerjakan tugas perkuliahan. Hal tersebut dianggap lebih praktis, efisien dan cepat. Namun, peneliti juga menjumpai perhatian mahasiswa teralihkan pada kegiatan nonakademik seperti online di situs jejaring sosial seperti 6 Facebook dan Twitter dan mengunduh file lagu, video, dan film yang mereka suka dari beberapa situs popular seperti Youtube. Fakta yang cukup mengejutkan dalam artikel berjudul “Facebook Kalahkan Jurnal Akademik” (Aini, dkk 2013: 1) yang mengutip pernyataan Alfat Yulianto, Staf BPTIK UNNES bahwa situs terbanyak diakses mahasiswa UNNES adalah Facebook 26,55%, Google 3,49%, Indowebster 3,14% dan Youtube sebesar 2,43%. Isi artikel tersebut semakin menguatkan bahwa jaringan internet yang tersedia belum sepenuhnya dimanfaatkan mahasiswa untuk menunjang kepentingan akademik tetapi lebih untuk aktivitas yang bersifat hiburan dan kesenangan (entertainment and pleasure). Prokrastinasi akademik selain terindikasi melalui berbagai bentuk variasi yang sudah dipaparkan jelaskan diatas, juga dapat terindikasi melalui waktu yang dibutuhkan dalam menempuh masa studi. Menurut Solomon dan Rothblum (1984: 503) bahwa indikasi prokrastinasi akademik adalah masa studi 5 tahun atau lebih. Berikut data yang peneliti dapatkan dari Sistem Informasi Akademik Terpadu (SIKADU) Universitas Negeri Semarang tentang statistika wisudawan Jurusan Psikologi dalam kurun waktu 3,5 tahun terakhir: Tabel 1.1 Data Keadaan Wisudawan S1 Jurusan Psikologi UNNES Jumlah Wisudawan dengan Periode Rata – rata masa studi Wisudawan masa studi ≥ 5 tahun April 2010 17 14 (82%) 5 tahun 7 bulan 22 hari Oktober 2010 29 22 (76%) 5 tahun 9 bulan 27 hari April 2011 52 30 (58%) 5 tahun 2 bulan 28 hari Oktober 2011 27 18 (67%) 5 tahun 6 bulan 22 hari April 2012 53 42 (79%) 5 tahun 4 bulan 12 hari Oktober 2012 51 29 (59%) 5 tahun 5 bulan 26 hari April 2013 25 8 (32%) 4 tahun 10 bulan 24 hari Sumber: data dari http://akademik.unnes.ac.id dan diolah secara mandiri 7 Berdasarkan tabel 1.1 diketahui bahwa pada periode wisuda April tahun 2010 sampai dengan April tahun 2013 masih terdapat wisudawan S1 Psikologi yang menyelesaikan masa studi 5 tahun atau lebih. Selain itu, rata-rata masa studi wisudawan juga diatas 5 tahun walaupun untuk pertama kalinya pada wisuda periode April 2013 rata-rata masa studi sudah dibawah 5 tahun. Hal ini dapat diartikan bahwa sampai saat ini masih ada mahasiswa Jurusan Psikologi yang melakukan prokrastinasi akademik dalam masa studinya. Penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi dengan sistem SKS (Satuan Kredit Semester) sebenarnya memberi kesempatan mahasiswa dalam mengatur beban kuliah dan proses belajar pada setiap semesternya. Mata kuliah diatur sedemikian rupa dan didistribusikan secara merata disetiap semester dengan pertimbangan bahwa mahasiswa secara rata-rata mampu dalam menjalankan tanggung jawabnya tersebut. Walaupun demikian, berbagai hal juga turut berperan mempengaruhi terjadinya prokrastinasi akademik oleh mahasiswa. Hasil penelitian prokrastinasi akademik oleh Anggraeni dan Widyarini (2008: 27) diketahui bahwa prokrastinasi akademik terjadi karena motivasi internal yang rendah, rasa malas yang besar, pola asuh orang tua yang permisif atau longgar, pengaruh dari teman sebaya (peer), lingkungan dan orang-orang terdekat yang kurang mendukung, dan kurangnya pengaturan waktu antara tugas akademik yang harus dikerjakan dengan urusan yang lainnya. Salah satu hasil penelitian di atas sesuai dengan pernyataan Rizvi, dkk (dalam Rumiani 2006: 41) bahwa faktor motivasi internal yang rendah dapat mendorong seseorang untuk melakukan prokrastinasi akademik. Hal ini juga 8 tercermin lewat penuturan seorang mahasiswi Jurusan Psikologi UNNES angkatan 2009 berinisial “NA” kepada peneliti sebagai berikut: “Sebenarnya aku ada tugas buat makalah mata kuliah “X”, tapi ini tugas kelompok. Sekarang