Amplifikasi DNA Leptospira dengan menggunakan metode Insulated Isothermal Polymerase Chain Reaction (ii-PCR)

Gratis

2
22
64
2 years ago
Preview
Full text
UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA Amplifikasi DNA Leptospira dengan Menggunakan Metode Insulated Isothermal Polymerase Chain Reaction (ii-PCR) SKRIPSI SONIA ZULFA DESHI DANUZ NIM. 109102000023 PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA JANUARI 2014 UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA Amplifikasi DNA Leptospira dengan Menggunakan Metode Insulated Isothermal Polymerase Chain Reaction (ii-PCR) SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Farmasi SONIA ZULFA DESHI DANUZ NIM. 109102000023 PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA JANUARI 2014 ii HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS Skripsi ini adalah hasil karya saya sendiri, dan semua sumber baik yang dikutip, maupun dirujuk telah saya nyatakan benar Nama : Sonia Zulfa Deshi Danuz NIM : 109102000023 Tanda Tangan : Tanggal : Januari 2014 iii iv v ABSTRAK Nama Program Studi Judul : Sonia Zulfa D : Farmasi : Amplifikasi DNA Leptospira dengan Menggunakan Metode Insulated Isothermal Polymerase Chain Reaction (ii-PCR) Leptospira merupakan bakteri patogen penyebab penyakit leptospirosis yang banyak menimbulkan masalah infeksi serius dan dapat mengakibatkan kematian pada manusia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui metode Insulated Isothermal Polymerase Chain Reaction (ii-PCR) dapat digunakan untuk mengamplifikasi DNA Leptospira. Keunggulan penggunaan metode iiPCR dalam deteksi Leptospira adalah waktu pendeteksian lebih singkat dan lebih mudah dalam pembacaan hasil. DNA Leptospira diamplifikasi dengan menggunakan sepasang primer spesifik DNA Leptospira pada daerah 16S Ribosomal RNA. Primer spesifik Leptospira mampu mengamplifikasi DNA Leptospira sampai konsentrasi 0,002 ng/ 25µL dan amplifikasi DNA Leptospira dengan metode ii-PCR yang menggunakan DNA Leptospira, primer, dan probe spesifik menunjukkan rasio S/N 1,8062 dan memberikan hasil positif dalam waktu 58 menit bila dibandingkan dengan metode PCR konvensional yang membutuhkan waktu 150 menit dan diperlukan analisa dengan gel elektroforesis. Kata kunci : Leptospirosis, Leptospira, ii-PCR. vi ABSTRACT Nama Program Studi Judul : Sonia Zulfa D : Farmasi : Amplification of Leptospira DNA using Insulated Isothermal Polymerase Chain Reaction (ii-PCR) Leptospira is a pathogen bacteria causing leptospirosis disease which could inflict a serious infection problem and lead to human death. This study was conducted to find out whether Insulated Isothermal Polymerase Chain Reaction could be used to amplify Leptospira DNA. The excellences of iiPCR method in detecting Leptospira are that it has short detection time and it is user friendly. Leptospira DNA was amplified using a specific Leptospira DNA primer on 16S Ribosomal RNA region. The specific Leptospira primer could amplify Leptospira until the concentration of 0,002 ng/ 25µL and Leptospira DNA amplification with iiPCR method using Leptospira DNA, spesific primer and probe showed a S/N ratio of 1,8062 and a positive result in 58 minutes, compared to PCR conventional method that required 150 minutes and a further analysis using electrophoresis gel. Key Words : Leptospirosis, Leptospira, ii-PCR vii KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Allah SWT, karena atas berkat rahmat dan hidayahNya penulis dapat menyelesaikan tugas pembuatan skripsi yang berjudul Amplifikasi DNA Leptospira dengan Menggunakan Metode Insulated Isothermal Polymerase Chain Reaction (ii-PCR). Shalawat serta salam tercurahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW, yang telah menghantarkan kita dari zaman kebodohan hingga menuju zaman yang syarat ilmu dan pengetahuan. Penulis menyadari bahwa dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini, penulis mengalami berbagai kendala dan halangan yang tidak bisa dihindarkan, karena itu penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis mengharapkan saran, masukan, dan kritik positif yang dapat membangun diri penulis. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penulisan skripsi ini tersusun berkat bantuan, bimbingan, dan dorongan dari berbagai pihak yang terkait. Untuk itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada: 1. Ibu Zilhadia M. Si., Apt, selaku pembimbing I dan Bapak DR. Wahyu Pubowasito selaku pembimbing II yang telah memberikan waktu, semangat, ilmu, dan bimbingan selama penulisan skripsi ini. 2. Balai Besar Penelitian Vektor dan Reservoir Penyakit Salatiga yang telah bersedia memberikan DNA Leptospira yang sudah terisolasi kepada penulis. 3. Bapak Prof. DR. (hc) dr. M. K Tadjudin Sp. And, selaku Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 4. Bapak Drs. Umar Mansur M.Sc., Apt, selaku Ketua Program Studi Farmasi FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 5. Kepada ibu Yuni Anggraeni, S.Si., Apt selaku penasehat akademik Program Studi Farmasi FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 6. Bapak dan Ibu staf pengajar dan karyawan yang telah memberikan bimbingan dan bantuan selama saya menempuh pendidikan di Program Studi Farmasi FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. viii 7. Kedua orang tuaku, Papa tercinta A. Nuzirwan H. M dan Mama tersayang Sri Hidayati yang selalu memberikan kasih sayang, doa yang tidak pernah putus, dan dukungan baik moril maupun meteril. Tiada apapun di dunia ini yang dapat membalas semua kebaikan, cinta, dan kasih sayang yang telah kalian berikan. 8. Untuk kedua adikku tersayang Tiffany Dwi Putri dan Nabila Ramadania meskipun tidak terjun langsung dalam penulisan skripsi ini, tetapi tawa dan candamu adalah semangatku. 9. Kak Yopi, Teh Leha, dan Bu Rahma yang sangat membantu penulis memahami hal-hal sulit dalam bioteknologi. 10. Para staf dan karyawan BPPT yang telah banyak membantu penulis. 11. Kepada teman seperjuangan Evira Vivikananda, Sofiana Fajriah Rahmah, dan Rahmat Azhari Kemal terima kasih untuk tawa, semangat, kesabaran, saran, dan kritiknya. 12. Kepada teman-teman Farmasi angkatan 2009, terima kasih untuk kebersamaan, dukungan, saran, dan kritiknya. 13. Teman-teman yang dengan senang hati menemani cerita suka dan duka selama penelitian, Mbak Ily, Kak Dede, Mas Herman, Angel, Isna, Hami, Hani, Ziah, Mimil, Mumut, dan Bella. Terima kasih untuk selalu menemani mendukung, mendengarkan ceritaku, dan mendoakanku. 14. Serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang turut membantu menyelesaikan skripsi ini. Semoga apa yang kalian berikan dapat bermanfaat dan dibalas oleh Allah SWT, amin. Penulis berharap bahwa tugas ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi para pembaca. Jakarta, Januari 2014 Penulis ix HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Sebagai sivitas akademik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Sonia Zulfa Deshi Danuz NIM : 109102000023 Program Studi : Farmasi Fakultas : Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Jenis Karya : Skripsi Demi perkembangan ilmu pengetahuan, saya menyetujui skripsi/ karya ilmiah saya dengan judul : Amplifikasi DNA Leptospira dengan Menggunakan Metode Insulated Isothermal Polymerase Chain Reaction (ii-PCR) Untuk dipublikasikan atau ditampilkan di internet atau suatu media lain yaitu Digital Library Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta untuk kepentingan akademik sebatas sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta. Demikian