Pengaruh metode penemuan terbimbing (guided discovery method) dalam pembelajaran matematika terhadap kemampuan penalaran adaptif siswa kelas xi IPA: penelitian quasi eksperimen di SMAN 5 Kota Tangerang Selatan

Gratis

5
56
244
2 years ago
Preview
Full text

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini mengalami

  Pendapat lain mengenai tujuan pembelajaran matematika diungkapkan oleh Widdiharto (2004), yang menyatakan bahwa :Tujuan pembelajaran matematika adalah terbentuknya kemampuan bernalar pada diri siswa yang tercermin melalui kemampuan berfikir kritis,logis, sistematis, dan memiliki sifat objektif, jujur, disiplin dalam 3 memecahkan suatu permasalahan baik dalam bidang matematika, bidang 3 pelajaran lain, maupun dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat terlihat dari siswa yang masih mengalami kesulitan ketika dihadapkan pada soal-soalmatematika khususnya soal yang mengukur kemampuan penalaran adaptif dan guru kurang memperhatikan perkembangan kemampuan penalaran khususnyakemampuan penalaran adaptif siswa dalam kegiatan pembelajarannya.

C. Pembatasan Masalah

  Metode penemuan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah metode penemuan terbimbing di mana dalam pembelajarannya siswa didorong untukberpikir kritis dalam menganalisis suatu data sehingga dapat menemukan konsep atau prinsip umum berdasarkan bahan atau data yang telah disediakanoleh guru. Kemampuan penalaran adaptif yang akan diteliti meliputi kemampuan dalam memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran suatu pernyataan, menarikkesimpulan dari suatu pernyataan, dan memeriksa kesahihan dari suatu argumen.

3. Kemampuan siswa yang akan diteliti yaitu siswa kelas XI IPA SMA dengan materi trigonometri

D. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimana kemampuan penalaran adaptif siswa yang diajarkan dengan metode penemuan terbimbing (guided discovery method) ?

3. Apakah terdapat pengaruh metode penemuan terbimbing (guided discovery

method) terhadap kemampuan penalaran adaptif siswa dalam pembelajaran matematika ? 8

E. Tujuan Penelitian

  Mengetahui dan mendeskripsikan kemampuan penalaran adaptif siswa yang mendapat pembelajaran dengan metode penemuan terbimbing. Mengetahui dan mendeskripsikan kemampuan penalaran adaptif siswa yang mendapat pembelajaran dengan pembelajaran konvensional.

F. Manfaat Penelitian

  Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, diantaranya adalah bagi : 1. GuruPenggunaan metode penemuan terbimbing dalam pembelajaran matematika sebagai suatu alternatif meningkatkan kemampuan penalaran adaptif siswa.

BAB II DESKRIPSI TEORITIK, KERANGKA BERPIKIR, DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Deskripsi Teoritik 1. Teori Belajar dan Pembelajaran Matematika a. Teori Belajar yang Relevan dengan Metode Penemuan Terbimbing ( Guided discovery method) Berikut ini adalah beberapa teori belajar yang berkaitan dengan metode penemuan terbimbing. 1) Teori Pembelajaran Konstruktivisme Teori pembelajaran konstruktivisme menyatakan bahwa perkembangan

  1 Hal terpenting dari teori konstruktivisme berarti apabila siswa ingin mendapatkan informasi yang kompleks agar tertanam dalam benaknya, maka siswa itu sendiri yang harus aktif menemukan danmentransformasikan informasi kompleks tersebut. Tasker (1992) mengungkapkan bahwa terdapat tiga penekanan dalam teori belajar konstruktivisme meliputi : (1) peran aktif siswa dalam mengkonstruksipengetahuan secara bermakna, (2) pentingnya membuat kaitan antara gagasan dalam pengkontruksian secara bermakna, dan (3) mengaitkan antara gagasandengan informasi baru yang diterima.

2 Menurut Slavin (1994) terkait teori konstruktivisme, menyatakan bahwa :

  Guru dapat memberikan kemudahan dalam proses ini dengan memberikan kesempatansiswa untuk menentukan atau menerapkan ide-ide mereka sendiri untuk belajar, dan membelajarkan siswa dengan secara sadar menggunakanstrategi mereka sendiri untuk belajar. Guru dapat memberikan siswa anak1 10 tangga yang membawa siswa kepemahaman yang lebih tinggi, dengan catatan siswa sendiri yang harus memanjatnya.

2) Teori Jerume Bruner

5 Prosedur ini berbeda dengan jenis pembelajaran

  Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dikatakan bahwa pembelajaran yang terjadi di sekolah sudah seharusnya dapat dilakukan dengan menggunakanpembelajaran yang mendorong kepada siswa untuk menemukan sendiri konsep atau pengetahuan yang sedang dipelajari. Pembelajaran ini bisa dilakukan dengancara guru menyediakan bahan yang didalamnya dimunculkan suatu masalah yang dapat mendorong siswa untuk melakukan kegiatan-kegiatan sepertimengidentifikasi, memahami sampai pada menemukan prinsip-prinsip umum yang ada dalam bahan atau materi yang telah disediakan.

b. Pembelajaran Matematika

  Berdasarkan beberapa pendapat dari para ahli, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian belajar adalah suatu proses yang terjadi dalam diri seseorangmelalui pengalaman atau interaksi dengan lingkungan sehingga hasilnya di dapat suatu perubahan tingkah laku yang bersifat relatif menetap pada diri seseorang.9 Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta : Rineka Cipta, 2003), h. Berdasarkan beberapa pengertian tentang pembelajaran yang diungkapkan oleh para ahli, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah suatu upayauntuk menciptakan kondisi agar suasana atau kegiatan belajar dapat terjadi dengan melibatkan interaksi berbagai unsur yang diperlukan sehingga proses belajar dapatberlangsung secara optimal.13 Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar, (Bandung : Alfabeta, 2008), h.

