Pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe FSLC (Formulate-Share-Listen-Create) terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa

Gratis

15
27
186
2 years ago
Preview
Full text
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE FSLC (Formulate-Share-Listen-Create) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA (Penelitian Quasi Eksperimen di Kelas VII SMPN 3 Kota Tangerang Selatan) Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Untuk Memenuhi Syarat Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Disusun Oleh: Siti Hasanah 108017000060 JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2013 ABSTRAK Siti Hasanah (108017000060). “Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe FSLC (Formulate-Share-Listen-Create) Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa (Penelitian Kuasi Eksperimen di SMPN I Tangerang Selatan). Skripsi Jurusan Pendidikan Matematika, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe FSLC terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 3 Kota Tangerang Selatan pada siswa kelas VII tahun ajaran 2012/2013. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan rancangan penelitian two group randomized subject post test only. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan tehnik cluster random sampling yaitu memilih dua kelas secara acak dari 9 kelas. Sampel penelitian pada kelas eksperimen berjumlah 45 siswa yaitu pada kelas VII-6 dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe FSLC. Sampel pada kelas kontrol berjumlah 45 siswa yaitu pada kelas VII-7 dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil tes kemampuan berpikir kreatif yang diberikan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol menghasilkan nilai rata-rata kelas kontrol 64,17 dan kelas eksperimen 73. Berdasarkan analisis dengan uji t, diperoleh nilai thitung yaitu sebesar 3,35 lebih besar dibandingkan dengan nilai ttabel dengan derajat kebebasan (dk) = 88 dan taraf signifikansi (α) = 0,05 yaitu sebesar 1,99 (3,35 > 1,99), maka ditolak dan diterima, yang artinya rata-rata kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe FSLC lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe FSLC berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Kata Kunci: Model Pembelajaran kooperatif tipe FSLC, Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis i ABSTRACT Siti Hasanah (108017000060) The Influence Of Cooperative Learning with FSLC (Formulate-Share-Listen-Create) Type to Mathematical Creative Thinking Ability Of Student (Quasi-Experiments in SMPN 3 South Tangerang City). Skripsi of Mathematic Education Department, Faculty of Tarbiyah and Teachers Training, State Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta, 2013. This research aims to find the influence of Cooperative Learning with FSLC type to mathematical creative thinking ability of student. The research was conducted at SMP State 3 South Tangerang city class VII student of the school year 2012/2013. The research method used was quasi experimental research design two group randomized subject post test only. Samples were taken by using the technique cluster random sampling that is randomly selecting two classes from 9 classes. The research sample in the experimental class numbered 45 students that is in class VII- 6 using the cooperative learning with FSLC type. The sample in control classes totaling 45 students that is in the class VII-7 using conventional learning. Based on result of creative thinking ability test that give to experiment class and control class value obtained is equal to 64,17 for control class and 73 for experiment class. Based on the analysis by t test, t value obtained is equal to 3.35 greater than the value of t tables with degrees of freedom (df) = 88 and a significance level (α) = 0.05 is equal to 1.99 (3.35> 1.99), it H0 rejected and H1 accepted, which means an average of mathematical creative thinking abilities of students taught using cooperative learning with FSLC type to teaching higher than the average of students' mathematical creative thinking abilities are taught using conventional teaching. Thus, the implementation of cooperative learning