Perancangan website sebagai media informasi bahaya seks pra nikah pada remaja di Bandung

Gratis

0
13
66
2 years ago
Preview
Full text

RIWAYAT HIDUP PENDIDIKAN FORMAL

TAHUN PENDIDIKAN FORMAL

Nama : Rudi ElnandaNIM : 51909311Tempat/Tanggal Lahir : Batusangkar, 19 Januari 1991Jenis Kelamin : Laki-lakiAgama : IslamAlamat : Jl.Panyingkiran No.117 BandungMobile Phone : 081210946290E-mail : rudi.elnanda@gmail.com 1995-2004 SDN 34 BATUSANGKAR2004-2006 SLTPN 3 BATUSANGKAR2006-2009 SMAN PGRI 4 BOGOR Pendidikan Sekarang : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)Bandung Program Study : S-1Jurusan : Desain Komunikasi Visual

KATA PENGANTAR

  Segala puji bagi Allah SWT Tuhan semesta alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir dengan judul"Perancangan website sebagai media informasi bahaya seks pra nikah pada remaja diBandung"Dalam penyusunan tugas akhir ini, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak. Yang telah memberikan bimbingan dan arahan sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini, serta kedua orang tua, keluarga besar penulis, orangterdekat dari penulis dan rekan-rekan mahasiswa Unikom yang selalu berdoa dan memberikan motivasi kepada penulis.

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Masalah perilaku seks pra nikah di kalangan remaja pada saat ini merupakan

  masalah yang sifatnya sudah nasional, remaja Indonesia pada saat sekarang ini mengalami perubahan sosial dari masyarakat tradisional menuju ke masyarakatmodern, yang juga mengubah norma-norma, dan gaya hidup mereka. Kecendrungan prilaku seks pra nikah dalam Budaya Barat merupakan hal yang biasa, tetapi tidak di Indonesia bahwa negara Indonesia adalah negara hukumyang berdasarkan pancasila dengan menjunjung tinggi nilai-nilai moral, etika, akhlak mulia, dan kepribadian luhur bangsa, beriman dan bertakwa kepada tuhan yang mahaesa.

I. 2 Identifikasi Masalah

  I.4 Batasan Masalah Adapun rumusan masalah yang menjadi pembahasan dalam penulisan ini adalah:“Perancangan website sebagai media informasi bahaya seks pra nikah pada remaja di Bandung ”. Dan menghasilkan satu media dan solusi untuk memecahkanmasalah yang terjadi, maka harus ada pembatasan dari permasalah yang akan dibahas.

BAB II MULTIMEDIA INTERAKTIF ( WEBSITE) DAN BAHAYA SEKS PRA NIKAH PADA REMAJA II.1 Pengertian Multimedia Interaktif Secara etimologis multimedia berasal dari kata multi (Bahasa Latin, nouns)

  yang berarti banyak, bermacam-macam, dan medium (Bahasa Latin) yang berarti sesuatu yang dipakai untuk menyampaikan atau membawa sesuatu. Adanya komputer untuk mengatur apa yang akan dilihat dan didengar, dan apa yang akan berinteraksi dengan penggunanyab.

II. 2 Definisi Interaktif

  Green & Brown (2002) Multimedia interaktif menggabungkan dan mensinergikan semua media yang terdiri dari, teks, grafik, audio dan interaktivitas (h.2-6). Contoh grafik yang menyajikan kenyataan adalah foto dan contoh grafik yang berbentuk iconicadalah kartun.

II. 3 Perilaku Seks Pra Nikah

  Pada masyarakat modren bahkanlarangan tersebutberkembang lebih lanjut kepada tingkat yang lebih seperti, berciuman dan masturbasi untuk remaja yang tidak dapat menahan diri akanmempunyai kecendrungan melanggar larangan tersebut. Menurut Mas land (2004) dan Mu’tadin (2002) “bentuk tingkah lakuseks bermacam-macam mulai dari perasaan tertarik, pacaran, kissing, Kissing Berciuman yang ditimbulkan oleh rangsangan seksual, seperti dibagian bibir dan dibagian-bagian yang sensitif dapat menimbulkan rangsanganseksual.

II. 4 Bahaya Seks Pra Nikah

  salah satu masalah sosial pada saat sekarang ini adalah seks pra nikah yang banyak terjadi di kalangan remaja. Adanya dorongan seksual yang mempunyai artikecendrungan biologi untuk mencari tanggapan seksual dan tanggapan dari orang lain ” Penyebaran penyakit kelamin akan menular melalui pasangan dan bahkan keturunannya.