anggota kelompokku lagi pada pulang kampung. aku males kalo mesti ngerjain sendiri. Mikir sendiri, cari bahan sendiri dan ngetik sendiri. Ini kan tugas kelompok, kalau ngerjain ya mesti sama anggota kelompok.” (Komunikasi personal; Selasa, 16 April 2013) Menurut Bernard (dalam Catrunada dan Puspitawati 2008: 6-9) terdapat sepuluh faktor yang menyebabkan seseorang melakukan prokrastinasi. Faktorfaktor tersebut diantaranya kecemasan (anxiety), pencelaan terhadap diri sendiri (self-depreciation), rendahnya toleransi terhadap ketidaknyamanan (low discomfort tolerance), pencari kesenangan (pleasure seeking), tidak teraturnya waktu (time disorganization), tidak teraturnya lingkungan (environmental disorganization), pendekatan yang lemah terhadap tugas (poor task appoach), kurangnya pernyataan yang tegas (lack of assertion), permusuhan dengan orang lain (hostility with other), dan stres dan kelelahan (stress and fatique). Hasil komunikasi personal yang peneliti lakukan terhadap mahasiswa Jurusan Psikologi juga menemukan satu contoh kasus prokrastinasi akademik yang terkait dengan salah satu faktor tersebut. Contoh kasus ini yaitu prokrastinasi akademik yang disebabkan oleh faktor kelelahan (fatigue) yang dilakukan oleh seorang mahasiswi Jurusan Psikologi angkatan 2008 berinisial “BT”. Berikut penuturan mahasiswi tersebut kepada peneliti: “Dari semester 1 sampai 4, aku rajin kuliah. kalo ada tugas ya aku kerjakan. Tetapi mulai semester 6 aku ngrasa lelah sama aktivitas dan apalagi beban tugas-tugas kuliahku yang banyak, rasanya pengen gak 9 ke kampus dulu. Hal itu berlanjut hingga semester 8. Awalnya waktu itu aku pengen cuti tapi gak boleh sama dosen waliku karena alasanku yang gak terlalu mendesak. Ya akhirnya aku sering gak masuk kuliah. Akibatnya nilai dan IP-ku jelek, jadi semester ini dan kemarin banyak ngulang lagi. Harusnya aku dah mulai ngerjain skripsi tapi karena ngulang jadi baru ikut seminar proposal.” (Komunikasi personal; Kamis, 4 April 2013) Hal tersebut di atas sesuai dengan pernyataan Bruno (dalam Rumiani 2006: 41) bahwa adanya kecenderungan individu yang memiliki beban kerja atau tugas yang terlalu banyak akan melakukan prokrastinasi. Mahasiswi ini juga dapat dipastikan melakukan prokrastinasi akademik karena ditahun ke-5 masa studinya masih mengulang mata kuliah dan belum dalam tahap mengerjakan skripsi sehingga masa studinya akan lebih dari 5 tahun. Prokrastinasi akademik bukanlah sesuatu hal yang baik. Prokrastinasi berarti mempersempit waktu untuk kita mengerjakan tugas dimana seharusnya waktu cukup bagi kita. Hal ini juga menyebabkan tugas-tugas menjadi tidak jelas kapan akan diselesaikan. Kalaupun tugas dapat diselesaikan, karena waktu yang sudah semakin sempit maka pengerjaannya menjadi tidak maksimal. Menurut Ferrari (dalam Muhid 2009: 578) prokrastinasi akademik banyak berakibat negatif, dengan melakukan penundaan, banyak waktu yang terbuang sia-sia. Tugas-tugas menjadi terbengkalai, bahkan bila diselesaikan hasilnya menjadi tidak maksimal. Prokrastinasi juga dapat mengakibatkan timbulnya rasa cemas baik disaat mengerjakan tugas atau saat menghadapi ujian. Mahasiswa menjadi kurang teliti dalam pengerjaan tugas dan ujian sehingga memungkinkan tingkat kesalahan yang dilakukan tinggi. Apabila hal ini terus berlanjut, maka kegiatan akademik secara 10 keseluruhan mahasiswa akan terganggu bahkan rusak sehingga daya saing mahasiswa menurun karena rendahnya motivasi dan percaya diri. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Solomon dan Rothblum (dalam Premadyasari 2012: 3) prokrastinasi dapat menyebabkan rasa cemas yang berujung depresi, tingginya tingkat kesalahan dan banyak waktu terbuang. Prokrastinasi juga dapat merusak kegiatan akademik dan juga menyebabkan rendahnya motivasi dan percaya diri. Mahasiswa tentu ingin segera bekerja apabila sudah lulus dari studinya. Apabila mahasiswa dapat lulus tepat waktu, mahasiswa tidak perlu merasa khawatir karena kesempatan untuk memilih pekerjaan yang terbaik terbuka lebar dan persaingan dalam mendapatkan pekerjaan tidak terlalu ketat. Berbeda dengan mahasiswa yang melakukan prokrastinasi, masa studinya yang terlalu lama menyebabkan peluang untuk memilih pekerjaan yang terbaik semakin terbatas, tidak bisa mengambil peluang ketika ada tawaran pekerjaan yang menurutnya baik dan harus menghadapi persaingan yang lebih berat daripada mahasiswa yang bisa lulus tepat waktu. Hal ini sesuai dengan pernyataan Ferrari, dkk (dalam Muhid 2009: 578) bahwa prokrastinasi bisa mengakibatkan seseorang kehilangan kesempatan dan peluang yang datang. Proses belajar di tingkat perguruan tinggi menuntut mahasiswa untuk lebih mandiri dan disiplin dalam mengatur waktu dan proses belajarnya. Hal ini berbeda dengan saat mereka masih duduk di tingkat sekolah menengah dan dibawahnya. Mahasiswa juga dituntut untuk dapat menyesuaikan, mengatur dan mengendalikan dirinya termasuk saat menghadapi padatnya aktivitas perkuliahan dan tugas-tugas kuliah yang sulit. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu usaha aktif dan mandiri oleh 11 mahasiswa untuk membantunya mengarahkan proses belajar pada tujuan belajar yang ingin dicapai, yang disebut dengan self-regulated learning. Hasil penelitian Deasyanti dan Armeini (2007: 19) terhadap 128 mahasiswa FKIP Universitas Negeri Jakarta menunjukkan bahwa 86,7% mahasiswa memiliki tingkat self-regulated learning kategori sedang dan 13,3% mahasiswa memiliki tingkat self-regulated learning kategori tinggi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa telah memiliki keterampilan tentang bagaimana belajar yang mencakup tentang pemahaman tentang kemampuan berpikir, proses berpikir, dan motivasi untuk mencapai tujuan belajar. Hasil penelitian di atas bertolak belakang dengan hasil penelitian oleh Ishtifa (2011: 84) terhadap 200 mahasiswa psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang menemukan 9,5% mahasiswa berada pada kategori self-regulated learning yang tinggi, artinya baru sedikit mahasiswa yang memiliki dan menggunakan kemampuan self-regulated learning dengan efektif. Kemudian sebesar 47% mahasiswa berada pada kategori rendah dan 43,5% mahasiswa berada pada kategori sedang. Hal ini menunjukkan mahasiswa kurang menggunakan potensi untuk memonitor, mengatur dan mengontrol kognisi, motivasi dan perilakunya dalam proses belajar. Pada umumnya mahasiswa tidak memiliki tujuan belajar dan prioritas yang pasti. Mahasiswa juga tidak memiliki jadwal belajar yang khusus selain jadwal perkuliahan yang sudah ada. Hal ini menyebabkan kegiatan mahasiswa yang berhubungan dengan akademik cenderung mengikuti jadwal perkuliahan saja. Mahasiswa masih menjalankan kewajiban akademiknya bila sudah mendekati 12 waktunya seperti belajar saat menjelang waktu ujian dan mengerjakan tugas dari dosen mendekati batas waktu pengumpulan. Mahasiswa seringkali tidak menyadari jika mereka larut dengan aktivitasaktivitas yang bersifat nonakademik sehingga banyak waktu mereka terbuang siasia. Namun demikian, mahasiswa tetap menjalankan kewajiban akademiknya seperti belajar dan mengerjakan tugas meskipun tidak teratur atau disiplin, kesulitan untuk berkonsentrasi, kekurangan referensi dan mengabaikan waktu yang tersedia. Mahasiswa masih menerapkan sebuah sistem yang dikenal ”Sistem Kebut Semalam” atau SKS. Pengerjaan tugas yang serba cepat dalam keterbatasan waktu sebagai akibat prokrastinasi turut memberikan dampak negatif terhadap tugas yang sedang dikerjakan dan lebih jauh pada hasil belajar atau prestasi akademik. Sebagaimana hasil penelitian Amalia tahun 2011 terhadap siswa kelas XI SMA Negeri 1 Malang bahwa adanya penurunan prestasi belajar seiring meningkatnya prokrastinasi akademik (dalam http://library.um.ac.id). Hasil penelitian self-regulated learning oleh Yulinawati, Hartati, dan Sawitri tahun 2009 pada mahasiswa ITB program fast track menunjukkan managemen waktu, usaha dalam mengatur belajar, dan mengatur lingkungan fisik dan sosial penting untuk menunjang belajar (dalam http://eprint.undip.ac.id). Apabila hasil penelitian ini dikaitkan dengan kasus-kasus yang disebutkan di atas yang bermasalah dengan pengaturan waktu dan usaha belajar, maka memperkuat indikasi adanya hubungan antara self-regulated learning dengan prokrastinasi akademik. 