Penerapan model pembelajaran cooperative teknik think pair square (Tps) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih kelas VIII H di Mts pembangunan uin Jakarta

Gratis

0
14
161
3 years ago
Preview
Full text
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE TEKNIK THINK PAIR SQUARE (TPS) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH KELAS VIII H DI MTS PEMBANGUNAN UIN JAKARTA Skirpsi Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I) Oleh: Gilang Ogi Saputra (1111011000016) JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2015 ABSTRAK Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Teknik Think Pair Square (Tps) dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Fiqih kelas VIII H di MTs Pembangunan Jakarta Kata kunci : Model Pembelajaran Cooperative Teknik Think Pair Square (Tps), Hasil Belajar, Fiqih Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Teknik Think Pair Square (Tps) dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Fiqih kelas VIII H di MTs Pembangunan Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, tiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Siklus dihentikan ketika indikator keberhasilan, yakni semua siswa telah mencapai ketuntasan belajar yang ditetapkan sekolah untuk mata pelajaran fiqih kelas VIII yaitu 78. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar Fiqih siswa pada setiap siklus. Peningkatan hasil belajar ditunjukan dengan rata-rata N-Gain pada siklus I sebesar 41% dan terjadi peningkatan pada siklus II menjadi 79%, siswa yang mencapai ketuntasan belajar adalah 56% pada silus I dan pada siklus II semua siswa telah mencapai ketuntaan belajar. Peningkatan hasil belajar dari siklus I ke II dikarenakan perbaikan dalam penerapan TPS setelah mengevaluasi kegiatan proses belajar dan hasil belajar. Dari hasil observasi pada proses pembelajaran, siswa meyukai pembelajaran Fiqih dengan menggunakan pembelajaran kooperatif teknik Think Pair Square. Siswa menjadi lebih aktif dan proses pembelajaran menjadi menyenangkan. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran teknik Think Pair Square sangat efektif, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar Fiqih. i ABSTRACT The Implementation of Cooperative Learning Model Technique Think Pair Square (Tps) to Improve the Student Learning Result on Fiqh Subject Class VIII H in MTs Pembangunan Jakarta. Keywords: The Cooperative Learning Model Technique Think Pair Square (Tps), Learning Result, Fiqh. This study aims to indicate the Cooperative Learning Model Technique Think Pair Square, to improve the student learning result on fiqh subject class VIII H in Mts Pembangunan Jakarta. This study method is Classroom Active Research which includes from two cycle, each cycles encompass planning, implementation, observation, and reflection. Cycle is stopped when the success indicator, it is all students who have achieved mastery on learning which is assigned by the school for fiqh subject class VIII, is 78. The study results indicate any improvement on the student learning result on fiqh subject in every cycle. The improvement on student learning result indicated by the NGain average on cycle I is 41% and there is any improvement on cycle II become 79%, the student who achieved the mastery on learning is 56% on cycle I and cycle II. All students have achieved mastery on learning. From the observation result on the learning process, students like the fiqh subject by using cooperative learning techniques Think Pair Square. Students become more active and the learning process became enjoyable. It can be conclude that learning by using model learning technique Think Pair Square is very effective, so it can improve the learning result on fiqh subject. KATA PENGANTAR     Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT Rabb semesta alam yang selalu memberikan rahmat, hidayah, dan kasih sayang-Nya hingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Teknik Think Pair Square (Tps) dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Fiqih kelas VIII H di MTs Pembangunan Jakarta. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW, keluarga, para sahabat, para tabi’in, dan kepada seluruh umatnya. (Amin). Semoga kita mendapatkan syafaatnya nanti di yaumul akhir. Penulis menyadari dengan sepenuhnya bahwa kemampuan dan pengetahuan kami sangat terbatas, sehingga banyak kekurangan dalam skripsi ini, dan masih jauh dari kesempurnaan. Namun dengan adanya bimbingan, pengarahan dan dukungan dari berbagai pihak, akhirnya skripsi terselesaikan. Oleh karena itu dengan penuh kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, MA. Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan 2. Dr. H. Abdul Majid Khon, M.Ag, Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam 3. Ibu Marhamah Saleh, Lc, MA. Sekretaris Jurusan Pendidikan Agama Islam 4. Bapak Drs. H. Ghufron Ihsan, MA., selaku dosen pembimbing yang dengan tulus ikhlas dan dengan segala kesabarannya telah memberikan bimbingan sehiingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini. 5. Bapak dan ibu dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah memberikan sumbangan wawasan keilmuan dan membimbiing penulis selama mengikuti perkuliahan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 6. Pimpinan pepustakaan, para staf dan para karyawan, baik perpustakaan utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta maupun perpustakaan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang telah memberikan kemudahan dalam penggunaan sarana perpustakaan. 7. Orang tua tercinta , ayahanda Kusnodo dan ibuda Khayati yang dengan penuh kasih sayang dan perhatiannya yang tulus, serta dengan kesabaran selalu memberikan dorongan baik i DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH LEMBAR PENGESAHAN PANITIA UJIAN MUNAQOSAH ABSTRAK . i KATA PENGANTAR. ii DAFTAR ISI. iv DAFTAR TABEL, GRAFIK DAN GAMBAR . vi DAFTAR LAMPIRAN. vii BAB I PENDAHULUAN . 1 A. Latar Belakang Masalah . 1 B. Identifikasi Masalah . 4 C. Pembatasan Masalah . 4 D. Perumusan Masalah . 5 E. Tujuan Penelitian . 5 F. Manfaat Penelitian . 5 BAB II LANDASAN TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS . 6 A. Landasan Teori . 6 1. Pembelajaran Kooperatif . 6 a. Hakikat dan Tujuan Pembelajaran Kooperatif . 6 b. Macam-macam Pembelajaran Kooperatif . 11 2. Teknik Pembelajaran Think Pair Square . 14 a. Hakikat Teknik Pembelajaran Think Pair Square. 14 b. Keunggulan Teknik Pembelajaran Think Pair Square. 17 c. Langkah-langkah Teknik Pembelajaran Think Pair Square . 17 3. Hasil Belajar . 19 a. Hakikat dan Urgensi Hasil Belajar . 19 b. Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar . 20 4. Pembelajaran Fiqih di MTs . 21 a. Hakikat dan Urgensi Pembelajaran Fiqih di MTs . 21 b. Ruang Lingkup Pembelajaran Fiqih di MTs kelas VIII . 23 c. Metode Pembelajaran dalam Mengajarkan Fiqih di MTs . 23  B. Hasil Penelitian yang Relevan. 25 C. Kerangka Berpikir . 27 D. Hipotesis Tindakan. 27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN . 28 A. Waktu dan Tempat Penelitian . 28 B. Metode Penelitian dan Rancangan Siklus Penelitian . 28 C. Subjek Penelitian . 30 D. Peran dan Posisi Peneliti dalam Penelitian . 31 E. Tahap Intervensi Tindakan . 31 F. Hasil Intervensi yang Diharapkan . 34 G. Data dan Sumber Data . 34 H. Instrumen Pengumpulan Data . 34 I. Teknik Pengumpulan Data . 35 J. Teknik Pemeriksaan Kepercayaan . 36 K. Teknik Analisis Data dan Interprestasi Data . 39 L. Pengembangan Perencanaan Tindakan . 39 BAB IV HASIL PENELITIAN . 41 A. Kondisi Obyektif Sasaran Penelitian . 41 B. Deskripsi Data Hasil pengamatan Efek/Hasil Intervensi Tindakan . 49 C. Analisis Data Hasil Belajar. 53 D. Interprestasi Hasil Analisis . 60 E. Pembahasan Hasil Penelitian . 73 BAB V PENUTUP. 76 A. Kesimpulan. 76 B. Saran . 76 DAFTAR PUSTAKA. 78 LAMPIRAN. 80  DAFTAR TABEL, GRAFIK, DAN GAMBAR Tabel : 4.1 Keadaan Guru dan Karyawan MTs Pembangunan UIN Jakarta . 45 Tabel : 4.2 Keadaan Siswa MTs Pembangunan UIN Jakarta . 