II. 4.I Konsekuensi Hubungan Seks Di Usia Muda

  "Jika telah mencapai stadium lanjut dan menyebar ke organ tubuh lain, maka kanker serviks dapat mengakibatkan kematian, Gejala timbulnya keputihan yang berbau dan berulang-ulang serta terjadi pendarahan di bagian kemaluan saat tidak sedang haid. "Jika telah mencapai stadium lanjut dan menyebar ke organ tubuh lain, maka kanker serviks dapat mengakibatkankematian, "Gejala timbulnya keputihan yang berbau dan berulang-ulang serta terjadi pendarahan di bagian kemaluan saat tidak sedang haid.

II. 4.II Bahaya Kehamilan Pada Remaja

II. 5 Definisi Seks

  DiIndonesia memiliki arti yang sangat luas, tetapi masyarakat Indonesia mengartikan seks dalam arti sempit yaitu koitus" (bersatunya antara tubuh pria dan wanita).(p.588)Narendra (2002) berpendapat bahwa:Pada masa remaja, pertumbuhan fisik berlangsung secara cepat. Wardhana Dkk (1995) melaporkan 60, 5% dari pengunjung poliklinik IMS(infeksi menular seksual) yang diambil darah untuk pemeriksaan serologis HIV/AIDS, melakukan hubungan seks dengan pasangan yang bukan pasangan tetap tahun 1999 juga melaporkan bahwa 83, 3 % poliklinik IMS yang dicatat selama pariodenwaktu enam bulan, melakukan seks pra nikah dengan pacar, PSK (Pekerja seks komersial).

II. 6 Pengertian Remaja

  Pandangan ini di perkuatoleh teori piaget, secara psikologis masa remaja adalah usia saat individu bergabung dengan masyarakat dewasa, usia saat individu bergabung dengan masyarakat dewasa,usia saat anak tidak merasa di bawah tingkat orang-orang yang lebih tua, melainkan berada dalam tingkatan yang sama. Transformasi intelektual yang khas dari cara berfikir remaja ini memungkinkannya untuk mencapai dalam hubungan sosial dengan orang dewasayang kenyataanya merupakan ciri khas yang umum dari pariode perkembangan ini.

II. 7 Ciri Remaja

  Masa yang penting Dampak jangka panjang yang besar pada prilaku remaja menjadikan fase remaja sebagai fase yang sangat penting. Perubahan drastis sulit di hindari terutama pada : Emosi yang tinggi perubahan tubuh dan minat, dan peran yang di harapkan oleh kelompok sosial sehingga menimbulkan masalah baru.

II. 7.1 Masa pencarian identitas

II. 7.2 Karakteristik remaja

  II.8 Sistem Nilai Budaya Barat dan Timur II.8.1 Definisi kebudayaan Koentjaranigrat (1974)“menjelaskan kebudayaan dalam arti yang terbatas adalah pikiran, karya, dan hasil karya manusia yang memenuhihastratnya akan keindahan. Mengartikan konsep kebudayaan dalam arti yang amat luas yaitu seluruh total dari fikiran, dan hasilkarya manusia yang tidak berakar kepada nalurinya dan oleh karna itu hanya bisa dicetuskan oleh manusia sesudah sesuatu proses belajar.

II. 8.2 Penggunaan Unsur- Unsur Barat

  BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL III.1 Strategi Perancangan Perencanaan media merupakan proses penyusunan rencana penjadwalan yang menunjukkan bagaimana pesan dan visual yang akan disampaikan mencapai tujuan. Tampilan pada website tersebut dirancang agar bisamenyesuaikan dan mengikuti gedged yang di pakai oleh terget audiens.

III. 1.1 Pendekatan Komunikasi

  Sehingga dalam penyampaian pesan pada media informasi bahaya seks pada remaja disampaikan dengan cara mengelola gagasan secara visual denganmengelola elemen-elemen grafis yang berupa, bentuk dan gambar, tatanan huruf, serta komposisis warna serta layout (tata letak). Dan pendekatan komunikasi visual yang digunakan adalahmenerapkan teknologi sebagai media informasi dan penyampaian elemen grafis sebagai pesan yang efektif, efisien dan komunikatif.

III. 1.2 Srategi Kreatif

  Strategi kreatif yang akan digunakan dalam peracangan website yang akan dirancang adalah. Guna untuk menarik perhatian agar pesan yang disampaikan mudah diingat dan di pahami oleh target sasaran.

III. I.3 Navigasi

Adapun navigasi adalah menjadi strategi kreatif dirancang agar mudah diakses oleh target audiens Gambar III.2 Tampilan navigasi website

III.I. 4 Konsep Kreatif

  Untuk konsep kreatif dalam eksekusi karya diperlukan creative brief sebagai strategi untuk mendorong tujuan yang besar supaya solusi layout desain website yang akan dirancang menjadi strategi dan memberikan pandangan penting. Media informasi mudah di terima oleh target audiens dan dijadikan panduan agar menjauhi seks pra nikah yang dilakukan oleh remaja Bandung.