pernyataan persetujuan publikasi karya ilmiah ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di : Jakarta Pada Tanggal : 15 Januari 2014 Yang Menyatakan, ( Sonia Zulfa Deshi Danuz ) x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS . HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING . LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI . ABSTRAK . ABSTRACT . KATA PENGANTAR . HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI TUGAS AKHIR . DAFTAR ISI . DAFTAR TABEL . DAFTAR GAMBAR . DAFTAR LAMPIRAN . DAFTAR ISTILAH . ii iii iv v vi vii viii x xi xiii xiv xv xvi BAB 1 PENDAHULUAN . 1.1 Latar Belakang . 1.2 Rumusan Masalah . 1.3 Tujuan Penelitian . 1.4 Manfaat Penelitian . 1 1 3 3 3 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA . 2.1 Leptospirosis . 2.1.1 Pengertian Leptospirosis . 2.1.2 Epidemiologi . 2.1.3 Cara Penularan Leptospirosis . 2.1.4 Leptospira . 2.1.4.1 Morfologi . 2.1.4.2 Klasifikasi . 2.1.5 Patofisiologi . 2.1.6 Pemeriksaan Laboratorium . 2.2 DNA . 2.2.1 Struktur DNA dan Sifat Kimia DNA . 2.2.2 Isolasi DNA . 2.3 Polymerasse Chain Reaction (PCR) . 2.3.1 Komponen PCR . 2.3.2 Tahapan PCR . 2.4 Elektroforesis Gel Agarosa . 2.5 Insulated Isothermal Polymerase Chain Reaction (ii-PCR) . 4 4 4 4 4 5 5 5 6 7 10 10 12 12 12 15 16 18 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN . 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian . 3.2 Alat dan Bahan . 3.2.1 Alat . 21 21 21 21 xi 3.2.2 Bahan . Tahapan Penelitian . Prosedur Kerja . 3.4.1 Persiapan Media Tumbuh E.coli . 3.4.2 Peremajaan E.coli . 3.4.3 Isolasi DNA E.coli . 3.4.4 Pembuatan Gel Agarosa dan Elektroforesis . 3.4.4.1 Pembuatan Gel Agarosa 1% . 3.4.4.2 Elektroforesis . 3.4.5 Gel Documentation . 3.4.6 Amplifikasi PCR . 3.4.7 Uji Spesifitas Primer . 3.4.8 Uji Sensitivitas Primer . Insulated Isothermal PCR (ii-PCR) . 3.4.5 Amplifikasi Insulated Isothermal PCR (ii-PCR) . Alur Penelitian . 22 22 22 22 23 23 23 23 24 24 24 24 25 25 25 26 BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN . 4.1 Isolasi DNA . 4.2 Polymerase Chain Reaction (PCR) . 4.2 Insulated Isothermal Polymerase Chain Reaction (ii-PCR) . 27 27 30 32 BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN . 5.1 Kesimpulan . 5.2 Saran . 37 37 37 DAFTAR PUSTAKA . 38 LAMPIRAN . 42 3.3 3.4 3.5 3.6 xii DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Ukuran Pemisahan Molekul DNA . Hasil Konsentrasi dan Kemurnian DNA Leptospira dan E.coli . Campuran Reaksi Master Mix PCR Konvensional . Campuran Reaksi Master Mix dengan KAPA2G™ Robust PCR Kit dengan ii-buffer . Campuran Reaksi Master Mix dengan KAPA2G™ Robust PCR Kit dengan buffer kit . Campuran Reaksi Master Mix Thermo Scientific™ Long PCR Master Mix dengan ii-buffer. Campuran Reaksi Master Mix Thermo Scientific™ Long PCR Master Mix dengan buffer kit . Nilai rasio S/N pada sampel hasil reaksi ii-PCR . xiii 17 43 45 46 46 47 47 48 DAFTAR GAMBAR Halaman Sel Leptospira dengan mikroskop elektron . Klasifikasi Leptospirosis . Arah khas Perkembangan Penyakit Leptospirosis . Struktur double helix DNA . Siklus PCR . Reaksi ii-PCR . Hasil Elektroforesis Isolasi Genom Leptospira dan E.coli . Hasil Elektroforesis Produk PCR Menggunakan Primer Leptospira Pada Uji Spesifitas Primer . 9. Hasil Elektroforesis Produk PCR dengan Menggunakan Primer Spesifik DNA Leptospira pada Uji Sensitivitas Primer . 10. Hasil Reaksi ii-PCR dengan Taq DNA Polimerase Thermo Scientific™ Long PCR Enzyme Mix . 11. Hasil Reaksi ii-PCR dengan Taq DNA Polimerase KAPA2G™ Robust PCR Kit . 12. Hasil Elektroforesis Produk ii-PCR . 13. Hasil Peremajaan E.coli . 14. DNA Leptospira yang Sudah Terisolasi . 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. xiv 5 6 7 11 16 19 30 31 32 34 34 35 42 42 DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1. Hasil Peremajaan E.coli dan DNA Leptospira yang Sudah Terisolasi . 