Pengaruh perilaku kepemimpinan pelatih dan hubungan pelatih-atlet terhadap ketangguhan mental atlet sepakbola

Gratis

30
121
162
3 years ago
Preview
Full text

PENGARUH PERILAKU KEPEMIMPINAN PELATIH DAN HUBUNGAN PELATIH-ATLET TERHADAP KETANGGUHAN MENTAL ATLET SEPAKBOLA Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi (S.Psi.) Oleh: SYAHRIDA SYAHRUL NIM: 109070000143 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1435 H/2014 M i PENGARUH PERILAKU KEPEMIMPINAN PELATIH DAN HUBUNGAN PELATIH.ATLET TERHADAP KETANGGUHAN MENTAL ATLET SEPAKBOLA Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi (S.Psi.) Oleh: SYAHRIDA SYAHRUL NIM: 109070000143 Pembimbing Pembimbing I Dr. Abdul Rahiluf Shaleh. NI.Si NrP.19720823 199903 1 002 lI NIP. 19640814 200112 1 001 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1435Ht2014 M LEMBAR PENGESAHAN Skripsi berjudul *PENGARUH PERILAKU I(EPEMIMPINAN PELATIH DAN HUBUNGAN PELATIH-ATLET TERHADAP KETANGGUHAN MENTAL ATLET SEPAKBOLA" telah diujikan dalam sidang munaqasyah Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada 2l Mei 2014. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana psikologi (S.Psi) pada Fakultas Psikologi. Jakarta,2l Mei 20t4 Sidang Munaqasyah Wakil Dekan/ Dekan/Ketua S tarislAnggota Dr. Abdul Rahma NrP. 19720823 I Prof. Dr. Abdul Muiib, M.Si NrP. 1968061.4 199704 1 001 Anggota w Drs. Akhmad Baidun M.Si NIP. 19640814200112 1 001 Gazi, M.Si NrP. 19711214 200701 r 014 iii LEMBAR PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa: 1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar sarjana strata satu (Sl) di UIN Syarif Hidayatullah 2. Jakarta. Sernua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 3. Jika di kemudian hari terbukti bahwa karyaini bukan hasil karya asli saya atau merupakan hasil jiplakan dat'. karya orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. NIM. 109070000143 Email: Syahrida.syahrul@gmail.com IV MOTTO TO LIVE TO LOVE TO LEARN TO LEAVE A LEGACY - Sthepen R. Covey v Persembahan Sebuah karya kupersembahkan untuk kedua orang tuaku Sebagai bakti atas jiwa dan raga yang telah dikorbankan Sehingga raga berdiri kokoh terbebas dari belenggu rasa takut Untuk melangkah sebagai cahaya dalam gelapnya sebuah ketidaktahuan vi ABSTRAK A) B) C) D) Fakultas Psikologi Mei 2014 Syahrida Syahrul Pengaruh Perilaku Kepemimpinan Pelatih dan Hubungan Pelatih-Atlet Terhadap Ketangguhan Mental Atlet Sepakbola E) Xv + 101 halaman + lampiran F) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku kepemimpinan pelatih dan hubungan pelatih-atlet terhadap ketangguhan mental atlet sepakbola. Sampel penelitian ini yaitu atlet sepakbola di 5 klub anggota pengurus cabang PSSI Jakarta Timur sebanyak 200 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu nonprobability sampling. Analisis data yang digunakan yaitu Multiple Regression Analysis pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan perilaku kepemimpinan pelatih dan hubungan pelatih-atlet terhadap ketangguhan mental atlet sepakbola. Proporsi varians dari ketangguhan mental yang dijelaskan oleh seluruh variabel bebas yaitu sebesar 53.6%, sedangkan 46,4% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa dimensi komitmen dan perilaku komplementer memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ketangguhan mental. Sedangkan dimensi training & instruction, perilaku demokratis, perilaku autokratis, dukungan sosial, umpan balik positif, dan kedekatan emosional tidak berpengaruh terhadap ketangguhan mental. Berdasarkan hasil penelitian, seorang pelatih disarankan memiliki ketegasan dalam memilih pendekatan yang akan digunakan sebagai gaya melatih. Pelatih turut disarankan untuk membangun sebuah hubungan interpersonal yang berorientasi jangka panjang dengan atlet. Kata kunci : perilaku kepemimpinan pelatih, hubungan pelatih-atlet, ketangguhan mental, atlet, sepakbola G) Bahan Bacaan: 57; Buku: 13, Jurnal: 31, Artikel: 2, Tesis: 4, Internet: 6, dan Komunikasi personal: 1. (1977-2014) vii ABSTRACT A) B) C) D) Faculty of Psychology, State Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta May 2014 Syahrida Syahrul The Affects of Coach Leadership Behavior and Coach–Athlete Relationship on Mental Toughness