13 Self-regulated learning memiliki tiga aspek penting yang akan menentukan tinggi rendahnya tingkat self-reguled learning. Pertama yaitu aspek kognisi dimana upaya individu merencanakan, menetapkan tujuan, mengatur, memonitor diri, dan mengevaluasi diri. Kedua yaitu aspek motivasi dimana individu merasakan efikasi diri yang tinggi, atribusi diri dan berminat pada tugas intrinsik. Ketiga yaitu aspek perilaku dimana upaya individu untuk memilih, menstruktur, dan menciptakan lingkungan yang mengoptimalkan belajar (Zimmerman, 1990: 45). Apabila mahasiswa mampu dan memiliki ketiga aspek tersebut, maka ia akan memiliki tingkat self-regulated learning yang tinggi sehingga dapat menghindari prokrastinasi akademik dan menjaga prestasi belajarnya dengan baik. Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, peneliti tertarik untuk mengetahui lebih dalam hubungan antara self-regulated learning dan prokrastinasi akademik sehingga diketahui secara jelas hubungan keduanya. Untuk lokasi penelitian, peneliti mengambil lokasi di Jurusan Psikologi Universitas Negeri Semarang di

Dokumen baru

Aktifitas terbaru

Download (219 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

HUBUNGAN ANTARA DERAJAT INSOMNIA DENGAN BERATNYA KEBIASAAN MEROKOK PADA MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
0
12
2
HUBUNGAN PERILAKU SEKSUAL DENGAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI ANGKATAN 2007 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
0
3
23
HUBUNGAN SELF REGULATED LEARNING DENGAN MOTIVASI MENGIKUTI PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
0
5
126
HUBUNGAN SELF CONTROL DENGAN PROKRASTINASI PADA MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN TUGAS PERKULIAHAN
0
53
12
PENGARUH KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA
1
20
94
HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN SELF ESTEEM PADA GURU SLTP NEGERI 1 PROBOLINGGO
0
15
2
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI MENYELESAIKAN SKRIPSI DENGAN PROKRASTINASI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
0
5
20
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN GIZI DAN KONSUMSI MAKANAN DENGAN STATUS GIZI MAHASISWA UNIVERSITAS JEMBER TAHUN AKADEMIK 2009/2010
0
3
21
HUBUNGAN MASALAH YANG DIALAMI MAHASISWA DENGAN PRESTASI AKADEMIK PADA MAHASISWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG TAHUN AKADEMIK 2010/2011
8
59
72
DETERMINAN KECURANGAN AKADEMIK PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG DENGAN KONSEP FRAUD TRIANGLE
13
53
215
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA MAHASISWA UNISKA BANJARMASIN JURUSAN PAI
0
0
10
HUBUNGAN SELF EFFICACY, MOTIVASI, DAN PROKRASTINASI AKADEMIK DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP SE-KECAMATAN KRATON YOGYAKARTA
0
0
8
PROPSAL KEGIATAN HIMPUNAN MAHASISWA PSIKOLOGI (HIMAPSI) UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Pendahuluan - Proposal Psikologi
0
1
14
HUBUNGAN ANTARA PROKRASTINASI AKADEMIK DAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU MENYONTEK SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IPS SMA NEGERI KARTASURA SUKOHARJO
0
1
15
HUBUNGAN PERSEPSI DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN SELF REGULATED LEARNING MAHASISWI PROGRAM MAGISTER USU YANG TELAH MENIKAH SKRIPSI
0
0
14
Show more