2. Hasil Konsentrasi dan Kemurnian DNA Leptospira dan DNA E.coli . 3. Membuat Larutan Induk Primer dan Probe . 4. Campuran Reaksi Master Mix Untuk Amplifikasi DNA Untuk PCR Konvensional . 5. Campuran Reaksi Master Mix Untuk Amplifikasi DNA Untuk ii-PCR . 6. Rasio S/N pada Sampel Hasil Reaksi ii-PCR . xv 42 43 44 45 46 48 DAFTAR ISTILAH CDV : Canine Distemper Virus CFR : Case Fatality Rate CFS : Cerebrospinal Fluid CTAB : Cetyltrimetyl Ammonium Bromide DNA : Deoxyribose-Nucleic Acid dNTP : Deoxynucleotide Triphosphate EDTA : Ethylene Diamine Tetra Acetic Acid ELISA : Enzyme-Linked Immunosorbent Assay IHHNV : Infectious Hypodermal and Hematopoetic Necroses Virus ii-PCR : Insulated Isothermal Polymerase Chain Reaction LB : Luria Bertani MAT : Microscopic Agglutination Test PCI : Fenol-Kloroform-Isoamilalkohol PCR : Polymerase Chain Reaction RNA : Ribose-Nucleic Acid SDS : Sodium Dodecyl Sulfate TAE : Tris Acetate EDTA TE : Tris-EDTA WSSV : White Spot Syndrome Virus xvi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perubahan lingkungan yang terjadi pasca banjir menyebabkan banyak terdapat genangan air kotor dan sampah. Lingkungan yang kotor tersebut menyebabkan sarang penyakit yang kerap muncul setelah musibah banjir dan salah satu penyakit yang dapat terjadi pasca banjir adalah Leptospirosis (Ernawati, 2008). Leptospirosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri patogenik yang disebut Leptospira yang ditularkan secara langsung atau tidak langsung dari hewan ke manusia. Penularan V tot ρ r t = πr²t (cm³) = densitas (g/cm³) = jari-jari (cm) = tinggi (cm) b) Nilai Distribusi Ukuran Partikel (Uji Mikro) Menurut Pratiwi, dkk (2013) Nilai distribusi ukuran partikel dan pori (uji mikro), merupakan proses uji mikrostruktur yang bertujuan untuk melihat struktur mikro dari suatu material, karena hal ini sangat mempengaruhi sifat mekanik dari material tersebut. Proses pengetsaan makro berguna untuk melihat cacat-cacat yang terjadi dan juga mengetahui jumlah partikel pada setiap permukaan sebuah spesimen. Dalam melakukan pengujian nilai distribusi partikel dapat menggunakan alat mikroskop. Mikroskop Inverted adalah sebuah mikroskop yang digunakan untuk mengamati logam, plastik, keramik serta sampel bahan lainnya, alat ini membantu dalam mengamati struktur permukaan, kelelahan logam, dll. Gambar 2.7 Struktur Mikro Titik 1 Pembesaran 400x (Pratiwi, dkk 2013). Digital Repository Universitas Jember 14 2.7 Karakteristik Mekanik Karakteristik Mekanik briket adalah pengujian yang dilakukan terhadap briket dengan cara uji kuat tekan aksial dengan menggunakan alat uji Universal Testing Machine (UTM) dan dengan cara dijatuhkan dengan ketinggian tertentu dengan pengujian drop test. a) Uji Kuat Tekan Aksial (Axial Compressive Strength Test) Uji Kuat tekan aksial adalah kekuatan suatu material terhadap tekanan aksial yang sejajar dengan sumbu simetri material tersebut. Sehingga briket yang baik merupakan briket biomasa yang mempunyai nilai kuat tekan aksial yang baik. Adapun data hasil penelitian dari (Wijayanti, T. 2012) yaitu bahan campuran limbah kacang tanah dan limbah kacang mete menggunakan perekat tetes tebu dengan kadar 30 gram, tekanan pengepresan yang digunakan 200 bar, Pengeringan dengan suhu 110°C selama 19 jam, ukuran serbuk arang 5 mesh, dilakukan proses pengujian kuat tekan atau keteguhan tekan menggunakan mesin press dan ditekan sampai hancur, adapun data 5 sampel kuat tekan briket sebagai berikut 13,36 kg/cm², 12,68 kg/cm², 11,89 kg/cm², 11,38 kg/cm², 10,55 kg/cm². Data penelitian lain yaitu bahan serbuk jerami padi, ayakan 50 mesh, variasi tekanan 200 kg/cm², 400 kg/cm², 600 kg/cm², 800 