48 Tabel : 4.3 Hasil Belajar Siswa Mapel Fiqih Siklus I. 54 Tabel : 4.4 Hasil Belajar Siswa Mapel Fiqih Siklus II. 57 Tabel : 4.5 Skor Rata-Rata Hasil Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II. 60 Tabel : 4.6 Aktivitas Siswa Siklus I. 63 Tabel : 4.7 Aktivitas Guru Siklus I . 64 Tabel : 4.8 Aktivitas Siswa Siklus II . 70 Tabel : 4.9 Aktivitas Guru Siklus II. 71 Grafik 4.1 Hasil Belajar Siklus I. 56 Gambar 2.1 Langakah-langkah Pembelajaran Think Pair Square . 18 Gambar 3.1 Siklus PTK. 29 Gambar 4.1 Struktur Organisasi MTs Pembangunan UIN Jakarta . 45  DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lembar Uji Referensi . 80 Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Silus I. 83 Lampiran 3 Kisi-Kisi Instrumen Tes Hasil Belajar Siklus I . 95 Lampiran 4 Instrumen Tes Hasil Belajar Siklus I. 96 Lampiran 5 Hasil Belajar Siklus I. 99 Lampiran 6 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Silus II . 101 Lampiran.7 Kisi-Kisi Instrumen Tes Hasil Belajar Siklus II. 113 Lampiran 8 Instrumen Tes Hasil Belajar Siklus II . 114 Lampiran 9 Hasil Belajar Siklus II. 116 Lampiran 10 Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus I . 118 Lampiran 11 Lembar Observasi Aktivitas Guru Siklus I. 120 Lampiran 12 Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus II. 123 Lampiran 13 Lembar Observasi Aktivitas Guru Siklus II . 125 Lampiran 14 Catatan Lapangan Siklus I. 127 Lampiran 15 Catatan Lapangan Siklus II. 128 Lampiran 16 Hasil Wawancara Siswa . 129 Lampiran 17 Hasil Wawancara Guru. 133 Lampiran 18 Materi Pembelajaran. 134 Lampiran 19 Perhitungan Validitas, Reliabilitas, Tingkat Kesukaran, dan Daya Pembeda Butir Soal . 134 Lampiran 20 Dokumentasi Penelitian. 134  BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu aspek kehidupan yang sangat mendasar bagi pembangunan suatu negara. Dalam agamapun pendidikan merupakan kewajiban yang harus ditempuh agar manusia memperoleh derajat yang tinggi dihadapan Allah SWT. seperti dalam firman-Nya :                Artinya : “ .Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.(Al- Mujadillah (58): 11)1 Ayat diatas menunjukkan bahwa orang berilmu akan diberikan derajat yang tinggi dihadapan Allah, karena orang yang memiliki ilmu akan memanfaatkan ilmunya bagi dirinya sendiri dan orang lain. orang yang beriman dan memiliki ilmu pengetahuan luas akan dihormati oleh orang lain, diberi kepercayaan untuk mengendalikan atau mengelola apa saja yang terjadi dalam kehidupan ini. Ini artinya tingkatan orang yang beriman dan berilmu lebih tinggi di banding orang yang tidak berilmu. Akan tetapi perlu diingat bahwa orang yang beriman, tetapi tidak berilmu, dia akan lemah. Oleh karena itu, keimanan seseorang yang tidak didasari atas ilmu pengetahuan tidak akan kuat. Begitu juga sebaliknya, orang yang berilmu, tetapi tidak beriman, ia akan tersesat. Karena ilmu yang dimiliki bisa jadi tidak untuk kebaikan sesama. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. 1 Selain itu juga bertujuan untuk Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan terjemahnya, (Jakarta : Proyek pengadaan kitab Suci Al-Qur’an, 1984), h.109 1 2 mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokrasi serta bertanggung jawab.2 Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang melibatkan guru sebagai pendidik dan siswa sebagai peserta didik, diwujudkan dengan adanya interaksi belajar mengajar atau proses pembelajaran. Dalam konteks penyelenggaraan ini, guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis dan berpedoman pada seperangkat aturan dan rencana tentang pendidikan yang dikemas dalam bentuk kurikulum. Peningkatan kualitas pendidikan dicerminkan oleh hasil belajar siswa, kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka Berpikir. 22 2.4 Hipotesis 23 III. METODE PENELITIAN. 24 3.1 Rancangan Penelitian. 24 3.1.1 Jenis Penelitian. 24 3.1.2 Unit Analisis. 24 3.2 Jenis dan sumber Data. 24 3.2.1 Metode Penelitian. 24 3.3 Metode Analisis Data . 25 3.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 25 3.3.2 Uji t . 