with FSLC type to learning a positive effect on students' mathematical creative thinking ability. Key Words: Cooperative Learning with FSLC Type, Mathematical Creative Thinking Ability. ii KATA PENGANTAR ‫ﺑﺳﻢاﷲاﻟرﺤﻣﻦاﻟرﺤﯾﻢ‬ Alhamdulillahirabbil’alamin segala puji bagi Allah swt yang telah melimpahkan rahmat dan petunjuk-Nya serta memberikan kemudahan dan kekuatan bagi penulis untuk dapat menyelesaikan skripsi ini dengan sebaikbaiknya. Salawat dan salam senantiasa dicurahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, para sahabat dan para pengikutnya sampai akhir zaman. Selama penulisan skripsi ini penulis menyadari cukup banyak kesulitan yang dihadapi, sehingga membuat penulis merasa berat untuk menyelesaikannya. Selain itu juga keterbatasan pengetahuan dan kemampuan penulis membuat penulis harus lebih banyak belajar agar skripsi ini dapat terselesaikan dengan sebaik-baiknya. Dorongan, semangat, bimbingan dari berbagai pihak pun mempunyai peranan yang sangat penting dalam memotivasi penulis untuk terus berusaha menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Nurlena Rifa’i, MA.,Ph.D, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Ibu Maifalinda Fatra, M.Pd., Ketua Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 3. Bapak. Otong Suhyanto, M.Si., Sekretaris Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 4. Ibu Dr. Tita Khalis Maryati, M. Kom, selaku Dosen Penasehat Akademik yang penuh kesabaran, bimbingan, waktu, arahan dan semangat dalam membimbing penulis selama mengikuti perkuliahan. 5. Ibu Dra. Afidah Mas’ud sebagai Dosen Pembimbing I dan Ibu Maifalinda Fatra, M. Pd sebagai Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, waktu, saran, dan motivasi kepada penulis selama ini dengan penuh kesabaran dan kesungguhan. Semoga Ibu selalu berada dalam kemuliaan dan lindungan-Nya. iii 6. Seluruh Dosen Jurusan Pendidikan Matematika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah memberikan ilmu pengetahuan serta bimbingan kepada penulis selama mengikuti perkuliahan, semoga ilmu yang telah Bapak dan Ibu berikan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. 7. Pimpinan dan Staff Perpustakaan Umum dan Perpustakaan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah membantu penulis dalam menyediakan serta memberikan pinjaman literatur yang dibutuhkan. 8. Staf Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan dan Staf Jurusan Pendidikan Matematika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah memberi kemudahan dalam pembuatan surat-surat serta sertifikat. 9. Kepala SMPN 3 Kota Tangerang Selatan Bapak Maryono,S.E.M.M.Pd yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian. 10. Seluruh dewan guru SMPN 3 Kota Tangerang Selatan, khususnya Ibu Lendra, S.Pd selaku guru mata pelajaran dan Bapak Drs. Sholeh Fathoni selaku Wakasek Kurikulum yang telah membantu penulis dalam melaksanakan penelitian ini. Serta siswa dan siswi SMPN 3 Kota Tangerang Selatan, khususnya kelas VII-6 dan VII-7. 11. Orang Tua tercinta Mamah Hikah A.M, S.Pd dan Almarhum Bapak Damanhuri Syam, A. Md yang selalu menjadi inspirasi dalam mengejar citacita serta selalu mendoakan, menyayangi, dan memberikan semangat morilmateril pada peneliti. Alm. Abah H. Sairun, Umi, Amang Dowi, Uwa, Bibi. Kakak-kakakku yang tersayang Aa Holid dan Aa Rasyid serta Adik-adikku yang tersayang Santi, Niar, dan dede Mira yang selalu memberikan senyum, canda dan semangat pada peneliti, serta seluruh keluarga yang menjadi kekuatan bagi penulis untuk tetap semangat dalam mengejar dan meraih citacita. 12. Sahabat-sahabat tercintaku Maspupah, Ekamara Kinasih, Siti Rusdiah, Indah Sari, Marlani Alfanta, dan Maria Urfa. Terima kasih telah memberikan dukungan, perhatian, dan keceriaan selama masa kuliah sampai saat ini. iv 13. Teman-teman seperjuangan Jurusan Pendidikan Matematika angkatan 2008 kelas B dan A, terimakasih atas kebersamaannya selama dibangku perkuliahan dan juga ketersediannya dalam memberikan perhatian dan kasih sayangnya kepada penulis. 14. Sahabat-sahabatku di Muchsin Family : Mince, Mbak’e Emma, Nissa, Nela, Nana, Atu, dan Ka Rara. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, penulis meminta kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan penulisan di masa yang akan datang. Akhir kata semoga skripsi ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. Jakarta, September 2013 Penulis Siti Hasanah v DAFTAR ISI ABSTRAK . i ABSTRACT . ii KATA PENGANTAR. iii DAFTAR ISI. vi DAFTAR BAGAN. viii DAFTAR TABEL . . ix DAFTAR GAMBAR. x DAFTAR LAMPIRAN . xii BAB I BAB II PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah . 1 B. Identifikasi Masalah . 7 C. Pembatasan Masalah . 7 D. Rumusan Masalah . 8 E. Tujuan Penelitian . 8 F. Manfaat Penelitian . 9 DESKRIPSI TEORETIS, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN A. Deskripsi Teoritis 1. Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis. 10 a. Pengertian Berpikir Kreatif Matematis. 11 b. Indikator Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis . 13 2. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe FSLC . 18 a. Model Pembelajaran Kooperatif dalam Pembelajaran Matematika . 18 b. Unsur-unsur Pembelajaran Kooperatif . 21 c. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe FSLC . . 24 d. Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Kooperatif tipe FSLC . 27 e. Teori Belajar dan Pembelajaran yang Mendukung FSLC. 28 vi B. Hasil Penelitian yang Relevan . 32 C. Kerangka Berpikir . 34 D. Hipotesis Penelitian . 36 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian . 37 B. Metode dan Desain Penelitian. 37 C. Populasi dan Sampel . 38 D. Teknik Pengumpulan Data. 39 E. Instrumen Penelitian . 39 F. Teknik Analisis Data 47 G. Hipotesis Statistik . 53 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data . 54 1. Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Kelas Eksperimen 54 2. Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Kelas Kontrol . 57 3. Perbandingan KBKM Siswa pada Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol . 62 B. Hasil Pengujian Persyaratan Analisis. 63 C. Hasil Pengujian Hipotesis . 65 D. Pembahasan Penelitian. . 67 1. Proses Pembelajaran di Kelas . 67 2. Hasil Postes Kemampuan Berpikir Kreatif matematis . 69 E. Keterbatasan Penelitian. . 81 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan . 82 B. Saran. 83 DAFTAR PUSTAKA . 85 LAMPIRAN - LAMPIRAN . 88 vii DAFTAR BAGAN Bagan 2. 1 Kerangka Berpikir Penelitian . viii 35 DAFTAR TABEL Tabel 2. 1 Indikator Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis . 16 Tabel 3.1 Agenda Penelitian . 37 Tabel 3.2 Desain Penelitian 38 Tabel 3.3 Kisi-Kisi Instrumen Tes Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis. 39 Tabel 3. 4 Pedoman Penskoran Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis. 40 Tabel 3.5 Pedoman Penskoran Tes KBKM Materi Segiempat. 42 Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Kelompok Eksperimen. 55 Tabel 4.2 Nilai Statistik Kelas Eksperimen . 57 Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Kelas Kontrol. 57 Tabel 4.4 Nilai Statistik Kelas Kontrol. Tabel 4.5 Perbandingan KBKM Siswa Kelompok Eksperimen 59 dan 60 Kelompok kontrol. Tabel 4.6 Nilai Rata-rata Indikator Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol . 62 Tabel 4.7 Hasil Perhitungan Uji Normalitas. 64 Tabel 4.8 Hasil Perhitungan Uji Homogenitas . 65 Tabel 4.9 Hasil Uji-t . 66 ix DAFTAR GAMBAR Gambar 4.1 Grafik Ogive Distribusi Frekuensi Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Kelompok Eksperimen. Gambar 4.2 Grafik Ogive Distribusi Frekuensi Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Kelompok Kontrol . Gambar 4.3 56 58 Kurva Perbandingan Nilai Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa pada Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol . Gambar 4.4 61 Nilai Rata-rata Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol. 63 Gambar 4.5 Kurva Uji Perbedaan Data Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol . Gambar 4.6 Aktifitas Siswa Saat Melakukan Model Pembelajaran Kooperatif tipe FSLC pada tahap Share . Gambar 4.7 66 68 Aktifitas Siswa Saat Pembelajaran dengan Model Pembelajaran Konvensional 69. 69 Gambar 4.8a Jawaban Soal no.1 yang benar pada Kelas Eksperimen. 70 Gambar 4.8b Jawaban Soal no.1 yang salah pada Kelas Eksperimen. 70 Gambar 4.8c Jawaban Soal no.1 yang benar pada Kelas Kontrol. 