of an Football Athlete E) xv+ 101 pages + appendix F) This research examines the affects of coach leadership behavior and coach– athlete relationship on mental toughness of an football athlete. A Sample of 200 athletes (M age: 20 years) participated and ranged from five different football club member of East Jakarta PSSI. This research using the nonprobability sampling technique. Multiple Regression Analysis was employed to analyze data observed at 0.05 level of significance. Coach leadership behavior and coach–athlete relationship was predicted to be significantly related to mental toughness. Consistent with theoretical predictions, coach leadership behavior and coach–athlete relationship was found to be significantly related with mental toughness. The results revealed that mental toughness predicted by all independent variable (R2= .536). Results of linear regression analysis revealed commitment and complementarity were significant predictors of mental toughness. Total mental toughness was not found to be significantly related to training & instruction, democratic behavior, autocratic behavior, social support, positive feedback, and closeness. This suggests that coaches should use a clear approach when coaching athletes either using a democratic or an autocratic behavior as a coaching style. Coaches also suggested to have a long term interpersonal relationship with athletes. Limitations and future research direction are discussed. Keywords: coach leadership behavior, coach–athlete relationship, mental toughness, athlete, football G) Reading Material: 57; Books: 3, Journals: 31, Article: 2, Thesis: 4, websites: 6, and personal communication: 1. (1977-2014) viii KATA PENGANTAR Bismillahirahmanirrahim Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan karunia, hidayah, dan pencerahan-Nya kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan penelitian ini. Shalawat serta salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW serta pengikutnya sampai akhir zaman. Dalam penyususnan skripsi ini, penulis telah melibatkan banyak pihak yang telah memberikan kontribusi bagi penulis. Setiap pelajaran dan hikmah yang diperoleh selama penulis menghabiskan masa perkuliahan di Fakultas Psikologi merupakan sebuah anugerah bagi kehidupan penulis. Dengan penuh kerendahan hati, penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag, M.si, selaku Dekan Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, periode 2014-2019, beserta jajarannya. 2. Bapak Dr. Abdul Rahman Shaleh, M.Si dosen pembimbing pertama yang telah memberikan banyak saran dan kritik kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini. Secara khusus, penulis menucapkan terima kasih dan tidak akan pernah melupakan pelajaran “khusus” tentang integritas yang pernah diberikan. 3. Bapak Akhmad Baidun, M.Si dosen pembimbing kedua yang secara berkala memberikan banyak masukan dan kritikan kepada penulis dalam menyusun skripsi ini. 4. Ibu Solicha, M.Si dosen Pembimbing Akademik kelas D tahun angkatan 2009, terima kasih atas bimbingan, motivasi, teguran, nasehat dan waktu yang disediakan untuk mendengar setiap keluh kesah penulis selama menjalani masa perkuliahan. 5. Seluruh dosen di Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, khususnya Bapak Jahja Umar, Ph.D, selaku mantan dekan Fakultas Psikologi periode 2009-2013 yang selama ini memberikan ilmu dan wawasan bagi penulis. Para staff Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah banyak memberikan kemudahan bagi penulis dalam proses adminisrasi. ix 6. Seluruh responden penelitian yang telah bersedia memberikan informasi dan mengisi angket penelitian. Khususnya, kepada Bapak Sawid di Pengcab PSSI Jakarta Timur yang telah memberikan saran dan gambaran tentang atlet sepakbola. 7. Kedua orang tua penulis, Papa Syahrul Mahruzar dan Mama Salwa yang senantiasa memberikan dukungan dan do’a selama penulis menjalani perkuliahan dan menyelesaikan skripsi. Kepada seluruh kakak, abang dan adik penulis, terima kasih atas setiap bantuan dan nasehatnya. 8. Terima Kasih buat Arif Hilman, Adhie Mansur, Amin To dan Eko, atas bantuannya ketika mengumpulkan dan mengolah data. Keluarga besar D-One Heart 2009, terima kasih atas setiap suka dan duka yang pernah dijalani bersama. Kalian semua luar biasa!. 