kg/cm², 1000 kg/cm², penambahan binder, tanpa penambahan binder, dan dengan waktu penahanan (holding time) 40 detik. Melakukan pengujian kuat tekan aksial dengan alat uji Universal Testing Machine (UTM), pembebanan sebesar 50 ton Dari hasil uji kuat tekan aksial briket biomassa jerami dengan menggunakan Universal Testing Machine (UTM) diperolah data untuk semua variasi tekanan baik untuk briket biomassa jerami dengan menggunakan bahan pengikat maupun briket biomassa jerami padi tanpa pengikat nilai kuat tekan yang sangat tinggi yaitu melebihi 99,9 kg/cm² jauh lebih tinggi daripada nilai kuat tekan standar SNI untuk briket serbuk sabut kelapa yaitu sebesar 3 kg/cm². (Riyanto, S. 2009). Digital Repository Universitas Jember 15 Santosa, dkk (2010) menyatakan uji kuat tekan aksial dilakukan dengan menggunakan force gauge untuk mengetahui kekuatan briket dalam menahan beban dengan tekanan tertentu. Kuat tekan briket dapat dihitung menggunakan standar SNI 0-3958-1995 dengan rumus: Kuat Tekan (N/cm²) = .(2.2) Keterangan : F = Gaya (N) A = Luas (cm²) b) Drop Test Menurut Widayat (2008) drop test dilakukan untuk menguji ketahanan briket dengan benturan pada permukaan keras dan datar ketika dijatuhkan dari ketinggian 1,8 meter. Berat bahan yang hilang atau yang lepas dari briket diukur dengan timbangan digital dengan ketelitian 1/10.000 gram. Menurut Grochowicz (1998) kualitas bahan bakar padat pada waktu perlakuan pengujian drop test partikel yang hilang tidak lebih dari 4 %. Semakin sedikit partikel yang hilang dari briket pada saat pengujian drop test, maka briket semakin bagus. Briket ditimbang dengan menggunakan timbangan untuk mengetahui berapa berat awalnya, kemudian briket dijatuhkan pada ketinggian 1,8 meter yang dimana landasannya harus benar-benar rata dan halus. Setelah dijatuhkan, briket kemudian ditimbang ulang untuk mengetahui berat setelah dijatuhkan, kemudian berat awal tadi dikurangi berat akhir setelah briket dijatuhkan dari ketinggian 1,8 meter (Widayat,2008). Prosedur perhitungan drop test briket menggunakan standar ASTM D 440-86 R02 dengan rumus: Digital Repository Universitas Jember Drop Test (%) = 16 .(2.3) Keterangan : A : Berat briket sebelum dijatuhkan ( gram ) B : Berat briket sesudah dijatuhkan ( gram ) Gambar 2.8 Drop Test Sumber: (Widayat 2008) Pengujian ini dilakukan untuk penggunaan briket dalam skala industri rumahan. Digital Repository Universitas Jember BAB 3 METODOLOGI 3.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental, yaitu suatu metode yang digunakan untuk menganalisis karakteristik mekanik dan karakteristik fisik briket arang limbah serbuk gergaji kayu sengon dengan variasi tekanan pada briket. 3.2 Waktu dan Tempat Penelitian 3.2.1 Waktu Penelitian Pelaksanaan waktu penelitian ini dilakukan pada bulan April – Mei 2015. 3.2.2 Tempat Penelitian Penelitian akan dilakukan pada tiga tempat yaitu: di Laboratorium Konversi Energi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Jember, di Laboratorium Desain Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Jember dan di Laboratorium Bio Science Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember. Tempat : Laboratorium Konversi Energi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Jember. Kegiatan : Melakukan pembuatan briket serbuk gergaji kayu sengon dengan perlakuan variasi penekanan. Tempat : Laboratorium Desain, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Jember. Kegiatan : Pengujian nilai kuat tekan aksial dengan menggunakan alat Universal Testing Machine (UTM). Tempat : Laboratorium Bio Science, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember. Kegiatan : Pengujian distribusi partikel menggunakan alat Mikroskop Inverted. 