71 Gambar 4.8d Jawaban Soal no.1 yang salah pada Kelas Kontrol. 71 Gambar 4.9a Jawaban soal no 3 yang benar pada Kelas Eksperimen. Gambar 4.9b Jawaban soal no 3 yang salah pada Kelas Eksperimen. 73 Gambar 4.9c Jawaban soal no 3 yang benar pada Kelas Kontrol. 74 Gambar 4.9d Jawaban soal no 3 yang salah pada Kelas Kontrol . 74 Gambar 4.10a Jawaban soal no 4a yang benar pada Kelas Eksperimen. 75 Gambar 4.10b Jawaban soal no 4a yang salah pada Kelas Eksperimen. 76 Gambar 4.10c Jawaban soal no 4a yang benar pada Kelas Kontrol . 76 Gambar 4.10d Jawaban soal no 4a yang salah pada Kelas Kontrol. 77 Gambar 4.11a Jawaban soal no 5 yang benar pada Kelas Eksperimen. x 73 78 Gambar 4.11b Jawaban soal no 5 yang salah pada Kelas Eksperimen. 78 Gambar 4.11c Jawaban soal no 5 yang benar pada Kelas Kontrol. 79 Gambar 4.11d Jawaban soal no 5 yang salah pada Kelas Kontrol. xi 79 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 RPP Kelas Eksperimen . 88 Lampiran 2 RPP Kelas Kontrol . 92 Lampiran 3 LKS Kelas Eksperimen. 96 Lampiran 4 Kisi-Kisi Instrumen Tes Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Sebelum Validitas .117 Lampiran 5 Soal Uji Coba angka 391 (skala 0-800), padahal rata-rata skor sebesar 500. Pada tahun 2009 semakin memprihatinkan dimana Indonesia kembali terpuruk ke peringkat 61 dari 65 negara peserta dengan nilai rata-rata hanya 371. Dan pada tahun 2012, Indonesia hanya sedikit lebih baik dari peru yang berada di rangking terbawah (peringkat 64 dari 65 negara) . Rata-rata skor matematika Indonesia 375, padahal rata-rata skor OECD untuk literasi matematika adalah 494. Hal ini jelas kontras sekali dengan Negara tetangga yaitu Singapura yang menduduki peringkat pertama. Hasil di atas menunjukkan lemahnya kemampuan pemecahan masalah siswa Indonesia dalam menyelesaikan soal matematika PISA. Hal ini bisa disebabkan karena soal-soal yang diajarkan guru di sekolah sedikit atau kurang memberikan keterampilan pemecahan masalah sehingga siswa kurang terbiasa menyelesaikan soal pemecahan masalah. Sedangkan soal PISA menuntut kemampuan dalam memecahkan dan menafsirkan masalah matematika dalam berbagai situasi. Soal PISA dikembangkan berdasarkan 4 konten, keempat konten tersebut meliputi: Shape and Space, Change and Relationship, Quantity, dan Uncertainty. Salah satu dari empat konten soal PISA adalah konten Shape and Space (bentuk dan ruang). Soal pada konten Shape and Space berkaitan dengan kemampuan penerapan konsep, fakta, prosedur, dan penalaran matematika yang berhubungan dengan bentuk dan ruang geometri dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal geometri khususnya konten bentuk dan ruang sangat diperlukan. Pemahaman bentuk dan ruang mempunyai banyak manfaat dalam kehidupan. Profesi seperti arsitek, juru gambar, perancang pesawat, pengembang perumahan, ahli matematika, ahli fisika, dan ahli kimia merupakan sebagian kecil contoh profesi yang memerlukan pemahaman bentuk dan ruang yang baik. Teori Respon Butir (IRT) merupakan teori pengukuran yang muncul untuk memperbaiki keterbatasan Teori Tes Klasik (CTT). Tidak seperti CTT yang selalu bergantung pada skor, IRT tidak tergantung pada sampel soal/pernyataan tertentu dan abilitas orang yang terlibat dalam ujian /survey. Pemodelan Rasch muncul dari analisis yang dilakukan oleh Dr. Georg Rasch, seorang ahli matematika dari Denmark. Pemodelan Rasch merupakan satu model IRT yang paling popular. Prinsip dasar pemodelan Rasch adalah model probabilistic yang didefinisikan sebagai berikut : “individu yang memiliki tingkat abilitas yang lebih besar dibandingkan individu lainnya seharusnya memiliki peluang yang lebih besar untuk menjawab soal dengan benar. Dengan prinsip yang sama, butir yang lebih sulit menyebabkan peluang individu untuk mampu menjawabnya menjadi kecil.” Rasch Model merupakan alat analisis yang sangat berguna untuk menguji validitas, realibilitas instrumen, serta person dan item secara sekaligus. Rasch Model telah memenuhi lima prinsip model pengukuran yaitu: yang pertama mampu memberikan ukuran yang linier dengan interval yang sama; kedua, dapat mengatasi data yang hilang; ketiga, bisa memberikan estimasi yang lebih tepat; keempat, mampu