9. Terakhir, terimakasih untuk kawan-kawan seperjuangan yang telah banyak mendukung dan memberikan masukan baik selama penyusunan skripsi ini, Deden Dwi, Kunarto Yoga, Rio “jawa” dan Nur Fauziah, 10. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah ikut berkontribusi terhadap penelitian ini Penulis sangat bersyukur atas setiap bantuan yang diberikan, semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada mereka yang telah membantu penulis. Jakarta, 21 Mei 2014 Penulis x DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL . i LEMBAR PERSETUJUAN . ii LEMBAR PENGESAHAN . iii LEMBAR ORISINALITAS . iv MOTTO. v LEMBAR PERSEMBAHAN . vi ABSTRAK . vii KATA PENGANTAR . ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR . xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv BAB 1. PENDAHULUAN . 1 1.1. Latar Belakang Masalah . 1 1.2. Rumusan dan Batasan Masalah . 10 1.2.1. Rumusan masalah. 10 1.2.2. Batasan masalah . 11 1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian . 11 1.3.1. Tujuan Penelitian . 11 1.3.2. Manfaat Penelitian . 12 1.4. Sistematika Penulisan . 13 BAB 2. KAJIAN TEORI . 15 2.1. Ketangguhan Mental . 15 2.1.1 Definisi ketangguhan mental . 15 2.1.2 Dimensi ketangguhan mental . 16 2.1.3 Faktor yang mempengaruhi ketangguhan mental. 19 2.1.4 Pengukuran ketangguhan mental . 21 2.2 Perilaku Kepemimpinan Pelatih . 22 2.2.1 Definisi perilaku kepemimpinan pelatih . 22 2.2.3 Dimensi perilaku kepemimpinan pelatih . 24 2.2.3 Pengukuran perilaku kepemimpinan pelatih. 26 2.2.4 Perilaku kepemimpinan pelatih dan ketangguhan mental . 27 2.3 Hubungan Pelatih-Atlet . 28 2.3.1 Definisi hubungan pelatih-atlet . 28 2.3.2 Dimensi hubungan pelatih-atlet . 30 2.3.3 Pengukuran hubungan pelatih-atlet . 31 2.3.4 Hubungan pelatih-atlet dan ketangguhan mental . 32 2.4 Kerangka Berpikir. 33 2.5 Hipotesis Penelitian . 38 xi BAB 3. METODE PENELITIAN . 39 3.1. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel . 39 3.1.1 Populasi dan sampel penelitian. 39 3.1.2 Teknik pengambilan sampel . 39 3.2 Variabel Penelitian . 40 3.3 Definisi Operasional Variabel . 40 3.3.1 Ketangguhan Mental . 40 3.3.2 Perilaku Kepemimpinan Pelatih . 40 3.3.3 Hubungan Pelatih-Atlet . 41 3.4 Instrumen Penelitian . 41 3.4.1 Alat ukur Ketangguhan Mental . 41 3.4.2 Alat ukur Perilaku Kepemimpinan Pelatih . 42 3.4.3 Alat ukur Hubungan Pelatih-Atlet . 43 3.5 Pengujian Validitas Konstruk . 44 3.6 Uji validitas konstruk Ketangguhan Mental . 46 3.7 Analisa Faktor Eksploratori Skala Ketangguhan Mental . 54 3.8 Uji validitas konstruk Perilaku Kepemimpinan Pelatih . 56 3.9 Uji validitas konstruk Hubungan Pelatih-Atlet . 65 3.10 Prosedur Pengumpulan Data . 70 3.11 Metode Analisa Data . 71 BAB 4. HASIL PENELITIAN . 74 4.1 Gambaran Umum Sampel Penelitian . 74 4.2 Deskripsi Statistik Hasil Penelitian . 76 4.3 Kategorisasi Skor Variabel. 78 4.4 Uji Hipotesis Penelitian . 85 4.5 Pengujian proporsi varian independent variable . 89 BAB 5. KESIMPULAN, DISKUSI, DAN SARAN . 93 5.1 Kesimpulan. 93 5.2 Diskusi . 93 5.3 Saran . 99 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN xii DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Tabel 3.2 Tabel 3.3 Tabel 3.4 Tabel 3.5 Tabel 3.6 Tabel 3.7 Tabel 3.8 Tabel 3.9 Tabel 3.10 Tabel 3.11 Tabel 3.12 Tabel 3.13 Tabel 3.14 Tabel 3.15 Tabel 3.16 Tabel 3.17 Tabel 4.1 Tabel 4.2 Tabel 4.3 Tabel 4.4 Tabel 4.5 Tabel 4.6 Tabel 4.7 Tabel 4.8 Tabel 4.9 Tabel 4.10 Tabel 4.11 Tabel 4.12 Tabel 4.13 Tabel 4.14 Tabel 4.15 Tabel 4.16 Tabel 4.17 Tabel 4.18 Tabel 4.19 Blueprint Skala Ketangguhan Mental Blueprint Skala Perilaku Kepemimpinan Pelatih Blueprint Skala Hubungan Pelatih-Atlet Muatan Faktor Item Thrive Through Challenge Muatan Faktor Item Sport Awareness Muatan Faktor Item Tough Attitude Muatan Faktor Item Desire Success Muatan Faktor Item Ketangguhan Mental Blueprint Hasil EFA Skala Ketangguhan Mental Muatan Faktor Item Training and Instruction Muatan Faktor Item Perilaku Demokratis Muatan Faktor Item Perilaku Autokratis Muatan Faktor Item Dukungan Sosial Muatan Faktor Item Umpan Balik Positif Muatan Faktor Item Kedekatan Emosional Muatan Faktor Item Komitmen Muatan Faktor Item Perilaku Komplementer