17 Digital Repository Universitas Jember 3.3 18 Alat dan Bahan Penelitian Pada penelitian ini terdapat beberapa alat dan bahan yang meliputi: 3.3.1 Alat Alat – alat yang digunakan dalam penelitian : 1. Tungku pengarangan/pirolisis 2. Alat pengepres briket dan cetakan briket 3. Cawan 4. Jarum suntik 5. Heater 6. Timbangan digital 7. ayakan mesh 70 8. stopwatch 9. Termostart 10. Kabel termokople 3.3.2 Bahan 1. Serbuk gergaji kayu sengon 2. Tepung Tapioka 3. Air Panas (80°C) 3.4 Variabel Penelitian 3.4.1 Variabel Bebas Variabel bebas adalah variabel yang bebas ditentukan oleh peneliti sebelum melakukan penelitian. Variabel bebas yang digunakan adalah variasi tekanan, Variasi tekanan yang digunakan dalam pembuatan briket menggunakan tiga variasi yaitu: 1. Variasi tekanan 100 kg/cm² 2. Variasi tekanan 150 kg/cm² 3. Variasi tekanan 200 kg/cm² Digital Repository Universitas Jember 19 Tabel 3.1 Keterangan Nama Sampel No Nama Briket 1 P 100 2 P 150 3 P 200 Keterangan tekanan 100 kg/cm² tekanan 150 kg/cm² tekanan 200 kg/cm² 3.4.2 Variabel Terikat Variabel terikat merupakan variabel yang besarnya tidak dapat ditentukan sepenuhnya oleh peneliti, tetapi besarnya tergantung pada variabel bebasnya. Penelitian ini mempunyai variabel terikat yang meliputi data-data yang diperoleh pada pengujian briket arang limbah serbuk gergaji kayu sengon dengan menganalisa data-datanya meliputi: 1. Pengujian drop test. 2. Pengujian kuat tekan aksial. 3. Pengujian densitas/kerapatan. 4. Pengujian distribusi partikel. 3.5 Prosedur Penelitian 3.5.1 Tahapan proses pembuatan briket arang limbah serbuk gergajian kayu sengon, yaitu: 1. Melakukan pengambilan serbuk kayu sengon di CV. Harapan Mulya. 2. Membersihkan serbuk kayu sengon dari kotoran dengan menggunakan air. 3. Serbuk kayu sengon dijemur selama 2 hari di bawah sinar matahari hingga kering. 4. Menyiapkan tungku pirolisis. 5. Mengarangkan serbuk kayu tersebut menggunakan tungku pirolisis. 6. Menggunakan thermostat untuk memanaskan hingga mencapai suhu 400°C. Digital Repository Universitas Jember 20 7. Mengatur pembakaran dengan thermocontrol dengan suhu maksimal 400°C. 8. Proses pembakaran dilakukan selama 30 menit. 9. Melakukan pengayaan dengan ukuran lolos mesh 70 dan tersaring di mesh 60 sehingga didapatkan serbuk dengan ukuran mesh 70. 10. Mencampurkan arang serbuk kayu sengon (70%) dengan tepung tapioka (20%) dan air (10%). 11. Mencetak arang menggunakan alat press hidrolik manual dengan dimodifikasi ditambah pressure gauge pada tabung utama press hidrolik, dengan variasi tekanan 100 kg/cm², 150 kg/cm², 200 kg/cm², dan ditahan selama 1 menit. 12. Mengeluarkan briket dari cetakan kemudian dikeringkan menggunakan oven. 3.5.2 Tahapan Penelitian Karakteristik Mekanik Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu: 1. Pengujian densitas Pada pengujian ini tahapan yang dilakukan sebagai //dig igliiblib.u g i d i /://d igliiblib.u g i d i :// /d hthtp ttp:/ igliiblib.u g i d i :// /d hthtp ttp:/ igliiblib.u g i d i :// /d hthtp ttp:/ d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i ig il /:d //dig d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili /:d //dig ca.cid.id ca.cid.id ca.cid.id a a a . . . j j j E.3 PengujiannBerat Jenis dan Penyerapan Agregat Halus BGA e e nej. nej. nej. .bu.ue .bu.n .bu.n u u b b b i i i l l l i i i idgigili idgigili idg91 Berdasarkan Fraksi . igili /:d /:d /:d / / / : : : / / / / / / p p p t t t p Perhitungan Berat Jenis dan hthttE.4 hthPenyerapan hthttp ttp Agregat Halus BGA Berdasarkan Fraksi . 91 F.3 Perhitungan Berat Jenis Campuran AC-BC . 