III. 1.4 Strategi Media

  Media Utama Website Kerena media ini mampu menyampaikan pesan dan mengkombinasikan teks, suara, gambar melalui media komputeratau perangkat elektronik lainnya, di media ini akan terjadi interaksi antara alat yang akan digunakan dan pengguna. sehingga itu facebook dijadikan sebagai media informasi Twitter Twitter adalah situs jejaring sosial yang berupa mikroblog sehingga memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan dan dapat dijadikan sebagai media untukmenyampaikan informasi.

III. 1.5 Strategi Distribusi

  Strategi distribusi sosialisasi bahaya seks pra nikah pada remaja diBandung dipersiapkan dengan rentan waktu yang singkat dan dimulai dari 1Desember sampai dengan 1 Juni 2014. Informasi yang akan disampaikan ini terdiri dari tiga tahapan diantara lain: 24 18 19 20 21 22 23 26 25 16 27 28 29 30 31 1 Juni 2014 17 15 conditioning, reminding, informing.

1 Desember 203

  sampai pada target audiens maka perlu adanya strategi dalam mendistribusikan media informasi yang dibuat, hal ini dilakukan supaya apa yang diharapkandalam pendistribusian media informasi ini bisa sampai pada target sasaran. Untuk itu diperlukannya kerjasama dengan beberapa pihak yang mendapatkan dukungan sepenuhnya dari pemerintah dan instansi yang berhubungan denganpermasalah dari daerah setempat, hal ini dilakukan untuk membuka jalur kemudahan dalam pendistribusian media informasi yang dibuat.

III. 2 Konsep Visual

  Karena pada saat sekarang ini remajacendrung mengikuti trend dan perkembangan zaman dan lebih suka dengan hal-hal yang baru. Dalam perancangan layout dan ilustrasi modern tersebut terlebih dahulupenulis melalukan studi karakter di antara lain: Gambar III.3 Studi karakter Gambar III.4 Sketsa visualGambar III.5 Logo pada website III.2.1 Format Desain Format desain akan dipakai adalah menggunakan kertas landscap dengan cara menggunakan bidang kertas yang berkuran width 1015 dan hight977 pixel.

III. 2.3 Huruf

  Oleh karena itu, "menyusun"meliputi merancang dalam sebuah komposisi yang tepat untuk memperoleh suatu efek tampilan yang di kehendaki dan dapat disenangi oleh target sasaran.sehingga dalam perancangan website ini. Jenis huruf sans serif adalah huruf yang memiliki garis-garis kecil yang berdiri horizontal pada badan huruf.

III. 2.4 Ilustrasi

  Adi kusrianto menjelaskan ’’ilustrasi adalah gambar yang digunakan untuk menerangkan atau mengisi sesuatu sesuatu dan merupakan subjektersendiri yang memiliki alur sejarah serta perkembangan yang spesifik”(hal.110). Dan berjalan di dunia sepertimendaki gunung dengan membawa tas yang sudah rusak, hingga buku pelajaran dan alat tulisnya berhamburan karena beban batu yang sangat berat.

III. 2.5 Warna

  Holzschlagh (seperti yang di kutip Adi kusrianto) secara visual warna memiliki kekuatan yang mampu mempengaruhi citra orang yang melihatnya danmasing-masing warna mampu memberikan respons secara psikologis (hal.47). Respon psikologis dan arti warna yang di timbulkan dari perancangan website yang ditujukan kepada remaja di Bandung di antara lain: Warna Respons psikologis yang mampu di timbulkan Putih Kemurnian atau suci, bersih, kecermatan, inocent (tanpa dosa), steril, dan kematian.

IV.I Teknis Media

IV. 1.1 Media Utama

  Sehingga teknik media yang akan digunakan dalam perancangan website inidi antara lain: Dalam perancangan media informasi ini, media utama yang digunakan adalah website. Dalam perancangan website sebagai mediainformasi “sosialisasi bahaya seks pra nikah pada remaja di Bandung” menggunakan software seperti adobe photoshop, Adobe Iustrator dandiaplikasikan ke program wordpress Css.

IV. 2.1 Facebook

  Pembuatan facebook sebagai media pendukung adalah untuk menarik perhatian target audien supayamengunjungi media informasi “Sosialisasi bahaya seks pra nikah pada remaja di Bandung”. Sehingga biasadijadikan sebagai media penunjang untuk menarik perhatian target audiens dan menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap konsekuensi dari seks pra nikah.