2. Kemampuan Penalaran Adaptif (Adaptive Reasoning) a. Pengertian Penalaran Adaptif

  Beberapa kegiatan atau proses yang tergolong dalam penalaran deduktif diantaranya : (a) melaksanakan perhitungan berdasarkan aturan atau rumustertentu, (b) menarik kesimpulan logis berdasarkan aturan inferensi, memeriksa validitas argumen, membuktikan, dan menyusun argumen yang valid, dan (c)menyusun pembuktian langsung, pembuktian tak langsung dan pembuktian 28 dengan induksi matematika. Mengacu pada pembelajaran yang melibatkan kemampuan penalaran adaptif, maka suatu konsep tidak cukup dimiliki oleh siswa hanya melaluirangkaian cerita, melainkan harus mampu dirumuskannya dengan menggunakan pemikiran yang logis, sistematis, dan kritis.

b. Indikator Kemampuan Penalaran Adaptif

  dalam Research Article nya yang berjudul“Developing Coursware Of Mathematics For Secondary School Learning AsSupport For Education Unit Level Curriculum” disebutkan bahwa indikator penalaran adaptif sebagai berikut : 3. Seseorang dikatakan mampu menggunakan penalarannya secara adaptif sesuai dengan kebutuhan, situasi, dan kondisi, bila ia telah dapat melakukanbeberapa hal di bawah ini, antara lain : dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika.

34 Sri Wardhani, op. cit., h. 14

  Can give reason of the given answer (dapat memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran suatu pernyataan). Berdasarkan uraian diatas, maka indikator yang akan digunakan untuk kepentingan penelitian adalah kemampuan dalam memberikan alasan atau buktiterhadap kebenaran suatu pernyataan, menarik kesimpulan dari suatu pernyataan, dan memeriksa kesahihan dari suatu argumen.

3. Metode Penemuan Terbimbing (Guided Discovery Method) a. Pengertian Metode Penemuan Terbimbing

  Metode penemuan (discovery learning) adalah“metode mengajar yang mengatur pengajaran sedemikian rupa sehingga anak memperoleh pengetahuanyang sebelumnya belum diketahuinya itu tidak melalui pemberitahuan, sebagian 37 atau seluruhnya ditemukan sendiri Kegiatan penemuan dilakukan oleh siswa ”.itu sendiri selama proses pembelajaran untuk menemukan sesuatu hal yang baru bagi dirinya. Metode penemuan dapat diartikan juga s ebagai “suatu prosedur mengajaryang mementingkan pengajaran perseorangan, manipulasi objek dan lain-lain 38 Metode ini lebih menekankan percobaan, sebelum sampai pada generalisasi”.

37 E. T. Ruseffendi, Pengajaran Matematika Moderen untuk Orang Tua Murid dan SPG

  Sund berpendapat bahwa “discovery adalah proses mental (misalnya : kegiatan mengamati, mencerna, mengerti, menggolong-golongkan, membuatdugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan dan sebagainya) dimana 40 Penggunaan metode siswa mampu mengasimilasi sesuatu konsep atau prinsip”. ini dalam kelas dilakukan dengan cara siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri, sedangkan peran guru hanya membimbingdan memberikan instruksi.

39 E. Mulyasa, Menjadi Guru Profesional menciptakan Pembelajaran Kreatif dan

23 metode mengajar yang banyak digunakan di sekolah-sekolah yang sudah maju.

42 Hal itu disebabkan karena : 1

  Metode ini melibatkan suatudialog atau interaksi antara siswa dan guru dimana siswa mencari kesimpulan 45 yang diinginkan melalui suatu urutan pertanyaan yang diatur oleh guru. Hal ini sejalan dengan apa yangdisampaikan Sobel, menyatakan bahwa “untuk kebanyakaan situasi di dalam kelas, paling baik diterapkan pendekatan penemuan terbimbing, dimana gurumemimpin murid dengan tahapan-tahapan yang benar, mengijinkan adanya diskusi, menanyakan pertanyaan yang menuntun, dan memperkenalkan ide pokok 47 bila dirasa perlu”.4546 Ibid., h.

b. Langkah-langkah dalam Metode Penemuan Terbimbing (Guided

  discovery method) Pembelajaran dengan metode penemuan tebimbing merupakan suatu pembelajaran dimana siswa ditekankan untuk aktif menemukan suatu konsepyang akan dipelajari dengan bimbingan guru sehingga konsep atau pengetahuan yang diperoleh tidak melenceng jauh dari tujuan yang sudah ditetapkan. Berdasarkan uraian diatas, maka dalam penelitian ini langkah-langkah metode pembelajaran penemuan terbimbing yang akan dipakai disesuaikandengan apa yang disampaikan oleh Markaban, yaitu : 1.

c. Kelebihan dan Kelemahan

  Memberikan wahana interaksi antar siswa, maupun siswa dengan guru, dengan demikian siswa juga terlatih untuk menggunakan bahasa Indonesiayang baik dan benar. Materi yang dipelajari dapat mencapai tingkat kemampuan yang tinggi dan lebih lama membekas karena siswa dilibatkan dalam proses menemukannya(Marzano, 1992) Kekurangan dari metode penemuan terbimbing : 52 1.