93 d d d d aj.ca.ci .idKadar Aspal Optimumej(Marshall aj.ca.ci .id F. Pengujian dan Perhitungan aj.ca.ci .id AC-BC) 92 aj.ca.ci .id . . . . j j j e e e ne ne ne ne .bu.n .bu.n .bu.n .bu.n u u u u b b b b i i i i l l l l i i i i i i i i l g il F.1/dKomposisi Agregat Campuran AC-BC ig il idgigi. idg92 igil /:d :p/://idig :p//:d :p//:d / / //dig / / p p p t t t t t t hhttF.2 Perhitungan Kadar Aspal Rencana hhtt . hhtt 92 d ca.cid.id ca.cid.iCampuran ca.cid.id ca.cid.id a a a a . . . . F.4 Pengujian Marshall AC-BC . 94 j j j j e e e e nej. nej. nej. nej. .bu.n .bu.n .bu.n .bu.n u u u u b b b b i i i i l l l l i i i i G. Pengujian ig ili idgidan idgigili BGA pada Campuran idgigili gili Perhitungan Marshall:/Penggunaan /:d /:d /:d /:d / / : : / / / //dig / / / p p p t t t hthttp . hthttp hthttp 95 AC-BC d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i ig il /:d //dig ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili /:d //dig d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i ig il /:d //dig ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili /:d //dig d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i ig il /:d //dig ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili /d //dig G.1 Perhitungan Berat Jenis Penggunaan BGA 20% pada Campuran d aj.ca.ci .id . j e ne ne ne .bu.n .bu.n .bu.n u u u b b b i i i l l l i i i G.2 Perhitungan Berat Jenis Penggunaan BGA 40% pada Campuran i i i idgigil idgigil idgigil :p//:d :p//:d :p//:d / / / / / / p p p t t t t t t hhtt hhtt AC-BC . hhtt 96 .id .id c id c id AC-BC . ej.aj.ac. ej.aj.ac. 95 G.3 Perhitungan Berat Jenis Penggunaan BGA 60% pada Campuran id ca.cid.id a . j . e e e j. n neBerat nej. nejpada .bu.n .bu.n .bu.80% u u u b b b i i i l l l G.4 Perhitungan Jenis Penggunaan BGA Campuran i i i idgigili idgigili idgigili /:d /:d /:d / / / : : : / / / / / / p p p t t t hthttp AC-BC . hthttp 98 hthttp id . . AC-BC . j.acac.id j.acac.id 97 G.5 Perhitungan Berat Jenis Penggunaan BGA 100% pada Campuran d d ca.cid.id 99 a . j a a . . . e e e nej nej nej Campuran .bu.n .bu.n .bu.n u u u b b b i i i G.6 Pengujian Marshall Penggunaan BGA 20% pada l l l i i i i i i idgigil idgigil idgigil //:d //:d :p//:d : : / / / / / / p p p t t t t t t hhtt AC-BC . hhttp 100 hhttp .i .i AC-BC . j.ac c.id j.ac c.id G.7 Pengujian Marshall Penggunaan BGA 40% pada Campuran id id AC-BC . .ac.c.id .ac.c.id 101 ca.cid.id a . j j j a a e e e nej. Penggunaan BGAilib60% nej. nej.Campuran .bu.n .bu.n .bu.n u u u b b G.8 Pengujian Marshall pada i i l l i i idgigili idgigili idgigili /:d /:d /:d / / / : : : / / / / / / p p p t t t hthttp AC-BC . hthttp 102 hthttp G.9 Pengujian Marshall Penggunaan BGA 80% pada Campuran d d AC-BC . ac.ci .id ac.ci .id je. j.a e n u n . giigliiblib.u i d / / : /d hthtp ttp:/ ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili ://d //dig je. j.a e n u n . giigliiblib.u xxii i d / / : /d hthtp ttp:/ ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili ://d //dig d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt 103 ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili ://d //dig igliiblib.u g i d i /://d igliiblib.u g i d i :// /d hthtp ttp:/ igliiblib.u g i d i :// /d hthtp ttp:/ igliiblib.u g i d i :// /d hthtp ttp:/ d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i ig il /:d //dig d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili /:d //dig d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i ig il /:d //dig ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili /:d //dig ca.cid.id ca.cid.id ca.cid.id a a a . . . j j j G.10 Pengujian Marshall Penggunaan BGA 100% pada Campuran e e e nej. nej. nej. .bu.n .bu.n .bu.n u u u b b b i i i l l l i i i gigili . id idgigili idg104 AC-BC igili /:d /:d /:d / / / : : : / / / / / / p p p t t t thttp hthttp hthttp 105 H. h Dokumentasi . H.1 Gambar Alat Uji Penetrasi Aspal 60/70 . 105 H.5 Gambar Proses Pengeluaran Benda Uji Menggunakan Ejektor . 106 H.9 Gambar Benda Uji . 