26 3.3.3 Uji F . 27 3.3.4 Koefisien Determinasi Berganda . 28 3.4 Uji Ekonometrika . . 28 3.4.1 Uji Multikolinearitas . 28 3.4.2 Uji Autokorelasi 29 3.4.3 Uji Heterokedastisitas 29 3.5 Definisi Operasional 30 xii IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 31 4.1 Gambaran Umum Pendapatan Domestik di Indonesia. 31 4.1.1 Investasi . . 33 4.1.1 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia. 40 4.1.2 Kurs Dollar Amerika Serikat . 43 4.2 Analisis Data. . 47 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 47 4.2.2 Uji Statistik. 48 4.2.3 Uji Ekonometrika. 48 4.3 Pembahasan . 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN. 59 5.1 Kesimpulan. 60 5.2 Saran . 60 DAFTAR PUSTAKA. 61 LAMPIRAN. 65 xiii DAFTAR TABEL Halaman 4.1 Perkembangan Investasi di Indonesia. 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas . 50 xiv 34 DAFTAR GAMBAR Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 3 1.2 Total Investasi Indonesia. . 5 2.1 Pengaruh Pendapatan Terhadap Investasi. 12 2.2 Teori Hick Suku Bunga Terhadap Pendapatan. 15 2.3 Hubungan Kurs dengan Produk Domestik Bruto.19 2.4 Kerangka Berfikir . . 22 4.1 Perkembangan Produk Domestik Bruto di Indonesia. 31 4.2 Perkembangan Investasi di Indonesia. 40 4.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia .40 4.4 Perkembangan Nilai Rupiah Terhadap Nilai Dollar Amerika. . 44 4.5 Analisis Data dan Uji Autokorelasi. 51 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Data Variabel Penelitian. 66 2 Logaritma Natural . 68 3 Hasil Regresi Linier Berganda. 72 xvi

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pengaruh penerapan model cooperative learning dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pelajaran sejarah kebudayaan Islam (SKI) di MTS Pembangunan UIN Jakarta
0
3
121
Pengaruh model cooperative learning teknik think-pair-share terhadap hasil belajar biologi siswa pada konsep sistem peredaran darah : kuasi eksperimen di smp pgri 2 ciputat
0
11
202
Perbedaan hasil belajar biologi antara siswa yang menggunakan pembelajaran kooperatif teknik think pair share dan teknik think pair squre
0
4
174
Upaya meningkatkan hasil belajar IPS melalui pendekatan pembelajaran kooperatif model think, pair and share siswa kelas IV MI Jam’iyatul Muta’allimin Teluknaga- Tangerang
1
8
113
Perbandingan hasil belajar biologi dengan menggunakan metode pembelajaran cooperative learning tipe group investigation (GI) dan think pair share (TPS)
1
5
152
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SQUARE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA
0
7
163
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS VIII MTs. NAHDLATUL MUSLIMIN KUDUS
0
5
180
PERBEDAAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SQUARE DAN THINK PAIR SHARE Perbedaan Hasil Belajar Biologi Menggunakan Model Pembelajaran Think Pair Square Dan Think Pair Share Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sukodono Sragen Tahu
0
1
15
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TPS (Think Pair Share) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TPS (Think Pair Share) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VII RKBI SMP MUHAMMADIYAH 7 SURA
0
4
14
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN PEMBERIAN REWARD UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA POKOK BAHASAN SEGI EMPAT KELAS VII MTs Negeri Susukan Tahun 2009/2010.
0
0
9
PENGARUHPENGGUNAAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TEKNIK THINK PAIR SHARE (TPS)TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI.
0
1
39
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN BERBANTUAN GAME DI SMK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA.
0
3
46
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR
0
0
11
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK-PAIR-SHARE (TPS) PADA MATA PELAJARAN FIQIH MATERI MACAM-MACAM NAJIS SISWA KELAS VII MTS AN NUR PALANGKA RAYA
0
0
17
SKRIPSI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK
0
2
21
Show more