4. Pembelajaran Konvensional

  Proses pembelajaran dengan metodeekspositori biasanya dalam pelaksanannya ditandai dengan pemaparan suatu konsep atau materi yang diiringi dengan penjelasan dan tanya jawab, sertapembagian tugas dan latihan dari awal sampai akhir proses pembelajaran. Hal ini tidak lagi relevan untukditerapkan karena banyak kelemahan-kelemahan yang terdapat didalamnya, antara lain : proses pembelajaran bersifat statis dan komunikasi berjalan searah, siswamenjadi pasif, daya berpikir siswa lemah, dan pada akhirnya siswa pun menjadi53 30 kurang memiliki kreativitas yang tinggi dan kemampuan berpikir kritis sehingga hasil pembelajaran yang diperoleh kurang maksimal.

B. Hasil Penelitian yang Relevan

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan terhadap : 1) hasil belajar matematika pada materijaring-jaring dan luas permukaan bangun ruang sisi datar, 2) minat peserta didik untuk belajar matematika, dan 3) meningkatkan pemahaman bagipeserta didik kelas VIII-B SMP Negeri 1 Muntilan Tahun Pelajaran 2010/2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan metode penemuan terbimbing secara signifikan lebih baik dapatmeningkatkan kemampuan pemahaman dan penalaran matematik siswa daripada pembelajaran dengan pendekatan konvensional.

C. Kerangka Berpikir

  Kemampuan penalaran yangdimaksud adalah kemampuan penalaran adaptif dimana kemampuan ini sebagai bagian dari salah satu kompetensi matematika yang harus dikuasai siswa untukdipakai dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapinya. Pembelajaran dengan menggunakan metode tersebut menjadikanperan guru semakin dominan, siswa menjadi semakin pasif karena hanya menerima begitu saja apa yang disampaikan oleh guru, daya berpikir siswarendah, dan siswa pun kurang memiliki kreativitas yang tinggi serta kurang berpikir kritis terhadap penyelesaian berbagai persoalan matematika.

D. Pengajuan Hipotesis

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 5 Kota Tangerang Selatan yang

  Berdasarkan deskripsi teoritik dan kerangka berpikir yang telah diuraikan sebelumnya, dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut :”kemampuanpenalaran adaptif siswa SMA yang mendapat pembelajaran matematika dengan metode penemuan terbimbing (guided discovery method) lebih tinggi daripadasiswa yang mendapat pembelajaran matematika dengan metode konvensional”. dilakukan pada siswa kelas XI IPA semester ganjil tahun ajaran 2013/2014 pada bulan November sampai Desember 2013.

B. Metode dan Desain Penelitian

  Metode ini menggunakan desain penelitian two group randomized subject 2post test only, dengan pola sebagai berikut : Tabel 3.1 Desain Penelitian Two Group Randomized Subject Post Test Only Kelompok Treatment Test AkhirE X E Y K X K YKeterangan :E = Kelompok eksperimenK = Kelompok kontrol X E = Perlakuan pada kelas eksperimen yaitu dengan menggunakan metode penemuan terbimbing (guided discovery method) 34 X K = Perlakuan pada kelas kontrol yaitu dengan menggunakan metode ekspositori. Hasil random diperoleh kelas eksperimen yang pembelajarannyamenggunakan guided discovery method berasal dari kelas XI IPA 3 sebanyak 34 orang dan yang menjadi kelas kontrol yang pembelajarannya menggunakanmetode ekspositori berasal dari kelas XI IPA 1 juga sebanyak 34 orang.

1. Variabel yang diteliti

  Variabel bebas : Metode Penemuan TerbimbingVariabel terikat : Penalaran Adaptif Siswa 2. Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa yang menjadi sampel penelitian.

E. Instrumen Penelitian

  Tidak menjawabMemberikan alasan atau bukti terhadap Jawaban salah, beberapa alasan dicoba untuk 1 kebenaran dari suatu dikemukakanpernyataan Hanya menjawab benar sebagian aspek saja 2 dari pertanyaan yang diberikanHampir semua aspek dari pertanyaan dapat 3 dijawab dengan benarDapat memberikan alasan atau bukti dengan 4 baik dan benar secara lengkap berdasarkanpengetahuan matematika dari pokok bahasan trigonometri 2. Soal-soal yang valid tersebutadalah soal nomor 1 dan 2 mewakili indikator menarik kesimpulan dari suatu pernyataan, soal nomor 3 dan 5 mewakili indikator memberikan alasan atau buktiterhadap kebenaran suatu pernyataan, dan soal nomor 7 mewakili indikator memeriksa kesahihan dari suatu argumen.

2. Uji Reliabilitas

  Reliabilitas ialah tes yang berhubungan dengan konsistensi hasil tes. Suatu instrumen dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data jika telahdiuji reabilitasnya.