107 d d id.id aj.ca.cEkstraksi aj.ca.ci .id aj.ca.ci .id . . . j j j H.2 Gambar Alat Uji . 105 e e e ne ne ne .bu.n .bu.n .bu.n u u u b b b i i i l l l i i i i i i g il Alat Uji Analisa Saringan H.3/dGambar . idg idg105 igil igil :p/://idig :p//:d :p//:d / / / / p p p t t t t t t hhttH.4 Gambar Proses PengujianhMenggunakan hh.tt Alat Tekan Marshall 106 htt ca.cid.id (Water Bath) . ca.cid.id ca.cid.id a a a . . . H.6 Gambar Bak Perendam 106 j j j e e e nej. nej. nej. .bu.n .bu.n .bu.n u u u b b b i i i l l l i i i H.7dGambar . idgigili idg107 igili /://idgigili Alat Penumbuk Manual /:d /:d / / / : : : / / / / p p p t t t p Gambar Alat Pembuatan Campuran hthttH.8 hthttp . hthttp 107 d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i ig il /:d //dig d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili /:d //dig ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i idgigili /:d / : / / p t hthttp ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i idgigili /:d / : / / p t hthttp ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i idgigili /:d / : / / p t hthttp d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i ig il /:d //dig d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili /:d //dig ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i idgigili /:d / : / / p t hthttp ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i idgigili /:d / : / / p t hthttp ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i idgigili /:d / : / / p t hthttp d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i ig il /:d //dig d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i xxiii idgigil :p//:d / / p t t hhtt d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili /d //dig ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili ://d //dig ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili ://d //dig ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili ://d //dig

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Analisa Aspergillus fumigatus dengan Menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Kultur Pada Sputum Penderita Batuk Kronis
2
78
88
Uji Diagnostik Polymerase Chain Reaction –Restriction Fragment Length Polymorphism Dalam Menegakkan Diagnosis Onikomikosis.
1
94
82
Perbandingan antara Metode SYBR Green dan Metode Hydrolysis Probe dalam Analisis DNA Gelatin Sapi dan DNA Gelatin Babi dengan Menggunakan Real Time Polymerase Chain Reaction (PCR)
1
62
90
Analisis Cemaran Daging Babi Pada Kornet Sapi di Wilayah Ciputat dengan Menggunakan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR)
2
12
72
Deteksi DNA Babi dan DNA Sapi dengan Menggunakan Metode Insulated Isothermal Polymerase Chain Reaction (ii-PCR)
1
8
66
Perbandingan antara metode SYBR green dan metode hydrolysis probe dalam analisis DNA gelatin sapi dan DNA gelatin babi dengan menggunakan real time PCR
1
32
90
Amplifikasi DNA Leptospira dengan menggunakan metode Insulated Isothermal Polymerase Chain Reaction (ii-PCR)
2
22
64
Deteksi Mutasi Gen Gyrase A Porphyromonas Gingivalis Resisten terhadap Ciprofloxacin berdasarkan teknik Polymerase Chain Reaction Detection of Gyrase A Mutation of Porphyromonas Gingivalis gene resistant to Ciprofloxacin by using Polymerase Chain Reaction
0
0
10
Akurasi Polymerase Chain Reaction (PCR) Dibandingkan dengan Uji Tuberkulin untuk Diagnosis Tuberkulosis pada Anak
0
0
5
Ekstraksi dan Amplifikasi DNA
0
0
9
Amplifikasi DNA dengan teknik PCR
0
0
7
Amplifikasi PCR (Polymerase Chain Reaction)
0
0
8
Ekstraksi dan Amplifikasi DNA
0
0
12
Analisa Aspergillus fumigatus dengan Menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Kultur Pada Sputum Penderita Batuk Kronis
0
0
15
Uji Diagnostik Polymerase Chain Reaction –Restriction Fragment Length Polymorphism Dalam Menegakkan Diagnosis Onikomikosis.
0
0
15
Show more