Gambaran Subjek Berdasarkan Usia dan Waktu Latihan Gambaran Subjek Berdasarkan Intensitas Latihan Gambaran Subjek Berdasarkan Profesi, Status Pemain dan Prestasi Tertinggi Deskripsi Statistik Variabel Penelitian Norma Skor Variabel Kategorisasi Skor Ketangguhan Mental Kategorisasi Skor Training & Instruction Kategorisasi Skor Perilaku Demokratis Kategorisasi Skor Perilaku Autokratis Kategorisasi Skor Dukungan Sosial Kategorisasi Skor Umpan Balik Positif Kategorisasi Skor Kedekatan Emosional Kategorisasi Skor Komitmen Kategorisasi Skor Perilaku Komplementer Model Summary R Model Summary R kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak 16 a. Teori Permintaan dan Penawaran . 16 b. Saluran Pemasaran. 18 c. Biaya Pemasaran. 19 d. Keuntungan Pemasaran (Marketing Margin). 19 e. Efisiensi Pemasaran . 20 2.1.4 Kontribusi Usahatani . 21 2.2 Kerangka Pemikiran. 23 2.3 Hipotesis . 26 III. METODOLOGI PENELITIAN . 27 3.1 Penentuan Daerah Penelitian . 27 3.2 Metode Penelitian . 27 3.3 Metode Pengambilan Contoh. 27 3.4 Metode Pengumpulan Data . 28 x 3.5 Metode Analisis Data . 29 3.6 Terminologi . 33 IV. TINJAUAN UMUM DAERAH PENELITIAN . 34 4.1 Gambaran Umum Daerah Penelitian. 34 4.1.1 Letak dan Keadaan Geografis . 34 4.1.2 Keadaan Penduduk . 34 4.1.3 Keadaan Pendidikan . 35 4.1.4 Keadaan Mata Pencaharian . 36 4.1.5 Keadaan Sarana Komunikasi dan Transportasi. 37 4.1.6 Usahatani Anggur di Wilayah Kecamatan Wonoasih . 38 V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . 40 5.1 Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 40 5.2 Efisiensi Saluran Pemasaran Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 45 5.3 Kontribusi Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Terhadap Pendapatan Keluarga. 53 VI. KESIMPULAN DAN SARAN . 57 6.1 Kesimpulan . 57 6.2 Saran. 57 DAFTAR PUSTAKA . 58 LAMPIRAN xi DAFTAR TABEL Tabel Judul Halaman 1 Data Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 28 2 Sebaran Penduduk Menurut Golongan Umur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 . 35 Jumlah Sarana Pendidikan di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 . . 35 Sebaran Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004. . 36 Sebaran Penduduk Menurut Mata Pencaharian di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 36 Jumlah Sarana Komunikasi di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 37 Rata-rata Penerimaan, Total Biaya, dan Pendapatan Usahatani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 41 Hasil Analisis Uji F-Hitung Perbedaan Pendapatan Per Hektar Petani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo. . 42 Hasil Analisis Uji Duncan Perbedaan Pendapatan Per Hektar Petani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 pada Ketiga Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 43 Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar Masa Panen Maret-April Tahun 2005 pada Ketiga Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 44 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Red Prince pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 47 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 47 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 xii Tabel Judul Halaman 13 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Belgie pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 48 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Red Prince pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 49 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 50 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Belgie pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 50 Efisiensi Pemasaran Anggur Red Prince pada Masingmasing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 51 Efisiensi Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Masing-masing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 51 Efisiensi Pemasaran Anggur Belgie pada Masing-masing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 52 Total Pendapatan Keluarga Petani dari Berbagai Sumber dan Kontribusi Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . . 54 Jumlah Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 Berdasarkan Status Usaha Pokok . 