3. Uji Taraf Kesukaran Soal

  Baik atau buruk kualitas soal pertama-tama dapat diketahui dari taraf kesulitan tiap item soal. Perhitungan taraf kesukaran soal bertujuan untukmengetahui apakah tes tergolong soal-soal mudah, sedang dan sukar, agar sesuai 6 dengan kriteria perangkat soal yang diharuskan.

4. Uji Daya Pembeda Soal

Pengujian daya pembeda soal bertujuan untuk mengetahui kemampuan soal dalam membedakan siswa yang pandai dengan siswa yang kurang pandai. 8 Pengujian daya pembeda soal menggunakan rumus : Keterangan: D = indeks daya pembeda B A = skor yang diperoleh kelompok atasB B = skor yang diperoleh kelompok bawahJ A = skor maksimum kelompok atas J B = skor maksimum kelompok bawah 42

9 Klasifikasi daya pembeda yaitu:

Tabel 3.6 Klasifikasi daya Pembeda D Keterangan0,00 - 0,20 Buruk0,21 - 0,40 Cukup0,41 - 0,70 Baik 0,71 Baik Sekali

F. Teknik Analisis Data

  Analisis terhadap data penelitian dilakukan bertujuan untuk menguji kebenaran hipotesis yang diajukan dalam penelitian. Adapun teknik yang dilakukan, terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis terhadap data yang diperoleh kemudian dilakukan uji hipotesis untukmengetahui perbedaan dua rata-rata populasi.

1. Uji Prasyarat Analisis

  Uji prasyarat dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berasal dari populasi berdistribusi normal atau tidak dan kesamaan (homogenitas)dari dua keadaan atau populasi tersebut. Uji persyarat analisis menggunakan uji normalitas dan uji homogentitas data.

a. Uji Normalitas

  , maka sampel berasal dari populasi yang Apabila berdistribusi tidak normalRumusan Hipotesis :H : Sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normalH 1 : Sampel berasal dari populasi yang tidak berdistribusi normal b. Namun, jika varians sampel tak homogen1) hitung dengan rumus: Mencari nilai t  X1 X2 t 22 S S12n n12 2)Menentukan derajat kebebasan dengan rumus: ( ) 3) tabel dengan taraf siginifikansi (Mencari t = 5% 4)Ktiteria pengujian hipotesisnya : Jika t hitung tabel , maka H diterima dan H 1 ditolak ≤ tJika t hitung > t tabel , maka H ditolak dan H 1 diterima c.

2 Z = Statistik uji Z berdistribusi normal N(0,1)

Kriteria pengujian hipotesisnya, taraf siginifikansi (= 5% Jika U , maka H diterima dan H ditolak hitung tabel 1 ≤ UJika U hitung > U tabel , maka H ditolak dan H 1 diterima Jika ukuran sampelnya lebih besar dari 20, maka distribusi sampling U menurut Mann dan Whitney akan mendekati distribusi normal dengan rata- 15 rata standar error : dan√ Sehingga variabel normal standarnya dirumuskan: √ 47

G. Hipotesis Statistik

Kriteria pengujian hipotesis yang digunakan pada penelitian ini adalah:Keterangannya adalah sebagai berikut:H = Kemampuan penalaran adaptif siswa untuk kelompok eksperimen lebih rendah atau sama dengan penalaran adaptif untuk kelas kontrolH 1 = Kemampuan penalaran adaptif siswa untuk kelas eksperimen lebih tinggi dari kemampuan penalaran adaptif untuk kelas kontrol= Nilai rata-rata kemampuan penalaran adaptif siswa kelas eksperimen= Nilai rata-rata kemampuan penalaran adaptif siswa kelas kontrol

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Penelitian ini dilakukan di SMA N 5 Kota Tangerang Selatan dengan

  Untuk mengukurkemampuan penalaran adaptif siswa kedua kelompok setelah diberikan perlakuan yang berbeda antara kelompok eksperimen dan kontrol, kedua kelompokdiberikan tes akhir (post-test) yang sama berbentuk uraian. Dari hasil tes akhir tersebut, selanjutnya dilakukan analisis data terhadap data skor kemampuanpenalaran adaptif siswa kelompok eksperimen dan data skor kemampuan penalaran adaptif siswa kelompok kontrol yang sudah terlampir.

1. Kemampuan Penalaran Adaptif Siswa Kelompok Eksperimen

  Data hasil tes yang diberikan kepada kelompok eksperimen dengan jumlah siswa sebanyak 34 siswa yang dalam pembelajarannya menggunakan metodepenemuan terbimbing (guided discovery method) diperoleh nilai terendah 40 dan 49 adaptif siswa pada kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel 4.1 dalam bentuk distribusi frekuensi berikut ini : Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Kemampuan Penalaran Adaptif Siswa Kelompok Eksperimen FrekuensiNo. Siswa yang mendapat nilai diatas rata-rata pada kelas eksperimen sebanyak 18 siswa atau sebesar 52,94% dari seluruh siswa kelompokeksperimen.