mendeteksi ketidaktepatan model: dan kelima, memberikan instumen pengukuran yang independen dari parameter yang diteliti (Sumintono, B. & Widhiarso, W, 2014). Pemodelan Rasch mempunyai beberapa model yang berkembang yaitu: 1) Model Dikotomi (berbentuk benar/salah), 2) Model Skala Pemeringkatan, merupakan perluasan dari model dikotomi yakni butir yang dianalisis lebih dari dua jenis kategori seperti dalam pemeringkatan Likert, 3) Model Kredit Parsial, merupakan pengembangan dari Model Rasch butir dikotomi yang diterapkan pada butir politomi, 4) Model Rasch Many-Facets merupakan proses pengujian yang melibatkan penilai majemuk (Sumintono, B. & Widhiarso, W, 2014). Berdasarkan uraian diatas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : bagaimana kemampuan siswa SMP dalam menyelesaikan soal PISA konten Shape and Space dengan menggunakan analisis model Rasch. METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP negeri 2 Jember kelas VIII E dengan 31 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes berupa tiga soal PISA konten Space and Shape unit Shape yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Soal PISA dan pendoman penskoran yang digunakan adalah sebagai berikut : AMATI GAMBAR BERIKUT 1. Mana diantara gambar-gambar diatas yang memiliki daerah terluas. Apa alasanmu? 2. Jelaskan cara untuk memperkirakan luas gambar C 3. Jelaskan cara untuk memperkirakan keliling gambar C Pedoman Penskoran: Soal 1 Skor Penuh (1) : Bentuk B, didukung dengan penalaran yang masuk akal. B merupakan daerah terluas karena dua bangun yang lain akan dimuat di dalamnya. B. karena tidak memiliki lekukan di dalamnya yang mengurangi luas daerahnya. Sedangkan A dan C memiliki Gap/celah. B, karena merupakan lingkaran penuh, sedangkan bangun yang lain seperti lingkaran dengan beberapa bagian yang hilang, sehingga mengurangi luasnya. B, karena tidak memiliki daerah terbuka Dll. Tidak ada Skor (0): B, tanpa disertai alasan yang masuk akal Jawaban lain yang kurang masuk akal. Soal 2: Skor Penuh (2): Dengan cara yang masuk akal. Menggambar petak-petak yang memuat bangun tersebut dan menghitung petak yang menutupi bangun tersebut. Jika lebih dari setengahnya, maka petak tersebut dihitung satu petak Memotong bentuk tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mengatur potongan-potongan tersebut menjadi bentuk persegi/persegi panjang kemudian menhitung sisi-sisinya lalu menentukan luasnya. Membangun bentuk 3D dengan alas berdasarkan bentuk tersebut, dan mengisinya dengan air. Hitung volume air yang digunakan dan kedalaman air pada model. Luas dapat ditentukan dengan volume air dibagi kedalaman air pada model Dengan membagi bangun ke dalam beberapa bentuk bangun datar beraturan. Kemudian dihitung luasnya dan dijumlahkan. Dan alasan-alasan lain yang masuk akal Skor sebagian (1) : Membuat lingkaran yang memuat bentuk tersebut, kemudian mengurangkan luas lingkaran dengan luas diluar bentuk tersebut dalam lingkaran. Namun siswa tidak menyebutkan bagaimana untuk mengetahui luas daerah diluar bentuk tersebut dalam lingkaran. Alasan-alasan lain yang masuk akal, namun kurang detail atau kurang jelas. Tidak ada Skor (0): Jawaban lain yang kurang masuk akal. Soal 3: Skor Penuh (1): Dengan cara yang masuk akal. Rentangkan seutas tali pada pinggir bentuk tersebut, kemudian mengukur panjang tali yang digunakan. Potong bentuk tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, gabungkan bagian-bagian tersebut hingga membentuk garis, lalu tentukan panjangnya. Dan alasan-alasan lain yang masuk akal Tidak ada Skor (0): Jawaban lain yang kurang masuk akal. Sumber : diadaptasi dari Take The Test Sample Questions From OECD’s PISA Assesment. Selanjutnya, skor siswa yang didapat akan dimasukkan dan diolah dengan program komputer Ministep (Winstep Rasch) untuk mengestimasi kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal PISA konten Shape and Space yang diberikan berdasarkan analisis model Rasch. Soal 1 dan 3 menggunakan penskoran model dikotomus (Benar/Salah), sedangkan soal 2 menggunakan penskoran model politomus (Partial Credit Model). Skor mentah tersebut dikonversi menjadi nilai logit. Semakin tinggi nilai logit siswa dan