56 14 15 16 17 18 19 20 21 xiii DAFTAR GAMBAR Gambar Judul Halaman 1 Konsep Memperoleh Tambahan Keuntungan Melalui Pendekatan Profit Maximization dengan Memperbesar Total Penerimaan. 14 Konsep Memperoleh Tambahan Keuntungan Melalui Pendekatan Cost Minimization dengan Memperkecil Total Biaya 15 3 Harga Keseimbangan Antara Permintaan dan Penawaran. 16 4 Kurva Demand dan Keuntungan Pemasaran . 20 5 Skema Kerangka Pemikiran 25 6 Saluran Pemasaran Komoditas Anggur . 45 2 xiv DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Judul Halaman 1 Total Penerimaan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 60 Total Biaya Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 61 Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 62 Rekapitulasi Data Penelitian Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 . 63 Pendapatan Per Hektar Usahatani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 64 Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar pada Berbagai Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 65 Hasil Analisis Uji Anova dan Uji Duncan Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Berbagai Saluran Pemasaran . 66 7 Hasil Analisis Uji Anova dan Uji Duncan (Lanjutan) . 67 8 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran I di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 68 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 69 Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran II di Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 70 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 71 2 3 4 5 6 7 9a 9b 10a xv Lampiran Judul Halaman 10b Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III di Kotamadya Probolinggo Tahun 2005. 72 Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III (lanjutan) . 73 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Red Prince di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 74 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Alphonso lavalle di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 76 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Belgie di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 78 Kontribusi Pendapatan Usahatani Anggur Terhadap Pendapatan Total Keluarga Per Tahun 2005 80 Kontribusi Pendapatan Keluarga Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 dari Berbagai Sumber dan Persentasenya . 81 Kuisioner . . 82 10b 11 12 13 14 15 16 xvi

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

HUBUNGAN ANTARA INTIMASI PELATIH ATLET DENGAN TINGKAT STRES DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN
3
26
174
DAMPAK GAYA KEPEMIMPINAN PELATIH TERHADAP PERILAKU SOSIAL ATLET CABANG OLAHRAGA BOLA VOLI: Studi Deskriftif pada Atlet Bola Voli Klub Bahana Bina Pakuan Bandung.
1
2
41
Pemaknaan Pelatih Bagi Atlet Senam Dalam Konteks Komunikasi Interpersonal.
1
2
2
POLA KOMUNIKASI PELATIH DENGAN ATLET BASKET (Studi Kasus Komunikasi Interpersonal Pelatih dengan Atlet Basket dalam Memicu Prestasi di Sritex Dragons Solo).
4
10
13
b2 peer review pengembangan pelatih atlet sbg suatu profesi di indonesia
0
0
3
UPAYA PELATIH DALAM MENGATASI KECEMASAN ATLET SENAM SEBELUM PERLOMBAAN PADA POPNAS 2009
0
0
21
penugasan pelatih manajer pplm panahan pencaksilat dan atlet di surabaya 2013
0
0
1
Motivasi berprestasi atlet renang ditinjau dari gaya kepemimpinan pelatih - Ubaya Repository
0
0
1
HUBUNGAN ANTARA EFEKTIVITAS KOMUNIKASI PELATIH DAN ATLET DENGAN MOTIVASI ATLET DALAM MENGIKUTI LATIHAN SEPAKBOLA DI UKM UPI - repository UPI S KOR 1102034 Title
0
0
1
HUBUNGAN ANTARA INTIMASI PELATIH - ATLET DENGAN KECEMASAN BERTANDING PADA ATLET IKATAN PENCAK SILAT INDONESIA (IPSI) SEMARANG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)
0
0
97
42 piagam sbg panitia pelatihan kondisi fisik pelatih atlet usia dini
0
2
1
Hubungan antara Motivasi Berprestasi dan Trust pada Pelatih dengan Sport Commitment Atlet Atletik - Ubaya Repository
0
0
1
Intimasi Pelatih Atlet dan Kecemasan Ber
0
0
7
AKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL PELATIH DAN ATLET SOFTBALL KOTA CILEGON - FISIP Untirta Repository
0
1
107
KOMUNIKASI INSTRUKSIONAL PELATIH DAN ATLET TENIS MEJA TUNANETRA KOTA BEKASI - FISIP Untirta Repository
0
0
123
Show more