2. Kemampuan Penalaran Adaptif Siswa Kelompok Kontrol

  Secara visual penyebaran data kemampuan penalaran adaptif siswa kelompok kontrol pada pembelajaran matematika dengan pembelajaran 52 konvensional dapat ditunjukkan dalam grafik histogram dan polygon distribusi frekuensi berikut : Frekuensi 13 12 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 Nilai 23,5 33,5 43,5 53,5 63,5 73,5 83,5Gambar 4.2 Grafik Histogram dan Polygon Distribusi Frekuens i Kemampuan Penalaran Adaptif SiswaKelompok Kontrol 3. Perbandingan Kemampuan Penalaran Adaptif Siswa Kelas Eksperimen dengan Kelas Kontrol Berdasarkan uraian mengenai hasil kemampuan penalaran adaptif siswa kelompok eksperimen yang menggunakan metode penemuan terbimbing (guided discovery method) dengan kelompok kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional ditemukan adanya perbedaan.

2 Varians (s ) 158,5 16,30

  Dilihat dari nilai rata-rata yang diperoleh pada kedua kelompok, kelompok eksperimen memperoleh nilai rata-rata yang lebih tinggidaripada kelompok kontrol dengan selisih nilai 14,68 (65,24 54 diatas nilai rata-rata. Keruncingan atau kurtosis pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol kurang dari 0,263, maka model kurva adalah datar (platikurtis)sehingga data menyebar. Secara visual perbandingan penyebaran data di kedua kelompok yaitu kelompok yang diterapkan pembelajaran dengan metode penemuan terbimbing(guided discovery method) dan kelompok yang diterapkan pembelajaran secara konvensional dapat dilihat pada diagram di bawah ini.

4. Persentase Kemampuan Penalaran Adaptif Siswa pada Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol

  Seperti yang sudah diuraikan pada bab-bab sebelumnya dalam penelitian ini kemampuan penalaran adaptif yang diteliti meliputi indikator dalammemberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran suatu pernyataan, menarik kesimpulan dari suatu pernyataan, dan memeriksa kesahihan dari suatu argumen. Hal ini menunjukkan bahwa persentase terbesar indikator kemampuan penalaran adaptifpada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berada pada indikator yang sama yaitu memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran suatu pernyataan,begitu juga persentase terkecil yaitu berada pada indikator memeriksa kesahihan dari suatu argumen.

B. Hasil Pengujian Persyaratan Analisis 1. Uji Normalitas Tes Kemampuan Penalaran Adaptif Siswa Dalam penelitian ini, uji normalitas yang digunakan adalah uji Chi-Square

  Uji normalitas digunakan digunakan untuk mengetahui apakah data berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak, dengan ketentuan bahwa databerasal dari populasi yang berdistribusi normal jika memenuhi kriteria diukur pada taraf signifikansi dan tingkat kepercayaan tertentu. Uji Normalitas Kelompok Kontrol Hasil pengujian untuk kelompok kontrol diperoleh nilai(lampiran 21) dan dari tabel nilai kritis uji chi-square diperoleh untuk n = 34 pada taraf signifikansi α = 0,05 dengan derajat kebebasan (dk) = 3.

2. Pengujian Hipotesis Penelitian

  Hipotesis yangdigunakan dalam uji Mann-Whitney adalah sebagai berikut :H :H 1 : Keterangan :Rata-rata kemampuan penalaran adaptif siswa pada kelas eksperimen Rata-rata kemampuan penalaran adaptif siswa pada kelas kontrolPengujian hipotesis dengan uji Mann-Whitney, dengan kriteria pengujian yaitu : jika harga mempunyai kemungkinan yang lebih besar dari hargamaka tolak H dan terima H . Sedangkan, jika harga mempunyai 1 kemungkinan yang lebih kecil atau sama dengan dari harga maka H 59 Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh harga = 234 dan = 922 sehingga nilai U dipilih dari nilai yang terbesar yaitu 922.

C. Pembahasan Penelitian

  Total persentase yangdiperoleh dari soal 3 dan 4 untuk kelas eksperimen adalah 69,85% dan kelas kontrol dengan persentase 62,87%, sedangkan rata-rata yang diperoleh untukkelas eksperimen adalah 5,59 dan kelas kontrol 5,03. Untukmenjawab soal tersebut, siswa dapat memanfaatkan beberapa konsep yang sudah 63  Cara menjawab salah satu siswa kelas eksperimen Cara menjawab salah satu siswa kelas kontrol Gambar 4.6 Jawaban Soal Post-Test Nomor 4 untuk Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Pada gambar 4.6 terlihat bahwa siswa kelas eksperimen sudah mampu memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran pernyataan luas segitigasamakaki.

b. Menarik Kesimpulan dari Suatu Pernyataan

  Total persentase yang diperoleh dari soal 1 dan 2 untuk kelas eksperimen adalah 67,28% dan kelas kontrol dengan persentase 45,22%, sedangkan rata-rata yang diperoleh untuk kelas eksperimen adalah 5,38 dan kelaskontrol 3,62. Di bawah ini merupakan contoh hasil jawaban salah satu siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, sebagai berikut :Soal nomor 1“Diketahui α terletak di kuadran kedua dan β terletak dikuadran ketiga, dengan nilai dari dan .

c. Memeriksa Kesahihan dari Suatu Argumen

  Di bawah ini merupakan contoh hasil jawaban salah satu siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, sebagai berikut :Soal nomor 5“Salah satu temanmu telah mengetahui bahwa nilai eksak untuk sinus dan kosinus sudut istimewa 45 adalah sama. Hal ini terlihat dari jawaban yangdiberikan siswa yaitu dengan menggunakan rumus trigonometri sudut tengahan siswa kelas eksperimen mampu menunjukkan letak perbedaan hasil padaperhitungan nilai sinus dan kosinus pada sudut .