IV. 2.2 Twitter

  Twitter adalah situs jejaring sosial yang berupa mikroblog sehingga memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan. Gambar IV.11 Halaman layout twiter Ukuran layout pada twitter disesuaikan dengan tampilan yang sudah ada sebelumnya.

IV. 2.3 Infographic

  Dan di tampilkan dalam bentuk video animasi. Dengan maksud menyampaikan pristiwa informasi seks yang terjadi di kalangan remaja.

IV. 2.4 Gedget Accessories

  Gedged accessories digunakan sebagai ambient media yang meliputi souvenir perancangan media informasi (website). Selain bersifat informatif, media ini juga berfungsi untukmengingatkan kembali dan mengajak remaja agar tidak melakukan seks pra nikah.

IV. 2.5 Buku Diary

  Pada saat sekarang ini, remaja masih menggunakan diary untuk mengungkapkan kegalauan dan keresahan lewat buku diary. Sehingga buku diary di jadikan media pendukung untuk sosialisasi bahaya seks pra nikah.

IV. 2.6 Mousepad

  Mousepad digunakan sebagai media pendukung karena mousepad banyak digunakan, seperti dirumah target audiens. Dan di lab komputer yang berada di sekolah.

IV. 2.7 Sketsa Perancangan

  Di dalam percancangan media infomasi. Terdapat ilustrasi yang di tampilkan pada header dan slider pada website.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Perancangan Media Kampanye Bahaya Seks Bebas Bagi Kalangan Remaja Di Kota Bandung
0
8
42
Perancangan Website Sebagai Media Promosi Distro Rottensoul Bandung
0
3
1
Perancangan Media Informasi Tentang Bahaya HIV Aids Pada Remaja Melalui Film Pendek
1
16
69
Hubungan Antara Jenis Informasi Seks, Jenis Saluran Komunikasi dan Persepsi Tentang Perilaku Seksual Pra Nikah pada Remaja ( Kasus Sebuah SMU di Bogor)
0
9
334
STRATEGI KOPING PADA REMAJA YANG HAMIL PRA-NIKAH Strategi Koping Pada Remaja Yang Hamil Pra-Nikah.
0
0
16
SIKAP REMAJA TERHADAP HUBUNGAN SEKS PRA NIKAH DITINJAU DARI JENIS PENDIDIKAN DAN Sikap Remaja Terhadap Hubungan Seks Pra Nikah Ditinjau dari Jenis PEndidikan dan Jenis Kelamin.
0
1
16
PENDAHULUAN Sikap Remaja Terhadap Hubungan Seks Pra Nikah Ditinjau dari Jenis PEndidikan dan Jenis Kelamin.
0
2
9
PENERIMAAN DIRI REMAJA HAMIL PRA NIKAH : Studi Kasus pada 2 Remaja Hamil Pra Nikah Di Kota Bandung.
26
101
30
KOMUNIKASI INTERPERSONAL IBU DENGAN REMAJA PUTRI DALAM MEMAHAMI RESIKO SEKS PRA NIKAH DI SURABAYA (STUDI DESKRIPTIF KOMUNIKASI INTERPERSONAL IBU DENGAN REMAJA PUTRI DALAM MEMAHAMI RESIKO SEKS PRA NIKAH DI SURABAYA).
0
3
87
POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DAN REMAJA DALAM MEMAHAMI RESIKO SEKS PRA NIKAH DI SURABAYA (Studi Deskriptif Pola Komunikasi Orang Tua Dan Remaja Dalam Memahami Resiko Seks Pra Nikah Di Surabaya).
2
10
142
BAHAYA SEKS BEBAS PADA REMAJA
0
0
8
Hubungan Antara Perilaku Seks Pra Nikah dengan Kecemasan Hamil Pra Nikah pada Remaja
0
0
17
Hubungan Antara Pendidikan Seks Dengan Upaya Pencegahan Seks Pra Nikah Pada Remaja di Desa Peterongan Jombang - STIKES Insan Cendekia Medika Repository
0
0
8
POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DAN REMAJA DALAM MEMAHAMI RESIKO SEKS PRA NIKAH DI SURABAYA (Studi Deskriptif Pola Komunikasi Orang Tua Dan Remaja Dalam Memahami Resiko Seks Pra Nikah Di Surabaya) SKRIPSI
0
0
20
KOMUNIKASI INTERPERSONAL IBU DENGAN REMAJA PUTRI DALAM MEMAHAMI RESIKO SEKS PRA NIKAH DI SURABAYA (STUDI DESKRIPTIF KOMUNIKASI INTERPERSONAL IBU DENGAN REMAJA PUTRI DALAM MEMAHAMI RESIKO SEKS PRA NIKAH DI SURABAYA)
0
0
18
Show more