lebih dari 0.0 logit mengindikasikan kemampuan siswa yang semakin tinggi. Semakin tinggi nilai logit soal dan lebih dari 0.0 logit mengindikasikan semakin tinggi tingkat kesulitan soal. HASIL DAN PEMBAHASAN Secara keseluruhan skor siswa dalam menyelesaikan soal PISA konten Shape and Space berbeda-beda Pada tabel 1 menampilkan skor mentah yang diperoleh siswa. Soal 1 mampu dijawab dengan benar oleh 17 siswa, soal 2 terdapat 2 siswa yang mampu menjawab dengan skor penuh, dan 6 siswa mampu menjawab dengan skor 1, sedangkan soal 3 terdapat 5 siswa yang mampu menjawab dengan benar Tabel 1. Skor Siswa dalam Menyelesaikan Soal PISA Konten Shape and Space NAMA SOAL NAMA NO SOAL NO (KODE SISWA) 1 2 3 (KODE SISWA) 1 2 3 1 01AT 1 0 1 17 17MW 1 0 0 2 02AO 0 0 0 18 18NA 0 0 0 3 03AN 0 0 0 19 19NR 1 0 0 NAMA SOAL NAMA NO SOAL NO (KODE SISWA) 1 2 3 (KODE SISWA) 1 2 3 4 04CA 0 0 0 20 20NA 1 2 0 5 05EA 1 0 0 21 21NS 0 0 0 6 06FY 1 1 1 22 22RR 0 0 1 7 07IN 1 1 0 23 23RF 0 0 0 8 08IE 1 0 0 24 24RA 0 0 0 9 09JN 1 1 0 25 25RW 0 0 0 10 10KH 1 1 1 26 26RL 0 0 0 11 11KT 1 0 0 27 27SA 0 0 0 12 12MI 1 1 0 28 28TA 1 2 0 13 13MA 0 0 0 29 29VT 0 0 1 14 14MR 1 1 0 30 30ZN 1 0 0 15 15MR 1 0 0 31 31PA 1 0 0 16 16MS 0 0 0 Selanjutnya skor siswa dengan pemodelan Rasch diolah dengan menggunakan program komputer ministep (Winstep Rasch). Berikut ditampilkan hasil statistic dari analisis model Rasch: Gambar 1. Tampilan Summary Statistics hasil pengolahan data ministep. Tampilan summary statistics diatas memberikan info dapat dijawab dengan pernyataan pemilik akan akun media sosial yang dimilikinya serta pesanan yang banyak datang dari calon konsumen melalui akun media sosial tersebut. Hal ini membuktikan bahwa adanya interaksi yang intensif antara pemilik dengan calon konsumen. Untuk pertanyaan terakhir, dapat dijawab dengan adanya kesadaran pemilik akan pentingnya sistem digital serta peralatan yang dimiliki mengingat sebagian besar calon konsumennya lebih aktif di media sosial yang sedang booming. Pemilik tidak hanya memilih melakukan pemasaran melalui satu akun saja, tetapi juga beberapa akun media sosial yang lain. Mahaddiyah, et al,. Analisis Konsep Peningkatan Standar Mutu Technovation Terhadap Kemampuan . Menurut HBR (dalam M. Irwan Padli Nasution, 2014), teknologi informasi memainkan suatu peranan dalam banyak aspek bisnis perusahaan, dari pengembangan produk baru sampai mendukung penjualan dan pelayanan, dari menyediakan market intelligence sampai menyediakan alat untuk analisis pengam-bilan keputusan. Pernyataan tersebut mendukung analisis yang telah dilakukan sebelumnya. Dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat dengan dipicu oleh semakin canggihnya teknologi informasi, pencarian dan penerapan konsep dan strategi bisnis baru telah menjadi sesuatu yang lazim dilakukan oleh pemilik UD. Kayfa Interior Furniture Jember. Upaya ini perlu terus dilaksanakan agar perusahaan mampu memenangkan persaingan atau mempertahankan keunggulan produknya atas kompetitorkompetitornya. Pada kenyataannya teknologi informasi telah mampu untuk mengkoordinasikan sistem pemasaran, sistem pemesanan, dan komponen-komponen lain dari sistem produksi UD. Kayfa Interior Furniture Jember yang dapat membuat informasi keinginan calon konsumen dan konsumen dapat diakses dengan cepat dan akurat serta diikuti dengan keekonomisan biaya. Keberhasilan menggunakan dan mengelola teknologi informasi, atau dengan kata lain penerapan aspek technology management dari perusahaan, mempunyai arti penting bagi UD. Kayfa Interior Furniture Jember untuk beroperasi dan bersaing dengan perusahaan yang lain. Kesimpulan dan Keterbatasan Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan technology innovation pada UD. Kayfa Interior Furniture Jember telah baik. Pelaksanaan aspek ini mampu membuat produkproduk UD. Kayfa Interior Furniture Jember semakin dikenal luas, serta menunjukkan hasil yang positif bagi kemampuan bersaing perusahaan dengan perusahaanperusahaan lain yang ditunjukkan dengan semakin banyaknya produk yang dipesan dan dijual oleh perusahaan. Berdasarkan wawancara dengan konsumen UD. Kayfa Interior Furniture Jember juga didapatkan hasil yang sejalan dengan hasil