D. Keterbatasan Penelitian

  Namun demikian, masih terdapat hal-hal yang tidak dapat terkontrol dan tidak dapat dikendalikan sehingga hasil penelitian inipun mempunyai keterbatasan. Kondisi siswa yang merasa bingung pada awal proses pembelajaran dengan metode penemuan terbimbing (guided discovery method), karena siswaterbiasa menerima informasi yang diberikan oleh guru.

3. Pengontrolan variabel dalam penelitian ini yang diukur hanya pada aspek kemampuan penalaran adaptif saja, sedangkan aspek lain tidak

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan mengenai pembelajaran

  matematika dengan menggunakan metode penemuan terbimbing (guided discovery method) terhadap kemampuan penalaran adaptif siswa di SMA N 5 Kota Tangerang Selatan, dapat disimpulkan bahwa : 1. Kemampuan penalaran adaptif siswa dengan menggunakan metode penemuan terbimbing (guided discovery method) memiliki nilai rata-rata siswa 65,24.

2. Kemampuan penalaranan adaptif siswa dengan menggunakan pembelajaran konvensional memiliki nilai rata-rata siswa yang masih rendah yaitu 50,56

  Berdasarkan hasil perhitungan uji Mann-Whitney diperoleh harga U = 922 dan Z = 4,22, dan taraf signifikansi 5% diperoleh Z = 2,00 (Z > hitungtabel hitung Z tabel ). Dengan demikian, dapat dikatakan pembelajaran matematika dengan menggunakan metode penemuanterbimbing (guided discovery method) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan penalaran adaptif siswa.

B. SARAN

  Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis, terdapat beberapa saran penulis terkait dengan hasil penelitian ini, diantaranya : 69 1. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pembelajaran matematika dengan metode penemuan terbimbing (guided discovery method) mampu meningkatkankemampuan penalaran adaptif siswa, sehingga pembelajaran tersebut dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran matematika yang dapat diterapkanoleh guru.

DAFTAR PUSTAKA

  Kompetensi Dasar : 2.1 Menggunakan rumus sinus dan kosinus jumlah dua sudut, selisih dua sudut, dan sudut ganda untuk meng-hitung sinus dan kosinus sudut tertentu. Apersepsi : Guru menginformasikan kepada siswa tentang materi dan Guru mengingatkan kembali kepada siswa tentang konsep Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka siswa 2.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANKELAS EKSPERIMEN

  Siswa dibimbing mengerjakan LKS secara kelompok, meliputi :Menemukan rumus perkalian sinus dan kosinus dengan Menemukan rumus perkalian sinus dan kosinus dengan menganalisis data serta menyusun konjektur.) Menuliskan kesimpulan dari hasil penemuan yang Siswa diberi kesempatan untuk bertanya mengenai pekerjaan mereka. kosinus Buktikan bahwa : 60 Memberikan alasan atau bukti terhadapkebenaran suatupernyataan Skor total100 83Lampiran 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS KONTROL Nama Sekolah : SMA N 5 Kota Tangerang SelatanMata Pelajaran : MatematikaKelas : XI IPASemester : GanjilTahun Pelajaran : 2013/2014 Standar Kompetensi : 2.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANKELAS KONTROL

  Kompetensi Dasar : 2.1 Menggunakan rumus sinus dan kosinus jumlah dua sudut, selisih dua sudut, dan sudut ganda untuk meng-hitung sinus dan kosinus sudut tertentu. Dalam interval pernyataan 50, tentukan besar sudut x berapa saja yangmemenuhi persamaan : Skor total100 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS KONTROL Nama Sekolah : SMA N 5 Kota Tangerang SelatanMata Pelajaran : MatematikaKelas : XI IPASemester : GanjilTahun Pelajaran : 2013/2014 Standar Kompetensi : 2.

F. Penilaian Hasil Belajar

  Coba tuliskan kembali perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku, dengan x adalah salah satu sudut lancip yang digambarkan sebagai berikut : miring depanxsamping Selanjutnya, tuliskan kembali konsep tentang luas suatu segitiga sembarang jika diketahui dua sisi dan salah sudut dari segitiga tersebut, dimana sudut yang diketahuidiapit oleh kedua sisi yang diketahui. Langkah 2Dengan menggunakan identitas , Nyatakan tan ( α + ) sebagai hasil bagi sin (α + ) dan cos (α + ) Tuliskan kembali penjabaran rumus sinus (α + ) dan cos (α + ) sesuai dengan apa 100 Langkah 3Bagi pembilang d pe yebu pe h e ebu de g αLangkah 4Dengan mengganti de g α d de g d pe leh u u umutangen jumlah dua sudut sebagai berikut :Jadi, dapat disimpulkan bahwa rumus tangen jumlah dua sudut adalah : B.

5. Buktikan bahwa : 6

  Dengan menggunakansifat-sifat segitiga sama kaki dan jumlah sudut dalam segitiga maka diperoleh :Besar A = BA + B + C = 180A +  A + α = 180 2 A = 180 α xx α xx A B C D 128 Gunakan konsep dasar perbandingan trigonometri dan trigonometri sudut komplemen pada segitiga siku-siku ADB dan BDA untuk memperoleh panjang alas AB dan tinggi CD yang dinyatakan sinus dan kosinus. Tidak menjawabMemberikan alasan atau bukti terhadap Jawaban salah, beberapa alasan dicoba untuk 1 kebenaran dari suatudikemukakan pernyataanHanya menjawab benar sebagian aspek saja 2 dari pertanyaan yang diberikanHampir semua aspek dari pertanyaan dapat 3 dijawab dengan benarDapat memberikan alasan atau bukti dengan 4 baik dan benar secara lengkap berdasarkanpengetahuan matematika dari pokok bahasan trigonometri 2.

C. Uji Taraf Kesukaran 1

  Menentukan nilai B = Jumlah skor yang diperoleh siswa 2. Menentukan JS = Jumlah skor maksimum siswa peserta tes Misal, untuk soal nomor 1, penghitungan tingkat kesukaran sebagai berikut:B = 57, JS = 140 3.

5. Untuk soal nomor 2 dan seterusnya, penghitungan tingkat kesukarannya sama dengan penghitungan tingkat kesukaran soal nomor 1

D. Uji Daya Pembeda 1

  Nilai siswa diurutkan dari yang terbesar, sehingga 9 siswa dengan nilai tertinggi menempati kelompok A dan 9 siswa dengan nilai terendahmenempati kelompok B 3. 4 Membuktikan rumus √ an rumus jumlah kosinus yangjumlah dan dirubah menjadi perkalian selisih sinus kosinus atau sebaliknya.dan kosinus Jumlah 2 2 1 5 144Lampiran 15 Instrumen Tes Kemampuan Penalaran Adaptif Siswa Kelas XI IPA Pokok Bahasan Trigonometri Nama :Hari/ Tanggal : Kelas : No.

DISTRIBUSI FREKUENSI KELOMPOK EKSPERIMEN

1)Sebaran data nilai tes 75 70 65 80 45 80 75 40 75 65 65 70 85 55 70 90 70 50 70 60 45 60 55 50 70 75 60 70 40 6070 70 70 65 2)Banyak data (n) = 34 3)Menentukan rentang data / range (R) Nilai maksimum = 90Nilai minimum = 40R = nilai maksimum 4)Menentukan banyak kelas interval (K) K = 1 + 3,3 log n= 1 + 3,3 log 34= 1 + 3,3 (1,53)= 1 + 5,049= 6,049  6 (Dibulatkan ke bawah) 5)Menentukan panjang kelas (p) (Dibulatkan ke atas) 148TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI KELAS EKSPERIMEN Frekuensi TitikBatas Batas22 No. Interval Tengah x f x f x i i i i i Bawah Atasf fi(%) f i k (x )i 1 39 - 47 38,5 47,5 4 11,76 4 43 1849 172 7396 2 48 - 56 47,5 56,54 11,76 8 52 2704 208 10816 3 57 - 65 56,5 65,58 23,53 16 61 3721 488 29768 4 66 - 74 65,5 74,510 29,41 26 70 4900 700 49000 5 75 - 83 74,5 83,56 17,65 32 79 6241 474 37446 6 84 - 92 83,5 92,52 5,88 34 88 7744 176 15488 34 100 2218 149914Jumlah Rata-rata65,24 Median66,40 Modus2 68,50s Varians ( )158,25s) Simpangan Baku (12,58 1)Perhitungan mean / nilai rata-rata ( ̅) ∑ ̅ ∑ Keterangan :̅ = Mean / nilai rata-rata = Jumlah dari hasil perkalian nilai tengah dari masing-masing interval∑ dengan frekuensinya. = Jumlah frekuensi/banyak siswa∑ 2)Perhitungan median / nilai tengah (Me) Keterangan :Me = Median b = Batas bawah kelas median 149 b = Banyak dataF = Jumlah frekuensi kelas-kelas sebelum kelas median f = Frekuensi kelas median 3)Perhitungan modus (Mo) Keterangan :Mo = Modus b = Batas bawah kelas modusp = Panjang kelas d = Selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sebelumnya 1 d 2 = Selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sesudahnya 4) )Perhitungan varians ( ∑ ∑ 5)Perhitungan simpangan baku (s) √ √6) Perhitungan quartil7) Perhitungan persentil 150 8) )Perhitungan koefisien kemiringan ( ̅ Karena berharga negatif, maka distribusi data miring negatif atau landai kiri. Dengan kata lain kecenderungan data mengumpul di atas rata-rata.9) ) Perhitungan keruncingan / kurtosis (Karena , maka model kurva datar (platikurtis). 151Lampiran 19