wawancara dengan pemilik perusahaan. Ketiga konsumen sama-sama memiliki ketertarikan dengan desain dan tampilan dari produk UD. Kayfa Interior Furniture Jember yang menyebabkan mereka memilih untuk melakukan pembelian produk-produk perusahaan tersebut. Hal ini merupakan poin positif bagi perusahaan untuk terus meningkatkan inovasi mereka agar bisa semakin maju. Pelaksanaan entrepreneurship pada UD. Kayfa Interior Furniture Jember sudah baik. Upaya pemenuhan unsur intrinsik dan ekstrinsik kepuasaan pekerja juga dilakukan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan cara pemilik perusahaan yang selalu melibatkan pekerjanya dalam diskusi sebelum proses produksi yang bertujuan mendapatkan ide-ide baru dan perubahan untuk produkArtikel Ilmiah Mahasiswa 2015 produk perusahaan. Insentif dan bonus juga diberikan kepada pekerja sebagai salah satu bentuk motivasi. Selain itu, kesempatan yang diberikan kepada pekerja untuk berlatih meningkatkan keterampilannya juga menunjukkan pemilik memperhatikan pekerjanya. Walaupun tidak semua bagian dari unsur intrinsik dan ekstrinsik dipenuhi, kepuasaan pekerja telah didapatkan dari cara mereka berinteraksi dengan pemilik untuk berdiskusi tentang kesulitan yang mereka hadapi. Pelaksanaan technology management pada UD. Kayfa Interior Furniture Jember sudah baik. Pemilik menyadari bawa perlunya kemampuan pemahaman akan teknologi dapat memberikan hasil yang baik bagi perusahaannya. Perusahaan dapat terus bersaing dengan kompetitornya karena didukung oleh pengolahan informasi dari calon konsumen akan produk furniture yang didapatkan melalui interaksi dengan calon konsumen di beberapa akun media sosial. Sistem pemasaran yang tidak hanya secara tradisional inilah yang membuat UD. Kayfa Interior Furniture Jember mampu bertahan. Keterbatasan Penelitian mengenai analisis konsep peningkatan standar mutu technovation terhadap kemampuan bersaing produk UD. Kayfa Interior Furniture Jember ini memiliki keterbatasan, baik dari segi analisis data, konteks pembahasan maupun penggalian informasi kepada para responden di lapangan. Penelitian ini dianalisis secara deskriptif, di mana hal tersebut dapat menyebabkan parameter pelaksanaan aspek-aspek technovation kurang memuaskan bagi sebagian orang. Keterbatasan dalam penelitian ini diharapkan dapat diperbaiki dan dilengkapi oleh peneliti selanjutnya dengan cara menggunakan metode analisis data secara kuantitatif untuk bidang bahasan sejenis sehingga dapat lebih bermanfaat bagi banyak kalangan. Keterbatasan dalam penelitian ini juga terdapat pada terbatasnya waktu yang diberikan oleh para responden dalam proses wawancara sehingga menyulitkan peneliti untuk menggali informasi lebih jauh dan mendalam. Ucapan Terima Kasih Peneliti mengucapkan terima kasih kepada informan dalam penelitian yaitu kepada pemilik sekaligus pimpinan UD. Kayfa Interior Furniture Jember, pekerja operasional UD. Kayfa Interior Furniture Jember serta konsumen produk UD. Kayfa Interior Furniture Jember, sehingga penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik. Daftar Pustaka Admin. 2012. Pengertian Definisi Kualitas Menurut Para Ahli. Blog kumpulan definisi dan pengertian online. Diunduh dari definisipengertian.com pada tanggal [21 Februari 2015]. Bungin, Burhan. 2013. Metodologi Penelitian Sosial & Ekonomi: Format-format Kuantitatif dan Kualitatif untuk Studi Sosiologi, Kebijakan Publik, Komunikasi, Manajemen, dan Pemasaran. Kencana Prenada Media Group. Jakarta. Mahaddiyah, et al,. Analisis Konsep Peningkatan Standar Mutu Technovation Terhadap Kemampuan . Faisal. 2013. Teknik Pengumpulan Data Dalam Penelitian Kualitatif. Buku Ajar. Jakarta. Nasution, M.N. 2010. Manajemen Jasa Terpadu. Penerbit Ghalia Indonesia. Jakarta. Fatah, Ahmad Vian Abdul. 2013. Pengaruh Inovasi Produk dan Orientasi Pasar Terhadap Kemampuan Bersaing (Survey Pada UKM Batik Deden Tasikmalaya). Jurnal Elektronik. Fakultas Ekonomi UNIKOM Bandung. Nasution,M.N. 2005. Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management). Penerbit Ghalia Indonesia. Jakarta. Gual, Veronica Fernandez dan Agusti Segarra Blasco. Agustus 2013. The Impact of Cooperation on R&D, Innovation and Productivity: an Analysis of Spanish Manufacturing and Services Firms. Xarxa de Referencia en Economia Aplicada. Hartini, Sri. Maret 2012. Peran Inovasi: Pengembangan Kualitas Produk dan Kinerja Bisnis. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, Vol. 14, No. 1, Maret 2012. Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga Surabaya. Lestari, Fitria. 2012. Pengaruh Jiwa Kewirausahaan dan Kreativitas Terhadap Keberhasilan Usaha Pada Sentra Industri Rajutan Binong Jati Bandung. Jurnal Elektronik. Bandung: Unikom. Muljani, Ninuk. September 2002. Kompensasi Sebagai Motivator Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan. Jurnal Manajemen & Kewirausahaan Vol.4, No.2, September 2002: 108 – 122 Jurusan Ekonomi Manajemen, Fakultas Ekonomi-Universitas Kristen Petra. Diunduh dari http://puslit.petra.ac.id/journals/management/ pada tanggal [ 21 Februari 2015]. Nasution, M. Irwan Padli. 2014. Keunggulan Kompetitif dengan Teknologi Informasi. Jurnal Elektronik. www.academia.edu Artikel Ilmiah Mahasiswa 2015 Nurfitriah, Rika. 2011. Pengendalian Kualitas Produk Speedy Pada Perusahaan Jasa PT. Telkom Kandatel Jember. Skripsi. Jember: Universitas Jember. Jember. Parisi, Maria Laura, Fabio Schiantarelli dan Alessandro Sembenelli. Agustus 2002. Productivity, Innovation Creation dan Absorption, and R&D: Mmicro Evidence for Italy. Ecostat Unical. Prawirosentono, Suyadi. 2002. Manajemen Mutu Terpadu. PT Bumi Aksara. Jakarta. Prihantoro, Rudy. 2012. Konsep Pengendalian Mutu. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung. Stevenson, William J. dan Sum Chee Chuong. 2014. Manajemen Operasi Perspektif Asia. Edisi 9 Buku 2. Salemba Empat. Jakarta. Tjiptono, Fandi & Diana Anastasia. 2001. Total Quality Management. PPM. Jakarta. Usman, Husaini & Purnomo Setiady Akbar. 2009. Metodologi Penelitian Sosial Edisi Kedua. PT. Bumi Aksara. Jakarta. Yulianto, Yulius Candra dan E. Kusumadmo. 2013. Pengaruh Kewirausahaan, Kemampuan Belajar Fokus Pasar, dan Inovasi Organisasi Terhadap Keunggulan Bersaing Berkelanjutan Pada Usaha Kecil dan Menengah Kerajinan Gerabah dan Kulit di Bantul. Jurnal Elektronik. Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa (kuasa Eksperimen di SMPN 3 Tangerang selatan)
3
9
82
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe match mine terhadap kemampuan komunikasi matematik siswa (quasi eksperimen di SMP Islam al-azhar)
11
102
89
Pengaruh model pmbelajaran Search, Solve, Create and Share (SSCS) terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa
3
13
162
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams-Games Tournament) terhadap pemahaman konsep matematika siswa
1
8
185
Pengaruh model pembelajaran simplex basadur terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa: penelitian quasi eksperimen di kelas VII MTs Al ASIYAH Cibinong
1
16
166
Pengaruh metode improve terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa
1
30
274
Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis melalui model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation siswa kelas IV SD Negeri Sukamaju 3 Depok
0
6
189
Upaya peningkatan kreativitas belajar biologi siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw
0
7
116
Penerapan model pembelajaran kooperatif informal tipe Formulate-Share-Listen-Create (FSLC) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa
9
52
158
Pengaruh metode permainan (card games) terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa
3
10
264
Pengaruh strategi pemecahan masalah “ideal” dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) terhadap kemampuan berpikir kritis matematik siswa
1
10
208
Pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe FSLC (Formulate-Share-Listen-Create) terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa
15
27
186
Pengaruh penggunaan pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan program Geometer’s Sketchpad terhadap kemampuan berpikir kreatif matematik siswa SMP
0
0
12
Peningkatan kemampuan pemecahan masalah, berpikir kreatif dan self-confidence siswa melalui model pembelajaran berbasis masalah
2
6
16
Pengaruh penerapan model pembelajaran brain-based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa
0
0
8
Show more