DISTRIBUSI FREKUENSI KELOMPOK KONTROL

1)Sebaran data nilai tes 55 60 70 50 45 55 55 50 75 55 50 30 60 25 60 45 50 50 30 45 60 50 80 50 50 40 45 60 40 5025 60 30 55 2)Banyak data (n) = 34 3)Menentukan rentang data / range (R) Nilai maksimum = 80Nilai minimum = 25R = nilai maksimum 4)Menentukan banyak kelas interval (K) K = 1 + 3,3 log n= 1 + 3,3 log 34= 1 + 3,3 (1,53)= 1 + 5,049= 6,049  6 (Dibulatkan ke bawah) 5)Menentukan panjang kelas (p) (Dibulatkan ke atas) 152TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI KELAS KONTROL Frekuensi Titik Batas Batas22 No. Interval Tengah x f x f x i i i i i Bawah Atasf fi(%) f i k (x )i 1 24 - 33 23,5 33,5 5 14,71 5 28,5 812,25 142,5 4061,25 2 34 - 43 33,5 43,52 5,88 7 38,5 1482,25 77 2964,5 3 44 - 53 43,5 53,5 13 38,24 20 48,5 2352,25 630,5 30579,3 4 54 - 63 53,5 63,511 32,35 31 58,5 3422,25 643,5 37644,8 5 64 - 73 63,5 73,5 1 2,94 32 68,5 4692,25 68,5 4692,25 6 74 - 83 73,5 83,52 5,88 34 78,5 6162,25 157 12324,5 Jumlah 34 100 1719 92266,5Rata-rata 50,56 Median 51,19Modus 51,962s Varians ( ) 162,30s) Simpangan Baku ( 12,74 1)Perhitungan mean / nilai rata-rata ( ̅) ∑ ̅ ∑ Keterangan :̅ = Mean / nilai rata-rata = Jumlah dari hasil perkalian nilai tengah dari masing-masing interval∑ dengan frekuensinya. = Jumlah frekuensi/banyak siswa∑ 2)Perhitungan median / nilai tengah (Me) Keterangan :Me = Median b = Batas bawah kelas median 153 b = Banyak dataF = Jumlah frekuensi kelas-kelas sebelum kelas median f = Frekuensi kelas median 3)Perhitungan modus (Mo) Keterangan :Mo = Modus b = Batas bawah kelas modusp = Panjang kelas d = Selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sebelumnya 1 d 2 = Selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sesudahnya 4) )Perhitungan varians ( ∑ ∑ 5)Perhitungan simpangan baku (s) √ √6) Perhitungan quartil7) Perhitungan persentil 154 8) )Perhitungan koefisien kemiringan ( ̅ Karena berharga negatif, maka distribusi data miring negatif atau landai kiri. Dengan kata lain kecenderungan data mengumpul di atas rata-rata.9) ) Perhitungan keruncingan / kurtosis (Karena , maka model kurva datar (platikurtis). 155Lampiran 20

PERHITUNGAN UJI NORMALITAS KELOMPOK EKSPERIMEN A

  1 : data berasal dari populasi yang berdistribusi tidak normal B. Dengan demikian H o diterima atau data sampel berasal dari populasi berdistribusi normal.

PERHITUNGAN UJI NORMALITAS KELOMPOK KONTROL A

  Menentukan HipotesisH o : data berasal dari populasi yang berdistribusi normalH 1 : data berasal dari populasi yang berdistribusi tidak normal B. Menentukan dan No.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (244 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Pembelajaran matematika dengan menggunakan metode penemuan terbimbing (guided discorvery lesson) untuk meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa
0
7
95
Pengaruh pendekatan contextual teaching and learning (CTL) melalui metode eksperimen terhadap hasil belajar siswa : quasi eksperimen di SMP Negeri 6 kota Tangerang Selatan
0
3
182
Pengaruh model pembelajaran simplex basadur terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa: penelitian quasi eksperimen di kelas VII MTs Al ASIYAH Cibinong
1
16
166
Pengaruh metode penemuan terbimbing (guided discovery) terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa : penelitian quasi eksperimen terhadap siswa Kelas VIII SMPI Ruhama.
1
14
217
Pengaruh model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) terhadap kemampuan penalaran adaptif matematis siswa eksperimen di salah satu SMP Negeri di Depok
8
41
208
Pengaruh multimedia interaktif dalam pembelajaran biologi terhadap retensi siswa: kuasi eksperimen pada konsep sistem ekskresi di SMAN 5 Tangerang Selatan
0
9
208
Pengaruh metode penemuan terbimbing (guided discovery method) dalam pembelajaran matematika terhadap kemampuan penalaran adaptif siswa kelas xi IPA: penelitian quasi eksperimen di SMAN 5 Kota Tangerang Selatan
5
56
244
Pengaruh pembelajaran matematika model inkuiri terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa MI (penelitian quasi eksperimen di MI Miftahul Umam Pondok Labu Kelas 4 Semester 1)
0
13
203
Penggunaan bahan ajar berbasis penemuan terbimbing untuk meningkatkan kemampuan penalaran induktif matematis siswa
1
7
197
Pengaruh strategi pembelajaran aktif teknik question student have terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa: penelitian quasi eksperimen di Kelas VII SMP Negeri 11 Tangerang Selatan
0
3
240
Pengaruh pendekatan konstruktivisme strategi react terhadap kemampuan pemahaman relasional matematis siswa : Penelitian quasi eksperimen di kelas VIII SMPN 18 Kota Tangerang Selatan
0
7
0
Pengaruh pembelajaran kooperatif type quick on the draw terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa : Penelitian quasi eksperimen di kelas VIII SMP PGRI 35 Serpong
2
7
193
Pengaruh strategi heuristik vee terhadap kemampuan penalaran induktif matematis siswa : Penelitian quasi eksperimen di kelas viii MTS Daarul Hikmah, Pamulang Barat
3
29
219
Pengaruh metode penemuan terbimbing terhadap hasil belajar matematika
1
12
188
Pengaruh metode inkuiri dalam pembelajaran matematika terhadap peningkatan kemampuan koneksi matematik siswa
0
3
154
Show more